Advertorial

Daerah

DPRD Kota Padang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian KUPA dan PPAS TA 2022 Oleh Wali Kota Padang
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - DPRD Kota Padang menggelar rapat paripurna penyampaian Kebijakan Umum Perubahan (KUPA) dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran (TA) 2022 oleh Wali Kota Padang, Jumat, 5 Agustus 2022, bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung Bundar Sawahan.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani, didampingi para Wakil Ketua, yaitu Arnedi Yarmen, Amril Amin, Ilham Maulana dan Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar serta seluruh anggota DPRD Kota Padang.

Selain itu juga diikuti unsur forkopimda, stakeholder terkait serta kepala OPD dan Camat se-Kota Padang baik secara langsung maupun virtual.

Wali Kota Padang Hendri Septa diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Andree Algamar menyampaikan secara resmi Nota Pengantar Wali Kota Padang terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Padang Tahun Anggaran (TA) 2022 kepada DPRD Kota Padang.

Sekdako Andree Algamar mengatakan, penyusunan Perubahan KUPA-PPAS ini merupakan suatu hal yang penting sebagai rangkaian proses dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan yang akan dijadikan pedoman dalam penyusunan Rancangan Perubahan APBD Kota Padang TA 2022.

"Rancangan KUPA dan Perubahan PPAS TA 2022 ini harus memiliki keselerasan dengan prioritas pembangunan perencanaan nasional. Begitu pula terhadap prioritas perencanaan pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) yang dikaitkan dengan kebijakan pembangunan Kota Padang tahun 2022," jelas Sekda.

Andree Algamar menambahkan, untuk Perubahan KUPA dan Perubahan PPAS APBD Kota Padang TA 2022 terdiri dari kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah dan kebijakan pembiayaan daerah.

Dijelaskannya, untuk pendapatan daerah dan kebijakan umum yang diterapkan adalah dengan mengupayakan penetapan target penerimaan daerah yang terukur secara rasional dengan mempedomani penetapan alokasi dana transfer oleh Pemerintah Pusat, penerimaan tahun lalu dan realisasi pendapatan sampai dengan semester pertama tahun 2022.

"Selain itu juga mempedomani potensi pendapatan yang ada, serta asumsi pertumbuhan ekonomi yang mempengaruhi sumber pendapatan daerah," jelas dia. 

Andree juga membeberkan, untuk penyesuaian pendapatan daerah pada Perubahan PPAS tahun 2022 tersebut meliputi pendapatan asli daerah (PAD) dimana target semula sebesar Rp989,9 milyar disesuaikan menjadi Rp719,72 milyar berkurang sebanyak Rp270,18 milyar atau -27,29 persen. 

"Selain itu untuk pendapatan transfer juga disesuaikan, yang semula lebih dari Rp1,528 trilyun disesuaikan menjadi Rp1,618 trilyun. Sedangkan untuk lain-lain pendapatan darah yang sah masih tetap sama dengan target semula sebesar Rp24,749 milyar," papar Sekda muda tersebut.

Terakhir atas nama Pemerintah Kota Padang  Sekdako Padang berharap agar Rancangan Perubahan KUPA dan Perubahan PPAS APBD Kota Padang TA 2022 tersebut dapat dibahas dan diproses Pemko bersama DPRD Padang sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

"Kita menyadari apa yang disampaikan ini masih belum sempurna dan masih terdapat kelemahan. Oleh karena itu perlu dibahas lagi secara bersama-sama untuk penyempurnaannya melalui rapat-rapat dewan selanjutnya," imbuh Sekda mengakhiri. (Adv)

#Subag Humas DPRD Kota Padang

Takut Suara Kader Terbelah, PDIP Diminta Segera Umumkan Nama Capres, Pengamat Singgung Posisi Puan
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Dukungan relawan kepada Puan Maharani sebagai Capres 2024 terus menguat di berbagai daerah. 

Pengamat politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyarankan PDIP segera mengambil sikap agar suara kader partai tidak terpecah.

Dedi mengatakan, munculnya deklarasi dukungan terhadap Puan Maharani menjadi presiden penerus Joko Widodo adalah sinyal jika orang nomor satu di Senayan itu disukai masyarakat dan diakui ketokohannya.

"Puan Maharani semakin menunjukkan posisi ketokohannya di partai sebagai figur utama, ia tidak saja menjadi wajah baru Megawati, tetapi lebih kuat dari itu yakni sebagai Capres potensial PDIP," ujar Dedi saat dihubungi Poskota, Kamis, (4/8/2022).

Menurut Dedi, cucu Presiden RI pertama Soekarno itu menjadi magnet pemersatu di internal PDIP. 

Ketokohan Puan makin teruji seiring dengan munculnya dukungan pemilih di akar rumput.

"Keputusan partai terkait capres juga akan sangat berpengaruh pada soliditas PDIP, dan Puan layak diprioritaskan, mengingat ia merupakan trah Megawati, dan posisinya saat ini pun strategis sebagai pimpinan partai," tegasnya.

PDIP menurutnya membutuhkan figur yang tetap dapat merekatkan keutuhan partai berlogo kepala banteng itu di masa yang akan datang pasca Pilpres 2024. 

Puan adalah sosok perekat tersebut, karena mewarisi trah biologis dan ideologis dari Soekarno.

"Puan menjadi simbol persatuan PDIP di masa mendatang, elit di PDIP harus menyadari itu dan menurunkan ego untuk memunculkan nama lain, karena Puan sudah memiliki kepastian politik untuk terusung," katanya. 

Sumber: Poskota

Irjen Ferdy Sambo Tampak Kurus, Tua, dan Lelah, Bagaimana Ibu Putri?
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Irjen Ferdy Sambo pada Kamis (4/8) memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Ferdy Sambo datang mengenakan pakaian dinas harian (PDH) lengkap Polri dengan tanda pangkat jenderal bintang dua.

Nyaris tidak pernah nongol di hadapan publik sejak insiden polisi tembak polisi di rumah dinasnya, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1994 itu tampak lebih kurus.

Guratan-guratan di bawah matanya juga kelihatan begitu jelas.

Wajah pria kelahiran 9 Februari 1973 itu terlihat lelah.

Guratan atau kerutan di bawah mata, dikutip dari Sehatq.com, ada kaitannya dengan stres.

“Sebab, saat Anda stres, tubuh akan mengeluarkan hormon stres atau kortisol secara berlebihan pada aliran darah.”

“Peningkatan produksi hormon kortisol dapat menyebabkan pemecahan sel-sel di kulit, tak terkecuali area di sekitar mata,” demikian penggalan artikel yang ditinjau oleh dr Reni Utari.

Ferdy Sambo pernah menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri pada 2019.

Setahun setelahnya, karier Ferdy Sambo menanjak lagi, dengan menduduki jabatan sebagai Kadiv Propam Polri.

Namun, tangga kariernya mulai terhambat kasus penembakan yang dilakukan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E yang menyebabkan kematian Brigadir J.

Pak Sambo dinonaktifkan dari jabatan Kadiv Propam Polri. Terbaru, Kamis (4/8) malam, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan TR 1628/VIII/KEP/2022/ 4 Agustus 2022.

Salah satu isi TR Kapolri ialah mencopot permanen Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam Polri.

Kapolri menunjuk Wakabareskrim Irjen Syahardiantono sebagai Kadiv Propam baru, pengganti Pak Sambo.

“Irjen Ferdy Sambo menjadi pati Yanma Polri, penggantinya Irjen Syahardiantono,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Kamis (4/8) malam.

Proses penyidikan kasus kematian Brigadir J tidak berhenti pada penetapan Bharada E sebagai tersangka.

Bukan tidak mungkin, Ferdy Sambo akan mondar-mandir ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lanjutan kasus yang dibalut aneka kejanggalan itu.

Saat tiba di Gedung Bareskrim kemarin, Pak Sambo dikawal sejumlah anggota kepolisian.

Begitu pun saat keluar sesuai menjalani pemeriksaan, tampak ada lima anggota polisi baret biru yang mengapit sisi kiri, kanan, dan belakang jenderal bintang dua itu.

Akankah pemandangan itu akan terlihat lagi saat Ferdy Sambo menjadi pati Yanma Polri?

Bagaimana pula dengan istrinya, Putri Candrawathi, saat nantinya diperiksa polisi? Masih adakah pria-pria berbadan tegap yang mengawalnya? 

Sumber: JPNN.com

Pemprov Sumbar Siap Jadi Tuan Rumah Penyiaran Nasional 2023
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM -  Pemprov Sumbar siap menjadi tuan rumah penyiaran nasional 2023. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Audy Joinaldy via Zoom saat menghadiri Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) yang ditabuh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Auditorium Istana Bung Hatta, Kamis (4/8). 

“Semangat menguatkan entitas lokal, juga selaras dalam semangat otonomi daerah. Hal ini menjadi kesempatan bagi penyiaran di daerah melawan dominasi informasi yang Jakarta Centris,” kata Audy Joinaldy merujuk undang-undang tentang sistem stasiun berjaringan (SSJ). 

Audy berharap, penyiaran daerah pada era digital harus mampu mengangkat isu lokal yang memiliki dampak global dan membawa isu global dengan dampak lokal.  

Lebih jauh, Audy mengungkap, pemerintah daerah Sumatera Barat sangat memberi dukungan terhadap pengembangan bisnis penyiaran di daerah, baik lewat regulasi atau pun kebijakan afirmatif.

“Salah satunya dengan mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Penyiaran di Sumatera Barat. Semoga saja Perda ini menumbuhkan industri penyiaran yang memiliki dampak secara ekonomis dan budaya, bagi masyarakat Sumatera Barat,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Ketua KPID Sumbar, Dasrul menyebut jajarannya tidak terlepas dari KPI Pusat. Ia mengaku sejak dilantik tiga bulan lalu telah intens berkomunikasi untuk mendapatkan gambaran dan acuan bagaiamana lembaga negara bekerja.

“Tupoksi KPID mengawasi lembaga penyiaran swasta untuk tetap memuat konten berbasis kearifan lokal minimal 10 persen terus kami uapayakan. Bagi KPID Sumbar, ini tantangan luar biasa. Karena itu, KPID Sumbar tidak bisa sendiri, terlebih masyarakat pendengar merupakan raja yang dilayani dalam bentuk siaran. Maka, warga Bisa memberi masukan dan tanggapan atas siaran yang diterima,” kata Dasrul mengapresiasi Pemprov Sumbar yang telah mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang disusun KPID.

Turut hadir pada kesempatan itu akademisi Universitas Andalas, Emeraldy Chatra selaku narasumber dan Komisioner KPI Pusat Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Mimah Susanti. Hadir pula Komisioner KPI Pusat lainnya yaitu Yuliandre Darwis, Nuning Rodiyah, serta Hardly Stefano Pariela.(ryp)

Sejumlah Pengurus DPD Mundur, Majelis Tinggi Demokrat: Mereka Tidak Loyal
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan tak ambil pusing dengan keputusan pengunduran diri sejumlah pentolan dewan pimpinan daerah (DPD). 

Dia menegaskan pengunduran diri tersebut bukan karena ada permasalahan di internal partai lambang bintang mercy itu.

"Bukan (ada masalah di internal partai), mereka itu tidak loyal terhadap aturan," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Agustus 2022.

Syarief menegaskan seluruh kader harus menaati aturan yang ada di Demokrat. Mereka tidak bisa memaksakan kehendak kepada partai.

"Kita tidak mungkin didikte sama mereka-mereka semua, ini kan ada aturan ya kan. Kalau dia tidak mau mengikuti aturan, ya silahkan keluar," ungkap dia.

Anggota Komisi I DPR itu mengeklaim tidak gejolak di daerah tersebut. Demokrat diklaim tetap solid, terutama dalam mempersiapkan Pemilu 2024.

"Sama sekali tidak menganggu," ujar dia.

Beberapa pejabat DPD di sejumlah daerah memutuskan keluar dari Demokrat. 

Teranyar, Asnah mengundurkan diri sebagai Ketua DPD Demokrat Kepulauan Riau dan keluar dari partai.

Sumber: Medcom

Yuliandre Darwis: Padang Berpeluang Besar Jadi Kota Ekonomi Kreatif
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Setelah melakukan kunjungan kerja ke Pariaman, Agam, Padang Panjang dan Bukittinggi, rombongan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melakukan kunjungan ke Pemko Padang, Jumat (5/8/2022).

Rombongan KPI Pusat yang dipimpin Komisioner Bidang Kelembagaan Yuliandre Darwis itu disambut Asisten II Ekbang dan Kesra Didi Haryadi, dan Asisten III Administrasi Umum Corry Saidan di Palanta Rumah Dinas Wallikota Padang, Jl A Yani Padang.

Dalam sambutannya, Walikota Padang yang diwakili Corry Saidan menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan KPI Pusat ke Pemko Padang, dan berharap ke depan bisa terjalin kerjasama dengan KPI, khususnya dengan KPID Sumbar, dalam hal penyiaran program dan kegiatan yang ada di Pemko Padang.

"Pemko Padang saat ini sedang gencar-gencarnya menggalakkan ekonomi kreatif dan UMKM (Usaha Kecil Mikro dan Menengah), sehingganya perlu kolaborasi, harmonisasi serta koordinasi dengan stakeholder lembaga penyiaran maupun dengan KPID Sumbar agar hasilnya bisa maksimal," ujar Corry.

Ke depan, sebut Corry, banyak kegiatan-kegiatan yang berskala nasional yang akan dipusatkan di Kota Padang, di antaranya adalah Penas Tani pada tahun 2023 mendatang.

"Banyak promosi yang bisa dibantu, dan ini butuh peran serta lembaga penyiaran agar kegiatan tersebut sukses hendaknya," imbuhnya.

Sementara itu, Yuliandre Darwis menyampaikan bahwa potensi Kota Padang dalam sektor ekonomi kreatif itu sangat tinggi. 

"Ekonomi kreatif itu salah satunya adalah industri penyiaran. Dan di Kota Padang banyak literasi-literasi yang bisa dijadikan konten untuk konsumsi nasional, bahkan internasional. Sebutlah literasi mengenai Malin Kundang, Siti Nurbaya, dan lainnya," sebut Uda Andre, begitu sapaan akrab putra Minang yang pernah menjadi Ketua KPI Pusat ini.

Lanjut Yuliandre, bukan semata literasi, keindahan alam seperti Pantai Padang, dan destinasi wisata lainnya, serta beragam kuliner yang ada, merupakan bahan yang melimpah yang bisa dijadikan konten, sebagai promosi daerah.

Yuliandre mencontohkan di Korea Selatan, dimana kreativitas, atau konten kreatif bisa meningkatkan perekonomian suatu daerah atau negara. 

"Dari satu boyband BTS dari Korea Selatan itu saja bisa menghasilkan 76 triliun," tukas Yuliandre, yang saat ini juga menjabat Penasehat/Advisor Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno.

Fenomena yang terjadi di Korsel itu, kata Yuliandre lagi, harus menjadi inspirasi bagi masyarakat Padang. Menurutnya, Pemko Padang harus bisa memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas dalam mengangkat kearifan lokal, dengan mengaitkannya ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah), seperti Diskominfo, Dinas Pariwisata, dan lainnya.

Mengenai penyiaran di Sumbar, Yuliandre mendukung adanya peraturan daerah (Perda) tentang Penyiaran yang menjadi regulasi bagi dunia penyiaran dengan berlandaskan kearifan lokal yang ada di Sumbar.

Kemudian, kata Yuliandre, KPI dalam rekrutmen komisioner di daerah dilakukan secara desentralisasi, DPRD provinsi setempat yang memilih. 

"Beda dengan lembaga lain seperti KPU, Bawaslu dan lainnya, yang dipilih oleh pusat," tukas Yuliandre.

Setelah saling bertukar cendera mata, acara kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan bersama, sebelum datangnya waktu salat Jumat.

Pada kesempatan acara silaturahmi itu hadir juga Komisioner KPI Pusat lainnya, Nuning Rodiyah dan Hardly Stefano Fenolon Pariela serta Sekretaris KPI Pusat Umri, dan 40 orang staf KPI Pusat. Kemudian Ketua KPID Sumbar Dasrul, beserta komisioner lainnya; Ficky Tri Saputra, Robert Cenedy dan Rahmadi Sutrisno. (*)

Duh! Elektabilitas Partai NasDem Turun Menjadi 2,1 Persen, Gara-gara Mengusung Anies Baswedan?
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Hasil Survei Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan elektabilitas Partai NasDem turun menjadi 2,1 persen setelah sebelumnya mencapai 4,0 persen pada survei CPCS bulan April 2022.

"Keputusan mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden membuat NasDem ditinggal oleh sebagian pemilih nasionalis," kata Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta dikutip dari ANTARA, Kamis (4/8/2022).

Padahal hingga tiga bulan lalu, tutur Okta melanjutkan, NasDem masih mampu mengamankan posisi dengan meraih elektabilitas di atas ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

"Anjloknya dukungan terhadap NasDem berbanding terbalik dengan kenaikan elektabilitas partai-partai nasionalis lainnya," ucap Okta.

PDIP misalnya, tetap unggul pada peringkat pertama dan mengalami kenaikan elektabilitas menjadi 19,5 persen dari 18,1 persen pada bulan April, disusul Gerindra sebesar 13,2 persen, dan Golkar 8,8 persen.

Di antara tiga partai yang berpeluang mengusung Anies, hanya PKS yang tampak menikmati kenaikan elektabilitas.

PKS meraih elektabilitas 6,0 persen di bawah PKB (7,1 persen). Sedangkan, Demokrat cenderung stagnan (5,3 persen) di bawah PSI (5,6 persen).

Menurut Okta, keputusan NasDem mencapreskan Anies belum tentu sudah bersifat final.

"Mencapreskan Anies merupakan strategi NasDem untuk memimpin poros koalisi di luar PDIP, Gerindra, dan Golkar," kata Okta.

Okta berpandangan bahwa peta koalisi dan bursa capres masih sangat dinamis, termasuk pertimbangan NasDem untuk mengusung Anies.

Sejauh ini, Anies masih menjadi figur sentral di kubu oposisi pemerintahan Jokowi, dan kerap dirangkul untuk meningkatkan posisi tawar dalam politik.

Survei CPCS dilakukan pada 22-27 Juli 2022 dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili 34 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka.

Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: Suara.com

Kapolri Bilang Sikat Semua Termasuk Jenderal Bintang Dua, Maksudnya Ferdy Sambo?
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan tak akan pandang bulu dalam pengusutan kasus kematian Brigadir Joshua.

Listyo menyatakan, akan menyikat semua jenderal yang terlibat dalam kematian Brigadir Joshua, baik langsung maupun tidak.

Kapolri juga tak peduli apakah jenderal tersebut adalah jenderal Polri bintang satu maupun bintang dua sekalipun.

Jenderal bintang dua ucapan Listyo itu diduga mengarah pada sosok mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Hanya saja, Listyo yang mengungkap secara detil siapa jenderal dua yang ia maksud.

“Siapapun. Siapupun (termasuk jendral bintang dua) yang terlibat dalam kasus ini,” tekan Listyo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, pada Kamis (4/8/2022) malam.

Listyo pun menyatakan akan menindak tegas semua jenderal yang terlibat itu.

“Tentunya kita akan tindak tegas. Kalau mengarah pidana dan kode etik, kita akan sidang,” tegasnya.

Kapolri mengungkap, saat ini tiga jenderal bintang satu tengah menjalani pemeriksaan atas dugaan keterlibatan dalam kasus kematian Brigadir Joshua.

Namun, tiga jenderal bintang satu itu saat ini statusnya masih diperiksa sebagai saksi.

Malah, Listyo menyatakan besar kemungkinan itu akan merembet ke personel lainnya.

“Tiga Pati (perwira tinggi) Polri bintang satu saat ini sedang proses. Kemungkinan akan berkembang ke pangkat dan nama lain,” ungkapnya.

Selain itu, Listyo juga menyatakan sudah menahan empat polisi olah TKP rumah Ferdy Sambo karena diduga menghilangkan alat bukti.

“Malam ini ada 4 orang yang kita tempatkan di tempat khusus selama 30 hari,” ujar Listyo.

Ia menyebutkan, empat polisi tersebut bagian dari 25 polisi olah TKP rumah Ferdy Sambo yang diperiksa oleh Irsus.

Keempatnya akan diperiksa lebih lanjut terkait dugaan penghilangan alat bukti kematian Brigadir Joshua.

Listyo juga mengatakan telah mengantongi alat-alat bukti apa saja yang diduga dihilangkan.

“Sudah kita dapatkan siapa melakukan, siapa mengambil, siapa menyimpan. Semuanya nanti akan kita buka pada saat prosesnya tuntas,” tuturnya.

Listyo juga memastikan tidak akan tinggal diam dengan 25 anggota polisi tersebut.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan 25 polisi itu akan menghadapi tuntutan pidana.

“Tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana dimaksud,” tegasnya.

Listyo juga memastikan akam memutasi kepada 25 polisi tersebut, malam ini juga.

“Dan malam hari ini akan keluarkan TR khusus untuk mutasi,” ucap dia.

Sumber: Pojoksatu