Ads-980x120

Ads-980x120

Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts

Penerapan Parkir Meter di Kota Padang Terancam Gagal
Amrizal Hadi. 
BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Padang, Amrizal Hadi mengatakan, sejauh ini penerapan parkir meter di Kota Padang belum sempurna. Pasalnya, penerapan parkir meter itu baru berjalan kurang lebih satu bulan.

"Menurut saya, baru berjalan sebulan, jadi wajar banyak masalah yang ditemukan di lapangan. Tentu hal ini menjadi evaluasi dan perhatian khusus bagi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Padang, " ujarnya, Jumat, 30 September 2016.

Ia mengatakan, jangan sampai penerapan parkir meter gagal di tengah jalan, disebabkan ulah segelintir orang. Untuk itu, masyarakat diharapkan sejalan dengan pemerintah agar dapat menerima parkir meter ini. Apatah lagi, Kota Padang menuju smart city.

"Kita meminta Dishubkominfo segera menindak juru parkir nakal, terutama yang tidak mengindahkan himbauan dari pemko. Apalagi, ada kecemasan dari pihak ketiga terhadap juru parkir yang masih memungut uang parkir. Harus ada penegasan, jika sudah mengunakan alat parkir meter, pengendara tidak dibenarkan membayar parkir melalui uang tunai, namun gunakan uang non tunai melalui kartu Brizzi," ungkapnya.

Dia mengatakan, Dishubkominfo Kota Padang harus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jika sejauh ini ada sebagian masyarakat merasa kerepotan dengan penggunaan parkir meter, harus menjadi perhatian bagi Dishubkominfo.

"Masyarakat yang awalnya repot dengan parkir meter, namun dengan pelayanan juru parkir di lapangan dan mereka faham dengan penggunaan alat parking meter, mereka merasa nyaman dan aman dengan alat tersebut. Tentunya, masyarakat baru paham kalau ada sosialisasi yang dilakukan, "pungkasnya. (by/mul)
Sejak Parkir Meter Dilaunching di Padang, Pendapatan PT MATA Baru Capai Rp500 Ribu
Launching Smart Parking di Padang Oleh Wako Beberapa Waktu Lalu. 
BENTENGSUMBAR.COM - Keseriusan Pemerintah Kota Padang menerapkan smart parking dipertanyakan. Pasalnya, sampai saat ini penerapan parkir meter belum berjalan efektif sejak dilaunching sebulan yang lalu.

Hardian, Project Manager PT. MATA selaku pihak ketiga menuturkan, sejak diterapkannya smart parking di Kota Padang pada tiga titik, yakni Permindo, Niaga dan Pondok, sampai saat ini belum membuahkan hasil. Ini disebabkan karena masih ada pungutan parkir lansung tanpa menggunakan alat yang sudah disediakan.

"Kami sangat khawatir kalau target kami tidak tercapai, sedangkan PT. MATA telah melakukan MoU dengan Pemko Padang dengan melakukan pembayaran di awal senilai Rp350 juta/tahunnya. Kami berharap pihak pemko bertindak tegas terkait hal ini," ujarnya.

Sejak Smart Parking di launching, pendapatan baru mencapai  Rp.500 ribu yang merupakan akumulasi dari tiga titik lokasi smart parking meter itu sendiri dan penjualan e-ticket parkir baru mencapai 900 e-ticket, ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Padang, Dedi Henidal mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan penertiban dan sosialisasi terkait penerapan smart parking di tiga titik lokasi jalan tersebut.

"Kami berharap peranan seluruh masyarakat untuk mensukseskan program smart parking ini," pungkasnya. (by/mul)
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Masyarakat Wajib Menaikkan Bendera
Bendera Merah Putih di Depan Rumah Warga.
BENTENGSUMBAR.COM - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Padang Vidal Triza mengimbau kepada instansi, sekolah, kampus, serta seluruh warga Kota Padang untuk menaikkan bendera merah putih pada Hari Kesaktian Pancasila 2016. Ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat kepada seluruh bupati dan walikota se-Sumbar untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2016.

"Seluruh instansi, sekolah, serta masyarakat Kota Padang wajib menaikkan bendera merah putih untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila," sebut Vidal Triza, Kamis (29/9).

Bendera merah putih dinaikkan setengah tiang pada Jumat (30/9) sebagai bentuk penghormatan gugurnya pahlawan revolusi. Setelah itu esoknya, pada Hari Kesaktian Pancasila, Sabtu (1/10), bendera merah putih dinaikkan setiang penuh.

"Bendera dikibarkan sejak terbit matahari hingga terbenam matahari," terang Vidal.

Selain itu, seluruh instansi dan sekolah juga diwajibkan memasang spanduk. Spanduk itu bertema khusus Hari Kesaktian Pancasila. Tema spanduk tersebut yakni "Kerja Nyata untuk Kemajuan Bangsa Sebagai Wujud Pengamalan Pancasila".

Dalam Surat Edaran Gubernur Sumbar bernomor 003/817/Umum-2016, tanggal 29 September 2016 itu, seluruh instansi, sekolah dan lainnya diwajibkan untuk melaksanakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Sabtu (1/10) pukul 07.30 Wib. Upacara dilaksanakan secara sederhana dan khidmat.

"Pemko Padang akan melaksanakan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2016 pada Sabtu (1/10) bertempat di pelataran parkir GOR H. Agus Salim," ungkap Vidal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan televisi swasta lokal untuk memutar kembali film G30S/PKI. Hal ini sesuai dengan arahan Walikota Padang untuk memutar kembali film tersebut. "Kita bekerjasama dengan Padang TV yang akan memutar film tersebut pada Jumat (30/9) malam pukul 20.00 Wib. Film tersebut akan diresensi oleh seluruh siswa sekolah," ujarnya. (Charlie / Mursalim)
Iswanto Kwara Sebut Penerapan Parkir Meter Terkesan Setengah Hati
Iswanto Kwara. 
BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi III DPRD Kota Padang Iswanto Kwara menegaskan, penerapan parkir meter di beberapa titik di Kota Padang terkesan setengah hati. Menurutnya, penerapan parkir meter tanpa ada sosialisasi dilakukan terlebih dahulu.

"Kita tentu suport setiap program pemko. Namun kita lihat tidak ada sosialisasi dalam penerapan parkir meter ini, sehingga terkesan setengah hati dan tidak maksimal," ungkapnya ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat, 30 September 2016.

Lucunya, jelas Iswanto, saat ini justru lebih banyak mengutip secara langsung, ketimbang menggunakan kartu. Apatah lagi, permasalahan antara juru parkir dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Padang sampai saat ini belum selesai.

"Justru saya lihat lebih banyak juru parkir yang memungut langsung ketimbang menggunakan kartu. Ditambah lagi permasalahan juru parkir dengan Dishubkominfo belum selesai bagaimana hitung-hitungannya dengan pihak ketika mengenai gaji dan segela macamnya," tegas Iswanto.

Soal lahan parkir, ungkap Iswanto Kwara lagi, sudah disiapkan. Cuma yang sudah disiapkan itu tidak berjalan. Garis-garis yang telah dibuat di lahan parkir itu juga tidak dipakai. Orang malah parkir, baik motor ataupun mobil masih dengan cara lama.

"Masih cara lama. Juru parkir dan orang parkir masih dengan cara lama saya lihat. Mau sampai kapan dibiarkan seperti itu?" tanyanya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Padang Deddi Hanidal ketika dikonfirmasi menegaskan, negara tidak boleh kalah oleh sekelompok orang. Persoalan yang selama ini menghalangi penerapan parkir meter harus tuntas.

"Negara tidak boleh kalah oleh sekelompok orang. Harus tuntas dan itu harus terlaksana. Perkembangannya, untuk peredaran kartu sudah. Tinggal saat ini juru parkir. Juru parkir yang sudah mendaftar sama kita sekitar 24 orang. Persoalannya saat ini, juru parkir itu ditakut-takuti orang," ujarnya.

Ia mengatakan, lahan untuk pengelolaan parkir meter itu merupakan lahan pemko berupa jalan. Dishubkominfo juga akan melakukan pembicaraan dengan pemilik toko di sekitar kawan itu.

"Ya, milik negara. Toko-toko yang ada disekitar sana juga ada batas lahannya. Cuma kami juga akan berbicara dengan pemilik toko itu. Setelah selesai persoalan juru parkir, baru kita bicara dengan pemilik toko," tuturnya. (by)
CATATAN BY

Ketika Si Neng Kembali Nyatakan Cinta di Rocky Plaza Hotel

Si Neng Terlihat Gembira.  MEMBAHAGIAKAN istri adalah kewajiban seorang suami. Rasulullah SAW merupakan teladan yang baik dalam hal in...

Cat-5

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Cat-5

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Cat-5

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Cat-6