HEADLINE
"Rarak Maanta Sikuniang": Warisan Adat dan Kuliner Khas Koto Baru Meriahkan HUT Kabupaten Solok    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

"Rarak Maanta Sikuniang": Warisan Adat dan Kuliner Khas Koto Baru Meriahkan HUT Kabupaten Solok
Nagari Koto Baru tampil memukau dengan mengusung tema "Rarak Maanta Sikuniang Kekah Mambantai Kambiang Dari Induak Bako". (Foto: Oktriyoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kekayaan budaya dan kuliner tradisional kembali ditampilkan dalam Pawai Budaya yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-113 Kabupaten Solok, Senin (20/4/2026), bertempat di halaman Kantor Bupati Solok.

Nagari Koto Baru tampil memukau dengan mengusung tema "Rarak Maanta Sikuniang Kekah Mambantai Kambiang Dari Induak Bako". Tema ini mengangkat tradisi luhur yang telah lama dijalankan masyarakat setempat dalam prosesi pernikahan adat Minangkabau.

Wali Nagari Koto Baru, Marsalina, S.Kom, menjelaskan bahwa tradisi Rarak Maanta Sikuniang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya setempat. Dalam prosesi ini, pihak anak pisang yang datang dari Induak Bako membawa hantaran adat yang disebut Bundo Kanduang.

"Barang-barang yang dibawa meliputi Carano Batirai berisi siriah langkok, Katidiang bagantantang berisi bareh, sikuniang, nasi, serta kado-kado lainnya," ujarnya.

Rombongan diiringi oleh para Bundo Kanduang yang dengan anggun membawa dulang dan tuduang berisi beras serta hadiah untuk anak yang sedang melangsungkan pernikahan (kekah). Sebagai hidangan bagi para pengantar, disajikan menu makan bajamba yang terdiri dari nasi, samba randang, gulai dagiang campua rabuang, tumih bunci, dan samba godok.

Katupek Pangek Pisang: Sajian Istimewa untuk Ninik Mamak

Selain kemeriahan pawai, Nagari Koto Baru juga memperkenalkan kuliner khas yang unik dan sarat aturan adat, yaitu Katupek Pangek Pisang. Makanan ini memiliki tempat khusus dalam acara Malapeh Marapulai.

- Katupek: Terbuat dari sipuluik putih yang dicampur dengan santan karambia pirang, kemudian dibungkus menggunakan pucuk daun pisang batu.
- Pangek Pisang: Olahan dari pisang batu yang sudah mangkal, dimasak dengan campuran santan, gula tabu, dan gula aren.

Marsalina menjelaskan tata cara penyajian yang unik ini. "Dalam aturan adat, saat acara baradek atau malapeh marapulai, seluruh ninik mamak hanya disajikan Katupek Pangek Pisang saja. Hidangan nasi dan lauk pauk lainnya baru dinikmati pada saat mananti marapulai di rumah anak daro," jelasnya.

Ia menambahkan, kombinasi antara tradisi yang sarat makna filosofis dan kuliner yang menggugah selera ini menjadikan Pawai Budaya Nagari Koto Baru sebagai ajang yang menarik untuk melestarikan kearifan lokal di Ranah Minang.

"Semoga warisan ini terus terjaga dan dikenal oleh generasi mendatang," tutupnya. (BO)

Pimpin Apel Pagi, Sekda Kota Payakumbuh Ajak ASN Terapkan Pola Hidup Hemat Energi dan Disiplin Dalam Pengelolaan Sampah    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Pimpin Apel Pagi, Sekda Kota Payakumbuh Ajak ASN Terapkan Pola Hidup Hemat Energi dan Disiplin Dalam Pengelolaan Sampah
Apel pagi di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (20/04/2026). (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, mengajak seluruh ASN untuk menerapkan pola hidup hemat energi dan disiplin dalam pengelolaan sampah saat apel pagi di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (20/04/2026).

“Dalam rangka pelaksanaan hemat energi, Wali Kota Payakumbuh sudah mengeluarkan edaran sesuai arahan pemerintah pusat. Setiap hari Rabu, kita diimbau berangkat ke kantor menggunakan kendaraan roda dua, dan kalau memungkinkan menggunakan sepeda. Minimal satu hari dalam seminggu, seperti Jumat, kita dorong untuk bersepeda,” kata Rida Ananda.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut perlu dijalankan secara konsisten sebagai bentuk komitmen bersama dalam menekan konsumsi energi di lingkungan pemerintahan.

Selain itu, Rida juga mengingatkan agar pelaksanaan work from home (WFH) tetap dijalankan secara optimal dan produktif. “WFH bukan berarti libur bekerja. Kami minta yang melaksanakan WFH tetap produktif dan menjalankan tugas secara maksimal dari rumah,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penghematan energi menjadi semakin krusial menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi dalam beberapa hari terakhir. Ia mengajak seluruh ASN untuk menyesuaikan pola penggunaan energi agar lebih efisien.

Pada kesempatan tersebut, Rida turut memberikan apresiasi kepada sejumlah ASN yang telah lebih dulu menerapkan pola hidup hemat energi dan peduli lingkungan.

Ia menyebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra, sebagai contoh karena telah memulai bersepeda ke kantor sebagai bentuk dukungan terhadap penghematan energi.

Apresiasi juga diberikan kepada Kepala Bagian Umum Setdako Payakumbuh, Ulfakhri, serta Refnisia, Analis Keuangan Pusat dan Daerah Madya pada Badan Keuangan Daerah, yang telah mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. “Ini contoh yang patut ditiru. Hal-hal sederhana seperti bersepeda ke kantor dan mengolah sampah dari rumah tangga memiliki dampak besar jika dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Selain itu, Rida juga menyoroti persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah di Kota Payakumbuh. Ia menyampaikan bahwa pemerintah kini tidak lagi mengizinkan penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara konvensional. “Sekarang kita hanya mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Karena itu, kami minta sebelum membuang sampah agar dipilah terlebih dahulu, sehingga yang dibuang benar-benar sampah yang tidak bisa diolah kembali,” katanya.

Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk memaksimalkan pengolahan sampah dari rumah tangga, termasuk mengolah sampah organik menjadi kompos. “Mari kita mulai dari rumah tangga, minimal mengolah sampah menjadi kompos. Ini bagian dari upaya kita bersama menjaga lingkungan sekaligus mendukung penghematan energi,” pungkasnya. (HM)

Diskusi Bangun Kampuang, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Hadiri Halal Bihalal Organisasi Gonjong Limo Kota Padang    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Diskusi Bangun Kampuang, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Hadiri Halal Bihalal Organisasi Gonjong Limo Kota Padang
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dan Wakil Wali Kota, Elzadaswarman pada Halal Bihalal organisasi Gonjong Limo Kota Padang. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dan Wakil Wali Kota, Elzadaswarman,  menjadi sorotan dalam Diskusi Mambangun Kampuang Luhak Limo Puluah yang digelar dalam rangka Halal Bihalal organisasi Gonjong Limo Kota Padang di Ruang Convention Lantai 4 UNP Hotel, Kota Padang, Minggu (19/4/2025). Diskusi ini menjadi panggung bertemunya para pemikir, akademisi, dan tokoh pemerintahan  yang berasal dari Luhak Limo Puluah.

Di hadapan para perantau yang memenuhi ruangan, Wali Kota Zulmaeta menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh. Ia mengingatkan bahwa Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota sesungguhnya satu rumpun yang hanya terpisah secara administratif.

"Pemko terbuka menerima seluruh masukan dan kritikan untuk mempercepat pembangunan Payakumbuh maupun Luhak Limo Puluah. Semoga acara seperti ini bukan yang pertama dan terakhir, karena kami membutuhkan semua masukan, saran, dan aksi nyata untuk membangun daerah yang kita cintai ini," kata Zulmaeta.

Pernyataan Zulmaeta disambut antusias oleh peserta yang hadir. Forum ini dinilai menjadi ruang dialog produktif yang jarang terjadi  mempertemukan langsung kepala daerah dengan para pemikir dan perantau dalam satu meja diskusi.

Sejak awal dibuka Ketua Gonjong Limo, Prof. Ganefri, Forum ini langsung menarik perhatian.

Mengawali sambutannya Prof. Ganedri menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah momentum strategis.

"Pertemuan ini bisa menjadi solusi nyata untuk percepatan pembangunan Luhak Limo Puluah. Banyak pemikir-pemikir hebat hadir di sini, dan ide-ide yang mengemuka dapat menjadi masukan bermakna bagi Wali Kota maupun Bupati untuk membangun daerah yang kita cintai bersama," ujar Prof. Ganefri.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang turut menghadiri forum ini menyampaikan bahwa Luhak Limo Puluah masuk dalam skala prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi. 

Ia meyakini bahwa kekuatan intelektual yang terhimpun dalam Gonjong Limo tidak hanya bermanfaat bagi Luhak Limo Puluah, tetapi juga bagi kemajuan Sumatera Barat secara keseluruhan. 

"Banyaknya pemikir hebat yang ada di Gonjong Limo ini bisa menjadi bantuan pembangunan minimal sumbangsih pikiran  bukan hanya untuk Luhak Limo Puluah, tapi untuk Sumatera Barat," tegas Vasko.

Bupati Lima Puluh Kota H. Safni Sikumbang juga hadir dan turut berbicara, menambah bobot forum sebagai ajang koordinasi lintas pemerintahan. Acara ini semakin semarak dengan kehadiran Komisaris Utama Semen Padang Prof. Werry D. Taifur dan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi sebagai pembicara.

Wali Kota Padang Fadly Amran pun turut menyemarakkan forum bersama ratusan anggota dan pengurus Gonjong Limo yang ada di Kota Padang, menjadikan forum ini bukti nyata bahwa semangat membangun Luhak Limo Puluh tak pernah padam di rantau. (HM)

Pemko Padang Jalin Kesepakatan Bersama dengan Bank Mandiri    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Pemko Padang Jalin Kesepakatan Bersama dengan Bank Mandiri
Fadly Amran selaku Wali Kota Padang bersama Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Padang, Feri Cahyono. (Foto: Faisal). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Padang menjalin kesepakatan bersama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Padang dalam rangka penyediaan dan pemanfaatan layanan perbankan di lingkungan pemerintahan. 

Penandatanganan kesepakatan bersama berlangsung di Gedung Putih, komplek Rumah Dinas Wali Kota, Senin (20/4/2026), dilakukan langsung oleh Fadly Amran selaku Wali Kota Padang bersama Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Padang, Feri Cahyono.

Turut dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Padang dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Taman Melati terkait pengelolaan dan penatausahaan kas umum daerah Kota Padang.

Fadly Amran dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah. “Layanan Bank Mandiri harus menjadikan pengelolaan keuangan daerah lebih mudah, cepat, dan terintegrasi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Fadly Amran.

Ia juga meyakini bahwa kehadiran Bank Mandiri sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia akan memberikan kemudahan akses layanan keuangan bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Fadly Amran menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam mewujudkan konsep Kota Pintar (Smart City) yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Padang, mencakup berbagai sektor mulai dari lingkungan hingga pendidikan. “Tanpa cashless, tanpa digitalisasi akan semakin sulit kita untuk membentuk pemerintah yang akuntabel, yang transparan dan lain-lain. Sehingga kerja sama ini menjadi satu kesatuan terhadap visi Kota Pintar kita,” tambahnya.

Sementara itu, Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Padang, Feri Cahyono menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung digitalisasi layanan keuangan di Pemerintah Kota Padang melalui berbagai inovasi perbankan yang terintegrasi.

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah, sekaligus memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi masyarakat Kota Padang. (By/Tom)

Dasawisma Aloe Vera 7 Batu Gadang Ikuti Penilaian Lomba Dasawisma Berprestasi Tingkat Sumbar    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Dasawisma Aloe Vera 7 Batu Gadang Ikuti Penilaian Lomba Dasawisma Berprestasi Tingkat Sumbar
Kelompok Dasawisma Aloe Vera 7, Kelurahan Batu Gadang. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kelompok Dasawisma Aloe Vera 7, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, resmi mengikuti penilaian Lomba Dasawisma Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026, Senin (20/4/2026).

Kedatangan tim penilai dari Provinsi Sumbar yang dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, disambut langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran beserta jajaran. 

Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Dasawisma Aloe Vera 7 yang telah terpilih mewakili Kota Padang pada ajang bergengsi ini. Ia menegaskan bahwa proses penilaian tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir, tetapi juga pada konsistensi dan proses kegiatan yang dilakukan. “Kami mempersilakan tim penilai untuk melakukan verifikasi secara menyeluruh, apakah Dasawisma Aloe Vera 7 ini layak menjadi juara sesuai dengan semangat Padang Juara yang kita miliki. Semoga penilaian ini semakin memacu peningkatan kualitas Dasawisma Aloe Vera,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Padang, Ny. Dian Puspita Fadly Amran menjelaskan, Dasawisma Aloe Vera 7 terpilih setelah melalui seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga berhasil meraih juara I tingkat kota.

Menurutnya, kelompok ini dinilai unggul karena mampu menunjukkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan inovasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal. “Pemanfaatan tanaman lidah buaya telah dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti stik aloe vera, permen, puding, minuman, bolu, hingga sabun cuci tangan,” jelasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi menekankan bahwa lomba ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, melainkan sebagai sarana evaluasi implementasi 10 Program Pokok PKK hingga ke tingkat Dasawisma. “Yang terpenting adalah bagaimana 10 Program Pokok PKK benar-benar dilaksanakan secara berkelanjutan di tengah masyarakat, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sejahtera,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, tim penilai juga melakukan peninjauan langsung ke Sekretariat Aloe Vera 7 di RT 02 RW 02 Kelurahan Batu Gadang. Peninjauan mencakup kegiatan budidaya tanaman lidah buaya serta berbagai tanaman bermanfaat lainnya yang dikelola oleh kelompok Dasawisma. (By/Tom)

Terpilih Aklamasi, Dr. Prim Hariyadi Kembali Pimpin IKA FHUA dan Siapkan Gebrakan Baru    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Terpilih Aklamasi, Dr. Prim Hariyadi Kembali Pimpin IKA FHUA dan Siapkan Gebrakan Baru
Dr. Prim Hariyadi ketiia diwawancarai awak media. Keputusan itu diambil dalam sidang pleno yang berlangsung di Aula Jalan Pancasila No.10. (Foto: Taod). 

BENTENGSUMBAR.COM
  – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA) menetapkan Dr. Prim Hariyadi kembali sebagai Ketua Umum secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) 2026, Minggu (19/4/2026).

Keputusan itu diambil dalam sidang pleno yang berlangsung di Aula Jalan Pancasila No.10. Seluruh peserta forum menyepakati Dr. Prim Hariyadi melanjutkan kepemimpinan untuk periode berikutnya.

Jalannya musyawarah diawali dengan pembentukan pimpinan sidang. Forum yang semula dipimpin pimpinan sidang sementara kemudian menetapkan lima pimpinan sidang tetap, yakni Ilhamdi Taufik, Charlez Simabura, Wilson Saputra, Lusda Sunarty, dan Anneka Yosihilma. Setelah itu, sidang membahas tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus, hingga agenda pemilihan ketua umum.

Dr. Prim Hariyadi mengatakan dirinya sempat menginginkan adanya kaderisasi dalam tubuh organisasi. Namun, aspirasi peserta forum dan para senior meminta dirinya tetap memimpin agar program yang telah berjalan bisa diteruskan. “Saya sebenarnya ingin ada kaderisasi. Tetapi para senior meminta saya tetap memimpin untuk melanjutkan program-program yang sudah berjalan,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu target utama kepengurusan mendatang ialah menghadirkan sekretariat permanen milik organisasi. Saat ini, IKA FHUA masih menggunakan kantor sewa. “Kalau bisa periode ke depan kita memiliki sekretariat sendiri atas nama organisasi,” katanya.

Ia menilai kondisi keuangan organisasi cukup sehat. Dana kas saat ini disebut mencapai ratusan juta rupiah, ditambah dukungan alumni untuk pelaksanaan Mubes dan Halal Bihalal yang juga menembus ratusan juta rupiah. Kondisi itu dinilai menjadi modal kuat untuk mewujudkan sekretariat permanen.

Selain konsolidasi organisasi, Dr. Prim juga menyoroti besarnya potensi alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas yang tersebar di berbagai sektor strategis nasional. Alumni FHUA saat ini banyak berkiprah di lembaga penegak hukum, perbankan, BUMN, hingga pemerintahan.

Di tingkat nasional, alumni FHUA tercatat menduduki posisi penting di Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Salah satunya Saldi Isra di Mahkamah Konstitusi.

Dr. Prim sendiri saat ini menjabat Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung. Ia menyebut alumni FHUA memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan negara hukum dan kemajuan bangsa. Terpilihnya kembali Dr. Prim Hariyadi diharapkan mampu memperkuat soliditas alumni, meningkatkan kontribusi kepada almamater, serta memperluas peran organisasi di tengah masyarakat. (By/Toad)

Pedagang Pinggir Jalan Kembali Marak di Sawahlunto, Berpotensi Membahayakan Pejalan Kaki dan Siswa    
Senin, April 20, 2026

On Senin, April 20, 2026

Marjafri Sawahlunto
Kondisi kawasan Sekolah SDN13 Pasar Remaja Sawahlunto , terlihat para pedagang berjejer hingga jam pulang sekolah. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Aktivitas pedagang pinggir jalan kembali marak di sejumlah titik di Kota Sawahlunto, terutama di sekitar kawasan sekolah pada jam pulang siswa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pedagang terlihat berjualan di pinggir jalan, di samping trotoar, dengan pembeli yang berhenti di sisi jalan untuk bertransaksi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian badan jalan digunakan sebagai area jual beli dan parkir kendaraan.

Akibatnya, ruang lalu lintas menyempit dan arus kendaraan melambat di ruas jalan sekitar sekolah. Pejalan kaki, termasuk siswa, terlihat berjalan di area yang berdekatan dengan kendaraan karena keterbatasan ruang di sisi jalan.

Aktivitas tersebut antara lain terpantau di kawasan sekitar SDN 13 Pasar Remaja, Senin (20/4/2026)

Di sisi lain, aktivitas di kawasan Pasar Kuliner Silo masih berlangsung dengan tingkat kunjungan yang bervariasi.

Sejumlah pedagang tetap berjualan di lokasi tersebut sesuai dengan penataan yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Pemerintah Kota Sawahlunto sebelumnya telah merelokasi sebanyak 108 pedagang ke Pasar Kuliner Silo sebagai bagian dari penataan kawasan perdagangan. (*) 

Pewarta: Marjafri