HEADLINE
PIAGEX 2026 Jadi Wadah Talenta Muda Kota Padang    
Minggu, Juli 26, 2026

On Minggu, Juli 26, 2026

PIAGEX 2026 Jadi Wadah Talenta Muda Kota Padang
PIAGEX menjadi ruang awal untuk mendorong tumbuhnya talenta-talenta muda di bidang ekonomi kreatif. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gedung Youth Center Kota Padang dipenuhi antusiasme generasi muda yang menunjukkan kreativitas dan kemampuan di bidang animasi serta pengembangan gim melalui Padang International Animation and Game Expo (PIAGEX) 2026, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang digelar untuk pertama kalinya ini mempertemukan pelajar, komunitas kreatif, pelaku industri, serta berbagai unsur pendidikan dalam satu ruang kreatif. Beragam kompetisi, seperti animasi, coding block, dan pengembangan game, menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan karya sekaligus mengasah kemampuan mereka di bidang teknologi dan industri kreatif.

Wakil Ketua Dewan Pengarah PIAGEX sekaligus Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, Romy Elpa Segas, mengatakan PIAGEX menjadi ruang awal untuk mendorong tumbuhnya talenta-talenta muda di bidang ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini kita prioritaskan untuk pengembangan anak-anak dari sekolah-sekolah di Kota Padang, baik SD maupun SMP. Kita berharap mereka memiliki ruang untuk mengembangkan minat dan bakat, khususnya dalam animasi, coding, dan pengembangan game," cakapnya. 

Menurutnya, minat pelajar terhadap bidang tersebut menunjukkan potensi besar yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Karena itu, kegiatan seperti PIAGEX dinilai penting untuk mempertemukan generasi muda dengan dunia kreatif dan teknologi sejak dini.

“Kita berharap dari kegiatan ini tumbuh bibit-bibit baru di bidang ekonomi kreatif, khususnya animasi dan pengembangan game. Dengan dukungan dari berbagai unsur, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang ke depan," katanya.

Dukungan terhadap pengembangan industri kreatif juga datang dari Piapi Studio, salah satu pelaku industri game yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Rinaldo Afandi mengatakan PIAGEX menjadi langkah positif untuk memperkenalkan dan mengembangkan industri kreatif di Kota Padang.

Piapi Studio turut memperkenalkan Animbox Smash, game kasual yang dapat dimainkan oleh dua hingga empat orang. Kehadiran pelaku industri tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai perkembangan dunia pengembangan game yang semakin terbuka bagi generasi muda.

“Saya sangat bangga dengan adanya inisiasi PIAGEX ini. Industri kreatif sedang berkembang, sehingga sangat bagus bagi Kota Padang untuk mengikuti perkembangan tersebut. Bagi generasi muda, yang penting adalah memiliki ketertarikan dan kemauan untuk terus belajar karena dunia kreatif membutuhkan proses dan keinginan untuk menghasilkan karya yang lebih baik," tegasnya.

Kesempatan untuk mengembangkan kemampuan itu juga dimanfaatkan SMP Negeri 30 Padang melalui komunitas kreatif Cyber Thirty Hub. Sekolah tersebut mengikuti tiga rangkaian kegiatan, yakni kompetisi Game Development, Coding Block Game, serta pameran karya siswa.

Guru pendamping, pembimbing, sekaligus tim pengelola Cyber Thirty Hub SMP Negeri 30 Padang, Novia Indra, mengatakan proses pengembangan bakat siswa telah dilakukan melalui pembinaan dan kelas animasi yang diikuti puluhan siswa.

Menurut Novia, pengalaman mengikuti PIAGEX tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperkenalkan karya dan membangun kepercayaan diri melalui proses kreatif.

“Dari proses pembinaan, kami menghasilkan lima produk game dan dua tim berhasil lolos dalam turnamen Game Development. Kami sangat berterima kasih kepada pihak UNP dan PIAGEX yang telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi potensi dan bakat mereka di bidang animasi serta pengembangan game," tegasnya. 

Hal serupa dirasakan siswa SMP Maria yang mengikuti kompetisi pengembangan game dengan mengirimkan dua tim, yakni RG2 yang mengembangkan game edukasi dan Germada yang membuat gane bertema petualangan.

Kepala SMP Maria, Friska Samosir, mengatakan keikutsertaan siswa dalam PIAGEX menjadi pengalaman penting untuk melatih keberanian sekaligus memperlihatkan bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif.

“Kami sangat mendukung PIAGEX karena kegiatan ini menjadi bentuk pemanfaatan digitalisasi di sekolah. Anak-anak tidak hanya menggunakan gawai untuk bermain, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk hobi, menyalurkan minat dan bakat, serta menghasilkan karya. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan agar semakin banyak sekolah dan anak-anak yang berpartisipasi," ungkainya. 

PIAGEX 2026 menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap animasi dan pengembangan game terus tumbuh. Dari ruang kelas, komunitas sekolah, hingga industri kreatif, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam membuka ruang yang lebih luas bagi pelajar untuk berkarya.

Lebih dari sekadar kompetisi, PIAGEX menjadi ruang pertemuan bagi ide, kreativitas, dan keberanian generasi muda untuk mengenal potensi mereka di tengah perkembangan industri kreatif dan teknologi digital. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH. i, WU

Keamanan Humanis Jadi Kunci Sukses Sidang Pleno XII FABC    
Minggu, Juli 26, 2026

On Minggu, Juli 26, 2026

Keamanan Humanis Jadi Kunci Sukses Sidang Pleno XII FABC
Keberhasilan penyelenggaraan Sidang Pleno XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) 2026 di Jakarta tidak hanya ditandai dengan lancarnya seluruh agenda para uskup se-Asia. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Keberhasilan penyelenggaraan Sidang Pleno XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) 2026 di Jakarta tidak hanya ditandai dengan lancarnya seluruh agenda para uskup se-Asia, tetapi juga terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan penuh semangat persaudaraan.

Di balik suksesnya perhelatan gerejawi berskala internasional tersebut, tim pengamanan yang dipimpin Brigjen TNI (Purn.) P. Gunung Sarasmoro, S.E., M.E., dan Irjen Pol (Purn.) Herry Dahana, S.H., M.Si., yang keduanya berasal dari Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Umat Katolik di lingkungan TNI-Polri, mengedepankan pendekatan profesional, humanis, dan tidak mengganggu jalannya kegiatan rohani.

Brigjen TNI (Purn.) P. Gunung Sarasmoro menegaskan, filosofi pengamanan yang diterapkan selama Sidang Pleno XII FABC bukanlah menghadirkan kekuatan secara mencolok, melainkan memastikan seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan rasa aman tanpa merasa diawasi secara berlebihan.

"Bagi kami, ukuran keberhasilan pengamanan bukanlah banyaknya personel yang terlihat, melainkan ketika para peserta dapat berdoa, berdialog, dan menjalankan seluruh agenda dengan tenang tanpa pernah merasa sedang dijaga secara berlebihan. Filosofi yang kami pegang adalah security that is present, but not intrusive. Keamanan harus hadir, namun tidak mengganggu," ujar Gunung Sarasmoro.

Menurutnya, pendekatan tersebut diwujudkan melalui sistem pengamanan yang adaptif, berbasis pencegahan, serta mengedepankan sikap ramah sehingga suasana tetap hangat dan mencerminkan wajah Indonesia yang bersahabat.

Sementara itu, Irjen Pol (Purn.) Herry Dahana menegaskan bahwa dalam kegiatan internasional seperti Sidang Pleno XII FABC, keamanan tidak dapat dipisahkan dari keramahtamahan.

"Keamanan dan hospitality bukan dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan seiring. Setiap petugas kami memahami bahwa mereka bukan hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi wajah pertama Indonesia yang dilihat para tamu internasional saat para delegasi dari berbagai negara tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Karena itu, pelayanan yang sopan, komunikasi yang baik, serta penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian dari tugas kami," katanya.

Menghadapi dinamika keamanan global yang terus berkembang, Herry menjelaskan tantangan terbesar saat ini bukan hanya ancaman fisik, tetapi juga berbagai potensi risiko yang berkembang cepat, termasuk di ruang digital.

"Kami mengedepankan deteksi dini, koordinasi lintas instansi, pertukaran informasi secara cepat, serta kesiapsiagaan yang terukur agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi masalah," jelasnya.

Menurut Gunung Sarasmoro, keberhasilan pengamanan Sidang Pleno XII FABC merupakan buah sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, pemangku kepentingan di kawasan bandara, panitia FABC, Keuskupan TNI-Polri (OCI), serta seluruh unsur pendukung lainnya.

"Tidak ada satu institusi pun yang dapat bekerja sendiri. Masing-masing menjalankan fungsi sesuai kewenangannya, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan rasa aman kepada seluruh peserta. Kolaborasi inilah yang menjadi wajah nyata semangat gotong royong Indonesia," ungkapnya.

Pengamanan juga diawali dengan pemetaan risiko secara menyeluruh, mulai dari identifikasi potensi kerawanan, penyusunan langkah mitigasi, hingga penyiapan rencana kontinjensi bagi seluruh agenda maupun tamu VIP.

"Prinsip kami sederhana, setiap potensi risiko harus dikelola secara terukur sebelum berkembang menjadi ancaman nyata, dengan tetap menghormati kenyamanan dan privasi para tamu," kata Herry.

Lebih jauh, Gunung Sarasmoro menilai keberhasilan penyelenggaraan Sidang Pleno XII FABC menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi rumah bagi dialog lintas bangsa dan lintas agama.

"Kehadiran para uskup dari berbagai negara yang dapat menjalankan seluruh kegiatan dengan aman dan nyaman menunjukkan Indonesia memiliki modal sosial yang kuat berupa toleransi, persaudaraan, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai inilah yang harus terus kita jaga," ujarnya.

Bagi kedua purnawirawan yang kini mengabdi di lingkungan Gereja melalui OCI, keamanan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menjaga ketertiban.

"Hakikat keamanan adalah melindungi martabat manusia. Ketika seseorang merasa aman, ia dapat beribadah dengan khusyuk, bekerja dengan tenang, berdialog secara terbuka, dan membangun persaudaraan tanpa rasa takut. Karena itu, keamanan adalah bentuk pelayanan kepada sesama," tutur Herry.

Senada, Gunung Sarasmoro menambahkan bahwa pengalaman mengawal Sidang Pleno XII FABC semakin menegaskan pentingnya membangun kepercayaan di antara seluruh pihak.

"Pengamanan yang efektif tidak hanya dibangun melalui pagar, kendaraan, atau personel, tetapi melalui kepercayaan. Ketika seluruh pihak saling percaya, komunikasi menjadi lebih terbuka, koordinasi menjadi lebih mudah, dan setiap persoalan dapat diselesaikan lebih cepat," katanya.

Menurutnya, penghargaan terbesar bagi tim pengamanan bukan sekadar tidak adanya insiden selama penyelenggaraan Sidang Pleno XII FABC, melainkan ketika para peserta kembali ke negara masing-masing dengan membawa kesan positif tentang Indonesia.

"Momen yang paling membanggakan adalah ketika para peserta meninggalkan Indonesia dengan membawa kesan bahwa mereka merasa aman, dihormati, dan diterima sebagai saudara. Itulah penghargaan terbesar bagi setiap insan yang bertugas di bidang keamanan," ujar Gunung Sarasmoro.

Menutup wawancara, Herry Dahana mengajak generasi muda memandang keamanan sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas aparat negara.

"Perdamaian lahir dari sikap saling menghormati, menaati aturan, menjaga toleransi, menolak kekerasan, serta peduli terhadap sesama. Jika seluruh elemen bangsa memiliki kesadaran tersebut, Indonesia akan semakin kuat sebagai bangsa yang damai, beradab, dan dihormati dunia," pungkasnya. (*)

Ketua PMPI Berikan Seminar di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas, Santri Kian Antusias    
Minggu, Juli 26, 2026

On Minggu, Juli 26, 2026

Ketua PMPI Berikan Seminar di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas, Santri Kian Antusias
Kegiatan yang bertajuk seminar ini diisi langsung oleh ketua PMPI Arif Zulpriansyah Siregar S.P. kegiatan ini dimulai pukul 20.00 di mushalla  PPMINI. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemimpin Muda Pertanian Indonesia (PMPI) Sabtu, 25 Juli 2026, melaksanakan seminar yang bertema Mengokohkan Peran Santri Dalam Menyongsong Generasi Emas Indonesia 20245 di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) Lubuak Aro, Tandikek Padang Pariaman.

Kegiatan yang bertajuk seminar ini diisi langsung oleh ketua PMPI Arif Zulpriansyah Siregar S.P. kegiatan ini dimulai pukul 20.00 di mushalla  PPMINI.

Ketua PMPI  Arif Zulpriansyah Siregar S.P., dalam materinya menyampaikan rasa bahagia karena dapat hadir langsung di pesantren tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas rahmat dan hidayah Allah SWT sehingga bisa bersilaturahmi ke pesantren ini. Saya berkeliling di Sumatera Barat, dan pada kesempatan yang berbahagia ini dapat hadir di Padang Pariaman untuk memberikan motivasi kepada para santri agar senantiasa rajin menuntut ilmu dan juga bisa menjadi motivasi untuk anak-anak santri kedepannya untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,  terharu saya melihat  anak-anak semua karena dulunya saya sangat ingin menjadi seorang santri,” ungkapnya.

Ia juga berbagi kisah perjalanan pendidikan yang ditempuh di Padang selama kurang lebih sepuluh tahun.

Sementara itu, Ketua OSIP PPMINI Adek Aliyus Firmansyah mengatakan dalam sambutannya, " Alhamdulillah acara ini terlaksana dengan baik, terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada abangda Arif Zulpriansyah Siregar S.P dan tim telah hadir di pesantren kami, kehadiran abangda bisa menjadikan motivasi buat kami."

Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas,  Tk. Abdul Jamil Al Rasid, S.Hum., menyampaikan dalam sambutannya, “Terima kasih telah mengunjungi pondok pesantren kami bang, Abang Arif ini adalah guru saya di masa perkuliahan dan menjadi senior panutan bagi saya, beliau dulu pernah menjadi mentor saya dalam menulis. Pesantren ini adalah amanah dari guru kami, Abuya H. Sulkani TK Sutan. Kami berada jauh dari jalan besar, tapi alhamdulillah bisa mendapat kunjungan abangda."

Acara juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize kepada santri yang aktif dalam sesi diskusi oleh Pemateri Bang Arif Zulpriansyah Siregar. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Aldo Syahputra. (*)

Pasar Payakumbuh Boleh Dibangun Modern, Tapi Hak Ulayat Nagari Tidak Boleh Hilang    
Minggu, Juli 26, 2026

On Minggu, Juli 26, 2026

Pasar Payakumbuh Boleh Dibangun Modern, Tapi Hak Ulayat Nagari Tidak Boleh Hilang
Rapat yang dipimpin oleh Ketua KAN Koto Nan Ompek Datuak Rajo Sinaro di Balai Adat Nan Duo hari Sabtu (25/7/2026) ini, dihadiri hampir 100 orang yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan Pemuda Parik Paga Nagari. (Foto: Novrinato). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Demi menjaga tanah ulayat nagari, yang merupakan warisan leluhur, Niniak Mamak Nagori Koto Nan Ompek yang dipimpin Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) menyatakan kesepakatan untuk menolak Sertifikat Hak Pakai (SHP) Pasar Payakumbuh.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua KAN Koto Nan Ompek Datuak Rajo Sinaro di Balai Adat Nan Duo hari Sabtu (25/7/2026) ini, dihadiri hampir 100 orang yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan Pemuda Parik Paga Nagari.

Tokoh-tokoh nagori tampak hadir lengkap dalam rapat, antara lain Buya H. Maharnis Zul, Almaysar Dt. Bangso Nan Kuniang, Adrian Danus (An Lurah), Jack Peto, Dt. Simarajo Nan Capuak, Datuak Rajo Mantiko Alam (Ka Ompek Suku Urang Sambilan), Datuak Bandaro Hitam (Ka Ompek Suku Urang Ompek Niniak) yang hadir melalui Video Call, Anton Raymonde Datuak Bangso Di Rajo Nan Putiah, Ir. Teddy Rahmad Datuak Rajo Mangkuto dan Datuak Simarajo Lelo.

Kata Ketua KAN Datuak Rajo Sinaro, kalau salah di ujung jalan maka kembalilah ke pangkal jalan. Karena itulah kini seluruh Niniak Mamak Koto Nan Ompek bersama anak nagori duduk bersama dan bersatu untuk mendukung gugatan terhadap SHP Pasar Payakumbuh yang kini tengah berlangsung di PTUN Padang.

Tidak ada lagi Niniak Mamak yang terbelah di Koto Nan Ompek. Semua satu suara, sadanciang bak basi, saciok bak ayam dalam memberi dukungan penuh untuk menolak SHP atas nama Pemko Payakumbuh karena tanah pasar adalah tanah ulayat nagori.

"Kita tidak menolak pembangunan Pasar Payakumbuh, malah sangat mendorong menjadi pasar modern dan megah. Namun status tanah tetap harus sebagai tanah ulayat nagari, karena pemerintah juga telah mengakui adanya sertifikat tanah ulayat atau komunal," kata Ketua KAN Datuak Rajo Sinaro.

Dalam rapat hadir memberikan pencerahan kuasa hukum Niniak Mamak Koto Nan Ompek dalam menolak dan menggugat SHP Pasar Payakumbuh di PTUN Padang yaitu Dr. Wendra Yunaldi, SH.,MH., yang tidak lain adalah pakar hukum adat Universitas Muhammadyah Sumbar.

Penolakan Niniak Mamak ini bukan tanpa alasan. Ada empat poin krusial menjadi landasan sikap tegas Niniak Mamak dan Anak Nagori Koto Nan Ompek menolak terbitnya SHP Pasar Payakumbuh.

Pertama, SHP akan menghapus bukti kepemilikan ulayat yang sejajar secara hukum. Tanpa bukti resmi di BPN, hak ulayat hanya akan tinggal sebagai sebutan belaka.

Kedua, jasa pemanfaatan tanah ulayat tidak jelas dan tidak memberi manfaat pasti bagi Anak Nagari. Pengalaman selama ini nagori tidak menerima apa-apa dari pemanfaatan tanah ulayat Pasar Payakumbuh.

Ketiga, Niniak Mamak menilai adanya itikad tidak baik yang berbarengan dengan lahirnya Ranperda Pasar yang jelas akan menghapus hak ulayat dari masyarakat adat.

Keempat, tak ada instrumen hukum yang memungkinkan masyarakat adat mengawasi atau meminta pertanggungjawaban Pemko Payakumbuh atas penggunaan tanah ulayat nagari tersebut.

"Dalam Perda Payakumbuh No.13 Tahun 2016 mewajibkan musyawarah mufakat yang dituangkan dalam Akta Autentik Notaris untuk pemanfaatan tanah ulayat nagori. Fakta yang terjadi kesepakatan hanya berupa surat pernyataan dan tanda tangan pejabat dan bukan perjanjian yang mengikat secara hukum," kata Dr. Wendra Yunaldi, SH.MH., yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum UMSB.

Menurut Dr. Wendra Yunaldi, SH.,MH., dalam persidangan di PTUN Padang satu persatu fakta kebenaran terungkap adanya dugaan perbuatan melawan hukum, manipulatif tanda tangan dan trik administrasi lainnya dalam proses penerbitan SHP Pasar Payakumbuh.

Dihadapan puluhan Niniak Mamak, Bundo Kanduang, dan perwakilan Anak Nagari, rapat di Balai Adat Nagori Koto Nan Ompek ini melahirkan tekad bahwa anak nagori bersatu menjaga tanah ulayat, tidak mau dipecahbelah dan diadu domba, dan tidak akan menyerahkan warisan leluhur kepada siapapun tanpa kepastian hukum yang adil.

Niniak Mamak Koto Nan Ompek Datuak Simarajo Lelo mengaku gembira dan menyambut baik atas bersatunya Niniak Mamak, dan kembalinya Niniak Mamak yang dulunya sempat  berseberangan pendapat menyikapi konflik tanah ulayat Pasar Payakumbuh. (*)

Laporan: Novrianto Ucok

Wako dan Wawako Pariaman Kompak ikuti MINTA BERLIAN    
Minggu, Juli 26, 2026

On Minggu, Juli 26, 2026

Wako dan Wawako Pariaman Kompak ikuti MINTA BERLIAN
Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi kompak mengikuti MINTA BERLIAN ini. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, menumbuhkan budaya gotong royong serta memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, Pemerintah Kota Pariaman menggelar kegiatan “MINTA BERLIAN" (Minggu Pagi Kita Bersih Lingkungan).

Kegiatan ini merupakan Launching untuk Lomba Desa dan kelurahan Bersih dan Lingkungan Sehat tahun 2026.

Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi kompak mengikuti MINTA BERLIAN ini, yang dirangkaikan dengan gotong royong serentak di seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di Kota Pariaman, Minggu (26/7/2026).

Yota Balad dalam sambutannya menegaskan perlombaan ini bukan sekadar ajang mencari predikat juara. 

Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai pemantik, agar kebersihan dan pola hidup sehat, menjadi identitas serta kebiasaan sehari-hari masyarakat, ucapnya.

"Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan ikhtiar bersama yang harus dimulai dari kesadaran masyarakat sendiri, dan diawali dari keluarga," ujarnya.

Yota Balad mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi tingginya semangat gotong royong warga dan ASN, yang telah bergotong royong dan mengikuti kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari tingkat perdesaan/kelurahan, ulasnya.

"Kesehatan dan kebersihan lingkungan adalah fondasi utama pembangunan kota. Melalui lomba ini, kita ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih, tetapi juga sehat, aman, dan nyaman untuk ditinggali,” tukasnya.

Lebih lanjut mantan Sekda Kota Pariaman menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan stimulus untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat, dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendongkrak derajat kesehatan di tingkat keluarga.

“Kita berharap, semangat gotong royong ini muncul bukan hanya karena ada lomba saja, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan untuk hidup bersih dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut Yota Balad, lingkungan yang asri adalah kunci utama mewujudkan Kota Pariaman yang nyaman, sehat, dan memiliki daya tarik bagi pengunjung. 

la pun mendorong peran aktif lurah, kepala desa, masyarakat, hingga generasi muda untuk terus mengampanyekan gerakan hidup bersih ini.

“Kita ingin kebersihan ini menjadi gerakan bersama. Peran lurah, kepala desa dan keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga kondisi lingkungan yang berkelanjutan di desa dan kelurahan masing-masing,” tutupnya.

Kegiatan ini juga diikuti seluruh ASN dari berbagai OPD yang ada se Kota Pariaman, yang dibagi penugasanya untuk desa dan kelurahanya. (J/at)

Ribuan Orang Saksikan Pembukaan Padang PIAGEX 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center    
Minggu, Juli 26, 2026

On Minggu, Juli 26, 2026

Ribuan Orang Saksikan Pembukaan Padang PIAGEX 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center
Ribuan warga Kota Padang memadati Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center untuk menyaksikan pembukaan Padang International Animation & Game Expo (PIAGEX) 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ribuan warga Kota Padang memadati Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center untuk menyaksikan pembukaan Padang International Animation & Game Expo (PIAGEX) 2026.

Event yang digelar pada 25–27 Juli 2026 ini menjadi ruang bagi pelajar, guru, perguruan tinggi, pelaku industri, dan masyarakat untuk mengembangkan kreativitas serta talenta di bidang animasi dan game.

Prof. James Hellyward mengatakan, pelaksanaan PIAGEX 2026 sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city), sehat, berlandaskan agama dan budaya, menuju kota yang maju dan sejahtera.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan PIAGEX sangat luar biasa, sejalan dengan komitmen kami dalam mencetak talenta-talenta muda, tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan di industri game," katanya, Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (26/7/2026). 

PIAGEX 2026 diharapkan dapat terus berkembang menjadi event internasional berskala besar, dan mendorong Kota Padang dapat menjadi tuan rumah berbagai kompetisi internasional di bidang animasi dan game.

“Melihat antusiasme yang luar biasa ini, tentu kita berharap ke depan PIAGEX bisa menjadi event internasional berskala besar. Kita ingin Kota Padang semakin dikenal sebagai salah satu daerah yang mampu melahirkan talenta-talenta muda di bidang animasi dan game," terangnya. 

Direktur Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP) Yudi Antomi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas kolaborasi dan sinergi dalam pelaksanaan PIAGEX 2026.

“Kami berharap, kegiatan seperti PIAGEX ini dapat menjadi wadah penting untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan industri, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas," ujarnya. 

Ketua Panitia PIAGEX Bayu R Fajri menjelaskan, PIAGEX 2026 terlaksana berkat kolaborasi Pemerintah Kota Padang, Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK SMP Kota Padang, serta industri animasi.

PIAGEX 2026 juga menghadirkan pelaku industri animasi dan game dari dalam dan luar negeri. Rangkaian PIAGEX 2026 terdiri dari expo yang menghadirkan pameran dan stan dari perguruan tinggi, SMP, serta industri animasi, yang melibatkan pelajar, guru, perguruan tinggi, pelaku industri, dan masyarakat umum.

Ada tujuh cabang perlombaan yang dilaksanakan. Lomba yang dilaksanakan diantaranya lomba mendesain game tingkat SMP, lomba membuat educational game bagi guru, lomba animasi pendek untuk umum, serta lomba live coding bagi siswa-siswi SMP untuk membuat game.

Jumlah peserta yang terlibat dalam berbagai rangkaian perlombaan mencapai sekitar 300 orang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Gubernur Mahyeldi Ajak Semua Pihak Penuhi Hak Anak sebagai Investasi Menuju Indonesia Emas 2045    
Minggu, Juli 26, 2026

On Minggu, Juli 26, 2026

Gubernur Mahyeldi Ajak Semua Pihak Penuhi Hak Anak sebagai Investasi Menuju Indonesia Emas 2045
Mahyeldi saat menghadiri Festival Anak Sumbar dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di halaman Istana Gubernuran Sumbar, Minggu (26/7/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak dan memberikan perlindungan yang optimal sebagai investasi untuk mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pemenuhan hak anak tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan, program, dan dukungan nyata yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Festival Anak Sumbar dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di halaman Istana Gubernuran Sumbar, Minggu (26/7/2026).

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Rini Handayani; Ketua TP-PKK Provinsi Sumbar, Harneli Mahyeldi; Ketua BKOW Sumbar, Dianita Maulin Vasko; Ketua DWP Provinsi Sumbar, Arymbi Arry Yuswandi; unsur pemerintah kabupaten dan kota, kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, akademisi, organisasi perempuan, serta sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah di Sumbar.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak dini.

“Kalau kita benar-benar sayang kepada bangsa, negara, dan daerah ini, maka tidak ada pilihan selain mencurahkan perhatian secara maksimal kepada anak-anak kita. Harapan yang mereka sampaikan hari ini harus menjadi agenda pembangunan kita bersama,” ujar Mahyeldi.

Ia mengatakan, Forum Anak Sumbar telah menyampaikan 15 poin Suara Anak yang memuat berbagai isu strategis, mulai dari pemenuhan hak partisipasi anak, penyediaan ruang bermain ramah anak, akses informasi yang layak, pencegahan perkawinan usia anak, kawasan tanpa rokok, pencegahan stunting, pendidikan inklusif, transportasi aman menuju sekolah, perlindungan dari kekerasan dan perundungan, hingga perlindungan anak di ruang digital.

Menurut Mahyeldi, berbagai aspirasi tersebut harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan karena merupakan cerminan kebutuhan nyata anak-anak di Sumbar.

Gubernur juga mengungkapkan hasil awal Program PANTAU SUMBAR (Penguatan Aksi Nyata Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Menuju Sumbar Tangguh 2045) yang menunjukkan masih besarnya tantangan dalam perlindungan anak. Dari sekitar 12 ribu anak yang disurvei, sebanyak 21 persen mengaku pernah mengalami kekerasan. Selain itu, ribuan anak mengaku mengalami kesepian dan kehilangan harapan, bahkan lebih dari seribu anak memiliki kecenderungan mengakhiri hidup.

“Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua. Perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, Pemprov Sumbar terus memperkuat berbagai program perlindungan anak, di antaranya pengembangan Sekolah Rakyat, pendidikan jarak jauh, penyediaan transportasi sekolah yang aman, penguatan kawasan tanpa asap rokok, peningkatan kualitas pengasuhan keluarga, perluasan ruang publik ramah anak, serta peningkatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).

Sementara itu, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA RI, Rini Handayani mengapresiasi komitmen Pemprov Sumbar yang terus menghadirkan ruang partisipasi bermakna bagi anak dalam proses pembangunan.

Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mendengarkan suara anak sekaligus memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.

“Anak-anak bukan hanya calon pemimpin bangsa, tetapi pemimpin masa depan yang sedang tumbuh hari ini. Tanggung jawab kita adalah memastikan mereka tumbuh sehat, aman, bahagia, dan memperoleh seluruh haknya,” ujar Rini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sumbar, Herlin Sridiani menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 tingkat provinsi ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, antara lain Panggung Ekspresi Forum Anak, Anugerah Forum Anak, Pemilihan Tokoh Anak Inspiratif, Lomba Video Vlog, Ranking 1, Forum Anak Masuk Surau, seminar bagi pelajar dan orang tua, serta penyusunan Suara Anak Sumbar.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan Piagam Penghargaan Mitra Inspiratif Perlindungan Perempuan dan Anak, penghargaan Anugerah Forum Anak Sumbar 2026, penghargaan kepada para pemenang Festival Anak Sumbar Tahun 2026, penghargaan Tokoh Anak Inspiratif, serta menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada sejumlah anak sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjamin identitas dan hak sipil anak sejak dini.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42 ini, Pemprov Sumbar berharap sinergi antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat untuk mewujudkan Sumbar sebagai provinsi yang ramah anak, aman, inklusif, serta mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (adpsb/rmz/bud)