PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Iklan Irwan Basir
Bertemu Jenderal Dudung, Mahfud Pastikan soal Papua Gunakan Pendekatan Kesejahteraan
Rabu, Desember 08, 2021

On Rabu, Desember 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Menko Polhukam Mahfud MD melakukan pertemuan dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Salah satu yang dibahas mengenai persoalan di Papua.

Menurut Mahfud, pemerintah terus melakukan dialog dan mengatasi berbagai permasalahan di Papua melalui pendekatan kesejahteraan. 

Hal tersebut sesuai amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua.

"Pendekatan yang akan dipergunakan itu, adalah pendekatan kesejahteraan, di mana sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah baik itu aparat, personal, maupun keuangan, akan difokuskan dalam upaya membangun kesejahteraan dalam suatu kerja yang kolaboratif, komprehensif, sesuai dengan Inpres,” ujarnya usai menerima Jenderal Dudung, Selasa (7/12/2021).

Selain Dudung, dalam pertemuan itu juga ada Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, dan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. Pertemuan berlangsung di Kantor Kemenko Polhukam.

Ditambahkan Mahfud, selain melakukan pendekatan kesejahteraan, pemerintah terus mengutamakan dialog dalam rangka membangun Papua. 

Menurut dia, Papua adalah bagian dari NKRI sama seperti wilayah di Indonesia lain.

"Kita akan terus meneruskan melakukan dialog, karena selama ini juga seperti masyarakat tahu kita terus lakukan berdialog. Saya mengundang mereka ke sini, berdialog dengan kepala adat, akademisi, pimpinan keagamaan, pimpinan organisasi kepemudaan, kita akan terus mengutamakan dialog dalam rangka membangun Papua," katanya.

Eks Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini menambahkan, aparat telah mengidentifikasi wilayah yang belum kondusif di Papua. Di mana, sambung dia masih ditemukan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB. 

"Kita sudah mapping daerah yang agak panas. Yang agak panas kan daerah tertentu saja dan orangnya itu itu saja, jangan terlalu banyak buang energi kesitu, oleh sebab itu kita membina papua sebagai saudara kita. Papua itu saudara kita, bukan KKB. Papua itu saudara kita sama dengan Jawa, Sumatera, Bugis, Aceh," ujarnya. 

Di kesempatan yang sama, Jenderal Dudung menyatakan siap mendukung program pemerintah. Adapun program Presiden yakni dengan menyiapkan personel-personel yang akan melaksanakan tugas operasi.

Menurut Dudung, dirinya juga menitikberatkan tugas dalam pembinaan. Sementara operasional berada di dalam ranah dari Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Kami sudah mendapat arahan dari Menko, kami akan mendukung program pemerintah yang sudah dicanangkan oleh Presiden. Ini ditindaklanjuti oleh Panglima TNI bahwa di Papua pendekatannya adalah pendekatan kemanusiaan, yaitu melakukan operasi teritorial yang di dalamnya adalah pembinaan-pembinaan kepada masyarakat," ucap Dudung. (Okezone)

Viral Boikot JNE di Twitter Gara-gara Lowongan Kerja Kurir Wajib Beragama Islam
Rabu, Desember 08, 2021

On Rabu, Desember 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Tagar boikot JNE kembali ramai di Twitter imbas dari beredarnya pamflet lowongan pekerjaan yang dibuka oleh JNE, ada satu persyaratan yang menjadi perhatian warganet yakni mewajibkan pelamar beragama Islam. Lowongan tersebut dianggap diskriminatif.

Diketahui, JNE Express membuka lowongan kerja untuk kurir motor di wilayah Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Pembuat pamflet lowongan kerja tersebut bernama CV Bangun Benua Lestari.

Seorang warganet yang bernama Leonard Han yang mengunggah pamflet tersebut mengatakan bahwa JNE masih belum bertobat. Ia pun menantang JNE untuk konsisten memasang pengumuman menolak pengiriman barang dari pelanggan non muslim.

"JNE masih belum bertobat ya. Ini yang di daerah Tamiang, Kalteng. Kira-kira enggak kalian konsisten dengan menyertakan pengumuman tidak menerima pengiriman barang non muslim???," tulisnya, dikutip Selasa (7/12/2021).

Menurut Leonardo, JNE jangan hanya berani untuk menolak calon pegawai non muslim namun juga harus berani menolak bisnis yang berhubungan dengan non muslim.

"Diskriminasi tingkat dewa. WAJIB BERAGAMA ISLAM woy, kalo mau kerja di JNE Tamiang Layang. Harusnya gausah sampe ditulis gitu kali, apalagi masyarakat Barito Timur mayoritas non Islam. Saling menghargai,"
tulisnya.

Sementara itu, pihak JNE mengaku pihaknya akan melakukan koordinasi internal mengenai hal tersebut.

"Mohon waktu ya mbak, karena kami masih koordinasi di internal terkait hal ini. Kami akan keluarkan statement resmi sore ini," jelas Head of Media Relation Dept JNE, Hendrianida Primanti. (Era)

Bobrok Anies Baswedan Dibongkar PSI, Isinya Telak!
Rabu, Desember 08, 2021

On Rabu, Desember 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membongkar bobrok kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Juru Bicara DPP PSI Sigit Widodo mengatakan Anies Baswedan bakal gagal memimpin Jakarta untuk lebih baik.

Menurutnya, transparansi anggaran yang ditekankan Anies Baswedan tidak berjalan dengan baik.

"Transparansi anggaran di Jakarta sekarang menjadi sangat buruk," ucap dia kepada GenPI.co dari Jakarta, Senin (6/12).

Sigit menjelaskan Anies Baswedan terlihat waspada kepada publik terkait penggunaan anggaran di Jakarta.

Sebab, kata dia, Anies Baswedan terkesan menutup diri dari pemberitaan soal anggaran Pemprov DKI Jakarta.

"Rancangan anggaran yang tadinya disajikan terbuka kepada publik secara daring, sekarang ditutup-tutupi," jelasnya.

Dengan demikian, Sigit menduga Anies Baswedan memang gagal dalam menjalankan tugasnya di Jakarta.

Semenetara itu, dia juga menanggapi proyek sumur resapan yang diklaim untuk bisa mencegah banjir.

Namun, menurutnya, dalam pelaksanaannya, sumur resapan terdapat banyak kejanggalan.

"Pemprov DKI kembali mengaspal jalan yang terdapat lubang untuk sumur resapan. Jadi, kan, itu tidak berguna,padahal telah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit," tuturnya. (GenPI)

KSAD Jenderal Dudung : Prajurit Bisa Latihan Strategi Perang dari Main Catur
Rabu, Desember 08, 2021

On Rabu, Desember 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyebut main catur bagus untuk prajurit. Pasalnya mereka bisa melatih mengatur strategi perang.

"Catur ini sangat bagus bagi prajurit karena di situ kita melatih mengatur strategi perang," katanya dalam akun Youtube TNI AD, Selasa (7/12/2021).

Hal itu disampaikan Dudung saat membuka secara resmi Kejuaraan Catur Tingkat Internasional Kasad Cup Tahun 2021 yang digelar di Aula Jenderal besar A.H Nasution Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Mantan Pangdam Jaya ini menyampaikan, kejuaraan catur ini untuk menumbuhkan semangat kekeluargaan. Dia juga menegaskan tidak akan berhenti memajukan olah raga dan akan mewujudkan Bakti TNI untuk olah raga.

"Nanti akan saya canangkan di seluruh jajaran, Kodam, Korem, Kodim menyelenggarakan lomba catur di masing-masing daerah. Harapan saya ke depan kita dapat meningkatkan kegiatan catur berskala lebih besar lagi," ujar dia.

Dia ingin mengolahragakan masyarakat dengan seluruh olah raga yang bersifat permainan.

“Generasi-generasi ke depan adalah generasi petarung dan pemberani. Dengan upaya memasyarakatkan catur dan olah raga lainnya, generasi muda akan semakin tertanam semangat juang, semangat berolahraga, sehingga di samping waktu terisi dengan aktivitas positif juga dapat meningkatkan kedekatan prajurit dengan rakyat," katanya. (iNews)

Siskaeee Mendadak Pakai Jilbab Usai Ditangkap, Netizen: Ini Pelecehan Agama
Rabu, Desember 08, 2021

On Rabu, Desember 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Pemeran wanita dalam video syur yang sempat menghebohkan publik, Siskaeee terlihat mendadak pakai jilbab usai ditangkap aparat kepolisian.

Diketahui, nama Siskaeee menjadi perbincangan publik lantaran videonya memperlihatkan payudara dan kemaluan di Bandara YIA. Dalam aksinya itu, wanita tersebut tidak pakai jilbab.

Usai videonya itu viral, Siskaeee pun ditangkap aparat saat turun dari kereta api di Stasiun Bandung. Setelah diamankan, ia langsung dibawa tim gabungan ke Yogyakarta.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto pun telah mengungkapkan identitas asli Siskaeee. Wanita itu ternyata bernama asli inisial FCN.

“Inisial FCN kelahiran Sidoarjo tahun 1998,” ungkap Kombes Yulianto.
Saat ini, kata Yulianto, Siskaeee telah ditetapkan sebagai tersangka atas aksi ekshibisonisme.

“Status S saat ini sudah menjadi tersangka. Pemeriksaan dilakukan di Subdit Siber Ditreskrimsus Polda DIY dengan didampingi oleh pengacara yang disiapkan,” tuturnya.

Setelah ditangkap aparat, beredar foto Siskaeee mengenakan jilbab. Sontak penampilan Siskaeee tersebut menuai reaksi dari warganet.

Mengutip Hops.id, salah satu netizen bahkan menilai penampilan wanita vulgar itu yang mendadak pakai jilbab merupakan bentuk pelecehan terhadap agama.

“Inilah salah satu pelecehan agama yg dibuat oknum, begitu ketangkep langsung berjilbab padahal kasusnya seronok sekali, jadi bukan agamanya yang salah tapi oknum yang berkedok agama,” tulis netizen.

Selain itu, ada pula netizen yang menyebut bahwa Siskaeee adalah non-muslim. Maka dari itu, ia mengaku heran mengapa perempuan itu pakai jilbab.

“Kemaren gue denger kalo si Fransiska ini non-Muslim, terus nape sekarang pake jilbab panjang? Biasa pamer aurat, abis ketangkep terus tutup aurat? Kalo beneran dapet hidayah sih alhamdulillah,” ujarnya. (terkini)

Ulama Madura Geruduk DPR RI Minta HRS Dibebaskan Tanpa Syarat, Romo Syafi'i: Banyak Bilang Itu Kasus Politik
Rabu, Desember 08, 2021

On Rabu, Desember 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Aliansi Ulama Madura meminta Komisi III DPR RI untuk mengawal dan mengawasi proses hukum yang dijalani Habib Muhammad Rizieq Shihab (HRS).

"Agar Komisi III mengawasi serta mengawal proses hukum tersebut, demi keadilan di masyarakat sesuai kewenangan komisi III," kata Sekjen Aliansi Ulama Madura, KH. Fadholi Mohammad Ruham dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Desember 2021.

Fadholi menjelaskan vonis empat tahun penjara dan atau dua tahun pasca putusan kasasi, sangat tidak tepat dan menyalahi prinsip keadilan bagi Rizieq Shihab.

"Kami memohon kepada komisi III DPR RI agar mengusahakan HRS dibebaskan tanpa syarat," harap Fadholi.

Menurut ulama asal Pamekasan itu, vonis tersebut menjadi kurang tepat dan menyalahi prinsip keadilan yang sarat akan kepentingan politik.

Fadholi juga mengutip salah satu ayat dalam Surah Almaidah yang maknanya janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, lalu mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.

Dalam pertemuan itu, Aliansi Ulama Madura juga menyerahkan dua pucuk surat kepada pimpinan Komisi III DPR. Surat itu diserahkan Ketua Aliansi Ulama Madura KH Ali Karrar Shinhaji kepada Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR Romo HR Muhammad Syafi'i mengapresiasi langkah yang dilakukan para ulama dari Aliansi Ulama Madura.

"Orang mengira ulama hanya bisa bisa baca kitab, ternyata gerakannya sudah dilakukan sesuai skema dan cara-cara konstitusional," kata Syafi'i.

Syafi'i mengatakan secara umum, persoalan HRS dipahami oleh banyak kalangan masyarakat bukan persoalan hukum, tetapi persoalan politik.

"Orang cenderung mengatakan itu adalah kasus politik," ujarnya.

Bahkan, Syafi'i menegaskan sudah ada perkiraan dari sejumlah pihak, jika HRS tidak akan bebas sebelum selesainya Pemilu.

"Mau pakai argumentasi apa pun," kata Syafi'i menegaskan.

Dia mengatakan sebelumnya sudah ada kelompok yang sama untuk menyampaikan aspirasi terkait HRS. Syafi;i berharap hal itu harus terus dilakukan dengan cara-cara konstitusional.

"Sikap kita sama, dimana hukum harus ditegakan dengan prinsip kebenaran, kejujuran dan keadilan," kata Syafi'i. (Galamedia)

Terobos Lampu Merah Bus Polisi Ditabrak Truk Kayu, Satu Siswa Polisi Tewas
Rabu, Desember 08, 2021

On Rabu, Desember 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Marsda Surya Dharma, Simpang IV Paal X atau tak jauh dari Polsek Kota Baru, Jambi, Selasa, 7 Desember 2021, pukul 06.57 WIB. Bus Dinas SPN Polda Jambi Nopol XX VI 24428 Polisi ditabrak truk bermuatan kayu Nopol BH 8785 FU. Akibatnya seorang siswa polisi meninggal dunia.

Diberitakan Jambi-independent.co.id, kecelakaan bermula ketika truk muatan kayu bahan pembuatan triplek dari Sarolangun tujuan CV Rajawali, Kecamatan Jambi Timur. Truk tersebut datang dari arah Simpang Rimbo hendak menuju ke Talang Gulo.

Setibanya di Simpang IV Paal X, Jalan Marsda Surya Dharma, depan Polsek kota Baru, Kota Jambi, bertabrakan dengan Mobil Bus SPN Polda Jambi.

“Mobil Polisi itu terobos lampu merah,” kata seorang saksi mata.
Terpisah, Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengaku berduka dengan peristiwa tersebut.

Dikatakannya, saat itu para siswa tengah melakukan latihan kerja, hari ini merupakan hari terakhir kerja. Seharusnya hari ini, seluruh siswa mendapatkan arahan dari Kapolda Jambi.

Terkait kronologi, Rachmad menjelaskan seluruh siswa berjalan dari SPN Polda Jambi menggunakan dua kendaraan. Satu mobil truk dilengkapi dengan sirine dan lampu rotator menyala. Sedangkan satu lagi mobil bus yang mengikuti dari belakang.

“Menurut undang-undang mobil iringan ini tergolong mengangkut pasukan sehingga mendapatkan prioritas untuk melalui jalan. Namun, tiba-tiba dari arah simpang rimbo datang kendaraan truk pengangkut kayu kendaraan yang mengawal sudah melalui dan membunyikan sirine dan menyalakan rotator sudah lewat kendaraan yang dibelakang tertabrak sebelah kiri dibelakang sehingga menyebabkan kendaraan terguling,” ujarnya.

Rachmad menjelaskan jumlah yang berada di mobil bus sebanyak 23 orang beserta supir. Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka.

“Meninggal dunia atas nama Denis Yonas Trangen berasal dari Papua. Untuk yang meninggal dunia hari ini akan diberangkatkan kembali ke daerah asal, kalau diizinkan saya sendiri akan mengantar dan menyampaikan duka kepada keluarga,” ujarnya.

Ia menyampaikan saat ini dua siswa dalam perawatan di ruang ICU RS Bhayangkara Jambi. Sedangkan sisanya, masih dalam observasi dokter.

“Mudah-mudahan mereka (siswa) sudah bisa sembuh,” sampainya. Kapolda menambahkan untuk supir kendaraan truk bemuatan kayu sudah diamankan. Dugaan sementara, kendaraan itu terlihat Over Load dan Over Dimensi berasal dari Sarolangun.

“Semoga ini menjadi pelajaran kita bersama untuk menaati aturan lalu lintas dan kita lebih giat lagi untuk menertibkan kendaraan load dan over dimensi,” tandasnya. (FIN)

Singgung Jenderal Dudung, Anwar Abbas Disindir Balik: Anda Ulama atau Komentator?
Rabu, Desember 08, 2021

On Rabu, Desember 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa, Rudi Kamri menyindir pernyataan Wakil Ketua MUI Anwar Abbas yang menyinggung statement KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman soal Tuhan.

Rudi Kamri menilai, pernyataan Anwar Abbas yang menyinggung KSAD membuktikan bahwa dia tidak melihat secara utuh pernyataan Jenderal Dudung tersebut.

Menurut Rudi, persepsi Anwar Abbas juga dipengaruhi oleh potongan atau judul berita saja, sehingga dia tidak memahami makna yang sebenarnya diungkapkan.

Hal itu diungkapkan Rudi Kamri dalam videonya yang tayang di kanal YouTube Kanal Anak Bangsa, seperti dilihat pada Selasa 7 Desember 2021.

“Kesimpulan saya Anwar Abbas tidak melihat secara utuh wawancara Jenderal Dudung Abdurachman. Kemudian Anwar Abbas juga hanya mengeluarkan pernyataan berdasarkan potongan berita atau judul berita saja,” ujar Rudi.

Ia pun lantas menganggap bahwa Anwar Abbas juga tidak introspeksi diri lantaran dia pun kerap mencampuri urusan yang bukan menjadi ranahnya.

Menurutnya, ebagai petinggi MUI yang juga seorang ulama Anwar Abbas malah kerap melontarkan pernyataan yang menyimpang dari jabatannya, seperti masalah sosial, politik, keamanan, hingga HAM.

“Pak Abbas ini tidak mau berkaca diri, dia meminta kepada Jenderal Dudung untuk tidak berkomentar tentang agama, lebih baik bicarakan TNI saja karena jabatan beliau sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Tapi Pak Anwar Abbas ini lupa bahwa dia yang notabanenya ulama dan Wakil Ketua MUI sering mengomentari apapun yang terjadi di republik ini, mulai dari masalah sosial, politik, HAM, keamanan, hingga Papua dikomentari semua,” kata Rudi.

Maka dari itu, Rudi Kamri mempertanyakan apakah Anwar Abbas adalah seorang ulama atau komentator.

“Jadi saya bingung, dia itu ulama atau komentator ya,” ungkapnya.

Mengutip Hops.id, Rudi Kamri juga mengimbau agar Anwar Abbas bisa berkaca diri dengan tidak merasa paling benar atau pintar.

“Ini bagi saya aneh bin nyeleneh, bagaimana ya orang enggak mau berkaca diri ya. Jadi dia merasa paling benar, merasa paling sesuai koridor, merasa paling pinter, dia merasa ‘saya berhak mengomentari apa saja, orang lain tidak boleh mengomentari’,” ujarnya. (terkini)