Headline

Opini

SOROT

Sports

Iklan Irwan Basir
Daftar Varian Corona yang Masuk Indonesia, Delta Masih Mendominasi Ketimbang Delta Plus atau Varian Lokal
Sabtu, Juli 31, 2021

On Sabtu, Juli 31, 2021

Daftar Varian Corona yang Masuk Indonesia, Delta Masih Mendominasi Ketimbang Delta Plus atau Varian Lokal
BENTENGSUMBAR.COM - Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi meskipun beberapa wilayah seperti DKI Jakarta mulai menunjukkan tren penurunan. Luar Jawa justru mulai menjadi perhatian karena terjadi penambahan kasus yang signifikan.


Para pakar berpendapat bahwa peningkatan kasus disebabkan oleh varian Delta. Kementerian Kesehatan menyebutkan, varian ini enam kali lebih menular daripada varian Alpha B.117 asal Inggris. Badan Litbang Kemenkes RI menemukan bahwa varian Delta mendominasi 86% spesimen dalam 60 hari terakhir.


Belum selesai dengan varian asal India tersebut, varian baru delta berkode AY.1 atau lazim disebut Delta Plus terdeteksi sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia di antaranya Mamuju dan Jambi.


Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) varian Delta Plus masuk kategori variant of concern (VoC) dan sudah diidentifikasi di 11 negara, termasuk Amerika Serikat. 


Pakar virologi India Sunit K Singh menjelaskan mutasi yang terdapat dalam varian Delta Plus adalah K417N, yang juga ditemukan dalam varian Beta. Meski demikian, varian ini tidak memiliki perbedaan gejala yang signifikan dengan varian Delta dan varian Beta (B1351).


Perjalanan Penyebaran Covid-19 di Dalam Negeri


Perjalanan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di Indonesia berawal dari seorang warga Depok yang melakukan kontak fisik dengan WNA asal Jepang pada 14 Februari 2020. Dua hari setelahnya dia mengalami gejala infeksi virus Corona. Lalu 22 Maret 2020, ibunya menunjukkan gejala yang sama.


Namun, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menduga bahwa virus corona jenis SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19 itu sudah masuk ke Indonesia sejak awal Januari 2020.


Puncaknya pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan untuk pertama kalinya kasus Covid-19 di Indonesia. Dari situ, bangsa kita terus bergelut dengan virus asal Wuhan yang dalam kurun waktu hampir dua tahun ini sudah bermutasi menghasilkan beragam varian.


Peneliti sekaligus Ketua Tim WGS SARS-CoV-2 LIPI Sugiyono Saputra memaparkan, sejak penelitian Covid-19 dilakukan di Indonesia, selama lebih dari satu tahun LIPI telah menemukan lebih dari 10 varian Covid-19. 


Selain itu, berdasarkan riset yang dilakukan ditemukan pula varian baru asal Indonesia yaitu varian B.1.466.2. Namun Sugiyono menjelaskan bahwa varian lokal ini kasusnya tidak banyak. Varian delta, menurut dia, lebih berbahaya dan lebih mendominasi.


WHO pun baru mengkategorikan varian lokal tersebut dalam kelompok Alerts for Further Monitoring sejak 28 April 2021. Artinya, varian ini berpotensi berbahaya di masa depan karena memiliki perubahan genetik. Hanya saja data bukti-buktinya masih belum cukup sehingga dibutuhkan pengawasan dan penelitian berulang yang kuat.


Sementara itu, Jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan bahwa varian yang sudah masuk ke Indonesia dan perlu diwaspadai ada 3 jenis, yakni B.117 (alfa), B.1351 (beta), dan varian B.1617 (delta). Sedangkan varian B.117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36% sampai 75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya.


Dia juga mengatakan beberapa faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus di negara-negara yang mengalami lonjakan adalah mobilitas pergerakan masyarakat, adanya varian baru B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan, serta varian mutasi ganda dari India B.1617.


Varian alfa saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian alfa yang bersirkulasi di Asia Tenggara.


Adapun varian lain yang baru mendapatkan pelabelan sebagai varian of interest dari WHO adalah varian Lambda. Meski demikian di Indonesia sendiri varian gama dan lambda belum ditemukan.


Imbauan Para Pakar


Situasi yang ada di Indonesia mengharuskan masyarakat untuk mematuhi betul apa yang sudah dianjurkan atau dilarang oleh pemerintah. Untuk mencegah penularan lebih luas, Nadia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas.


Adapun Dr. Hermawan Saputra, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia berpendapat cara terbaik memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah dengan mencegah infeksi virus corona. Salah satunya ialah menghindari kerumunan.


Selain itu, dia juga mengatakan bahwa kondisi saat ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar supaya masyarakat memperkuat protokol kesehatan sampai ke pelosok untuk mencegah penularan Covid-19. 


Hermawan pun mendorong pemerintah untuk memberdayakan sumber daya hingga ke desa-desa untuk mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat.


Tak hanya itu, vaksinasi juga dinilai penting dalam melawan infeksi varian virus Covid-19. Prof. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Guru Besar Fak. Kedokteran Hewan Universitas Udayana sekaligus Anggota Tim Pakar Medis Satgas Covid-19, menyampaikan bahwa vaksin sudah diteliti dan terbukti masih efektif melawan varian virus Covid-19 terutama Alfa dan Delta.


Dia pun mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Berkaca pada Eropa, dengan cakupan vaksinasi 40% sampai 50%, mereka sudah berani menggelar piala Eropa 2020 pada Juni-Juli 2021 lalu.


Menurut Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran, vaksin dinilai sudah efektif memberikan tingkat perlindungan yang diperlukan guna mencegah penularan. Walaupun terinfeksi, jika sudah mendapat vaksinasi, akan mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian bagi pasien.


Selain itu, dia mengimbau agar masyarakat benar-benar menghindari potensi terpapar virus. Kusnandi mengajak warga untuk disiplin menegakkan protokol 5M, selain juga ikut program vaksinasi.


Imbauan juga datang dari politisi-politisi dalam negeri. Salah satunya dari DPR yang menyuarakan agar masyarakat bersama-sama menjadi patriot PPKM dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku selama masa pembatasan mobilitas serta ikut menyukseskan vaksinasi.


Dengan demikian harapannya Indonesia bisa segera mengatasi lonjakan kasus Covid-19 dan mulai mempercepat pemulihan ekonomi.


Laporan: Mela

Kiprah Seniman Asal Bali Sinta Tantra, yang Karyanya Memenuhi Ruang Publik Inggris
Sabtu, Juli 31, 2021

On Sabtu, Juli 31, 2021

Kiprah Seniman Asal Bali Sinta Tantra, yang Karyanya Memenuhi Ruang Publik Inggris
BENTENGSUMBAR.COM - Sejumlah seniman asal Indonesia telah sejak lama membawa harum nama bangsa melalui karya-karya mereka yang diakui di dunia Internasional. Seniman visual kelahiran Bali, Sinta Tantra, merupakan salah satu yang berhasil unjuk kemampuan di level global.


Kini karya-karya Sinta telah menghiasi banyak ruang publik di Inggris, Perancis, juga Amerika Serikat. Pada awal kariernya sebagai seniman, dia memang lebih dulu berkarya di luar negeri. Perempuan yang kini menetap di London itu menorehkan karya pertamanya di Inggris.


Di sana, karya seniman yang mendapat sejumlah penghargaan ini terpampang di jembatan 300 meter di daerah Canary Wharf, acara Liverpool Biennial, stasiun kereta bawah tanah London, serta sejumlah universitas.


Lewat instalasi tiga dimensi, dia pernah membuat jembatan yang membentang di atas Sungai Thames, London, tampak indah dengan sentuhan warna-warni lukisannya. Ketika itu dirinya membuat mural di Canary Wharf Bridge di London dalam rangka Olimpiade London 2012. 


Mural berpola geometris dengan warna-warni yang vibran sepanjang 300 meter tersebut, menghiasi dinding samping jembatan sehingga membuat namanya kian diperbincangkan di Inggris dan daratan Eropa. Melalui karya itu, dia pun perlahan mulai dilirik oleh pecinta seni Tanah Air. 


Tak berhenti di sana, Sinta juga menorehkan warna-warni Bali di kota pesisir Inggris, Folkstone. Pusat pendidikan di kota pesisir Inggris itu menjadikan karya Sinta sebagai bagian permanen dari Folkstone Triennial yang berlangsung dua bulan sampai November 2017.


Melalui tangannya, Sinta membuat mural di gedung The Cube dengan sentuhan warna cerah. Bangunan itu terletak di persimpangan jalan kota yang sempat menjadi tujuan liburan orang-orang Inggris dan Eropa pada era 1950-an. Warna yang digunakan untuk The Cube terinspirasi poster pada 1947 yang dilihat Sinta.


Sinta menuturkan bahwa latar belakangnya berandil besar dalam melahirkan karya-karya visual. Sebagai orang asli Bali, dia mengaku selalu gembira sehingga perasaan ini tercermin dari dominasi warna cerah dan warna-warna tropis pada karyanya. Bahkan, orang pernah mengatakan bahwa karyanya membuat mereka senang. 


Dia menilai perasaan senang tersebut muncul karena mereka bisa melihat kebahagiaan dalam warna dan geometri. Setiap lukisan, lanjut dia memiliki ciri khas berbeda dan dia ingin membuat sesuatu yang menyenangkan untuk dinikmati. Selain itu, Sinta juga mengaku sebagai orang yang optimistik, seperti terlihat dalam karya-karyanya. 


Hingga kini, Sinta juga masih sibuk mengerjakan berbagai karya seni untuk publik maupun pameran di berbagai negara. Seni publik yang sudah ia kerjakan juga dipajang di Bristol Royal Children’s Hospital, Canterbury Christ Church University, hingga London Borough of Camden. Karyanya di luar Inggris termasuk mewarnai lapangan sekitar 3.300 meter persegi di kota Songdo, Korea Selatan, dan juga pameran di Hong Kong.


Dalam sebuah wawancara dengan Majalah Bazaar, dia mengungkapkan bahwa di London masih ada banyak stereotype yang dikaitkan pada seniman wanita asal Asia, termasuk dirinya.


Ketika dia masih bersekolah, banyak orang yang mengira karyanya merupakan lukisan feminin yang berukuran kecil. Mereka juga mengira dirinya akan menghasilkan gambar-gambar yang lucu.


Oleh karena itu, dia konsisten dengan gaya lukisan yang abstrak dan sangat berstruktur. Hal ini dia lakukan dalam upaya untuk menghapuskan stereotype tersebut.


Pameran tunggal di Indonesia


Pada November 2017, Sinta pulang ke Indonesia untuk menggelar pameran tunggal pertamanya di Jakarta yang berjudul “A House in Bali”. Sebelumnya, dia selalu berpartisipasi membawa beberapa karya dalam pameran seni.


Kali itu, dia mengatakan karyanya terinspirasi dari buku karya Colin McPhee, seorang komposer asal Kanada yang pada tahun 1946 menulis buku A House in Bali. Buku tersebut bercerita mengenai perjalanan Colin ke Bali ketika dia ingin mencari tahu lebih banyak tentang gamelan Bali.


Usai mengunjungi Bali, Colin kembali ke negara asalnya dan berusaha menggabungkan gamelan Bali dengan musik barat yang merupakan akar ilmunya. Perpaduan itu menghasilkan sebuah karya musik yang 'tidak biasa'. Cita rasa ini kemudian dimasukkan ke dalam karya Sinta.


Ketika ditanya apa yang ingin disampaikan pada audiens, Sinta menjawab bahwa dia membebaskan karyanya untuk diterjemahkan oleh orang yang menyaksikan.


Dia ingin agar orang-orang yang menikmati hasil karyanya bisa menciptakan sendiri narasi dari karyanya. Bagi Sinta, karya seninya tak selalu menceritakan narasinya sendiri, tapi juga orang-orang yang menikmati karyanya.


Laporan: Mela

Universitas Paramadina bersama PMI Dirikan Shelter Ruang Pulih Isolasi Mandiri OTG
Sabtu, Juli 31, 2021

On Sabtu, Juli 31, 2021

Universitas Paramadina bersama PMI Dirikan Shelter Ruang Pulih Isolasi Mandiri OTG
BENTENGSUMBAR.COM - Universitas Paramadina bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) membangun Shelter Ruang Pulih Isolasi Mandiri untuk warga yang terpapar Covid-19 tanpa gejala atau dengan gejala ringan. 


"Dalam kondisi sekarang ini diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bangkit menanggulangi Pandemi Covid-19. Universitas Paramadina ikut berkontribusi dalam program ini sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memberikan pengabdian kepada masyarakat," kata Prof. Dr. Didik J. Rachbini, Rektor Universitas Paramadina di Jakarta, kemaren. 


Menurut Didik J. Rachbini, untuk Lokasi halaman belakang kampus ini bisa didirikan dua tenda yang kapasitasnya dapat menampung hingga 24 orang. Sedangkan lahan Universitas di RW 2 Setu, Cipayung, Jakarta Timur bisa didirikan 3 tenda dan dapat menampung hingga 36 orang. 


Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengatakan, ini bukan kali pertama PMI bekerjasama dengan Universitas Paramadina. 


Bahkan di awal pandemi, PMI dan Universitas Paramadina sudah menjalankan Program Kemanusiaan 1 Juta Hygiene Pack yang menggerakkan relawan dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, anggota pramuka, dan masyarakat sekitar kampus Paramadina.


Selanjutnya Sudirman Said menyatakan bahwa bukan hanya mendirikan fisik shelter, akan tetapi juga melakukan edukasi terhadap masyarakat sekitar dalam menjalankan Isolasi Mandiri. 


"Tujuan dibangunnya shelter isolasi ini adalah untuk mengurangi klaster keluarga dan beban rumah sakit dalam menampung pasien terpapar Covid-19," ujar Sudirman di Lokasi Kampus Universitas Paramadina, Jakarta Selatan.


Laporan: Arief Tito

Kasdam I/BB Berangkatkan Satgas Pam Pulau terluar Secara Virtual
Sabtu, Juli 31, 2021

On Sabtu, Juli 31, 2021

Kasdam I/BB Berangkatkan Satgas Pam Pulau terluar Secara Virtual
BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan (Kasdam I/BB), Brigjen TNI Didied Pramudito, memberangkatkan Satuan Tugas Operasi Pengamanan Pulau terluar (Satgas Ops Pam Puter) TA 2021, dari Markas Kodam I/BB secara Virtual, Jumat, 30 Juli 2021.


Pada Kesempatan yang baik ini, Kita akan memberangkatkan Prajurit terpilih dari Kodam I/BB untuk melaksanakan tugas pengamanan pulau terluar yakni Pulau Berhala dan Pulau Sekatung, adapun prajurit yang akan kita tugaskan yaitu dari Yonif 122/TS dan Yon Komposit 1/Gardapati  yang nantinya akan bergabung dengan personel TNI AL sebagai satu kesatuan Satgas Pam Puter.


Sebagaimana kita ketahui bersama, Pulau Berhala dan Pulau Sekatung yang merupakan tanggung jawab Kodam I/BB, kedua pulau ini memiliki wilayah perairan yang berbatasan dengan Negara tetangga Malaysia dan Vietnam. 


Letak yang strategis tersebut berpotensi terjadinya berbagai tindakan kejahatan lintas Negara yang bisa menimbulkan kerugian dan menggangu kedaulatan Negara Indonesia, seperti Perompakan, Illegal Fishing, dan Human Trafficking serta ancaman penyusupan dari negara lain.


Jadi keberadaan Satgas Pam Puter dilokasi, tentu dapat menjadi tindakan preventif guna mencegah segala kemungkinan ancaman serta menjadi bentuk upaya Pemerintah Indonesia dalam menjaga keutuhan wilayah maupun kedaulatan Bangsa Indonesia.


“Selamat bertugas, Semoga Tuhan yang Maha Esa memberikan petunjuk dan bimbingannya kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada Kodam I/Bukit Barisan, Bangsa dan Negara yang kita cintai bersama,” pungkasnya.


(vajatu)

Pangdam I/BB Tinjau Barak Transito, Cek Kesiapan Isolasi Terpusat Pasien Covid-19
Sabtu, Juli 31, 2021

On Sabtu, Juli 31, 2021

Pangdam I/BB Tinjau Barak Transito, Cek Kesiapan Isolasi Terpusat Pasien Covid-19
BENTENGSUMBAR.COM - Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hassanudin, SIP, MM, melakukan peninjauan ke Barak Transito Ajendam I/BB di Jalan Gaperta yang merupakan tempat Isolasi Terpusat (Isoter) bagi Prajurit dan PNS TNI AD Kodam I/BB yang terkonfirmasi Covid-19, Kamis, 29 Juli 2021.


Peninjauan ini dilakukan Pangdam untuk mengecek secara langsung dapur lapangan Isoter, termasuk menu makanan yang disiapkan.


Pangdam menyampaikan bahwa tidak ada seorang manusiapun yang kebal terhadap Covid-19, oleh karenanya agar kita bisa terhindar dari Covid-19 ini maka ada dua hal yang harus kita lakukan yaitu tetap disiplin protkes (5M) dan Ikuti program vaksinasi.


"Karena dua hal inilah yang menjaga kita agar tidak terpapar virus Covid-19," tegas Pangdam


Di kesempatan yang sama, Pangdam juga mengucapkan terima kasih kepada tim penanganan isoter yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik.


"Tetap semangat! Pekerjaan ini mengandung nilai ibadah yang tinggi di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Dan semoga, kerja keras kita semua akan mempercepat kesembuhan para pasien, sehingga mereka dapat kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing," pungkas Pangdam.


Kegiatan peninjauan ini berlangsung dengan penerapan Protokol Kesehatan secara ketat.


(vajatu)

Patahkan Keraguanmu dan Yakinlah Akan Usahamu, Karena Hasil Takkan Menghianati Usaha
Sabtu, Juli 31, 2021

On Sabtu, Juli 31, 2021

Patahkan Keraguanmu dan Yakinlah Akan Usahamu, Karena Hasil Takkan Menghianati Usaha
BENTENGSUMBAR.COM - Komando Daerah Militer I Bukit Barisan selaku panitia daerah penerimaan dan seleksi awal  para calon siswa Bintara Kowad, menggelar tes Kesamaptaan A dan B meliputi lari selama 12 menit, dilanjutkan dengan chinning, sit up, push up, shuttle run dan renang yang dilaksanakan di Lapangan dan Kolam Renang Jasdam I/BB Gaperta Medan.


Hal ini disampaikan Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan, Letkol Inf Donald Erickson Silitonga merespon pelaksanaan tes Kesamaptaan Casis Bintara Kowad PK TA 2021 dari Media Center Kodam I/BB Medan, Kamis, 29 Juli 2021.


Kapendam mengatakan, tes kesamaptaan jasmani ini merupakan tes yang harus dilalui para calon prajurit sebelum mengikuti jenjang tes berikutnya.


"Tes ini untuk mengetahui lebih awal kemampuan fisik, ketangkasan maupun kebugaran sebelum menerima latihan yang lebih berat nantinya," ucap Letkol Silitonga.


Calon yang dinyatakan memenuhi syarat dan lulus di tingkat daerah akan melanjutkan seleksi di tingkat pusat dan akhirnya akan diperoleh calon prajurit sesuai kriteria yang ditentukan TNI AD.


Pelaksanaan test kesamaptaan Bintara Kowad ini tetap mematuhi Protokol Kesehatan yang ketat.


(vajatu)

UMKM Didorong Manfaatkan Teknologi di Masa Pandemi
Sabtu, Juli 31, 2021

On Sabtu, Juli 31, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) didorong untuk memanfaatkan teknologi informasi guna memperluas pasar di masa pandemi COVID-19.

"Sebenarnya UMKM bisa cepat berkembang jika didukung oleh sektor pariwisata namun dalam masa pandemi ada banyak pembatasan karena itu menggunakan teknologi informasi menjadi pilihan yang lebih bijak," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat bersilaturahmi dengan UMKM salingka Danau Maninjau di SMA Negeri 1 Tanjung Raya Kab. Agam, Jumat, 30 Juli 2021.

Media sosial bisa menjadi salah satu sarana untuk memperluas pasar bagi UMKM. Konsumen tidak perlu datang langsung untuk berbelanja tetapi bisa memanfaatkan jasa pengiriman.

UMKM juga bisa bermitra dengan beberapa platform digital yang sudah masuk ke kabupaten dan kota di Sumbar sehingga minimnya pemasaran di masa pandemi bisa ditanggulangi.

"Kita juga punya paltform belanja sendiri di antaranya bajojo.id. Ini juga bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk memperluas pasar," katanya.

Ke depan setelah pandemi COVID-19 berakhir Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Agam akan mengupayakan beberapa event pariwisata di Danau Maninjau untuk memancing kembali wisatawan datang berkunjung. Dengan demikian Danau Maninjau akan kembali menjadi pusat keramaian dan menunjang perkembangan UMKM di selingkar danau.

Untuk itu Gubernur meminta masyarakat sekitar danau untuk sama-sama menjaga kebersihan danau dari pencemaran sehingga kembali menarik bagi wisatawan.

"Danau Maninjau ini sangat indah namun karena pencemaran, wisatawan menjadi enggan untuk datang. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak, tidak hanya masyarakat tetapi juga pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat," ujarnya. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Beda Haluan Politik 2024 dengan Megawati, Jokowi Bisa Saja Jadi Cawapresnya Prabowo
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Beda Haluan Politik 2024 dengan Megawati, Jokowi Bisa Saja Jadi Cawapresnya Prabowo
BENTENGSUMBAR.COM - Gelagat politik Joko Widodo menjelang Pilpres 2024 kentara berlainan dengan pimpinan partai yang menjadi pengusung utamanya menjadi presiden, yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.


Sosok Megawati memang menjadi penentu dalam mengusung calon presiden (capres) di 2024 nanti. Namun sayangnya, belakangan hari muncul dinamika di internal partai berlambang banteng moncong putih tersebut.


Para kader seolah terpecah, setelah nama Ganjar Pranowo melejit di sejumlah lembaga survei. Ada pihak yang keberatan dengan hasil survei tersebut, dan malah memunculkan nama Puan Maharani sebagai capres potensial dari PDIP karena memiliki trah Ir. Soekarno, Presiden RI pertama dan seorang proklamator.


Namun dipastikan, hingga saat ini belum ada keputusan mengenai siapa sosok yang pantas menjadi capres dari PDIP. Karena Megawati belum bicara nama-nama yang akan dimajukan.


Akan tetapi, perbedaan sikap sempat ditunjukkan Jokowi saat Megawati mendapat jabatan Guru Besar Tidak Tetap dari Universitas Pertahanan (Unhan) pada 11 Juli lalu.


Salah satu momen terpenting Ketum PDIP tersebut justru tidakdihadiri Jokowi yang merupakan seorang Presiden RI yang juga kader parati banteng. Alih-alih, Jokowi justru meninjau gelaran vaksinasi massal dengan Ganjar Pranowo, selaku Gubernur Jawa Tengah, di Semarang.


Di samping itu, muncul beragam spekulasi mengenai skenario Pilpres 2024 yang akan dibangun PDIP bersama dengan Partai Gerindra.


Di mana, ada yang menduga-duga koalisi duda partai itu akan menyandingkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, untuk maju sebagai capres-cawapres.


Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, ada skenario lain yang masih terbuka bagi PDIP dan Gerindra untuk bisa kembali mengusung Jokowi.


Dengan berpatokan pada bunyi Pasal 7 Undang Undang Dasar (UUD) 1945 tentang Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden, Ray Rangkuti melihat adanya peluang bagi Jokowi untuk menjadi Cawapres.


Pasal 7 UUD 1945 tersebut berbunyi, "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan".


Ray Rangkuti menilai, Pasal 7 UUD 1945 tersebut hanya menegaskan adanya larangan bagi seseorang yang sudah menduduki jabatan yang sama selama dua kali untuk mencalonkan diri untuk ketiga kalinya.


"Jangan-jangan Prabowo dipasangkan dengan Pak Jokowi sebagai Wapres. Karena di konstitusi tidak dilarang," ujar Ray Rangkuti saat menjadi nara sumber dalam diskusi series Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk 'PDIP dan 25 Tahun Tragedi Kudatuli' yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis, 29 Juli 2021.


Namun begitu, Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini meyakini bahwa PDI Perjuangan tidak akan ikut koalisi jika Prabowo duet Jokowi di Pilpres 2024.


Pasalnya, PDI Perjuangan hanya membuat skenario Pilpres 2024 hanya untuk Puan Maharani.  


"Tetapi PDIP enggak akan ikut selain (mencalonkan) Puan Maharani, PDIP enggak akan ikut," tandas Ray Rangkuti.


Source: RMOL