HEADLINE
Pemko Padang Perkuat Pelayanan Publik, Fadly Amran Dorong Kerja Sama dengan Pengadilan Agama    
Kamis, Oktober 29, 2026

On Kamis, Oktober 29, 2026

Pemko Padang Perkuat Pelayanan Publik, Fadly Amran Dorong Kerja Sama dengan Pengadilan Agama
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan silaturahmi Ketua Pengadilan Agama Padang, Anneka Yosihilma, di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (28/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang terus memperkuat sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan silaturahmi Ketua Pengadilan Agama Padang, Anneka Yosihilma, di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (28/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum bagi Pemko Padang untuk mendorong koordinasi yang lebih efektif, terutama dalam menangani persoalan pelayanan peradilan dan pemenuhan hak masyarakat.

Fadly Amran menegaskan, Pemko Padang mendukung penguatan koordinasi dengan Pengadilan Agama Padang agar berbagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan lintas lembaga dapat ditangani secara terarah. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada komunikasi formal, tetapi berkembang menjadi langkah konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang didorong Pemko Padang adalah pembentukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pengadilan Agama Padang. Melalui kesepakatan tersebut, kedua lembaga diharapkan memiliki landasan koordinasi yang lebih jelas dalam menyikapi kendala pelayanan, sekaligus memperkuat dukungan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Kami mendorong terjalinnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Padang dan Pengadilan Agama Padang agar permasalahan tersebut dapat ditangani secara bersama-sama,” ujar Fadly Amran. Dorongan ini memperlihatkan komitmen Pemko Padang untuk membangun kolaborasi yang berorientasi pada penyelesaian masalah, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.

Dalam pertemuan itu, Ketua Pengadilan Agama Padang, Anneka Yosihilma, mengungkapkan kendala pengiriman surat panggilan sidang melalui PT Pos Indonesia yang kerap terkendala ketidaksesuaian alamat penerima. Menyikapi persoalan tersebut, kerja sama dengan pihak kelurahan dinilai penting untuk membantu memperlancar penyampaian informasi dan mendukung ketepatan alamat penerima surat panggilan sidang.

“Terkait penyampaian surat panggilan sidang, kami berharap dapat menjalin kerja sama dengan pihak kelurahan,” ungkap Anneka. Bagi Pemko Padang, koordinasi dengan perangkat kewilayahan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pelayanan publik yang lebih tertib dan responsif, dengan tetap memperhatikan prosedur serta kewenangan masing-masing lembaga.

Selain persoalan administrasi persidangan, pertemuan tersebut juga membahas pemenuhan hak nafkah anak dari orang tua berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang telah bercerai. Anneka berharap adanya dukungan langsung dari Pemko Padang agar persoalan tersebut memperoleh perhatian dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Isu ini menjadi penting karena menyangkut pemenuhan hak anak yang tidak boleh diabaikan setelah terjadinya perceraian orang tua.

Penguatan sinergi tersebut turut melibatkan unsur Pemko Padang, yakni Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tarmizi Ismail; Kepala Dinas Sosial, Eri Sendjaya; Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Zul Asfi Lubis; serta Bagian Hukum. Keterlibatan perangkat daerah ini diharapkan mendukung pembahasan lebih lanjut mengenai bentuk kerja sama yang tepat, terutama untuk persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Melalui pertemuan ini, Pemko Padang menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Rencana kerja sama dengan Pengadilan Agama Padang diharapkan dapat membuka jalan bagi penanganan kendala surat panggilan sidang dan dukungan terhadap pemenuhan hak nafkah anak secara lebih terkoordinasi, terukur, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pemkab Solok Perkuat Kolaborasi dengan Pemuda, Revitalisasi 76 Sekolah Jadi Fokus Pembangunan SDM    
Kamis, Oktober 29, 2026

On Kamis, Oktober 29, 2026

Pemkab Solok Perkuat Kolaborasi dengan Pemuda, Revitalisasi 76 Sekolah Jadi Fokus Pembangunan SDM
Perayaan pelantikan dan pengukuhan Ketua Pemuda Nagari Saniang Baka periode 2026–2031 di Lapangan Balai Adat Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Rabu (28/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kabupaten Solok terus mendorong kolaborasi dengan generasi muda sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dimanfaatkan Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., untuk mengajak pemuda memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, dan mengambil peran nyata dalam memajukan nagari. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri perayaan pelantikan dan pengukuhan Ketua Pemuda Nagari Saniang Baka periode 2026–2031 di Lapangan Balai Adat Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi Pemkab Solok untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat. Ketua Pemuda Nagari Saniang Baka, Alex Samurken St. Sati, telah resmi dilantik pada 14 Oktober 2026. Perayaan yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tersebut sekaligus mempertegas harapan agar kepengurusan baru mampu menghadirkan kegiatan produktif dan berkontribusi terhadap pembangunan nagari.

Acara itu turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Solok, Ismail Koto dan Boy Falma, Camat X Koto Singkarak, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Ketua KONI Kabupaten Solok Doni Zulkifli, Wali Nagari Saniang Baka Ir. Dakhpriadi, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya membangun komunikasi lintas sektor agar aspirasi masyarakat dan potensi generasi muda dapat menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik dan kolaborasi antara pemerintah, pemuda, serta masyarakat merupakan modal penting untuk menghadapi berbagai persoalan pembangunan. “Mari kita jalin kolaborasi dan sinergi bersama-sama untuk ke depannya,” ajak Jon Firman Pandu.

Menurut Bupati, berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat membutuhkan penyelesaian melalui semangat kebersamaan, persatuan, dan dialog yang bijaksana. Karena itu, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan sosial, tetapi juga berperan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan dan menyampaikan gagasan konstruktif. “Persoalan kita memang banyak. Namun, dengan kebersamaan, tidak ada yang tidak dapat kita selesaikan,” ungkapnya.

Selain mendorong peran pemuda, Bupati Jon Firman Pandu juga memaparkan perhatian Pemkab Solok terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Pada 2026, program revitalisasi sekolah disebut telah menjangkau hampir 76 satuan pendidikan di Kabupaten Solok. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan dan menunjang proses belajar mengajar.

Pemkab Solok juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2026 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak daerah. Bupati menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berperan penting dalam mempersiapkan generasi masa depan. “Pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan adalah investasi jangka panjang. Inilah yang akan mempersiapkan generasi kita menyambut Indonesia Emas tahun 2045,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Nagari Saniang Baka, Ir. Dakhpriadi, menyampaikan selamat kepada Alex Samurken St. Sati beserta jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap organisasi pemuda dapat menjadi motor penggerak kegiatan positif, mendukung pembangunan nagari, dan membentuk calon pemimpin masa depan. Bupati Solok juga berpesan agar pengurus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga persatuan, serta menghadirkan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Solok menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. Sinergi kepemudaan, penguatan pendidikan, dan semangat gotong royong diharapkan berjalan beriringan untuk mendukung kemajuan nagari dan daerah. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Kabupaten Solok diharapkan semakin mampu membangun sumber daya manusia yang berkualitas serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. (80)

Editor: Zamri Yahya, WU

Wako Zulmaeta Tantang Pemuda Payakumbuh Jadi Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Penonton Pembangunan    
Kamis, Oktober 29, 2026

On Kamis, Oktober 29, 2026

Wako Zulmaeta Tantang Pemuda Payakumbuh Jadi Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Penonton Pembangunan
Forum ini menjadi momentum penting untuk mengubah semangat kepemudaan menjadi gagasan dan aksi yang berdampak bagi masyarakat. (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Payakumbuh tidak berhenti pada seremoni dan pengibaran bendera. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, langsung mendorong generasi muda mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah melalui Rapat Paripurna Pemuda bertajuk “Saatnya Generasi Muda Mengambil Peran” di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (28/10/2026). Forum ini menjadi momentum penting untuk mengubah semangat kepemudaan menjadi gagasan dan aksi yang berdampak bagi masyarakat.

Usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Zulmaeta membuka ruang dialog bagi kalangan muda untuk menyampaikan pemikiran, kritik, serta rekomendasi bagi kemajuan Kota Payakumbuh. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) bersama KNPI tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Disparpora Yunida Fatwa, Ketua DPD KNPI Sumatera Barat Nanda Satria, Ketua KNPI Kota Payakumbuh Rahmanda Fajri, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan pelajar.

Dalam arahannya, Zulmaeta menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika pembangunan berlangsung. Generasi muda harus berani tampil sebagai pelaku perubahan, penggerak inovasi, dan mitra strategis pemerintah daerah. Pesan ini sekaligus menjadi tantangan bagi organisasi kepemudaan di Payakumbuh agar mampu menunjukkan kontribusi yang terukur, bukan sekadar aktif dalam kegiatan seremonial.

Zulmaeta juga menekankan pentingnya menghasilkan rekomendasi yang tajam, realistis, dan dapat dilaksanakan. Menurutnya, hasil Rapat Paripurna Pemuda jangan sampai berakhir sebagai dokumen tanpa tindak lanjut. Pemerintah Kota Payakumbuh membuka ruang bagi gagasan yang dapat dikaji dan dipertimbangkan sesuai kewenangan serta kemampuan daerah. “Mari jadikan momentum Sumpah Pemuda ini sebagai penguat komitmen mewujudkan Payakumbuh yang maju, inklusif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Dorongan untuk menghadirkan aksi nyata turut disampaikan Ketua DPD KNPI Sumatera Barat, Nanda Satria. Ia mengajak pemuda Payakumbuh membangun gagasan besar tentang industrialisasi dan inovasi ekonomi lokal. Menurutnya, potensi daerah perlu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, mulai dari penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), inovasi produk olahan kopi, kuliner khas, hingga pengembangan pariwisata kreatif.

Nanda juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah harus berjalan beriringan dengan tawaran solusi dan gerakan konkret. Pemuda, katanya, perlu menjadi lokomotif yang mendorong tumbuhnya peluang usaha serta mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Dengan pendekatan tersebut, semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi slogan tahunan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi produktif di Kota Payakumbuh.

Sementara itu, Ketua KNPI Kota Payakumbuh, Rahmanda Fajri, menyatakan kesiapan organisasi kepemudaan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan gagasan konstruktif. KNPI berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan ruang publik, memperkuat jejaring antarkomunitas, serta meningkatkan kapasitas pemuda agar semakin siap berkontribusi dalam pembangunan. Sinergi tersebut menjadi penting agar ide-ide yang lahir dari kalangan muda dapat berkembang menjadi program yang bermanfaat.

Kolaborasi pemerintah dan pemuda juga menjadi kunci untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Penguatan UMKM, pengembangan kreativitas, pemanfaatan ruang publik, serta peningkatan keterampilan generasi muda dapat menjadi langkah strategis apabila dirancang dengan target yang jelas dan pelaksanaan yang berkelanjutan. Karena itu, hasil Rapat Paripurna Pemuda diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah sekaligus pedoman bagi organisasi kepemudaan dalam menjalankan aksi nyata.

Melalui Rapat Paripurna Pemuda pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan pentingnya menempatkan generasi muda sebagai bagian aktif dari pembangunan. Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan tidak berhenti di ruang rapat, melainkan berlanjut menjadi langkah konkret yang dirasakan masyarakat. Semangat “Saatnya Generasi Muda Mengambil Peran” pun diharapkan menjadi energi baru untuk mendorong Payakumbuh semakin maju, kreatif, inklusif, dan berdaya saing. (HM)

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, FKDT Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porsadin 2028!    
Kamis, Oktober 29, 2026

On Kamis, Oktober 29, 2026

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, FKDT Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porsadin 2028!
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kota Padang di Kediaman Resmi Wali Kota, Rabu (28/10/2026).  (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan untuk membentuk generasi muda yang Qurani, berakhlak mulia, dan berprestasi. Komitmen tersebut mengemuka saat Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kota Padang di Kediaman Resmi Wali Kota, Rabu (28/10/2026). Pertemuan ini sekaligus menegaskan pentingnya dukungan Pemko Padang terhadap pendidikan diniyah dan keberlanjutan Program Unggulan (Progul) Smart Surau.

Dalam pertemuan tersebut, FKDT Kota Padang menyampaikan apresiasi kepada Pemko Padang atas dukungan terhadap suksesnya Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-7 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Ketua DPC FKDT Kota Padang, Syaifuddin Zuhri, yang juga Ketua Pelaksana Porsadin ke-7 tingkat Sumbar, menyerahkan piagam penghargaan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar kepada Fadly Amran. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah kota terhadap penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung pada 4–6 September 2026 di Kota Padang.

Dukungan Pemko Padang terhadap Porsadin tidak hanya berkaitan dengan kesuksesan penyelenggaraan ajang olahraga dan seni antarmadrasah diniyah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter. Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda diharapkan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Pendidikan diniyah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai agama, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial sejak usia dini.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi kontribusi FKDT dalam membina generasi muda melalui pendidikan diniyah. Ia menegaskan bahwa sinergi pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan keagamaan perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk generasi yang berakhlak, berkarakter, dan mampu meraih prestasi. Menurutnya, pendidikan agama menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi tantangan perkembangan zaman.

“Upaya FKDT sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Smart Surau dalam membentuk karakter generasi muda. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk memperkuat pendidikan keagamaan dan melahirkan generasi muda Kota Padang yang Qurani dan berakhlak mulia,” ujar Fadly Amran. Pernyataan tersebut mempertegas arah kolaborasi Pemko Padang dengan FKDT, yakni menjadikan pendidikan keagamaan sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia dan pembentukan karakter generasi penerus.

Ketua DPC FKDT Kota Padang, Syaifuddin Zuhri, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah kota terhadap pelaksanaan Porsadin ke-7 tingkat Sumbar. Ia menilai dukungan tersebut membantu kelancaran kegiatan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun pencapaian prestasi peserta. “Atas nama panitia dan FKDT Kota Padang, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota atas perhatian dan dukungannya sehingga pelaksanaan Porsadin ke-7 tingkat Sumbar berjalan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi,” ungkapnya.

Meski mencatat hasil membanggakan, FKDT Kota Padang masih membidik pencapaian yang lebih tinggi. Syaifuddin mengungkapkan, pada Porsadin ke-7 tingkat Sumbar 2026, Kota Padang nyaris meraih gelar juara umum, tetapi harus mengakui keunggulan Kabupaten Agam yang unggul tipis dalam perolehan medali. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat pembinaan peserta agar mampu tampil lebih kompetitif pada penyelenggaraan berikutnya.

“Insyaallah, pembinaan dan training center (TC) akan kami optimalkan agar Kota Padang mampu meraih prestasi lebih baik pada Porsadin ke-8 tingkat Sumbar tahun 2028,” kata Syaifuddin. Rencana tersebut menunjukkan bahwa peningkatan prestasi membutuhkan persiapan sejak dini, pembinaan yang konsisten, serta dukungan berbagai pihak. Sinergi dengan Pemko Padang diharapkan dapat memperkuat proses pembinaan peserta dari MDTA dan MDTW agar lebih siap menghadapi persaingan pada tingkat provinsi.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang, Tarmizi Ismail, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang, Zul Asfi Lubis, serta jajaran pengurus DPC FKDT Kota Padang. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan pengurus FKDT memperlihatkan pentingnya komunikasi serta koordinasi dalam mendukung pendidikan keagamaan. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan terus memperkuat kualitas pembelajaran di MDTA dan MDTW serta mengoptimalkan peran masjid dan musala sebagai pusat pembinaan generasi muda.

Dengan penguatan Progul Smart Surau, dukungan terhadap pendidikan diniyah, dan persiapan menuju Porsadin 2028, Pemko Padang terus mendorong pembangunan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam nilai agama dan akhlak. Sinergi bersama FKDT menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pembinaan tersebut. Harapannya, lahir generasi muda Kota Padang yang Qurani, berkarakter, berdaya saing, dan mampu membawa nama daerah melalui prestasi di berbagai bidang. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Empat Gerai Pasar Sumani Ludes Terbakar, Pemkab Solok Siapkan Penataan Kembali    
Kamis, Oktober 29, 2026

On Kamis, Oktober 29, 2026

Empat Gerai Pasar Sumani Ludes Terbakar, Pemkab Solok Siapkan Penataan Kembali
Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., turun langsung meninjau lokasi kebakaran untuk melihat kondisi bangunan sekaligus memastikan langkah penanganan bagi pedagang yang kehilangan tempat berusaha. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kebakaran yang melanda Pasar Sumani, Nagari Sumani, Kabupaten Solok, Rabu (28/10/2026), menyisakan keprihatinan bagi para pedagang yang terdampak. Menyikapi musibah tersebut, Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., turun langsung meninjau lokasi kebakaran untuk melihat kondisi bangunan sekaligus memastikan langkah penanganan bagi pedagang yang kehilangan tempat berusaha. Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan akan berupaya mencari solusi agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.

Dalam peninjauan itu, Jon Firman Pandu didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Wali Nagari Sumani Masri Bakar, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran jajaran pemerintah di lokasi menjadi bagian dari upaya melihat langsung dampak kebakaran dan mengidentifikasi langkah yang diperlukan dalam penanganan pascakejadian. Kondisi pasar menjadi perhatian karena fasilitas tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas perdagangan dan penghidupan masyarakat.

Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran menghanguskan empat unit gerai perdagangan. Kerusakan tersebut menjadi pukulan bagi para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari kegiatan jual beli di Pasar Sumani. Selain kehilangan tempat usaha, para pedagang juga menghadapi tantangan untuk memulihkan aktivitas perdagangan setelah musibah yang terjadi.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para pedagang yang terdampak. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya hadir membantu mencari jalan keluar dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Menurutnya, penanganan pascakebakaran perlu diarahkan agar para pedagang memiliki peluang untuk kembali menjalankan usaha dan memulihkan sumber penghasilan mereka.

“Kepada para pedagang, kami sampaikan rasa prihatin yang sedalam-dalamnya. Mohon tetap tabah, pemerintah akan hadir dan bersama-sama mencarikan solusi terbaik,” ujar Jon Firman Pandu. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kondisi pedagang terdampak akan menjadi bagian penting dalam pembahasan langkah pemulihan. Harapannya, penanganan yang dilakukan dapat membantu masyarakat melewati masa sulit setelah kehilangan tempat berusaha.

Selain memperhatikan nasib pedagang, pemerintah daerah juga menyoroti status kawasan yang terbakar. Jon Firman Pandu menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan aset milik pemerintah. Karena itu, penataan kembali bangunan yang mengalami kerusakan akan menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan dalam penanganan pascakebakaran.

“Lokasi ini adalah aset pemerintah. Sudah tentu kami akan bergerak untuk menata kembali apa yang telah rusak,” tegasnya. Penataan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memulihkan fungsi kawasan perdagangan. Pelaksanaannya akan membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait agar langkah yang diambil sesuai kondisi bangunan, kebutuhan pedagang, dan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Solok selanjutnya akan mengoordinasikan penanganan pascakebakaran bersama instansi terkait. Proses tersebut perlu memperhatikan kondisi kerusakan, keamanan kawasan, serta kepentingan para pedagang yang terdampak. Dengan koordinasi yang tepat, penataan kembali diharapkan dapat mendukung pemulihan kegiatan ekonomi tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketertiban.

Bagi para pedagang Pasar Sumani, pemulihan tempat usaha menjadi hal penting agar roda ekonomi keluarga dapat kembali bergerak. Pasar bukan hanya tempat transaksi jual beli, melainkan juga ruang bagi masyarakat untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh sebab itu, langkah penanganan setelah kebakaran diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak pedagang sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas perdagangan di Nagari Sumani.

Peninjauan langsung oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu menjadi langkah awal untuk melihat dampak kebakaran dan mendorong penanganan lebih lanjut. Dengan rencana koordinasi bersama instansi terkait serta penataan kembali aset yang rusak, Pemerintah Kabupaten Solok berharap kondisi Pasar Sumani dapat dipulihkan secara bertahap. Para pedagang pun diharapkan tetap tabah menghadapi musibah ini sembari menantikan solusi yang dapat membantu mereka kembali beraktivitas seperti sediakala. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

100 Siswa Khatam Al-Quran, Payakumbuh Perkuat Fondasi Generasi Muda Berakhlak di Era Digital    
Kamis, Oktober 29, 2026

On Kamis, Oktober 29, 2026

100 Siswa Khatam Al-Quran, Payakumbuh Perkuat Fondasi Generasi Muda Berakhlak di Era Digital
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyambut 100 peserta Pawai Taaruf dan Khatam Al-Quran ke-28 SD Islam Raudhatul Jannah di halaman Balai Kota Payakumbuh, Rabu (28/10/2026). (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi, Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Pesan ini mengemuka saat Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyambut 100 peserta Pawai Taaruf dan Khatam Al-Quran ke-28 SD Islam Raudhatul Jannah di halaman Balai Kota Payakumbuh, Rabu (28/10/2026). Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan seiring dengan kekuatan iman dan akhlak.

Di hadapan para siswa dan orang tua, Elzadaswarman menekankan bahwa generasi muda tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Anak-anak juga perlu memiliki pemahaman agama yang kuat agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai moral. Pesan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dalam mendorong lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki pegangan hidup.

“Anak-anak harus memiliki kecerdasan, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. Keduanya menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan,” kata Elzadaswarman. Pesan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan pendidikan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Dengan fondasi ilmu dan agama yang kuat, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Pelaksanaan Khatam Al-Quran ke-28 ini juga terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Bagi Elzadaswarman, perpaduan momentum keagamaan dan kebangsaan tersebut menjadi kesempatan untuk menanamkan semangat perjuangan, persatuan, dan tanggung jawab sejak usia sekolah. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan semangat berkontribusi bagi bangsa.

Namun, pesan penting dari khatam Al-Quran bukan sekadar keberhasilan menyelesaikan bacaan kitab suci. Elzadaswarman mengingatkan para siswa agar tetap menjaga kedekatan dengan Al-Quran setelah prosesi khatam berakhir. Ia juga mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang tahfidz agar kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran terus berkembang.

“Khatam Al-Quran bukan akhir dari proses belajar. Anak-anak harus terus membaca dan mendalaminya agar nilai-nilai Al-Quran menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Imbauan ini menjadi penekanan bahwa pendidikan agama membutuhkan kesinambungan, bukan berhenti pada seremoni. Pembiasaan membaca dan mempelajari Al-Quran diharapkan dapat membantu anak-anak membangun disiplin, tanggung jawab, serta perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kota Payakumbuh turut mengapresiasi konsistensi SD Islam Raudhatul Jannah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Elzadaswarman mendorong para siswa untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menjaga semangat membaca Al-Quran. Menurutnya, ilmu pengetahuan dan pendidikan agama dapat menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita sekaligus berperan dalam pembangunan bangsa dan negara.

Kepala SD Islam Raudhatul Jannah, Rezi Ade Ridwan, menjelaskan bahwa Khatam Al-Quran ke-28 diikuti 100 siswa, terdiri atas 56 siswa laki-laki dan 44 siswa perempuan. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi sekolah yang telah dilaksanakan sebanyak 28 kali sejak SD Islam Raudhatul Jannah berdiri. Konsistensi ini menunjukkan keberlanjutan upaya sekolah dalam membangun kebiasaan belajar Al-Quran dan memperkuat pendidikan karakter peserta didik.

Melalui Pawai Taaruf dan Khatam Al-Quran ke-28 ini, Payakumbuh kembali menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang seimbang dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan agama. Tantangan era digital membutuhkan anak-anak yang tidak hanya cakap mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memiliki landasan moral dalam menentukan sikap. Harapannya, 100 siswa yang mengikuti khatam kali ini terus menjadikan Al-Quran sebagai pedoman, mengembangkan potensi diri, dan tumbuh menjadi generasi berakhlak yang membanggakan keluarga, sekolah, serta Kota Payakumbuh. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Investasi Green SM Rp500 Miliar Masuk Padang, 500 Tenaga Kerja Lokal Berpeluang Terserap!    
Kamis, Oktober 29, 2026

On Kamis, Oktober 29, 2026

Investasi Green SM Rp500 Miliar Masuk Padang, 500 Tenaga Kerja Lokal Berpeluang Terserap!
Pertemuan antara Pemerintah Kota Padang dan pihak Green SM di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (28/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Padang bersiap memasuki babak baru transportasi ramah lingkungan. Rencana masuknya PT XanhSM Green and Smart Mobility Indonesia atau Green SM membawa angin segar bagi pengembangan taksi listrik, pembangunan infrastruktur pengisian daya, hingga peluang kerja bagi masyarakat lokal. Investasi yang dibahas bersama Wali Kota Padang Fadly Amran itu mencapai Rp500 miliar, dengan rencana perekrutan sekitar 500 tenaga kerja lokal.

Rencana investasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Padang dan pihak Green SM di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (28/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Barat Luhur Budianda, Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Yudi Indra Sani. Pembahasan ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan kehadiran layanan transportasi berbasis kendaraan listrik di Kota Bingkuang.

Green SM merupakan perusahaan penyedia layanan taksi listrik berbasis aplikasi yang menggunakan kendaraan listrik merek VinFast. Kehadiran layanan ini direncanakan menambah pilihan transportasi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan mobilitas perkotaan yang lebih ramah lingkungan. Jika seluruh rencana berjalan sesuai tahapan, Padang berpeluang memperluas pemanfaatan kendaraan listrik dalam layanan transportasi sehari-hari.

Wali Kota Padang Fadly Amran berharap investasi tersebut tidak hanya menghadirkan armada taksi listrik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan transportasi modern perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan, perluasan kesempatan kerja, dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.

“Kami juga berharap investasi dari Green SM dapat mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Kota Padang, mulai dari layanan transportasi umum, infrastruktur pengisian daya, hingga penciptaan kesempatan kerja bagi masyarakat warga Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi menjelaskan, nilai investasi Green SM di Padang direncanakan mencapai Rp500 miliar. Perusahaan juga berencana merekrut sekitar 500 tenaga kerja lokal. Saat ini, pihak perusahaan tengah mengurus perizinan serta menyiapkan kantor dan lokasi operasional. Peluncuran resmi layanan Green SM direncanakan berlangsung pada awal November 2026, dengan tetap mengikuti kesiapan operasional dan ketentuan yang berlaku.

Tak hanya menghadirkan armada taksi listrik, investasi tersebut juga mencakup pengembangan infrastruktur pengisian daya. Fauzan menyebut, saat ini terdapat sekitar 30 stasiun pengisian daya atau charging station di Kota Padang. Jumlah tersebut direncanakan bertambah hingga dua kali lipat dengan pendanaan dari pihak perusahaan, sementara pemerintah kota akan membantu memfasilitasi penentuan lokasi yang strategis. Penambahan fasilitas ini diharapkan mendukung kebutuhan operasional armada sekaligus memperkuat infrastruktur kendaraan listrik di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Yudi Indra Sani menyebut kehadiran kendaraan listrik sebagai angkutan umum menjadi hal baru bagi Kota Padang. Salah satu tantangan yang perlu disiapkan ialah fasilitas pengujian kendaraan listrik, karena Dishub saat ini belum memiliki peralatan khusus untuk kebutuhan tersebut. Menurut Yudi, pihak perusahaan bersedia menghibahkan alat uji kendaraan listrik kepada Pemerintah Kota Padang dan akan melakukan uji coba terhadap 100 kendaraan. Pemko Padang selanjutnya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk membahas prosedur pengujian yang sesuai ketentuan.

Dengan rencana investasi Rp500 miliar, perekrutan 500 tenaga kerja lokal, serta pengembangan stasiun pengisian daya, kehadiran Green SM berpotensi menjadi salah satu pendorong perubahan sektor transportasi di Padang. Namun, manfaatnya akan sangat ditentukan oleh realisasi investasi, kesiapan operasional, kepastian perizinan, dan pemenuhan standar keselamatan. Masyarakat kini menantikan bagaimana rencana tersebut diwujudkan menjadi layanan transportasi yang aman, nyaman, ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU