Gubernur Resmikan Masjid Ahmad Karim SMKN 1 Bukittinggi, Perkuat Pendidikan Karakter dan Ketangguhan Bencana
On Jumat, Agustus 14, 2026
| Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi (kiri) di dampingi oleh CEO Putra Hospital Melaka Encik Mohd Zahiruddin (kanan) pemotongan pita tanda peresmian kantor kaloborasi medis Putra Hospital Melaka dan Universitas Fort De Kock , di halaman kantor pusat kaloborasi medis internasional Malaka-malaysia Universitas Fort De Kock Bukittinggi , Jum'at (14/8/2026). (Foto: Dok. Makopim/Adp). |
Gubernur mengapresiasi semangat gotong royong seluruh pihak yang telah mewujudkan pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, keberadaan masjid di sekolah bukan sekadar menyediakan sarana ibadah, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menghadirkan masjid ini,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, Masjid Ahmad Karim harus dihidupkan sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter. Selain salat berjamaah, masjid diharapkan menjadi tempat pembinaan akhlak, pengembangan ilmu, dialog, serta kegiatan sosial yang memperkuat keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai keislaman.
Menurut Mahyeldi, tantangan generasi muda semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan perubahan dunia kerja. Karena itu, kemampuan teknologi harus berjalan seimbang dengan integritas dan karakter.
“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas tapi juga memiliki integritas,” tegasnya.
Gubernur juga mengaitkan pendidikan karakter dengan kebutuhan membangun generasi yang tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana. Pengalaman Sumbar menghadapi bencana hidrometeorologi menjadi pembelajaran bahwa ketangguhan masyarakat tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kesiapsiagaan, disiplin, kepedulian, dan solidaritas sejak dari lingkungan pendidikan.
“Alam takambang jadi guru. Setiap perkembangan zaman harus menjadi pelajaran, setiap perubahan harus menjadi peluang. Termasuk pengalaman kebencanaan yang kita hadapi, harus menjadi pembelajaran untuk membangun generasi yang lebih siap, peduli, dan tangguh,” katanya.
Kepada para siswa, Mahyeldi berpesan agar terus belajar, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memperkuat kemampuan bahasa asing dan kompetensi digital, serta membangun jiwa kewirausahaan. Namun, seluruh kemampuan tersebut harus tetap dibingkai dengan keimanan, salat, Al-Qur’an, akhlak, dan integritas. “Kuasailah ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi dalam waktu yang sama jangan pernah meninggalkan salat dan Al-Qur’an,” pesannya.
Menurut Gubernur, teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi akhlak menentukan arah penggunaannya. Pendidikan vokasi dapat membekali siswa dengan keterampilan teknis, namun kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama harus dibangun sejak bangku sekolah. Karena itu, guru dan tenaga kependidikan diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya pendidikan karakter.
Ia berharap Masjid Ahmad Karim tidak hanya ramai saat peresmian, tetapi menjadi bagian dari budaya sekolah melalui salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, kajian ilmu, pembinaan akhlak, kegiatan sosial, hingga edukasi kebencanaan.
“Jadikanlah masjid ini bagian dari budaya sekolah. Jadikan salat berjamaah sebagai kebiasaan, membaca Al-Qur’an sebagai kebutuhan, kajian ilmu sebagai tradisi, dan masjid ini sebagai tempat pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Gubernur secara resmi meresmikan penggunaan Masjid Ahmad Karim SMK Negeri 1 Bukittinggi. Ia berharap masjid tersebut memberikan manfaat bagi warga sekolah dan masyarakat sekaligus mendukung lahirnya generasi Sumatera Barat yang terampil menguasai teknologi, berakhlak mulia, berintegritas, peduli terhadap sesama, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana. (Adpsb/rmz/bud)