HEADLINE
Saat Urus KTP, Jaringan Internet Putus, Puluhan Warga Batubara Kecewa    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Puluhan warga Batubara yang akan mengurus KTP-nya
Puluhan warga Batubara yang akan mengurus KTP-nya, kecewa ketika mendatangi kantor Capil di jalinsum Indrapura, Selasa (2 /6/2026). (Foto: Herman Manurung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Puluhan warga Batubara yang akan mengurus KTP-nya, kecewa ketika mendatangi kantor Capil di jalinsum Indrapura, Selasa (2 /6/2026). 

Pasalnya, puluhan warga tetap mengikuti antrian, namun sangat disesalkan ketika selesai mengikuti antrian mereka harus dikecewakan akibat tidak aktifnya internet di kantor Disdukcapil.

"Ah.... ngeri kali lah ini pak,..... bisa pulak saat mengurus KTP awak tak bisa mengambil KTP awak dikantor Capil ini," ungkap kecewa seorang warga yang sedang mengurus KTP. 

Padahal warga ini sudah beberapa kali datang ke kantor Capil kabupaten Batubara Sumut.

Petugas pengurusan KTP di Dukcapil Batubara, hanya mengucapkan, "Nanti kita beritahukan berikutnya bila sudah online ya bapak ibu, " ucapnya ke warga yang mengurus KTP melalui mikrofon dimejanya di kantor Disdukcapil, Kabupaten Batubara, Sumut.

Sano, salah seorang pejabat yang bertugas di dukcapil, menanggapi pernyataan kekecewaan beberapa masyarakat, "Buka internet yang lelet pak....." 

"Namun jaringan online Nasional, dan bukan hanya Kabupaten BatuBara saja yang lelet," jelas Sano ke awak Media.

Pantauan, Awak Media di kantor Disdukcapil Kabupaten Batubara Selasa, (2/6/2026) sangat ramai dikunjungi warga masyarakat dari penjuru Kabupaten Batubara, namun tampak pemandangan yang sangat meresahkan masyarakat minimnya petugas. 

Pasalnya, mulai dari pagi hingga siang hari mengikuti antrian, tiba dipanggil namanya KTP-nya tidak dapat diperoleh dan harus berulang kembali mendatangi kantor Dukcapil Batubara. Ini jelas' mempersulit masyarakat dalam pelayanan publik. 

Bupati Batubara Baharuddin Siagian diminta untuk segera mengevaluasi Kadis Dukcapil.

"Karena sampai beberapa hari masyarakat kecewa dalam pengurusan KTP," ungkap beberapa warga ke awak Media. (Herman Manurung)

Wali Kota Sawahlunto dan KAN Talawi Matangkan Rencana Rehabilitasi Pasar Nagari    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Wali Kota Sawahlunto dan KAN Talawi Matangkan Rencana Rehabilitasi Pasar Nagari
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah berdiskusi dengan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Talawi terkait rencana rehabilitasi area parkir dan bangunan Pasar Nagari Talawi, Selasa (2/6/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah berdiskusi dengan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Talawi terkait rencana rehabilitasi area parkir dan bangunan Pasar Nagari Talawi, Selasa (2/6/2026).

Pertemuan yang turut dihadiri anggota DPRD Kota Sawahlunto Rio Mardanil tersebut membahas berbagai aspek perencanaan rehabilitasi pasar, mulai dari kebutuhan infrastruktur hingga upaya peningkatan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat.

Wali Kota Riyanda Putra mengatakan Pasar Nagari Talawi merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung perdagangan dan perputaran ekonomi warga di kawasan Talawi.

"Pasar Nagari Talawi menjadi salah satu titik penting aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kondisi sarana dan prasarana yang ada perlu mendapat perhatian agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pedagang maupun pengunjung," ujarnya.

Menurut Riyanda, kondisi bangunan dan area parkir pasar saat ini membutuhkan rehabilitasi guna meningkatkan aspek keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan fungsi pelayanan pasar.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Sawahlunto akan terus berkoordinasi dengan unsur adat dan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan sehingga program rehabilitasi dapat berjalan sesuai kebutuhan dan harapan warga.

Diskusi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku adat dalam mendukung pengembangan fasilitas publik yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap rehabilitasi Pasar Nagari Talawi dapat meningkatkan kualitas layanan pasar, memperkuat aktivitas perdagangan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan. (*) 

Pewarta: Marjafri

Gubernur Mahyeldi Hadiri Gala Premiere Film Jangan Buang Ibu, Apresiasi Pesan Moral tentang Keluarga    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Gubernur Mahyeldi Hadiri Gala Premiere Film Jangan Buang Ibu, Apresiasi Pesan Moral tentang Keluarga
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri gala premiere film Jangan Buang Ibu yang diselenggarakan oleh Leo Pictures di Basko City Mall, Senin (1/6/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri gala premiere film Jangan Buang Ibu yang diselenggarakan oleh Leo Pictures di Basko City Mall, Senin (1/6/2026).

Kehadiran Gubernur Mahyeldi merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap karya perfilman nasional yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan pesan-pesan edukatif dan nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi mengapresiasi film Jangan Buang Ibu yang mengangkat tema hubungan keluarga, penghormatan kepada orang tua, serta pentingnya menjaga ikatan kasih sayang di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

“Film merupakan media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Ketika sebuah film mampu mengingatkan kita tentang pentingnya berbakti kepada orang tua dan menjaga keharmonisan keluarga, maka film tersebut memiliki nilai yang sangat besar,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, berbagai media kreatif, termasuk film, perlu didorong untuk menghadirkan konten yang menguatkan nilai-nilai keluarga, kepedulian sosial, dan akhlak yang baik.

Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam produksi film tersebut. Ia berharap karya-karya perfilman Indonesia semakin berkembang dan mampu menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat.

“Kita berharap semakin banyak karya kreatif yang lahir dari insan perfilman Indonesia, yang tidak hanya berkualitas dari sisi produksi, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan bagi generasi muda,” katanya.

Gala premiere film Jangan Buang Ibu turut dihadiri Ibu Ketua PKK Provinsi Sumbar, Harneli Mahyeldi; Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi; Ketua BKOW Provinsi Sumbar, Dianita Maulin Vasko; Ketua Darma Wanita Provinsi Sumbar, Arimby Arry serta sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar.

Tidak hanya itu, sejumlah aktris dan aktor yang membintangi film tersebut. Acara berlangsung hangat dengan antusiasme tinggi dari para penonton yang memadati lokasi pemutaran perdana film tersebut.

Melalui dukungan terhadap karya-karya kreatif yang sarat pesan moral, Mahyeldi berharap industri perfilman nasional dapat terus tumbuh dan berkontribusi dalam membangun karakter bangsa, sejalan dengan upaya mewujudkan generasi yang berakhlak, berbudaya, dan berdaya saing. (adpsb/bud)

Wako Fadly Amran Terima Audiensi Pengurus PDPI Sumatera Barat    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Wako Fadly Amran Terima Audiensi Pengurus PDPI Sumatera Barat
Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi pengurus PDPI Sumatera Barat. Pertemuan berlangsung hangat, santai, namun tetap produktif, di VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa 2 Juni 2026. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi pengurus PDPI Sumatera Barat. Pertemuan berlangsung hangat, santai, namun tetap produktif, di VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa 2 Juni 2026.

Wali Kota Padang Fadly Amran pada kesempatan itu, didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Srikurnia Yati, Ketua PDPI Sumatera Barat Dr. dr. Masrul Basar, dan Ketua Panitia Acara Konker PDPI dr. Oea Khairsyaf.

Ketua Panitia Acara Konker PDPI dr. Oea Khairsyaf menyampaikan bahwa PDPI akan menyelenggarakan Konferensi Kerja (Konker) ke-XVIII pada 16–19 September 2026 di Kota Padang. Kegiatan ini akan dihadiri 1.800 dokter spesialis paru dari berbagai daerah di Indonesia.

“Jumlah keseluruhan tamu diperkirakan mencapai 3.000 hingga 3.500 orang, termasuk peserta, keluarga, dan sponsor. Selain agenda ilmiah, kegiatan juga akan diramaikan dengan pameran kesehatan serta program wisata bagi peserta,” ujar dr. Oea Khairsyaf. 

Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PDPI yang telah memilih Kota Padang sebagai tuan rumah Konker XVIII. 

“Terima kasih telah menunjuk Kota Padang sebagai tuan rumah. Semoga kegiatan ini memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Kota Padang. Kami siap memberikan dukungan demi suksesnya pelaksanaan kegiatan ini," ujarnya. 

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk mendukung kegiatan ini, dan berharap kerja sama dari PDPI dalam berbagai program kesehatan paru di Kota Padang, khususnya penanganan tuberkulosis (TB) dan penyakit paru lainnya.

“Kami juga mengharapkan dukungan dari PDPI untuk mengatasi persoalan kesehatan, khususnya penanganan Tuberkulosis (TB) di Kota Padang, sehingga upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal," cakapnya. (Prokompin).

Pemko Padang Buka SPMB SD dan SMP Tahun Ajaran 2026/2027    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Pemko Padang Buka SPMB SD dan SMP Tahun Ajaran 2026/2027
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang resmi mengumumkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP, Selasa, 2 Juni 2026, di Padang. (Foto: Diskominfo Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang resmi mengumumkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP, Selasa, 2 Juni 2026, di Padang.

"SPMB Kota Padang tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai pada 22 Juni. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlambat mengikuti tahapan yang telah ditetapkan," kata Yopi Krislov, Kepala Disdikbud) Kota Padang. 

Pendaftaran SPMB SD dan SMP akan dibuka mulai 22 Juni 2026. Untuk jenjang SD tersedia tiga jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi, dan mutasi. Sementara itu, jenjang SMP memiliki empat jalur, yaitu domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.

"Prestasi yang digunakan harus benar-benar valid. Baik prestasi akademik maupun nonakademik akan kami kurasi dan verifikasi keabsahannya agar tidak ada sertifikat yang tidak sesuai atau dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya. 

Pendaftaran jenjang SD dilakukan secara langsung di salah satu SD Negeri di Kota Padang dengan mengisi formulir yang diunduh melalui laman resmi SPMB Kota Padang. Calon murid hanya dapat memilih satu jalur pendaftaran dengan maksimal dua pilihan sekolah pada jalur domisili, sedangkan jalur afirmasi dan mutasi dapat memilih sekolah tanpa batas wilayah. Seleksi calon murid SD didasarkan pada persyaratan usia sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendaftaran SMP dilakukan secara daring melalui laman https://psb.diknaspadang.id⁠. Calon murid hanya dapat memilih satu jalur pendaftaran dan wajib mengunggah dokumen sesuai persyaratan. Khusus jalur prestasi, Disdikbud melakukan verifikasi terhadap sertifikat akademik maupun nonakademik yang digunakan sebagai syarat pendaftaran.

Seluruh sekolah negeri di Kota Padang memiliki kualitas yang baik sehingga masyarakat tidak perlu lagi beranggapan adanya sekolah favorit. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan capaian yang relatif merata di berbagai sekolah.

Jalur domisili diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili dekat sekolah tujuan, jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu, jalur prestasi bagi siswa berprestasi, serta jalur mutasi bagi anak guru dan orang tua yang berpindah tugas.

Pemko Padang optimistis pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar. Sebab pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya berlangsung tanpa kendala berarti dan tidak menerima laporan permasalahan dari Ombudsman.

"Sebenarnya tidak ada lagi sekolah favorit. Hasil TKA menunjukkan kemampuan siswa di berbagai sekolah cukup beragam dan merata. Yang terpenting adalah memilih jalur sesuai kondisi masing-masing," katanya. 

Pendaftaran SPMB SD dan SMP berlangsung pada 22–24 Juni 2026, dengan pengumuman hasil seleksi masing-masing pada 25 Juni untuk SD dan 26 Juni untuk SMP. Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi SPMB Kota Padang, website Disdikbud Kota Padang, serta layanan helpdesk yang telah disediakan.

"Alhamdulillah pelaksanaan tahun lalu berjalan aman. Masyarakat sudah semakin memahami mekanisme penerimaan murid baru. Mudah-mudahan pada tahun ajaran 2026/2027 ini seluruh proses juga berjalan lancar dan dipahami oleh masyarakat," pungkasnya. (*)

Sumber: Diskominfo Kota Padang

Ini yang Disampaikan Wawako Maigus Nasir pada Rakor Percepatan Penetapan dan Integritas LP2B Provinsi Sumatera Barat    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Ini yang Disampaikan Wawako Maigus Nasir pada Rakor Percepatan Penetapan dan Integritas LP2B Provinsi Sumatera Barat
Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penetapan dan Integritas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Sumatera Barat Digelar di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa 2 Juni 2026. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penetapan dan Integritas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Sumatera Barat Digelar di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa 2 Juni 2026.

Rakor ini membahas percepatan penetapan LP2B kabupaten dan kota se-Sumatera Barat sebagai upaya menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan alih fungsi lahan pertanian yang terus meningkat. 

Andi Renald menyampaikan percepatan LP2B merupakan bagian dari Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi baru.

Ia juga mengungkapkan, dari 38 provinsi di Indonesia, baru 23 provinsi yang telah memuat Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) dalam RTRW provinsi. Sementara dari 504 kabupaten/kota di Indonesia, baru sekitar 203 daerah yang memasukkan KP2B ke dalam RTRW daerahnya.

"Kabupaten dan kota kita tidak bertambah luas, namun kebutuhan ruang terus meningkat. Oleh sebab itu, diperlukan perencanaan dan pengendalian yang baik agar pembangunan tetap berjalan, namun keberadaan lahan pertanian pangan tetap terjaga demi masa depan ketahanan pangan kita bersama," katanya. 

Maigus Nasir menyampaikan Pemerintah Kota Padang mendukung kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, namun tetap perlu menjaga keseimbangan antara perlindungan lahan dengan kebutuhan pembangunan dan investasi daerah.

“Kota Padang sebagai ibu kota provinsi tentu harus memperhatikan arah pembangunan dan investasi. Sehingga kami menilai sangat tidak memungkinkan apabila seluruh target LP2B itu harus dipenuhi oleh Kota Padang sendiri," ujarnya. 

Maigus menambahkan, Kota Padang memiliki Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 4.357,74 hektar dengan target penetapan LP2B sebesar 3.791,23 hektare atau sekitar 87 persen hingga tahun 2029. Saat ini luas lahan yang tersedia baru mencapai 2.123,64 hektare atau sekitar 48 persen, sehingga masih terdapat kekurangan lahan seluas 1.667,59 hektare.

Maigus Nasir menyampaikan target 87 persen ini juga merupakan target provinsi yang perlu dicapai secara bersama-sama oleh seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat. Kota Padang sebagai ibu kota provinsi harus tetap memperhatikan arah pembangunan, investasi, pusat pemerintahan, serta pusat pendidikan di Sumatera Barat.

“Kami mengusulkan agar daerah yang secara zonasi tidak memungkinkan memenuhi target LP2B, maka dapat didukung oleh daerah lain yang memiliki potensi lahan lebih luas," cakapnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumbar Afriwarman menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyebutkan Sumbar sebagai salah satu dari delapan provinsi penyangga lumbung pangan nasional memiliki LBS seluas 188.521 hektar yang tersebar di kabupaten/kota. Lahan tersebut ditargetkan menjadi LP2B seluas 164.025 hektar atau sekitar 87 persen. (Prokompin)

Didanai SBSN Rp3 Miliar, Pembangunan Gedung Baru MIN 2 Talawi Resmi Dimulai    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Baru MIN 2 Talawi oléh Wali Kota Sawahlunto
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung tambahan ruang belajar MIN 2 Sawahlunto di Desa Talawi Mudiak, Kecamatan Talawi, Selasa (2/6/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung tambahan ruang belajar MIN 2 Sawahlunto di Desa Talawi Mudiak, Kecamatan Talawi, Selasa (2/6/2026).

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sarana pendidikan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Sawahlunto.

Pembangunan gedung baru MIN 2 Sawahlunto didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementerian Agama Republik Indonesia yang disalurkan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, dengan nilai anggaran lebih dari Rp3 miliar.

Selain dukungan pemerintah pusat, pembangunan sekolah tersebut juga mendapat kontribusi dari masyarakat melalui hibah lahan yang diberikan oleh tokoh masyarakat Talawi. 

Dukungan tersebut mencerminkan tingginya kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap kemajuan dunia pendidikan di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan gedung baru MIN 2 Sawahlunto yang dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Talawi.

Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

"Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, setiap upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan harus terus kita dukung agar mampu melahirkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing," ujar Riyanda.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen mendukung dan mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai perencanaan, tepat mutu, tepat waktu, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Komitmen tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan setiap program pembangunan yang masuk ke Kota Sawahlunto dapat terlaksana secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Riyanda juga mengimbau pihak rekanan pelaksana proyek agar memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Talawi dan wilayah sekitar, selama proses pembangunan berlangsung.

Menurutnya, selain meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, proyek pembangunan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi melalui terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

"Kami berharap tenaga kerja lokal dapat diberdayakan semaksimal mungkin sehingga manfaat pembangunan ini tidak hanya dirasakan oleh dunia pendidikan, tetapi juga oleh masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja," pungkasnya.

Pembangunan gedung tambahan ruang belajar MIN 2 Sawahlunto diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan pendidikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih representatif dan nyaman bagi para siswa. (*) 

Pewarta: marjafri

Gubernur Mahyeldi Resmikan SMP Islam Darul Hakim, Hidupkan Kembali Tradisi Pendidikan Surau    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Gubernur Mahyeldi Resmikan SMP Islam Darul Hakim, Hidupkan Kembali Tradisi Pendidikan Surau
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meresmikan SMP Islam Darul Hakim di Jorong Bumbung, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (2/6/2026). (Foto: Adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meresmikan SMP Islam Darul Hakim di Jorong Bumbung, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (2/6/2026). 

Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Akademi Surau Indonesia itu diharapkan menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi unggul, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Islam serta budaya Minangkabau.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan kehadiran SMP Islam Darul Hakim bukan sekadar penambahan sarana pendidikan, melainkan ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berkarakter, dan memiliki keimanan yang kuat.

“Peresmian SMP Islam Darul Hakim tidak boleh dimaknai hanya sebagai berdirinya sebuah gedung sekolah. Sekolah ini harus menjadi tempat lahirnya generasi penerus yang melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga mengingatkan bahwa Situjuah memiliki nilai historis penting dalam perjalanan bangsa, terutama melalui Peristiwa Situjuah tahun 1949 yang menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan Republik Indonesia dan eksistensi Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Menurutnya, semangat perjuangan, patriotisme, dan keteguhan iman yang diwariskan para pejuang harus menjadi ruh pembangunan, termasuk di bidang pendidikan.

Mahyeldi menilai keberadaan SMP Islam Darul Hakim memiliki makna strategis karena sejalan dengan upaya menghidupkan kembali tradisi pendidikan berbasis surau yang sejak dahulu menjadi pusat pembinaan ilmu, akhlak, dan kepemimpinan di Minangkabau.

“Anak-anak kita membutuhkan bekal yang lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mereka harus memiliki karakter yang kuat, semangat belajar yang tinggi, serta keimanan yang menjadi penuntun dalam setiap langkah kehidupan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, alim ulama, bundo kanduang, hingga perantau untuk bersama-sama mendukung kemajuan SMP Islam Darul Hakim agar berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berkelanjutan.

Kepada para siswa, Mahyeldi berpesan agar memanfaatkan masa belajar dengan sebaik-baiknya, mencintai Al-Qur’an, menghormati guru, dan berbakti kepada orang tua.

“Jangan pernah takut bermimpi besar. Dari SMP Islam Darul Hakim ini, insya Allah akan lahir para ulama, guru, dokter, insinyur, pengusaha, akademisi, pemimpin, dan tokoh masyarakat yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan daerah,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha menyampaikan apresiasi atas berdirinya SMP Islam Darul Hakim. 

Ia menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terhadap keberadaan sekolah tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina Yayasan Akademi Surau Indonesia, Dr. Irfan Fachruddin mengatakan SMP Islam Darul Hakim didirikan untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkarakter Islami melalui perpaduan pendidikan modern dengan tradisi surau yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri dan Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto. 

Selain itu juga hadir Anggota DPRD Provinsi Sumbar dan DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Forkopimca Situjuah Limo Nagari, tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, bundo kanduang, wali murid, serta para siswa SMP Islam Darul Hakim. (adpsb/rmz/bud)

The Lead Institute Paramadina: Cinta Di Era Digital Harus Ubah Haus-Validasi Jadi Solidaritas-Sosial    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

The Lead Institute Paramadina: Cinta Di Era Digital Harus Ubah Haus-Validasi Jadi Solidaritas-Sosial
Kajian Filsafat dan Agama 2026 Seri Kedua dengan tema "Hubbud-Dunya di Era Digital" yang digelar The Lead Institute Universitas Paramadina bekerja sama dengan MaHa Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation pada Jumat, 29 Mei 2025. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Di tengah arus digital yang serba cepat, cinta kerap terjebak dalam pencitraan, validasi, dan hubungan instan. Banyak orang hari ini hidup di tengah tekanan untuk selalu terlihat bahagia, menarik, dan haus pengakuan di media sosial.

Warganet menghadapi hubungan yang semakin rapuh, cepat berubah, dan mudah dipengaruhi oleh tren sesaat. Fenomena flexing hingga ketakutan akut ketinggalan tren alias FOMO menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat digital.

Persoalan tersebut menjadi bahasan Kajian Filsafat dan Agama 2026 Seri Kedua dengan tema "Hubbud-Dunya di Era Digital" yang digelar The Lead Institute Universitas Paramadina bekerja sama dengan MaHa Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation pada Jumat, 29 Mei 2025.

Dimoderatori oleh Peneliti The Lead Institute, Nurma Komala, Kajian Filsafat dan Agama 2026 membahas tema cinta dengan dua perspektif besar, yakni cinta sebagai seni dalam pemikiran filsuf Madzhab Frankfurt Erich Fromm yang terkenal dengan bukunya The Art of Loving, dan cinta sebagai jalan spiritual menuju Tuhan dalam pemikiran cendekiawan muslim Paramadina Nurcholish Madjid atau Cak Nur.

Yayah Khisbiyah Dosen Psikologi UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) menjelaskan, Erich Fromm memandang cinta sebagai seni yang harus dipelajari dan dilatih. Menurut Fromm, manusia modern kerap sibuk menjadi sosok yang pantas dicintai, tetapi lupa belajar bagaimana caranya mencintai. 

“Cinta, dalam pandangan Fromm, bukan kepemilikan dan bukan pula hubungan yang transaksional, melainkan tindakan aktif yang ditandai oleh perhatian, tanggung jawab, rasa hormat, dan pengetahuan terhadap orang lain,” jelas aktivis Muhammadiyah ini.

Di tengah budaya pencitraan, validasi sosial, dan dorongan untuk terus tampil menarik di media sosial, hubungan antarmanusia mudah bergeser dan menjadi serba dangkal. Banyak orang mengejar pengakuan, tetapi kehilangan ruang kedekatan sosial yang sehat.

Menurut Yayah, cinta mestinya dipandang sebagai sebuah seni aktif yang butuh latihan, perhatian, tanggung jawab, dan rasa hormat. 

Sehingga pada akhirnya, cinta bisa terwujud dalam tindakan nyata untuk membantu kelompok marjinal, rentan, dan terpinggirkan.

“Cinta dalam konteks kemanusiaan universal bukan sekadar emosi privat tetapi mesti dimaknai sebagai energi positif dalam menjalin hubungan melalui tindakan-tindakan merawat kehidupan sosial dan kelestarian lingkungan hidup bersama,” kata Yayah.

Sementara itu, Ketua The Lead Institute, Suratno Muchoeri, menyoroti pemikiran Cak Nur yang melihat cinta sebagai jalan mendekat kepada Tuhan atau taqarrub ilallah. 

Manusia perlu waspada terhadap hubbud-dunya, yakni kecintaan berlebihan pada dunia dan segala simbolnya, seperti harta, popularitas, dan kesenangan sesaat.

Suratno menjelaskan, di era digital, bentuk baru dari cinta duniawi tampak dalam budaya flexing, kecanduan gawai, dorongan mengejar viralitas, serta kebutuhan untuk mendapatkan validasi. Mengutip Cak Nur, Suratno menyebutnya sebagai penyakit rohani modern.

“Cak Nur menempatkan cinta bukan hanya sebagai urusan pribadi, tetapi juga sebagai energi moral dan spiritual yang membimbing manusia untuk lebih jernih, lembut, serta bertanggung jawab kepada sesama,” jelas alumni Universitas Goethe Frankfurt, Jerman ini.

Suratno menambahkan, cinta yang sehat tidak berhenti pada perasaan individual, tapi juga hadir dalam sikap hidup, akhlak sosial, dan kepedulian terhadap kemanusiaan. Itulah cinta yang sejati, tegas Suratno.

Meski berangkat dari disiplin berbeda, Erich Fromm dan Nurcholish Madjid sepakat menolak egoisme dan cinta yang dangkal. 

Keduanya memandang cinta sebagai kekuatan aktif yang memerdekakan manusia, membangun kedewasaan, dan menumbuhkan solidaritas sosial.

“Fromm dan Cak Nur sama-sama melihat bahwa cinta bukanlah sekadar emosi pasif yang datang dan pergi. Cinta adalah seni aktif, tindakan sadar dan komitmen,” tutur Suratno. (*)

SMKN 2 Sawahlunto Perkuat Pendidikan Vokasi, Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Genjot Sosialisasi Jurusan DPIB    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Plt Kepala SMKN2 Sawahlunto Ponidi bersama awak media
Plt Kepala SMKN2 Sawahlunto Ponidi bersama awak media. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
– SMK Negeri 2 (SMKN) 2 Sawahlunto terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja dan industri. 

Melalui berbagai program pembelajaran berbasis kompetensi, sekolah ini berkomitmen mencetak lulusan yang siap bekerja, berkarakter, dan mampu bersaing di dunia usaha maupun dunia industri.

Pada Tahun Ajaran 2024/2025, SMKN 2 Sawahlunto berhasil mencatat tingkat kelulusan 100 persen. Sebanyak 174 siswa kelas XII yang mengikuti ujian akhir dinyatakan lulus. 

Mereka berasal dari lima program keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Permesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), serta Geologi Pertambangan.

Plt. Kepala SMKN 2 Sawahlunto, Ponidi, mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini berstatus SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Selain itu, sekolah juga tengah menjalani proses reaktivasi akreditasi dengan target peningkatan dari Akreditasi B menjadi Akreditasi A.

"Saat ini status sekolah adalah SMK Pusat Keunggulan dan SMK BLUD. Untuk akreditasi, saat ini sedang dalam proses reaktivasi dan secara persyaratan kami telah memenuhi ketentuan untuk meningkat dari Akreditasi B menjadi Akreditasi A," ujar Ponidi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/6).

Menurutnya, SMKN 2 Sawahlunto menerapkan sistem pendidikan yang menekankan pada pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik. 

Selain keterampilan teknis sesuai bidang keahlian masing-masing, siswa juga dibekali nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kesiapan bekerja di berbagai lokasi penugasan, kesopanan, dan kejujuran.

"Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter dan etos kerja yang dibutuhkan oleh dunia industri," katanya.

Salah satu program keahlian yang menjadi unggulan sekolah adalah Geologi Pertambangan, yang hingga kini masih menjadi jurusan favorit dan banyak diminati calon peserta didik. Program tersebut memiliki masa pendidikan selama empat tahun dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor pertambangan.

Selain mempertahankan program unggulan yang telah diminati masyarakat, SMKN 2 Sawahlunto juga terus menggenjot sosialisasi Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). 

Langkah ini dilakukan untuk meluruskan persepsi yang masih berkembang di masyarakat terkait prospek kerja lulusan jurusan tersebut.

Ponidi menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap lulusan DPIB hanya akan bekerja sebagai tukang atau pekerja bangunan. Padahal, peluang karier yang tersedia jauh lebih luas dan menjanjikan.

"Pemahaman tersebut kurang tepat. Lulusan DPIB memiliki peluang menjadi drafter, ahli gambar teknik, perencana konstruksi, estimator atau penyusun anggaran bangunan, hingga profesi lainnya yang sangat dibutuhkan di sektor konstruksi dan pembangunan," jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan jurusan tersebut, sekolah memberikan program reward bagi peserta didik baru yang memilih DPIB. Fasilitas yang diberikan berupa seragam praktik gratis dan pembebasan iuran sekolah selama enam bulan.

Program tersebut, lanjut Ponidi, dapat terlaksana berkat dukungan dan kontribusi para alumni yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan sekolah.

"Alhamdulillah, program reward ini dapat berjalan berkat kerja sama dan sumbangsih dari para alumni," ujarnya.

Dalam rangka memperkenalkan program keahlian kepada calon peserta didik, SMKN 2 Sawahlunto juga melaksanakan kegiatan Open Workshop. 

Melalui program ini, siswa kelas IX SMP/MTs diundang untuk mengunjungi sekolah dan melihat secara langsung aktivitas pembelajaran serta praktik kerja pada setiap jurusan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada calon siswa mengenai dunia pendidikan vokasi, sehingga mereka dapat menentukan pilihan jurusan berdasarkan minat, bakat, dan potensi diri, bukan sekadar mengikuti pilihan orang lain.

"Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami bahwa pendidikan vokasi memiliki prospek yang sangat baik. Harapannya, siswa dapat memilih jurusan sesuai minat dan bakatnya sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," tambah Ponidi.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan dari keluarga dan masyarakat.

"Peran orang tua sangat penting dalam memberikan motivasi dan dukungan kepada anak. Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, kami optimistis dapat mencetak generasi yang siap meraih kesuksesan karier dan masa depan yang lebih baik," pungkasnya. (*) 

Pewarta: Marjafri

Wako Fadly Amran Tegaskan Kota Sehat Merupakan bagian dari Visi Kejayaan Kota Padang    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Wako Fadly Amran Tegaskan Kota Sehat Merupakan bagian dari Visi Kejayaan Kota Padang
Kota Padang mulai mempersiapkan diri menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2027 di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Selasa (2/6/2026). (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Padang mulai mempersiapkan diri menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2027 di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Selasa (2/6/2026).

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Kota Padang, Swesti Fanloni, sekaligus Ketua Pembina Forum Kota Sehat (FKS) Kota Padang, Ketua Forum Kota Sehat (FKS) Kota Padang, Rukayah Anwar, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat se-Kota Padang, Pengurus FKS Kota Padang, dan Narasumber dari Universitas Andalas (Unand), Prof. Asrinaldi dan Andri Rusta, S.IP., M.PP.

Setelah sukses meraih predikat Swasti Saba Wiwerda (kategori perak) pada 2025, Kota Padang menargetkan pencapaian tertinggi nasional yakni Swasti Saba Wistara (kategori emas) pada penilaian tahun 2027.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa Kota Sehat merupakan bagian dari visi kejayaan Kota Padang. Pemerintah Kota Padang menargetkan meraih predikat Kota Sehat terbaik nasional pada 2027.

"Kota Sehat adalah bagian dari visi kejayaan Kota Padang. Karena itu, kami menargetkan Padang meraih predikat Kota Sehat terbaik nasional pada 2027," katanya. 

Untuk mewujudkan target tersebut, Fadly Amran meminta seluruh perangkat daerah, FKS Kota Padang, pemerintah kecamatan, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi serta bekerja lebih terstruktur dan masif.

Seluruh indikator penilaian diminta menjadi perhatian khusus bersama. Evaluasi menyeluruh terhadap hasil penilaian sebelumnya harus dilakukan agar setiap kekurangan dapat diperbaiki sejak dini.

"Seluruh indikator penilaian harus menjadi perhatian khusus kita bersama. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan terhadap hasil penilaian sebelumnya, sehingga kita dapat memastikan setiap kekurangan dapat diperbaiki sejak sekarang," ujarnya. 

Kepala Bappeda Kota Padang, Swesti Fanloni, sekaligus Ketua Pembina FKS Kota Padang, mengungkapkan bahwa pada penilaian Kota Sehat tahun 2025 Kota Padang berhasil meraih nilai tertinggi di Sumatera Barat.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan untuk mencapai predikat Swasti Saba Wistara pada 2027.

Dalam penilaian KKS terdapat 9 tatanan dan 136 indikator yang harus dipenuhi secara optimal. Kesembilan tatanan tersebut meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum sehat, sekolah sehat, pasar sehat dan pariwisata sehat, serta industri dan perkantoran sehat. Selain itu transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, dan penanggulangan bencana.

Pemko Padang saat ini mulai menyiapkan evidence atau data dukung tahun 2026 yang akan menjadi baseline penilaian 2027.
Selain memperkuat kelembagaan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, seluruh OPD diminta melengkapi dokumen pendukung sesuai kewenangannya serta meningkatkan kualitas dokumentasi dan pelaporan kegiatan.

Tujuan utama program KKS bukan semata-mata meraih penghargaan, tetapi menciptakan lingkungan kota/kabupaten yang bersih, sehat, nyaman, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.

"Sesuai arahan Bapak Wali Kota, tujuan utama program KKS ini bukan semata-mata meraih penghargaan, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, nyaman, dan layak huni bagi seluruh masyarakat," cakap Kepala Bappeda Kota Padang sekaligus Ketua Pembina FKS Kota Padang, Swesti Fanlon. 

Ketua FKS Kota Padang, Rukayah Anwar, menyampaikan bahwa proses penilaian KKS 2027 telah dimulai melalui penginputan data pada aplikasi SiPantas.

FKS bersama OPD terkait akan melakukan evaluasi dan pendampingan secara intensif agar seluruh indikator dan evidence dapat terpenuhi sebelum verifikasi nasional berlangsung.

"Kami optimistis Kota Padang dapat meningkatkan predikat dari Swasti Saba Wiwerda menjadi Swasti Saba Wistara pada 2027. Sehingga dengan itu Padang menjadi salah satu kota sehat terbaik di Indonesia," ujar Ketua FKS Kota Padang, Rukayah Anwar. (Prokimpin)

Jelajah Perbukitan Terjal: Satgas Polres Solok Berhasil Tertibkan Lokasi Tambang Emas Ilegal di Payung Sekaki    
Selasa, Juni 02, 2026

On Selasa, Juni 02, 2026

Jelajah Perbukitan Terjal: Satgas Polres Solok Berhasil Tertibkan Lokasi Tambang Emas Ilegal di Payung Sekaki
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok bersama tim gabungan melakukan operasi penertiban dan penindakan keras terhadap kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah hukum Polsek Payung Sekaki. (Foto: Aktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Guna menegakkan aturan hukum dan melindungi kekayaan alam daerah, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok bersama tim gabungan melakukan operasi penertiban dan penindakan keras terhadap kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah hukum Polsek Payung Sekaki.

Operasi yang berlangsung Senin (1/6/2026) ini menempuh medan berat berupa perbukitan terjal demi memastikan ketertiban dan keamanan lingkungan di Kabupaten Solok.

Kegiatan operasional ini dilaksanakan berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap Nomor 8 Tahun 2021, informasi intelijen terkait keberadaan aktivitas ilegal, serta surat perintah tugas dan rencana kerja Polres Solok tahun anggaran 2026.

Pasukan gabungan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Solok, IPTU Albeth Salomo Sinulaki, S.Tr.K., S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek Payung Sekaki, IPTU Andi Rayandri Putra, S.H, serta Kanit Tipidter, IPDA Ari Muliadi, S.H. Turut serta dalam barisan petugas antara lain Aiptu M. Agus, Aipda T.J. Sijabat, Bripka Arga Aditia, Brigpol Aswandi P., Brigpol Ari Hidayat, Briptu Ikra Milgani, Bripda Rahma Danu, Aipda Frisko Retrilda (Kanit Intel Payung Sekaki), Bripka Delvian Saputra S.H (Kanit Reskrim Payung Sekaki), dan Bripda M. Zakly Fayyadh, serta unsur TNI dari Korem 032 Wirabraja.

Rangkaian aksi dimulai pukul 13.00 WIB, saat personel berangkat dari Markas Komando (Mako) Polres Solok menuju Mako Polsek Payung Sekaki. Tiba di lokasi sekitar pukul 14.15 WIB, seluruh kekuatan segera dikumpulkan dalam apel kesiapan. 

Dalam arahannya, Kasat Reskrim memberikan instruksi tegas terkait sasaran operasi dan prosedur hukum yang harus dijalankan di lapangan.

Pukul 14.30 WIB, rombongan bergerak menuju lokasi sasaran yang terletak di Jorong Rumah Gadang, Nagari Supayang.

Tantangan sesungguhnya baru dimulai saat kendaraan tidak lagi bisa dilalui, sehingga tim harus menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih dua jam melintasi wilayah perbukitan dengan kontur pendakian dan penurunan yang cukup curam dan terjal. 

Meski medan berat, semangat personel tetap tinggi hingga akhirnya tiba di titik lokasi sekitar pukul 16.30 WIB.

Sesampainya di lokasi, petugas menemukan bukti nyata adanya aktivitas penambangan emas yang dilakukan secara ilegal.

Terlihat jelas jejak-jejak penggalian serta sejumlah pondok dan bangunan darurat yang diduga digunakan sebagai tempat istirahat maupun penyimpanan alat oleh para pelaku kegiatan terlarang tersebut.

Berdasarkan kewenangan dan aturan yang berlaku, tim gabungan segera memasang garis pembatas (Police Line) guna mengamankan lokasi agar tidak dimanfaatkan kembali.

Langkah tegas pun diambil dengan membakar sejumlah pondok dan kotak penyimpanan yang menjadi sarana pendukung kegiatan PETI tersebut. 

Tindakan ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai operasi ilegal dan memberikan efek jera bagi pelaku.

Setelah memastikan lokasi telah bersih dan diamankan, tim meninggalkan lokasi sekitar pukul 19.00 WIB dalam keadaan aman dan terkendali. 

Perjalanan pulang kembali ditempuh dengan hati-hati menuruni bukit, hingga akhirnya rombongan tiba kembali di Polsek Payung Sekaki sekitar pukul 21.00 WIB. 

Kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi guna mengevaluasi pelaksanaan tugas dan memastikan seluruh personel dalam keadaan sehat dan aman.

Kasat Reskrim Polres Solok menegaskan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam menjaga kedaulatan hukum dan melindungi sumber daya alam.

Pihaknya mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat maupun pihak-pihak yang berniat memanfaatkan kekayaan alam tanpa izin, bahwa aparat penegak hukum akan terus melakukan pemantauan dan penindakan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Polres Solok tetap setia, tulus, dan profesional dalam mengemban tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, serta menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang merugikan negara dan lingkungan," tegasnya di akhir kegiatan.(80)