HEADLINE
SMKN 1 Sijunjung Dorong Guru dan Siswa Hasilkan Buku Lewat Workshop Penulisan    
Rabu, November 04, 2026

On Rabu, November 04, 2026

SMKN 1 Sijunjung Dorong Guru dan Siswa Hasilkan Buku Lewat Workshop Penulisan
SMKN 1 Sijunjung mendorong guru dan siswa menghasilkan karya tulis melalui Workshop Penulisan Buku yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (4-5/11/2026). (Fotdok: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- SMKN 1 Sijunjung mendorong guru dan siswa menghasilkan karya tulis melalui Workshop Penulisan Buku yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (4-5/11/2026). Kegiatan ini menargetkan lahirnya sebuah buku yang memuat kisah perjuangan dan pengalaman hidup orang tua dari sudut pandang guru dan siswa.

Workshop yang berlangsung di ruang serbaguna SMKN 1 Sijunjung tersebut dibuka Kepala Sekolah Addurorul Muntatsiroh, M.Pd., dengan menghadirkan Pimpinan Pustaka Artaz, Armaidi Tanjung, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti 40 peserta, terdiri dari 15 guru dan 25 siswa.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Suryanto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi langkah SMKN 1 Sijunjung yang menjadikan menulis sebagai bagian dari pengembangan kemampuan guru dan siswa. Menurutnya, keterampilan menulis penting karena tidak semua orang mampu menuangkan pikiran dan pengalaman menjadi tulisan yang baik serta mudah dipahami.

"Orang lebih banyak suka bicara, tetapi kurang pandai menulis dengan baik. Padahal, aktivitas menulis memiliki banyak manfaat dan mampu melahirkan improvisasi yang luar biasa," ungkap Suryanto.

Ia mencontohkan sejumlah tokoh besar asal Sumatera Barat yang memiliki tradisi membaca dan menulis kuat, di antaranya Bung Hatta dan Buya Hamka. Keduanya menunjukkan bahwa keterbatasan keadaan tidak menghalangi seseorang untuk terus berkarya melalui tulisan.

Sementara itu, Addurorul Muntatsiroh yang akrab disapa Mumun mengatakan, workshop mengangkat tema Menulis Memoar Perjuangan Ayah dan Ibu: Kisah Mereka, Cerita Kita. Peserta diarahkan menggali pengalaman hidup, perjuangan, dan pengorbanan orang tua untuk dituangkan menjadi karya tulis.

"Di balik setiap langkah kita, ada kisah orang tua yang tak pernah selesai diceritakan. Kini, giliran kita yang memuliakannya," ujar Mumun.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan materi tentang teknik menulis, tetapi juga menargetkan penerbitan sebuah buku hasil karya bersama peserta. Guru dan siswa diberi ruang untuk menuangkan pengalaman, ide, pemikiran, serta kisah keluarga yang selama ini mungkin hanya tersimpan dalam ingatan.

Narasumber Armaidi Tanjung menekankan bahwa pengalaman pribadi merupakan sumber tulisan yang tidak pernah habis. Baik pengalaman menyenangkan maupun tidak menyenangkan, semuanya dapat diolah menjadi cerita yang memiliki nilai dan manfaat bagi pembaca.

Antusiasme peserta mulai terlihat melalui keberanian mereka menuangkan pengalaman ke dalam tulisan. Bahkan, sejumlah guru yang selama bertahun-tahun mengajar tetapi belum pernah menghasilkan karya tulis mulai berani menulis. Langkah tersebut menjadi awal penting untuk membangun budaya literasi sekaligus melahirkan buku yang merekam kisah perjuangan orang tua melalui karya guru dan siswa SMKN 1 Sijunjung. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

Padang Resmi Masuk Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2027 Bidang Gastronomi    
Rabu, November 04, 2026

On Rabu, November 04, 2026

Padang Resmi Masuk Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2027 Bidang Gastronomi
Penetapan ini membuka peluang bagi Kota Padang untuk membawa kekayaan kuliner Minangkabau ke panggung internasional sekaligus memperkuat posisi gastronomi sebagai penggerak ekonomi daerah. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Padang resmi ditetapkan sebagai salah satu kota nominasi Indonesia untuk menjadi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bidang gastronomi. Penetapan ini membuka peluang bagi Kota Padang untuk membawa kekayaan kuliner Minangkabau ke panggung internasional sekaligus memperkuat posisi gastronomi sebagai penggerak ekonomi daerah.

Dokumen penetapan nominasi tersebut diterima langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, dari Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, dalam acara penetapan nominasi di Ruang Rapat Sarangan, Lantai 33 Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).

Dengan penetapan ini, Padang dipercaya mewakili Indonesia dalam proses nominasi UCCN 2027 bidang gastronomi. Sementara itu, Kabupaten Bantul ditetapkan untuk mengikuti nominasi pada bidang kerajinan dan seni rakyat.

Bagi Padang, nominasi tersebut bukan sekadar pengakuan terhadap popularitas rendang dan masakan Minangkabau. Lebih dari itu, peluang ini menjadi momentum untuk mengangkat kekuatan kuliner, tradisi, budaya, pasar tradisional, hingga industri makanan sebagai bagian dari identitas dan pembangunan ekonomi kota.

Wali Kota Fadly Amran menegaskan, pengakuan internasional melalui jejaring kota kreatif UNESCO merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, gastronomi memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat jati diri daerah.

"Selama ini, kita melihat kuliner sudah menjadi bagian dari identitas Kota Padang. Ketika kita menghadapi beberapa kali cobaan dan bencana, kita selalu berupaya melihat kembali jati diri dan potensi yang bisa diangkat sebagai kekuatan ekonomi daerah. Potensi inilah yang akan kita bawa ke level yang lebih tinggi," tegas Fadly.

Ia menjelaskan, Pemko Padang terus membangun ekosistem pembangunan yang terhubung dengan pengembangan gastronomi. Langkah tersebut mencakup rencana pembenahan infrastruktur perkotaan, perbaikan sistem industri makanan, serta penguatan berbagai program unggulan agar potensi kuliner tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut penetapan nominasi ini sebagai kesempatan strategis bagi Padang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, tradisi, dan potensi gastronomi Indonesia kepada dunia. "Penetapan nominasi ini menjadi peluang bagi Kota Padang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, tradisi, dan potensi gastronomi ke tingkat internasional, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan kota berkelanjutan," ujarnya.

UNESCO Creative Cities Network merupakan jejaring kota kreatif yang dibentuk UNESCO pada 2004 untuk mendorong kerja sama internasional antarkota dengan menempatkan kreativitas sebagai salah satu penggerak pembangunan perkotaan berkelanjutan. Penetapan nominasi ini menjadi langkah penting bagi Padang untuk membuktikan bahwa kekuatan gastronomi bukan hanya soal cita rasa, melainkan juga budaya, kreativitas, industri, dan kesejahteraan masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Masjid Rahmah Salurkan Bantuan untuk 24 Anak Yatim, Maigus Nasir Apresiasi Kepedulian Jamaah    
Rabu, November 04, 2026

On Rabu, November 04, 2026

Masjid Rahmah Salurkan Bantuan untuk 24 Anak Yatim, Maigus Nasir Apresiasi Kepedulian Jamaah
Maigus Nasir saat menghadiri penyaluran bantuan sekaligus mengikuti kajian rutin di Masjid Rahmah, Jalan Kampung Tanjung, Selasa (3/11/2026) malam. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 24 anak yatim di lingkungan Masjid Rahmah, Kelurahan Lubuk Begalung (Lubeg) Nan XX, Kecamatan Lubeg, menerima bantuan uang tunai yang bersumber dari infak jamaah. Program kepedulian ini mendapat apresiasi Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, karena turut membantu kebutuhan pendidikan sekaligus mendekatkan generasi muda dengan masjid.

Apresiasi tersebut disampaikan Maigus Nasir saat menghadiri penyaluran bantuan sekaligus mengikuti kajian rutin di Masjid Rahmah, Jalan Kampung Tanjung, Selasa (3/11/2026) malam. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim di lingkungan sekitar.

Maigus menilai, santunan anak yatim bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk perhatian dan tanggung jawab sosial untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan dukungan dalam meraih cita-cita. Ia berharap kegiatan seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi inspirasi bagi masjid serta musala lainnya di Kota Padang.

"Program pemberian santunan seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan perhatian kepada anak yatim, tetapi juga mengajak generasi muda untuk mencintai masjid. Semoga program tersebut dapat dicontoh oleh masjid dan musala lainnya di Kota Padang," ujar Maigus.

Dalam kajian rutinnya, Maigus juga menekankan pentingnya pembentukan karakter anak sejak dini melalui pendidikan agama, keteladanan, dan kepatuhan kepada orang tua. Ia mengangkat kisah Malin Kundang sebagai gambaran buruknya perilaku anak yang durhaka kepada ibu, sekaligus mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk akhlak generasi muda.

Menurut Maigus, pembinaan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui aktivitas keagamaan di masjid. Karena itu, Pemerintah Kota Padang terus mendorong Program Unggulan (Progul) Smart Surau untuk membentuk generasi muda yang cerdas, saleh, serta memiliki akhlak mulia dan karakter Qurani.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Rahmah, Firdyzon, menjelaskan bantuan tersebut diberikan kepada 24 anak yatim yang merupakan warga dari tiga RW di sekitar masjid. Penerima terdiri atas tujuh anak tingkat sekolah dasar (SD), 12 anak sekolah menengah pertama (SMP), dan lima anak sekolah menengah atas (SMA).

Firdyzon menyebutkan, penyaluran bantuan dari infak jamaah tersebut merupakan program rutin pengurus masjid yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Salah satu persyaratan penerima adalah aktif melaksanakan salat lima waktu di masjid, sehingga program ini sekaligus menjadi upaya mendorong anak-anak semakin dekat dengan rumah ibadah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Lubeg Nan XX, Novilinda, serta elemen masyarakat setempat. Melalui kepedulian jamaah dan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Masjid Rahmah diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan karakter, solidaritas sosial, dan pembinaan generasi muda di Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

15 Finalis UMKM Champion Padang Dikurasi Ahli Ekspor, Disiapkan Tembus Pasar Global    
Rabu, November 04, 2026

On Rabu, November 04, 2026

15 Finalis UMKM Champion Padang Dikurasi Ahli Ekspor, Disiapkan Tembus Pasar Global
Asesmen berlangsung selama tiga hari di lingkungan Balai Kota Padang, Aie Pacah, mulai Rabu (4/11/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 15 finalis UMKM Champion 2026 Kota Padang mulai menjalani asesmen lanjutan bersama tenaga ahli nasional bidang ekspor. Penilaian ini menjadi langkah penting untuk mengukur kesiapan produk UMKM lokal menembus pasar internasional sekaligus mendorong pelaku usaha naik kelas.

Asesmen berlangsung selama tiga hari di lingkungan Balai Kota Padang, Aie Pacah, mulai Rabu (4/11/2026). Pada hari pertama, kegiatan dipusatkan di Ruang Abu Bakar Ja'ar dengan menghadirkan praktisi dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi dalam pengembangan pasar ekspor.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Siska Meilani, mengatakan asesmen tersebut merupakan tahapan kedua dari rangkaian seleksi UMKM Champion 2026. Sebelumnya, seleksi telah menjaring 30 finalis dari 11 kecamatan, sebelum akhirnya 15 peserta mengikuti penilaian lanjutan.

"Para finalis tidak hanya dinilai untuk menentukan pemenang, tetapi juga dikurasi langsung oleh tenaga ahli nasional. Mereka mendapatkan masukan dan perbaikan terkait persiapan ekspor, termasuk pemetaan negara-negara yang berpotensi menjadi tujuan pemasaran produk," jelas Siska.

Menurutnya, asesmen menghadirkan tiga lembaga atau tenaga ahli berbeda. Hari pertama bersama praktisi Go Export, hari kedua dengan tenaga ahli dari Kementerian Perdagangan, dan hari ketiga melibatkan Export Center Surabaya. Setiap peserta berkesempatan mendapatkan penilaian dan arahan langsung mengenai kesiapan produknya.

Proses asesmen dilaksanakan secara bertahap di sejumlah ruangan Balai Kota Padang. Hari pertama berlangsung di Ruang Abu Bakar Ja'ar, hari kedua di Ruang Asisten, kemudian kembali ke Ruang Abu Bakar Ja'ar pada hari ketiga. Seluruh kegiatan difasilitasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, termasuk pertemuan daring dengan tenaga ahli nasional.

Setelah asesmen tahap kedua, para finalis akan menghadapi penilaian akhir pada 16 dan 17 November 2026 di Hotel Santika. Tahap final ini melibatkan juri dari Kementerian UMKM serta pengusaha tingkat nasional untuk menentukan pelaku UMKM terbaik Kota Padang.

Kompetisi tersebut mempertandingkan dua kategori, yakni kriya dan fesyen serta kuliner. Masing-masing kategori akan menetapkan juara I, II, dan III. Para pemenang berkesempatan memperoleh sertifikat layak ekspor, hadiah uang tunai, serta tabungan modal usaha.

Siska berharap seluruh finalis serius menindaklanjuti evaluasi dan rekomendasi para tenaga ahli, bukan sekadar mengejar gelar juara. Melalui UMKM Champion 2026, Pemko Padang ingin melahirkan pelaku usaha yang memiliki produk berkualitas, daya saing kuat, dan kesiapan memasuki pasar global. Targetnya jelas, UMKM Padang tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga mampu membawa produknya bersaing di tingkat internasional. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

KI Sumbar Verifikasi Keterbukaan Informasi, Pemko Padang Diminta Pertahankan Peringkat Terbaik    
Rabu, November 04, 2026

On Rabu, November 04, 2026

KI Sumbar Verifikasi Keterbukaan Informasi, Pemko Padang Diminta Pertahankan Peringkat Terbaik
Kunjungan Tim Verifikator Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat (Sumbar) untuk Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2026 di Balai Kota Padang, Rabu (4/11/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat keterbukaan informasi publik dan transparansi pelayanan berbasis digital. Komitmen tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan Tim Verifikator Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat (Sumbar) untuk Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2026 di Balai Kota Padang, Rabu (4/11/2026).

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang menerima langsung tim verifikator di ruang kerjanya, menegaskan keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.

Menurut Maigus, melalui Program Unggulan (Progul) Padang Amanah, Pemko Padang terus mendorong digitalisasi dan transparansi pelayanan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi secara mudah, cepat, dan merata, termasuk mendapatkan penjelasan atas berbagai persoalan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Maigus menegaskan, tidak boleh ada lagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi publik. Karena itu, sinergi antara Pemko Padang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan KI Sumbar harus terus diperkuat agar kebutuhan informasi masyarakat dapat dilayani secara optimal.

"Kami berharap masukan dan rekomendasi dari KI Sumbar dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Sebagai cerminan Sumatera Barat, kita berharap Padang dapat menjadi rujukan keterbukaan informasi publik di tingkat nasional," tegas Maigus.

Sementara itu, Ketua KI Sumbar, Idham Fadhli, menjelaskan kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari penilaian Monev 2026, tetapi juga untuk melihat langsung pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta memastikan tindak lanjut rekomendasi hasil evaluasi tahun sebelumnya.

Idham mengapresiasi tata kelola informasi publik Pemko Padang yang dinilainya telah berjalan baik. Terlebih, Kota Padang berhasil meraih peringkat pertama dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik KI Sumbar tahun lalu. Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan, sekaligus diikuti peningkatan kualitas pelayanan pada penilaian tahun ini.

Senada dengan itu, Komisioner KI Sumbar, Mona Sisca, menyebut rekomendasi hasil penilaian tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti Pemko Padang. Namun, masih terdapat sejumlah ruang perbaikan yang perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas layanan keterbukaan informasi publik ke depan.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua KI Sumbar Mona Sisca, Tiwi Utami dari unsur tim verifikator, staf dan panitera KI Sumbar, serta Kepala Diskominfo Kota Padang, Tommy TRD. Melalui evaluasi ini, Pemko Padang diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan predikat terbaik, tetapi juga memastikan keterbukaan informasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Muharlion: Prestasi Juara Umum Porprov XVI Bukti Sinergi Pembinaan Olahraga Kota Padang    
Rabu, November 04, 2026

On Rabu, November 04, 2026

Muharlion: Prestasi Juara Umum Porprov XVI Bukti Sinergi Pembinaan Olahraga Kota Padang
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion menyerahkan bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali Porprov XVI di Hotel Truntum Padang, Selasa (3/11/2026). (Fotdok: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Keberhasilan Kota Padang mempertahankan predikat juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI Tahun 2026 menjadi catatan penting bagi perjalanan olahraga daerah. Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengapresiasi capaian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun prestasi olahraga.

Apresiasi itu disampaikan Muharlion menyusul keberhasilan kontingen Kota Padang mengoleksi 267 medali emas, 189 perak, dan 175 perunggu. Raihan tersebut menjadi bukti perjuangan para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga di Kota Padang.

"Alhamdulillah, Kota Padang berhasil menjadi juara umum pada Porprov XVI Tahun 2026. Selamat kepada seluruh atlet Kota Padang yang telah berprestasi dan mengharumkan nama daerah," ungkap Muharlion. 

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum bukan sekadar persoalan mengumpulkan medali. Lebih dari itu, prestasi tersebut mencerminkan proses pembinaan, kedisiplinan, kerja keras, dan kolaborasi yang harus terus dijaga agar olahraga Kota Padang tidak berhenti pada satu momentum kejuaraan.

Muharlion juga menegaskan bahwa dukungan DPRD Kota Padang merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memajukan olahraga daerah. Pembinaan atlet membutuhkan perhatian berkelanjutan, mulai dari pengembangan potensi, peningkatan kualitas latihan, hingga dukungan terhadap kebutuhan para atlet dan pelatih.

Hal itu disampaikannya dalam momentum penyerahan bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali Porprov XVI yang dipimpin Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Hotel Truntum Padang, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Kota Padang Raju Minropa, pimpinan OPD, pengurus KONI, ketua pengurus cabang olahraga, serta para ofisial.

Penyerahan bonus menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Padang atas perjuangan insan olahraga yang telah membawa nama daerah ke puncak prestasi. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi pada kompetisi berikutnya.

Muharlion menilai, tantangan berikutnya adalah memastikan keberhasilan Porprov XVI menjadi pijakan untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing pada level lebih tinggi. Karena itu, pembinaan tidak boleh bersifat sesaat, tetapi harus dilakukan secara terarah, konsisten, dan berkesinambungan.

Dengan capaian 267 emas, 189 perak, dan 175 perunggu, Kota Padang kembali menunjukkan kekuatan olahraga daerah. Bagi Muharlion, prestasi tersebut harus dijaga melalui kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan atlet agar kejayaan olahraga Kota Padang terus berlanjut. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bersama Bupati Jon Firman Pandu, Paskibraka Kabupaten Solok Masuk Istana Negara    
Rabu, November 04, 2026

On Rabu, November 04, 2026

Bersama Bupati Jon Firman Pandu, Paskibraka Kabupaten Solok Masuk Istana Negara
Kesempatan langka itu merupakan inisiatif Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., yang secara langsung membawa para anggota Paskibraka untuk melihat lebih dekat Istana Negara. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengalaman istimewa dirasakan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Solok. Bersama Bupati Solok Jon Firman Pandu, mereka mendapat kesempatan mengunjungi langsung Istana Negara Republik Indonesia, Selasa (3/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah bagi para anggota Paskibraka Kabupaten Solok. Meski belum mendapat kesempatan bertugas mengibarkan bendera di Istana Negara, mereka berkesempatan memasuki lingkungan istana yang menjadi pusat pemerintahan dan simbol kenegaraan Indonesia.

Kesempatan langka itu merupakan inisiatif Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., yang secara langsung membawa para anggota Paskibraka untuk melihat lebih dekat Istana Negara. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap generasi muda yang telah mengharumkan nama Kabupaten Solok.

Jon Firman Pandu mengaku bahagia dan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sekretariat Negara yang telah memberikan kesempatan kepada rombongan Paskibraka Kabupaten Solok untuk berkunjung ke lingkungan Istana Negara.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas terbukanya kesempatan bagi generasi muda dari daerah untuk mendapatkan pengalaman berharga di pusat pemerintahan negara.

Menurut Jon Firman Pandu, kunjungan tersebut bukan sekadar kesempatan melihat Istana Negara secara langsung, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat membangun motivasi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Ia menegaskan, anggota Paskibraka merupakan generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan. Mereka diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan, baik di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, maupun di tingkat nasional.

"Anak-anak inilah yang kelak akan menggantikan kita di kepemimpinan berikutnya. Semoga kunjungan ini menjadi langkah awal menuju Generasi Emas 2045 dan mewujudkan Asta Cita Presiden," ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Solok didampingi Staf Ahli Bupati Kurniati, S.Si., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Solok Syofiar Syam, S.Sos., M.Si., serta para pelatih Paskibraka Kabupaten Solok. Pemerintah Kabupaten Solok berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka untuk memperkuat nasionalisme, membangun karakter, dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU