HEADLINE
Dugaan Kasus Pencurian, Saat Digeledah Temukan Narkotika Jenis Shabu    
Kamis, Maret 26, 2026

On Kamis, Maret 26, 2026

Dugaan Kasus Pencurian, Saat Digeledah Temukan Narkotika Jenis Shabu
Pelaku tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Jenis Shabu di Sebuah rumah di Jalan Kapau  RT 002 RW 006 Kelurahan Kampung Jawa  Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Sumatra Barat, diciduk oleh Jajaran Satresnarkoba Polres Solok Kota. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pelaku tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Jenis Shabu di Sebuah rumah di Jalan Kapau  RT 002 RW 006 Kelurahan Kampung Jawa  Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Sumatra Barat, diciduk oleh Jajaran Satresnarkoba Polres Solok Kota Kamis tanggal (26/3/2026) sekira pukul 13.00 wib.

Dalam Keterangan Kapolres Solok Kota AKBP Mas ud  Ahmad melalui Pasi Humas Polres Solok Kota AKP  Edy Yuhendra Pelaku merupakan laki laki RBK 24 tahun, warga, Banda Balantai Rt.004 Rw.006 Kelurahan Kampung Jawa Kecmatan kampung Jawa Kota Solok.

Penangkapan berawal dari informasi personil Satreskrim Polres Solok Kota  mengamankan 1 (satu) orang laki-laki dewasa dengan dugaan tindak pidana pencurian selain itu mencurigai adanya 1 (Satu) Buah plastik klip bening yang berisi butiran kristal diduga narkotika jenis shabu yang berada di silikon 1 (Satu) unit Handphone merek REDMI A5 warna Sandy Gold.

Selanjutnya Personil Satreskrim Polres Solok Kota menghubungi  Tim Satresnarkoba Polres Solok Kota, kurang lebih sekira 10 (sepuluh) menit kemudian  Tim Satresnakoba sampai di sebuah rumah yang berada di Jl. Kapau RT.002 RW.006 Keluarahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok.

Dengan di dampingi beberapa orang saksi dari masyarakat sekitar kemudian Tim langsung melakukan penggeledahan di lokasi kejadian dan di dalam silikon 1 (Satu) unit Handphone merek REDMI A5 warna Sandy Gold . Menemukan 1 (Satu) Buah plastik klip bening yang berisi butiran kristal diduga narkotika jenis shabu tim menanyakan kepada terlapor tentang shabu tersebut dan terlapor mengakui bahwa shabu yang di temukan tersebut adalah milik RBK .

Selanjutnya tim melanjutkan pemeriksaan ke dalam kamar yang berada di rumah tersebut , dan di dalam kamar tersebut  menemukan 1 (Satu) Buah kotak merek MIKACHI yang berisikan 1 (satu) set alah hisap shabu (bong), selanjutnya juga mengamankan 1 (satu) unit sepeda motor merek Beat dengan No Pol BA 2202 PAA yang di gunakan oleh rbk untuk membeli narkotika golongan I jenis shabu tersebut.

Kemudian setelah Tim tidak ada menemukan lagi barang-barang yang diduga ada kaitannya baik langsung maupun tidak langsung dengan dugaan tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh rbk, selanjutnya  Tim membawa rbk ke Polres Solok Kota dan barang bukti untuk proses selanjutnya.( BO )

Pemko Pariaman: Buayan Kaliang Permainan Tradisional Pariaman Hadir Sekali Setahun    
Kamis, Maret 26, 2026

On Kamis, Maret 26, 2026

Pemko Pariaman: Buayan Kaliang Permainan Tradisional Pariaman Hadir Sekali Setahun
Permainan tradisional ini sudah 70 tahun malang melintang di Pariaman,  menjadi bagian dari tradisi dalam setiap perayaan Lebaran Idul Fitri. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di Pariaman, siapa yang tidak kenal dengan Buayan Kaliang. Permainan tradisional ini sudah 70 tahun malang melintang di Pariaman,  menjadi bagian dari tradisi dalam setiap perayaan Lebaran Idul Fitri. 

Buayan Kaliang  selalu hadir setiap tahunnya di hari raya Idul Fitri di lokasi yang mudah dicari.

Persis dekat pantai Gandoriah Pariaman, tepatnya di belakang Masjid Nurul Bahari, Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  Kota Pariaman Ferialdi, S.Pi, M.Si kepada Bentengsumbar.com, Kamis (26/3/2026) di Pariaman menyebutkan, Pemerintah Kota Pariaman masih peduli dan memfasilitasi Buaya Kaliang setiap usai lebaran Idul Fitri di kawasan Pantai Gandoriah ini.

“Sebagai permainan anak nagari yang menggunakan tenaga manusia, kita tetap melestarikannya. Di tengah gemburan permainan berteknologi, Buaya Kaliang masih ada generasi Pariaman yang melanjutkannya. Terkait lokasi yang saat ini berada di tengah ramainya pedagang, untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung yang manfaatkan jasa Buayan Kaliang, ke depan akan dilakukan penataan yang lebih baik,” tutur Ferialdi.  

Buayan Kaliang  merupakan permainan tradisional anak nagari, yang terbuat dari rangka kayu terdiri dari kotak segi empat sebagai bangku atau tempat duduk penumpangnya. 

Satu buayan  digerakkan dengan tenaga manusia itu terdiri dari empat kotak penumpang.
Menurut Nurhayati (Mak Inun) pemilik Buayan Kaliang yang tinggal di Kampung Belacan Kecamatan Pariaman Tengah ini,  Buayan Kaliang ini merupakan usaha turun temurun dari ayahnya (Abang Ayo) sebagai pengelola pertama permainan ini di Pariaman.

“Dulu usaha ini dikelola oleh ayah saya dengan 15 unit Buayan Kaliang. Setelah beliau meninggal maka usaha tersebut saya meneruskan sampai sekarang,” ungkap Mak Inun.

“Sekarang Buayan ini di Kota Pariaman hanya tiga unit yang bisa dimainkan karena keterbatasan tempat yang semakin sempit sehingga sisa dari buayan kaliang itu kami sebar di beberapa lokasi agar tetap bisa termanfaatkan dan menghasilkan,” jelasnya.

Untuk naik Buayan Kaliang  penumpang harus merogoh kocek sebesar lima ribu rupiah per orang. 

Satu kotak penumpang tersebut diisi sekitar empat sampai enam orang penumpang. 

Jika sudah penuh Buayan Kaliang tersebut akan dihoyak atau diputar oleh enam orang tenaga manusia hingga kecepatan maksimal baru dilepaskan.

Mak Inun berharap kepada Pemerintah Kota Pariaman agar lokasi Buayan Kaliang sekarang jangan sampai dicor semen.

“Kalau bisa saya meminta kepada pemerintah Kota Pariaman lokasi yang ada sekarang jangan diberi cor semen. Biarlah tetap  berlantai tanah agar kami bisa memasang tonggak kayu buayan tersebut dengan mudah,” ulas Mak Inun.

Salah seorang pengunjung yang berasal dari Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariamn  bernama Rini ketika diminta testimoninya mengatakan,

“Sampai sekarang saya masih suka naik Buayan Kaliang. Karena saya suka dengan tantangan yang bisa memicu adrenalin saya apalagi ketika sampai dipuncaknya. Tapi sekarang saya tidak sama teman-teman lagi, sekarang saya bisa ajak suami dan anak saya untuk menaikinya lagi,” katanya. (si/at)

Kemnaker Pastikan Aduan THR Ditindaklanjuti secara Intensif    
Kamis, Maret 26, 2026

On Kamis, Maret 26, 2026

Kemnaker Pastikan Aduan THR Ditindaklanjuti secara Intensif
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan, para gubernur diminta segera menerjunkan pengawas ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk melalui Posko THR Kemnaker maupun posko-posko THR di dinas tenaga kerja. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan setiap aduan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan yang masuk tidak akan berhenti di meja administrasi. Di tengah masih tingginya laporan pembayaran THR 2026, Kemnaker meminta pengawas ketenagakerjaan di pusat dan daerah bergerak cepat memeriksa setiap aduan agar hak pekerja/buruh segera dipenuhi.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan, para gubernur diminta segera menerjunkan pengawas ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk melalui Posko THR Kemnaker maupun posko-posko THR di dinas tenaga kerja. Menurut dia, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan ketika hak pekerja/buruh terancam tidak dipenuhi.

“Saya minta para gubernur segera menerjunkan pengawas ketenagakerjaan untuk memeriksa setiap laporan yang masuk, baik melalui Posko THR Kemnaker maupun posko di dinas tenaga kerja. Negara tidak boleh membiarkan aduan pekerja menumpuk tanpa kepastian penyelesaian,” kata Yassierli dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Yassierli menegaskan, pengawas ketenagakerjaan di Kemnaker dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi harus bergerak cepat memeriksa laporan, melakukan tindak lanjut sesuai kewenangan, serta memastikan perusahaan memen uhi kewajibannya kepada pekerja/buruh. Menurut dia, pengawasan tidak boleh berhenti pada pendataan, tetapi harus berujung pada penyelesaian yang nyata.

Langkah tersebut ditempuh karena aduan pembayaran THR 2026 masih tinggi. Karena itu, pengawasan lapangan dinilai perlu diperkuat agar setiap laporan bergerak menjadi pemeriksaan, koreksi, dan penyelesaian yang memberi kepastian bagi pekerja/buruh.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Ismail Pakaya, mengatakan tindak lanjut pengawasan atas aduan THR terus berjalan. Dari seluruh laporan yang direkap per 25 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, telah diterbitkan 200 Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja, 7 Nota Pemeriksaan I, dan 4 rekomendasi. Selain itu, 1.461 kasus masih dalam proses penanganan, sedangkan 173 kasus telah dinyatakan selesai.

“Data tersebut menunjukkan bahwa aduan yang masuk terus dikawal agar berujung pada pemenuhan hak pekerja/buruh. Karena i tu, pengawas ketenagakerjaan akan terus mengawal seluruh laporan sampai ada penyelesaian yang konkret, terukur, dan memberi kepastian bagi pekerja,” kata Ismail.

Ia juga meminta perusahaan segera memenuhi kewajibannya tanpa menunggu teguran ataupun datangnya pengawas ketenagakerjaan. Menurut dia, kepatuhan membayar THR tepat waktu dan sesuai ketentuan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap hak pekerja/buruh.

“Pesan kami jelas, bayar THR tepat waktu, sesuai ketentuan, dan jangan menunggu ditegur. Hak pekerja harus dilindungi, dan pemerintah akan memastikan itu,” ujar Ismail. (*)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Buku “Prangko dan Filateli” Telusuri Makna di Balik Lembar Kecil Prangko    
Kamis, Maret 26, 2026

On Kamis, Maret 26, 2026

Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Buku “Prangko dan Filateli” Telusuri Makna di Balik Lembar Kecil Prangko
Buku tersebut diserahkan penulisnya, Armaidi Tanjung kepada Ketua PD PFI Sumatera Barat Ir. Amli Kamal. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP PFI) Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc pada Minggu 29 Maret 2026 mendatang di Taman Budaya Embung Giwangan, Kota Yogyakarta, salah seorang Penasehat Pengurus Daerah PFI Sumatera Barat menerbitkan buku berjudul “Prangko dan Filateli (Kumpulan Tulisan 1987-2025).”

Buku tersebut diserahkan penulisnya, Armaidi Tanjung kepada Ketua PD PFI Sumatera Barat Ir. Amli Kamal di kediamannya, Komplek Mawar Putih Kuranji Padang, Kamis (26/3/2026). Amli Kamal menyambut baik terbitnya buku tersebut. 

“Tahun 2026 ini PFI genap berusia 104 tahun. Buku ini tentu menambah literatur bacaan tentang prangko dan filateli. Juga dokumentasi sejarah perfilatelian di Sumatera Barat, karena dibagian akhir memuat aktifitas PFI di Sumatera Barat yang pernah diikuti penulisnya,” kata Amli Kamal yang memulai hobi filateli sejak di bangku SMP ini.

Buku setebal x + 196 halaman, ISBN: 978-634-7390-05-9, diberi pengantar oleh Ketua Umum  PP PFI Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Dalam pengantarnya menyebutkan, buku Prangko dan Filateli karya Armaidi Tanjung ini mengajak kita melihat lebih jauh dari sekadar nominal dan gambar, melainkan menelusuri makna di balik setiap lembar kecil yang pernah berkelana melintasi batas ruang dan waktu.

Buku kumpulan tulisan yang ditulis Armaidi Tanjung, sekaligus berita-berita aktivitas Armaidi Tanjung yang terkait dengan prangko dan filateli pada rentang waktu cukup panjang (1987-2025).

’’Sebagai penulis yang akrab dengan dunia jurnalistik dan kebudayaan, Armaidi Tanjung menghadirkan filateli  sebagai hobi, dan laku intelektual. Ia menempatkan prangko sebagai teks visual yang bisa dibaca, ditafsirkan, bahkan diperdebatkan. Dalam setiap tulisan, kita menemukan ketelitian seorang pengamat, kepekaan seorang pencatat zaman, serta kegigihan seorang kolektor yang mencintai detail,’’ tulis Fadli Zon. 

Dikatakan, buku ini   menyajikan informasi tentang prangko tahun terbit, seri, tema, dan nilai sejarahnya serta menyuguhkan narasi yang hidup. 

Prangko dan filateli di sini menjadi pintu masuk memahami peristiwa nasional, tokoh-tokoh penting, kekayaan budaya, hingga dinamika sosial yang melatarbelakanginya. 

Melalui pendekatan  komunikatif dan bernas, pembaca diajak menyadari bahwa filateli adalah jendela kecil menuju cakrawala besar.

’’Lebih dari itu, karya ini menjadi semacam dokumentasi kesetiaan penulis terhadap dunia literasi dan koleksi. Di tengah era digital serba cepat, ketika korespondensi fisik semakin jarang, Armaidi Tanjung justru mengingatkan kita pada romantika surat-menyurat, pada jejak tinta stempel pos, pada perjalanan panjang sebuah pesan dari satu kota ke kota lain. Ada nilai kesabaran, ketekunan, dan rasa hormat terhadap sejarah yang terasa kuat di dalamnya,’’ sebut  Fadli Zon.

Tentunya buku ini layak dibaca   para kolektor dan pegiat filateli, dan  siapa saja yang mencintai sejarah, budaya, serta jejak visual bangsa. 

Ia menjadi bukti bahwa benda sekecil prangko dapat menyimpan cerita sebesar peradaban, tambahnya.

Penulis buku, Armaidi Tanjung menyebutkan, buku ini terdiri dari lima bagian. Bagian I: Prangko, dari Sejarah Hingga Penerbitan 15 tulisan.  

Bagian II: Filateli, Filatelis dan Upaya Pengembangannya 9 tulisan. Bagian III: Serba Serbi Prangko dan Filateli, 6 tulisan. Bagian IV: Lomba Karya Tulis Filateli II/1988, 3 tulisan. Bagian V: Berita dan Aktifitas Perkumpulan Filatelis, 18 berita
Melalui buku ini, pembaca diajak menelusuri prangko sebagai “teks kecil” yang memuat narasi besar: tentang peristiwa nasional, tokoh-tokoh penting, nilai-nilai kebangsaan, hingga dinamika komunikasi manusia sebelum era digital mengambil alih ruang-ruang surat-menyurat.

Filateli, dalam konteks ini, tidak lagi sekadar hobi, melainkan cara membaca dunia dengan kesabaran, ketelitian, dan rasa hormat pada jejak masa lalu. Juga sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Filatelis Indonesia yang pernah diikuti dan dilakukan oleh Penulis,’’ tutur Armaidi Tanjung mantan Sekretaris PD PFI Sumatera Barat di era-1990-an. (R/*)

Tinjau Posko Lebaran dan Terminal, Gubernur Ingin Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal    
Kamis, Maret 26, 2026

On Kamis, Maret 26, 2026

Tinjau Posko Lebaran dan Terminal, Gubernur Ingin Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau sejumlah posko pelayanan Lebaran dan terminal angkutan darat, guna memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H, Rabu (25/3/2026).

Beberapa titik yang menjadi objek kunjungannya antara lain Posko Pelayanan Lebaran di Exit Tol Tarok, Kabupaten Padang Pariaman, Posko Pelayanan Lebaran di Kota Padang Panjang, Terminal Tipe B Bukit Surungan di Kota Padang Panjang, serta Terminal Tipe A Aur Kuning di Kota Bukittinggi.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan pentingnya pelayanan yang optimal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat momentum Lebaran. Ia minta seluruh petugas dalam menjalankan tugasnya dengan optimal. “Kita ingin memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan dapat merasakan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar. Untuk itu, saya minta seluruh petugas memberikan pelayanan secara maksimal dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mengoptimalkan fungsi posko pelayanan Lebaran. Harapannya, setiap potensi kendala di lapangan dapat segera diantisipasi dan ditangani dengan cepat. “Koordinasi harus terus diperkuat. Dengan sinergi yang baik, agar setiap permasalahan di lapangan dapat segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu kelancaran arus mudik,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang tetap menjalankan tugas pelayanan di tengah suasana Lebaran. “Kami sangat mengapresiasi dedikasi para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan di hari-hari Lebaran. Ini adalah bentuk pengabdian luar biasa demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap semangat kebersamaan dan tanggung jawab yang ditunjukkan seluruh petugas dapat terus dijaga, sehingga pelayanan publik selama periode mudik dan balik Lebaran berjalan semakin optimal.

Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sumbar dalam memastikan kelancaran transportasi serta keamanan dan kenyamanan masyarakat selama mas libur Lebaran. Turut mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedy Diantolani serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto.(adpsb/rmz/bud)

Gubernur Mahyeldi : BTS Sitinjau Lauik, Perkuat Konektivitas Telekomunikasi dan Keselamatan Pada Jalur Ekstrem    
Kamis, Maret 26, 2026

On Kamis, Maret 26, 2026

Gubernur Mahyeldi : BTS Sitinjau Lauik, Perkuat Konektivitas Telekomunikasi dan Keselamatan Pada Jalur Ekstrem
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, perwakilan PT Telkomsel, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel yang baru beroperasi di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang, Rabu (25/3/2026). 

Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas telekomunikasi sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di jalur ekstrem tersebut.

Sitinjau Lauik merupakan akses vital keluar masuk Kota Padang yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi. 

Gubernur Mahyeldi : BTS Sitinjau Lauik, Perkuat Konektivitas Telekomunikasi dan Keselamatan Pada Jalur Ekstrem
Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel yang baru beroperasi di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang. 

Selama ini, keterbatasan sinyal komunikasi menjadi kendala serius, terutama dalam penanganan kondisi darurat di sepanjang jalur tersebut.

Gubernur menyampaikan, kehadiran BTS merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan akses komunikasi yang andal, khususnya di kawasan strategis dan berisiko tinggi.

“Alhamdulillah, dengan hadirnya BTS ini, komunikasi di Sitinjau Lauik menjadi jauh lebih lancar. Informasi yang sebelumnya sulit disampaikan, kini dapat dikomunikasikan dengan cepat, terutama saat kondisi darurat,” ujarnya.

Gubernur Mahyeldi : BTS Sitinjau Lauik, Perkuat Konektivitas Telekomunikasi dan Keselamatan Pada Jalur Ekstrem
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, perwakilan PT Telkomsel, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat. 

Ia menjelaskan, BTS yang dibangun melalui kolaborasi dengan PT Telkomsel tersebut telah menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan data sementara, sekitar 1.000 pengguna memanfaatkan jaringan dari BTS tersebut setiap harinya dengan kualitas sinyal yang kuat dan jangkauan layanan hingga radius lima kilometer.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel. Kehadiran BTS ini tidak hanya memperkuat layanan komunikasi, tetapi juga memberi dampak sosial yang besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Gubernur Mahyeldi : BTS Sitinjau Lauik, Perkuat Konektivitas Telekomunikasi dan Keselamatan Pada Jalur Ekstrem
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, perwakilan PT Telkomsel, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat. 

Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keberadaan fasilitas BTS yang berada di kawasan Taman Raya Bung Hatta tersebut.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari Pemerintah Kota Padang, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pengawasan agar layanan BTS tersebut dapat dinikmati masyarakat secara optimal dan berkelanjutan.

“Ini adalah fasilitas penting bagi keselamatan masyarakat. Mari kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Gubernur Mahyeldi : BTS Sitinjau Lauik, Perkuat Konektivitas Telekomunikasi dan Keselamatan Pada Jalur Ekstrem
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, perwakilan PT Telkomsel, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat. 

Sementara itu, Asisten Manajer Telkomsel, Rosady menyampaikan BTS Sitinjau Lauik tersebut telah resmi beroperasi (on-air) sejak 18 Maret 2026 lalu, menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Ia menyebutkan, kehadiran BTS tersebut merupakan hasil sinergi antara Telkomsel dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Berdasarkan pemantauan kami, terdapat sekitar 1.000 pengguna yang terlayani setiap hari di kawasan ini. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas dan pentingnya dukungan jaringan telekomunikasi yang andal di Sitinjau Lauik,” ungkapnya.

Gubernur Mahyeldi : BTS Sitinjau Lauik, Perkuat Konektivitas Telekomunikasi dan Keselamatan Pada Jalur Ekstrem
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, perwakilan PT Telkomsel, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat. 

Ia menegaskan, Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan komunikasi yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkontribusi terhadap aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di jalur-jalur strategis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Administrasi Pimpinan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, perwakilan PT Telkomsel, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat. (adpsb/rmz/bud)

Sidak Samsat Padang Panjang, Gubernur Mahyeldi Soroti Kualitas Komunikasi Pelayanan    
Kamis, Maret 26, 2026

On Kamis, Maret 26, 2026

Sidak Samsat Padang Panjang, Gubernur Mahyeldi Soroti Kualitas Komunikasi Pelayanan
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyoroti kualitas komunikasi petugas layanan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Samsat Kota Padang Panjang, Rabu (25/3/2026).

Sidak dilakukan pada hari pertama masuk kerja aparatur sipil negara (ASN) pasca cuti bersama Idulfitri 1447 H untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

Dalam Sidak tersebut, Gubernur meninjau proses pelayanan serta berdialog dengan masyarakat yang tengah mengurus kewajiban pajak kendaraan. Ia menemukan adanya kendala pelayanan akibat sistem offline yang tidak tersampaikan secara terbuka kepada masyarakat, sehingga memicu antrean panjang. “Kedepan hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Kalau ada kendala, sampaikan dan umumkan segera. Jangan sampai masyarakat menunggu tanpa kepastian,” tegas Gubernur Mahyeldi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, gangguan pelayanan terjadi akibat sistem offline yang dipicu oleh pemadaman listrik pada server pusat. Namun, kondisi tersebut tidak dikomunikasikan secara jelas kepada masyarakat yang telah mengantre sejak pagi. “Bahkan ada masyarakat yang sudah mendaftar sejak pukul 09.00 WIB, namun hingga pukul 11.30 WIB masih menunggu tanpa penjelasan. Ini yang kita sayangkan. Kualitas komunikasi di sini harus ditingkatkan,” ujarnya.

Berkaca dari hal tersebut, Gubernur minta seluruh pimpinan instansi di lingkungan Pemprov Sumbar, khususnya yang bergerak di bidang pelayanan publik, agar selalu mengedepankan keterbukaan informasi, terutama saat terjadi kendala teknis. Menurutnya itu penting, demi terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas. “Jangan biarkan masyarakat menunggu terlalu lama tanpa penjelasan. Informasikan setiap kendala yang terjadi, sehingga masyarakat dapat memahami situasi yang ada,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan pelayanan. Ia sekaligus mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah. “Terima kasih kepada masyarakat yang telah patuh membayar pajak. Ini adalah bagian dari dukungan kita bersama untuk kemajuan daerah. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, ini akan menjadi bahan evaluasi kami,” tutupnya.

Turut hadir dalam sidak tersebut Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani. (adpsb/rmz/bud)