HEADLINE
PWI Sumbar Turunkan 7 Atlet ke Turnamen Nasional Pekanbaru: Pemanasan Serius Menuju Porwanas 2027 Lampung    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

PWI Sumbar Turunkan 7 Atlet ke Turnamen Nasional Pekanbaru: Pemanasan Serius Menuju Porwanas 2027 Lampung
PWI Sumatera Barat mengirimkan tujuh atlet andalan cabang olahraga biliar untuk berlaga dalam ajang Nasional Open PWI Pekanbaru 2026 Piala Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru T. Azwendi Fajri, SE, MM, yang digelar Sabtu (12/9/2026). Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat mengirimkan tujuh atlet andalan cabang olahraga biliar untuk berlaga dalam ajang Nasional Open PWI Pekanbaru 2026 Piala Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru T. Azwendi Fajri, SE, MM, yang digelar Sabtu (12/9/2026) di Golden Break, Pekanbaru, Riau. 

Keberangkatan ini menjadi bukti nyata keseriusan persiapan daerah menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang akan berlangsung di Provinsi Lampung.

Ketua Seksi Olahraga (SIWO) PWI Sumbar Syaiful Husein, yang mendampingi langsung rombongan, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam turnamen tingkat nasional ini adalah langkah strategis. Ajang ini dijadikan wadah latihan sekaligus pengasahan kemampuan teknis dan kematangan mental bertanding bagi para atlet yang telah dipilih secara ketat.

“Kami turunkan atlet‑atlet terbaik yang sudah lolos seleksi ketat saat Porwaprov, hingga seleksi akhir yang diselenggarakan PWI Payakumbuh dan Limapuluh Kota (Paliko) beberapa bulan lalu. Kehadiran mereka di Pekanbaru ini adalah momen pemanasan yang berharga, agar mereka bisa mengukur kekuatan dan beradaptasi dengan gaya permainan atlet‑atlet PWI dari provinsi lain,” ujar Syaiful.

Delapan atlet yang dipercaya membawa nama Sumatera Barat adalah: Paul, Wardi, dan Bento Rahmat dari Kota Padang Panjang; Ega Yudistira dan Oktriyoni dari Kota Solok; serta Yusra Akbar dan Bambang Zulwadi dari wilayah Paliko.

Rombongan juga didampingi tim ofisial yang terdiri dari Oktriyoni (Kota Solok), Adi Paker dan Isril (Paliko), serta Syasoedarman. Seluruh proses persiapan dan pendampingan berjalan langsung di bawah arahan Ketua SIWO PWI Sumbar.

Syaiful menambahkan, keterlibatan aktif dalam kompetisi di luar daerah membuktikan komitmen penuh PWI Sumbar membina olahraga di kalangan wartawan.

“Kami tidak hanya berlatih di dalam wilayah sendiri. Melawan lawan dari berbagai daerah adalah cara terbaik mempersiapkan diri agar nanti saat Porwanas 2027 di Lampung, atlet kita siap berjuang dan meraih hasil terbaik,” tegasnya.

Turnamen Nasional Open PWI Pekanbaru 2026 ini menjadi ajang pembuktian bahwa persiapan Sumatera Barat berjalan terencana, sistematis, dan serius — demi menghadirkan atlet yang kompeten, tangguh, dan berdaya saing tinggi di panggung nasional.(80)

Kendalikan Inflasi, Wako Payakumbuh Luncurkan Program PETANI BERDASI    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Kendalikan Inflasi, Wako Payakumbuh Luncurkan Program PETANI BERDASI
Program inovasi pertanian perkotaan atau urban farming tersebut diluncurkan Zulmaeta melalui apel bersama yang dilanjutkan dengan aksi penanaman bawang merah di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh, Jumat (11/9/2026) pagi. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat mengambil peran dalam pengendalian inflasi melalui penguatan produksi pangan. Salah satunya diwujudkan melalui program PETANI BERDASI (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi) yang mengubah aparatur sipil negara (ASN) dari sekadar konsumen menjadi produsen pangan di lingkungan masing-masing.

Program inovasi pertanian perkotaan atau urban farming tersebut diluncurkan Zulmaeta melalui apel bersama yang dilanjutkan dengan aksi penanaman bawang merah di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh, Jumat (11/9/2026) pagi.

Peluncuran PETANI BERDASI juga dirangkaikan dengan penguatan program pertanian hamparan GraNILA JARWO (Gratis Benih Berlabel dengan Sistem Penanaman Jajar Legowo) untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Kota Payakumbuh.

Zulmaeta mengatakan PETANI BERDASI merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons gejolak harga pangan, khususnya bawang merah yang kerap menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi karena ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Melalui inovasi ini, sebanyak 2.300 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Payakumbuh ditransformasikan dari sekadar konsumen menjadi produsen mandiri (prosumer),” kata Zulmaeta.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar gerakan menanam, tetapi upaya membangun kesadaran bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap ASN dibagikan satu polybag media tanam dan dua Benih Siap Tanam (BST) bawang merah varietas unggul untuk dirawat di pekarangan kantor masing-masing.

Zulmaeta mengatakan keberadaan tanaman bawang merah di lingkungan perkantoran pemerintah sekaligus menjadi media pembelajaran dan contoh nyata bagi masyarakat.

“ASN belajar secara langsung bahwa pangan yang dikonsumsi membutuhkan proses, perawatan, dan kerja keras. Ketika masyarakat datang mengurus administrasi ke kantor pemerintah, mereka dapat melihat contoh nyata bahwa ASN ikut menanam bawang merah,” ujarnya.

Ia berharap gerakan tersebut menimbulkan efek domino hingga ke rumah tinggal ASN, lingkungan tetangga, dan masyarakat sekitar sehingga berkembang menjadi budaya ketahanan pangan.

Para kepala perangkat daerah juga diminta mengawal keberlanjutan program dengan menyisipkan agenda perawatan tanaman dalam apel pagi rutin serta mendokumentasikan perkembangan tanaman sebagai bagian dari pemantauan program.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna menjelaskan PETANI BERDASI diintegrasikan dengan program GraNILA JARWO sebagai intervensi pertanian hamparan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi pada Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut menyasar lahan Kerangka Sampel Area (KSA) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dengan target luas 250 hektare.

“Program ini mengintegrasikan tiga bantuan utama secara terpadu, yaitu penyediaan benih unggul bersertifikat sebanyak 25 kg per hektar seperti varietas Junjuang, Cilalek, dan Batang Piaman, bantuan pupuk kompos (DKOMPOS) sebagai pembenah kualitas tanah, serta bantuan upah tanam untuk meringankan beban biaya tenaga kerja petani,” terang Nila.

Ia mengatakan keberhasilan GraNILA JARWO sangat bergantung pada kepatuhan petani terhadap teknis budidaya yang telah ditetapkan. Pengolahan lahan dan persemaian harus dilakukan secara optimal, dilanjutkan penanaman bibit muda berumur 15 hingga 21 Hari Setelah Semai (HSS) dengan kepadatan satu hingga dua batang per lubang tanam.

Penanaman juga menerapkan pola Jajar Legowo 2-1 atau 4-1 untuk mendukung sirkulasi udara, pencahayaan, dan pemeliharaan tanaman secara optimal. Seluruh rangkaian kegiatan dikawal Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Tim Monitoring dan Evaluasi.

Melalui penguatan urban farming di lingkungan ASN dan peningkatan efisiensi budidaya padi di tingkat kelompok tani, Pemko Payakumbuh menempatkan pengendalian inflasi tidak hanya pada sisi distribusi dan harga, tetapi juga pada penguatan produksi pangan daerah.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, menjaga stabilitas harga pangan, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Payakumbuh. (HM)

Di Forum DPD RI, Gubernur Mahyeldi Dorong Sumbar Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Barat Indonesia    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Di Forum DPD RI, Gubernur Mahyeldi Dorong Sumbar Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Barat Indonesia
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menjadi pembicara dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026).  (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan empat prioritas pembangunan untuk mempercepat pemulihan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menuju target 2029. Empat prioritas tersebut meliputi pemulihan, konektivitas, produktivitas, dan pemerataan pembangunan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menjadi pembicara dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026). Menurutnya, strategi tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi Sumbar saat ini sekaligus potensi daerah yang dapat dikembangkan untuk memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Mahyeldi menyebutkan, perekonomian Sumbar pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Kinerja ekspor juga menunjukkan tren positif, dengan nilai ekspor Januari–Juli 2026 mencapai US$1,94 miliar atau meningkat 21,28 persen. Di sisi lain, tingkat kemiskinan pada Maret 2026 turun menjadi 5,27 persen dari 5,31 persen pada September 2025.

Namun, proses pemulihan pascabencana masih menjadi tantangan. Sejumlah daerah dan layanan publik harus memulai 2026 dengan kebutuhan pemulihan infrastruktur dan aset, sehingga ruang fiskal daerah harus dibagi antara pemulihan dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sektor ekspor, Sumbar juga perlu memperkuat diversifikasi karena sekitar 85,78 persen ekspor masih didominasi komoditas minyak nabati.

“Karena itu, pembangunan ke depan harus kita arahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi sekaligus membuka sumber-sumber pertumbuhan baru,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, prioritas pertama adalah pemulihan, terutama pemulihan infrastruktur layanan dasar dan mitigasi bencana di 13 kabupaten/kota sesuai Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Prioritas kedua adalah konektivitas, melalui percepatan penanganan Sitinjau Lauik, penguatan koridor Riau–Sumbar–Jambi, preservasi jalan, serta kepastian tahapan pembangunan tol.

Prioritas ketiga adalah produktivitas, dengan pengembangan kawasan Padang–Pariaman, Bungus, dan sentra pangan melalui penguatan rantai dingin, fasilitas utilitas, serta rehabilitasi irigasi. Sedangkan prioritas keempat adalah pemerataan, terutama melalui pembangunan Trans-Mentawai, penguatan angkutan antarpulau, penyediaan air minum, dan penguatan RSUD.

Menurut Mahyeldi, penguatan empat sektor tersebut sekaligus diarahkan untuk menjadikan Sumbar sebagai Gerbang Barat Indonesia, yang menghubungkan potensi pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan pariwisata dengan pasar nasional maupun global melalui Samudra Hindia, Pelabuhan Teluk Bayur, dan Bandara Internasional Minangkabau.

“Target kita bukan hanya memulihkan kondisi yang ada, tetapi meningkatkan kapasitas ekonomi Sumatera Barat agar mampu tumbuh lebih tinggi dan memberikan kontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Untuk itu, Sumbar menargetkan pada 2029 pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,3 persen, PDRB per kapita Rp90,2 juta, serta tingkat kemiskinan berada pada kisaran 2,40–3,40 persen.

Dalam forum tersebut, Mahyeldi juga mendorong dukungan konkret DPD RI dan pemerintah pusat melalui tiga agenda bersama, yakni penetapan satu daftar prioritas pembangunan, kepastian tahapan dan skema pembiayaan melalui APBN, APBD, KPBU maupun investasi, serta pengawalan bersama terhadap kesenjangan pendanaan dan kesiapan proyek.

“Dengan sinergi pusat dan daerah yang lebih kuat, kita berharap berbagai program prioritas ini tidak hanya menjadi perencanaan, tetapi dapat segera diwujudkan dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (adpsb/bud)

KPJ Healthcare University Malaysia Kunjungi Padang, TP PKK Dorong Kolaborasi di Bidang Kesehatan dan Pendidikan    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

KPJ Healthcare University Malaysia Kunjungi Padang, TP PKK Dorong Kolaborasi di Bidang Kesehatan dan Pendidikan
Pemerintah Kota Padang melalui Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang menerima kunjungan delegasi KPJ Healthcare University Malaysia. (Foto: Faisal Siregar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang melalui Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang menerima kunjungan delegasi KPJ Healthcare University Malaysia dalam rangka Program Keterlibatan Masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Jumat (11/9/2026).

Ketua TP PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyambut baik program yang melibatkan mahasiswa KPJ Healthcare University tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di tengah masyarakat sekaligus mengenal berbagai potensi yang dimiliki Kota Padang.

Dian menjelaskan, kegiatan tersebut berfokus pada kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan itu, TP PKK Kota Padang memaparkan 10 Program Pokok PKK, sementara DWP Kota Padang memperkenalkan peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat.

“PKK mempunyai peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan perempuan dan anak, pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan keluarga. Kami berharap pertemuan ini bukan sekadar tempat untuk memberi ilmu, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk saling belajar,” ujar Dian.

Ia juga mengajak para delegasi Malaysia untuk mengenal lebih dekat masyarakat, kuliner, serta adat dan budaya Minangkabau. Dian bahkan menyarankan para mahasiswa untuk mencicipi rendang khas Kota Padang sebelum kembali ke Malaysia. Ia berharap kunjungan ini menjadi awal hubungan baik dan membuka peluang kerja sama maupun pertukaran pengalaman antara Kota Padang dan KPJ Healthcare University.

Executive and Programme Advisor Department Student Affairs KPJ Healthcare University, Nur Aryanni Binti Abdul Manaf, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada mahasiswa di luar ruang kuliah. Selain berinteraksi dengan masyarakat, mahasiswa juga diharapkan dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman selama mengikuti kegiatan. “Semoga ini meningkatkan semangat belajar dan bekerja sama, serta mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumbar, Darmawi, turut menyambut kedatangan delegasi KPJ Healthcare University. Ia menyebut Kota Padang memiliki daya tarik melalui kuliner, keindahan alam, dan kekayaan budaya. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang hubungan berkelanjutan antara Kota Padang dan Malaysia melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta pariwisata. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Melalui Duta Filateli Anak, Menggalak Filateli di Tingkat Pelajar SD Hingga SMA    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Melalui Duta Filateli Anak, Menggalak Filateli di Tingkat Pelajar SD Hingga SMA
Sebagaimana disampaikan Wakil Duta Filateli Anak Provinsi Sumatera Selatan Dian Putri Azizah, pelajar kelas 6 SDIT Al-Furqon Palembang, walaupun sekarang era digital, berkomunikasi dengan mudah, tapi tidak melupakan prangko. (Foto: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Seiring dengan perkembangan teknologi digital, penyampaikan pesan dan komunikasi antar personal yang berada di wilayah berbeda juga mengalami perubahan dratis. 

Dulu, orang menyampaikan pesan dan berkomunikasi dengan surat menyurat. 

Surat tersebut dikirimkan melalui jasa pos, baik berupa surat, kartu pos maupun warkat pos dan wesel pos untuk pengiriman  uang. 

Biaya pengirimannya ditandai dengan prangko yang ditempelkan di halaman depan amplop surat, kartu pos dan warkat pos.

Sekarang, di era digital, pengiriman pesan dan komunikasi antar personal sudah langsung melalui whatsapp,  chattingan,  berkomunikasi atau berbincang-bincang secara santai dan langsung jarak jauh menggunakan jaringan internet, maupun bicara langsung melalui hape.

Penyampaian pesan tidak lagi menggunakan jasa pos, sekaligus penggunaan prangko juga semakin tidak dikenal. 

Bahkan di kantor pos sendiri, juga sulit ditemukan prangko, karena pengiriman surat dan paket (barang) tidak lagi menggunakan prangko, langsung dibayar tunai berupa uang. 

Di sisi lain, hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos terus digalakkan kepada generasi milenial dan Gen Z. 

Organisasi Perkumpulan Penggerak Filatelis Indonesia (PFI) terus melakukan berbagai upaya memperkenalkan filateli kepada generasi milenial dan Gen Z, salah satunya melalui Duta Filateli Anak yang melibatkan anak-anak tingkat pendidikan SD, SMP dan SMA. 

Para pelajar tersebut mulai merasakan manfaatkan dari kegiatan filateli, hobi mengumpulkan prangko.

Tentu sebagai pelajar, manfaat yang diutamakan adalah mendapatkan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan.

Sebagaimana disampaikan Wakil Duta Filateli Anak Provinsi Sumatera Selatan Dian Putri Azizah, pelajar kelas 6 SDIT Al-Furqon Palembang, walaupun sekarang era digital, berkomunikasi dengan mudah, tapi tidak melupakan prangko. 

“Prangko merupakan benda unik yang banyak menyimpan peristiwa sejarah,” tutur Dian yang mulai mengumpulkan prangko sejak kelas 3 SD. 

Dian mengaku, tertarik dengan prangko saat  ulang tahun diberikan hadiah prangko oleh Mamanya. 

Waktu itu hanya sekedar mengumpulkan prangko. Saat duduk  di  kelas 5, diajak ikut kegiatan filateli. 

“Ternyata berhasil meraih juara dua. Tentu bangga sekali. Sehingga terpilih menjadi Wakil Duta Filateli Anak Provinsi Sumatera Selatan,” kata Dian dengan bangga, saat ditemui di Sriwijaya Philately Exhibition (Sriwijaya PHEC) 2026, Kamis (10/9/2026), di Atrium Baru, Palembang Square (PS) Mall Palembang. 

Hal senada juga diakui Duta Filateli Anak Ahmad Alif Raffansyah pelajar kelas 9 SMP 1 Palembang.  Affan panggilan akrabnya menuturkan, ketika duduk di kelas 8 mulai menyenangi prangko.

Karena ibunya juga memiliki koleksi prangko. Affan banyak mendapatkan prangko dari  Bandung dengan harga relatif murah.  

Cukup banyak satu prangko yang harganya cuma seribu rupiah. Nah, itu kesempatan untuk melengkapi koleksi prangko.

“Dari prangko dan filateli, banyak dapat ilmu pengetahuan. Baik sejarah, budaya, seni tari, dan tokoh-tokoh yang pernah diterbitkan prangkonya,” tutur Affan. 

Duta Filateli Favorit Provinsi Sumatera Selatan Aqilah Lioni Khaliqah Putri, pelajar  kelas XI
SMA Negeri 17 Palembang menceritakan proses dirinya terpilih Duta Filateli Favorit.

Beberapa tahapan yang dilaluinya mulai dari mengikuti wawancara, tes tertulis filateli dan pidato selamat tiga hari utama. Alhamdulillah terpilih sebagai Duta Filateli Favorit.

“Saya mulai menyenangi filateli ini karena  saudara ibu (tante) punya koleksi prangko. Ternyata ketularan juga menyenangi prangko dan filateli,” ujar Lioni.

Salah satu manfaat mengumpulkan prangko, ya mendapatkan ilmu pengetahuan dari prangko tersebut.  

Seperti prangko Penanda Kota Palembang atau Seri Artefak dan Bangunan Bersejarah yang diterbitkan  pada tanggal 15 Juni 2026. 

Prangko itu diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang yang ke-1.343. 

Prangkonya bergambar  artefak dan bangunan sejarah Kota Palembang, gambar prasasti kedukan bukit abad ke 8. 

“Dari prangko itu kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan sejarah tentang Kota Palembang. Itu salah satu contoh saja. Yang lain tentu banyak lagi,” sebut Lion.

Wakil Sekretaris PD PFI Sumatera Selatan Eko B Prasetyo menyebutkan, Duta Filateli dipilih dari siswa SD, SMP dan SMA.

Nantinya mereka yang memyampaikan filateli ke siswa sesuai usianya. 

Mereka lebih mudah menerima filateli dari rekan seusianya. Yang senior-senior hanya mendorong saja.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat  Perkumpulan Penggerak Filatelis Indonesia (PP PFI) Drs. Mahpudi, MT yang ditemui di sela-sela Sriwijaya Philately Exhibition (Sriwijaya PHEC) 2026, Kamis (10/9/2026), di Atrium Baru, Palembang Square (PS) Mall
Palembang, menyebutkan, Duta Filateli Anak ini pertama dibentuk di Indonesia. 

Provinsi Sumatera Selatan berhasil membentuk Duta Filateli Anak, agar memudahkan dalam mengembangkan dan mengajak pelajar SD, SMP dan SMA dalam kegiatan filateli. 

“Duta Filateli Anak terbukti lebih mudah mengajak siswa untuk  menyenangi hobi filateli di era digital ini. PD PFI Sumatera Selatan berhasil melibatkan banyak sekali pelajar bergabung dan mulai mengenal filateli,” kata Mahpudi menambahkan.  (armaidi tanjung)

Seleksi Calon Dewan Pengawas PDAM Solok Berlanjut, Tiga Tokoh Pemkab Masuk Tahap Wawancara    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Seleksi Calon Dewan Pengawas PDAM Solok Berlanjut, Tiga Tokoh Pemkab Masuk Tahap Wawancara
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., memimpin langsung sesi wawancara seleksi calon anggota dewan pengawas, Jumat (11/9/2026), bertempat di Guest House Bupati Solok. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Proses pengisian jabatan Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Solok memasuki tahap penting. 

Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., memimpin langsung sesi wawancara seleksi calon anggota dewan pengawas, Jumat (11/9/2026), bertempat di Guest House Bupati Solok.

Tahap ini diikuti tiga peserta yang telah lolos seleksi sebelumnya, yaitu Jefrizal, S.Pt., M.T. selaku Asisten II Pemerintah Kabupaten Solok; Deni Prihatni, S.T., M.T., Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan; serta Drs. Irwan Efendi, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Kegiatan berlangsung secara ketat dan objektif, turut disaksikan Inspektur Daerah Dery Akmal, S.T., Kepala Bagian Perekonomian Setda Hellidhya Vicelly Meriska, S.T., dan Kepala Bagian Hukum Setda Firdaus, S.H.

Bupati menegaskan, keberadaan Dewan Pengawas memiliki peran strategis sebagai penjaga kualitas tata kelola perusahaan daerah.

Oleh karena itu, penunjukan pengurus baru harus memastikan terpilihnya sosok yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi, keberanian mengawasi, serta komitmen kuat agar PDAM dapat berjalan sehat, transparan, dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kami mencari orang yang tepat, mampu menjaga kepercayaan publik, serta memastikan pengelolaan air bersih sebagai pelayanan dasar berjalan efisien dan akuntabel. Kualitas pengawasan akan menentukan masa depan pelayanan air bersih di Kabupaten Solok,” ujar Bupati.

Diharapkan, seluruh rangkaian proses seleksi ini berjalan adil dan objektif, sehingga menghasilkan pimpinan pengawas yang kompeten, berwibawa, dan mampu mendorong PDAM Kabupaten Solok semakin maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan warga.(80)

Tak Sekadar Memberitakan, Wartawan Sawahlunto Turun Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap    
Sabtu, September 12, 2026

On Sabtu, September 12, 2026

Tak Sekadar Memberitakan, Wartawan Sawahlunto Turun Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto turun langsung ke jalan membagikan masker kepada warga yang melintas di depan Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, Jumat (11/9/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah kabut asap yang belakangan semakin mengganggu kualitas udara, kepedulian terhadap kesehatan ikut mendapat perhatian. 

Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto turun langsung ke jalan membagikan masker kepada warga yang melintas di depan Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, Jumat (11/9/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus ajakan untuk lebih memperhatikan perlindungan diri di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.

Ketua Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto, Yanto Ula, mengatakan pembagian masker merupakan langkah sederhana yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga, khususnya mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan.

“Ini memang sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa membantu dan bermanfaat bagi mereka yang beraktivitas di luar,” ujar Yanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

“Terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung kegiatan ini. Dukungan mereka sangat berarti bagi kami,” katanya.

Sejumlah anggota komunitas tampak membagikan masker kepada pengendara dan pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto di luar aktivitas jurnalistik. 

Di tengah kondisi udara yang perlu diwaspadai, para pewarta memilih turun langsung dan berbagi sesuatu yang sederhana namun dibutuhkan. (*) 

Pewarta: Marjafri