HEADLINE
Sebanyak 2.897 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Pariaman    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Sebanyak 2.897 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Pariaman
Sosialisasi Program Jamsostek dan Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja rentan di Kota Pariaman tahun 2026 yang digelar selama dua hari, 10 s/d 11 Agustus 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 2.897 orang pekerja rentan yang ada di Kota Pariaman menerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad di aula Lantai III Kantor Bersama Karan Aur, Senin (10/8/2026). 

Kegiatan itu dilaksanakan dalam acara Sosialisasi Program Jamsostek dan Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja rentan di Kota Pariaman tahun 2026 yang digelar selama dua hari, 10 s/d 11 Agustus 2026.

Pekerja rentan adalah orang yang bekerja dengan penghasilan di bawah standar, kondisi kerja tidak aman, pekerjaan tidak stabil, dan tingkat kesejahteraan rendah.

Mereka umumnya bekerja di sektor informal tanpa perlindungan jaminan sosial tetap, sehingga sulit membayar iuran jaminan sosial secara mandiri, seperti petani, pedagang kecil, nelayan, tukang ojek, buruh, dan pekerja mandiri lainnya.

Dalam sambutannya Yota Balad menjelaskan di tahun 2026 melalui APBD Kota Pariaman, pemerintah kota sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk membiayai iuran perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 2.897 orang pekerja rentan di Kota Pariaman.

Tujuannya demi memberikan rasa aman dan perlindungan sosial yang nyata bagi masyarakat pekerja kelas bawah.

“Selain APBD Kota Pariaman melalui gerakan TUWAI KETAN (Satu ASN Satu Pekerja Rentan) yang dihasilkan dari kepedulian bersama ASN dilingkup pemerintahan  Kota Pariaman juga berhasil memberikan perlindungan bagi 1.763 orang pekerja rentan," ungakpnya.

Dengan demikian, total pekerja rentan yang resmi terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan Kota Pariamab berjumlah sebanyak 4.660 orang pekerja rentan. (R/at)

Wako Fadly Amran: Kita Menginginkan Penanganan Banjir Tidak Hanya pada Pembangunan Fisik    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Wako Fadly Amran: Kita Menginginkan Penanganan Banjir Tidak Hanya pada Pembangunan Fisik
Wako Fadly Amran, bersama Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satgas PRR Pascabencana Alam Wilayah Sumatera, Brigjen Pol Yopie Indra Prasetya Sepang. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dampak banjir yang melanda Kota Padang pada 3 Agustus 2026 mendapat perhatian serius dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Wilayah Sumatera.

Hal itu mengemuka dalam audiensi Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satgas PRR Pascabencana Alam Wilayah Sumatera, Brigjen Pol Yopie Indra Prasetya Sepang, beserta anggota tim di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (11/8/2026). 

Juga hadir di kesempatan itu unsur Forkopimda Kota Padang, sejumlah pimpinan OPD terkait di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Padang, serta pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, dan unsur terkait lainnya.

Usai audiensi, Satgas PRR bersama Wali Kota Padang dan jajaran meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir cukup parah di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, yakni Lapau Munggu RT 01 dan RT 02 RW 06 serta kawasan Guo RT 03 RW 06. Peninjauan juga dilakukan ke kawasan By Pass Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah.

Fadly Amran menyampaikan, banjir 3 Agustus 2026 merupakan kejadian kedua setelah Kota Padang dilanda bencana hidrometeorologi pada November 2025. Kondisi ini menunjukkan masih adanya titik rawan yang membutuhkan penanganan pemerintah pusat, sehingga usulan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) perlu diperbarui agar mencakup seluruh kawasan terdampak.

"Kita menginginkan penanganan banjir tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi terintegrasi dengan sistem pengelolaan dan mitigasi bencana jangka panjang," katanya. 

Fadly Amran menyebutkan, total kebutuhan penanganan banjir Kota Padang dalam dokumen R3P mencapai sekitar Rp955,771 miliar. Usulan tersebut meliputi pembangunan waduk retensi Air Pacah, perbaikan drainase di kawasan Bypass depan Kantor Wali Kota, perbaikan saluran crossing di depan Aciak Mart, serta normalisasi Batang Maransi.

"Selain itu, juga pembangunan pengendali banjir Batang Guo, pengendalian sedimen Batang Guo, pembuatan geoportal, serta penyediaan sensor banjir di Batang Kuranji. Kita berharap seluruh usulan ini dapat diterima pemerintah pusat," tukuknya. 

Sementara itu, Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang menilai langkah Pemko Padang dalam menangani dampak bencana telah berjalan cepat, baik dalam penanganan darurat maupun progres rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurutnya, banjir 3 Agustus di Kota Padang merupakan kejadian berulang yang membutuhkan pembahasan lebih mendalam, termasuk terhadap usulan penambahan kegiatan dalam rencana induk.

“Kami sudah meninjau beberapa lokasi dan melihat banjir yang terjadi merupakan kejadian berulang. Untuk itu perlu pembahasan lebih mendalam terkait pola penanganannya," cakapnya. 

Yopie menambahkan bahwa hasil Monev khusus penanganan pascabanjir di Kota Padang akan menjadi bahan evaluasi Satgas PRR untuk disampaikan kepada pemerintah pusat, termasuk usulan Pemko Padang terkait penambahan komponen R3P.

“Apa yang disampaikan Pak Wali Kota terkait permohonan nanti akan kita sampaikan kepada Bapak Mendagri selaku Kasatgas untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi," ujarnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat, Bunda Lingkungan Hidup Luncurkan Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat, Bunda Lingkungan Hidup Luncurkan Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
Ny. Nia Jon Firman Pandu, secara resmi meluncurkan Program “1 Rumah 1 Komposter” di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Senin (10/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan volume sampah rumah tangga mulai digulirkan. 

Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, secara resmi meluncurkan Program “1 Rumah 1 Komposter” di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Senin (10/8/2026). 

Pencanangan gerakan ini menjadi wujud kepedulian nyata terhadap pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing.

Program “1 Rumah 1 Komposter” hadir sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah organik sejak dari sumbernya. 

Sisa makanan, potongan sayuran, buah-buahan, hingga dedaunan yang selama ini kerap dibuang begitu saja, kini dapat diolah sendiri menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman pekarangan maupun kebutuhan pertanian.

Dalam sambutannya, Ny. Nia Jon Firman Pandu menegaskan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama, yang menuntut peran aktif seluruh lapisan masyarakat. 

“Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah masing-masing. Jika setiap rumah memiliki satu komposter, maka sampah organik tidak lagi semuanya menjadi beban pembuangan, melainkan berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga untuk membangun kebiasaan baru: memilah, mengolah, dan mengurangi sampah sejak di rumah. Keberhasilan program ini, kata beliau, sangat bergantung pada konsistensi dan partisipasi aktif masyarakat. 

“Ini bukan sekadar soal menempatkan alat pengolah sampah, melainkan membangun budaya peduli lingkungan. Jika dimulai dari satu rumah, lalu diikuti seluruh rumah, Insyaallah dampaknya akan sangat besar bagi kebersihan dan kelestarian Kabupaten Solok,” tambahnya.

Hadir menyaksikan peluncuran program tersebut sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat Lembah Gumanti, unsur terkait, serta masyarakat Nagari Alahan Panjang yang antusias menyambut inisiatif tersebut.

Diharapkan, melalui program ini tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Di samping itu, masyarakat juga memperoleh manfaat langsung berupa pupuk organik hasil olahan sendiri. 

Peluncuran di Nagari Alahan Panjang ini menjadi momentum pengajak bersama, agar pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat terwujud di seluruh penjuru Kabupaten Solok.

Dengan semakin banyak keluarga yang mampu mengolah sampah organik secara mandiri, maka volume sampah yang harus dibuang akan berkurang secara signifikan, dan lingkungan Kabupaten Solok pun senantiasa terjaga kebersihannya.(80)

Bakri Bakar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Ajak Masyarakat Lunang Tingkatkan Kesiapsiagaan    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Bakri Bakar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Ajak Masyarakat Lunang Tingkatkan Kesiapsiagaan
Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Bakri Bakar, SH, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Bakri Bakar, SH, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana di Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dengan antusias. Sosialisasi menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di lingkungan tempat tinggal.

Dalam kegiatan tersebut, Bakri Bakar menyampaikan pentingnya membangun kesadaran dan budaya siaga bencana di tengah masyarakat. 

Menurutnya, penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Masyarakat perlu mengetahui potensi bencana yang ada di wilayahnya serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, risiko serta dampak yang ditimbulkan bencana dapat diminimalkan.

Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana sendiri menjadi salah satu landasan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Sumatera Barat, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Bakri Bakar berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebatas pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyelamatkan diri, keluarga, serta lingkungan ketika menghadapi situasi darurat.”

Ia juga mendorong agar koordinasi antara masyarakat, pemerintah nagari, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, penanggulangan bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah dan efektif.

Kecamatan Lunang yang berada di wilayah Pesisir Selatan juga perlu memiliki perhatian serius terhadap berbagai potensi bencana. Karena itu, edukasi kebencanaan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai risiko bencana.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bakri Bakar berharap masyarakat semakin memahami hak, kewajiban dan peran masing-masing dalam penanggulangan bencana, sekaligus bersama-sama membangun masyarakat Sumatera Barat yang tangguh, tanggap dan siap menghadapi bencana. (*)

Penutupan Rangkaian HJK ke-357, Wako Fadly Amran: Dalam Lima Hari Ini, Perputaran Uang di Kota Padang Mencapai Rp46,5 Miliar    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Penutupan Rangkaian HJK ke-357, Wako Fadly Amran: Dalam Lima Hari Ini, Perputaran Uang di Kota Padang Mencapai Rp46,5 Miliar
Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi menutup rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 sekaligus Padang Fashion Summit (PFS). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi menutup rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 sekaligus Padang Fashion Summit (PFS), di ZHM Premiere Hotel, Senin malam (10/8/2026).

Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan HJK Padang yang berlangsung sejak 6 Agustus 2026, dengan mengusung tema Taste of Padang Experience :  Road to Gastronomy City.

Selain Wali Kota Padang Fadly Amran, hadir juga anggota DPD-RI Cerint Iralloza Tasya, anggota DPRD Kota Padang Erianto Mahmuda, Argi Putra Finalo, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Ketua DWP Kota Padang Ny. Nova Raju Minropa, dan Pimpinan BUMD/BUMN, unsur perguruan tinggi,  kepala daerah se-Sumatera Barat, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian HJK Padang tahun ini. Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar berlangsung sukses dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

"Dalam lima hari ini, perputaran uang di Kota Padang mencapai Rp46,5 miliar. Ini menunjukkan bahwa event yang kita laksanakan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Padang,” katanya. 

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Padang terus mendorong terwujudnya Padang sebagai Kota Kreatif UNESCO. Untuk itu, berbagai subsektor ekonomi kreatif seperti gastronomi, desain, seni pertunjukan, dan fashion perlu terus dikembangkan.

"Lokomotifnya bisa jadi gastronomi, tetapi subsektor ekonomi kreatif lainnya juga harus kita gerakkan. Bagaimana desain, art performance, fashion, semuanya harus kita kembangkan karena ini menjadi bagian dari kota kreatif tersebut,” ujarnya. 

Fadly Amran juga menyebutkan berbagai event yang digelar dalam rangka HJK ke-357 bertujuan mendatangkan lebih banyak orang ke Kota Padang. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah kunjungan ke Kota Padang meningkat dari 4,3 juta pada 2024, menjadi 5,3 juta kunjungan pada 2025.

"Tahun depan kita akan buat event lebih meriah lagi, sehingga semakin banyak orang datang ke Kota Padang dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian masyarakat," cakapnya. 

Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Fadly Amran mengatakan Padang Fashion Summit bukan sekadar ajang peragaan busana, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi sekaligus mempercepat perkembangan industri fashion lokal.

Istri Wali Kota Padang itu menyebutkan, Padang Fashion Summit tahun ini turut menghadirkan desainer dari luar negeri, diantaranya tiga desainer asal Australia dan satu desainer dari Malaysia yang berpartisipasi dalam fashion show dengan memperagakan karya-karya mereka.

“Kita sangat bangga karena telah melaksanakan rangkaian HJK Padang dengan begitu meriah, dan alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses. Hari ini, penutupan HJK Padang ditandai dengan pelaksanaan Padang Fashion Summit yang berlangsung selama dua hari," tukuknya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pertama Kali Lomba Tahfizd Al-Qur’an Murid Bersama Orang Tua Digelar di Kota Pariaman    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Pertama Kali Lomba Tahfizd Al-Qur’an Murid Bersama Orang Tua Digelar di Kota Pariaman
Kegiatan berlangsung di SDN 21 Jalan Kereta Api (JKA), Kelurahan Jalan Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Senin (10/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Untuk pertama kalinya Lomba Tahfizd Al-Qur’an Murid Bersama Orang Tua tingkat SD/MI se-Kota Pariaman tahun 2026 diresmikan Wali Kota Pariaman Yota Balad.

Kegiatan berlangsung di SDN 21 Jalan Kereta Api (JKA), Kelurahan Jalan Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT RI Ke-81.

Serta turut menyukseskan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman yaitu Pariaman Risalah (Beriman, Sholeh dan Berakhlak).

Tujuannya untuk memperebutkan Piala Wali Kota Pariaman Dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS ) SD Kota Pariaman.

Dalam sambutannya Yota Balad sampaikan sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Pariaman khususnya SDN 21 JKA yang telah berhasil membuat inovasi yang sangat bagus dan bermanfaat sekali untuk anak, orang tua dan sekolah.

“Saya merasa terharu dengan adanya inovasi ini karena kegiatan seperti ini sangat positif sekali bukan hanya melatih kemampuan anak-anak saja, tetapi juga bisa memperkuat kedekatan emosional antara orang tua dan anak sehingga semakin banyak anak-anak kami yang berani tampil, percaya diri, dan berprestasi,” ujarnya. (R/at)

Wawako Maigus Nasir Tutup Padang Harmoni Festival 2026 di Bawah Jembatan Siti Nurbaya kawasan Kota Tua    
Selasa, Agustus 11, 2026

On Selasa, Agustus 11, 2026

Wawako Maigus Nasir Tutup Padang Harmoni Festival 2026 di Bawah Jembatan Siti Nurbaya kawasan Kota Tua
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menutup secara resmi Padang Harmoni Festival 2026 yang berlangsung semarak di bawah Jembatan Siti Nurbaya kawasan Kota Tua, Senin (10/8/2026) malam. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menutup secara resmi Padang Harmoni Festival 2026 yang berlangsung semarak di bawah Jembatan Siti Nurbaya kawasan Kota Tua, Senin (10/8/2026) malam.

Festival yang menyajikan beragam pertunjukan seni dari sejumlah etnis itu merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Digelar untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut mengusung tema “Urang Padang Jalan Barampek” menggambarkan Kota Padang sebagai rumah bersama bagi masyarakat Minangkabau, Nias, Tionghoa, dan India.

Turut hadir di malam penutupan Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache, unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua Forum Pembauran Kota Padang, Suardi Z. Datuk Garang, serta perwakilan lintas etnis, dan sejumlah kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Maigus Nasir mengatakan, Padang Harmoni Festival menjadi momentum untuk menegaskan karakter Kota Padang sebagai kota yang majemuk, harmonis, toleran, serta menjunjung tinggi kerukunan antaretnis dan umat beragama.

“Melalui Padang Harmoni Festival, kita menyaksikan keberagaman etnis dan budaya dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan," katanya. 

Maigus Nasir juga mengapresiasi Badan Kesbangpol Kota Padang bersama perkumpulan etnis Nias, Tionghoa, dan India yang telah berkolaborasi menyukseskan Padang Harmoni Festival 2026. Menurutnya, keberagaman etnis dan budaya merupakan kekuatan penting dalam mendukung kemajuan pembangunan Kota Padang.

“ Kami mengapresiasi kolaborasi yang tercipta dalam festival ini. Keberagaman etnis dan budaya merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan Kota Padang menuju kota gastronomi dunia," ujarnya. 

Lebih lanjut, Maigus menambahkan bahwa Kota Padang merupakan ruang bersama bagi masyarakat dari berbagai etnis dan budaya yang keberagamannya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu.

“Banyak sejarah yang telah terukir di sini sejak zaman penjajahan. Kota Tua dahulu menjadi tempat berkumpulnya berbagai etnis yang hidup berdampingan, sekaligus pusat perdagangan pada masanya," cakapnya. 

Kawasan Kota Tua, kata dia, juga memiliki sejarah panjang sebagai tempat berkumpulnya berbagai etnis sekaligus pusat perdagangan pada masanya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU