HEADLINE
Muhidi Soroti Ancaman Banjir! Warga Keluhkan Dampak Pembangunan Perumahan, Tata Ruang dan Lingkungan Diminta Diperiksa    
Sabtu, Oktober 17, 2026

On Sabtu, Oktober 17, 2026

Muhidi Soroti Ancaman Banjir! Warga Keluhkan Dampak Pembangunan Perumahan, Tata Ruang dan Lingkungan Diminta Diperiksa
Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Sumatera Barat, Sabtu (17/10/2026). (Fotdok: Djuna). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ancaman banjir yang terus menghantui warga menjadi alarm keras bagi pemerintah agar pengawasan pembangunan dan perlindungan lingkungan tidak sekadar berhenti di atas kertas. Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk memastikan pembangunan tidak mengorbankan keselamatan warga.

Persoalan tersebut mencuat dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Sumatera Barat, Sabtu (17/10/2026). Dalam kegiatan itu, warga Perumahan Safa Marwa menyampaikan kekhawatiran terhadap banjir berulang dan meminta pemerintah menelusuri kemungkinan dampak perubahan lingkungan di sekitar permukiman mereka.

Heri, Ketua LPS yang tinggal di Perumahan Safa Marwa, mengungkapkan bahwa banjir telah menjadi persoalan yang berulang kali membuat warga khawatir setiap kali hujan turun. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi lingkungan di sekitar permukiman, termasuk dugaan keterkaitan perubahan kawasan dengan pembangunan Perumahan Kinaya. Dugaan tersebut, menurutnya, perlu diperiksa secara menyeluruh oleh instansi berwenang.

"Kami sudah menyampaikan persoalan ini melalui surat kepada pemerintah kota, gubernur, hingga instansi lingkungan hidup. Kami berharap ada tindak lanjut yang jelas, karena setiap hujan kami kembali khawatir dengan kondisi lingkungan tempat tinggal kami," ujar Heri.

Heri juga meminta kejelasan mengenai kesesuaian tata ruang, sistem aliran air, serta pemenuhan dokumen lingkungan dan perizinan pembangunan di sekitar kawasan tersebut. Warga berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi juga melakukan pemeriksaan lapangan dan menyampaikan hasilnya secara transparan. Namun, dugaan mengenai penyebab banjir maupun kepatuhan perizinan tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan resmi.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Yomike Yusra, mengatakan persoalan tersebut perlu dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Padang dan instansi terkait. Pemeriksaan, menurutnya, perlu memperhatikan kesesuaian tata ruang, perizinan, kajian lingkungan, serta potensi bencana banjir dan longsor yang dapat berdampak terhadap masyarakat. Ia juga menyampaikan rencana peninjauan kembali RPPLH yang disusun pada 2020 agar kebijakan lingkungan lebih sesuai dengan perkembangan wilayah dan tantangan kebencanaan.

Di tengah keresahan warga tersebut, Muhidi menegaskan bahwa perlindungan lingkungan harus menjadi bagian utama dalam setiap proses pembangunan. Pengawasan pemerintah perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab pengusaha dan kesadaran masyarakat. Pembangunan kawasan permukiman tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan fisik, tetapi juga harus memperhitungkan kondisi tanah, aliran air, dan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

"Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pengusaha dan masyarakat juga memiliki peran. Kita harus membangun kesadaran bersama agar pembangunan tidak justru menimbulkan persoalan bagi warga," kata Muhidi. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memeriksa status lahan, kondisi tanah, serta potensi banjir dan longsor sebelum membeli rumah, sehingga keputusan memiliki hunian didasarkan pada informasi yang memadai.

Muhidi berharap keluhan warga Safa Marwa menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi dan pengawasan pembangunan di Sumatera Barat. Pemerintah dan instansi terkait perlu duduk bersama menelusuri persoalan, memeriksa kondisi di lapangan, serta memastikan setiap pembangunan sesuai ketentuan lingkungan dan tata ruang. Bagi warga, yang paling dibutuhkan bukan sekadar penjelasan, melainkan tindak lanjut yang jelas agar kekhawatiran terhadap banjir tidak terus berulang setiap kali hujan turun. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Aki EWS Banjir BPBD Padang Hilang Lagi! Sirene Peringatan Dini Terancam, Keselamatan Warga Jadi Sorotan    
Sabtu, Oktober 17, 2026

On Sabtu, Oktober 17, 2026

Aki EWS Banjir BPBD Padang Hilang Lagi! Sirene Peringatan Dini Terancam, Keselamatan Warga Jadi Sorotan
Peristiwa ini bukan sekadar kehilangan barang, tetapi menyangkut keberlangsungan sistem peringatan dini yang berperan penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir. (Fotdok: Riko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Hilangnya komponen peralatan Early Warning System (EWS) Banjir milik BPBD Kota Padang kembali memantik perhatian serius. Kali ini, satu unit aki merek Kijo jenis deep cycle berkapasitas 12V 100Ah yang menjadi sumber daya pemancar sirene peringatan dini banjir dilaporkan hilang di kawasan Pasa Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Sabtu (17/10/2026). Peristiwa ini bukan sekadar kehilangan barang, tetapi menyangkut keberlangsungan sistem peringatan dini yang berperan penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir.

Direktur CV Anugerah Nuansa Abadi, Suri Hamdazir, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia segera meneruskannya kepada Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ricky Januar Alexander. Tim kemudian bergerak ke lokasi untuk memeriksa kondisi perangkat dan memastikan komponen yang hilang.

Sekitar pukul 11.05 WIB, Suri bersama Ricky dan tim melakukan pengecekan langsung di lokasi. Hasil pemeriksaan memastikan satu unit aki Kijo deep cycle 12V 100Ah yang berfungsi sebagai sumber daya pemancar sirene EWS Banjir telah hilang. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kehilangan itu diperkirakan terjadi pada Sabtu dini hari. Peristiwa ini menjadi alarm penting bahwa fasilitas mitigasi bencana membutuhkan pengawasan dan perlindungan yang lebih serius.

Keterangan seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan turut memberikan gambaran mengenai dugaan waktu kejadian. Warga tersebut mengaku terbangun sekitar pukul 02.00 WIB setelah mendengar suara mencurigakan dari arah belakang rumah, seperti suara seseorang yang sedang membuka sesuatu secara paksa. Namun, karena sedang sakit dan situasi masih dini hari, ia tidak langsung mendatangi sumber suara tersebut.

Saat memeriksa lokasi pada pagi harinya, warga itu mendapati salah satu komponen peralatan EWS Banjir telah hilang. Meski terdapat keterangan mengenai suara mencurigakan, pihak yang bertanggung jawab atas kehilangan tersebut belum diketahui. Karena itu, penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap kronologi dan memastikan penyebab hilangnya komponen penting tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, menegaskan bahwa perangkat EWS Banjir merupakan aset negara yang memiliki fungsi strategis dalam upaya mitigasi bencana. Ia turut mendampingi proses pelaporan kejadian tersebut ke Polsek Kuranji agar kehilangan itu dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah pelaporan ini penting untuk memberikan kejelasan atas kejadian sekaligus mendukung proses penanganan oleh pihak berwenang.

Persoalan ini tidak boleh dipandang hanya sebagai kehilangan satu unit aki. Komponen tersebut berfungsi sebagai sumber daya bagi pemancar sirene EWS Banjir. Jika kehilangan itu menyebabkan perangkat tidak berfungsi optimal, kemampuan sistem dalam memberikan peringatan kepada masyarakat berpotensi terganggu. Dalam situasi darurat, keterlambatan peringatan dapat mempersempit waktu warga untuk menyelamatkan diri, mengamankan keluarga, dan memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman.

Terlebih lagi, perangkat tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan, tetapi statusnya tetap merupakan aset negara yang harus dijaga. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pemasangan teknologi peringatan dini harus disertai pengawasan, pemeliharaan, serta kepedulian masyarakat. Pemeriksaan kondisi perangkat secara berkala dan tindak lanjut cepat terhadap setiap laporan kerusakan maupun kehilangan menjadi bagian penting untuk memastikan sistem benar-benar siap digunakan ketika bencana mengancam.

Masyarakat Kota Padang, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan rawan banjir, diimbau ikut menjaga fasilitas kebencanaan di lingkungannya. Apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar perangkat EWS, warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri. Kehilangan komponen EWS di Pasa Lalang harus menjadi perhatian bersama: fasilitas peringatan dini bukan sekadar perangkat elektronik, melainkan salah satu penunjang keselamatan publik. Menjaga EWS berarti ikut menjaga kesempatan warga untuk menerima peringatan lebih awal ketika banjir mengancam. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Nurhidayati Bangga! Tim Paski MTsN 3 Sabet Dua Penghargaan, Tiket Kejurnas FORBASI Berhasil Dikunci    
Sabtu, Oktober 17, 2026

On Sabtu, Oktober 17, 2026

Nurhidayati Bangga! Tim Paski MTsN 3 Sabet Dua Penghargaan, Tiket Kejurnas FORBASI Berhasil Dikunci
Tim Paski MTsN 3 Kota Padang berhasil meraih Juara Utama 2 dan Danton Terbaik 1 dalam kompetisi yang digelar pada Kamis (15/10/2026) di GOR Zaini Zein, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik MTsN 3 Kota Padang. Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paski) sekolah tersebut sukses mencuri perhatian dalam VARMUS Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORBASI Sumatera Barat dengan membawa pulang dua penghargaan sekaligus dan memastikan satu tiket menuju Kejuaraan Nasional FORBASI di Jawa Barat.

Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa kedisiplinan, kekompakan, dan latihan yang konsisten mampu melahirkan prestasi nyata. Tim Paski MTsN 3 Kota Padang berhasil meraih Juara Utama 2 dan Danton Terbaik 1 dalam kompetisi yang digelar pada Kamis (15/10/2026) di GOR Zaini Zein, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Kepala MTsN 3 Kota Padang, Nurhidayati, ST, menyambut pencapaian tersebut dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, keberhasilan anak-anak Paski bukan sekadar raihan piala, melainkan hasil dari perjuangan, kerja keras, serta kesungguhan mereka menjalani setiap tahapan latihan hingga mampu bersaing di tingkat provinsi.

"Saya merasa bangga atas pencapaian anak-anak Paski MTsN 3 Kota Padang. Keberhasilan meraih Danton Terbaik 1 dan Juara Utama 2 ini merupakan hasil dari kerja keras dan latihan yang telah mereka jalani," ujar Nurhidayati.

Dua penghargaan yang berhasil dibawa pulang tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Tim Paski MTsN 3 Kota Padang memiliki potensi besar untuk melangkah lebih jauh. Prestasi Danton Terbaik 1 memperlihatkan keberhasilan komando dalam memimpin pasukan, sementara Juara Utama 2 mencerminkan kemampuan tim menjaga disiplin, ketepatan gerakan, kekompakan, dan penampilan secara keseluruhan.

Lebih dari sekadar kemenangan dalam kompetisi, capaian ini juga memastikan kesempatan bagi Tim Paski MTsN 3 Kota Padang untuk melanjutkan perjuangan ke Kejuaraan Nasional FORBASI yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Desember 2026 di Provinsi Jawa Barat. Tiket nasional tersebut menjadi tantangan baru sekaligus peluang untuk mengharumkan nama madrasah dan Kota Padang di panggung yang lebih besar.

Nurhidayati pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota tim atas prestasi yang diraih. Ia berharap keberhasilan di tingkat daerah tidak membuat para peserta didik cepat berpuas diri, tetapi justru menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas latihan, memperkuat mental bertanding, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional.

"Selamat kepada Tim Paski MTsN 3 Kota Padang atas keberhasilan yang diraih. Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat untuk terus berjuang dan memberikan hasil terbaik pada Kejuaraan Nasional FORBASI di Jawa Barat nanti," tutur Nurhidayati.

Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MTsN 3 Kota Padang dan inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi. Di bawah dukungan pihak madrasah, keberhasilan Tim Paski diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk membangun karakter disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian berkompetisi secara positif demi meraih prestasi yang lebih tinggi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Nanda Satria Ajak KNPI Sumbar Bergerak! Ancaman Bencana Mengintai, Pemuda Diminta Jadi Garda Terdepan    
Sabtu, Oktober 17, 2026

On Sabtu, Oktober 17, 2026

Nanda Satria Ajak KNPI Sumbar Bergerak! Ancaman Bencana Mengintai, Pemuda Diminta Jadi Garda Terdepan
Nanda Satria saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana Daerah bersama pengurus KNPI Sumatera Barat, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, S.IP., mengajak generasi muda, khususnya jajaran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat, memperkuat kepedulian dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Ia menegaskan, keterlibatan pemuda sangat dibutuhkan untuk membantu melindungi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya potensi bencana saat curah hujan tinggi.

Ajakan tersebut disampaikan Nanda Satria saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana Daerah bersama pengurus KNPI Sumatera Barat, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman generasi muda bahwa kesiapsiagaan bencana bukan sekadar pengetahuan, melainkan kebutuhan penting demi keselamatan masyarakat.

Nanda mengingatkan, Sumatera Barat merupakan wilayah yang memiliki kerawanan terhadap berbagai jenis bencana. Memasuki periode dengan potensi peningkatan curah hujan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor. Menurutnya, langkah antisipasi harus dipersiapkan sejak dini agar risiko dan dampak bencana dapat ditekan.

“Ini menjadi momentum bagi kita semua, sebab Sumatera Barat merupakan daerah yang rentan ditimpa bencana. Apalagi menjelang akhir tahun, curah hujan cenderung meningkat. Tentunya, kondisi ini harus menjadi perhatian dan kewaspadaan kita bersama,” ungkap Nanda.

Ia menjelaskan, ancaman bencana tidak hanya berupa banjir dan longsor. Gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, erupsi gunung api, kekeringan, hingga angin kencang juga membutuhkan perhatian serius. Karena itu, masyarakat perlu memahami tindakan yang tepat sebelum bencana terjadi, ketika keadaan darurat berlangsung, serta saat memasuki tahap pemulihan.

Dalam upaya tersebut, Nanda menempatkan generasi muda sebagai salah satu kekuatan penting dalam membangun masyarakat tangguh bencana. KNPI diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi, membantu menyebarkan informasi yang benar, serta mendorong tumbuhnya kepedulian sosial. Ia juga mengajak pemuda hadir membantu warga terdampak melalui koordinasi dengan petugas dan pihak berwenang.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Sumatera Barat, Akli El Bana, menjelaskan bahwa penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan. Risiko yang perlu diantisipasi tidak hanya berkaitan dengan faktor alam, tetapi juga dapat mencakup bencana nonalam dan persoalan sosial, seperti konflik antarkelompok serta ancaman teror yang mengganggu keselamatan masyarakat.

Akli menegaskan, penanggulangan bencana mencakup rangkaian langkah mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Mitigasi bertujuan mengurangi risiko, sedangkan kesiapsiagaan memastikan masyarakat mengetahui tindakan yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Setelah bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan untuk memulihkan kehidupan warga serta membangun kembali wilayah terdampak. “Nah, di sinilah pentingnya kesiapsiagaan. Kita harus mampu mengantisipasi potensi bencana melalui pengorganisasian dan langkah-langkah yang tepat guna serta berdaya guna,” jelasnya.

Melalui Sosper Perda Nomor 4 Tahun 2023 ini, Nanda Satria berharap KNPI Sumatera Barat semakin aktif memperluas edukasi kebencanaan dan memperkuat gerakan kemanusiaan di tengah masyarakat. “Harapan kita ke depan, semoga Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, terhindar dari bencana-bencana yang melanda. Untuk itu, peran generasi muda, terutama KNPI, harus menjadi garda terdepan dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” tegasnya. Sinergi DPRD, BPBD, organisasi kepemudaan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan serta mengurangi risiko bencana demi keselamatan warga Sumatera Barat. (*) 

Editorial: Zamri Yahya, WU

HUT ke-81 PMI, 300 Relawan Muda Padang Digembleng! Siap Hadapi Bencana dan Selamatkan Sesama    
Sabtu, Oktober 17, 2026

On Sabtu, Oktober 17, 2026

HUT ke-81 PMI, 300 Relawan Muda Padang Digembleng! Siap Hadapi Bencana dan Selamatkan Sesama
di Lapangan Apeksi, Kompleks Perkantoran Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (17/10/2026), lebih dari 300 peserta mengikuti berbagai perlombaan. (Foto: Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan relawan di Kota Padang. Melalui kegiatan Galang Kreativitas Relawan di Lapangan Apeksi, Kompleks Perkantoran Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (17/10/2026), lebih dari 300 peserta mengikuti berbagai perlombaan untuk mengasah keterampilan, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi situasi kedaruratan maupun bencana.

Kegiatan yang melibatkan Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) se-Kota Padang ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan. Di balik setiap perlombaan, terdapat misi besar membangun generasi relawan yang terampil, disiplin, dan siap memberikan pertolongan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat. Kesiapan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan di tengah beragam risiko bencana.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menegaskan bahwa perlombaan ini bukan semata-mata untuk mencari pemenang atau mendapatkan hadiah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana meningkatkan kemampuan sekaligus membangun kesiapsiagaan relawan agar mampu menjalankan tugas ketika dibutuhkan masyarakat. Kompetensi relawan harus terus diasah sehingga mereka memiliki bekal yang memadai dalam menghadapi situasi nyata.

“Perlombaan ini bukan hanya sekadar mencari pemenang dan mendapatkan hadiah, tetapi juga menjadi wujud kesiapsiagaan para relawan PMI apabila terjadi bencana maupun situasi kedaruratan lainnya. Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi adik-adik kita sebagai relawan bencana nantinya,” ujar Raju Minropa.

Ia berharap seluruh relawan di bawah jajaran PMI semakin siap menghadapi bencana maupun kondisi darurat lainnya. Ketika PMR, KSR, dan PMI dibutuhkan masyarakat, mereka diharapkan sudah memiliki kemampuan yang lebih baik. Karena itu, latihan, evaluasi, dan pembenahan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membentuk relawan yang sigap, terampil, dan mampu memberikan pertolongan secara tepat.

Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, menjelaskan bahwa Galang Kreativitas Relawan merupakan ajang menguji kemampuan peserta yang selama ini menjalani latihan rutin, baik sekali maupun dua kali dalam sepekan. Melalui kegiatan tersebut, PMI ingin melihat sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pembinaan dapat dipertahankan serta dipraktikkan dengan baik. Hasil perlombaan juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas pembinaan relawan ke depan.

Ia menekankan bahwa para peserta PMR dan KSR merupakan calon penerus relawan PMI Kota Padang yang perlu terus dibina agar memiliki semangat membantu sesama. Kepedulian sosial, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan tempat tinggal dan masyarakat luas. Dengan semangat kerelawanan yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata.

Lebih dari 300 peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan perwakilan PMR Mula tingkat SD, PMR Madya tingkat SMP, PMR Wira tingkat SMA atau sederajat, serta KSR dari perguruan tinggi se-Kota Padang. Berbagai perlombaan digelar, meliputi keterampilan tandu, pertolongan pertama, mewarnai, hingga gladi dan manajemen posko. Setiap kategori dirancang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengukur keterampilan peserta dalam menjalankan tugas-tugas kepalangmerahan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, jajaran pengurus PMI Provinsi Sumatera Barat, jajaran pengurus PMI Kota Padang, serta para anggota PMR dan KSR. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan pentingnya dukungan bersama dalam membangun sumber daya relawan yang kompeten. Pembinaan sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kepedulian, kedisiplinan, dan kesiapan membantu sesama.

Momentum HUT ke-81 PMI ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan latihan rutin, pengujian kemampuan, dan pembinaan berkelanjutan agar relawan benar-benar siap saat masyarakat membutuhkan pertolongan. Melalui Galang Kreativitas Relawan, PMI Kota Padang diharapkan terus melahirkan generasi muda yang tangguh, cekatan, dan berjiwa kemanusiaan, sekaligus memperkuat peran relawan dalam pelayanan sosial serta penanggulangan bencana di Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

PORPI Pariaman Bikin Bangga di Panggung Nasional! Yosneli Balad Bawa Tabuik Piaman Raih Dua Prestasi di HUT ke-45    
Sabtu, Oktober 17, 2026

On Sabtu, Oktober 17, 2026

PORPI Pariaman Bikin Bangga di Panggung Nasional! Yosneli Balad Bawa Tabuik Piaman Raih Dua Prestasi di HUT ke-45
Membawa kekayaan budaya lokal melalui penampilan senam kreasi bertema Tabuik Piaman, kontingen yang diketuai Ny. Yosneli Balad sukses mencuri perhatian dalam perayaan HUT ke-45 PORPI di kawasan Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (17/10/2026). (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan ditorehkan Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) Kota Pariaman di panggung nasional. Membawa kekayaan budaya lokal melalui penampilan senam kreasi bertema Tabuik Piaman, kontingen yang diketuai Ny. Yosneli Balad sukses mencuri perhatian dalam perayaan HUT ke-45 PORPI di kawasan Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (17/10/2026).

Tak sekadar tampil memeriahkan kegiatan, PORPI Kota Pariaman berhasil membawa pulang dua prestasi sekaligus. Kontingen ini meraih juara III penampilan senam kreasi dan penghargaan senam terbaik kategori senam terkonfidence. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa olahraga, kreativitas, dan identitas budaya daerah dapat berpadu menjadi kekuatan yang membanggakan.

Ajang senam bersama berskala nasional yang digelar PORPI Nasional itu diikuti 23 grup senam dari berbagai daerah di Indonesia. Persaingan antarkontingen menghadirkan beragam kreasi dan penampilan, menjadikan keberhasilan PORPI Kota Pariaman sebagai momentum penting untuk menunjukkan potensi daerah di hadapan peserta dari berbagai wilayah.

Keistimewaan penampilan PORPI Kota Pariaman terletak pada keberanian mengangkat Tabuik Piaman sebagai identitas utama dalam senam kreasi. Tradisi kebanggaan masyarakat Pariaman tersebut tidak hanya menjadi unsur pertunjukan, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan adat dan kearifan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Ketua PORPI Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, yang ikut langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perjuangan seluruh kontingen. Baginya, prestasi yang diraih merupakan hasil dari semangat kebersamaan sekaligus kesempatan berharga untuk membawa nama Kota Pariaman semakin dikenal di tingkat nasional.

Yosneli menegaskan, tujuan utama kegiatan PORPI tetap berorientasi pada peningkatan kesehatan dan kebugaran masyarakat. Namun, melalui penampilan yang mengangkat budaya lokal, kegiatan olahraga juga dapat menjadi media promosi daerah yang efektif. Dengan cara ini, semangat hidup sehat berjalan beriringan dengan upaya menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Minangkabau.

Lebih jauh, PORPI Kota Pariaman diharapkan mampu memperluas sosialisasi olahraga senam pernapasan kepada masyarakat, terutama kelompok usia 45 tahun ke atas. Kelompok pralanjut usia hingga lanjut usia perlu mendapatkan ruang untuk tetap aktif bergerak, menjaga kebugaran, serta membangun kebiasaan hidup sehat sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

PORPI sendiri merupakan organisasi olahraga kesehatan berbadan hukum yang berfokus pada olahraga pernapasan, senam refleksi yang dipromosikan untuk mendukung kebugaran, serta senam disko bugar. Berbagai aktivitas tersebut menjadi pilihan kegiatan fisik bagi masyarakat lintas usia, dengan tetap memperhatikan kemampuan tubuh dan kebutuhan masing-masing peserta.

Keberhasilan PORPI Kota Pariaman di HUT ke-45 PORPI pun menjadi lebih dari sekadar raihan penghargaan. Prestasi ini memperlihatkan bahwa gerakan hidup sehat dapat menjadi panggung promosi budaya sekaligus memperkuat kebanggaan daerah. Di bawah kepemimpinan Ny. Yosneli Balad, PORPI Kota Pariaman diharapkan terus berkembang, menjangkau lebih banyak masyarakat, dan membawa nama Pariaman melalui perpaduan olahraga, kreativitas, serta pesona Tabuik Piaman. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Muhidi Tegas! DPRD Sumbar Dorong Warga Cegah Banjir, Jangan Tutup Saluran Air dan Abaikan Lingkungan    
Sabtu, Oktober 17, 2026

On Sabtu, Oktober 17, 2026

Muhidi Tegas! DPRD Sumbar Dorong Warga Cegah Banjir, Jangan Tutup Saluran Air dan Abaikan Lingkungan
Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (17/10/2026). (Fotdok: Djuna). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak boleh berhenti sebatas imbauan dan aturan di atas kertas. Kesadaran masyarakat, kepatuhan terhadap tata ruang, serta keberanian mencegah kerusakan sejak awal menjadi kunci untuk melindungi lingkungan dan mengurangi risiko banjir. Pesan tegas itu disampaikan dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (17/10/2026).

Muhidi menekankan, persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya mengandalkan pemerintah. Pembangunan yang mengabaikan kondisi alam dapat memicu persoalan serius bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga lebih cermat memperhatikan lingkungan sekitar, menjaga kebersihan, merawat saluran air, serta memastikan pembangunan tidak mengganggu fungsi kawasan dan aliran air.

“Kalau kita ingin lingkungan yang aman dan nyaman, kita harus ikut menjaga bumi dan segala isinya. Perda ini menjadi pedoman agar perlindungan lingkungan dilakukan secara terencana, sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi di sekitarnya,” ujar Muhidi. Menurutnya, regulasi harus menjadi landasan tindakan nyata agar kepentingan pembangunan tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup.

Salah satu perhatian utama Muhidi adalah keberadaan saluran air yang berperan penting dalam mengantisipasi genangan dan banjir. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mempersempit atau menutup saluran yang telah dibangun pemerintah. Warga yang hendak membeli rumah maupun membangun tempat tinggal juga diminta memperhatikan kondisi lokasi, termasuk kemungkinan berada di jalur aliran air. Kelalaian dalam memperhatikan tata ruang dapat menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat luas.

“Kalau membeli rumah, perhatikan dahulu lokasinya, apakah berada di jalur aliran air atau tidak. Saluran yang sudah dibangun pemerintah juga jangan dipersempit atau ditutup karena dapat menghambat aliran air. Hal-hal seperti ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam mencegah banjir,” tegasnya. Muhidi menilai, langkah pencegahan harus dimulai sejak tahap perencanaan, bukan menunggu sampai kerusakan lingkungan atau bencana menimbulkan kerugian.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pembangunan agar tetap memperhatikan daya dukung lingkungan. Sosialisasi Perda RPPLH diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat bahwa upaya pencegahan jauh lebih baik daripada memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Dengan perencanaan yang tepat, kepatuhan terhadap aturan, dan partisipasi warga, risiko persoalan lingkungan dapat ditekan sejak dini.

“Kita ingin sosialisasi ini menjadi langkah preventif. Mencegah lebih baik daripada memperbaiki setelah terjadi kerusakan. Jika sejak awal pembangunan memperhatikan lingkungan dan masyarakat ikut mengawasi, insyaallah lingkungan kita bisa tetap aman, bersih, dan nyaman,” tutur Muhidi. Pesan tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat, tertata, serta lebih siap menghadapi ancaman bencana.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Yomike Yusra, menjelaskan bahwa RPPLH merupakan dokumen perencanaan yang menjadi acuan dalam mengarahkan pembangunan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Kondisi lingkungan yang baik, menurutnya, berkaitan erat dengan ketersediaan air bersih, kualitas udara, produktivitas pertanian, dan kesehatan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa dampak pencemaran, termasuk kabut asap, dapat melintasi batas administratif sehingga penanganannya membutuhkan kerja sama lintas wilayah.

Camat Padang Timur, Aidil Zulhani, turut mengajak masyarakat memulai kepedulian lingkungan dari rumah masing-masing, antara lain dengan memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan, dan merawat saluran air. Sosialisasi tersebut diharapkan menjangkau berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, cadiak pandai, Bundo Kanduang, hingga warga di tingkat lingkungan. Keterlibatan mereka penting untuk membangun kebiasaan menjaga alam secara konsisten.

Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang RPPLH Provinsi Sumatera Barat menjadi landasan perencanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup jangka panjang, mencakup pemetaan kondisi lingkungan, identifikasi masalah, strategi kebijakan, program perlindungan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui sosialisasi ini, Muhidi bersama unsur pemerintah terkait mendorong agar regulasi tersebut benar-benar dipahami dan diterapkan. Pesan utamanya jelas: menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Jangan tunggu banjir datang untuk menyadari pentingnya saluran air, tata ruang yang benar, dan kepedulian terhadap alam. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU