PADANG

SUMBAR

Headline

Foto Aishwarya Rai 20 Tahun Silam Beredar, Warganet Salfok Sama Perut

BENTENGSUMBAR.COM - Aishwarya Rai Bachchan memukau para penonton sebagai gadis kota kecil yang manis bernama Mansi dalam roman musikal kar...

Headline
Iklan Bapenda
Wiranto Tegaskan Pelaku Rasial terkait Papua Bakal Diproses
Jumat, Agustus 23, 2019

On Jumat, Agustus 23, 2019

Wiranto Tegaskan Pelaku Rasial terkait Papua Bakal Diproses
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan pelaku rasial terkait Papua merupakan oknum. Dia meminta masyarakat Papua tidak menggeneralisasi pelaku tersebut dilakukan oleh satu suku tertentu.

Yang jelas, Wiranto menegaskan, pelaku rasial tersebut bakal diproses secara hukum.

"Kita pisahkan oknum yang kurang ajar, tentu nanti ada tindakan hukum, tetapi jangan kemudian digeneralisasi bahwa penghinaan suku lain kepada Suku Papua," tutur Wiranto dalam kunjungan di Manokwari, Papua Barat, Kamis (22/8) dikutip dari ANTARA.

Kericuhan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua Barat dan Papua karena keberatan ucapan bernada rasial saat pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Menurut Wiranto, kejadian tersebut menjadi pelajaran yang penting untuk diperhatikan agar ke depan tidak ada lagi saling cerca antarsuku.

"Kita sudah menjadi Bangsa Indonesia. Ke depan jangan berikan ruang kepada orang-orang seenaknya menghina yang menimbulkan kekacauan, kebencian. Ini yang harus kita hadapi bersama," tutur dia.

Pernyataan Wiranto tersebut menanggapi staf ahli Gubernur Papua Barat, George Celcius Auparay, yang mengaku sakit hati atas penghinaan terhadap suku Papua. Ia mengatakan permintaan maaf akan percuma apabila insiden itu berulang lagi di masa mendatang.

"Kita sudah sepakat satu bangsa. Kalau satu bangsa kenapa diperlakukan kayak begini," ucap George.

Mantan Sekda Papua Barat itu pun mengusulkan agar dibuat keppres yang mengatur tindakan rasial terhadap Suku Papua.

Adapun untuk menjamin tidak terjadinya konflik dan diskriminasi, Pemerintah Indonesia telah memiliki Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Puji Masyarakat Manokwari

Lebih jauh Wiranto memuji masyarakat Manokwari yang cepat sadar untuk menyudahi demonstrasi yang merusak berbagai fasilitas dan infrastruktur, baik publik maupun privat. 

Pujian itu disampaikan Wiranto dalam dialog dengan tokoh masyarakat di sebuah hotel di Manokwari, Kamis petang. Wiranto tiba bersama Panglima TNI Hady Cahyanto dan Kapolri, Tito Karnavian, setelah sebelumnya menyinggahi Sorong.

"Pemerintah berterima kasih, masyarakat yang emosi itu (demonstrasi pada Senin, 19/8) berlangsung cepat (selesai). Ada kesadaran, merugikan kita sebagai bangsa," katanya.

Dia mengatakan, berbagai fasilitas dan infrastruktur publik dan privat yang dirusak, dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan. Membangun berbagai fasilitas itu membutuhkan waktu dan proses yang lama, tapi untuk merusak, hanya diperlukan waktu satu jam.

Karena itu demonstrasi anarkis yang berlangsung sehari, menurutnya, karena muncul kesadaran dari masyarakat bahwa untuk membangun kembali, diperlukan waktu yang lama. Dia memberikan apresiasi atas kesadaran itu.

Dia juga mengungkapkan, bahwa aparat Polri dan TNI yang melakukan pengamanan pada saat demonstrasi di Manokwari, juga sudah dibekali dengan kemampuan tanpa harus menggunakan senapan dan peluru. 

"Rakyat bukan musuh," kata Wiranto.

Namun terhadap para pelanggar hukum, kata dia, pasti ada sanksi. Hal ini masuk dalam pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo sebelum ia bersama rombongan berangkat ke Papua Barat.

(Source: cnnindonesia.com)

Moeldoko: Tak Ada Tempat Untuk Oknum Yang Rasis!
Jumat, Agustus 23, 2019

On Jumat, Agustus 23, 2019

Moeldoko: Tak Ada Tempat Untuk Oknum Yang Rasis!
BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah menegaskan tidak ada tempat bagi oknum yang bertindak rasis yang menjadi pemicu kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah di Papua.

"Itu no way. Itu enggak ada tempat bagi orang yang melakukan rasis di Indonesia," kata Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019.

Ia mengamini adanya ucapan rasis yang dikatakan oleh oknum tertentu saat berupaya menangkap mahasiswa di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

"Ya memang ada kata-kata rasis yang dikeluarkan oleh oknum ya," jelasnya. 

Atas dasar itu pula beberapa pejabat tinggi, seperti Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto; Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian; Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM, Wiranto; dan Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya mengakui telah menemukan petunjuk soal pihak yang bertindak rasis berujung kemarahan mahasiswa Papua.

"Sudah ada petunjuk kepada para pejabat tersebut tindak tegas oknum yang rasis," tandasnya.

(Source: rmol.id)

Polisi Buru Empat Orang Pelempar Molotov ke Kantor DPP Golkar
Jumat, Agustus 23, 2019

On Jumat, Agustus 23, 2019

Polisi Buru Empat Orang Pelempar Molotov ke Kantor DPP Golkar
BENTENGSUMBAR.COM - Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya masih memburu empat pelaku pelemparan molotov ke Kantor DPP Partai Golkar, di Slipi, Jakarta Barat pada Rabu, 21 Agustus 2019.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian telah mendapatkan hasil rekaman CCTV yang menyorot aksi pelaku.

"Kita sudah liat CCTV itu ada dua motor dan kemudian juga ada yang bonceng. Tentunya ini menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian siapa yang naik motor itu," ucap Kombes Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 22 Agustus 2019.

Namun kata Argo, polisi belum mengetahui wajah pelaku lantaran ke empat orang pelaku menggunakan penutup kepala. 

"Tentunya kita mash penyelidikan ya, itu kan menggunakan tutup kepala," kata Argo. 

(Source: rmol.id)

Selain Aspek Yuridis, Polisi Kaji Pelaporan UAS Dari Perspektif Sosiologis
Jumat, Agustus 23, 2019

On Jumat, Agustus 23, 2019

Selain Aspek Yuridis, Polisi Kaji Pelaporan UAS Dari Perspektif Sosiologis
BENTENGSUMBAR.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) tak dibawa ke ranah hukum. Lantas apa respon Polri?

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra menjelaskan pihaknya mempertimbangkan berbagai aspek dalam menangani laporan. Mulai dari aspek hukum atau yuridis hingga sosiologis masyarakat menjadi salah satu pertimbangan Polri.

Pada intinya, Polri tidak bisa serta merta menerima laporan dan langsung menindaklanjuti tanpa ada kajian mendalam, seperti penanganan pelaporan UAS.

“Laporan Polisi tersebut masih dalam pengkajian. Dan enggak serta merta laporan polisi langsung ditindaklanjuti, tapi perlu ada pengkajian-pengkajian lebih dalam,” papar Asep di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019.

Setidaknya ada banyak pihak yang melaporkan UAS terkait ucapannya soal salib. Untuk saat ini, ada empat laporan yang mendarat ke kepolisian. Tiga laporan di Jakarta dan satu laporan di Surabaya.

(Source: rmol.id)

Polisi Jaga Kantor DPP Golkar Hingga Malam
Jumat, Agustus 23, 2019

On Jumat, Agustus 23, 2019

Polisi Jaga Kantor DPP Golkar Hingga Malam
BENTENGSUMBAR.COM - Aparat Kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar Gedung DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Kamis malam, 22 Agustus 2019.

Pengamanan ini menyusul gerakan massa Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang menyampaikan aspirasi kepada Pengurus DPP Partai Golkar.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi hingga pukul 19.50 WIB, massa sudah mulai mereda. Mereka hanya berkumpul sambil bercengkerama di pinggir jalan.

Kabag Ops Polres Jakarta Barat, Wuryantono menyebutkan pengamanan dilakukan untuk menjamin keamanan warga sekitar Kantor DPP Golkar.

"Jadi dari pihak keamanan, Polri, ini sifatnya hanya mengamankan, karena mereka ini adalah masalah internal di dalam Partai Golkar sendiri," ujarnya di lokasi.

Soal sampai kapan pengamanan akan dilakukan, kata dia, Polisi akan terus berjaga sampai massa bubar. Hal ini dikarenakan asumsi Polisi yang beranggapan aksi itu hanya persoalan internal.

"Mereka kan tidak bersigat anarkis, mereka dalam hal ini kondisi damai, kondusif, jadi kami juga mengamankan saja," tukasnya.

(Source: rmol.id)

Moeldoko: Ada yang Tidak Suka Papua Maju
Jumat, Agustus 23, 2019

On Jumat, Agustus 23, 2019

Moeldoko: Ada yang Tidak Suka Papua Maju
BENTENGSUMBAR.COM - Ada pihak yang tak menginginkan Papua sejahtera. Menurut Kapala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, mereka adalah kelompok bersenjata dan poros politik yang sengaja mengganggu pembangunan pemerintah di Papua.

"Memang kita cermati dari perkembangan Papua itu ada sebuah kecemasan yang nyata dari para kelompok itu. Saya katakan ada kelompok bersenjata dan kelompok poros politik (tak suka) perkembangan Papua semakin baik," ucap Moeldoko kepada awak media di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019.

Dikatakan, kelompok tersebut takut jika masyarakat Papua tak bisa lagi dipengaruhi untuk memuluskan kepentingan mereka lantaran masyarakat Papua sudah maju. Atas dasar itu, banyak pembangunan jalan diganggu.

"Tujuannya apa? Tidak ingin Papua maju dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan," jelas Moeldoko.

Bukan tanpa alasan. Tudingan tersebut disampaikan berdasarkan pengalaman pemerintah terhadap pembangunan Papua yang kerap mendapat halangan.

"Sangat tidak masuk akal dalam satu sisi pemerintah sedang gencar pembangunan infrastruktur, sisi yang lain ada yang dibakar dan seterusnya. Inilah upaya-upaya nyata mereka karena cemas. Mereka tidak ingin masyarakat Papua maju," tegasnya.

Oleh karenanya, mantan Panglima TNI ini mengimbau kepada masyarakat Papua serta para tokoh agama dan tokoh adat untuk memahami situasi saat ini.

"Karena memang ada upaya untuk tidak menginginkan Papua maju baik kelompok bersenjata maupun kelompok sayap politik ya," pungkasnya. 

(Source: rmol.id)

Konflik Papua, Mahfud MD: Bersatu Dulu, Jangan Targetkan Siapa Salah
Kamis, Agustus 22, 2019

On Kamis, Agustus 22, 2019

Konflik Papua, Mahfud MD: Bersatu Dulu, Jangan Targetkan Siapa Salah
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan keprihatinannya atas konflik yang terjadi di Papua. 

Masyarakat diminta untuk menahan diri dan tidak saling menuding pihak yang dianggap bersalah.

“Saya harap semua bisa menahan diri dan tujuannya harus bersatu,” kata Mahfud MD usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional “Pendidikan Bangsa dalam Menyiapkan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0” di Kota Semarang Jawa Tengah, Kamis, 22 Agustus 2019.

“Jangan dulu menargetkan siapa yang salah dan siapa yang benar tidak usah dulu. Bersatu dulu soal salah benar nanti,” tegas dia.

Mahfud menyebut tidak semua konflik harus berakhir melalui proses hukum. 

Terlebih, masyarakat juga memiliki kearifan lokal masing-masing yang diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengakhiri permasalahan.

“Kan hukum itu ada tiga dimensi. Satu kepastian, itu harus ditindak kalau ada pelanggarannya. Kedua keadilan, keadilan harus ditindak, yang ketiga kemanfaatan,” tandasnya.

“Di saat bisa (hukum) pasti, tapi kalau tidak bermanfaat bagi negara dan bangsa dicarikan jalan keluar tanpa hukum tapi jalan politik, jalan sosial budaya, dan keagamaan serta kearifan masyarakat kita,” pungkasnya.

(Source: okezone.com)

Relawan Firdaus Kumpul di JBS, Kamar Ramon Damora Jadi Favorit
Kamis, Agustus 22, 2019

On Kamis, Agustus 22, 2019

Relawan Firdaus Kumpul di JBS, Kamar Ramon Damora Jadi Favorit
BENTENGSUMBAR.COM - Tim relawan pemenangan Firdaus yang di usung masyarakat pers untuk maju dalam kontestasi politik pada Pilkada 2020 di Kota Cilegon, berkumpul di Journalist Boarding School (JBS), menyatukan pandangan untuk perubahan di Kota Cilegon.

Para relawan dari seluruh Kecamatan Se-Kota Cilegon, berkumpul di ruang Mahmud Matangara guna merumuskan strategi pemenangan Firdaus dalam Pilkada Kota Cilegon 2020. 

Pertemuan Relawan diawali acara makan malam dan bakar sate di Teras Amir Mahmud, usai makan malam Relawan dan tim pemenangan baru kemudian diskusikan strategi pemenangan hingga larut.

Sebagaimana diketahui, di JBS tersedia 20 kamar untuk santri, dan para tamu.  Kamar-kamar dinamai dengan nama para aktifis pers seantero Nusantara.  Ada kamar  Ramon Damora, Edward Thahir, Ocktap Riadi, Abdul Munib, Bustam, Sarjono, Haris TVRI, Voucke Lontaan, Zugito, Izaac M. Tulalessy, Faturahman Boy, Zulmansyah Sekedang, Tarmilin Usman, Supriadi Alpian, Nizwar, Ganda Khalik, Hermansyah, Loby Agus Salim, Loby Mahmud Matangara, Musholla Mirza Zulhadi, Teras Amir Mahmud.

Pada gelaran tersebut, Family Room Ramon Damora menjadi ruang favorit bagi para relawan yang berkumpul, selain memiliki ruang tamu dan pantry, letaknya juga di depan lobby dekat dengan Front Desk memungkinkan bagi para penikmat rokok, ketika kebelet merokok, dapat langsung keluar menuju teras.

Dalam kesempatan gelaran Relawan dan Tim Pemenangan tersebut, selain hadir para relawan dan TIM, kemudian juga hadir Ketua PA 212 Cilegon M. H. Joni yang juga digadang sebagai Calon Walikota Cilegon pada Pilkada 2020 datang bersilaturahmi dalam rangka menyatukan persepsi tentang perubahan Kota Cilegon lebih maju.

Selaku direktur JBS, Firdaus berharap kedepan JBS selain tempat Kawah Candradimuka bagi insan pers, juga dapat menjadi simbol persaudaraan.

"Diniatkan JBS ini sebagai Kawah Candradimuka bagi  insan pers, yang kelak akan melahirkan jurnalis propetik yang independen dan memiliki pengetahuan agama yang baik dan juga sebagai simbol persaudaraan," tandasnya. 

(rel)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *