HEADLINE
Anggota DPRD Kota Padang, Wismar Panjaitan Bersuara Lantang soal Hak Pedagang Kecil Selasar di Pasar Raya    
Minggu, Maret 01, 2026

On Minggu, Maret 01, 2026

Anggota DPRD Kota Padang, Wismar Panjaitan Bersuara Lantang soal Hak Pedagang Kecil Selasar di Pasar Raya
Ketua Fraksi PDIP-PPP DPRD Padang, Wismar Pandjaitan, menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang tidak mudah.

BENTENGSUMBAR.COM
– Kebijakan Pemerintah Kota Padang menata dan menertibkan selasar di Pasar Raya Padang terus menuai sorotan. Di tengah pro dan kontra yang menguat, Fraksi PDIP-PPP DPRD Kota Padang menyatakan dukungan terhadap relokasi pedagang, namun dengan catatan tegas: hak-hak pedagang kecil tidak boleh dikorbankan atas nama penataan.

Ketua Fraksi PDIP-PPP DPRD Padang, Wismar Pandjaitan, menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang tidak mudah. Di satu sisi, pemerintah ingin mengembalikan fungsi selasar sebagai ruang publik bagi pejalan kaki dan memperbaiki wajah Pasar Raya yang selama ini dinilai semrawut. Namun di sisi lain, ratusan pedagang menggantungkan hidup dari lapak yang kini harus ditinggalkan. “Penataan ini memang dilematis. Kita mendukung upaya pemerintah memperbaiki tata kota dan akses pengunjung, tapi jangan sampai pedagang kecil yang menjadi korban,” ujar Wismar, Minggu (1/3/2026).

Penertiban selasar semakin sensitif karena bertepatan dengan momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri periode di mana aktivitas jual beli biasanya meningkat drastis. Para pedagang menilai relokasi ke Fase VII bukan solusi instan, bahkan dikhawatirkan justru menurunkan omzet secara signifikan.

Bagi pedagang, lokasi adalah urat nadi usaha. Pindah tempat berarti membangun ulang jaringan pelanggan dari nol. Kekhawatiran inilah yang memicu serangkaian aksi protes, mulai dari unjuk rasa di rumah dinas wali kota hingga di kantor DPRD Padang. Bahkan, sempat terjadi gesekan antara pedagang dan petugas saat proses penertiban berlangsung.

Wismar memahami keresahan tersebut. Ia mendorong agar Pemko Padang membuka ruang dialog dan menghadirkan solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak. “Kalau memang diberikan toleransi berjualan selama Ramadan, harus ada komitmen yang jelas. Setelah Lebaran, pedagang tidak lagi kembali ke selasar. Ini soal kesepakatan bersama,” tegasnya.

Selain meminta pendekatan persuasif, Wismar juga mengingatkan agar proses relokasi dilakukan secara transparan dan adil. Ia menyoroti pengalaman sebelumnya, di mana pedagang yang direlokasi justru menemukan lapak baru telah dikuasai pihak lain. “Jangan sampai kejadian lama terulang. Pedagang sudah direlokasi, tapi tempatnya ternyata sudah ‘berpemilik’. Ini yang menimbulkan kecurigaan dan konflik,” katanya.

Ia mendesak Dinas Perdagangan Kota Padang memastikan bahwa seluruh pedagang yang terdampak mendapatkan hak sesuai aturan mulai dari kepastian tempat, legalitas berjualan, hingga perlindungan dari praktik percaloan atau konflik kepentingan. Sebagai legislator dari daerah pemilihan Koto Tangah sekaligus Sekretaris DPC PDIP Kota Padang, Wismar menegaskan bahwa partainya tetap berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Namun, keberpihakan itu tidak berarti menolak penataan kota. “Kita ingin Pasar Raya tertata rapi dan nyaman. Tapi jangan sampai wajah kota menjadi indah, sementara perut pedagang kecil justru semakin terhimpit,” ujarnya. (Mond)

Pemprov Sumbar dan Sijunjung Solidkan Langkah, Geopark Silokek Didorong Tembus UNESCO    
Minggu, Maret 01, 2026

On Minggu, Maret 01, 2026

Pemprov Sumbar dan Sijunjung Solidkan Langkah, Geopark Silokek Didorong Tembus UNESCO
Rakor bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung berlangsung di Balerung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung, Minggu (1/3/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota melalui rapat koordinasi (rakor) yang digelar secara maraton. Kali ini, rakor bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung berlangsung di Balerung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung, Minggu (1/3/2026).

Salah satu agenda utama yang dibahas dalam rakor tersebut adalah pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek yang tengah diusulkan sebagai kandidat UNESCO Global Geopark (UGGp). Pemerintah Kabupaten Sijunjung meminta dukungan penuh dari Pemprov Sumbar untuk memperkuat proses pengajuan tersebut. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung pengembangan geopark tersebut. “Untuk Geopark Ranah Minang Silokek menuju UNESCO Global Geopark, Pemerintah Sumbar mendukung penuh,” tegas Mahyeldi.

Menurutnya, dukungan tersebut akan difokuskan pada peningkatan pengelolaan geosite, penguatan infrastruktur, serta pelestarian bentang alam karst yang diperkirakan berusia lebih dari 350 juta tahun. Selain itu, pelindungan warisan budaya juga menjadi bagian penting agar geopark ini mampu bersaing di tingkat global. “Target kita, Geopark Silokek tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga menjadi warisan dunia,” ujarnya.

Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, siap mendampingi Pemkab Sijunjung melalui kolaborasi multipihak, melibatkan pemerintah daerah, lembaga riset, kementerian, hingga mitra internasional, guna memperkuat proses pengajuan ke UNESCO.

Selain potensi geologi dan pariwisata, Gubernur juga menilai Sijunjung memiliki kekuatan budaya yang khas. Keberadaan nagari adat serta Perkampungan Adat Nagari Sijunjung menjadi bukti kuatnya jati diri masyarakat yang tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

Dalam rakor tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya penyelarasan program strategis percepatan pembangunan daerah, terutama di tengah tantangan perlambatan ekonomi. Ia turut menyinggung rencana pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Sijunjung, yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. “Semoga TKD segera dikembalikan agar kita bisa memperkuat infrastruktur dan mendukung pembangunan yang lebih merata,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemprov Sumbar terhadap pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek. “Dukungan dari Pemprov Sumbar memberikan penguatan bagi kami dalam membangun Sijunjung yang inovatif, berdaya saing, dan mandiri,” ujar Benny.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun keselarasan kebijakan dan koordinasi yang semakin solid antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, sehingga pembangunan di Sijunjung berjalan lebih terarah serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (adpsb/nov/bud)

M. Dien Ditetapkan Aklamasi jadi Ketua PII Sumbar, Nanuk: Insinyur sangat Strategis Merancang Solusi Pembangunan    
Minggu, Maret 01, 2026

On Minggu, Maret 01, 2026

M. Dien Ditetapkan Aklamasi jadi Ketua PII Sumbar, Nanuk: Insinyur sangat Strategis Merancang Solusi Pembangunan
Pius X Rooswan (kanan), M. Dien (kiri) dan Insannul Kamil (tengah). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Keputusan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Sumatera Barat secara aklamasi  menetapkan Muhammad Dien sebagai Ketua PII Sumbar periode 2025–2028, setelah sebelumnya merupakan pelaksana tugas karena ketua berhalangan tetap. 

Muswillub PII Wilayah Sumbar dilaksanakan Sabtu 28 Februari 2026,  di Daima Garden, Kota Padang.

Ketua Panitia Pelaksana Ir. Nursidin, mengatakan, Muswillub dilaksanaka bukan hanya untuk memilih ketua PII Wilayah Sumbar yang definitif,  tetapi untuk memastikan kesinambungan program  organisasi agar tetap sesuai amanat organisasi dan berkelanjutan.

“Sementara, saat ini kepemimpinan kami masih dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Muhammad Dien yang akhirnya terpilih secara aklamasi menjadi ketua, masa bakti 2025 - 2028. Pelaksanaan kegiatan Muswillub ini menjadi penting untuk diselenggarakan agar kesinambungan kepemimpinan wadah profesi insinyur di Sumatera Barat tetap berjalan dengan baik sesuai mekanisme organisasi.
Muswilub dilaksanakan dengan  mengusung tema “Membangun Tata Kelola Organisasi yang Adaptif, Profesional, dan Berintegritas” yang mendapat apresiasi dari pengurus pusat PII. 

Ketua Komite Pengembangan Organisasi Wilayah dan Cabang PII Pusat, Pius X Rooswan, mengatakan, pelaksanaan Muswillub PII Sumbar ini berjalan tertib,  demokratis, guyub dan sangat cepat.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan Muswilub PII Sumbar yang sangat baik ini. Hal ini menjadi pelajaran penting dan membuktikan  tata kelola organisasi sampai detik ini tetap berjalan dengan baik dan semestinya. Teruslah jaga marwah PII Sumbar,” ungkap Pius.

Menurutnya, PII membutuhkan kepengurusan yang solid dan terukur agar mampu menjawab tantangan zaman. Ia optimistis PII Sumatera Barat memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur, untuk berkontribusi lebih luas.

Dewan Pakar Pengurus PII Pusat, Insannul Kamil, menekankan pada  tantangan dan dinamika yang akan dihadapi kepengurusan PII Sumbar yang baru, terutama dalam mendorong peran serta dan  kontribusi insinyur Sumatera Barat  terhadap peningkatan  pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.

“Konstribusi insinyur terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang pada 2025 berada di kisaran 3,5 persen. Angka ini belum masuk kepada angka yang ideal, karena dari sektor industri dinilai belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini harus menjadi tantangan bagi insinyur Sumatera Barat ke depannya," ujar Insannul Kamil, yang juga Dewan Pakar PWI Sumbar serta Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang Kerjasama Pengembangan Profesi Sumber Daya Manusia Teknik dan Industri, yang akrab disapa Nanuk oleh  insan pers.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang hanya bertumpu pada sektor konsumtif  tidak cukup untuk mendorong kemajuan daerah secara signifikan dan berkelanjutan.

Karena itu, peran insinyur dinilai sangat strategis dalam merancang solusi di berbagai sektor pembangunan di Sumatera Barat.

“Insinyur sudah harus memiliki pemikiran bagaimana meningkatkan ekonomi daerah ini. Peran insinyur sangat strategis karena pembangunan di berbagai bidang sesuai Asta Cita Pemerintahan Prabowo - Gibran pasti harus melibatkan insinyur,” tegasnya.

Sementara itu, dalam sambutan perdananya usai terpilih, Muhammad Dien menyatakan  komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi dan meningkatkan produktivitas serta efektifitas PII Sumbar. 

Ia mangatakan  bahwa saat dipercaya menjadi Plt, salah satu tugas utamanya adalah memastikan Muswillub yang hari ini dilaksanakan akan terlaksana sesuai aturan organisasi.

“Saat diamanahkan menjabat Plt, saya bertugas untuk melaksanakan Musyawarah Wilayah Luar Biasa dalam rangka menyusun kepengurusan baru PII Sumbar. Komitmen ini telah beberapa bulan lalu kami sepakati bersama,” kata Muhammad Dien.

Ia berharap Muswilub tidak hanya menjadi agenda seremonial pemilihan ketua definitif, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi gagasan dan ide demi memperkuat peran dan kontribusi PII di Sumatera Barat.

“Kedepan saya berharap agar seluruh pengurus nantinya dapat meningkatkan kinerja organisasi secara maksimal. Salah satu caranya dengan memperbanyak kegiatan diskusi dan panel - panel profesi insinyur."

Kepada s eluruh pengurus PII Sumbar yang akan diipih juga diharapkan dapat melahirkan pemikiran dan kontribusi maksimal bagi organisasi dan pembangunan daerah Sumatera Barat.

Dengan kepemimpinan baru ini, PII Sumbar diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi profesi yang adaptif dan profesional, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Turut hadir dalam Muswilub tersebut jajaran pengurus pusat, di antaranya Iman Purwoto,  Bastian Sihombing, serta para Ketua PII cabang Kabupaten Kota se-Sumatera Barat.

Dalam rangkaian kegiatan Muswillub ini juga dilakukan Diskusi Kelompok Terfokus/ Diskusi Panel yang mengusung tema  “Inovasi Pembangunan Ketahanan Infrastruktur Sumatera Pasca Bencana Hidrometeorologi dan Adaptasi Perubahan Iklim”. 

Diskusi Panel yang dimoderatori oleh Sekretaris Umum PII Sumbar, Candrianto menghadirkan empat pembicara yaitu Widya Prima Hatta, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Sumatera Barat,  yang menjelaskan peranan pemerintah daerah dalam  Pembangunan Ketahanan Infrastruktur, Insannul Kamil, Dewan Pakar Persatuan Insinyur Indonesia (PP-PII) dan Ketua Umum Badan Keahlian Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (BKM-PII)) memaparkan strategi dan inovasi Pembangunan Ketahanan Infrastruktur Sumatera Bencana Hidrometeorologi dan Adaptasi Perubahan Iklim, selanjutnya pembicara Iman  Purwoto, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat ASTEKINDO, yang menjelaskan Peran Insinyur dalam Penanganan Bencana di Sumatera Barat dan Darma Hendra, Ketua PC PII Kota Padang yang memberikan  paparan tentang peran penting  Faktor Manusia dalam Sistem Menajemen Penanggulangan  Bencana. (*)

Pemprov Sumbar Perkuat Kolaborasi Pembangunan dengan Sawahlunto    
Minggu, Maret 01, 2026

On Minggu, Maret 01, 2026

Pemprov Sumbar Perkuat Kolaborasi Pembangunan dengan Sawahlunto
Pemprov Sumbar menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Kota Sawahlunto. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat sinergi pembangunan dengan pemerintah kabupaten dan kota, melalui rapat marathon sejak 10 hari terakhir. Terbaru, Pemprov Sumbar menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Kota Sawahlunto di Kantor Wali Kota Sawahlunto, Minggu (01/03/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dan dihadiri Wakil Walikota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah. Selain itu juga hadir jajaran kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar, serta kepala OPD Pemerintah Kota Sawahlunto.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa sinkronisasi program strategis menjadi langkah penting agar percepatan pembangunan berjalan efektif dan saling menguatkan, terutama di tengah tantangan perlambatan ekonomi dan potensi kebencanaan. “Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat saat ini berada di angka 3,37 persen. Ini menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus semakin kompak dan saling mendukung,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan agar setiap program pembangunan harus benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, aspek mitigasi dan kesiapsiagaan bencana harus terintegrasi dalam setiap perencanaan, mengingat kondisi geografis Sumatera Barat yang rawan bencana.

Gubernur juga mendorong penguatan program hilirisasi sebagai strategi peningkatan ekonomi daerah. Menurutnya, potensi sumber daya yang dimiliki daerah, termasuk Kota Sawahlunto, perlu dioptimalkan melalui pengolahan dan peningkatan nilai tambah. “Kita tidak bisa lagi hanya menjual komoditas mentah. Hilirisasi harus menjadi fokus bersama agar produk memiliki nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kota Sawahlunto, saat ini dalam proses menunggu terbitnya petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri. Ia berharap, nantinya dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur pendukung sektor produktif.

Sementara itu, Wakil Walikota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah menyatakan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan program daerah selaras dengan kebijakan strategis Pemprov Sumbar. Ia juga menyampaikan kesiapan Pemko Sawahlunto mendukung agenda hilirisasi melalui pengembangan potensi unggulan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan arah pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota semakin terintegrasi, responsif terhadap tantangan, serta berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Sumbar. (adpsb/rmz/bud)

Subuh Mubarakah di Kota Solok, Gubernur Mahyeldi Mengajak Generasi Muda Memperkuat Karakter    
Minggu, Maret 01, 2026

On Minggu, Maret 01, 2026

Subuh Mubarakah di Kota Solok, Gubernur Mahyeldi Mengajak Generasi Muda Memperkuat Karakter
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Syukur Simpang Rumbio, Kota Solok, Minggu (01/03/2026). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan pembinaan moral dan spiritual generasi muda di bulan suci Ramadan.

Di hadapan jamaah, tokoh masyarakat, dan para remaja yang hadir, Gubernur menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penentu masa depan daerah. “Generasi muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika sejak sekarang dekat dengan masjid, menjaga salat, menghormati orang tua, dan sungguh-sungguh menuntut ilmu, insyaallah Sumatera Barat akan dipimpin oleh generasi yang kuat iman dan karakternya,” ujar Mahyeldi.

Ia mengingatkan tantangan zaman saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan arus informasi membawa banyak peluang, namun juga risiko jika tidak disikapi dengan bijak. Karena itu, generasi muda perlu memperkuat nilai agama dan budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Gubernur juga mengajak orang tua dan pengurus masjid untuk bersama-sama membimbing anak-anak agar terhindar dari pergaulan negatif, penyalahgunaan narkoba, serta pengaruh media sosial yang tidak terkontrol.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk mendukung pengembangan fasilitas Masjid Syukur Simpang Rumbio. Selain itu, juga ada tambahan bantuan berupa 40 buah Alqur'an.

Sementara itu Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam pembinaan generasi muda. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan karakter dan pembentukan akhlak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak mulia.

Kegiatan Subuh Mubarakah berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Usai tausiah dan doa bersama, Gubernur menyempatkan diri berdialog dengan jamaah serta memberikan motivasi kepada para remaja yang hadir agar terus bersemangat meraih cita-cita. Melalui kegiatan ini, sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Solok semakin diperkuat dalam membangun generasi muda berkarakter sebagai fondasi utama kemajuan daerah. (adpsb/rmz/bud)

Wako Fadly Amran Menghadiri Forum Silaturahmi dan Diskusi Bersama Ormas WPCD    
Minggu, Maret 01, 2026

On Minggu, Maret 01, 2026

Wako Fadly Amran Menghadiri Forum Silaturahmi dan Diskusi Bersama Ormas WPCD
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri forum silaturahmi dan diskusi bersama Ormas WPCD.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri forum silaturahmi dan diskusi bersama organisasi masyarakat (Ormas) Warga Padang Cinta Damai (WPCD), di Gedung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (1/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum WPCD, Aldi Yunaldi, beserta jajaran pengurus, serta Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, yang juga Pembina Utama WPCD, bersama para pembina lainnya.

Fadly Amran menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Padang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk WPCD, untuk mewujudkan kejayaan Kota Padang. “Kami berharap WPCD dapat terus bersinergi mendukung visi dan misi pembangunan Kota Padang, serta mendorong keberhasilan Program Unggulan (Progul) Pemko Padang,” harapnya.

Fadly Amran juga memaparkan fokus dan arah pembangunan Kota Padang selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir.

Sesuai visi kejayaan Kota Padang, Pemko Padang bertekad menjadikan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city) dan kota sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota maju dan sejahtera. “Sembilan Progul telah kita jalankan. Saat ini kita tengah fokus pada pembenahan dan penataan Pasar Raya Padang, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Padang menegaskan komitmen menjadikan kawasan Pasar Raya Padang lebih modern, tertata, dan nyaman bagi masyarakat. Revitalisasi dan pembenahan infrastruktur terus dilakukan untuk mewujudkan pasar yang lebih maju dan terintegrasi. “Kita ingin Pasar Raya Padang menjadi pusat perdagangan yang ikonik, modern dan nyaman bagi masyarakat. Grand desainnya sudah kita siapkan, Insya Allah nanti bakal seperti Malioboro,” pungkasnya.

Sementara itu, Aldi Yunaldi menjelaskan bahwa WPCD didirikan pada 2010 sebagai Ormas yang bergerak di bidang sosial, dengan tujuan mempererat persatuan warga Kota Padang dari berbagai latar belakang etnis, suku, dan agama. "Kami mengapresiasi program Pemko Padang, terutama pada program Smart Surau, pengendalian banjir, serta penataan Pasar Raya Padang. Insya Allah kita siap mendukung program pembanguman Kota Padang,” imbuh Aldi Yunaldi. (*)

Perkuat Sinergi, Pemprov Sumbar dan Pemko Sawahlunto Bahas Percepatan Pembangunan    
Minggu, Maret 01, 2026

On Minggu, Maret 01, 2026

Perkuat Sinergi, Pemprov Sumbar dan Pemko Sawahlunto Bahas Percepatan Pembangunan
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pertumbuhan ekonomi di Balai Kota Sawahlunto, Minggu (1/3).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pertumbuhan ekonomi di Balai Kota Sawahlunto, Minggu (1/3).

Rakor dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan didampingi Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah.

Rakor tersebut dihadiri oleh jajaran kepala perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Sawahlunto.

Dalam forum ini, kedua pihak melakukan sinkronisasi program percepatan pertumbuhan ekonomi regional serta membahas progres pelaksanaan program yang telah berjalan. 

Tidak hanya itu, seluruh peserta rapat juga melakukan identifikasi terhadap berbagai hambatan yang muncul, baik di lapangan maupun secara administratif.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya keselarasan perencanaan dan pelaksanaan program antara provinsi dan kabupaten/kota. Ia menyatakan, kolaborasi yang kuat menjadi kunci utama agar target pembangunan ekonomi dapat tercapai secara optimal dan merata di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah memanfaatkan momentum rakor untuk menyampaikan usulan kebijakan serta program strategis yang dianggap dapat mendukung pembangunan di Kota Sawahlunto. 

Usulan tersebut difokuskan pada kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis dan memerlukan respon yang cepat dari pemerintah.

Pemko Sawahlunto juga memaparkan sejumlah potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh kota heritage ini. Potensi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta pemerintah pusat, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Rakor ini sekaligus menjadi wadah penting untuk memperkokoh koordinasi antara Pemprov Sumatera Barat dan Pemko Sawahlunto dalam upaya mendorong percepatan pembangunan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. (*)

Pewarta: Marjafri