HEADLINE
Pemko Payakumbuh Bersama BAZNAS  Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi Mahasiswa Kurang Mampu    
Kamis, Februari 05, 2026

On Kamis, Februari 05, 2026

Pemko Payakumbuh Bersama BAZNAS  Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Payakumbuh. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Payakumbuh kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan sosial pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu, Kamis (5/2/2026), di Kantor BAZNAS Kota Payakumbuh.

Wali Kota Payakumbuh diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kurniawan Syah Putra, jajaran BAZNAS, serta sejumlah mahasiswa penerima bantuan yang hadir sebagai perwakilan.

Dalam sambutannya, Rida Ananda menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Payakumbuh yang belum dapat hadir secara langsung. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Pemerintah Kota Payakumbuh berkomitmen mendukung anak-anak kita agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian nyata kepada mahasiswa sebagai generasi penerus pembangunan daerah,” ujar Rida

Ia menambahkan, dukungan pendidikan tidak hanya melalui program bantuan, tetapi juga melalui pengelolaan zakat ASN yang disalurkan melalui BAZNAS. 

"Selain itu, Pemko Payakumbuh telah mengalokasikan anggaran Rp30 juta pada tahun 2026 untuk bantuan pendidikan bagi 30 mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, dengan harapan proses penyaluran dapat segera direalisasikan setelah data penerima disampaikan".tutupnya

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Payakumbuh Edi Kusmanak menjelaskan bahwa bantuan  ini disalurkan kepada 100 mahasiswa dengan nilai masing-masing Rp1.000.000.

"Program  ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan perkuliahan, Serta taklupa mengapresiasi para muzaki, khususnya ASN se-Kota Payakumbuh, atas kepercayaan menyalurkan zakat melalui BAZNAS" ucap Edi.

Di balik suasana formal kegiatan, tampak raut haru dan rasa syukur dari para mahasiswa penerima bantuan.

Salah seorang mahasiswa penerima bantuan menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemko Payakumbuh dan BAZNAS.

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi penyemangat untuk terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Melalui kolaborasi berkelanjutan antara Pemko Payakumbuh dan BAZNAS, pemerintah daerah berharap semakin banyak mahasiswa kurang mampu yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan Kota Payakumbuh yang maju dan bermartabat. (HM)

Wali Kota Zulmaeta Hadiri Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Timur Tahun Perencanaan 2027    
Kamis, Februari 05, 2026

On Kamis, Februari 05, 2026

Wali Kota Zulmaeta Hadiri Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Timur Tahun Perencanaan 2027
Sekda Kota Payakumbuh Rida Ananda mewakili Wali Kota Zulmaeta menghadiri Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Timur Tahun Perencanaan 2027.

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekda Kota Payakumbuh Rida Ananda mewakili Wali Kota Zulmaeta menghadiri Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Timur Tahun Perencanaan 2027 di Aula SKB Kota Payakumbuh, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kamis (05/02/2026).

“Musrenbang menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara berjenjang dan partisipatif, mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan,” kata Sekda Rida.

Ia menyebut Musrenbang kelurahan di sembilan kelurahan se-Kecamatan Payakumbuh Timur telah berlangsung pada 6–22 Januari 2026 sebagai tahapan awal penyusunan RKPD 2027.

“Pemerintah daerah mengapresiasi lurah, fasilitator perencana kelurahan, serta seluruh unsur masyarakat yang aktif mengawal proses perencanaan berbasis bottom-up,” ujarnya.

Rida menekankan Pemko Payakumbuh ingin memastikan program pembangunan 2027 benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Kebutuhan pembangunan tinggi, sementara kemampuan keuangan daerah terbatas. Karena itu, program prioritas harus dipilih secara selektif,” katanya.

Ia mengingatkan agar penggunaan anggaran berjalan efisien, efektif, transparan, dan akuntabel, serta selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi.

“Musrenbang 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Payakumbuh 2025–2029 yang telah diselaraskan dengan RPJPD 2025–2045 serta prioritas nasional dan provinsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rida juga menyampaikan indikator makro daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh pada 2024 sebesar 4,53 persen.

“Angka kemiskinan tahun 2025 turun menjadi 4,95 persen dari 5,19 persen pada 2024 dan lebih rendah dari rata-rata provinsi,” katanya.

Rida menyampaikan sejumlah persoalan di Kecamatan Payakumbuh Timur, seperti 740 KK pada desil 1, 54 balita stunting, 801 keluarga berisiko stunting, 12 KK belum memiliki akses air minum layak, serta 53 KK belum memiliki jamban sehat.

“Data ini harus segera diintervensi oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan,” ujarnya.

Ia menyebut Musrenbang terintegrasi dengan rembug stunting, sementara prevalensi stunting Kota Payakumbuh pada 2024 masih berada pada angka 16,4 persen.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong pengembangan UMKM, optimalisasi potensi pertanian, peningkatan layanan publik melalui PATEN, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Kami mengajak masyarakat memilah sampah, mengolah kompos, dan membangun budaya hidup minim sampah,” kata Rida.

Ia menambahkan Pemko Payakumbuh juga terus mengupayakan pembangunan kembali pusat pertokoan Payakumbuh yang terbakar untuk memperkuat pergerakan ekonomi daerah.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hurisna Jamhur juga menyampaikan sejumlah aspirasi prioritas masyarakat yang masuk melalui Musrenbang kelurahan dan reses anggota DPRD.

“Aspirasi prioritas masyarakat antara lain normalisasi Sungai Batang Agam dan Batang Sikali guna mencegah banjir dan melindungi lahan pertanian,” kata Hurisna.

Selain itu, dia juga menyoroti kebutuhan pembangunan kantor camat yang lebih representatif.

“Kami juga mendorong pengadaan lahan dan pembangunan kantor camat yang representatif untuk meningkatkan pelayanan publik,” ujarnya.

Hurisna mengapresiasi langkah Pemko Payakumbuh yang mengalokasikan honorarium lembaga kemasyarakatan kelurahan melalui APBD.

“Kami mengapresiasi Pemko yang telah mengalokasikan honorarium lembaga kemasyarakatan kelurahan seperti LPM, PKK, RW, dan RT melalui APBD,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar usulan program benar-benar diprioritaskan pada kegiatan yang berdampak luas, terutama di tengah pengurangan transfer ke daerah.

“Di tengah pengurangan transfer ke daerah, kami mendorong agar setiap usulan benar-benar diprioritaskan pada program yang berdampak luas bagi masyarakat dan menghindari pemborosan anggaran,” terangnya.

Sementara itu, Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan mengajak masyarakat memperkuat kolaborasi pembangunan.

“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Mari kita jaga komunikasi dan bekerja sama agar Payakumbuh Timur semakin baik,” pungkasnya. (HM)

Kemenpora Dukung Inisiatif BKN Dorong Budaya Olahraga di Kalangan ASN    
Kamis, Februari 05, 2026

On Kamis, Februari 05, 2026

Kemenpora Dukung Inisiatif BKN Dorong Budaya Olahraga di Kalangan ASN
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan bersama jajaran JPT Madya di BKN, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Wamenpora), Taufik Hidayat. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam pertemuannya dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan bersama jajaran JPT Madya di BKN, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Wamenpora), Taufik Hidayat, mengapresiasi inisiatif BKN untuk membangun budaya olahraga di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Taufik menilai langkah BKN yang menginisiasi kolaborasi lintas instansi ini sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kesadaran pegawai ASN terhadap pentingnya olahraga dan pola hidup sehat. 

Terkait inisiatif Kepala BKN, Prof. Zudan tersebut, Taufik menyatakan bahwa Kemenpora siap mendukung program-program yang bertujuan mengintegrasikan aktivitas olahraga ke dalam keseharian ASN. 

“Kami mengapresiasi inisiatif dari BKN. Fokusnya adalah bagaimana meningkatkan budaya olahraga bagi seluruh ASN. Ini sejalan dengan tugas Kemenpora dalam mendorong partisipasi olahraga masyarakat,” ujar Taufik, Rabu (04/02/2026) di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Kepala BKN terkait budaya olahraga bagi ASN yang bisa dimulai dengan kegiatan sederhana, Taufik sebut kegiatannya bisa diterapkan secara luas, seperti jalan sehat, lari, dan bulu tangkis, baik di lingkungan instansi pusat maupun daerah.

Menurutnya, kegiatan itu akan mudah diikuti oleh ASN dari berbagai latar belakang. 

Selain membahas olahraga, Taufik juga menyampaikan bahwa Kemenpora terbuka untuk belajar dari BKN dalam hal pengelolaan birokrasi dan manajemen ASN. 

Ia menilai pengalaman dan kebijakan BKN dapat menjadi referensi dalam upaya peningkatan tata kelola organisasi di lingkungan Kemenpora.

Melalui pertemuan ini, Kemenpora dan BKN sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam mendukung ASN yang sehat, produktif, dan mampu menjalankan tugas pemerintahan secara optimal. (*)

TP PKK Pusat Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Korban Bencana di Kabupaten Agam    
Kamis, Februari 05, 2026

On Kamis, Februari 05, 2026

TP PKK Pusat Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Korban Bencana di Kabupaten Agam
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat menyalurkan sebanyak 500 paket bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat menyalurkan sebanyak 500 paket bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Staf Ahli TP PKK Pusat Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga, Yane Ardian Bima Arya.

Yane Ardian Bima Arya mengatakan penyaluran bantuan tersebut difokuskan pada wilayah yang terdampak cukup parah. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat di daerah terdampak. “Bantuan ini kami arahkan ke wilayah yang terdampak cukup berat, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat di tiga kecamatan terdampak di Kabupaten Agam, dengan rincian 250 paket untuk Kecamatan Palembayan, 150 paket untuk Kecamatan Tanjung Raya, dan 100 paket untuk Kecamatan Malalak. Setiap paket berisikan sembako, kompor, dan perlengkapan salat. 

Ia juga menegaskan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan, TP PKK Pusat telah berkoordinasi dengan TP PKK Provinsi Sumbar dan TP PKK Kabupaten Agam. Selain sebagai bentuk kepedulian pascabencana, bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat, Ny. Harneli Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TP PKK Pusat atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Sumbar, khususnya di Kabupaten Agam. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian TP PKK Pusat. Bantuan ini menjadi penyemangat dan penguat bagi masyarakat Agam dalam proses pemulihan pascabencana,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumbar, Ny. Detta Maulin Vasco menjelaskan dalam kegiatan tersebut TP PKK pusat dan daerah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan kegiatan trauma healing, terutama bagi anak-anak yang terdampak bencana. “Kami ingin memastikan bahwa pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, khususnya bagi anak-anak,” jelasnya.

Staf Ahli TP PKK Kabupaten Agam, Maya Primasari Iqbal, turut menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Agam. “Atas nama masyarakat Kabupaten Agam, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Ini sangat berarti bagi warga kami yang terdampak bencana,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi, Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Detta Maulin Vasco, Ketua DWP Provinsi Sumatera Barat, Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan Nana Safriati Safrizal, serta masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam. (adpsb/rmz/bud)

Gubernur Mahyeldi Tekankan Keikhlasan dan Empati Petugas dalam Diklat PPIH Embarkasi Sumbar    
Kamis, Februari 05, 2026

On Kamis, Februari 05, 2026

Gubernur Mahyeldi Tekankan Keikhlasan dan Empati Petugas dalam Diklat PPIH Embarkasi Sumbar
Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Sumbar Tahun 1447 H/2026 M di Aula Asrama Haji Embarkasi Tabing, Padang, Kamis (5/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Kualitas pelayanan jamaah haji sangat ditentukan oleh kesiapan petugas di lapangan. Karena itu, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya keikhlasan, kedisiplinan, dan empati petugas saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Sumbar Tahun 1447 H/2026 M di Aula Asrama Haji Embarkasi Tabing, Padang, Kamis (5/2/2026).

Gubernur menyampaikan petugas haji merupakan garda terdepan dalam memastikan jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Oleh karena itu, pelaksanaan diklat menjadi momentum penting untuk menyiapkan petugas yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

“Tugas ini adalah pengabdian sekaligus ibadah. Jamaah haji adalah tamu Allah yang harus dilayani dengan sepenuh hati. Jalankan amanah ini dengan ikhlas, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, pelayanan ibadah haji tidak sebatas urusan administrasi, tetapi juga menyangkut pendampingan ibadah, kesehatan, keamanan, serta ketenangan batin para jamaah. Dalam konteks itu, petugas haji dituntut hadir secara utuh di lapangan sebagai pelayan, pendamping, dan representasi pemerintah di mata masyarakat.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa Sumbar dikenal sebagai daerah dengan tradisi keagamaan yang kuat serta jumlah jamaah haji yang cukup besar setiap tahunnya. Karena itu, ia berharap seluruh peserta diklat dapat meningkatkan kapasitas, wawasan, dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

“Jaga niat sejak awal. Jangan jadikan tugas ini sekadar rutinitas, apalagi untuk kepentingan pribadi. Yang kita bawa adalah amanah dan nama baik daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Ekonomi Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Harun Al Rasyid menegaskan menjadi petugas haji bukanlah fasilitas untuk beribadah dengan nyaman tanpa tanggung jawab. Menurutnya, amanah sebagai petugas haji menuntut kesiapan fisik, mental, dan komitmen penuh dalam melayani jamaah.

“Petugas haji bukan untuk santai. Standar mesti dinaikkan, kedisiplinan diperkuat, agar petugas benar-benar hadir melayani jamaah di lapangan,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumbar, Rifki menjelaskan Diklat PPIH Tahun ini melibatkan pendekatan semi militer dengan dukungan TNI. Tujuannya untuk membentuk disiplin, kekompakan, serta kesiapan fisik dan mental para petugas.

Sebanyak 74 peserta mengikuti diklat ini, terdiri dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah Kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Pembimbing Ibadah KBIHU, serta Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK). Pembukaan kegiatan Diklat ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan petugas haji, dan dilanjutkan dengan rangkaian pembekalan materi serta pelatihan lapangan. (adpsb/nov/bud)

Karya Jurnalistik Terbaik Rekam Pengabdian Polri, PWI Tetapkan Juara AJP 2026    
Kamis, Februari 05, 2026

On Kamis, Februari 05, 2026

Karya Jurnalistik Terbaik Rekam Pengabdian Polri, PWI Tetapkan Juara AJP 2026
Karya-karya yang terpilih dinilai menonjol karena kemampuannya merekam peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara humanis, kritis, dan berimbang melalui berbagai platform media.

BENTENGSUMBAR.COM
- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mengumumkan para juara pertama pada masing-masing kategori Anugerah Jurnalistik PWI (AJP) 2026. Karya-karya yang terpilih dinilai menonjol karena kemampuannya merekam peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara humanis, kritis, dan berimbang melalui berbagai platform media.

Ketua Panitia Anugerah Jurnalistik PWI 2026, Eddy Iriawan, menyampaikan bahwa AJP menjadi ruang penting bagi wartawan untuk mendokumentasikan kerja-kerja kepolisian secara utuh, baik dari sisi pengabdian maupun dinamika yang menyertainya.

“Melalui AJP, wartawan diberi ruang untuk merekam Polri secara jujur dan berimbang. Ada sisi pengabdian yang perlu dicatat, ada pula praktik yang patut dikritisi demi perbaikan institusi. Inilah esensi jurnalisme yang kami dorong,” ujar Eddy Iriawan, Kamis (4/2/2026).

Pada kategori Karya Jurnalistik Cetak, juara pertama diraih Erianto melalui karya “Polisi Imam Ghozali, 13 Tahun Mengukir Generasi Qurani di Balik Seragam” yang dimuat di Cenderawasih Pos pada 26 Juni 2025.

Untuk kategori Karya Jurnalistik Media Siber, juara pertama diraih Rizky Armanda lewat karya “Jejak Pengabdian di Tanah Duka Palembayan” yang dipublikasikan di Tribun Pekanbaru pada 31 Desember 2025.

Kategori Karya Jurnalistik Media Sosial dimenangkan oleh Alfin Wahyu Yulianto melalui karya “Aksi Heroik Kapolsek Pangkalan Brandan Berenang Terjang Banjir di Sumut Demi Evakuasi Lansia” yang tayang di Tribunnews.com pada 2 Desember 2025.

Sementara itu, kategori Karya Jurnalistik Foto dimenangkan oleh Abdul Yudhi lewat karya “Kasih Polri untuk Warga Terdampak Bencana” yang dimuat LKBN Antara pada 29 November 2025.

Kategori Karya Jurnalistik Televisi menetapkan Reza Ramadhan sebagai juara pertama melalui karya “Kejujuran dan Nama Baik Jenderal Polisi Hoegeng” yang ditayangkan Beritasatu pada 17 Oktober 2025.

Adapun kategori Karya Jurnalistik Radio dimenangkan oleh Salma Amin melalui karya “Siulan Polisi Pengubah Takdir” yang disiarkan RRI Nunukan pada 30 Desember 2025.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menegaskan bahwa Anugerah Jurnalistik PWI menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi pers sebagai pilar demokrasi.

“Pers harus tetap menjadi suara nurani publik. Melalui AJP, PWI mendorong jurnalisme yang berintegritas, berimbang, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” ujar Zulmansyah.

Penganugerahan Anugerah Jurnalistik PWI 2026 akan digelar pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026, 9 Februari 2026, di Serang, Banten.

Anugerah Jurnalistik PWI 2026 merupakan ajang penghargaan jurnalistik yang diselenggarakan PWI Pusat sebagai bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional. Lomba ini digelar sepanjang tahun 2025 dan merupakan hasil kerja sama antara PWI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). (*)

Wawako Maigus Nasir Membuka Musrenbang RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kuranji    
Kamis, Februari 05, 2026

On Kamis, Februari 05, 2026

Wawako Maigus Nasir Membuka Musrenbang RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kuranji
Wawako Maigus Nasir, membuka secara resmi Musrenbang RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kuranji. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kuranji yang digelar di Gedung Serbaguna Serumpun, Kelurahan Kuranji, Kamis (5/2/2026).

Maigus Nasir menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk melahirkan inovasi dan gagasan yang berorientasi pada pemerataan serta keberlanjutan pembangunan.

“Melalui Musrenbang, seluruh unsur harus bersatu menyusun perencanaan yang tepat sasaran, inovatif, dan berdampak langsung menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujar Maigus Nasir.

Ia juga menegaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 harus berlandaskan pada visi dan misi Pemerintah Kota Padang, serta sembilan Program Unggulan (Progul) di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang, Fadly Amran.

"Perencanaan pembangunan harus disusun berkesinambungan, mengacu pada capaian tahun sebelumnya dan target tahun berjalan sebagai dasar arah pembangunan lima tahun ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Padang, Yenni Yuliza, menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.

Camat Kuranji, Rido Satria, mengungkapkan bahwa sembilan kelurahan di wilayahnya masih membutuhkan pembangunan, dengan usulan yang diselaraskan dengan Progul Pemko Padang, terutama pada sektor kebersihan, jalan, drainase, ketertiban, dan kesehatan.

Terkait penanganan pascabencana, ia mengungkapkan bahwa normalisasi sungai di wilayah Kuranji telah diusulkan dan mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Untuk penanganan bencana, terutama di Sungai Kuranji, Batang Kuranji, dan Batang Guo yang menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, alhamdulilah sudah ada konfirmasi anggaran dari pusat sekitar Rp30 miliar untuk normalisasi," ungkapnya.

Ketua DPC Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Kuranji, Irwan Basir Datuk Rajo Alam, di kesempatan itu menegaskan pentingnya penetapan skala prioritas pembangunan berbasis potensi masing-masing kelurahan di Kecamatan Kuranji.

“Setiap kelurahan memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, melalui Musrenbang ini semoga kita dapat menyusun skala prioritas agar azas manfaat dan target fungsionalnya memberikan kontribusi positif bagi Kecamatan Kuranji,” harap tokoh masyarakat Kuranji tersebut. (*)