HEADLINE
Safari Ramadhan Masjid Mardhatillah Jalan Raya Rimbo Tarok Kuranji, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar  Evi Yandri Serahkan Bantuan Rp. 50 Juta    
Minggu, Februari 22, 2026

On Minggu, Februari 22, 2026

Safari Ramadhan Masjid Mardhatillah Jalan Raya Rimbo Tarok Kuranji, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar  Evi Yandri Serahkan Bantuan Rp. 50 Juta
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar  Evi Yandri Rajo Budiman melaksanakan Safari Ramadhan, Minggu (22/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Mendadak Masjid Mardhatillah Jalan Raya Rimbo Tarok Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang, penuh sesak oleh jamaah. Tak hanya itu, pejabat setempat, Ketua RT/RW, Pemuda, ninik mamak, dan bundu kanduang juga terlihat. 

Pasalnya, mereka kedatangan orang besar, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar  Evi Yandri Rajo Budiman yang melaksanakan Safari Ramadhan, Minggu (22/2/2026). 

Pada kesempatan itu, Evi Yandri Rajo Budiman mengungkapkan bahwa saat ini telah berjalan Hari Ke-5 malam Ramadhan dan sebagian ada juga memasuki hari ke-6 Ramadhan. 

Evi Yandri juga membagikan mukenah, tas sekolah dan sembako bagi anak-anak dan warga yang bisa menjawab pertanyaan. "Siapa anak-anak yang hadir masuk masjid dan bisa jawab pertanyaan saya, akan dapat hadiah ada tas, mukenah dan sembako," ungkap Evi Yandri. 

Evi Yandri sangat apresiasi dengan masjid Mardhatillah ini, karena masih banyak diikuti oleh anak-anak dan remaja. Evi Yandri sangat menyayangkan masjid yang sepi dengan jemaah. "Saya sangat khawatir beberapa tahun kedepan, masjid sepi jemaah sehingga tingga imam dan garin saja," lanjut Evi Yandri.

Agar masjid ini ramai usahakan ada wifi agar anak-anak rajin ke masjid. "Kini anak-anak selalu pegang hp sehingga diharapkan ada wifi di masjid, " lanjutnya. 

Evi Yandri juga menghimbau agar masyarakat jauhi Narkoba, dan rangkul bagi pemakai narkoba agar bisa Segera diobati. Evi Yandri juga membantu Masjid sebesar 50 Juta Rupiah untuk pembangunan masjid Mardhatillah Kuranji ini. Tim Safari Ramadhan Evi Yandri juga menampilkan tiga orang mantan dari pemakai narkoba dan juga mantan ODGJ. 

Sementara Ketua tim Safari Ramadhan Evi Yandri yang juga Ketua Yayasan Pelita Jaya insani (YPJI) Syafrizal menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika ada masyarakat yang mengalami gangguan mental. Syafrizal mengingatkan kepada warga untuk tidak meninggalkan anggota keluarga dengan kondisi apapun. "Jangan biarkan anak-anak ataupun kemanakan Kito dalam kondisi gangguan jiwa dan juga terjerumus narkoba, Karen akan semakin akan membahayakan mereka," ungkap Syafrizal. (*) 

Ketua Komisi II DPRD Padang Rachmad Wijaya Lakukan Kunjungan ke Pasar Raya Fase VII, Temukan Dugaan Pungli dan Serap Aspirasi Pedagang    
Minggu, Februari 22, 2026

On Minggu, Februari 22, 2026

Ketua Komisi II DPRD Padang Rachmad Wijaya Lakukan Kunjungan ke Pasar Raya Fase VII, Temukan Dugaan Pungli dan Serap Aspirasi Pedagang
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, melakukan kunjungan ke Pasar Raya Fase VII, Sabtu (21/2/2026) sore. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti berbagai keluhan pedagang sekaligus memastikan pengelolaan fasilitas publik berjalan sesuai aturan. Dalam peninjauan tersebut, Rachmad menemukan adanya dugaan pungutan liar pada sejumlah fasilitas pendukung pasar. Salah satunya adalah pungutan biaya penggunaan toilet umum sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000 per orang.

Menurut Rachmad, biaya tersebut seharusnya tidak lagi dibebankan kepada masyarakat karena anggaran perawatan dan jasa kebersihan sudah dialokasikan melalui APBD Kota Padang. “Fasilitas WC ini sudah dianggarkan, termasuk biaya cleaning service. Jadi tidak semestinya ada pungutan tambahan kepada pedagang maupun pengunjung,” tegas Rachmad di sela-sela sidak.

Selain itu, ia juga menyoroti pungutan parkir di dalam kawasan Fase VII yang berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, dana tersebut diduga tidak masuk ke kas daerah. “Kami sudah konfirmasi langsung. Informasi yang kami peroleh, uang parkir itu tidak tercatat sebagai pendapatan daerah. Ini tentu harus segera ditertibkan,” ujarnya.

Rachmad menegaskan, Pasar Raya Fase VII dibangun menggunakan dukungan anggaran pusat sekitar Rp103 miliar. Karena itu, ia menilai pengelolaan pasar harus transparan dan tidak memberatkan pedagang, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Ia memastikan Komisi II DPRD Padang akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menindak tegas jika terbukti terjadi praktik pungli. Tak hanya soal pungutan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Rachmad untuk mendengar langsung keluhan pedagang. Sejumlah persoalan yang disampaikan antara lain sirkulasi udara yang dinilai kurang optimal, ukuran lapak yang sempit, hingga sistem keamanan dan keselamatan kebakaran.

Pedagang menyoroti pentingnya standar operasional keselamatan, terutama setelah kejadian kebakaran sebelumnya yang disebut terkendala tekanan air yang rendah. “Semua masukan ini akan kami tindak lanjuti bersama Dinas Perdagangan dan instansi terkait. Keselamatan dan kenyamanan pedagang menjadi prioritas,” katanya.

Dalam pertemuan itu, pedagang kaki lima (PKL) juga mengusulkan agar diberikan izin berjualan mulai pukul 17.00 WIB hingga malam selama bulan Ramadan. Mereka menyatakan siap kembali menempati lokasi di basement setelah Lebaran sesuai penataan yang telah ditetapkan.

Rachmad menyebut aspirasi tersebut sudah disampaikan kepada Wali Kota Padang dan saat ini masih dalam pembahasan. Ia berharap keputusan yang diambil nantinya tetap mengedepankan kepentingan pedagang tanpa mengabaikan aturan. “Kami hadir bukan sekadar melihat, tetapi memastikan ada solusi. Ini bagian dari komitmen kami untuk memperjuangkan hak-hak pedagang,” tutup Rachmad. (*)

Gubernur: Percepatan Rehabilitasi Infrastruktur Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi Kabupaten Solok    
Minggu, Februari 22, 2026

On Minggu, Februari 22, 2026

Gubernur: Percepatan Rehabilitasi Infrastruktur Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi Kabupaten Solok
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, Bupati Solok, Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Solok, H. Candra. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana hidrometeorologi menjadi langkah prioritas untuk memulihkan dan mendorong kembali perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Solok. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Solok di ruang rapat Perpustakaan Kabupaten Solok, Minggu (22/2/2026).

Menurut Mahyeldi, Kabupaten Solok termasuk salah satu daerah dengan dampak kerusakan cukup besar akibat bencana, dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan berat dan beberapa jembatan terputus, sehingga menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan sektor wisata. “Hal ini perlu kita benahi terlebih dahulu. Penanganan infrastruktur terdampak bencana harus dipercepat agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan, pemulihan infrastruktur juga menjadi fondasi penting untuk memperkuat sektor unggulan daerah, terutama pertanian dan pariwisata. Mahyeldi menyebut, langkah strategis tersebut sejalan dengan visi besar Sumatera Barat dalam menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah, termasuk pengembangan pariwisata halal dan geopark. Dengan potensi alam yang dimiliki, Kabupaten Solok dinilai sangat layak dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelas dunia. “Kita memiliki alam yang indah, kawasan Alahan Panjang dan danau-danau yang luar biasa. Dengan pembenahan infrastruktur dan fasilitas pendukung, insyaallah Kabupaten Solok bisa menjadi kawasan wisata nasional bahkan internasional,” katanya.

Selain dikenal dengan potensi lima danau serta panorama alam pegunungan, Kabupaten Solok juga memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, khususnya komoditas beras yang telah dikenal secara nasional. Menurut Mahyeldi, integrasi antara pertanian dan pariwisata harus dikelola secara optimal agar benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu Bupati Solok, Jon Firman Pandu menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Pemerintah Provinsi Sumbar. Ia menyebut bencana yang terjadi berdampak signifikan terhadap sektor perumahan, infrastruktur, sosial, hingga perekonomian masyarakat. “Khususnya infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Gunung Talang dan Danau Diatas–Alahan Panjang menjadi fokus utama pengembangan,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki daya tarik luar biasa dan kerap dijuluki “Eropa-nya Sumatera” karena keindahan alam serta udaranya yang sejuk. Karena itu, perbaikan aksesibilitas menjadi kebutuhan mendesak agar potensi wisata dapat berkembang optimal.

Wakil Bupati Solok, H. Candra menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok siap mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk penyelesaian fly-over Sitinjau Lauik yang dinilai vital untuk meningkatkan konektivitas dan kunjungan wisatawan.

Di sisi lain, ia menegaskan sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama pembangunan daerah, mengingat sekitar 56,2 persen masyarakat Kabupaten Solok berprofesi sebagai petani. “Kita tidak bisa meninggalkan pertanian. Justru sektor ini menjadi kekuatan utama Kabupaten Solok. Integrasi antara pertanian dan pariwisata akan menjadi konsep pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, serta penguatan sektor pertanian, pariwisata, dan infrastruktur, diharapkan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat Kabupaten Solok secara berkelanjutan. (Adpsb/nov/bud)

Vasko Ruseimy: Sumbar Masuki Fase Rehabilitasi dan Pemulihan Ekonomi Pascabencana    
Minggu, Februari 22, 2026

On Minggu, Februari 22, 2026

Vasko Ruseimy: Sumbar Masuki Fase Rehabilitasi dan Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pascadilanda bencana hidrometeorologi, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyebut Sumbar kini memasuki masa transisi, yakni peralihan dari penanganan darurat menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menurutnya, pada fase ini tantangan yang dihadapi tidak ringan. Selain membutuhkan dukungan anggaran yang besar untuk membangun kembali infrastruktur terdampak, pemulihan ekonomi masyarakat juga menjadi pekerjaan penting yang harus segera ditangani. “Kita sudah melewati fase penyelamatan dan pengungsian. Sekarang kita masuk ke fase ketiga, yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak serta pemulihan ekonomi. Ini jauh lebih berat,” ujar Vasko.

Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Raya Sunur, Korong Koto Rajo, Nagari Sunua Tangah, Kecamatan Nan Sabaris, Sabtu (21/2/2026). Ia menegaskan, tantangan ke depan bukan hanya soal perbaikan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga bagaimana memastikan masyarakat terdampak dapat kembali bangkit, memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. “Ini tugas yang berat dan tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus dikeroyok bersama oleh pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Vasko juga menyampaikan apresiasi atas soliditas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama jajaran kepolisian dalam merespons bencana. Menurutnya, koordinasi yang terjalin sangat intensif demi memastikan keselamatan warga. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bupati beserta jajaran dan Bapak Kapolres beserta jajaran. Respons mereka sangat luar biasa. Kami berkomunikasi hampir 24 jam selama masa tanggap darurat bencana,” katanya.

Ia mengingatkan agar dalam masa pemulihan ini seluruh pihak tetap menjaga kekompakan dan tidak saling menyalahkan. Proses membangun kembali kehidupan masyarakat, menurutnya, membutuhkan energi, kesabaran, dan kebersamaan. Selain fokus pada pemulihan ekonomi, Pemprov Sumbar juga menyiapkan dukungan untuk percepatan pembangunan infrastruktur serta penguatan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi pemulihan jangka menengah.

Sementara itu Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis menyampaikan pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda terus berupaya mempercepat pemulihan wilayah terdampak. “Mari kita sama-sama berjuang. Mudah-mudahan pembangunan dan perbaikan infrastruktur bisa segera dilakukan dan rampung dalam waktu dekat agar ekonomi masyarakat kembali bergerak,” ujarnya.

Safari Ramadan tersebut menjadi momentum konsolidasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat dalam memperkuat komitmen bersama membangun kembali daerah yang terdampak bencana di Sumbar. (adpsb/cen/bud)

Sekda Sumbar Jelaskan Rencana Strategis Pemprov Sumbar untuk Kabupaten Tanah Datar dalam Momentum Safari Ramadan    
Minggu, Februari 22, 2026

On Minggu, Februari 22, 2026

Sekda Sumbar Jelaskan Rencana Strategis Pemprov Sumbar untuk Kabupaten Tanah Datar dalam Momentum Safari Ramadan
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Seldaprov Sumbar), Arry Yuswandi. 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Seldaprov Sumbar), Arry Yuswandi melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al Faizin Pincuran Tujuh, Kecamatan Limau Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Jumat malam (21/02/2026). Kunjungan tersebut menjadi Safari Ramadan perdana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Tanah Datar tahun ini. 

Dalam kegiatan tersebut, Sekda turut didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumatera Barat Ibu Arimby Ary, penceramah Ustad Rahimul Amin, sejumlah kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Sumbar.

Dalam sambutannya, Arry Yuswandi menegaskan bahwa Pemprov Sumbar saat ini menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam pembanguna, khususnya sektor pendidikan. Ia berharap pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Tanah Datar, dapat memperkuat upaya tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di Sumbar. “Pembangunan SDM adalah fondasi kemajuan daerah. Karena itu, pendidikan menjadi perhatian serius pemerintah provinsi agar generasi muda Sumatera Barat memiliki daya saing yang kuat,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Sumbar menghadirkan berbagai program beasiswa, termasuk Program Beasiswa Rajawali yang mencakup jenjang pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Program ini menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong generasi muda agar memiliki kesempatan yang lebih luas dalam mengakses pendidikan. Ia juga menegaskan bahwa visi pembangunan daerah “Sumatera Barat Madani, Maju dan Berkeadilan” diwujudkan melalui kebijakan konkret, salah satunya dengan mengalokasikan sekitar 30 persen anggaran daerah untuk sektor pendidikan.

Selain pembangunan SDM, pemerintah provinsi juga terus memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya melalui pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Dukungan terhadap pelaku usaha kecil dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Di bidang infrastruktur, pemerintah provinsi menitikberatkan pada pemerataan pembangunan sarana dan prasarana, termasuk perbaikan dan pembangunan jalan serta jembatan. Untuk Kabupaten Tanah Datar, tahun ini direncanakan pembangunan jembatan di Simpang Manunggal yang rusak akibat bencana dengan anggaran sekitar Rp7,5 miliar dan saat ini dalam proses tender. Selain itu, akan dilakukan rehabilitasi jalan Baso–Batusangkar dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Mengingat Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu daerah rawan bencana, Sekda mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak alam sebagai upaya meminimalkan risiko bencana. Dalam kesempatan tersebut, Sekda menyerahkan bantuan untuk Masjid Al Faizin sebesar Rp50 juta. Selain itu, juga ada bantuan lainnya sebesar Rp5 juta dari Bank Nagari serta 40 Al-Qur’an dari sumbangan ASN di lingkup Pemprov Sumbar yang diserahkan kepada pengurus masjid.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Tanah Datar, Abdurrahman Hadi menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Pemprov Sumbar dan Bank Nagari untuk pembangunan masjid di Kabupaten Tanah Datar. (adpsb/rmz/bud)

Safari Ramadan di Padang Pariaman, Wagub Vasko Salurkan Bantuan untuk Dua Masjid    
Minggu, Februari 22, 2026

On Minggu, Februari 22, 2026

Safari Ramadan di Padang Pariaman, Wagub Vasko Salurkan Bantuan untuk Dua Masjid
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyalurkan bantuan untuk dua masjid di Kabupaten Padang Pariaman dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 H/2026, Sabtu (21/2/2026). Bantuan tersebut berupa Rp25 juta dan 40 Al-Qur’an untuk Masjid Raya Tapakis di Kecamatan Ulakan Tapakis, kemudian untuk Masjid Raya Sunur di Korong Koto Rajo, Nagari Sunua Tengah, Kecamatan Nan Sabaris Wagub juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta beserta Al-Qur’an dari Pemprov Sumbar, Rp10 juta dari CSR Bank Nagari, dan Rp3 juta dari BAZNAS.

Penyerahan bantuan di kedua masjid tersebut dilakukan langsung oleh Wagub beserta rombongan Tim Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dengan didampingi Bupati Padang Pariaman. Kehadiran Wagub disambut antusias jamaah yang berharap pengembangan fasilitas masjid yang telah lama diharapkan dapat segera rampung. “Alhamdulillah, kita bersyukur pada kesempatan ini saya bersama Bapak Bupati Padang Pariaman dan rombongan dari provinsi bisa hadir dan menyerahkan bantuan di sini,” ujar Vasko

Ia menyampaikan, bantuan Rp25 juta tersebut merupakan langkah awal dari Pemerintah Provinsi Sumbar untuk membantu kelanjutan pembangunan Masjid Raya Tapakis. Menurutnya, yang terpenting bukan tentang besar kecilnya bantuan, tetapi kesungguhan niat dan doa bersama agar pembangunan masjid dapat diselesaikan. “Di awal, kami dari provinsi bantu Rp25 juta dulu untuk masjid ini. Insyaallah, kalau niat kita ikhlas dan ingin menjadikan rumah Allah ini pusat kegiatan keislaman, pasti ada saja jalannya,” kata Vasko.

Ia menegaskan, masyarakat di Sumbar itu sangat relegius dan memiliki kepedulian tinggi. Menurutnya, dengan kolaborasi banyak pihak apa yang direncanakan akan cepat terealisasi, apalagi itu terkait sarana beribadah. “Saya yakin, insyaallah masjid ini bisa kita selesaikan dengan baik. Kita mulai dari keyakinan, karena kalau kita yakin, insyaallah akan ada saja jalan keluarnya,” tegas Vasko.

Ia juga berharap Masjid Raya Tapakis nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keagamaan sehari-hari, seperti pengajian, hingga pembinaan generasi muda.

Sementara itu Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap percepatan pembangunan masjid di daerahnya. “Mudah-mudahan setelah ini akan ada lagi bantuan lainnya dari Pak Wakil Gubernur untuk masjid-masjid di Kabupaten Padang Pariaman ini,” ucapnya.

Usai dari Masjid Raya Tapakis, Wagub bersama rombongan melanjutkan agenda Safari Ramadan dengan meninjau pasar pabukoan Kampung Galapuang, Ulakan Tapakis, kemudian berbuka puasa bersama masyarakat Korong Koto Rajo, Nagari Sunua Tengah, Kecamatan Nan Sabaris, serta melaksanakan salat Magrib, Isya, dan Tarawih di Masjid Raya Sunur. (adpsb/cen/bud)

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Tutup Pesantren Bunda Solehah, Kaum Ibu Didorong Jadi Pilar Ketahanan Keluarga    
Minggu, Februari 22, 2026

On Minggu, Februari 22, 2026

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Tutup Pesantren Bunda Solehah, Kaum Ibu Didorong Jadi Pilar Ketahanan Keluarga
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, secara resmi menutup kegiatan Pesantren Bunda Solehah yang digelar di Masjid Muhajirin. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, secara resmi menutup kegiatan Pesantren Bunda Solehah yang digelar di Masjid Muhajirin, Blok H Manggis, Perumnas Belimbing, Kecamatan Kuranji, Minggu (22/2). Kegiatan pembinaan keagamaan yang telah berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (20/2) itu diikuti ratusan jamaah dari berbagai lingkungan sekitar.

Dalam sambutannya, Muharlion menyampaikan apresiasi atas konsistensi kaum ibu Majelis Taklim Masjid Muhajirin yang terus menghadirkan ruang belajar dan penguatan nilai-nilai keislaman. Ia berharap ilmu dan nasihat yang diperoleh selama pesantren tidak berhenti sebatas seremoni, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan rumah tangga dan interaksi sosial.

“Dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di lingkungan perumahan, sering muncul hal-hal kecil yang memicu rasa iri dan tidak nyaman. Ada yang resah melihat tetangga merenovasi rumah, ada pula yang gusar ketika orang lain membeli kendaraan baru. Semoga sikap-sikap seperti itu tidak tumbuh di tengah-tengah kita,” ujarnya, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati dan memperkuat ukhuwah.

Muharlion juga mendorong agar kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Padang dalam merancang program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pembinaan berbasis masjid yang menyasar kaum ibu memiliki dampak strategis, karena keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter generasi.

Sebelumnya, Ketua RW 12 Kelurahan Kuranji, Sawir Pribadi, melaporkan bahwa Pesantren Bunda Solehah merupakan agenda rutin Majelis Taklim Masjid Muhajirin. Tahun ini, peserta mencapai 120 orang, tidak hanya berasal dari RW 12, tetapi juga dari sejumlah RW tetangga. Antusiasme tersebut, katanya, menjadi bukti bahwa kebutuhan akan pembinaan spiritual di tengah masyarakat masih sangat tinggi.

Ia berharap materi yang telah diberikan selama tiga hari dapat menjadi pedoman dalam membina rumah tangga dan membangun hubungan sosial yang harmonis. “Kami berharap sepulang dari kegiatan ini, ibu-ibu semakin sabar, bijak, dan menjadi teladan di keluarga maupun di lingkungan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Masjid Muhajirin, Nasril, menekankan pentingnya peran ibu dalam mendidik anak sebagai generasi penerus. Ia berharap pesantren ini menjadi momentum untuk memperkuat peran tersebut, sehingga nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh sejak dini di lingkungan keluarga.

Penutupan Pesantren Bunda Solehah turut dihadiri seluruh ketua RT se-RW 12, jajaran pengurus Masjid Muhajirin, serta tokoh masyarakat setempat. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan diharapkan menjadi energi baru dalam mempererat solidaritas dan membangun lingkungan yang lebih harmonis di Kecamatan Kuranji. (*)