HEADLINE
Revitalisasi SMPN 3 Gunung Talang Hampir Selesai, Bupati Jon Firman Pandu: Jaga Fasilitas Ini dengan Baik    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Revitalisasi SMPN 3 Gunung Talang Hampir Selesai, Bupati Jon Firman Pandu: Jaga Fasilitas Ini dengan Baik
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, saat meninjau perkembangan revitalisasi SMP Negeri 3 Gunung Talang, Rabu (29/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Suasana ceria menyambut kedatangan Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, saat meninjau perkembangan revitalisasi SMP Negeri 3 Gunung Talang, Rabu (29/7/2026).

Kunjungan ini dilakukan guna memastikan pekerjaan berjalan lancar dan fasilitas baru ini segera dapat dinikmati secara maksimal oleh seluruh warga sekolah.

Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Elafki, S.Pd., MM., beserta jajaran, serta Kepala Bagian Pembangunan Afrianto.

Di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Kepala Sekolah Rossydiana bersama jajaran guru dan staf.

Kepala Sekolah melaporkan bahwa revitalisasi mencakup pembenahan 20 ruang kelas dengan total anggaran sekitar Rp3,8 miliar. 

Kini, pekerjaan fisik telah memasuki tahap akhir menjelang serah terima, bahkan perabot baru pun sudah mulai dimanfaatkan di beberapa ruangan.

Melihat hasil pembangunan yang tampak kokoh dan rapi, Bupati menyampaikan harapan besar agar pembenahan ini membawa dampak positif nyata.

"Semoga fasilitas yang lebih baik ini semakin membangkitkan semangat belajar siswa dan kenyamanan mengajar para pendidik," ujarnya.

Tak hanya meninjau bangunan, Bupati juga menyempatkan diri menyapa langsung para siswa yang sedang belajar di dalam kelas. 

Beliau memberikan pesan mendalam agar anak-anak menjaga dan merawat fasilitas yang ada, serta belajar dengan sungguh-sungguh demi menggapai cita-cita.

Bupati juga mengingatkan para siswa untuk senantiasa menghormati orang tua dan guru, karena itu adalah kunci utama kesuksesan dalam menempuh pendidikan.

Diharapkan, dengan adanya pembenahan ini, lingkungan belajar di SMPN 3 Gunung Talang menjadi lebih aman, nyaman, dan berkualitas, sehingga turut mendongkrak mutu pendidikan di Kabupaten Solok secara keseluruhan.(80)

Perusahaan Diminta Manfaatkan Insentif Pajak Super Tax Deduction    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Perusahaan Diminta Manfaatkan Insentif Pajak Super Tax Deduction
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak perusahaan memanfaatkan insentif pajak Super Tax Deduction (STD) untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja. 

STD merupakan insentif perpajakan yang memberikan pengurangan penghasilan bruto hingga 200 persen atas biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan vokasi, termasuk pelatihan dan pemagangan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi, dalam Webinar Ketenagakerjaan bertema "Optimalisasi Pemanfaatan Super Tax Deduction (STD) dalam Penyiapan SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing" di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Dalam paparannya, Anwar menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan produktivitas tenaga kerja merupakan fondasi penting untuk membangun perekonomian yang lebih kompetitif. 

Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program pengem bangan SDM, mulai dari Pelatihan Vokasi Nasional hingga Program Pemagangan Nasional.

Menurut Anwar, kehadiran kebijakan STD menjadi langkah strategis untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja. 

Melalui skema ini, investasi pelatihan tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada anggaran pemerintah, tetapi juga didorong melalui partisipasi aktif sektor swasta.

"Pengembangan kompetensi tenaga kerja tidak boleh lagi dilihat hanya sebagai biaya operasional perusahaan. Ini adalah investasi jangka panjang yang berdampak nyata, baik bagi kemajuan perusahaan itu sendiri maupun bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Anwar.

Meski menawarkan manfaat yang besar, hasil analisis Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pemanfaatan STD oleh DUDI masih belum optimal. Jumlah perusahaan yang memanfaatkan insentif tersebut masih relatif sedikit.

Karena itu, Barenbang Ketenagakerjaan Kemnaker terus merumuskan strategi pengua tan kebijakan agar pemanfaatan STD semakin luas dan regulasinya semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Anwar berharap webinar ini dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi yang memperkuat efektivitas implementasi STD sehingga mampu mendorong lebih banyak perusahaan berinvestasi dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja.

"Mewujudkan tenaga kerja yang berdaya saing adalah kunci menopang pertumbuhan ekonomi. Kita membutuhkan sinergi yang kuat antara pekerja, organisasi usaha, industri, akademisi, dan pemerintah untuk memastikan praktik produksi di Indonesia menjadi lebih berkelanjutan, efisien, dan siap bersaing secara global," katanya. (*)

Wako Zulmaeta Ajukan Proposal Pengembangan RSUD dr. Adnaan WD ke Kementerian Kesehatan    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Wako Zulmaeta Ajukan Proposal Pengembangan RSUD dr. Adnaan WD ke Kementerian Kesehatan
Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui kerja sama pengampuan dengan RSUP dr. M. Djamil Padang. (Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui kerja sama pengampuan dengan RSUP dr. M. Djamil Padang sekaligus mengajukan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Kementerian Kesehatan dalam kunjungan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di RSUP dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Direktur RSUP dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas mengenai Penguatan Pengampuan Tata Kelola Rumah Sakit dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

"Kesepakatan bersama ini menjadi fondasi bagi kita untuk memperkuat tata kelola rumah sakit sehingga mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan kinerja organisasi terus meningkat," kata Wali Kota Zulmaeta.

Menurut Zulmaeta, kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Payakumbuh dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan tata kelola organisasi, pelayanan klinis, pengelolaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, manajemen risiko, mutu dan keselamatan pasien, serta pengembangan sistem informasi rumah sakit.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pendampingan, konsultasi, pembinaan, monitoring, dan evaluasi guna meningkatkan kapasitas RSUD dr. Adnaan WD sekaligus mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.

"Tujuan kami adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin berkualitas," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Zulmaeta menyerahkan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Menteri Kesehatan sebagai upaya memperoleh dukungan pendanaan pemerintah pusat untuk meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.

Proposal tersebut meliputi rencana pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) senilai Rp26 miliar, gedung poliklinik sebesar Rp82 miliar, serta ruang rawat inap senilai Rp92 miliar.

Menurut Zulmaeta, keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi alasan pemerintah daerah mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat agar pengembangan fasilitas kesehatan dapat direalisasikan lebih cepat.

"Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Lima Puluh Kota," katanya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah pusat saat ini terus menjalankan program pembangunan dan pengembangan rumah sakit umum daerah di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Ia meminta Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD dr. Adnaan WD mengawal seluruh proses pengajuan proposal agar setiap persyaratan administrasi dan teknis dapat dipenuhi sehingga peluang realisasinya semakin besar.

"Proposal ini harus dikawal oleh Kepala Dinas dan Direktur Rumah Sakit agar prosesnya berjalan baik dan dapat direalisasikan," kata Budi Gunadi Sadikin.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Payakumbuh didampingi Asisten I Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Kepala Bagian Pemerintahan Danil Defo, Kepala Bagian Protokol Diki Engla Mardianto, dan Direktur RSUD dr. Adnaan WD Efriza Naldi.

Zulmaeta menegaskan Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan nasional sebagai langkah mempercepat peningkatan kapasitas RSUD dr. Adnaan WD sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin bermutu, modern, dan mudah diakses masyarakat.

"Sinergi dengan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan nasional akan terus kami perkuat agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin maju dan berkualitas," pungkasnya. (HM)

Digagas oleh Rafdinal, 116 Orang Tua Anak CP Ikuti Pelatihan Terapi    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Digagas oleh Rafdinal, 116 Orang Tua Anak CP Ikuti Pelatihan Terapi
Puluhan orang tua yang mendampingi anak penyandang Cerebral Palsy (CP) di Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti pelatihan terapi selama tiga hari, 29–31 Juli 2026. (Foto: Faiz). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Puluhan orang tua yang mendampingi anak penyandang Cerebral Palsy (CP) di Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti pelatihan terapi selama tiga hari, 29–31 Juli 2026. 

Melalui pelatihan tersebut, para orang tua diharapkan mampu melakukan terapi secara mandiri di rumah, mengingat masih terbatasnya jumlah fisioterapis di Sumbar.

Pelatihan bertajuk Bimbingan Teknis Terapis bagi Orang Tua Pendamping dan Anak Penyandang Disabilitas Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Angkatan II itu diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Rafdinal.

Kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) dan digelar di salah satu hotel di Bukittinggi.

Rafdinal mengatakan, pelatihan tersebut merupakan program yang dilaksanakan setiap tahun. Sepanjang 2026, kegiatan telah digelar dalam dua angkatan dengan jumlah peserta masing-masing 58 orang tua pendamping, sehingga total mencapai 116 peserta.

"Anak penyandang Cerebral Palsy membutuhkan fisioterapi secara berkelanjutan. Namun, dalam praktiknya jumlah fisioterapis di Sumatera Barat masih sangat terbatas. Karena itu, peran orang tua dan pendamping menjadi sangat penting untuk menunjang perkembangan anak," ujar Rafdinal saat pembukaan kegiatan, Rabu malam (29/7). 

Ia menjelaskan, untuk mengatasi keterbatasan tenaga fisioterapis, pelaksanaan bimtek angkatan kedua turut melibatkan akademisi dan mahasiswa Universitas Fort De Kock Bukittinggi sebagai peserta. 

Menurut Rafdinal, tantangan lain yang dihadapi pemerintah daerah adalah belum tersedianya data yang akurat mengenai jumlah penyandang Cerebral Palsy di Sumatera Barat. Padahal, jumlah penyandang CP diperkirakan cukup banyak.

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) untuk mendata sekaligus menghimpun para orang tua pendamping penyandang CP agar dapat mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, termasuk pelatihan terapi mandiri yang dapat diterapkan di rumah.

"Dengan pelatihan ini, kami berharap orang tua tidak hanya bergantung pada layanan fisioterapi di fasilitas kesehatan, tetapi juga mampu memberikan terapi dasar secara mandiri di rumah untuk mendukung tumbuh kembang anak penyandang Cerebral Palsy," tutup Rafdinal.

Pembukaan pelatihan itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis. Ia mengapresiasi kepedulian Anggota Komisi III DPRD Sumbar, H. Rafdinal, yang secara konsisten memperjuangkan program pemberdayaan bagi keluarga penyandang disabilitas.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak penyandang Cerebral Palsy di tengah keterbatasan tenaga fisioterapis.

Sementara itu Kabid PHPA-DP3AP2KB Desra Elena mengatakan Bimtek angkatan ke dia ini diikuti oleh peserta dari Kota Bukittinggi, Padang, Payakumbuh, Sawahlunto, serta sejumlah daerah lainnya di Sumatera Barat.

Melalui bimbingan teknis ini, kami mengajarkan orang tua agar mampu melakukan terapi secara mandiri di rumah. Ini sangat penting karena keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," jelas Desra.

Menurutnya, kemampuan orang tua melakukan terapi mandiri akan sangat membantu ketika anak tidak dapat menjalani terapi di fasilitas kesehatan secara rutin. (*)

Kecamatan Koto Tangah Terus Optimalkan Pendataan dan Verifikasi Program Perlinsos, Simak Penjelasan Wahyudi Edwar    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Kecamatan Koto Tangah Terus Optimalkan Pendataan dan Verifikasi Program Perlinsos, Simak Penjelasan Wahyudi Edwar
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Koto Tangah, Wahyudi Edwar, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam memastikan validitas data penerima manfaat. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangka mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang adil, transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak, Kecamatan Koto Tangah,  terus mengoptimalkan pendataan dan verifikasi program Perlindungan Sosial (Perlinsos). 

Berdasarkan data terkini, dari total 13 kelurahan yang ada di Kecamatan Koto Tangah, jumlah Kartu Keluarga (KK) yang telah terdaftar dalam sistem mencapai 17.221 KK, dengan didukung oleh 294 agen aktif yang turut membantu proses pendaftaran di tengah masyarakat.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Koto Tangah, Wahyudi Edwar, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam memastikan validitas data penerima manfaat. 

"Dalam rangka memastikan penyaluran bantuan sosial dan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak, kami mengimbau masyarakat untuk proaktif melakukan pengecekan dan pendaftaran data diri melalui mekanisme resmi yang telah disediakan oleh pemerintah," cakap Kamis, 30 Juli 2026,  di Kecamatan Koto Tangah.

Berdasarkan rincian data Perlinsos berdasarkan kategori program, Program Keluarga Harapan (PKH) mencatat total terdaftar sebanyak 15.233 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian 3.786 berpotensi layak, 11.417 tidak layak, serta 30 dalam proses verifikasi; sementara itu, pada kategori Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) terdapat total 16.847 terdaftar yang terdiri atas 9.453 berpotensi layak, 7.362 tidak layak, dan 32 dalam proses verifikasi. 

"Mari bersama-sama kita wujudkan penyaluran bantuan sosial yang adil, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan," cakapnya.

Program Perlinsos ini ditujukan secara khusus bagi keluarga atau individu yang masuk dalam kategori prasejahtera, rentan miskin, atau terdampak langsung oleh kondisi sosial-ekonomi tertentu, yang tentunya disesuaikan dengan kriteria Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

Pemerintah Kota Padang mengimbau masyarakat untuk secara rutin memantau status kepesertaan bantuan melalui kanal resmi Kementerian Sosial atau dengan melihat papan pengumuman yang tersedia di kantor kelurahan masing-masing. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Disambut Antusiasme Siswa, Bupati Jon Firman Pandu Janji Perjuangkan Revitalisasi SDN 03 Kotobaru    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Disambut Antusiasme Siswa, Bupati Jon Firman Pandu Janji Perjuangkan Revitalisasi SDN 03 Kotobaru
Suasana hangat dan penuh semangat menyambut kedatangan Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, di sela kunjungannya meninjau perkembangan pembangunan TK Negeri 1 Kubung.  (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Suasana hangat dan penuh semangat menyambut kedatangan Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, di sela kunjungannya meninjau perkembangan pembangunan TK Negeri 1 Kubung. 

Tak ingin melewatkan kesempatan, para siswa SDN 03 Kotobaru yang berada tepat di sebelah lokasi peninjauan menyambut rombongan dengan antusias dan ingin bersalaman langsung dengan Bupati.

Melihat semangat yang ditunjukkan anak-anak, Bupati pun menyempatkan diri mampir ke sekolah mereka. 

Kedatangan beliau didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Elafki, S.Pd., M.M., beserta jajaran serta Kepala Bagian Pembangunan Afrianto, disambut gembira oleh para guru dan seluruh peserta didik.

Di hadapan Bupati, para guru menyampaikan kondisi riil sekolah yang sangat membutuhkan perhatian segera. Mereka menjelaskan perlunya rehabilitasi dan kelanjutan pembangunan. 

Mengingat luas lahan yang terbatas, sekolah ini memerlukan bangunan bertingkat untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar. 

Selain itu, masih terdapat ruangan yang hanya dibatasi sekat tripleks dan sebagian dinding bangunan belum selesai dicor.

Mendengar aspirasi tersebut, Bupati langsung turun melihat kondisi bangunan secara langsung. 

Ia pun memberikan kepastian akan memperjuangkan SDN 03 Kotobaru agar masuk dalam daftar prioritas Program Revitalisasi Sekolah pemerintah pusat.

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok sesungguhnya berkomitmen penuh membenahi fasilitas pendidikan. 

Namun, besarnya kebutuhan yang ada belum dapat seluruhnya dipenuhi melalui kemampuan keuangan daerah semata. 

Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah pusat menjadi langkah paling strategis untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur pendidikan.

"Kita menginginkan setiap sekolah yang memerlukan perbaikan segera tertangani. Namun kemampuan APBD ada batasnya, sementara kebutuhan sangat besar. Maka dari itu, kita akan kawal dan perjuangkan agar SDN 03 Kotobaru memenuhi syarat dan masuk dalam program revitalisasi pusat," tegas Bupati.

Beliau juga mengingatkan pentingnya data yang akurat, lengkap, dan valid sesuai kondisi lapangan. 

Data yang baik menjadi kunci utama agar usulan dapat dipertimbangkan dan bantuan yang diterima benar-benar tepat sasaran.

"Dengan data yang kuat, langkah kita untuk memperjuangkan kebutuhan sekolah ini akan semakin kokoh," tambahnya.

Melalui upaya ini, Bupati berharap nantinya terwujud sarana pendidikan yang aman, nyaman, dan layak, sehingga proses belajar mengajar di SDN 03 Kotobaru dapat berjalan dengan lebih baik dan berkualitas.(80)

Meraih Gelar Doktor, Anggota DPRD Sumbar Zulkenedi Said: Belajar Tidak Mengenal Batas Usia    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Meraih Gelar Doktor, Anggota DPRD Sumbar Zulkenedi Said: Belajar Tidak Mengenal Batas Usia
Anggota DPRD Sumatera Barat, Zulkenedi Said, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil menyelesaikan ujian terbuka Program Doktor Studi Kebijakan di Pascasarjana FISIP Universitas Andalas, Kamis (30/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Anggota DPRD Sumatera Barat, Zulkenedi Said, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil menyelesaikan ujian terbuka Program Doktor Studi Kebijakan di Pascasarjana FISIP Universitas Andalas, Kamis (30/7/2026). Dalam sidang tersebut, Zulkenedi dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Disertasi yang dipertahankannya berjudul "Difusi Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19 di Sumatera Barat: Studi Kasus Pembentukan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19." Penelitian ini mengangkat dinamika lahirnya kebijakan daerah dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Sumatera Barat.

Ujian terbuka dipimpin oleh tim penguji yang terdiri dari para akademisi Universitas Andalas. Setelah melalui proses akademik yang berlangsung dengan baik, tim promotor menyatakan Zulkenedi layak menyandang gelar doktor.

Promotor, Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH, menyampaikan bahwa hasil ujian menunjukkan disertasi yang disusun Zulkenedi telah memenuhi ketentuan akademik.

"Berdasarkan hasil ujian terbuka, yang bersangkutan dinyatakan layak dipromosikan untuk memperoleh gelar doktor," ujar Prof. Yuliandri.

Usai sidang, Zulkenedi menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari bimbingan para promotor, penguji, serta dukungan keluarga dan seluruh pihak yang telah mendampinginya selama menjalani pendidikan.

"Alhamdulillah, saya bersyukur dapat menyelesaikan studi ini. Sejak awal saya berkomitmen menjalani setiap proses dengan sungguh-sungguh. Setiap masukan, koreksi, dan arahan dari para dosen menjadi bekal yang sangat berharga bagi saya," katanya.

Bagi Zulkenedi, gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga amanah untuk terus memberikan manfaat melalui ilmu yang dimiliki.

"Doktor bukan berarti saya sudah mengetahui segalanya. Justru semakin belajar, saya semakin menyadari masih banyak hal yang perlu dipelajari. Ilmu pengetahuan sangat luas dan proses belajar tidak pernah berhenti," tuturnya.

Di usia 63 tahun, Zulkenedi mengaku tetap memiliki semangat untuk terus menambah wawasan. Bahkan, ia berencana mempelajari bidang ilmu lain sebagai bagian dari pengembangan diri.

"Usia bukan alasan untuk berhenti belajar. Selama masih diberikan kesempatan, saya ingin terus menuntut ilmu. Semoga apa yang saya pelajari dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bekal dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat," ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

"Jangan pernah lelah belajar. Pendidikan adalah investasi yang akan selalu memberikan manfaat. Semoga semakin banyak generasi muda yang memiliki semangat untuk terus menuntut ilmu dan berkarya bagi daerah," pesannya.

Keberhasilan Zulkenedi Said meraih gelar doktor menjadi salah satu contoh bahwa semangat belajar dapat terus tumbuh di setiap fase kehidupan.

Baginya, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang memperluas wawasan, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. (*)