ADVERTORIAL

Sidak Prokes Covid-19 di Sekolah, Hendri Septa: Alhamdulillah, Kita Laksanakan Pengawasan Ketat

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah di ...

Opini

PARLEMEN

Sports

Mantan Walikota Padang: Aturan Siswi Berjilbab Sudah 15 Tahun, Kok Baru Ribut?
Minggu, Januari 24, 2021

On Minggu, Januari 24, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Eks Wali Kota (Walkot) Padang Fauzi Bahar mengatakan aturan yang mewajibkan siswi di sekolah negeri berpakaian muslimah bukan hal baru. Fauzi, yang menjabat wali kota dua periode, mengatakan aturan itu dibuat justru untuk melindungi kaum perempuan.

"Itu sudah lama sekali, kok baru sekarang diributkan? Kebijakan 15 tahun yang lalu itu," kata Fauzi Bahar kepada detikcom, Sabtu, 23 Janauari 2021.

Aturan mengenai siswi wajib memakai kerudung ini mencuat setelah video orang tua murid SMK Negeri 2 Padang viral di media sosial (medsos). Fauzi mengatakan aturan itu dibuatnya saat dia menjabat Walkot Padang.

Menurut Fauzi, aturan itu semula hanya berupa imbauan. Namun kemudian berubah menjadi instruksi Wali Kota Padang. Saat itu SMA/sederajat merupakan bagian dari perangkat daerah pemerintah kota/kabupaten.

Aturan berbusana ini diatur dalam Instruksi Walikota Padang No 451.442/BINSOS-iii/2005. Instruksi itu dikeluarkan pada 2005.

Artinya, aturan ini sudah diterapkan selama 15 tahun di sekolah-sekolah negeri di Padang. Salah satu poin instruksi itu adalah mewajibkan jilbab bagi siswi yang menempuh pendidikan di sekolah negeri di Padang. Kendati nomenklaturnya ditujukan kepada siswi muslim saja, namun di lapangan, siswi nonmuslim juga mengenakan jilbab ini.

"Aturan itu saya yang buat. Sudah ada sejak zaman saya jadi wali kota, bukan sekarang saja," katanya.

Fauzi mengatakan, selain menjaga kaum perempuan, kebijakan itu dimaksudkan mengembalikan budaya Minang.

"Jauh sebelum republik ini ada, gadis Minang dulunya sudah berbaju kurung. Kita mengembalikan adat Minang berbaju kurung. Pasangan baju kurung adalah selendang. Agar tak diterbangkan angin, ada kain yang dililitkan ke leher, itulah yang namanya jilbab," katanya.

"Apa yang kita lakukan dulu dapat respons yang luar biasa. Buktinya, ini bukan hanya di Kota Padang saja, tapi juga menjalar ke seluruh Sumatera Barat, Sumatera, dan Indonesia. Kalau ada yang protes satu atau 10 orang, kan hal biasa. Tujuan utama kita adalah melindungi perempuan, terutama kaum minoritas di tempat mayoritas," katanya lagi.

Ia menekankan peraturan di sekolah itu sudah sangat bagus dan tak perlu dicabut.

"Itu sudah kebijakan dan aturan sekolah. Kalau tidak suka dengan aturan sekolah, ya, tinggal cari sekolah lain saja. Dulu saya juga diteriaki mendukung dan melakukan kristenisasi. Mana yang dulu protes-protes itu, ke mana orang-orang itu sekarang," kata Fauzi.

"Toh itu semangatnya bukan paksaan buat nonmuslim. Kita melindungi generasi kita sendiri," katanya.

Source: detikcom

Kapolri Baru Minta Anak Buahnya Ngaji Kitap Kuning, Respons NU dan MUI Nggak Disangka
Sabtu, Januari 23, 2021

On Sabtu, Januari 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Komjen Listyo Sigit Prabowo telah dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis.

Saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Rabu, 20 Januari 2021, Listyo Sigit menyatakan anggotanya akan diperintahkan untuk belajar kitab kuning, pembelajaran keagamaan Islam yang lazim diajarkan di pesantren-pesantren. 

Listyo Sigit bahkan mengaku sudah membuat program anggota Polri belajar kitab kuning bagi anggotanya yang beragama Islam, saat menjadi Kapolda Banten.

Menanggapi gagasan Listyo Sigit, Ketua Harian PBNU Robikin Emhas mengatakan, ngaji kitab kuning bagi anggota Polri akan sangat bagus jika tujuannya agar penegakan hukum yang dilakukan Polri mengacu pada tuntunan agama, seperti yang diajarkan dalam kitab kuning.  

"Ngaji kitab kuning? Kalau yang dimaksud adalah membekali nilai-nilai agama dengan cara pandang kitab kuning, itu keren agar keadilan menjadi kiblat penegak hukum, ikhlas melaksnakan tugas dan rendah hati bersikap," ujar Robikin dalam cuitannya di akun Twitter @robikinemhas, dikutip Jumat, 22 Januari 2021. 

Robikin mengatakan, dengan penegakan hukum yang adil, tidak ada lagi cerita seseorang kehilangan kambing, namun ketika lapor ke pihak Kepolisian, korban tersebut justru merugi karena harus kehilangan biaya yang lebih besar lagi. 

"Sehingga tak ada sapi melayang karena lapor kambing hilang," katanya. 

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, belajar kitab kuning bagi polisi harus dimaknai seperti kiai yang alim mengajarkan kepada santri yang mengaji, dalam konteks ini polisi sebagai santri, tentang Islam wasathi atau moderat. 

"Hasil ngaji tersebut kemudian diterapkan oleh polisi sebagai pengayom masyarakat bermitra dengan ulama. "Kiai yang alim, santri yang ngaji. Kemudian mengajar polisi tentnag Islam wasathi kemudian direalisasikan polisi sebagai pengayom masyarakat bermitra dengan ulama. Kutab kuning itu maknanya Islam washati," katanya melalui akun Twitter @cholilnafis.

Menurutnya, belajar kitab kuning bagi polisi harus dipahami sebagai belajar Islam moderat, paham yang moderat.

"Jangan sampai di polisinya justru ada radikalisme," kata Cholil Nafis.

Sebelumnya, Listyo Sigit mengatakan, dalam mencegah merebaknya paham radikal, pihaknya bekerja sama dengan para tokoh masyarakat, termasuk ulama untuk melakukan upaya pencegahan dengan memberikan penjelasan sehingga masyarakat tidak mudah terpapar dengan ajaran-ajaran radikal. 

Listyo Sigit pun mengatakan, saat jadi Kapolda Banten, dia menugaskan anggotanya untuk belajar kitab kuning. 

”Untuk mencegah berkembangnya terorisme, salah satunya dengan belajar kitab kuning, dan tentunya baik di internal maupun eksternal, itu saya yakni bahwa apa yang disampaikan kawan-kawan ulama itu benar adanya. Oleh karena itu akan kami lanjutkan,” kata Listyo Sigit.

Source: WE Online

Andre Rosiade vs Denny Siregar Kian Memanas, Saling Ungkit Prestasi
Sabtu, Januari 23, 2021

On Sabtu, Januari 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Saling balas cuitan antara anggota DPR RI asal Sumatera Barat Andre Rosiade dan Penggiat Media Sosial Denny Siregar makin seru dan panas.

Perseteruan keduanya diawali dengan cuitan Denny Siregar di twitter pada Sabtu, 23 Januari 2021.

"Padang ternyata tidak seindah nasi padang, yang ada dimana-mana dan dinikmati banyak orang tanpa melihat golongan..," cuit Denny Siregar dikutip BentengSumbar.com di akun @Dennysiregar7 pada Sabtu, 23 Januari 2021.

Andre Rosiade membalas cuitan Denny Siregar tersebut. Bahkan Andre Rosiade menyebut Denny Siregar nyinyir terhadap orang Minang.

"Emang kalo lo nyinyir sama kami orang Minang lo dapat apa??? Apakah Nyinyir bisa jadi modal Komisiaris BUMN bro? Gw jadi penasaran. Minggu depan Gw tanya lgs deh sama Menteri BUMN bang @erickthohir he...he..he," balas Andre Rosiade.

Andre Rosiade menyebut Denny Siregar menjadi beban bagi Pemerintahan Jokowi.  Pasalnya, disaat presiden butuh dukungan seluruh rakyat, Denny malah bikin komentar asbun.

"Lu enggak usah banyak Bacot deh bro. Orang kayak lu ini beban bagi pemerintah pak @jokowi. Di saat Presiden butuh dukungan Seluruh Rakyat, lu malah bikin komentar Asbun," katanya.

Ia pun menantang Denny Siregar adu kinerja dan prestasi untuk bangsa dan negara.

"Bro @Dennysiregar7 yg lagi Nyinyir sama orang Sumbar. Dari sibuk Nyinyir yuk kita adu Kinerja/Adu Prestasi kontribusi apa yg sudah ente berikan utk Bangsa & Negara ini. Kontribusi apa yg ente berikan agar membantu Kinerja Pemerintah pak @jokowi agar Ekonomi Indonesia bisa bangkit," tantang Andre Rosiade, seperti dikutip BentengSumbar.com di akun @andre_rosiade pada Sabtu, 23 Januari 2021.

Andre pun mengungkap sederet kerjanya sebagai anggota DPR RI. Misalnya menyelamatkan industri baja nasional dari kebangkrutan.

"Ini cara gw bekerja Menyelamatkan Industri Baja Nasional dr Kebangkrutan. Lu tanya sama Dirut @_KRAKATAUSTEEL @silmykarim  bagaiman kinerja gw utk Membela Industri Baja dalam negeri. Ente @Dennysiregar7 ????? NYINYIR??? He....he...he," ujar Andre.

Andre juga membanggakan kinerjanya menyelamatkan industri semen nasional yang bernilai ratusan triliun dan menyelamatkan ratusan ribu karyawannya.

"Ini Contoh Kinerja Ogut utk menyelamatkan Industri Semen Nasional yg bernilai Ratusan Triliun dan menyelamatkan Ratusan Ribu Karyawannya. Kalo ente apa bro?????," ungkap Andre.

Andre juga mengungkap sederet penghargaan yang dia terima dari beberapa lembaga.

Menanggapi tantangan Andre Rosiade, Denny Siregar terlihat santai. Bahkan Denny Siregar menyinggung soal Andre menggerebek PSK di Padang.

"Kok dia marah2 ya ? Apa karena gak berhasil gerebek PSK ?" cuit Denny Siregar.

Denny pun menjelaskan, prestasi terbesarnya adalah membantu memenangkan Jokowi 2 periode, sehingga pemerintahan sekarang bisa menghajar HTI dan FPI.

"Gua ditanya apa prestasi terbesar selama ini sama @andre_rosiade..Prestasi terbesar gua adalah membantu menangkan @jokowi 2 periode, shg pemerintahan skrg bs menghajar HTI & FPI. Itu sudah cukup gua banggakan ke anak cucu nanti ☕ Andre kalah mulu 🤭," ungkap Denny Siregar.

(by)

PWNU Sumbar Gelar TOT MKNU, Prof Ganefri: Kita Bersyukur Hari Ini Banyak yang Ingin Masuk NU
Sabtu, Januari 23, 2021

On Sabtu, Januari 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus menggerakkan semangat mengembangkan NU melalui Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) di semua tingkatan. Hal ini untuk menyamakan perjuangan ber-NU warga nahdiyyin.

Ketua MKNU PBNU Sultonul Huda, M.Si mengungkapkan hal itu pada pembukaan Training of Trainer (TOT) MKNU yang diselenggarakan PWNU Sumbar, Sabtu, 23 Januari 2021 di Padang. 

Sebelumnya memberikan khutbah iftitah Rais Syuriah PWNU Sumbar Hendri.

Menurut Sultonul yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PBNU ini, bicara NU di Sumatera Barat memang masuk minoritas. Minoritas dalam artian dalam gerakan keumatan dan kebangsaan. 

“Harus diakui memang belum banyak terlihat gerakan yang dilakukan NU Sumatera Barat. Geliat kegiatan yang terpublikasi dalam kehidupan kemasyarakatan, pemerintahan dan kebangsaan belum begitu banyak. Melalui TOT MKNU ini diharapkan ke depannya NU Sumatera Barat bisa lebih semangat dalam gerakannya,” kata Sultonul.

Dikatakan Sultonal,  jumlah pemahaman keagamaannya banyak yang sesuai dengan NU. Namun belum dibangkitkan untuk menggerakkan NU. Mudah-mudahan melalui TOT MKNU ini bisa membesarkan NU di Sumatera Barat. 

”Peserta TOT MKNU tentu diharapkan mampu menjadi penggerak membesarkan NU. Karena dengan TOT MKNU ini, PWNU Sumatera Barat diberikan kewenangan melaksanakan MKNU yang selama ini instruktur dari PBNU, kini dilimpahkan ke PWNU. Cukup satu orang saja dari PBNU, selebihnya peserta TOT MKNU yang dinyatakan lulus nantinya,” tutur Sultonul. 

Ketua Tanfizdiyah PWNU Sumbar Prof. Ganefri menyebutkan, pengkaderan melalui MKNU dan TOT MKNU sangat penting dilakukan. Nantinya masing-masing PCNU di Sumatera Barat diberikan kewenangan untuk melaksanakan MKNU sehingga pengurus cabang, MWC dan ranting bisa lebih banyak mengikuti MKNU.

“Kita bersyukur hari ini banyak yang ingin masuk NU. Sehingga sangat diperlukan MKNU agar bisa menyamakan persepsi, pemahaman dan gerakan dalam ber-NU. Dengan ber-NU, jangan membuat kita berhenti berbuat kebaikan. Justru dengan NU kita berbuat kebaikan.  Kita harus bangga jadi warga NU, karena NU dilahirkan oleh para ulama. Dengan ber-NU, lebih merupakan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah,” kata Ganefri yang juga Rektor Universitas Negeri Padang.

Ketua Panitia TOT MKNU dan Mukerwil NU Sumatera Barat Armaidi Tanjung menyebutkan, kegiatan bertemakan, menyebarkan Aswaja meneguhkan komitmen kebangsaan. TOT MKNU diikuti sebanyak 55 orang yang berlangsung sehari penuh. 

Sedangkan Minggu, 24 Januari 2021 dilanjutkan dengan pelantikan Lembaga-Lembaga di lingkungan PWNU Sumatera Barat dan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) NU Sumatera Barat.  

Laporan: Bagindo Armaidi Tanjung

Baharrudin R Kembali Pimpin PAN Pasbar
Sabtu, Januari 23, 2021

On Sabtu, Januari 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Baharrudin R, kembali nahkodai DPD (Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) untuk periode 2020-2025 mendatang. Baharrudin R ditetapkan sebagai Ketua DPD PAN Pasbar, pada gelaran MUSDA DPD PAN ke V serentak untuk tingkat Kabupaten/kota SeSumatera Barat 

MUSDA tersebut, digelar secara virtual di Taman Latifa, Jalur 32 Simpang Empat Pasaman Barat, pada hari Sabtu, 23 Januari 2021. Acara ini,  juga dihadiri oleh seluruh pengurus DPD PAN Pasbar dan seluruh jajaran Pengurus PAN disemua tingkatan, Anggota DPRD Fraksi PAN Pasbar, serta PUAN PAN Pasbar dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Baharrudin R yang juga selaku Ketua DPD PAN Kabupaten Pasbar periode sebelumnya, masuk dalam formatur pemilihan dan sesuai keputusan DPW PAN Sumbar. Formatur ini di ikuti oleh 13 calon formatur DPD PAN Pasbar untuk periode 2020-2025.

Saat di temui dilokasi, Baharuddin R selaku formatur terpilih mengatakan, ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus partai PAN yang telah berpartisipasi di dalam kelancaran MUSDA PAN V ini.

“terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus partai PAN di semua tingkatan, yang telah berpartisipasi dalam MUSDA ini.”ucap Bahar

Baharrudin menambahkan, agar masyarakat Pasbar tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan dan terhindar dari covid-19 selalulah gunakan masker dan patuhi protokoler kesehatan, ia berharap semoga wabah atau pandemi ini cepat berlalu. 

“untuk masyarakat Pasbar agar tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan agar pandemi covid-19 ini cepat berlalu.” tutup Baharrudin.

Pada acara Musda V ini selain dihadiri seluruh Ketua - ketua Partai yang ada di Pasbar dan tokoh-tokoh masyarakat juga dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih, H. Hamsuardi, - H. Risnawanto.

(Rido)

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Jadi Saksi Nikah Anak Sulung Devi Kurnia
Sabtu, Januari 23, 2021

On Sabtu, Januari 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menjadi saksi pernikahan kedua belah pihak penganten Frans Sanjaya, S. STP dan Intan Devina, SH yang digelar di gedung Rohana Kudus komplek GOR Agus Salim Padang, Sabtu, 23 Januari 2021.

Frans Sanjaya, S. STP (Frans) merupakan putra dari pasangan Nurmam, SE dan Wirna Wilyanti, sementara penganten perempuan Intan Devina, SH (Intan) merupakan putri sulung anak dari Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Sumbar Devi Kurnia, SH, MM dan istrinya Malina Askan, SE.

Resepsi pernikahan dilangsungkan dengan aturan protokol Covid-19 bagi para tamu yang datang dimeriksa suhu tubuh menggunakan thermogun oleh petugas dan para tamu undanganpun duduk berjarak dan tetap menggunakan masker selama acara berlangsung. 

Selanjutnya tamu undangan yang datang tidak makan di tempat dan panitia hanya menyediakan nasi kotak. Namun begitu prosesi berjalan khidmat dan lancar.

Akad nikah pun berlangsung, dengan suara lantang Frans Sanjaya mengucapkan ijab kabul sekali ucap di depan penghulu. Irwan Prayitno dan Nasrul Abit langsung mengesahkan. Maka keduanya resmi menjadi pasangan suami istri.

Usai mengucapkan ijab kabul Frans Sanjaya mendapatkan gelar Tuangku Rajo Sulaiman.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengajak tamu yang hadir doakan pasangan Frans dengan Intan lancar menjalani bahtera rumahtangga.

"Barakallahu laka, wa baraka ‘alayka wa jama’a baynakuma fii khayr. Semoga Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan. Mari Doakan pengantin agar berkah, karena Nikah adalah sunah. Sunah itu kebaikan. Maka nikah itu adalah kebaikan," kata Irwan Prayitno.

Pernikahan adalah ibadah seumur hidup yang mesti dijalani oleh pasangan suami istri. Mereka akan mengalami suka dan duka bersama-sama dalam mengarungi bahtera rumah tangga. 

Irwan Prayitno berpesan, terimalah pasangan masing masing, dan saling melengkapi kekurangan satu dan lainnya. Karakter pasti beda, selama tidak bertentangan dengan agama, maka terimalah perbedaan itu. Hilangkan ego pribadi untuk keutuhan keluarga.

"Karena jodoh merupakan rahasia Allah, maka syukuri pasangan kita, Saling memahami, saling membantu, saling menghargai dan juga saling mendoakan," ucapnya.

Tujuan dari pernikahan adalah meraih ridho Allah. Bila ridho Allah sudah diraih, kebahagiaan lahir dan batin akan mengalir dengan sendirinya. Kalau tujuannya hanya kebahagian fisik, perkawinan tidak akan bertahan lama. Karena, semakin lama keindahan fisik pasangan tentu tidak seperti awal pernikahan lagi.

"Dalam kehidupan berumahtangga untuk menjadi Sakinah, Mawaddah, Warahmah, kita   harus melalui tiga tahapan agar sukses di dunia dan akhirat, yaitu fitrah, tauhid dan hijrah. Jika sudah memasuki tahap hijrah, insya Allah tidak akan goyang menghadapi berbagai rintangan kehidupan," ungkapnya.

Selanjutnya Wakil Gubernur Sumbar juga mengucapkan selamat kepada kedua mempelai Frans dan Intan, dalam membangun ikatan keluarga kedua belah pihak untuk mendapat berkah dari Allah SWT.

"Selamat buat Frans dan Intan, semoga pernikahannya dilimpahi berkah oleh Allah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah, Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair," ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit mengatakan, pernikahan adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat dianjurkan bagi umat islam.

Pernikahan merupakan suatu peristiwa yang fitrah dan sarana paling agung dalam memelihara keturunan dan memperkuat antar hubungan antar sesama manusia yang menjadi sebab terjaminnya ketenangan cinta dan kasih sayang.

"Tentunya Frans dan Intan sudah saling mengenal terlebih dahulu, apapun kekurangan dan kelebihan masing-masing harus bisa saling menerima dan mengisi kekuranganya," tuturnya.

Begitu selesai akad nikah, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Sumbar Devi Kurnia yang merupakan orang tua dari Intan Devina mengatakan nampak berucap syukur. Begitu juga para pihak keluarga kedua mempelai dan para tamu undangan.

"Hari ini bersama istri tercinta Malina Askan merupakan hari bahagia bagi keluarga besar kami," ucapnya.

Dikesempatan itu, Devi Kurnia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang menyepatkan diri menjadi saksi nikah pada akad nikah anaknya.

"Alhamdulillah... Kami bersyukur proses pernikahan berjalan khidmat dan lancar," imbuhnya.

Anakku, Semoga Allah memberi berkah padamu di saat rumah tanggamu dalam keadaan harmonis, dan semoga Allah (tetap) memberi berkah padamu di saat rumah tanggamu terjadi kerenggangan (terjadi prahara), dan semoga Dia (Allah) mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

(Nov)

Kegiatan Kampung Tangguh Nusantara Nagari Tageh Rumah Gadang, Masyarakat Pujorahayu Gelar Goro
Sabtu, Januari 23, 2021

On Sabtu, Januari 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Masyarakat Nagari Persiapan Pujorahayu, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, melaksanakan kegiatan Gotong Royong membangun dan renovasi Pos Ronda di beberapa Dusun yang di
Kampung Tangguh Nusantara Nagari Tageh Rumah Gadang, Nagari Persiapan Pujorahayu, Sabtu, 23 Januari 2021.

Ketua Kampung Tangguh Nusantara Nagari Tageh Rumah Gadang, Nagari Persiapan Pujorahayu, Didin Syaifuddin kepada awak media mengatakan, kegiatan Gotong Royong dalam membangun dan renovasi beberapa Pos Ronda dibeberapa dusun yang ada di Nagari Persiapan Pujorahayu. 

"Seperti yang kita ketahui Kampung Tangguh Nusantara merupakan program yang digagas oleh Kapolri, yang juga bertujuan untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan lingkungan setempat," katanya.

"Alhamdulillah, kegiatan gotong royong bersama dalam membangun dan renovasi pos ronda telah kita laksanakan, sebagai salah satu sarana mendukung program siskamling dan kembali aktif dalam kegiatan ronda malam, untuk antisipasi perbuatan kejahatan pencurian dimalam hari," sebutnya

Didin Syaifuddin juga menambahkan, kedapan ia berharap untuk saling bersinergi dan kerjasama yang baik dengan jajaran pihak Kepolisian dan TNI, Perangkat Nagari Persiapan Pujorahayu, Kepala Jorong, sesepuh, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat setempat untuk menjadikan Nagari Persiapan Pujorahayu menjadi salah satu kampung yang benar-benar tangguh dalam segala bidang, karena syarat untuk menjadi kampung tangguh harus didukung oleh seluruh unsur dan lapisan masyarakat dalam segala aspek/bidang termasuk Kambtibmas, Pangan, Kesehatan, Keimanan, dan Pendidikan. 

"Alhamdulillah di Nagari Persiapan Pujorahayu sudah tersusun rapi untuk menjadikan Kampung Tangguh dan semua  sudah lengkap dari masing-masing unsur," ucapnya.

Selain itu, ucapan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada Kapolsek Pasaman melalui Kanit Binmas,  Anggota DPRD Pasaman Barat, Subandrio, (Fraksi Demokrat) dan H. Erianto (Fraksi Gerindra), Pemerintah Nagari Persiapan Pujorahayu, Kepala Jorong, Sesepuh, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan seluruh lapisan masyarakat Nagari Persiapan Pujorahayu, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Gotong Royong bersama dan mendukung penuh kegiatan Kampung Tangguh Nusantara Nagari Tageh Rumah Gadang Nagari Persiapan Pujorahayu.

"Semoga Nagari Persiapan Pujorahayu kedepannya menjadi lebih baik dalam segala bidang," Pungkas Didin Syaifuddin.

(Rido)

Perlakuan Beda di Kasus Raffi Ahmad, Pengacara HRS: Ketidakadilan Dipertontonkan secara Vulgar
Sabtu, Januari 23, 2021

On Sabtu, Januari 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Polisi telah menghentikan proses penyelidikan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara pesta ulang tahun bos KFC Indonesia Ricardo Gelael yang dihadiri presenter kondang Raffi Ahmad. Hal itu menuai berbagai macam reaksi dari masyarakat.

Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam, Sugito Atmo Pawiro, menilai dalam kasus itu terlihat jelas aparat penegak hukum memberikan perlakuan yang berbeda terhadap Habib Rizieq. Kasus kerumunan terhadap Habib Rizieq terus dicecar dan tidak ada tanda akan dihentikan.

Sugito mengatakan, penegakan hukum terhadap Habib Rizieq begitu tajam, namun kepada kalangan tersebut terlihat tumpul. Semestinya, kata Sugito, hukum harus ditegakkan tanpa tebang pilih.

"Ini yang kami maksud bahwa hukum itu harus adil. Hukum itu harus tegak, tidak berdasarkan kepentingan apa pun tetapi berdasarkan fakta yang ada. Kalaupun misalnya dia orang yang punya pengaruh walaupun misalnya dia pejabat yang punya jabatan tinggi, kan hukum harus tetap ditegakkan," kata Sugito, saat dihubungi Sabtu, 23 Januari 2021.

Menurut Sugito, kasus kerumunan Raffi Ahmad yang menghadiri pesta di kediaman Sean Gelael sangat jelas terjadi kerumunan. Selain itu, dari foto yang beredar juga terlihat mereka tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak.

"Ini kan menjadi ramai kan. Saya memang juga mau menyebutkan mengenai masalah itu. Nah itu kan dipanggil juga tidak, bahkan dikatakan tidak memenuhi unsur terhadap kerumunan yang bisa diproses secara hukum. Ini kan menjadi menarik padahal itu kan jelas banyak informasinya, banyak fotonya, banyak yang melihatnya (penyelenggara acara) dipanggil pun tidak," kata Sugito. 

Dalam kasus ini sangat jelas ada perbedaan perlakuan terhadap Habib Rizieq. Bahkan, kata Sugito, masyarakat juga semakin sadar adanya tindakan yang tidak adil yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

"Tentu sangat terlihat ada perbedaan perlakuan antara HRS dengan pihak lainnya contohnya sangat banyak dan itu dipertontonkan secara vulgar mengenai ketidakadilan itu," ujarnya.

Source: VIVA

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *