HEADLINE
Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan
Komitmen ini dibuktikan dengan diluncurkannya 8 Program Quick Wins yang ditargetkan tuntas terlaksana dalam 100 hari kerja pertama Direksi BPJS Kesehatan baru. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kebutuhan peserta Program JKN untuk mendapat respons yang cepat dan solutif saat mengalami kendala di lapangan, mendapat perhatian khusus dari jajaran Direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031. Komitmen ini dibuktikan dengan diluncurkannya 8 Program Quick Wins yang ditargetkan tuntas terlaksana dalam 100 hari kerja pertama Direksi BPJS Kesehatan baru. 

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menjelaskan bahwa Quick Wins ini terdiri atas 4 Program Customer Centric dan 4 Program Collaborative. 
“Program Customer Centric kami kembangkan secara khusus untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN yang dirumuskan dengan menjaring aspirasi masyarakat. Harapan 
masyarakat sama, yaitu bisa direspons dengan cepat dan solutif apabila mereka menemui masalah saat mengakses layanan administrasi atau layanan kesehatan. Secara paralel, Program Collaborative juga dijalankan untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi, sehingga melibatkan sinergi dengan berbagai stakeholders dalam implementasinya,” jelas Pujo pada Rabu (15/04).

Adapun 4 Program Customer Centric tersebut meliputi 1) Respons Cepat Solutif, 2) Iuran Kuat, 3) Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, dan 4) Eliminasi Inefisiensi. Langkah Respon Cepat Solutif difokuskan untuk menangani keluhan peserta JKN terhadap pelayanan BPJS Kesehatan 
atau mitranya, sekaligus meningkatkan jangkauan komunikasi hingga ke pedesaan.

“Quick Wins ini juga merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung salah satu poin asta cita Presiden Prabowo, yakni memperkuat pembangunan SDM yang salah satunya melalui kesehatan.

Program JKN sudah memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia, ada banyak orang yang sudah merasakan manfaat kehadirannya. Oleh karena itu, kami mohon dukungan segenap pihak untuk bersama-sama mengawal Program JKN ini supaya bisa berjalan semakin baik lagi,” ujar Pujo usai acara Launcing PANDAWA 24 Jam dan Quick Wins 100 Hari Kerja Pertama tersebut.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto menambahkan bahwa salah satu inovasi yang dikembangkan dalam Quick Wins Respons Cepat Solutif adalah Pelayanan Administrasi melalui 
Whatsapp (PANDAWA) 24 jam. Jika dahulu peserta JKN hanya bisa mengakses PANDAWA pada 08.00 -17.00 waktu setempat, maka kini masyarakat bisa mengakses PANDAWA dengan chat ke nomor Whatsapp 08118165165 selama 24 jam penuh.

“Di samping layanan PANDAWA 24 jam, kami juga berkomitmen menghadirkan layanan prioritas dengan standar waktu layanan kurang dari 5 menit. Kami menjamin untuk layanan-layanan prioritas ini akan direspons dalam waktu kurang dari 5 menit oleh petugas PANDAWA. Ini adalah standar baru layanan cepat yang kami persembahkan bagi peserta JKN,” ungkap Akmal.

Layanan prioritas yang dimaksud mencakup tiga hal. Pertama, penambahan anggota keluarga bagi peserta bayi baru lahir PBI JK, pegawai swasta/BUMN/BUMD, PNS/TNI/POLRI dan pensiunan/veteran. Kedua, pengaktifan kembali status kepesertaan JKN bagi anak usia di atas 21 tahun yang masih kuliah, peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) non aktif yang berpindah segmen menjadi peserta mandiri, dan WNI yang kembali dari luar negeri. Ketiga, perubahan atau perbaikan 
data berupa golongan dan gaji PNS/TNI/POLRI, nomor handphone, dan perubahan identitas (NIK, KK, tanggal lahir, dan alamat).

“Indonesia sudah masuk ke arah digital welfare state. Artinya layanan publik ke depan bisa bergerak dari reaktif menjadi proaktif. Layanan publik yang cepat dan solutif menjadi yang utama, digitalisasi 
membantu kita melawan inefisiensi waktu. PANDAWA 24 jam merupakan arah besar transformasi digital nasional,” kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid yang hadir dalam acara tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu 
Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dan responsif merupakan fondasi utama membangun kualitas SDM. Ia pun mengapresiasi PANDAWA 24 jam dan Quick Wins BPJS Kesehatan yang dinilainya merupakan terobosan besar untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Inovasi PANDAWA 24 jam merupakan langkah progresif yangs sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. BPJS Kesehatan membuktikan bahwa negara hadir memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat tanpa terikat ruang dan waktu,” jelas Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi.

Adapun Program Customer Centric lainnya adalah Iuran Kuat, yakni optimalisasi penerimaan iuran dengan melibatkan kolaborasi stakeholders JKN, misalnya dalam bentuk donasi corporate social responsibility (CSR), serta cicilan iuran secara harian dan mingguan (pengembangan Program REHAB). Di sisi lain, ada pula Program Prolanis Muda yang diperuntukkan bagi peserta penderita diabetes melitus dan hipertensi di bawah usia 45 tahun. Di samping itu, juga dilakukan Eliminasi Inefisiensi melalui optimalisasi pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi 
(termasuk fraud) dan pemanfaatan ‘Intelligence Claim’ berbasis artificial intelligence (AI) untuk membantu proses verifikasi klaim.

Di sisi lain, 4 Program Collaborative meliputi: 1) P-Care MBG untuk memantau tumbuh kembang siswa penerima MBG di 3 sekolah, serta status kesehatan dan kepesertaan JKN petugas SPPG di 3 lokasi SPPG; 2) Siswa Sehat Sekolah Rakyat, yaitu pemeriksaan kesehatan berkala siswa di 3 sekolah rakyat; 3) Desa Sehat JKN, yang melibatkan kerja sama dengan Koperasi Merah Putih (KDMP) dalam uji coba penyelenggaraan jaminan kesehatan dengan KDMP sebagai agen fasilitator; serta 4) JKN 3T, yakni kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit TNI AL ke daerah 3T, serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T.
(HM)

Informasi lebih lanjut hubungi:
Kedeputian Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan Kantor Pusat
Website www.bpjs-kesehatan.go.id

Polres Pasbar Gelar Latihan Pengendalian Massa, Ini Tujuannya    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Polres Pasbar Gelar Latihan Pengendalian Massa, Ini Tujuannya
Kepolisian Resort (Polres) Pasaman Barat menggelar latihan pengendalian massa (Dalmas) guna meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi unjuk rasa dan kerusuhan.

BENTENGSUMBAR.COM
– Kepolisian Resort (Polres) Pasaman Barat menggelar latihan pengendalian massa (Dalmas) guna meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi unjuk rasa dan kerusuhan.

Latihan yang di ikuti oleh 120 orang personel itu dilakukan di Mapolres Pasbar, Rabu, 15 April 2025 dan dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Pasaman Barat Kompol Tarpi Niswar sebagai koordinator.

Ratusan personel terdiri dari tim Negosiator, dalmas awal dan dalmas lanjutan serta tenaga Kesehatan lapangan dalam pengendalian massa.   

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kabag SDM Polres Pasaman Barat Kompol Tarpi Niswar selaku mengatakan, kegiatan latihan dalmas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi unjuk rasa hingga kerusuhan.

Latihan ini juga berfungsi sebagai penyegaran dan pengingat kembali materi yang telah diterima personel saat pendidikan.

"Hal ini penting kita lakukan, kita ingin memastikan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam pengendalian massa tetap terasah dan sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku,” ujarnya.

Kabag SDM melanjutkan, fokus kegiatan adalah penguatan formasi dalmas awal dan lanjutan, penggunaan perlengkapan dalmas secara tepat, serta simulasi skenario pengamanan unjuk rasa dengan pendekatan humanis dan terukur.

Latihan ini penting untuk memastikan bahwa personel Polres Pasaman Barat siap menghadapi situasi yang membutuhkan pengendalian massa, sekaligus menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Dengan latihan yang intensif, diharapkan personel kita dapat bertindak profesional, proporsional, dan efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tidak menjurus ke tindakan yang anarkis,” lanjutnya.

Kabag SDM menegaskan bahwa latihan dalmas ini bukan hanya sekadar kesiapan fisik, tetapi juga penguatan mental dan respons personel terhadap dinamika di lapangan. 

“Latihan ini juga bertujuan untuk memastikan seluruh personel mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menghadapi situasi kerumunan massa. Pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama kami, sesuai dengan kebijakan Polri yang Presisi,” tegasnya.

Personel Polres Pasaman Barat juga dilatih untuk mampu membedakan pendekatan yang digunakan dalam setiap situasi, termasuk menjalin komunikasi yang efektif dengan koordinator aksi agar situasi dapat dikendalikan. 

Kompol Tarpi menambahkan bahwa, latihan Dalmas akan terus dilakukan secara berkala agar setiap personel tetap siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan. 

“Dengan latihan rutin seperti ini, kami harapkan respons anggota dilapangan akan semakin sigap, namun tetap mengedepankan sikap santun dan profesional,” pungkasnya mengakhiri. (*) 

(Rido/HumasResPasbar)

Jelang Mubes Ikasmanli Padang 2026, Walmukminin Siap Fasilitasi Acara    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Jelang Mubes Ikasmanli Padang 2026, Walmukminin Siap Fasilitasi Acara
Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 5 Padang, Wal Muk Minin MPd. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 5 Padang, Wal Muk Minin MPd, mengaku siap memfasilitasi kebutuhan acara Pra-Mubes dan Mubes Ikasmali 2026 mendatang.

Seperti penyediaan tempat, peralatan yang dibutuhkan hingga bantuan tenaga dari segenap pegawai/karyawan SMAN 5 Padang.

"Dari awal sudah saya sampaikan, silahkan dipakai apa saja yang ada di sekolah ini untuk kebutuhan Mubes atau Pra-Mubes alumni tersebut," ungkap Walmukminin saat bincang-bincang di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2026).

Diakuinya, sebagai pimpinan sekolah dan juga alumni SMAN 5 Padang, dirinya merasa punya tanggungjawab moral iuntuk kut menyukseskan kegiatan Musyawarah  Besar Ikatan Alumni SMAN 5 (Mubes Ikasmanli) tersebut.

"Selain memilih pengurus baru, kegiatan Mubes Ikasmanli ini tentu juga menjadi ajang memperkuat silaturrahmi kita sesama alumni," tutur alumni 1987 itu menjelaskan.

Dia berharap, dengan adanya wadah Ikasmanli ini tidak hanya bermanfaat bagi alumni tapi juga bagi kemajuan sekolah.

"Kalau tidak kita yang memikirkan kemajuan sekolah ini, siapa lagi? Makanya kepedulian para alumni sangat kami harapkan," tukasnya mengakhiri. (Noa)

Wako Pariaman Audiensi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Usulkan Program Pertanian Senilai Rp 23,9 Miliar    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Wako Pariaman Audiensi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Usulkan Program Pertanian Senilai Rp 23,9 Miliar
Wali Kota Pariaman Yota Balad, melakukan audiensi strategis dengan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman Yota Balad, melakukan audiensi strategis dengan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pertemuan ini menindak lanjuti kunjungan kerja orang nomor satu di Kementerian Pertanian RI tersebut, sehari sebelumnya ke Pariaman.

Dalam audiensi tersebut, Yota Balad memaparkan usulan program prioritas pembangunan sektor pertanian di Kota Pariaman, dengan total anggaran mencapai Rp. 23,9 miliar. 

Usulan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan pertanian daerah di wilayah yang dipimpinya.

Adapun usulan program yang diajukan antara lain :

1. Bantuan Drone sebanyak 4 unit Rp. 1.200.000.000

2. Bantuan Pompa Rp.2.100.000.000

3. Bantuan RMU Rp. 1.800.000.000

4. Bantuan Benih Padi bersertifikat Rp. 680.000.000

5. Bantuan Kelapa Rp.1.070.000.000

6. Rehab Jaringan Irigasi Rp. 6.942.500.000

7. Bantuan sprayer Rp. 112.500.000

8. Bantuan ternak ayam Buras Rp.3.760.000.000

9. Pembangunan Rumah potong Hewan Rp.6.305.350.000

Dengan Total Rp. 23.970.350.000

Yota balad menekankan pentingnya keberlanjutan dukungan di sektor pertanian antara pusat, terutama untuk bantuan benih, irigasi, alsintan, dan hilirisasi komoditas unggulan daerah.

"Di luar proposal yang kami sampaikan, kami juga meminta kepada Pak Mentri untuk dapat memfaslilitasi cetak sawah baru sebesar 500 hektare serta pompanisasi untuk saluran irigrasi yang debet airnya masih kecil di sawah-sawah petani di Kota Pariaman, serta hilirisasi komoditas unggulan daerah Kota Pariaman ke kancah nasional dan internasional," tuturnya.

Dirinya berharap, proposal yang diajukan oleh Pemerintah Kota Pariaman ini, dapat difasilitasi oleh Kementerian Pertanian, sehingga kita dapat meningkatkan percepatan pembangunan pertanian di wilayah yang terkenal dengan budaya Tabuik nya ini, ulasnya mengakhiri.

Mentan Andi Amran Sulaiman, menerima audiensi dengan sejumlah kepala daerah dari berbagai daerah di Indonesia ini, sebagai bentuk penguatan sinergi pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan pertanian nasional.

“Pemerintah pusat siap mengakomodasi kebutuhan strategis daerah guna mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Kita ingin anggaran pertanian benar-benar tepat sasaran. Daerah yang siap dan serius bekerja akan kita dukung penuh. Negara hadir untuk melayani rakyat,” ungkapnya.

Mentan Amran menyampaikan, bahwa pemerintah pusat saat ini memfokuskan anggaran pertanian pada program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, pompanisasi, irigasi, penguatan komoditas pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan rakyat.

“Usulan daerah akan kita tindaklanjuti melalui koordinasi teknis dengan jajaran Kementerian Pertanian. Kami meminta kepala daerah agar terus berkomunikasi aktif dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan petani. Kepala daerah harus siap dipanggil kapan saja, tanpa ada yang diwakilkan. Tujuannya satu, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tutupnya.

Audiensi yang digelar Mentan ini, juga dihadiri Bupati Komawe selatan, Asosiasi Daerah Penghasil Kelapa Sawit (Bupati Luwu Utara, Bupati Sukamara, Bupati Morowali Utara, Bupati Sambas, Bupati Boul, dan Bupati Penajam Paser Utara). (J/at)

Proyek Irigasi Molor, Puluhan Petani di Kolok Mudik Sawahlunto Gagal Tanam    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

Proyek Irigasi Molor, Puluhan Petani di Kolok Mudik Sawahlunto Gagal Tanam
Keterlambatan penyelesaian proyek irigasi berdampak langsung pada aktivitas pertanian di Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

BENTENGSUMBAR.COM
- Keterlambatan penyelesaian proyek irigasi berdampak langsung pada aktivitas pertanian di Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Puluhan petani dari tiga kelompok tani dilaporkan tidak dapat memulai musim tanam karena aliran air ke sawah terhenti akibat pekerjaan yang belum rampung, meski berdasarkan kontrak seharusnya selesai pada 31 Maret 2026.

Dalam pertemuan dengan awak media pada 15 April 2026, Kepala Desa Kolok Mudik, Jufrinaldi, bersama staf perencana pemerintah desa serta perwakilan kelompok tani mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah menyebabkan satu musim tanam terlewati.

Ketua Kelompok Tani Buah Palo Padang Sarai, Alfi Sahri Dt Rangkayo Tangah, menyebut saluran irigasi atau “tali banda” yang menjadi sumber utama pengairan sawah tidak dapat digunakan.

“Sudah satu musim tanam terlewat, dan saat ini seharusnya kami sudah masuk masa tanam kembali, namun terkendala karena irigasi tidak bisa difungsikan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Ujuang Tanjung Ngalau, Yuri Irianto, yang menyoroti tidak konsistennya aktivitas pengerjaan di lapangan. Ia juga menyebut minimnya kehadiran pihak pelaksana proyek menyulitkan komunikasi dengan petani.

“Di lapangan kadang ada pekerjaan, kadang tidak. Dari pihak kontraktor maupun subkontraktor juga jarang berada di lokasi, sehingga kami kesulitan berkoordinasi. Padahal kami sangat berharap pengerjaan proyek tersebut selesai tanggal 31 Maret agar dapat segera kembali bertanam,” katanya.

Keterlambatan proyek ini tidak hanya menghambat produksi pertanian, tetapi juga berpotensi memicu persoalan baru terkait distribusi pupuk subsidi melalui sistem e-RDKK.

Kepala Desa Kolok Mudik, Jufrinaldi, menjelaskan bahwa petani berisiko tidak dapat menebus pupuk sesuai kuota yang telah ditetapkan dalam rencana kebutuhan kelompok.

“Jika pupuk tidak ditebus pada tahun berjalan, konsekuensinya petani bisa dihapus dari sistem e-RDKK tahun berikutnya atau mengalami pengurangan alokasi pupuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa berencana melaporkan kondisi tersebut kepada pihak kecamatan guna menghindari sanksi administratif terhadap petani.

Desakan kejelasan dari kontraktor

Tiga kelompok tani terdampak—Ujuang Tanjung Ngalau (22 petani), Buah Palo Padang Sarai (48 petani), dan Subangko (32 petani)—dengan total lebih dari 100 petani kini menunggu kepastian penyelesaian proyek.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati rencana untuk mengundang pihak kontraktor guna meminta penjelasan langsung terkait progres pekerjaan serta estimasi waktu penyelesaian.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama kewenangan daerah di Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Lokasi Provinsi Sumatera Barat (14 Kabupaten / Kota). Total nilai kontrak sebesar Rp76,13 miliar dengan masa pelaksanaan sejak 6 November 2025 hingga 31 Maret 2026, dan dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero). (*) 

Pewarta: Marjafri

“Jual Beli Sepi, Fasilitas Tak Memadai, Pedagang Pasar Silo Sawahlunto Bertekad Kembali ke Lokasi Lama”    
Rabu, April 15, 2026

On Rabu, April 15, 2026

“Jual Beli Sepi, Fasilitas Tak Memadai, Pedagang Pasar Silo Sawahlunto Bertekad Kembali ke Lokasi Lama”
Para pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pasar Silo, Sawahlunto, kian menghadapi tekanan ekonomi setelah delapan bulan direlokasi ke lokasi baru. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Para pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pasar Silo, Sawahlunto, kian menghadapi tekanan ekonomi setelah delapan bulan direlokasi ke lokasi baru. 

Dalam kondisi jual beli yang terus menurun dan fasilitas yang dinilai belum memadai, mereka menyatakan tekad untuk kembali berdagang di lokasi lama, termasuk di sekitar kawasan Lapangan Segitiga.

Kondisi tersebut terungkap dari perbincangan awak media dengan sejumlah pedagang di lokasi relokasi. Harapan akan peningkatan usaha pascarelokasi justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Aktivitas jual beli disebut merosot tajam, jauh di bawah kondisi saat mereka masih berjualan di lokasi sebelumnya.

“Jangankan berkembang, untuk bertahan saja sulit. Tabungan yang dulu kami kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil berdagang sudah habis. Untuk kebutuhan dapur dan biaya sekolah anak, kami terpaksa berutang,” ujar salah seorang pedagang.

Keluhan serupa disampaikan Ane (35). Ia mengungkapkan omzet usahanya menurun drastis sejak direlokasi, seiring sepinya pembeli yang membuat perputaran ekonomi nyaris terhenti.

Selain penurunan transaksi, para pedagang juga menyoroti kondisi fasilitas di lokasi baru. Lantai yang masih berupa tanah menyebabkan genangan saat hujan. Penerangan yang terbatas membuat sebagian area gelap pada malam hari. Fasilitas dasar seperti tempat ibadah pun belum tersedia secara memadai bagi pedagang maupun pengunjung.

Para pedagang menyebut, sejumlah janji penataan fasilitas agar lokasi relokasi menjadi lebih layak hingga kini belum terealisasi. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit ruang mereka untuk bertahan secara ekonomi.

“Sudah delapan bulan seperti ini. Kami tidak bisa terus begini,” kata seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Dalam situasi tersebut, para pedagang menegaskan akan kembali berdagang di kawasan lama, khususnya di pinggir trotoar jalan di sekitar Lapangan Segitiga. Langkah itu, menurut mereka, bukan bentuk penolakan terhadap penataan, melainkan upaya mempertahankan keberlangsungan hidup.

“Kami tidak mengusik taman. Kami hanya berdagang di pinggir trotoar,” ujar seorang pedagang, merujuk pada area yang saat ini juga sudah dibongkar sekaitan proyek Pekerjaan Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaam Ombilin Sawahlunto.

Situasi ini mencerminkan dilema yang dihadapi para pelaku UMKM: antara mengikuti kebijakan relokasi atau menjaga keberlangsungan nafkah keluarga. Di tengah keterbatasan fasilitas, belum terealisasinya penataan, serta menurunnya daya beli, para pedagang kini menunggu tidak hanya langkah konkret dari pemerintah daerah, tetapi juga kepedulian dari PT Bukit Asam (PTBA), mengingat kawasan relokasi berada di bawah kuasa penggunaan lahan perusahaan tersebut dalam skema pinjam pakai dengan Pemerintah Kota Sawahlunto.

Para pedagang menegaskan, mereka tidak terlibat dalam kepentingan apa pun dan tidak memahami kesepakatan antara PTBA dan pemerintah daerah terkait izin pinjam pakai lahan. Bagi mereka, yang dibutuhkan adalah ruang hidup, tempat untuk mencari nafkah, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

“Kalau pinjam pakai lahan belum bisa, kami mohon kiranya pimpinan PTBA berkenan membantu melalui CSR untuk menata tempat ini agar lebih layak, sehingga kami tetap bisa berdagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harap Dewi, Bendahara Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto (Apesisto) yang menaungi puluhan pedagang di lokasi tersebut. (*)

Pewarta: Marjafri