HEADLINE
Wako Fadly Amran dan Wako Hildesheim Ingo Meyer Tandatangi Pembaruan MoU Kerja Sama Sister City    
Rabu, Agustus 05, 2026

On Rabu, Agustus 05, 2026

Wako Fadly Amran dan Wako Hildesheim Ingo Meyer Tandatangi Pembaruan MoU Kerja Sama Sister City
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menandatangani pembaruan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM - Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menandatangani pembaruan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Sister City antara Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kota Hildesheim di aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aie Pacah, Rabu 5 Agustus 2026.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa hubungan Sister City antara Padang dan Hildesheim telah terjalin selama 38 tahun, sejak 1988. Menurutnya, kemitraan internasional dapat terus berkembang melalui semangat saling menghormati, saling belajar, dan memiliki visi bersama untuk masa depan.

"Penandatanganan LoI dan MoU hari ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini merupakan penegasan bahwa kerja sama harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui aksi konkret, kita ingin menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat bagi kedua kota," katanya. 

Fadly Amran menjelaskan, terdapat dua program prioritas yang menjadi fokus kerja sama dalam lima tahun ke depan. Pertama, revitalisasi dan restorasi ekologis Sungai Batang Arau melalui peningkatan kualitas air, rehabilitasi kawasan bantaran sungai, serta pemulihan fungsi ekologisnya sebagai ruang hidup yang sehat dan produktif.

"Kami melihat pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang saat ini. Dukungan GIZ sebagai mitra strategis juga akan memperkuat alih teknologi, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta implementasi program-program lingkungan," cakapnya. 

Prioritas kedua adalah pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Dengan kekayaan alam dan budaya Minangkabau yang dimiliki, Kota Padang siap mengembangkan pariwisata rendah karbon yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga membuka peluang penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pertukaran pelajar, magang vokasi, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Di sektor kesehatan, kerja sama diarahkan pada pengembangan kompetensi tenaga keperawatan dan pertukaran pengetahuan antarlembaga.

Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Padang. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan kali ini merupakan kunjungan keduanya ke Kota Padang.

"Kami berharap kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan," tukuknya. 

Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Punjul Setya Nugraha menegaskan komitmen Kementerian Luar Negeri untuk terus mendukung, memfasilitasi, dan mengawal implementasi kerja sama tersebut agar menjadi contoh kemitraan antarkota antara Indonesia dan Jerman.

"Kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang di berbagai bidang, seperti pembangunan kota, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan, maupun sektor-sektor lain yang memberikan manfaat bagi kedua kota," ungkainya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Pasca Ditinjau Gubernur, Tiga Alat Berat Mulai Normalisasi Sungai di Lokasi Banjir Kuranji    
Rabu, Agustus 05, 2026

On Rabu, Agustus 05, 2026

Pasca Ditinjau Gubernur, Tiga Alat Berat Mulai Normalisasi Sungai di Lokasi Banjir Kuranji
Sebanyak tiga unit alat berat mulai bekerja sejak Selasa (4/8) malam untuk menormalisasi aliran sungai yang berubah jalur akibat derasnya arus banjir. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Instruksi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah untuk segera melakukan penanganan di lokasi terdampak banjir di kawasan Batang Guo, Belimbing, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, langsung ditindaklanjuti. Sebanyak tiga unit alat berat mulai bekerja sejak Selasa (4/8) malam untuk menormalisasi aliran sungai yang berubah jalur akibat derasnya arus banjir.

Dua unit alat berat dikerahkan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, sedangkan satu unit lainnya merupakan berasal dari Pemerintah Kota Padang. 

Ketiga alat berat tersebut difokuskan untuk membuka kembali jalur aliran sungai yang bergeser akibat banjir sehingga aliran air kembali ke jalur semula dan akses jalan masyarakat yang sempat terputus dapat segera difungsikan kembali.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, Rifda Suriani mengatakan pengerahan alat berat merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Mahyeldi saat meninjau lokasi banjir pada Selasa (4/8) siang. Sesuai instruksi tersebut, tim langsung bergerak agar proses penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami telah mengerahkan dua unit alat berat milik Dinas SDABK dan satu unit alat berat dari Pemerintah Kota Padang ke lokasi, ketiga alat berat tersebut telah mulai bekerja sejak tadi malam,” ujar Kadis SDABK Sumbar, Rifda Suriani di Padang, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, perubahan jalur sungai akibat derasnya arus banjir menyebabkan air melintasi badan jalan dan mengganggu mobilitas warga. Karena itu, proses normalisasi menjadi langkah yang harus segera dilakukan untuk mengurangi risiko banjir susulan sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.

“Prioritas kami saat ini adalah mengembalikan aliran sungai ke jalur semula dengan membersihkan material yang menghambat aliran air. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan kami optimistis akses masyarakat dapat segera kembali normal,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi banjir di kawasan Batang Guo, Kecamatan Kuranji.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menginstruksikan Dinas SDABK segera mengerahkan alat berat sebagai langkah cepat memulihkan aliran sungai dan mencegah dampak bencana semakin meluas.

Selain normalisasi sungai, Pemprov Sumbar bersama Pemerintah Kota Padang juga terus melakukan penanganan darurat melalui koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta percepatan pemulihan infrastruktur yang terdampak banjir.

Rifda menegaskan, sesuai komitmen Gubernur, Pemprov Sumbar akan memastikan penanganan di lapangan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman seperti sediakala. (adpsb/bud)

Berkat Jaminan Lahan Bersih, Proyek Rp170 Miliar Batang Lembang-Gawan Masuk Prioritas Utama Pemulihan    
Rabu, Agustus 05, 2026

On Rabu, Agustus 05, 2026

Berkat Jaminan Lahan Bersih, Proyek Rp170 Miliar Batang Lembang-Gawan Masuk Prioritas Utama Pemulihan
Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Batang Lembang serta Batang Gawan di kawasan Tanah Garam senilai sekitar Rp170 miliar dipastikan segera memasuki tahap pelaksanaan. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
– Kabar gembira bagi warga Kota Solok. Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Batang Lembang serta Batang Gawan di kawasan Tanah Garam senilai sekitar Rp170 miliar dipastikan segera memasuki tahap pelaksanaan. 

Anggota Komisi V DPR RI H. Zigo Rolanda menyampaikan hal ini, menegaskan proyek yang semula direncanakan masuk tahap kedua, kini dipindahkan ke prioritas paling awal berkat kesiapan lahan yang dijamin oleh pemerintah daerah.

“Sebelumnya proyek ini masuk tahap kedua. Karena pemerintah daerah menjamin lahannya bersih dan siap, akhirnya dapat dimasukkan ke tahap pertama. Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kota Solok,” ujar Zigo Rolanda.

Ia menjelaskan, pekerjaan ini akan dikerjakan melalui skema kontrak bertahun-tahun atau Multi Years Contract selama dua tahun anggaran, dan saat ini sudah memasuki proses tender. 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pusat mempercepat pemulihan daerah pascabencana di Sumatera Barat, di mana Komisi V DPR RI bersama Kementerian PUPR telah menyepakati total anggaran pemulihan sebesar Rp17 triliun yang disalurkan bertahap hingga tahun 2029.

Awalnya, pemerintah pusat hanya menetapkan tiga lokasi prioritas utama, yaitu Batang Kuranji dan Batang Maransi di Kota Padang, serta satu titik di Kabupaten Agam.

Namun, dukungan penuh Pemerintah Kota Solok, DPRD, dan Forkopimda yang menjamin penyelesaian pembebasan lahan membuat proyek di Solok mendapatkan perhatian khusus.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli menyampaikan apresiasi mendalam atas perjuangan Zigo Rolanda yang telah mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pusat. 

Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata perjuangan wakil rakyat mempercepat pembangunan yang tidak hanya berdampak untuk Kota Solok, tetapi juga meluas ke Kabupaten Solok dan Solok Selatan.

“Ini bentuk perjuangan beliau. Harapan kita, pembangunan ini didukung dan diawasi bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu menggerakkan perekonomian daerah,” tegas Fauzi Rusli. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pemilik lahan yang telah memberikan izin penggunaan tanah ulayat demi kelancaran proyek pengendalian banjir ini, sekaligus berharap ada tambahan alokasi anggaran pusat lainnya untuk daerah.

Sementara itu, Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra mengapresiasi perhatian yang terus diberikan Zigo Rolanda. 

“Atas nama Pemerintah Kota Solok dan seluruh masyarakat, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak H. Zigo Rolanda yang terus memberikan perhatian dan memperjuangkan berbagai program strategis pemerintah pusat untuk Kota Solok. Secara khusus, kami sangat mengapresiasi dukungan terhadap bantuan pembangunan pascabencana yang melanda Kota Solok pada akhir tahun 2025. Bantuan ini menjadi penyemangat sekaligus harapan bagi percepatan pemulihan dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Zigo Rolanda pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung proses pembangunan, terutama membantu menyelesaikan sisa kendala di lapangan jika ada.

Kelancaran pelaksanaan, katanya, sangat bergantung pada dukungan bersama agar pekerjaan yang telah dikontrakkan dapat berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.(80)

Pertemuan Pemko Padang dengan DPD APPMBGI Sumbar, Wawako Maigus Nasir: Program MBG Merupakan Agenda Besar Negara    
Rabu, Agustus 05, 2026

On Rabu, Agustus 05, 2026

Pertemuan Pemko Padang dengan DPD APPMBGI Sumatera Barat Sumbar, Wawako Maigus Nasir: Program MBG Merupakan Agenda Besar Negara
Wawako Maigus Nasir ketika bersama jajaran DPD APPMBGI Sumbar, Selasa (4/8/2026), mengatakan, Program MBG merupakan agenda besar negara. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi dengan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) untuk meningkatkan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus menjamin keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kolaborasi ini juga diarahkan agar MBG tak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi turut menggerakkan perekonomian lokal di Kota Padang.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) APPMBGI Sumatera Barat (Sumbar), di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (4/8/2026).

Maigus Nasir menegaskan, Program MBG merupakan agenda strategis nasional yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui keterlibatan pasar tradisional, UMKM, petani, nelayan, peternak, dan produsen lokal dalam rantai pasok pangan.

"Program MBG merupakan agenda besar negara. Karena itu, seluruh SPPG, perangkat daerah, termasuk dukungan APPMBGI, sangat penting untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan penerima manfaat lainnya melalui layanan yang berkualitas," katanya. 

Maigus juga menekankan seluruh dapur MBG harus memenuhi standar terbaik, mulai dari mutu layanan, kebersihan, keamanan pangan hingga tata kelola operasional. Selain itu, evaluasi pelaksanaan program perlu dilakukan secara rutin setiap bulan agar penyediaan bahan baku, operasional dapur, hingga pelayanan kepada penerima manfaat berjalan optimal.

"Standarisasi rantai pasok harus diperkuat agar pasar tradisional, UMKM, petani, nelayan, dan peternak lokal terintegrasi dalam ekosistem pemasok MBG. Sehingga dengan itu manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," cakapnya. 

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 72 SPPG atau sekitar 75 persen dari target 96 SPPG telah beroperasi di Kota Padang. Pemko menargetkan 23 SPPG yang masih kurang dapat terpenuhi hingga akhir 2026.

"Sesuai arahan Bapak Wali Kota, seluruh SPPG di Kota Padang harus menjadi yang terbaik, sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar, sekaligus mendukung Program Unggulan (Progul) Padang Juara," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua DPD APPMBGI Sumbar, M. Sayuti, menyatakan organisasinya siap menjadi mitra strategis Pemko Padang dalam membangun rantai pasok pangan yang kuat, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan dapur serta sistem distribusi pangan yang berjalan efektif di lapangan.

"Kami menargetkan Padang menjadi kota percontohan pengelolaan Program MBG di Sumatera Barat bahkan tingkat nasional. Untuk itu, APPMBGI mengusulkan terjalinnya nota kesepahaman dengan Pemko Padang agar pembagian peran, target, dan tanggung jawab seluruh pihak lebih jelas," ungkapnya. 

Turut hadir di kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Sri Kurniayati, bersama Kepala Dinas Perdagangan, Fizlan Setiawan, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Alfiadi, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Teddy Antonius, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Fadelan Fitra Masta, dan Kepala Dinas Pertanian, Yoice Yuliani. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Pusdiklat Calon Paskibraka Kota Pariaman, Wako Pariaman Tekankan Kedisiplinan    
Rabu, Agustus 05, 2026

On Rabu, Agustus 05, 2026

Pusdiklat Calon Paskibraka Kota Pariaman, Wako Pariaman Tekankan Kedisiplinan
Kegiatan “Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Pariaman tahun 2026” yang dibuka Wali Kota Pariaman Yota Balad,  di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Selasa (4/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Pariaman melalui Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pariaman Afdilla menggelar kegiatan “Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Pariaman tahun 2026” yang dibuka Wali Kota Pariaman Yota Balad,  di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Selasa (4/8/2026).

Hal paling utama ditekankan  Yota Balad dalam arahannya adalah masalah kedisiplinan, yang disampaikannya  kepada 36 orang calon Paskibraka Kota Pariaman yang terdiri dari 20 orang putra dan 16 orang putri berasal dari 11 (sebelas)  SMA atau sederajat di Kota Pariaman.

“Disiplin adalah kunci dari suatu keberhasilan. Disiplin merupakan sikap yang harus tertanam dalam diri pribadi kita masing-masing yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban,” ujar Yota Balad.

Menurutnya untuk membentuk calon Paskibraka yang berdisiplin tinggi dan mempunyai jiwa patriotisme dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila serta berjiwa patriotisme dan cinta tanah air, calon Paskibraka itu harus patuh dengan setiap arahan yang diberikan oleh pelatih dan pembina, menjaga kesehatan, kekompakan, serta semangat pantang menyerah.

“Saya bangga, karena anak-anak semua adalah orang-orang yang terpilih. Terpilih sebagai calon Paskibraka bukan karena intervensi akan tetapi terpilih berdasarkan kemampuan, kerja keras, serta usaha yang anak-anak lakukan,” ungkapnya.

“Selamat saya ucapkan, ikuti seluruh rangkaian latihan dengan baik agar pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih pada 17 Agustus 2026 nanti bisa berjalan lancar dan baik. Ingat, Paskibraka bukan sekadar bertugas mengibarkan bendera saja, tetapi dipersiapkan untuk menjadi teladan, duta Pancasila, dan agen perubahan di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Yota Balad.

Afdila menjelaskan Pusdiklat tersebut dilaksanakan selama 20 hari (30 Juli s/d 18 Agustus 2026), dengan memakai dua sistim tahapan pelaksanaan yaitu sistim pertama adalah sistim latihan pulang pergi selama sembilan hari,  30 Juli s/d 07 Agustus 2026 bertempat di lapangan Balaikota Pariaman.

Kedua, sistem pelaksanaan pemusatan diklat diinapkan dikarantina di asrama Desa Bahagia selama sebelas hari mulai dari tanggal 08 s/d 18 Agustus 2026 bertempat di hotel Nantongga dan latihan berpusat di Balaikota Pariaman.

Untuk Pelaksana Pusdiklat terdiri dari Tim Pelatih dan kelengkapan Paskibraka dari Kodim 0308 Pariaman, Pendamping atau Pamong dari Kantor Kesbangpol, Purna Paskibraka Duta Pancasila Kota Pariaman, dan Tim Medis dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman. (si/at)

Wali Kota Ramadhani Hadiri Reses H. Zigo Rolanda: Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Demi Pemulihan dan Kemajuan Solok    
Rabu, Agustus 05, 2026

On Rabu, Agustus 05, 2026

Wali Kota Ramadhani Hadiri Reses H. Zigo Rolanda: Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Demi Pemulihan dan Kemajuan Solok
Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., hadir langsung dalam kegiatan Reses Perseorangan Anggota DPR RI Komisi IV H. Zigo Rolanda.  (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Memperkokoh jembatan aspirasi dan kerja sama antar tingkat pemerintahan, Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., hadir langsung dalam kegiatan Reses Perseorangan Anggota DPR RI Komisi IV H. Zigo Rolanda. 

Kegiatan yang berlangsung di Gawan, Selasa (4/8/2026), menjadi momen strategis untuk menyerap harapan warga sekaligus mempercepat langkah pembangunan daerah.

Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, dihadiri perwakilan Balai Wilayah Sungai, Ketua DPRD Kota Solok, kepala Organisasi Perangkat Daerah, tokoh masyarakat, hingga warga yang antusias menyampaikan berbagai kebutuhan. 

Mulai dari sektor pertanian, perbaikan infrastruktur, hingga upaya peningkatan kesejahteraan menjadi bahasan utama yang disampaikan langsung kepada wakil rakyat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ramadhani menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih atas perhatian nyata H. Zigo Rolanda terhadap Kota Solok. 

Secara khusus, ia menyoroti dukungan yang diberikan terkait penanganan pascabencana yang melanda daerah pada akhir tahun 2025.

"Atas nama Pemerintah Kota Solok dan seluruh masyarakat, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak H. Zigo Rolanda yang terus memperjuangkan program-program strategis pusat untuk daerah kami. Dukungan terhadap pemulihan pascabencana sangat berarti, menjadi penyemangat sekaligus harapan besar bagi percepatan bangkitnya Kota Solok," ujarnya.

Wali Kota berharap, kebersamaan dan sinergi yang terjalin saat ini dapat terus diperkuat ke depannya.

Dengan begitu, semakin banyak program pembangunan dari pemerintah pusat yang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.(80)

Wawako Maigus Nasir Mendampingi Sekretaris Utama Sestama BNPB ke Wilayah Terdampak Banjir Bandang di Kawasan Lapau Munggu    
Rabu, Agustus 05, 2026

On Rabu, Agustus 05, 2026

Wawako Maigus Nasir Mendampingi Sekretaris Utama Sestama BNPB ke Wilayah Terdampak Banjir Bandang di Kawasan Lapau Munggu
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi Sekretaris Utama Badan Penanggulangan Bencana Nasional (Sestama BNPB) Rustian meninjau wilayah terdampak banjir bandang di kawasan Lapau Munggu. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi Sekretaris Utama Badan Penanggulangan Bencana Nasional (Sestama BNPB) Rustian meninjau wilayah terdampak banjir bandang di kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Selasa 4 Agustus 2026.

Maigus Nasir menyampaikan bahwa hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, diantaranya Kecamatan Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.

Dampak banjir menyebabkan rumah warga terendam, sejumlah fasilitas pendidikan dipenuhi lumpur, serta mengakibatkan kerusakan pada beberapa infrastruktur.

Maigus Nasir berharap BNPB dapat memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Padang dalam percepatan penanganan dampak bencana, baik melalui bantuan tanggap darurat maupun dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi. 

"Kami mohon bantuan dari Pak Sestama BNPB agar dapat mendukung penanganan bencana di Kota Padang. Kami juga berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang ditangani pemerintah pusat akibat bencana hidrometeorologi November 2025 dapat dipercepat, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya," ujar Maigus Nasir. 

Sestama BNPB Rustian menyampaikan kunjungannya ke Kota Padang bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak bencana sekaligus memetakan kebutuhan penanganan di lapangan.

"Kami akan menginventarisasi kebutuhan di lapangan dan mengkoordinasikannya lebih lanjut agar proses penanganan maupun pemulihan pasca bencana dapat berjalan dengan baik. BNPB akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang dalam upaya percepatan penanganan dampak bencana," cakapnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU