HEADLINE
Kemendagri Perkuat Peran Daerah dalam Program Makan Bergizi Gratis    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

BENTENGSUMBAR.COM – Kemendagri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah menggelar Rapat Sosialisasi Peran Pemerintah Daerah dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus membahas persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Award Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Data Center Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Selasa (28/4).

Rapat ini dibuka Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV, Paudah, serta dilanjutkan paparan oleh Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik.

Pada paparannya, Paudah menekankan pentingnya percepatan pelaporan dan penguatan peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program MBG. Hingga 27 April 2026, baru 10 provinsi dan 57 kabupaten/kota yang telah menyampaikan matriks laporan perkembangan pelaksanaan MBG. Data tersebut menjadi dasar penting dalam melakukan evaluasi serta merumuskan langkah penguatan program ke depan.

Ia juga mengungkapkan bahwa secara nasional terdapat rencana 28.562 SPPG, dengan 25.102 di antaranya telah operasional per akhir Maret 2026. Untuk mendukung kualitas layanan, pemerintah daerah diminta mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG serta memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan.

“Peran pemerintah daerah sangat strategis, mulai dari fase penyediaan bahan baku pangan, produksi dan distribusi, hingga konsumsi. Selain itu, Pemda juga memiliki tanggung jawab dalam pemantauan, pengawasan, dan pelaporan secara berkala,” ujar Paudah.

Sementara itu, Anwar Harun Damanik menegaskan bahwa Perpres Nomor 115 Tahun 2025 menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan Program MBG yang terintegrasi lintas sektor. Regulasi ini mengatur tata kelola program, termasuk koordinasi, pengawasan, serta mekanisme pendanaan dan pengadaan barang/jasa.

Ia menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri memiliki peran penting dalam melakukan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

“Keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Diperlukan penguatan ekosistem serta kerja sama lintas sektor agar program ini memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Kemendagri menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu berpedoman pada Perpres Nomor 115 Tahun 2025 serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5.7/1218/SJ dalam melaksanakan Program MBG. Pemda juga diminta untuk segera menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan program secara berkala sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola dan akuntabilitas.

Melalui kegiatan ini, Kemendagri berharap seluruh pemerintah daerah dapat meningkatkan komitmen dan kesiapan dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu upaya strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (*)

Pemko Pariaman Laksanakan Upacara Hari Otda ke XXX Tahun 2026    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Pemko Pariaman Laksanakan Upacara Hari Otda ke XXX Tahun 2026
Bertindak selaku Inspektur upacara, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan  peringatan setiap tanggal 25 April ini didasarkan pada Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1996.  (Foto/Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melaksanakan upacara memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke XXX tingkat Kota Pariaman tahun 2026 di halaman Balaikota Pariaman, Selasa (28/4).

Bertindak selaku Inspektur upacara, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan  peringatan setiap tanggal 25 April ini didasarkan pada Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1996. 

Ia menekankan bahwa otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan, melainkan tanggung jawab besar untuk berinovasi dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Otonomi daerah adalah motor penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kreativitas dan kinerja yang terus ditingkatkan. Tahun ini, Peringatan Hari Otda mengusung tema "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita". Tema tersebut bermakna pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal yang diselaraskan dengan visi strategis pemerintah pusat untuk menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas,“ ungkap Yota Balad menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian.

“Otonomi daerah harus menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah untuk mengevaluasi sejauh mana kebijakan desentralisasi telah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Daerah didorong untuk lebih kreatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani rakyat, guna mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat, “ ujarnya.

Mendagri menekankan enam poin strategis yang menjadi perhatian nasional, yaitu fokus pada kedaulatan pangan, kemandirian energi, hilirisasi, hingga penurunan kemiskinan. mendorong birokrasi yang lincah melalui digitalisasi, di mana saat ini telah beroperasi 305 Mal Pelayanan Publik (MPP) di seluruh Indonesia, mencatat tantangan besar karena 469 dari 546 daerah di Indonesia masih memiliki kapasitas fiskal rendah dan bergantung pada dana transfer pusat, pentingnya keterhubungan wilayah, terutama dalam penanganan masalah sampah yang mencapai 16,2 juta ton tidak terkelola pada Tahun 2025, upaya menekan angka ketimpangan yang terlihat dari Gini Rasio Indonesia sebesar 0,375 dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 5,39% (triwulan IV 2025) dan mengendalikan inflasi yang tercatat 3,48% per Maret 2026.

"Dengan semangat otonomi daerah, kita mengajak seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi. Kita juga mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penguatan transparansi dan akuntabilitas melalui digitalisasi pelayanan publik. Semoga semangat otonomi daerah ini menjadi catatan bagi kita di Kota Pariaman untuk terus berinovasi demi mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing, “ tutupnya.

Upacara Otda XXX tahun 2026 diikuti Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, jajaran Forkopimda Kota Pariaman, Sekretaris Daerah Kota pariaman, Afrizal Azhar, para Asisten dan Satf Ahli, Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, Ketua GOW Kota Pariaman, Ny. Dina Mulyadi, Ketua DWP Kota Pariaman, Ny. Nelvia Azhar, BUMN/BUMD, kepala OPD, Organisasi di Kota Pariaman serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Pariaman.(wi/at)

133 JCH Kota Pariaman 2026 Siap Menuju Tanah Suci    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

133 JCH Kota Pariaman 2026 Siap Menuju Tanah Suci
Wali Kota Pariaman, Yota Balad didampingi Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi melepas Jemaah Calon Haji di Balairung Pendopo Walikota Pariaman, Selasa (28/4). (Foto/Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 133 orang Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Pariaman Tahun 2026 siap berangkat menuju tanah suci. 

Dengan suasana haru dan khidmat, Wali Kota Pariaman, Yota Balad didampingi Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi melepas Jemaah Calon Haji di Balairung Pendopo Walikota Pariaman, Selasa (28/4).

Dalam sambutannya, Yota Balad mengucapkan selamat kepada Jemaah Calon Haji Kota Pariaman yang berjumlah 133 orang terdiri dari 55 laki-laki dan 78 perempuan . 

Kesempatan menunaikan rukun Islam kelima ini adalah bentuk "panggilan" dan pilihan langsung dari Allah SWT. 

"Jemaah Calon Haji adalah orang-orang pilihan. Banyak orang yang memiliki harta atau ilmu agama yang tinggi, namun belum tentu mendapatkan panggilan tahun ini. Maka, pergunakanlah waktu 40 hari nanti untuk ibadah yang maksimal agar menjadi haji yang mabrur, “ ujarnya.

JCH Kota Pariaman tergabung dalam Kloter 7 bersama jemaah asal Kota Bukittinggi dengan total personel mencapai 393 orang.

Untuk Tahun 2026, JCH tertua asal Kota Pariaman, Anwar Abdullah (83 tahun) asal Desa Balai, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman.

Sementara yang termuda, Atta Thariq Bestari (19 tahun) asal Desa Pungguang Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. 

JCH telah dijadwalkan akan berangkat dari Kota Pariaman menuju Embarkasi Padang pada Kamis (30/4). Pada Jum’at (1/5) JCH akan berangkat menuju Madinah pukul 13.20 WIB.

" Kepada JCH, hendaknya selalu menjaga kesehatan, mengingat cuaca di Arab Saudi saat ini cukup panas. Jangan lupa untuk banyak minum air, menjaga pola makan, dan jangan memaksakan diri melakukan kegiatan yang tidak perlu di luar rangkaian ibadah wajib. Kepada Petugas Pendamping Haji, Tugas utama pendamping adalah melayani jemaah. Prioritaskan JCH dan berikan perlindungan serta terus membimbing dan melayani jemaah kita dengan responsif dan sabar, “ tutupnya.(wi/at).

Pemko Padang Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah bagi Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Pemko Padang Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah bagi Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
Wali Kota Padang Fadly Amran menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Selasa (28/4/2026). (Foto/Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Bertempat di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aia Pacah, Wali Kota Padang Fadly Amran menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Selasa (28/4/2026).

Bantuan ini diberikan kepada 55 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, dan Pauh. Program ini dalam rangka membantu masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.

Bantuan yang disalurkan terdiri dari kategori rusak sedang sebesar Rp30 juta untuk 31 unit rumah, serta kategori rusak ringan sebesar Rp15 juta untuk 24 unit rumah. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima yang hadir.

Fadly Amran menyampaikan bahwa bantuan stimulan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana, khususnya dalam memperbaiki hunian yang terdampak.

“Pemerintah Kota Padang hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Bantuan stimulan ini diharapkan dapat membantu memperbaiki rumah warga agar kembali layak huni,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadly Amran mengingatkan para penerima agar menggunakan bantuan tersebut secara tepat sasaran dan sesuai peruntukan yang telah ditetapkan.

“Kami meminta agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk perbaikan rumah. Gunakan secara bijak dan transparan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh keluarga penerima,” tegasnya.

Kepala BPBD Kota Padang Hendri Zulviton dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh penerima bantuan telah melalui tahapan pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

“Sebanyak 55 kepala keluarga telah ditetapkan sebagai penerima bantuan berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan. Besaran bantuan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah, baik kategori rusak ringan maupun rusak sedang,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Tarmizi Ismail, unsur BPBD Kota Padang, serta para camat dari wilayah terdampak. (Tommi)

Rumatimbang, Wadah Perencanaan Inklusif di Papua Barat Daya    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Rumatimbang, Wadah Perencanaan Inklusif di Papua Barat Daya
Forum Tematik Kelompok Rentan Pra-Musrenbang (Rumatimbang) yang digelar selama dua hari, beberapa waktu lalu. (Foto/Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Proses perencanaan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan kelompok rentan yang meliputi perempuan, anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat, hingga lansia. Kelompok ini perlu diakomodasi secara optimal dalam setiap tahapan perencanaan.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyelenggarakan Forum Tematik Kelompok Rentan Pra-Musrenbang (Rumatimbang) yang digelar selama dua hari, beberapa waktu lalu di Rylich Panorama Hotel, Kota . Forum ini menjadi ruang partisipatif bagi kelompok rentan untuk menyampaikan usulan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2027.

Pelaksanaan Rumatimbang diperkuat dengan terbitnya Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri mengenai Panduan Partisipasi Masyarakat dan Kelompok Rentan dalam Musrenbang RKPD serta Musrenbang Tematik yang diluncurkan pada awal April 2026. Rumatimbang Provinsi Papua Barat Daya ini juga tercatat sebagai forum tematik pertama yang dilaksanakan di Provinsi Papua Barat Daya dan yang ketiga setelah Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (28/4/2026), kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, serta didampingi jajaran perangkat daerah provinsi. Turut hadir pula secara daring Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Iwan Kurniawan.

Pada kesempatan itu, Iwan Kurniawan mengatakan panduan partisipasi masyarakat dalam Musrenbang Tematik dan Musrenbang RKPD tersebut disusun untuk memastikan keterlibatan kelompok rentan dapat terakomodasi secara lebih optimal ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. “Kami ingin memastikan bahwa aspirasi kelompok rentan benar-benar terakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah, khususnya RKPD,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, dokumen RKPD memiliki peran strategis sebagai dasar penentuan arah pembangunan daerah sekaligus acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh karena itu, proses penyusunannya harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara inklusif, tepat sasaran, dan berkeadilan.

Peserta forum terdiri atas perwakilan kelompok masyarakat rentan, perangkat daerah, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan. Kegiatan ini juga didukung melalui kolaborasi dengan SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), Program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Akselerasi Layanan Dasar dan Program INKLUSI, melalui Yayasan Bicara dan YAKKUM.

"Sekiranya Rumatimbang menjadi ruang untuk perubahan. Kita bersama untuk merumuskan arah pembangunan Papua Barat Daya lebih adil dan inklusif. Pada kesempatan ini, kami juga mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengakomodir saran dan usulan-usulan dalam Rumatimbang untuk kemudian di selaraskan dengan proses penyusunan RKPD 2027," ujar Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau pada sambutannya.

Berbagai isu strategis yang disampaikan oleh kelompok rentan difasilitasi, dihimpun, dan dianalisis secara partisipatif. Usulan-usulan tersebut kemudian dipilah berdasarkan prioritas dengan mempertimbangkan berbagai aspek, untuk selanjutnya diintegrasikan ke dalam dokumen RKPD Tahun 2027 melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). 

Direktur Yayasan BICARA, Andi Saragih menyampaikan apresiasi kepada SKALA yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. “Ini merupakan agenda penting karena sudah memfasilitasi kelompok rentan dan penyandang disabilitas bertemu dengan OPD. Hal ini dapat memupuk rasa percaya diri mereka untuk mampu menyampaikan aspirasinya dengan baik,” ungkap Andi.

Ia menambahkan melalui forum ini, pemerintah dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kelompok rentan. “Semoga ruang ini terus ada agar Papua Barat Daya ramah terhadap disabilitas dan kelompok rentan" imbuh Andi.

Ke depan, Rumatimbang diharapkan dapat menjadi praktik baik (best practice) dan percontohan bagi provinsi lain dalam mendorong perencanaan pembangunan yang lebih inklusif dan partisipatif. (Husnie)

Kemnaker Perkuat Pembekalan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan Dunia Kerja Digital    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Kemnaker Perkuat Pembekalan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan Dunia Kerja Digital
Plt Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani. (Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) terus memperkuat pembekalan mahasiswa untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat, termasuk transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta peluang kerja baru di sektor green jobs (pekerjaan yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi).

Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan jabatan bertajuk Future-Proofing Your Career: Navigating the Green Job Wave 2026 yang diikuti mahasiswa dan alumni Polteknaker di Jakarta, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Plt Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

“Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Mahasiswa perlu membekali diri tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Estiarty.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi kunci agar lulusan dapat lebih cepat terserap di pasar kerja.

Menurut Estiarty, Polteknaker selama ini menunjukkan capaian positif dalam menyiapkan lulusan siap kerja, yang tercermin dari tingginya serapan alumni di berbagai sektor industri maupun kewirausahaan.

Seiring perkembangan tersebut, kebutuhan terhadap kompetensi baru juga semakin meningkat. Sejumlah profesi yang banyak dibutuhkan antara lain pengembang perangkat lunak lengkap (full stack engineer), analis data (data scientist), spesialis pemasaran digital, pengelola media sosial, kreator konten, hingga mitra bisnis sumber daya manusia (human resources business partner).

Estiarty menilai, generasi muda perlu memahami bahwa jalur karier ke depan semakin dinamis dan tidak selalu linear.

“Jangan terpaku pada satu pilihan pekerjaan. Peluang baru akan terus muncul seiring perkembangan dunia kerja,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara capaian akademik dan kemampuan praktis yang dibutuhkan industri, seperti adaptasi teknologi, komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta ketahanan dalam menghadapi tantangan kerja.

Sementara itu, Direktur Polteknaker Yoki Yulizar menyampaikan bahwa perubahan dunia kerja tidak hanya dipengaruhi digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga arah pembangunan berkelanjutan.

“Green economy tidak hanya terkait isu lingkungan, tetapi juga menyangkut daya saing industri dan ketenagakerjaan. Ketika model bisnis berubah, kebutuhan tenaga kerja juga ikut berubah,” ujar Yoki.

Melalui pembekalan tersebut, Kemnaker berharap lulusan Polteknaker semakin siap menghadapi transformasi dunia kerja dan perkembangan green jobs dengan kompetensi yang relevan, adaptif, dan berdaya saing. (*) 

Bambu Diolah Jadi Suvenir, 16 Warga Lawang Ikuti Pelatihan Keterampilan    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Bambu Diolah Jadi Suvenir, 16 Warga Lawang Ikuti Pelatihan Keterampilan
Kegiatan pelatihan pengolahan bambu digagas oleh Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Rafdinal, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. (Foto/Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Potensi bambu sebagai bahan baku kerajinan bernilai ekonomi mulai dikembangkan di Nagari Lawang, Kecamatan Matur. Sebanyak 16 warga mengikuti pelatihan pengolahan bambu selama 20 hari ke depan untuk menghasilkan produk suvenir dan kerajinan kreatif.

Kegiatan tersebut digagas oleh Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Rafdinal, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Pelatihan dibuka dengan dihadiri Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh Satri Edi beserta tim, Camat Matur Efendi, Wali Nagari Lawang, serta tokoh masyarakat setempat, Senin (27/4). 

Rafdinal mengatakan, bambu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual tinggi apabila diolah dengan keterampilan dan inovasi yang tepat. 

Menurutnya, pelatihan ini diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya usaha-usaha baru di tengah masyarakat.

“Bambu bukan hanya bahan bangunan, tetapi bisa menjadi suvenir dan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Ini peluang yang harus dimanfaatkan masyarakat,” ujar Rafdinal.

Ia juga mengapresiasi H. Abrar yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, serta instruktur Musrizal yang akan mendampingi peserta selama proses pelatihan berlangsung.

Menurutnya, penguatan keterampilan masyarakat sangat penting untuk mendorong kemandirian ekonomi, terutama di daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah seperti Nagari Lawang.

Rafdinal berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius sehingga nantinya mampu menghasilkan produk berkualitas dan membuka lapangan usaha baru.

“Selamat kepada para peserta. Semoga ilmu yang didapat selama 20 hari ini menjadi bekal untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengolah bambu menjadi berbagai produk kreatif seperti suvenir, cendera mata, peralatan rumah tangga, hingga kerajinan khas daerah yang memiliki daya saing di pasar. (By/Novrianto)

Ketua DPRD Sumbar Muhidi: Otonomi Daerah Harus Hadirkan Kesejahteraan Nyata bagi Masyarakat    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi: Otonomi Daerah Harus Hadirkan Kesejahteraan Nyata bagi Masyarakat
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi saat diwawancarai usai menghadiri upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4). (Foto/Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan pelaksanaan otonomi daerah harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang maksimal, peningkatan kualitas pendidikan, serta optimalisasi potensi lokal untuk memperkuat ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM.

Hal itu disampaikan Muhidi saat diwawancarai usai menghadiri upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4).

Menurutnya, penerapan otonomi daerah tidak boleh berhenti pada pembagian kewenangan semata, namun diwujudkan dalam bentuk pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang dirasakan langsung masyarakat.

“Peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi pengingat bahwa kewenangan yang diberikan kepada daerah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan rakyat,” ujar Muhidi.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah dituntut lebih proaktif mendorong kewirausahaan yang mampu membuka lapangan kerja baru. Selain itu, daerah juga perlu memperluas investasi untuk mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat.

Muhidi menilai, sektor kesehatan juga harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan otonomi daerah. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau hanya dapat terwujud melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga medis, dan masyarakat.

Di bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya pemerataan akses melalui pembangunan infrastruktur, pemberian beasiswa, serta percepatan digitalisasi pendidikan. Selain itu, kualitas guru, kurikulum, dan fasilitas belajar juga harus terus ditingkatkan.

“Setiap kebijakan dan anggaran daerah harus benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, UMKM, dan penanggulangan bencana,” tegasnya.

Muhidi juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi berbasis hasil atau outcome. Menurutnya, birokrasi tidak boleh hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi harus mampu menghasilkan program yang nyata dan dirasakan masyarakat.

Muhidi menegaskan DPRD Sumbar siap mengawal setiap kebijakan daerah agar selaras dengan program nasional, tepat sasaran, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Sementara itu, bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri yang menegaskan bahwa otonomi daerah memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah daerah agar semakin responsif, mandiri, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, dengan tetap menjaga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam amanat tersebut disampaikan sejumlah fokus utama, di antaranya penguatan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil, serta peningkatan kemandirian fiskal daerah. 

Selain itu, kolaborasi antardaerah, peningkatan layanan dasar, dan penguatan stabilitas wilayah juga menjadi perhatian penting.
Usai upacara, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa esensi otonomi daerah terletak pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. (By/Novrianto)

Polemik Korupsi Chromebook, Kejagung Sarankan Ikuti Persidangan    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Polemik Korupsi Chromebook, Kejagung Sarankan Ikuti Persidangan
Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menyarankan rekan-rekan yang akan mengomentari kasus Chromebook dan kasus lainnya supaya obyektif untuk ikut mengikuti dan menyimak langsung jalannya persidangan. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kejaksaan Agung (Kejagung) menyarankan semua pihak mengikuti jalannya persidangan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. 

Terutama, bagi pihak yang akan mengomentari jalannya kasus dugaan rasuah tersebut. 

"Kalau kami menyarankan rekan-rekan yang akan mengomentari kasus Chromebook dan kasus lainnya supaya obyektif untuk ikut mengikuti dan menyimak langsung jalannya persidangan," kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna kepada Metrotvnews.com, Senin, 27 April 2026.

Anang mengatakan mengikuti jalannya persidangan itu agar mengetahui duduk perkara dan fakta perbuatan/fakta hukum yang terungkap di persidangan.

Seperti peran masing-masing pihak, baik itu terdakwa Ibrahim Arief (Ibam) selaku CTO GovTech Edu sekaligus konsultan teknologi, dua pejabat pembuat komitmen (PPK) yang menjadi saksi, dan saksi-saksi lainnya.

Dengan demikian, kata Anang, komentar yang disampaikan tidak hanya berdasarkan narasi yang dibangun oleh satu pihak untuk kepentingan dalam pembelaan.

Di samping itu, ia yakin tim jaksa penuntut umum (JPU) dan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat akan mempertimbangkan semua fakta yang terungkap di meja hijau.

"Apabila ada fakta yang terungkap keterlibatan para pihak didukung oleh alat bukti baik saksi, dokumen surat, alat bukti elektronik, ahli dan adanya men rea (niat jahat) maka nantinya dapat dimintakan pertanggung jawaban pidana," ujar Anang. 

Sementara itu, pengamat hukum Fajar Trio mengatakan pendapat yang dilemparkan ke publik seharusnya berpijak pada fakta yang muncul di ruang sidang, bukan sekadar rangkuman dari satu sudut pandang saja.

Apalagi, hanya mengandalkan informasi dari pihak terdakwa atau pengacara yang dinilai akan menghasilkan kesimpulan subjektif. Hal ini merespons pernyataan influencer Ferry Irwandi. 

“Harusnya, jika ingin membangun narasi yang adil dan tajam, Ferry Irwandi datang dan mengikuti persidangan dari awal sampai sekarang. Menyimak langsung kesaksian saksi-saksi, melihat bukti surat, dan mendengar keterangan ahli di bawah sumpah," kata Fajar dalam keterangannya. 

Terlebih, kata Fajar, dalam persidangan terungkap alasan kuat PPK tidak ditetapkan sebagai tersangka. 

Menurutnya, salah satu pertimbangan karena dalam fakta persidangan menunjukkan PPK memiliki iktikad baik dengan mengembalikan dana saat statusnya masih saksi. 

"Dalam hukum pidana, aspek niat batin ini sangat menentukan. Tanpa niat jahat, seseorang tidak bisa dipidanakan hanya karena kekhilafan administratif," ujar Fajar.

Ia menambahkan, Pasal 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) baru bisa diterapkan jika perbuatan melawan hukumnya sudah terbukti secara materil.

"Kalau niat jahatnya saja tidak ada, apa yang mau dipidanakan? Inilah yang sering luput dari narasi-narasi di media sosial yang hanya mengejar sisi emosional," ungkap Fajar.

Menurut Fajar, persidangan kasus korupsi adalah proses yang kompleks dan teknis. Melewatkan satu sesi persidangan saja bisa mengubah pemahaman terhadap konstruksi perkara secara keseluruhan.

Fajar mengingatkan para influencer untuk lebih bertanggung jawab dalam menyebarkan konten yang berkaitan dengan institusi peradilan. 

Narasi yang tendensius tanpa dasar fakta sidang yang utuh, hanya akan mencederai proses pencarian keadilan.

"Jangan sampai publik disesatkan oleh narasi yang hanya manis di permukaan namun rapuh secara legal formal. Kita semua ingin keadilan, tapi keadilan itu harus ditegakkan berdasarkan fakta persidangan yang komprehensif, bukan berdasarkan perasaan atau POV sepihak," ungkap Fajar.

Sementara itu, Pengamat Media Sosial dan Digital Strategi, Tuhu Nugraha mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial, termasuk padangan seseorang mengenai suatu kasus yang tengah berjalan. 

Tuhu mengatakan masyarakat perlu membedakan antara opini, pembelaan, kritik, dan fakta persidangan.

"Serta jangan mudah percaya pada satu narasi saja. Cek berbagai sumber, pahami konteks hukum, dan tetap hormati proses pengadilan serta asas praduga tak bersalah. Kritik publik penting, tetapi kritik yang sehat harus tetap /menjaga akurasi, proporsionalitas, dan tanggung jawab sosial," kata Tuhu.

Sebelumnya, influencer Ferry Irwandi mengomentari penetapan tersangka Ibrahim Arief oleh JPU pada Kejagung dan tidak menetapkan dua PPK sebagai tersangka, meski mengakui menerima dana yang digunakan untuk keperluan pribadi. 

Padahal, pada banyak kasus walau pejabat tidak menerima dana, namun dianggap lalai tetap dipenjara karena merugikan negara.

"Sebagai warga negara yang baik dan mendukung Kejaksaan RI untuk melaksanakan tugasnya, saya ingin bertanya, kenapa PPK yang sudah terbukti dan mengaku menerima dana, membeli motor ninja Z900 untuk keperluan touring gagahnya, dijadikan saksi di sidang Pak Nadiem Makarim, sedangkan konsultan subkon seperti Ibam, yang sampai hari ini tidak terbukti menerima aliran dana apapun, kalian tuntut hukuman sampai dengan 22,5 tahun penjara?," komentar Ferry dalam unggahan di Instagram pribadinya. 

Diketahui, penetapan tersangka Ibam menuai sorotan. Pasalnya, Ibam menilai tidak ada bukti yang menunjukkan dirinya memperoleh keuntungan pribadi maupun terlibat dalam konflik kepentingan. 

Ibam juga bukan staf khusus di Kemendikbudristek, melainkan hanya konsultan teknologi.

Dalam persidangan, Ibam menyatakan tidak pernah memberikan arahan agar Chromebook dipilih dalam proses pengadaan. 

Ia menegaskan, kajian yang disusunnya bersifat rekomendasi dan keputusan akhir tetap berada di tangan pihak kementerian.

"Saya ditangkap dan dipaksakan menjadi tersangka dari berbagai dugaan tanpa bukti, yang pada akhirnya tidak terbukti. Saya anggap semua ini adalah harga tambahan yang perlu saya bayar atas pengorbanan saya dan keluarga saya selama ini bagi negara,” ujar Ibrahim di persidangan, Kamis, 23 April 2026.

“Tanpa adanya bukti saya mendapatkan keuntungan pribadi, tanpa adanya bukti masukan saya karena konflik kepentingan, saya kembali ke pertanyaan awal saya: apa dosa saya bagi Indonesia?” lanjutnya saat menyampaikan nota pembelaan. (*)

Alumni PMKRI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Sebut Ceramah UGM Telah Diedit    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Alumni PMKRI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Sebut Ceramah UGM Telah Diedit
Ketua Umum DPP Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) PMKRI, Agustinus Tamo Mbapa. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Ketua Umum DPP Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) PMKRI, Agustinus Tamo Mbapa, berharap pihak-pihak yang melaporkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) terkait dugaan penistaan agama segera mencabut laporannya.


Hal itu disampaikan Agustinus usai pihaknya bertemu dengan JK untuk beraudiensi di kediaman JK di kawasan Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).


Agustinus menyampaikan bahwa setelah dirinya bertemu dengan JK, pernyataan ceramah di UGM yang diperkarakan telah diedit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


"Ya, kami dari DPP PATRIA PMKRI, Alumni PMKRI se-Indonesia, pada saat pertemuan tadi dengan Bapak Jusuf Kalla sangat jelas bahwa ada konteks yang diedit oleh kelompok tertentu, sehingga terkesan Bapak Jusuf Kalla bicara soal dogmatis, soal ajaran agama," kata Agustinus, ditemui usai audiensi dengan JK.


Menurutnya, tidak ada pernyataan JK dalam ceramahnya yang mengajarkan soal dogma agama terkait saling membunuh.


"Bapak Jusuf Kalla telah memberikan tonggak sejarah perdamaian di Indonesia, khususnya di Poso dan Ambon. Bersama para sahabatnya, beliau telah merawat kebangsaan sejak 25 tahun lalu," katanya.


Untuk itu, ia meminta pihak-pihak yang sebelumnya memperkarakan JK agar segera mencabut laporannya.


"Bagi rekan-rekan yang kemarin melaporkan Bapak Jusuf Kalla, bagi kami para sahabat, segera dicabut karena itu bukan bicara soal dogmatis, itu hanya editan. Untuk itu, kami harapkan kepada para sahabat jangan terlibat polarisasi untuk kepentingan politik tertentu. Bagi kami, kebersamaan kebangsaan itu lebih utama," ujarnya.


Lebih lanjut, ia mengimbau kepada semua pihak agar tidak terprovokasi dalam masalah tersebut.


"Yang terakhir, kami mengimbau seluruh elemen bangsa untuk tidak terprovokasi. Jusuf Kalla adalah salah satu pandu kebangsaan untuk merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pro Ecclesia et Patria, demi Gereja dan Tanah Air," katanya.


Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengingatkan agar semua pihak menyejukkan Indonesia.


"Artinya, ya bisa membuka pintu hati untuk teman-teman yang mungkin masih ada yang belum sejalan. Kita minta untuk ayo kita bersama-sama. Kita percaya bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja—krisis energi, krisis multidimensi. Kalau dihadapi dengan persatuan dan kesatuan, saya rasa kita bisa menghadapinya. Jangan sampai terjadi perpecahan di antara anak bangsa. Ini pesan kami," kata Yohanes. (*) 


Sumber: Suara.com

Roy Suryo Soroti Ritual dan Kebiasaan Jokowi    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Roy Suryo Soroti Ritual dan Kebiasaan Jokowi
Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo yang menyebut dirinya hanyalah orang kampung dalam merespons klaim Jusuf Kalla ditanggapi Pakar Telematika Roy Suryo. (Foto/Int) 

BENTENGSUMBAR.COM -  Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo yang menyebut dirinya hanyalah orang kampung dalam merespons klaim Jusuf Kalla ditanggapi Pakar Telematika Roy Suryo.


Menurut Roy, pernyataan Jokowi tersebut justru terkesan tidak selaras dengan sikap yang ditampilkan selama ini.


Ia menilai hal itu sebagai bentuk “lamis”, istilah Jawa yang merujuk pada sikap tidak terbuka atau berbeda antara ucapan dan maksud.


“Dalam istilah Jawa dia itu berkata dengan nada lamis. Lamis itu munafik," kata Roy lewat kanal Youtube Forum Keadilan TV, Senin, 27 April 2026.


Roy mencontohkan, sikap tersebut terlihat dari sejumlah pernyataan Jokowi di berbagai kesempatan yang menurutnya kerap bertolak belakang dengan realitas.


Ia menyebut, publik perlu mencermati setiap ucapan Jokowi secara kritis."Mau tiga periode jawabnya tidak, padahal mau, nah itu lamis," kata Roy mencontohkan.


Selain itu, Roy juga mengaitkan gaya kepemimpinan Jokowi dengan sejumlah simbol dan gestur.


Ia menyinggung adanya pesan berbeda di balik penampilan Jokowi yang sederhana.


Roy bahkan berpendapat, dalam memahami pernyataan Jokowi, publik perlu melihatnya secara terbalik. 


“Kalau dia berkata iya, berarti tidak,” ungkapnya.


Tak hanya itu, Roy juga menyoroti sejumlah kebiasaan dan ritual yang menurutnya pernah ditunjukkan Jokowi dalam berbagai kesempatan.


Roy mencontohkan saat peluncuran awal mobil Esemka, di mana Jokowi terlihat menyiram kendaraan tersebut dengan air kembang setaman.


Menurutnya, praktik semacam itu kerap ditemui dalam tradisi seremonial, meski ia menilai ada makna lain yang bisa ditafsirkan publik.


Namun usai menyiram, Roy melihat momen lain di mana Jokowi disebutnya sempat menari seperti kerasukan.


Ia menilai ekspresi tersebut tampak tidak biasa dan memunculkan beragam tafsir.Selain itu, Roy juga menyoroti penampilan Jokowi yang pernah mengenakan kostum bernuansa raja dalam sebuah kesempatan.


Ia menilai hal tersebut kontras dengan citra sederhana yang selama ini melekat pada Jokowi.


"Bahkan ada satu momen dia benar-benar ingin meminjam baju raja sesungguhnya. Itu suatu saat akan kita bongkar. Tapi (saat meminjam) tidak dikasih oleh raja sesungguhnya," beber Roy.


"Akhirnya dia pakai baju raja yang salah, dia pakai baju Raja Amangkurat yang Amangkurat jahat waktu itu," sambungnya.


Roy Suryo juga menyinggung hal lain dalam pengamatannya terhadap Jokowi, yakni terkait kebiasaan memelihara hewan.


Menurut Roy, saat Jokowi di Istana Bogor dia memelihara kecebong dan kodok. 


"Kalau di masyarakat Jawa ini pesugihan. Pesugihan ini artinya adalah hewan yang dipelihara agar orang itu sugih, orang itu kaya. Ini kan terkesan kuno banget zaman animisme, dinamisme. Kalau mau kaya dalam kepercayaan kita yang berdoa, ikhtiar, mohon kepada Tuhan YME," tandas Roy.


Dari kebiasaan Jokowi inilah muncul istilah cebong bagi pendukung Jokowi yang populer selama Pilpres 2014 dan 2019, yang sering digunakan sebagai label sinisme politik. Istilah ini merupakan antonim dari kampret sebutan pendukung pihak lawan. (*)


Sumber: RMOL

Razman Ungkap Jokowi Tak Nyaman Kasus Roy Suryo cs Belum Disidangkan    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Razman Ungkap Jokowi Tak Nyaman Kasus Roy Suryo cs Belum Disidangkan
Razman sempat mendatangi kediaman Jokowi di Solo. Dia sangat berterima kasih Jokowi mau menerimanya di rumahnya yang kerap digunakan untuk menyambut tamu-tamu penting. (Foto/Instagram). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum KAMI Jokowi-Gibran, Razman Arif Nasution menyebut, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) merasa tak nyaman berkas tersangka Roy Suryo cs dalam kasus fitnah ijazah palsu Jokowi tak kunjung lengkap atau P21. Pasalnya, Jokowi ingin agar kasus tersebut bisa segera disidangkan.

"Pak Jokowi mengatakan bahwa Pak Razman, saya pun tidak nyaman dengan belum di P21-nya berkas itu," ujar Razman kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Razman sempat mendatangi kediaman Jokowi di Solo. Dia sangat berterima kasih Jokowi mau menerimanya di rumahnya yang kerap digunakan untuk menyambut tamu-tamu penting.

Di situ, dia melihat sosok Jokowi sebagai orang yang sangat tenang dan negarawan.

"Saya melihat bagaimana seorang Bapak Jokowi itu sangat negarawan, tidak tergambarkan sedikit pun di raut wajahnya, dendam dan benci," ujarnya.

Razman lalu berkonsultasi dengan Jokowi terkait berbagai hal, salah satunya kasus yang menjerat Roy Suryo cs.

Dia menilai, Jokowi merasa tidak nyaman dengan belum lengkapnya berkas kasus tudingan ijazah palsu itu.

Pasalnya, ada kesan Jokowi seolah mengobral restorative justice kepada para tersangka kasus tersebut. 

Padahal menurutnya Jokowi tidak punya pikiran tersebut.

"Karena terkesan, Pak Jokowi ini mengobral restorative justice. Terkesan menunggu RJ dari para tersangka, padahal Pak Jokowi tidak pernah juga terpikir untuk memberikan RJ. Kecuali orang yang bersamaan atau orang yang bersangkutan datang," katanya. (*) 

Sumber: iNews. Id

Jadi KSP Baru, Dudung Ngaku Masih Rangkap Jabatan Penasihat Khusus Presiden    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Jadi KSP Baru, Dudung Ngaku Masih Rangkap Jabatan Penasihat Khusus Presiden
Mantan KSAD TNI Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman telah resmi dilantik sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) yang baru. (Foto/Intagram). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mantan KSAD TNI Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman telah resmi dilantik sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) yang baru. 

Namun, Dudung masih mengemban jabatan sebagai Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional. 

Dudung menduga, dirinya akan segera diganti dari Penasihat Khusus Presiden. 

"Masih merangkap. Pasti segera ada pergantian," kata Dudung, di Istana, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Terkait jabatan baru sebagai KSP, Dudung berkomitmen untuk menuntaskan program-program prioritas Prabowo yang belum berjalan optimal. 

“Tentunya tugas-tugas ke depan bagaimana mensukseskan program strategi nasional dan untuk memastikan program unggulan Bapak Presiden sehingga bisa secara tuntas dan cepat,” tutur dia. 

Sebagai KSP baru, Dudung menegaskan bahwa dirinya juga mengemban tugas sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. 

"Apa yang menjadi keluhan-keluhan, ini saya akan buka 24 jam laporan-laporan dari masyarakat. Termasuk mengevaluasi dan memonitor program-program Kementerian Lembaga,” kata Dudung.

Dudung menuturkan, peran KSP tidak hanya sebagai penghubung, tetapi juga mengoordinasikan kerja sama dengan kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah guna menyederhanakan sistem birokrasi. 

“Sehingga jangan sampai ada hal-hal yang menjadi prioritas Presiden, kemudian terjadi masalah-masalah birokrasi. Nanti kita pangkas birokrasi,” ujar dia.

Kepala Staf Presiden Dudung berharap dukungan dan kerja sama seluruh pihak, khususnya kementerian/lembaga terkait untuk proaktif dalam menuntaskan program-program prioritas Presiden. 

“Sekali lagi saya mohon bantuan untuk kerja sama dengan seluruh masyarakat dan seluruh kelembagaan. Apabila ada hal-hal yang program-program prioritas Presiden yang tidak berjalan dengan semestinya, nanti kita akan sidak dan kita tuntaskan dengan baik,” imbuh Dudung. (*) 

Sumber: Kompas.com

Rocky Gerung Sudah Cocok jadi Calon Menteri    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

Rocky Gerung Sudah Cocok jadi Calon Menteri
Momen keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dengan Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan mencuri perhatian publik. (Foto/RMOL). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Momen keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dengan Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan mencuri perhatian publik.

Hal itu terjadi usai agenda pelantikan 6 pejabat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Dalam video yang diunggah Instagram RMOL, ketiganya tampak larut dalam obrolan ringan sambil bercanda. 

Prabowo beberapa kali tersenyum, sementara Rocky dan Syahganda merespons dengan ekspresi santai hingga sempat tertawa bersama.

Rocky dan Syahganda hadir sebagai tamu undangan dalam pelantikan tersebut. Keduanya diketahui memiliki kedekatan dalam lingkungan pemikiran yang sama, termasuk melalui Great Institute.

Salah satu pejabat yang dilantik, Mohammad Jumhur Hidayat, juga tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat Great Institute.

Praktis, momen keakraban itu menjadi sorotan para warganet. Mereka bahkan ada yang menyebut sudah saatnya Rocky dipertimbangkan sebagai calon menteri.

Entah komentar ini beneran berharap atau hanya jadi satire untuk meledek Rocky, yang pasti turut mewarnai jagat media sosial.

“Roky Gerung calon Mentri nantinya,” tulis akun @ahmadbadjuri2402632 disertai dengan emoticon menangis.

Ada pula yang mengkritik Rocky bahwa saat ini sudah menjadi teman istana, sehingga jarang muncul di televisi.

“Caair juga lah, Bang Rocky ...akhir nya,” tulis akun @maidir91.

“Biasalah selalu ada yg tergoda istana,” timpal akun @ky257275.

“Masuk tuh barang,pantas sdh jarang d tipi,” tukas akun @imbot_sheva dengan disertai emoticon menangis.

Selain itu ada pula yang salut dengan sikap Rocky maupun Prabowo atas momen itu.

“Bung RG pada suatu kesempatan kurang lebih pernah bilang... "Saya tidak benci orang nya.. yg saya benci kebijakannya..” tulis akun @ticreh.

“Pada akhirnya AKAL SEHAT yang dibarengi dengan HATI YANG SUDAH MOVE ON akan melihat bahwa prabowo tidak seburuk yang "MEREKA" beritakan ..” tukas akun @aryfajar939. (*) 

Sumber: RMOL

MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, APBN Bisa Hemat Rp50 T Setahun    
Selasa, April 28, 2026

On Selasa, April 28, 2026

MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, APBN Bisa Hemat Rp50 T Setahun
Bagi para Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar akan dikenakan sanksi tegas. (Foto Ilustrasi/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah akan melakukan penyesuaian anggaran program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi penajaman atau refocusing anggaran.

Penyesuaian ini diyakini dapat menghemat APBN hingga lebih dari Rp 50 triliun per tahun.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan dalam skema baru, pelaksanaan MBG yang sebelumnya diberikan lima hari dalam sepekan kini dikurangi menjadi empat hari. Yakni hari Sabtu dihapus dari jadwal distribusi.

"MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang dihilangkan. Make sense kan? Lebih logik kan?," ujar Juda dalam acara National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin (27/4/2026).

Juga mengatakan, penghapusan satu hari tersebut juga mempertimbangkan aspek efektivitas. 

Menurutnya, pemberian makan di hari tertentu justru berpotensi menimbulkan ketidakefisienan. Terutama jika siswa perlu berangkat ke sekolah pada hari libur untuk mengambil jatah MBG.

"Karena kalau satu ada makanannya di sekolah, anak-anak kan harus datang ke sekolah kan? Atau kalau diberikan hari Jumat, kan juga harus yang punya bisa bertahan untuk makan besoknya," ujarnya.

Dari sisi fiskal, Juda mengungkapkan pengurangan satu hari program ini memberikan dampak penghematan yang signifikan. Juda menghitung, satu hari penghapusan setara dengan penghematan sekitar Rp 1 triliun per hari.

"Satu hari itu bisa menghemat Rp 1 triliun. Lima hari dalam seminggu, empat kali dalam sebulan itu bisa menghemat Rp 4 triliun. Setahun tentu saja lebih dari Rp 50 triliun bisa menghemat," ujarnya.

Tidak hanya itu, sebagai upaya penghematan anggaran pemerintah juga akan memperketat pengawasan kualitas pelaksanaan program di lapangan. 

Bagi para Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar akan dikenakan sanksi tegas.

"SPPG-SPPG yang tidak memberikan makanan berisi sesuai dengan standar-standar kondisi, istilahnya SPPG nakal, itu diskors, dievaluasi. Jadi ini sebagai contoh bagaimana penajaman-penajaman refocusing terus dilakukan," ujarnya. (*)