HEADLINE
Dony Oskaria Panggil Dirut Patra Niaga Usai Terima Laporan Solar Langka dari Sumbar    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Dony Oskaria Panggil Dirut Patra Niaga Usai Terima Laporan Solar Langka dari Sumbar
Komitmen itu disampaikan Dony saat menerima Mahyeldi dalam pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: Toad). 

BENTENGSUMBAR.COM
- COO Danantara Dony Oskaria memastikan akan segera menindaklanjuti laporan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi terkait kelangkaan solar yang masih terjadi di berbagai daerah di Sumbar.

Komitmen itu disampaikan Dony saat menerima Mahyeldi dalam pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menurut Dony, ketersediaan bahan bakar minyak merupakan kebutuhan penting masyarakat sehingga distribusinya harus berjalan lancar.

"Saya panggil segera Dirut Patra Niaga," kata Dony saat merespons laporan mengenai antrean panjang kendaraan akibat kelangkaan solar.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Mahyeldi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar belum memperoleh akses terhadap data distribusi BBM dari Pertamina. Padahal, data tersebut dinilai penting untuk mengawasi penyaluran solar dan mencegah penyalahgunaan.

Dony yang juga menjabat Kepala BP BUMN menegaskan persoalan distribusi BBM tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain membahas solar, Dony dan Mahyeldi juga mendiskusikan sejumlah agenda strategis pembangunan di Sumbar. 

Topik yang dibahas meliputi pengembangan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), penanganan pertambangan tanpa izin (PETI), proyek energi baru terbarukan, pemanfaatan gas Sinamar, pembangunan jalan tol, hingga pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur.

Terkait maraknya aktivitas PETI di Sumbar, Dony menawarkan pendekatan yang menggabungkan aspek ekonomi masyarakat dan perlindungan lingkungan. 

Ia meminta pemerintah daerah melakukan pendataan secara akurat terhadap aktivitas pertambangan rakyat yang ada.

Menurut Dony, Danantara akan mendorong PT Antam berperan sebagai perusahaan inti, sementara kelompok tambang rakyat yang telah mengantongi izin dapat menjadi plasma dalam ekosistem pertambangan yang lebih tertata.

Skema tersebut, katanya, harus disertai pengelolaan lingkungan yang ketat, termasuk penyusunan AMDAL, reklamasi lahan, serta penanaman kembali kawasan pascatambang.

"Hilirisasi, reklamasi, dan penanaman kembali harus berjalan bersamaan agar manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat dijaga," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyerahkan proposal lima proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) senilai Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029.

Lima proyek yang diajukan meliputi PLTS Terapung Singkarak di Tanah Datar, PLTS Sijunjung, PLTS Mentawai, PLTS Pesisir Selatan, serta PLTG Sijunjung yang memanfaatkan potensi gas dari Blok Sinamar.

Dony menilai pengembangan energi baru terbarukan dan pemanfaatan gas domestik memiliki potensi besar untuk memperkuat pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Namun, ia menegaskan seluruh proyek harus didukung kesiapan dokumen, kepastian perizinan, dan koordinasi lintas instansi.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan gas Sinamar di Kabupaten Sijunjung. Cadangan gas di wilayah kerja South West Bukit Barisan itu diperkirakan mencapai 35 MMSCFD dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit listrik.

Selain sektor energi, pembahasan juga mencakup rencana pengembangan jalan tol dan perluasan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur. 

Menurut Dony, proyek-proyek tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas dan mempercepat pergerakan barang serta investasi di Sumbar.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BP BUMN Tedy Bharata, Corporate Secretary Danantara Asset Management Maya Tyas Asmoro, dan Tenaga Ahli BP BUMN Khairul Jasmi.

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat menindaklanjuti seluruh pembahasan melalui pertemuan teknis yang melibatkan kementerian, BUMN, dan instansi terkait guna mempercepat realisasi berbagai program strategis di Sumatera Barat. (*)

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Imbau Warga Padang Kurangi Aktivitas Luar Ruangan Di Tengah Kabut Asap    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Imbau Warga Padang Kurangi Aktivitas Luar Ruangan Di Tengah Kabut Asap
Nanda Satria mengatakan, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Padang diduga kuat merupakan dampak asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah. (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kondisi kualitas udara di Kota Padang yang menurun akibat kabut asap mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria. 

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama kondisi udara belum kembali normal.

Nanda Satria mengatakan, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Padang diduga kuat merupakan dampak asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah provinsi tetangga. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di Padang ikut terdampak.

“Kita harus melihat kondisi ini sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Ketika kualitas udara menurun dan kabut asap semakin terasa, masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama aktivitas yang tidak terlalu mendesak,” ujar Nanda Satria.

Ia meminta masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara, untuk lebih berhati-hati. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi sampai kondisi udara membaik. 

Selain membatasi aktivitas di luar rumah, Nanda juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, bergizi, serta mencukupi kebutuhan cairan.

“Di tengah kondisi seperti ini, menjaga kesehatan sangat penting. Konsumsi makanan bergizi dan sehat, cukup minum, serta istirahat yang cukup. Jangan sampai kondisi udara yang buruk kemudian menimbulkan masalah kesehatan baru,” katanya.

Dorong WFH bagi ASN Pemprov Sumbar

Untuk mengurangi paparan masyarakat terhadap udara yang tidak sehat, Nanda Satria juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempertimbangkan penerapan Work From Home (WFH) bagi pegawai di lingkungan Pemprov Sumbar apabila kondisi kualitas udara terus memburuk.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu langkah mitigasi sementara sekaligus mengurangi mobilitas masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

“Kita meminta Pemprov mempertimbangkan WFH bagi pegawai jika kondisi udara memang sudah tidak sehat. Ini bukan soal mengurangi pelayanan publik, tetapi bagian dari upaya melindungi kesehatan pegawai dan masyarakat,” tegasnya.

Sekolah Diminta Pertimbangkan Pembelajaran Daring

Nanda Satria juga meminta pemerintah melalui instansi terkait mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran secara daring apabila kualitas udara di Padang dan daerah terdampak berada pada kondisi yang tidak aman bagi aktivitas anak-anak di luar ruangan.

“Anak-anak harus menjadi perhatian utama. Jika kondisi udara tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar di sekolah, maka pembelajaran daring dapat menjadi alternatif sementara sampai kualitas udara kembali membaik,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut harus dilakukan berdasarkan pemantauan kualitas udara dan koordinasi pemerintah daerah bersama instansi terkait.

Nanda berharap pemerintah terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala serta mengambil langkah cepat apabila kondisi semakin memburuk.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kita berharap kondisi kabut asap ini segera berlalu dan kualitas udara di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, kembali normal,” cakapnya. 

Nanda Satria juga menyampaikan untuk pemerintah kabupaten/kota di Sumbar yang terkena dampak kabut asap juga melaksanakan hal tersebut. (*)

Pemko Padang Gelar Ekspose Program untuk LSS UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Pemko Padang Gelar Ekspose Program untuk LSS UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026
Pemko Padang gelar pemaparan materi bagi jenjang SMP dalam agenda Ekspose Penilaian LSS UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang menggelar pemaparan materi bagi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam agenda Ekspose Penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026 di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini menghadirkan tim juri penilaian serta perwakilan sekolah peserta yang memaparkan kesiapan dan strategi penerapannya di lingkungan sekolah masing-masing.

Untuk jenjang SMP, sebanyak lima perwakilan sekolah terbaik tampil memaparkan program dan inovasi kesehatan sekolahnya, yaitu SMPN 8 Padang, SMPN 25 Padang, SMPN 11 Padang, SMP Semen Padang, dan SMP Pembangunan Laboratorium UNP. Seluruh sekolah peserta menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih, sehat, dan berbudaya lingkungan.

Kepala SMPN 25 Padang, Herry Susanto, menjelaskan bahwa persiapan menghadapi ajang ini dilaksanakan secara terstruktur melalui pembentukan Tim Sekolah Sehat serta penguatan jaringan kolaborasi lintas sektor. Sekolah menjalin kerja sama (MoU) dengan berbagai instansi terkait, seperti Puskesmas, KUA, DLH, Bank Sampah, dan Dinas Sosial, guna mendukung implementasi program secara menyeluruh.

“Sebagian besar program tentu sudah kita implementasikan, baik pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, penerapan lingkungan sehat, kemudian kita melakukan MoU juga dengan berbagai pihak yang nantinya tentunya MoU ini akan mendukung proses implementasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan sekolah sehat," katanya. 

Sebagai inovasi unggulan, SMPN 25 Padang mengusung program "Kamus Biru" (Kajian Muslimah Berkarakter, Inovatif, dan Up to Date) yang digelar setiap Jumat bagi siswi perempuan. Program ini diisi dengan edukasi kesehatan reproduksi dari tenaga medis, bimbingan karakter, serta pelatihan keterampilan menyulam dan ecoprint. Selain itu, sekolah juga memanfaatkan lahan tidur menjadi area tanaman pangan dan kolam budidaya, serta menggalakkan pemanfaatan komposter dan daur ulang sampah.

“Cuma sebenarnya yang paling penting bagi kami bukan lombanya, tapi kita ingin menjadikan lomba ini bukan akhir, melainkan awal dari bagaimana SMP Negeri 25 Padang semakin bangkit dan semakin baik untuk menerapkan pendidikan lingkungan sedini mungkin kepada anak-anak kita," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Kesiswaan SMP Semen Padang, Nasrul, memaparkan kesiapan sekolahnya yang dibangun berbasis fondasi rekam jejak sebagai penerima penghargaan Adiwiyata Mandiri tingkat nasional. Membina sebanyak 408 siswa (207 laki-laki dan 191 perempuan), SMP Semen Padang berfokus mengimplementasikan empat pilar sekolah sehat melalui pembagian tugas terstruktur (SK Guru), pembenahan administrasi, serta penataan fasilitas lapangan.

“Persiapan sekolah kami, baik itu yang berkaitan dengan administrasi, berkaitan dengan lapangan, siswa, guru, orang tua, alhamdulillah sudah kami rancang dengan baik. Hal ini bisa kami manajemen dengan cara berkolaborasi, berinteraksi, dan saling kerja sama guna untuk mewujudkan Sekolah Sehat SMP Semen Padang," cakapnya. 

Nasrul menambahkan bahwa keberhasilan program sekolah sehat bertumpu pada kolaborasi yang solid antarelemen sekolah, orang tua murid, serta kemitraan dengan DLH, Biro K3LH, Puskesmas, hingga jajaran kecamatan dan kelurahan. Melalui ajang ini, seluruh sekolah peserta berharap budaya peduli lingkungan tidak berhenti saat lomba selesai, melainkan terus menjadi kebiasaan yang melekat pada seluruh warga sekolah secara berkelanjutan.

“Pesan kami karena program ini adalah program berkelanjutan, tentu kepada pemerintah tetap mempertahankan program ini karena ini sangat butuh sekali. Terhenti saja satu periode program ini, maka seluruh sekolah mereka akan molor lagi, akan mundur lagi. Sekolah tidak saja berprestasi di bidang akademik saja, tapi non-akademik dan sekolah yang peduli terhadap lingkungan," ujarnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi Perintahkan SPPG Palupuh Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Investigasi    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Gubernur Mahyeldi Perintahkan SPPG Palupuh Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Investigasi
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meminta operasional dapur SPPG di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara menyusul dugaan gangguan kesehatan yang dialami 237 siswa dan guru setelah menyantap menu MBG. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara menyusul dugaan gangguan kesehatan yang dialami 237 siswa dan guru setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Mahyeldi menegaskan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan sekaligus memberikan ruang bagi tim terkait melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap dugaan kejadian tersebut.

“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau persoalan yang membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan,” tegas Mahyeldi usai menghadiri kegiatan di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif. Pemeriksaan dan investigasi dilakukan oleh instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bersama pihak terkait lainnya.

Mahyeldi juga meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Sumatera Barat meningkatkan standar pengawasan, kebersihan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Setiap potensi persoalan harus segera dikoordinasikan dengan instansi kesehatan dan pihak terkait.

“Ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Palupuh dan 13 puskesmas pembantu (pustu), sebanyak 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala seperti mual, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9) kemarin. Sebagian di antaranya sempat mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan terhadap sampel makanan dan dapur SPPG dilakukan untuk memastikan sumber munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, mengatakan menu yang dibagikan pada Selasa (1/9) terdiri atas telur puyuh dan sayuran berupa timun, tomat, serta selada. Menurutnya, tidak terdapat laporan keluhan kesehatan saat makanan dibagikan dan pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada hari berikutnya.

“Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam, Aryo, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan kronologi serta penyebab kejadian. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan KPPG terkait.

Berdasarkan informasi terakhir, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Pemprov Sumbar terus memantau perkembangan kondisi mereka serta menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya. (adpsb/bud)

Wali Kota Ramadhani Dukung Penuh PM AAS: Pertanian Modern Kunci Tingkatkan Hasil dan Kesejahteraan Petani    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Wali Kota Ramadhani Dukung Penuh PM AAS: Pertanian Modern Kunci Tingkatkan Hasil dan Kesejahteraan Petani
Kegiatan penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS), yang digelar Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat di hamparan sawah Kota Solok, Kamis (3/9/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., menegaskan dukungan penuh terhadap penerapan teknologi pertanian canggih guna mempercepat peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat. 

Hal ini disampaikan saat beliau menghadiri langsung kegiatan penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS), yang digelar Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat di hamparan sawah Kota Solok, Kamis (3/9/2026).

Sistem PM AAS ini dirancang untuk membawa perubahan nyata bagi para petani: meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, menaikkan produktivitas, serta menjamin hasil panen lebih maksimal berkat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata upaya memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung perekonomian warga Kota Solok.

Pemerintah Kota Solok menyambut baik kehadiran inovasi ini dan berkomitmen terus mendorong kerja sama lintas pihak agar teknologi pertanian dapat terus dikembangkan dan disebarluaskan.

“Kita ingin setiap kemajuan di bidang pertanian dirasakan langsung manfaatnya oleh petani. Dengan teknologi yang tepat, produksi meningkat, biaya lebih efisien, dan pada akhirnya kesejahteraan petani pun ikut terangkat,” ujar Wali Kota.

Dengan dukungan berkelanjutan ini, diharapkan sektor pertanian di Kota Solok semakin maju, modern, dan mampu beradaptasi menghadapi tantangan zaman demi ketahanan pangan daerah yang kokoh.(80)

Kadis Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto Ungkap Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Lingkungan Plus Saluran Drainase Perumahan    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Kadis Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto Ungkap Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Lingkungan Plus Saluran Drainase Perumahan
Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto mengatakan pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan serta drainase merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur di kawasan permukiman. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang terus melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur lingkungan, khususnya jalan lingkungan dan saluran drainase yang menjadi kewenangan perangkat daerah tersebut.

Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto mengatakan pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan serta drainase merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur di kawasan permukiman.

Pada 2025, pembangunan jalan lingkungan ditargetkan sepanjang 14 kilometer. Dari target tersebut, realisasi pembangunan mencapai 15,13 kilometer. Sementara itu, pembangunan saluran drainase yang ditargetkan sepanjang 2 kilometer terealisasi 5,505 kilometer.

Selain pembangunan, Perkim juga melaksanakan pemeliharaan saluran drainase. Pada 2025, pemeliharaan drainase ditargetkan sepanjang 0,4 kilometer dan terealisasi sepanjang 0,55 kilometer. Drainase yang ditangani umumnya merupakan saluran drainase lingkungan dengan lebar di bawah 60 sentimeter.

“Untuk tahun 2025, target pembangunan jalan lingkungan adalah 14 kilometer dan terealisasi 15,13 kilometer. Artinya, realisasi tersebut melebihi target yang telah ditetapkan," ungkapnya, di Dinas Perkim Kota Padang, Kamis (3/9/2026).

Memasuki 2026, sejumlah kegiatan pembangunan dan pemeliharaan masih berlangsung. Untuk jalan lingkungan, Perkim menargetkan pembangunan sepanjang 17,8 kilometer dan pemeliharaan sepanjang 5,3 kilometer.

Sementara itu, pembangunan saluran drainase baru ditargetkan sepanjang 1 kilometer dan pemeliharaan drainase sepanjang 2,1 kilometer.

“Kegiatan tahun 2026 masih berlangsung. Untuk jalan lingkungan, target pembangunan 17,8 kilometer dan pemeliharaan 5,3 kilometer. Sedangkan drainase, pembangunan baru ditargetkan 1 kilometer dan pemeliharaan 2,1 kilometer," jelasnya. 

Tri menjelaskan, berdasarkan kondisi jalan lingkungan di Kota Padang, sekitar 76 persen berada dalam kondisi baik, 3 persen rusak ringan, dan 21 persen rusak berat. Untuk saluran drainase, 59 persen berada dalam kondisi baik, 22 persen rusak ringan, dan 19 persen rusak berat.

Menurutnya, kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan jalan serta drainase juga dipengaruhi oleh perkembangan kawasan permukiman di Kota Padang. Bertambahnya kawasan permukiman menyebabkan kebutuhan terhadap infrastruktur lingkungan turut meningkat.

Perkim Kota Padang selanjutnya akan melanjutkan kegiatan pembangunan dan pemeliharaan sesuai target yang telah ditetapkan serta berdasarkan kondisi dan kebutuhan infrastruktur di kawasan permukiman.

“Jalan dan drainase di kawasan permukiman terus bertambah seiring berkembangnya kawasan permukiman baru. Permukiman yang baru dibangun pada umumnya membutuhkan penanganan terhadap jalan dan drainase lingkungannya," tutupnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi Ingatkan Generasi Muda, Kuasai AI Tanpa Kehilangan Karakter    
Jumat, September 04, 2026

On Jumat, September 04, 2026

Gubernur Mahyeldi Ingatkan Generasi Muda, Kuasai AI Tanpa Kehilangan Karakter
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah saat membuka Pelatihan Literasi AI Program AI Ready ASEAN di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengingatkan generasi muda agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak, tanpa kehilangan karakter, moral, dan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, kemajuan teknologi harus tetap berada dalam kendali manusia.

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Pelatihan Literasi AI Program AI Ready ASEAN di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang digelar Yayasan Ruangguru bersama ASEAN Foundation tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan pelajar dan pendidik dalam menghadapi perkembangan AI.

Mahyeldi mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan Ruangguru, ASEAN Foundation, dan Pemprov Sumbar dalam menghadirkan program literasi AI. Ia menilai teknologi AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas, mempercepat pekerjaan, serta menciptakan efisiensi, khususnya di bidang pendidikan.

“AI memberikan banyak kemudahan, efisiensi, dan percepatan. Namun, teknologi tidak memiliki karakter dan moral. Karena itu, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan agar AI menjadi alat yang kita kendalikan, bukan justru mengendalikan kita,” tegas Mahyeldi.

Menurutnya, perkembangan teknologi juga menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi. Sementara itu, para siswa perlu dibiasakan untuk tidak menerima begitu saja setiap informasi yang diperoleh melalui teknologi digital maupun AI, tetapi mampu menguji dan mempertanyakannya.

“Anak-anak kita jangan hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga harus mampu mempertanyakan informasi tersebut. Kemampuan bertanya, memeriksa, dan berpikir kritis harus terus kita tumbuhkan,” ujarnya.

Mahyeldi menambahkan, kemampuan berpikir kritis merupakan bagian dari karakter masyarakat Minangkabau yang terbiasa menggunakan akal dan pertimbangan dalam menyikapi berbagai persoalan. Karena itu, pemanfaatan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan kejujuran, akhlak, dan karakter generasi muda.

“Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Kuasai teknologi, tetapi jangan kehilangan karakter, kejujuran, dan akhlak. Jangan sampai teknologi menguasai kita; kitalah yang harus mengendalikan dan memanfaatkannya untuk kebaikan,” katanya.

Head of Programme ASEAN Foundation, Ilan Asqolani menjelaskan Program AI Ready ASEAN yang didukung Google.org diarahkan untuk memperkuat kesiapan masyarakat ASEAN dalam menggunakan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 8,6 juta penerima manfaat di 10 negara ASEAN.

Khusus di Indonesia, AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 5,4 juta penerima manfaat, melampaui target awal sekitar 2,7 juta orang. Ilan menegaskan, program tersebut tidak sekadar mendorong masyarakat menjadi pengguna AI, tetapi juga membangun kemampuan untuk memahami, mempertanyakan, serta mengenali risiko dan keterbatasan teknologi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Mahyan melaporkan pelatihan diikuti seluruh kepala SMA/SMK se-Sumbar beserta wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Sebanyak 1.000 siswa SMA/SMK dari Kota Padang hadir secara langsung, sementara peserta dari daerah lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

“Kami berharap pelatihan ini mendorong guru melahirkan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran, sekaligus memahami etika dalam pemanfaatan AI,” ujar Mahyan. (adpsb/cen/bud)