HEADLINE
Kapolda Sumbar Pimpin Penanaman Bawang Putih di Solok, Langkah Nyata Wujudkan Swasembada Pangan Nasional    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Kapolda Sumbar Pimpin Penanaman Bawang Putih di Solok, Langkah Nyata Wujudkan Swasembada Pangan Nasional
Kapolda Sumatera Barat, Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., M.Si., memimpin langsung penanaman bibit bawang putih secara serentak di Jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Rabu (19/8/2026).  (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Langkah strategis wujudkan swasembada bawang putih nasional mulai berakar di Kabupaten Solok. Kapolda Sumatera Barat, Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., M.Si., memimpin langsung penanaman bibit bawang putih secara serentak di Jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Rabu (19/8/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di 17 provinsi di Indonesia.

Penanaman secara simbolis dilakukan di lahan seluas 2.500 meter persegi. Selain itu, telah disiapkan lahan seluas 2 hektare untuk menanam 1,6 ton bibit bawang putih varietas Lambu Hijau asal Tegal, Jawa Tengah, yang bersumber dari Kementerian Pertanian. 

Budidaya ini dikelola Kelompok Tani Air Tambau Sukses beranggotakan 15 orang, dengan masa tanam sekitar empat bulan sehingga diperkirakan panen pada akhir Desember 2026.

Kegiatan ini tersambung secara daring dari Desa Sembalun, Lombok Timur, NTB, bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Kapolda Sumbar didampingi Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin serta jajaran Pejabat Utama Polda Sumbar. Kedatangan beliau disambut Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Apt., S.Farm., Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K., unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

“Kami tidak hanya mengawal penanaman, tetapi juga memastikan ketersediaan pupuk hingga proses distribusi dan pemasaran. Saat ini fokus kami pendataan lahan,” tegas Kapolda Sumbar. Program ini berjalan di lima kabupaten/kota di Sumatera Barat: Kabupaten Solok, Agam, Tanah Datar, Kota Bukittinggi, dan Kota Padang Panjang.

Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan apresiasi mendalam. “Selama ini Solok dikenal sebagai pusat penghasil bawang merah terbaik. Kami berharap ke depan daerah ini juga berkembang menjadi sentra penghasil bawang putih,” ujarnya. Kapolda beserta rombongan juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani sebagai dukungan nyata pengembangan budidaya.

Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kementerian, dan petani diharapkan menjadikan program ini bukan sekadar seremonial, melainkan berkelanjutan — memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan swasembada bawang putih nasional.(80)

Tarmizi Ismail Wakili Wako Padang Terima Penghargaan JDIHN, Pengelolaan Dokumentasi Produk Hukum, dan Penilaian IRH    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Tarmizi Ismail Wakili Wako Padang Terima Penghargaan JDIHN, Pengelolaan Dokumentasi Produk Hukum, dan Penilaian IRH
Tarmizi Ismail, mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang menerima sejumlah penghargaan yang diserahkan langsung Plt. Kepala Kanwil Hukum Provinsi Sumatera Barat di Kantor Kanwil Hukum Sumbar pada Rabu (19/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Padang, Tarmizi Ismail, mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang menerima sejumlah penghargaan yang diserahkan langsung Plt. Kepala Kanwil Hukum Provinsi Sumatera Barat di Kantor Kanwil Hukum Sumbar pada Rabu (19/8/2026).

Pada Tingkat Nasional, Kota Padang berhasil meraih Peringkat V (5 Besar Nasional) dengan Predikat AA (Istimewa) dan nilai 99 pada Tingkat Pemerintah Kota atas Kinerja Unggul dalam Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Tahun 2025.

"Kota Padang meraih peringkat 5 nasional untuk pengelolaan JDIHN. Kemudian pengelolaan dokumentasi produk hukum, kita mendapatkan ranking 2 tingkat wilayah. Selanjutnya, meraih predikat penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) dengan nilai Sangat Istimewa 100," terang Tarmizi Ismail.

Pada Tingkat Wilayah Provinsi Sumatera Barat (Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Hukum Tahun 2026), Kota Padang meraih Peringkat Kedua dengan Predikat AA (Istimewa) dan nilai 99.

Pada Penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 Wilayah Sumatera Barat, Kota Padang sukses meraih Peringkat Pertama dengan nilai sempurna 100, sebagai apresiasi atas komitmen dan keberhasilan mendorong pelaksanaan reformasi hukum mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepastian hukum

​Penilaian dan penghargaan ini diperoleh berkat kepemimpinan dan dukungan penuh dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda Kota Padang yang terus mendorong Bagian Hukum Setda Kota Padang untuk bekerja secara optimal.

"Ini berkat dukungan Bapak Wali Kota, Bapak Wakil Wali Kota, Pak Sekda, dan seluruh jajaran pimpinan yang mensupport Bagian Hukum Setda Kota Padang untuk bekerja optimal," cakapnya.

Raihan prestasi ini juga merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang dalam mendukung pengelolaan jaringan dokumentasi dan reformasi hukum daerah.

"Prestasi ini juga tidak lepas dari dukungan semua perangkat daerah Pemko Padang," terangnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Bupati Solok Ekspose Kesiapan Manajemen Talenta ASN ke BKN RI: Pengisian Jabatan Ke Depan Tak Lagi Asal Duduk, Melainkan Berbasis Data dan Kompetensi    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Bupati Solok Ekspose Kesiapan Manajemen Talenta ASN ke BKN RI: Pengisian Jabatan Ke Depan Tak Lagi Asal Duduk, Melainkan Berbasis Data dan Kompetensi
Bupati Solok memimpin langsung ekspose kesiapan pelaksanaan sistem tersebut di hadapan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, yang berlangsung di Ruang Data Gedung 1 Lantai 2 BKN Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kabupaten Solok melangkah ke tahap verifikasi nasional dalam penerapan sistem Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Bupati Solok memimpin langsung ekspose kesiapan pelaksanaan sistem tersebut di hadapan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, yang berlangsung di Ruang Data Gedung 1 Lantai 2 BKN Jakarta, Rabu (19/8/2026). 

Langkah ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam menerapkan sistem merit berbasis kinerja dan potensi ASN secara terukur.

Bupati Solok menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar pemetaan administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap jabatan diisi oleh ASN yang memiliki kinerja, potensi, dan rekam jejak yang terukur. 

“Pengelolaan karier ASN ke depan akan berjalan berbasis data dan kompetensi, sehingga penempatan personel benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujar Bupati. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BKN RI dan Kanreg XII BKN Pekanbaru atas pendampingan berkelanjutan, termasuk pelaksanaan tes profil ASN hingga penguatan sistem kelembagaan di daerah.

Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang hadir dalam kegiatan tersebut bersama Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Dr. Herman, M.Si., serta jajaran pejabat teknis BKN dan Kanreg XII BKN Pekanbaru, menegaskan tiga pilar utama penerapan manajemen talenta: validitas data kinerja dan kompetensi ASN, sistem informasi terintegrasi yang akurat dan responsif, serta penyajian pemetaan talenta yang sistematis sebagai dasar pengambilan keputusan pimpinan.

Kabupaten Solok telah menyiapkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) yang memetakan ASN berdasarkan kinerja dan potensi. 

Melalui sistem ini, ASN yang berada pada kotak 7, 8, dan 9 diproyeksikan sebagai calon suksesor pada jabatan target, sementara ASN pada kotak 2 hingga 5 diarahkan untuk penguatan kompetensi serta pembaruan data kepegawaian.

Hasil evaluasi ekspose ini selanjutnya akan menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan izin penerapan Manajemen Talenta bagi Pemerintah Kabupaten Solok.

Turut mendampingi Bupati dalam ekspose tersebut, Plt. Sekretaris Daerah Jefrizal, S.Pt., M.T., Asisten Administrasi Umum Eva Nasri, S.H., M.M., Kepala BKPSDM Jufrisal, S.H., M.M., serta seluruh Tim Kerja Manajemen Talenta Kabupaten Solok.(80)

Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi
Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-9 Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) di Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menyebut lima aspek penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. 

Kelima aspek tersebut meliputi kompetensi dan karakter, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, infrastruktur pembelajaran, tata kelola institusi, serta manfaat lulusan bagi dunia kerja dan masyarakat.

“Kita tidak cukup hanya mencetak lulusan yang terampil. Kita harus membentuk manusia yang memi liki integritas, disiplin, kompetensi, serta etos kerja yang kuat,” ujar Cris saat memberikan orasi ilmiah bertajuk “Nava Karya Dalam Nusa Diri: Transformasi SDM Vokasi Menuju Ketenagakerjaan Berkelanjutan” pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-9 Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Cris menggambarkan pendidikan vokasi seperti pohon yang terus tumbuh. Pohon tidak akan kokoh hanya karena memiliki batang dan ranting. 

Ia membutuhkan akar yang kuat agar dapat bertahan dan terus berkembang. 

“Akar pohon adalah fondasi yang tidak terlihat, tetapi menentukan kokoh atau tidaknya sebuah pohon,” ujar Cris.

Menurut Cris, akar tersebut menggambarkan kompetensi dan karakter. 

Peserta didik perlu memiliki keterampilan sesuai bidangnya, sekaligus dibekali integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan etika kerja.

Namun, akar yang kuat saja belum cukup. Pohon juga harus terus tumbuh. Begitu pula lulusan vokasi.

Mereka perlu siap meng hadapi perubahan yang terjadi di dunia kerja, terutama perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Teknologi terus berubah. Oleh karena itu, lulusan vokasi harus memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat,” tutur Cris.

Kemampuan untuk terus belajar juga membutuhkan lingkungan pendidikan yang memadai. Karena itu, infrastruktur pembelajaran menjadi bagian penting. 

Fasilitas fisik maupun digital diperlukan untuk mendukung proses belajar sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan vokasi berkualitas.

Selain fasilitas, lembaga pendidikan perlu dikelola dengan baik. Tata kelola institusi memastikan sumber daya pendidikan digunakan secara efektif dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

Pada akhirnya, pendidikan vokasi harus memberikan hasil yang dirasakan setelah lulusan memasuki dunia kerja. 

Karena itu, manfaat lulusan bagi dunia kerja dan masyarakat menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan vokasi.

“Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi pada akhirnya bukan hanya berapa banyak lulusan, tetapi seberapa besar manfaat yang mereka berikan,” ujar Cris.

Cris berharap Dies Natalis ke-9 menjadi momentum bagi Polteknaker untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dunia kerja.

“Saya berharap Polteknaker dapat melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing tinggi sehingga mampu berkontribusi dalam transformasi ketenagakerjaan Indonesia,” pungkasnya. (*)

Reses di Lubuk Minturun, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Warga Hadapi Perubahan dengan Pendidikan dan UMKM yang Kuat    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Reses di Lubuk Minturun, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Warga Hadapi Perubahan dengan Pendidikan dan UMKM yang Kuat
Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi dalam kunjungannya ke Musala Darussalam, Kelurahan Lubuk Minturun, Selasa (18/8/2026), disambut warga dengan antusias. (Foto: Djuna).

BENTENGSUMBAR.COM
— Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi memanfaatkan masa reses untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. 

Dalam kunjungannya ke Musala Darussalam, Kelurahan Lubuk Minturun, Selasa (18/8/2026), berbagai persoalan masyarakat menjadi bahan dialog, mulai dari pendidikan, pengelolaan APBD hingga penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Muhidi menegaskan, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Aspirasi tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran daerah.

Ia menjelaskan, DPRD memiliki peran strategis dalam menentukan arah penggunaan anggaran daerah bersama kepala daerah. 

Sebab, pemerintah daerah tidak dapat membelanjakan APBD begitu saja tanpa melalui proses pembahasan dan persetujuan DPRD.

“APBD itu bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujar Muhidi.

Menurutnya, dinamika dunia yang terus berubah juga berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi daerah. 

Karena itu, Sumatera Barat harus menyiapkan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Salah satu sektor yang dinilai paling penting untuk diperkuat adalah pendidikan. 

Penguatan tersebut, kata Muhidi, tidak hanya menyangkut peserta didik, tetapi juga kepala sekolah dan para guru sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi masa depan.

“Dunia hari ini terus berubah. Karena itu, pendidikan harus kita perkuat. Mulai dari kepala sekolah, guru, sampai anak-anak sekolah harus dipersiapkan agar mampu menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

Selain pendidikan, Muhidi juga menyoroti pentingnya meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM. 

Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki kemauan untuk berusaha, tetapi juga harus dibekali pengetahuan, keterampilan dan pelatihan agar mampu mengembangkan usahanya.

“Kita harus masuk dengan bimbingan dan pelatihan. UMKM harus kita dorong agar usahanya berkembang lebih baik, mampu membaca peluang dan tidak berhenti pada usaha yang berjalan seadanya,” ungkapnya.

Muhidi juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya belajar dan tidak ragu mengambil pengalaman dari orang lain yang telah lebih dahulu berhasil.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kemauan untuk belajar, membangun jaringan dan mencari lingkungan yang mampu memberikan motivasi positif.

“Kalau ingin sukses, carilah kawan yang sudah sukses. Bukan untuk sekadar ikut menikmati keberhasilannya, tetapi untuk belajar bagaimana mereka bisa sampai di titik itu. Dari sana kita bisa mendapatkan pengalaman sekaligus motivasi,” tuturnya.

Ia berharap reses tersebut tidak berhenti sebagai forum menyampaikan aspirasi, tetapi menjadi awal dari upaya bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Muhidi menekankan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat. 

Dengan komunikasi yang kuat dan aspirasi yang disampaikan secara langsung, kebijakan yang lahir diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (*)

Haji Ninong Terharu, Terawan Turun Langsung Ambil Darah untuk Imunoterapi    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Haji Ninong Terharu, Terawan Turun Langsung Ambil Darah untuk Imunoterapi
Haji Ninong mengaku tersentuh karena Letjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) turun langsung mengambil darahnya sebagai bagian dari proses terapi. (Foto: ist).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Pengalaman berkesan dirasakan tokoh masyarakat Kotamobagu, Sulawesi Utara, Sudirman Sulaiman atau yang akrab disapa Haji Ninong, saat mendapat kesempatan menjalani terapi berbasis sel di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Bukan hanya terapi yang membuatnya merasa beruntung. Haji Ninong mengaku tersentuh karena Letjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) turun langsung mengambil darahnya sebagai bagian dari proses terapi.

“Terus terang saya merasa beruntung. Profesor Terawan sendiri yang mengambil darah saya,” ujar Haji Ninong, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan sisi lain sosok Terawan yang selama ini dikenal sebagai dokter, akademisi sekaligus pejabat. Di tengah posisi dan kesibukannya, Terawan tetap bersedia melakukan tindakan medis secara langsung kepada pasien.

“Dokter Terawan sungguh rendah hati. Padahal jabatan beliau begitu tinggi, tetapi masih mau mengambil darah pasien sendiri. Bagi saya, itu luar biasa,” katanya.

Terapi yang dijalani Haji Ninong berkaitan dengan pendekatan imunoterapi berbasis sel dendritik (dendritic cell). Secara umum, terapi berbasis sel memanfaatkan sel yang berasal dari tubuh pasien untuk kemudian diproses dan dikembangkan sebelum diberikan kembali kepada pasien.

Bagi Haji Ninong, pengalaman tersebut bukan sekadar soal teknologi kedokteran. Ada nilai kemanusiaan yang justru paling membekas.

Ia melihat Terawan tidak menciptakan jarak antara dokter dan pasien. Sebaliknya, tindakan sederhana mengambil darah sendiri membuatnya merasa mendapatkan perhatian secara langsung.

“Jabatan itu tidak membuat beliau menjaga jarak dengan pasien. Saya melihat sendiri bagaimana beliau melayani dengan rendah hati,” ujarnya.

Haji Ninong berharap perkembangan terapi berbasis sel di Indonesia terus maju sehingga semakin banyak pasien memperoleh pilihan pengobatan yang aman, terukur dan berdasarkan perkembangan ilmu kedokteran.

Baginya, teknologi medis memberikan harapan, tetapi kerendahan hati seorang dokter memberikan kekuatan lain bagi pasien untuk tetap percaya dan menjalani proses pengobatan. (*)

Semarak Merah Putih, Pawai Alegoris dan Pembangunan Kota Solok Tampilkan Kreativitas dan Capaian Daerah    
Rabu, Agustus 19, 2026

On Rabu, Agustus 19, 2026

Semarak Merah Putih, Pawai Alegoris dan Pembangunan Kota Solok Tampilkan Kreativitas dan Capaian Daerah
Ribuan warga memadati sepanjang rute perayaan di Kota Solok pada Selasa (18/8/2026). Pemerintah Kota Solok menggelar Pawai Alegoris dan Pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Ribuan warga memadati sepanjang rute perayaan di Kota Solok pada Selasa (18/8/2026). Pemerintah Kota Solok menggelar Pawai Alegoris dan Pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini bukan sekadar perayaan kemerdekaan, melainkan panggung kreativitas sekaligus jendela capaian pembangunan daerah yang ditampilkan langsung di hadapan masyarakat.

Pawai secara resmi dilepas oleh Wali Kota Solok dari Lapangan Merdeka Kota Solok. Rute pawai berlanjut melewati kawasan Pasar Raya Kota Solok, melintasi panggung kehormatan yang berlokasi di depan Kantor Bank Nagari Kota Solok, hingga berakhir di Terminal Angkot Kota Solok.

Hadir menyaksikan perhelatan ini Wakil Wali Kota Solok, unsur Forkopimda, pimpinan BUMN dan BUMD, serta masyarakat luas yang antusias menyambut setiap barisan peserta.

Barisan pawai diikuti oleh perwakilan sekolah se-Kota Solok, kecamatan dan kelurahan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai unsur masyarakat lainnya. 

Masing-masing peserta menampilkan kreativitas yang khas, sekaligus memperkenalkan program kerja, potensi daerah, inovasi, dan keunggulan yang telah dikembangkan. 

Kendaraan hias dari berbagai OPD turut memamerkan capaian pembangunan daerah, diselingi atraksi seni dan kostum yang memukau warga di sepanjang jalan.

Pawai Alegoris dan Pembangunan ini menjadi sarana strategis untuk memperlihatkan kepada masyarakat berbagai hasil kerja yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Solok. 

Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini mempererat kebersamaan dan semangat persatuan antarwarga. 

Pemerintah Kota Solok berharap semangat kemerdekaan yang membara ini terus diwujudkan melalui kebersamaan, kreativitas, serta gotong royong dalam membangun daerah yang semakin maju dan sejahtera.(80)