HEADLINE
Dari PPLP Sumbar ke Asian Games, Gilang Ilhaza Jadi Andalan Indonesia di Jepang    
Sabtu, Agustus 29, 2026

On Sabtu, Agustus 29, 2026

Dari PPLP Sumbar ke Asian Games, Gilang Ilhaza Jadi Andalan Indonesia di Jepang
Gilang dilepas langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
- Atlet gulat asal Sumatera Barat (Sumbar), Letda Inf. Gilang Ilhaza, kembali membawa nama daerah ke panggung olahraga internasional. Atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumbar tersebut dipercaya memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Gilang dilepas langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). Ia akan berlaga pada nomor gulat gaya bebas kelas 74 kilogram dalam Asian Games yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Gilang menjadi satu-satunya atlet asal Sumbar pada cabang olahraga gulat yang memperkuat kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Bagi Mahyeldi, keberangkatan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi daerah, tetapi juga membuktikan bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan Sumbar mampu melahirkan atlet yang bersaing hingga level internasional.

“Alhamdulillah, Gilang pernah kita didik di PPLP. Berkat prestasi olahraganya, sekarang dia juga bertugas di TNI Angkatan Darat dan dipercaya mewakili Indonesia di ajang internasional,” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, Gilang telah menunjukkan konsistensi prestasi melalui berbagai kompetisi yang diikutinya, termasuk SEA Games. Capaian tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi Gilang untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di level Asia.

“Gilang sebelumnya juga telah mendapatkan medali di SEA Games. Sekarang dia diutus mewakili Indonesia di Asian Games di Jepang. Mudah-mudahan bisa memberikan prestasi terbaik, bahkan meraih medali emas,” ujarnya.

Mahyeldi menegaskan, perjuangan Gilang juga menjadi bagian dari kebanggaan Sumbar karena atlet tersebut merupakan salah satu hasil pembinaan olahraga daerah. Ia berharap keberhasilan Gilang dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Sumbar lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan berani memasang target hingga tingkat internasional.

“Semoga Gilang bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional dan tentu saja membawa nama Sumatera Barat di tingkat Asia,” tegas Mahyeldi.

Lebih jauh, Mahyeldi mengatakan keberhasilan pembinaan PPLP tidak hanya terlihat pada cabang olahraga gulat. Sejumlah cabang olahraga lainnya, seperti sepak bola dan sepak takraw, juga telah melahirkan atlet-atlet berprestasi. Karena itu, Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pembinaan agar potensi atlet daerah dapat dikembangkan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Mahyeldi juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar mengkaji pengembangan kawasan Main Stadium yang memiliki lahan sekitar 40 hektare sebagai pusat pembinaan olahraga terpadu. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ekosistem olahraga yang mengintegrasikan pendidikan, latihan, fasilitas olahraga, dan pembinaan prestasi.

“Mudah-mudahan Main Stadium dan kawasannya bisa kita jadikan pusat pembinaan olahraga melalui PPLP. Konsepnya bisa kita kembangkan seperti Sekolah Garuda ataupun Sekolah Rakyat yang menjadi perhatian Presiden,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus mengatakan keberangkatan Gilang ke Asian Games menunjukkan bahwa prestasi atlet Sumbar terus mengalami peningkatan. Gilang sebelumnya telah mencatatkan prestasi di tingkat nasional dan Asia Tenggara sebelum akhirnya dipercaya tampil di ajang olahraga terbesar di kawasan Asia tersebut.

“Alhamdulillah, Gilang berangkat ke Asian Games di Nagoya, Jepang. Ini atlet binaan KONI Sumatera Barat. Sebelumnya dia meraih prestasi di PON Aceh-Sumut, kemudian juga tampil di SEA Games,” kata Hamdanus.

Menurut Hamdanus, perjalanan Gilang menunjukkan bahwa proses pembinaan atlet Sumbar memiliki jenjang yang jelas, dari tingkat nasional, Asia Tenggara, hingga Asia. Ia berharap kesempatan tampil di Asian Games dapat dimanfaatkan Gilang untuk kembali mencatatkan prestasi terbaik.

“Mudah-mudahan sekarang juga bisa meraih medali di Asian Games. Artinya, prestasi atlet kita terus menyala dan tingkatannya semakin bagus,” ujarnya.

Keberangkatan Gilang sekaligus menjadi momentum bagi Sumbar untuk terus memperkuat pembinaan olahraga berbasis talenta daerah. Dari PPLP, atlet-atlet muda diharapkan memiliki jalur pembinaan yang jelas hingga mampu bersaing di level nasional dan internasional serta membawa nama daerah dan Indonesia di panggung dunia. (adpsb/cen/bud)

Wawako Maigus Nasir: Rasulullah SAW adalah Suri Teladan Terbaik dalam Seluruh Aspek Kehidupan    
Sabtu, Agustus 29, 2026

On Sabtu, Agustus 29, 2026

Wawako Maigus Nasir: Rasulullah SAW adalah Suri Teladan Terbaik dalam Seluruh Aspek Kehidupan
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baiturrahim Komplek Villaku Indah IV. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baiturrahim Komplek Villaku Indah IV, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Sabtu (29/8/2026).

Pada kesempatan itu hadir Camat Nanggalo, David Ferdinand, Kepala KUA Kecamatan Nanggalo, Welhendri dan elemen masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat iman, meneladani akhlak Rasulullah, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Rasulullah SAW adalah suri teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan. Melalui peringatan Maulid ini, kita diingatkan kembali untuk mencontoh akhlak beliau, terutama dalam hal kepedulian, persaudaraan, dan kepemimpinan yang penuh kasih sayang," cakapnya.

Maigus menambahkan, semangat kebersamaan dan kekompakan yang tercermin dalam peringatan Maulid Nabi sejalan dengan visi pembangunan Kota Padang, yakni menggerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Pintar dan Kota Sehat yang berlandaskan agama dan budaya menuju kota maju dan sejahtera.

“Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, insya Allah visi kejayaan Kota Padang dapat kita raih bersama," pungkasnya.

Lebih lanjut, Maigus Nasir juga memaparkan Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang terus diperkuat Pemerintah Kota Padang untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan keteladanan.

“Program Smart Surau meliputi Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, pendidikan MDTA/MDTW, serta penyediaan ruang belajar digital dan akses WiFi gratis. Kami berharap para guru, orang tua dan semua pihak mendukung kesuksesan program ini," urainya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Wawako Solok Hadiri Rakor dan Launching PORPROV XVI Sumbar: Kembalikan Kompetisi Setelah Delapan Tahun Vakum    
Sabtu, Agustus 29, 2026

On Sabtu, Agustus 29, 2026

Wawako Solok Hadiri Rakor dan Launching PORPROV XVI Sumbar: Kembalikan Kompetisi Setelah Delapan Tahun Vakum
Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal bergabung bersama seluruh Kepala Daerah se‑Sumatera Barat dalam Rapat Koordinasi sekaligus peluncuran resmi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Tahun 2026. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal bergabung bersama seluruh Kepala Daerah se‑Sumatera Barat dalam Rapat Koordinasi sekaligus peluncuran resmi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Tahun 2026. 

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Istana Gubernur Sumatera Barat, Kamis (27/8/2026), digagas Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi dengan semangat “Mengembalikan Kompetisi, Memperkuat Pembinaan, dan Menggerakkan Daerah.”

Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal; Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah beserta Wakil Gubernur; seluruh Bupati/Wali Kota se‑Sumatera Barat; KONI Provinsi, Dinas Pemuda & Olahraga serta pemangku kepentingan olahraga daerah.

Rapat Koordinasi persiapan sekaligus acara Launching resmi PORPROV XVI Sumatera Barat Tahun 2026.Rakor & peluncuran di Ruang Rapat Istana Gubernur Sumatera Barat; Pembukaan di Kota Solok, Penutupan di Kabupaten Padang Pariaman.

Mengakhiri jeda panjang delapan tahun—sejak 2018—PORPROV vakum, sehingga siklus kompetisi terhenti, pembinaan tak terukur dan pasokan atlet muda terhambat; kini ingin dibangun kembali jalur prestasi yang sehat demi persiapan menuju PON 2028.

Gubernur menegaskan: “Tidak boleh ada penundaan lagi—semua sudah dipersiapkan matang.” Disepakati jadwal pasti: 2–14 Oktober 2026, dengan pembukaan menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab Kota Solok. KONI dan induk cabang olahraga diminta segera merampungkan program latihan dan kesiapan peserta.

Ditekankan kembali, PORPROV ini bukan sekadar pesta olahraga: ia adalah alat ukur dan jalan utama regenerasi atlet Sumatera Barat—menemukan bibit unggul, membina secara terarah, lalu mempersiapkan mereka bersaing di tingkat nasional. 

Saat peluncuran resmi, Gubernur menutup dengan pesan semangat: “Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas!”(80)

Gubernur Mahyeldi: UMKM Sumbar Harus Naik Kelas dan Tembus Pasar Global    
Sabtu, Agustus 29, 2026

On Sabtu, Agustus 29, 2026

Gubernur Mahyeldi: UMKM Sumbar Harus Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
Mahyeldi saat menghadiri Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCEF) 2026 yang digelar Bank Indonesia di Hotel Pangeran Padang, Jumat (28/8/2026). (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Dengan 740.357 unit pelaku usaha, UMKM bukan sekadar penopang ekonomi Sumatera Barat (Sumbar), tetapi kekuatan besar yang menentukan daya tahan ekonomi daerah. Karena itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk naik kelas melalui digitalisasi, peningkatan kualitas produk, hilirisasi, akses pembiayaan, hingga pengembangan industri halal agar mampu menembus pasar global.

“Lebih daripada setengah penduduk Sumatera Barat bergerak di sektor UMKM. Inilah kekuatan Sumatera Barat,” kata Mahyeldi saat menghadiri Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCEF) 2026 yang digelar Bank Indonesia di Hotel Pangeran Padang, Jumat (28/8/2026).

Menurut Mahyeldi, kekuatan ekonomi kreatif Sumbar bertumpu pada kekayaan lokal yang sangat beragam, mulai dari kuliner, fesyen muslim, tenun, songket, kriya, seni dan budaya hingga industri halal. Potensi tersebut harus diolah menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing lebih tinggi.

“Kita ingin ekonomi kreatif ini mampu meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah agar lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan global,” ujarnya.

Mahyeldi mengatakan, ketangguhan UMKM Sumbar telah teruji dalam menghadapi berbagai guncangan, mulai dari gempa 2009, pandemi Covid-19 hingga bencana banjir dan longsor. Karena itu, pemerintah perlu memastikan ekosistem usaha tetap bergerak, termasuk dengan menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi ketika terjadi bencana.

Ia mencontohkan penutupan akses Lembah Anai akibat bencana yang pernah berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa konektivitas merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha masyarakat.

“Walaupun ada kerusakan akibat bencana, transportasi minimal roda dua harus tetap jalan sehingga ekonomi kita tetap bergerak,” tegasnya.

Untuk memperkuat UMKM, Pemprov Sumbar mendorong transformasi digital agar pelaku usaha tidak hanya mengandalkan pasar konvensional. Digitalisasi pemasaran, peningkatan kualitas dan kemasan produk, hilirisasi, perluasan pembiayaan, serta penguatan sertifikasi dan industri halal menjadi bagian dari strategi tersebut.

Mahyeldi menilai pengembangan ekonomi kreatif dan industri halal juga memiliki kekuatan tersendiri di Sumbar karena selaras dengan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Kita memiliki kekayaan budaya, kreativitas dan nilai-nilai lokal yang sangat kuat. Tinggal bagaimana semua itu kita olah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman yang hadir secara virtual mengatakan Sumbar memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya melalui kekayaan wastra, songket, sulaman, kriya, kuliner dan kearifan lokal.

“Sumatera Barat memiliki modal yang sangat kuat dan sudah terkenal di penjuru Nusantara,” kata Aida.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mengubah kekayaan tersebut menjadi nilai tambah ekonomi yang mampu membuka pasar, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Bank Indonesia, kata Aida, terus mendorong UMKM melalui penguatan kapasitas, model bisnis, sistem pembayaran, promosi, pembiayaan, dan akses pasar. Ia menyebut sejumlah UMKM Sumbar bahkan telah mampu menembus pasar ekspor Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat.

“UMKM di Sumatera Barat sudah ada yang melakukan ekspor ke Jepang, Prancis, dan bahkan ke Amerika Serikat,” ujarnya.

SCEF 2026 menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, perbankan dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Sumbar agar semakin adaptif, berdaya saing, dan mampu berkembang ke pasar yang lebih luas. (adpsb/cen/bud)

Wako Paparkan Program pada Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal Binuang Binuang Kampung Dalam    
Sabtu, Agustus 29, 2026

On Sabtu, Agustus 29, 2026

Wako Paparkan Program pada Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal Binuang Binuang Kampung Dalam
Wali Kota Padang Fadly Amran memaparkan sejumlah program pembangunan Kota Padang saat menghadiri Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran memaparkan sejumlah program pembangunan Kota Padang saat menghadiri Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kemaren.

Hadir mendengarkan paparan Wako, anggota DPRD Kota Padang Yusri Latif, Plt. Kabag Kesra Zul Asfi Lubis, Camat Pauh Yandry, penceramah Mak Katik Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, dan unsur Forkopimca Pauh, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Di hadapan masyarakat, Fadly menyampaikan perkembangan penanganan sejumlah sungai yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu. Menurutnya, proyek bernilai triliunan tersebut kini telah memasuki tahap tender dan ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir tahun ini.

“Kami berharap dukungan dari Bapak dan Ibu agar proyek ini dapat berjalan dengan baik. Dalam pelaksanaannya nanti tentu akan ada aktivitas pembangunan yang mungkin mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, kami mohon dukungan dan pengertiannya," katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, Fadly juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya Kota Padang menuju Kota Gastronomi Dunia. Ia menyebut, kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat Kota Padang. Tahun ini Kota Padang berhasil menjadi kota nomor delapan terbersih se-Indonesia. Namun, capaian ini harus terus kita tingkatkan jika kita ingin mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia," cakapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly juga mengajak masyarakat memaknai peringatan Maulid Nabi sebagai momentum meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW. Ia menekankan empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni amanah, tabligh, siddiq, dan fathanah, agar tidak hanya dipahami tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Marilah kita meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, yakni amanah, tabligh, siddiq, dan fathanah. Sifat-sifat tersebut hendaknya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat," ajaknya.

Sementara itu, penceramah Mak Katik Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto menyoroti peran penting niniak mamak dalam menjaga adat dan membimbing anak kemenakan. Menurutnya, keteladanan harus dimulai dari para pemangku adat dan orang tua. Sikap tersebut kemudian menjadi contoh yang akan diikuti oleh generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.

“Niniak mamak harus menjadi contoh bagi anak kemenakan. Kalau niniak mamak menjaga agama, menjaga adat, dan memperlihatkan akhlak yang baik, insyaallah anak jo kamanakan akan mengikuti. Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, itulah yang harus terus kita jaga dalam kehidupan," pungkasnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Terima Komisi VIII DPR, Mahyeldi: Rehab-Rekon Pascabencana Harus Dipercepat    
Sabtu, Agustus 29, 2026

On Sabtu, Agustus 29, 2026

Terima Komisi VIII DPR, Mahyeldi: Rehab-Rekon Pascabencana Harus Dipercepat
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat menerima Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). (Foto: Adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) meminta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana banjir dan longsor 2025, mengingat ancaman bencana hidrometeorologi masih membayangi sejumlah wilayah. Dari total kerugian dan kerusakan yang mencapai Rp33,4 triliun, pemerintah daerah telah mengusulkan Rp21,4 triliun melalui Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), dengan Rp17,9 triliun di antaranya telah disetujui untuk penanganan infrastruktur.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan hal tersebut saat menerima Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan penanganan pascabencana sekaligus memperkuat fungsi pengawasan DPR RI.

Mahyeldi mengatakan, anggaran infrastruktur Rp17,9 triliun tersebut direncanakan dilaksanakan secara multiyears selama tiga tahun, yakni 2026, 2027, dan 2028. Sejumlah pekerjaan pada 2026 telah mulai berjalan, namun pemerintah daerah masih menghadapi kekhawatiran karena hujan dengan intensitas tinggi dapat kembali memicu banjir.

“Pekerjaan-pekerjaan pada 2026 ini sudah mulai, tetapi kita masih ada kebimbangan masyarakat karena curah hujan tinggi kembali menimbulkan banjir,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, sedimentasi sungai yang belum seluruhnya tertangani menjadi salah satu persoalan yang perlu segera diatasi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, seperti yang baru-baru ini melanda Kota Padang dan sebelumnya terjadi di kawasan Maninjau.

“Ketika curah hujan tinggi kembali seperti pengalaman di Padang, maka banjir bisa terulang. Ini yang menjadi kekhawatiran kita, karena sedimentasi di sungai-sungai masih banyak yang belum tertangani,” ujarnya.

Mahyeldi menegaskan, percepatan rehab-rekon membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota sesuai kewenangan masing-masing. Ia berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai R3P yang telah disusun bersama BNPB sehingga penanganan tidak hanya menyelesaikan kerusakan, tetapi juga mengurangi risiko bencana berulang.

“Secara prinsip kami sampaikan kepada Satgas, ada tiga simpul yang harus digerakkan. Pertama kementerian dan lembaga, kedua provinsi dengan kewenangannya, dan ketiga kabupaten/kota,” tegasnya.

Mahyeldi mengakui pelaksanaan di lapangan sejauh ini lebih banyak bergerak melalui kementerian dan lembaga beserta balai-balai teknis yang berada di daerah. Karena itu, ia berharap koordinasi dan pengawasan terus diperkuat agar seluruh program berjalan sesuai kebutuhan dan rencana penanganan yang telah ditetapkan.

“Kehadiran Komisi VIII mudah-mudahan memberikan penguatan kepada kami dan sekaligus mempercepat rehab-rekon di Sumatera Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR sebagaimana diatur dalam Pasal 20A UUD 1945. Komisi VIII ingin memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi pascabencana di Sumbar untuk menjadi bahan pembahasan di tingkat pusat.

“Yang kita inginkan adalah kondisi riil di lapangan. Jangan sungkan-sungkan, sesuai yang ada di lapangan laporkan kepada kami. Nanti apa yang didapatkan di sini akan kita suarakan di pusat,” kata Ansory.

Ia juga menyoroti pelaksanaan anggaran Rp17,9 triliun yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Menurutnya, percepatan perlu dipertimbangkan agar proses pembangunan tidak terlalu lama dan infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih tidak kembali mengalami kerusakan akibat bencana berikutnya.

Pemerintah Provinsi Sumbar berharap pengawasan bersama pemerintah pusat dan DPR RI dapat mempercepat pelaksanaan rehab-rekon, sehingga masyarakat terdampak dapat segera memperoleh kembali infrastruktur yang aman, layanan dasar yang memadai, serta kepastian untuk memulihkan kehidupan dan aktivitas ekonominya. (adpsb/cen/bud)