Headline

Opini

SOROT

Sports

Iklan Irwan Basir
Ini Dia Strategi Jitu Pemerintah Hasilkan Rp 3,71 T untuk Negara
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

Ini Dia Strategi Jitu Pemerintah Hasilkan Rp 3,71 T untuk Negara
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa pemerintah menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari aktivitas perikanan pada program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Maluku mencapai Rp 3,71 triliun. 


Potensi penyerapan tenaga kerja untuk industri perikanan pada program itu diperkirakan mencapai lebih 5.500 orang. 


Hal itu disampaikan Trenggono dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Rabu, 28 Juli 2021. 


“Jika keseluruhan ini kita implementasikan, akan ada penerimaan negara sekitar Rp 3,7 triliun per tahun dari wilayah Maluku. Jadi, artinya LIN ini sangat proven,” ujarnya. 


Menurut Trenggono, penangkapan dan pengelolaan perikanan di Maluku akan dilakukan berbasis pada kuota. 


“Kapal-kapal penangkap juga harus mendaratkan hasil tangkapan di pelabuhan yang sudah ditentukan KKP. Ada delapan pelabuhan perikanan yang akan mendukung peran Pelabuhan Ambon New Port,” ungkapnya. 


Trenggono mengatakan bahwa Pelabuhan Ambon New Port juga akan menjadi pintu gerbang ekspor produk perikanan yang dihasilkan di kawasan LIN. 


Sementara itu, untuk memenuhi pasar domestik, akan disiapkan kapal kontainer berpendingin sebagai pengangkut hasil perikanan dari pelabuhan yang ada di sekitaran LIN menuju wilayah tujuan.


Skema tersebut juga bertujuan untuk mendukung program tol laut yang digaungkan pemerintah. 


“Suplai domestik harus diangkut menggunakan kontainer dingin, sehingga program pemerintah untuk menjalankan tol laut bisa berjalan dengan baik,” kata Trenggono. 


Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memperkuat sistem pengendalian dan pengawasan ruang laut dengan menggunakan teknologi berbasis satelit. 


Sistem itu akan memantau pergerakan kapal penangkap sekaligus memonitor stok ikan, tumpahan minyak, kondisi terumbu karang, serta kawasan budidaya di wilayah pesisir. 


“Jadi ke depannya tak boleh nangkapnya di sekitaran Ambon, lalu dibawa langsung ke Pulau Jawa,” papar Trenggono.


Source: GenPI.co

DS Pamer Donasi 2T Akidi Tio, Netizen: Tuh China yang Kalian Benci Beri Bantuan, Gak Malu?
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

DS Pamer Donasi 2T Akidi Tio, Netizen: Tuh China yang Kalian Benci Beri Bantuan, Gak Malu?
BENTENGSUMBAR.COM - Seperti diketahui, baru-baru ini seorang pengusaha Tionghoa, Akidi Tio, melalui perantara anak-anaknya memberi donasi dua triliun untuk penanggulangan Covid-19.


Uang sumbangan yang bernilai fantastis itu rupanya hasil patungan dari enam anak mendiang Akidi Tio.


Uang yang terkumpul lalu diserahkan dr. Hardi Darmawan selaku dokter keluarga yang sudah mengabdi lama bagi keluarga kepada Kapolda Sumsel yang mewakili Pemprov Sumsel.


Nah, menanggapi hal itu, Denny Siregar lantas turut menyampaikan opininya melalui media sosial Twitter.


Menurutnya, orang rasis kerap menghina, mencurigai, bahkan memfitnah orang lain yang rasnya berbeda.


“Buat sebagian orang yg rasis, mrk selalu dihina, dicurigai bahkan difitnah karena rasnya yg berbeda,” tulis Denny Siregar, seperti dikutip terkini.id pada Rabu, 28 Juli 2021, via Twitter.


Denny lantas membandingkan orang-orang dari ras berbeda yang membantu Tanah Air dengan mereka yang mengaku sebagai pribumi, tetapi malah sibuk pencitraan mengurusi penderitaan di luar negeri.


“Tapi ketika tiba saatnya berbuat utk negeri, apa yg mrk lakukan sungguh membuat iri,” tutur Denny.


“Sedangkan di sana, ada yg ngaku2 pribumi, tapi lebih sibuk dgn penderitaan di luar negeri,” pungkasnya.


Terang saja cuitan Denny tersebut menuai banyak komentar dari para netizen dengan beragam opini.


“Tuh Cina yang kalian benci tapi memberikan bantuan yg tidak sedikit untuk Bangsa dan Negara ini… Haiii kaliannnn…Gak malu kalian?! Pikiiirrr !!!” tanggap akun TomJerry525, dikutip terkini.id via Twitter.


“Jika uangnya dibuat pecahan 100 rb semua dan disambung2 maka panjangnya akan mencapai 3020 km. lebih 2 kali lipat dari panjang pulau jawa yg hanya 1316 km…. Saluuttt…,” timpal akun Pa_Tadji.


“ini bukan becanda bukan juga bencana ini beneran 2T ngebayangin ngitungnya sampe lidah melet2 7 hari kagak kelar2,” imbuh akun AD8_25.


Source: terkini.id

Banyak Negara Larang Warganya ke RI, Fadli Zon: Indonesia Makin 'Menakutkan' bagi Dunia
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

Banyak Negara Larang Warganya ke RI, Fadli Zon: Indonesia Makin 'Menakutkan' bagi Dunia
BENTENGSUMBAR.COM - Anggota DPR RI Fadli Zon menilai Indonesia semakin menakutkan bagi negara-negara dunia.


Hal itu menyusul banyaknya negara di dunia yang melarang warganya untuk pergi ke Indonesia karena kasus Covid-19 yang tak terkendali.


Baru-baru ini, negara Arab Saudi mengeluarkan kebijakan akan mencekal warganya selama tiga tahun jika nekat mendatangi Indonesia.


Melalui akun Twitter @fadlizon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu prihatin dengan banyaknya negara yang takut dengan Indonesia.


"Indonesia makin 'menakutkan' bagi dunia, termasuk negara sahabat sekalipun," kata Fadli Zon seperti dikutip Suara.com, Rabu, 28 Juli 2021.


Fadli menilai, tingkat kepercayaan dunia terhadap pengendalian Covid-19 di Indonesia masih rendah.


Alhasil, mereka memutuskan untuk mengeluarkan travel banned bagi warganya ke Indonesia.


"Tingkat kepercayaan pada pengendalian Covid-19 dinilai rendah, itu masalahnya," ungkap Fadli.


Menurut Fadli Zon, untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan kepemimpinan dalam penanganan Covid-19 di Nusantara.


"Perlu leadership dalam penanganan Covid," tukasnya.


Arab Saudi Bakal Cekal Warganya Tiga Tahun


Pemerintah Arab Saudi akan menghukum warganya dengan larangan bepergian selama tiga tahun jika mereka mengunjungi Indonesia atau negara lain yang masuk "daftar merah".


Kebijakan itu merupakan bagian dari upaya Arab Saudi mencegah penyebaran virus corona dan varian-varian barunya, kata kantor berita resmi SPA pada Selasa, 27 Juli 2021.


Mengutip seorang pejabat kementerian dalam negeri, SPA mengatakan beberapa warga Arab Saudi, yang pada Mei dibolehkan pergi ke luar negeri tanpa izin terlebih dahulu dari pihak berwenang, telah melanggar aturan perjalanan.


"Siapa pun yang terbukti terlibat akan dikenai tanggung jawab hukum dan sanksi berat saat mereka kembali, dan akan dilarang bepergian selama tiga tahun," kata pejabat itu.


Arab Saudi telah melarang perjalanan langsung atau transit di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Afghanistan, Argentina, Brazil, Mesir, Ethiopia, India, Lebanon, Pakistan, Afrika Selatan, Turki, Vietnam dan Uni Emirat Arab.


Source: Suara.com

Suara Lantang Anggota DPR Soal Utang Negara, Mengejutkan
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

Suara Lantang Anggota DPR Soal Utang Negara, Mengejutkan
BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Thohir memberikan sorotan terhadap utang pemerintah per Juli 2021.


Pasalnya, utang itu tembus di kisaran angka Rp6.554,56 Triliun atau 41,35 persen. 


Menurutnya, laju pertumbuhan utang itu tidak dibarengi dengan peningkatan angka kesejahteraan rakyat. 


"Rakyat gak merasakan apa-apa karena kesejahteraan belum merata. Coba kalau merata pasti rakyat akan rasakan kesejahteraan tersebut," ujarnya, Rabu, 28 Juli 2021, dilansir dari GenPI.co.


Hafisz menjelaskan, tidak habis pikir dengan rasio utang yang sudah melampaui 41 persen lebih dari Produk Domestik Bruto (PDB). 


Sebab, tingkat pendapatan masyarakat malah makin menurun. 


"Seperti ketahui, kemarin downgrade dari negara berpenghasilan menengah atas US. 4.060/kapita menjadi menengah bawah (Lower middle income) US.3.870/kapita. Ini aneh. Sayang sekali sudah ada kesempatan berhutang banyak tapi tidak berhasil menaikkan per kapita income rakyat," jelasnya.


Akan tetapi, baginya bukan menjadi persoalan negara memiliki utang, asalkan untuk kepentingan rakyat.


"Lihat saja selama 5 tahun sebelum covid-19 pertumbuhan ekonomi tidak lebih dari rata-rata 4.9 persen saja. Sementara pertumbuhan utang RI melebihi angka 5 persen," ucapnya.


Dia menjelaskan, persentase itu artinya selisih ini menciptakan ratio utang yang semakin tinggi. 


Untuk itu, lihat saja ratio utang RI terhadap gross domestic product (GDP) naik terus sejak 2014 sampai 2021. 


Sebenarnya, tahun 2013 ratio utang sudah turun 23 persen, tapi naik lagi menjadi 24 persen di 2014.


(*)

Rizal Ramli: Setelah Jokowi Tak Jadi Presiden, Kita Rombak Cara Atasi Masalah di Papua
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

Rizal Ramli: Setelah Jokowi Tak Jadi Presiden, Kita Rombak Cara Atasi Masalah di Papua
BENTENGSUMBAR.COM - Ekonom senior, Rizal Ramli mengatakan keinginannya merombak cara mengatasi masalah di Papua setelah Joko Widodo (Jokowi) tak lagi jadi Presiden.


Rizal ingin merangkul rakyat dan tokoh-tokoh Papua dengan pendekatan yang lebih humanis dan anti-rasisme.


Ia juga menginginkan agar bantuan yang diberikan ke Papua bisa sampai langsung ke setiap warga.


“Jangan.. jangan. Setelah Jokowi tidak jadi Presiden, kita rombak cara mengadatasi masalah di Papua,” katanya melalui Twitter RamliRizal pada Rabu, 28 Juli 2021.


“Rangkul rakyat dan tokoh-tokoh Papua, lebih humanis, anti-rasisme, ATM untuk setiap rakyat Papua sehingga bantuan langsung ke rakyat,” tambahnya.


Rizal Ramli mengatalan itu sebagai respons terhadap cuitan seorang netizen yang mengusulkan agar Papua merdeka dari Indonesia.


Netizen itu menilai bahwa mobilisasi militer akan selalu tinggi di Papua selama PDI Perjuangan berkuasa.


“Papua mending merdeka aja, gabung sama indon kagak ada faedah,” kata EnggalPMT.


“Selama PDI-Perjuangan berkuasa Mobilisasi Militer sangat tinggi hingga ke Warteg,” lanjutnyam


Saat ini, isu rasisme di Papua memang kembali mencuat usai viral kejadian dua oknum Polisi Militer TNI yang memiting dan menginjak kepala seorang warga sipil Papua.


Meski pihak TNI telah meminta maaf dan mengatakan akan menindak tegas dua aparat tersebut, netizen masih ramai membicarakannya di media sosial.


Di Twitter, topik terkait seperti “Papua” dan “TNI AU” masih menjadi trending hinga kini.


Salah satu hal yang ramai disoroti netizen adalah soal rasisme kepada warga Papua dan juga pendekatan militer yang dinilai keras.


Source: terkini.id

Panglima TNI Hadi Tjahjanto Marah Besar, Siap-siap
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

Panglima TNI Hadi Tjahjanto Marah Besar, Siap-siap
BENTENGSUMBAR.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto marah besar atas prilaku prajurit TNI AU yang menginjak kepala warga Papua. 


Atas kejadi itu, Hadi merintahkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo untuk mencopot Komandan Lanud J.A Dimara Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud setempat. 


"Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya-nya," kata Hadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 28 Juli 2021. 


Panglima TNI menekankan agar kedua pejabat TNI AU di Merauke itu segera diganti dengan upacara serah terima jabatan sesegera mungkin.


Menurut Hadi, mereka para komandan tersebut tidak bisa membina anggotanya hingga tega memperlakukan seorang disabilitas dengan hal tak terpuji.


"Itu yang membuat saya marah. Saya minta malam ini langsung serah-terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan (pencopotan) itu," tegas Panglima TNI Hadi Tjahjanto.


(*)

WHO Umumkan Varus Corona Varian Delta Plus, Yuk Kenali
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Organiasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan penemuan jenis Virus terbaru. Yaitu Virus corona varian delta plus dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. 

Menurut WHO, Varian ini sudah menyebar di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Corona varian delta plus ini dikenal juga dengan B.1.617.2.1 atau AY.1.

Salah satu perbedaan virus corona varian delta plus dengan varian delta biasa terletak pada kemunculan mutasi tambahan, K417N. Kemunculan mutasi ini berefek pada protein lonjakan virus yang memungkinkan virus untuk menginfeksi sel-sel sehat.

Demikian Reuter mengutip pernyatan dari WHO, belum lama ini. Menurut WHO, saat ini varian delta plus belum menjadi varian yang umum. Kendati demikian, masyarakat harus tetap waspada pada risiko penularannya.

Sementara itu ahli virologi Louisiana State University, Jeremy Kamil menyatakan varian delta plus tak berbeda jauh dengan varian delta yang lebih dulu menyebar. Terkait gejala, sejauh ini belum ada studi yang secara spesifik membahas corona varian delta plus.

CNN mengabarkan (Rabu, 28/07/2021) bahwa, peneliti masih terus mengkaji efektivitas vaksin terhadap corona varian delta plus. Studi pada varian delta sebelumnya, vaksin terbukti bisa membantu meringankan kondisi Covid-19.

Dikutip dari Medical News Today, vaksin Pfizer dan AstraZeneca sangat efektif mencegah varian delta. Vaksin Pfizer memiliki efektivitas 96 persen dan AstraZeneca 92 persen setelah dosis kedua.

Orang-orang yang belum divaksin juga lebih rentan terkena virus corona varian delta. 

Laporan: Reko Suroko

Dandim Medan Lepas Relawan Lions Club Indonesia Dalam Kegiatan Penyemprotan Eco Enzym
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Komandan Kodim  0201/ BS Kolonel inf Agus Setiandar mewakili Pangdam I/BB melepaskan relawan Lions Club Indonesia District 307 A2, untuk menyemprotkan larutan Eco Enzym yang bergerak di seputaran Gedung Lions Hospital Jl. T. Amir Hamzah No 99S Medan, Selasa, 27 Juli 2021.

Dalam Sambutan Gubernur District Lions Club Diji Karun Wirianto mengucapkan  Terima kasih kepada Dandim 0201/Medan yang sudah dapat hadir dalam kegiatan pelepasan tim relawan dalam kegiatan penyemprotan Eco Enzym.

Dikatakan Diji Karun Wirianto bahwa kegiatan penyemprotan ini akan kita laksanakan dalam rangka mendukung pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dandim menyampaikan bahwa Bapak Pangdam sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena eco enzyme ini adalah zat yang sangat bagus, ramah lingkungan dan sangat berguna bagi kelestarian alam kita, karena dari proses pembuatannya saja sudah berguna untuk mengurangi dan memanfaatkan sampah-sampah organik, proses kimia atau fermentasinya yang berguna untuk memperbaiki lapisan ozone bumi kita yang menipis akibat pemanasan global.

Tidak hanya itu, eco enzyme ini mempunyai banyak manfaat, selain bisa menjadi pupuk organik, penjernih udara (air furifier), penjernih air (water furifier), katalis dalam proses pembusukan sampah yang tidak menimbulkan bau, obat kumur, desinfektan organik, bahkan banyak yang sudah mengembangkan menjadi obat-obatan, sebutnya.

Pangdam juga sangat mensupport aktifitas eco enzyme ini, beliau akan mendukung aktifitas pengembangan eco enzyme di wilayah Kodam I/BB, kehadiran kami disini adalah bukti nyata dukungan beliau terhadap komunitas eco enzyme.

Menurut Dandim bahwa cairan Eco Enzyme ini juga sudah kita aplikasikan untuk mendukung kegiatan isolasi lingkungan yang menjadi zona merah Covid-19, yaitu di Kecamatan Medan Tuntungan dan Medan Johor, sehingga zona merah ini dapat kita atasi sesuai batas waktu yang diharapkan.

"Semoga kedepan kita dapat meningkatkan kerjasama untuk membumikan eco enzyme ini. Saya membayangkan bagaimana baiknya lingkungan hidup kita apabila setiap Kepala Keluarga (KK) mau membuat eco enzyme untuk digunakan sendiri dan membantu orang lain," pungkas Dandim"

Kegiatan pelepasan tim relawan penyemprotan Eco Enzym selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan lancar dengan Protokol Kesehatan yang ketat.

Turut hadir, Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia, Batara, Pasiops Kodim 0201/Medan, Mayor Inf Marlon Lasari Marbun dan 15 org Babinsa.

(Vajatu)