HEADLINE
Wako Pariaman Tutup Gowes Amal Fun & Adventure KOSSPA    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Yota Balad, mengapresiasi penuh kegiatan ini.
Dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya datang dari dalam wilayah Sumatra Barat tetapi juga dari provinsi lainnya dalam Pulau Sumatera. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Pariaman tutup dan serahkan doorprice hadiah "Gowes Amal Fun & Adventure" yang digagas Komunitas Sepeda Sehat Pariaman (KOSSPA) di lapangan STIT Syekh Burhanuddin, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Minggu (21/6/2026) sore.

Dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya datang dari dalam wilayah Sumatra Barat tetapi juga dari provinsi lainnya dalam Pulau Sumatera.

Yota Balad, mengapresiasi penuh kegiatan ini. 

Disamping  membuat badan kita lebih sehat namun juga dapat menikmati spot-spot kawasan wisata yang ada di Kota Pariaman, dan menjadi nilai ibadah karena setiap insert pendaftaran disumbangkan untuk pembangunan Masjid Raya Kampung baru.

“ Untuk ke depan, kita akan masukan kegiatan Gowes ini dalam agenda rutin tahunan,

karena dengan ribuan peserta yang mengikuti kegiatan ini mampu menjadi upaya promosi wisata Kota Pariaman dalam program Pariaman Sport Tourism, dan 

berdampak bagus bagi pertumbuhan ekonomi Kota Pariaman yang dibuktikan dengan banyaknya UMKM yang ikut berjualan dalam kegiatan ini,” jelas Yota. (R/at)

Bank Nagari Perkuat Sinergi dengan IKM Melalui Penandatanganan PKS Pengelolaan Keuangan dan Layanan Perbankan    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Bank Nagari Perkuat Sinergi dengan IKM Melalui Penandatanganan PKS Pengelolaan Keuangan dan Layanan Perbankan
Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Pengukuhan Pengurus IKM Provinsi Riau yang berlangsung meriah di Pekanbaru pada Sabtu (20/6). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Bank Nagari Cabang Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Minang di perantauan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ikatan Keluarga Minang (IKM) dan UMKM binaan IKM terkait pengelolaan keuangan dan layanan perbankan.

Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Pengukuhan Pengurus IKM Provinsi Riau yang berlangsung meriah di Pekanbaru pada Sabtu (20/6). 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Andre Rosiade selaku Ketua Umum IKM, yang sekaligus memberikan arahan mengenai pentingnya memperkuat kolaborasi antarperantau Minang dalam membangun ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PKS antara Bank Nagari Cabang Pekanbaru dengan IKM dan UMKM binaan IKM ditandatangani sebagai langkah strategis dalam memperluas akses layanan perbankan bagi organisasi dan pelaku usaha, mulai dari pengelolaan rekening, transaksi keuangan, pembayaran digital, hingga dukungan pembiayaan bagi UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang.

Prosesi penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Direktur Keuangan Bank Nagari, Bapak Roni Edrian, sebagai bentuk dukungan penuh manajemen Bank Nagari terhadap penguatan sinergi dengan organisasi perantau Minang di Provinsi Riau.

Selain dihadiri Ketua Umum IKM, acara pengukuhan juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Wali Kota Pekanbaru, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Sekretaris Jenderal IKM Pusat, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Bupati Lima Puluh Kota, serta berbagai tokoh masyarakat, pengurus IKM, pelaku UMKM, dan undangan dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Nagari menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis masyarakat Minang, khususnya dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM melalui layanan keuangan yang inovatif, mudah diakses, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang lebih kuat di lingkungan IKM, sehingga organisasi dan UMKM binaannya dapat mengelola keuangan secara lebih profesional serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai produk dan layanan perbankan Bank Nagari.

Sinergi antara Bank Nagari dan IKM diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat inklusi keuangan, mendorong pertumbuhan UMKM, serta mempererat hubungan antara Bank Nagari dengan masyarakat Minang di perantauan sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*/Emil)

Misteri Kuburan Kosong yang Menggemparkan Sawahlunto Tahun 1927    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Misteri Kuburan Kosong yang Menggemparkan Sawahlunto Tahun 1927
Sawahlunto bukan hanya menyimpan jejak sejarah pertambangan batubara. (Foto: Ist). 

OLEH
: Marjafri

Sawahlunto bukan hanya menyimpan jejak sejarah pertambangan batubara.

Di balik lorong-lorong tambang yang gelap dan lembap, kota tua di kaki Bukit Barisan itu juga menyimpan kisah-kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi—kisah yang lahir dari tetesan keringat, air mata, bahkan darah para pekerja yang mengeruk emas hitam dari perut bumi.

Pada masa kolonial Belanda, ribuan orang didatangkan ke Sawahlunto. Ada pekerja bebas yang mencari penghidupan, buruh kontrak yang terikat perjanjian kerja, hingga Orang Rantai yang menjalani hukuman kerja paksa di tambang Ombilin.

Mereka bekerja di kedalaman bumi yang panas, pengap, minim perlindungan, dan setiap saat berhadapan dengan maut.

Dalam kehidupan yang begitu keras, lahirlah berbagai cerita yang sulit dijelaskan oleh akal sehat.

Orang-orang tua dahulu sering bertutur tentang manusia yang kebal senjata, memiliki ilmu batin, memakai susuk, atau mempunyai tenaga yang melampaui kemampuan manusia biasa.

Bahkan beredar kisah tentang seseorang yang tidak bisa mati atau kembali hidup setelah dikuburkan.

Sulit memastikan kebenaran cerita-cerita itu.

Sebagian hanya menjadi dongeng yang berpindah dari satu mulut ke mulut lainnya tanpa pernah terdokumentasikan.

Namun ada pula yang sempat diabadikan dalam lembaran surat kabar.

Salah satunya terbit pada Rabu, 9 November 1927.

Menariknya, artikel itu tidak langsung membahas kuburan kosong.

Justru pembuka beritanya menyinggung sebuah kisah lain yang ketika itu masih ramai diperbincangkan masyarakat Sawahlunto.

Tentang harimau jadi-jadian.

Surat kabar itu menulis bahwa cerita mengenai harimau jadi-jadian masih belum habis menjadi buah tutur masyarakat. Bahkan kawasan Kubang Sirakuk disebut masih ditakuti untuk dilalui pada malam hari karena dikaitkan dengan cerita tersebut.

Di tengah suasana masyarakat yang masih diselimuti berbagai kepercayaan itulah, sebuah peristiwa lain mendadak menggemparkan kota tambang.

Peristiwa itu terjadi di sekitar kawasan rumah potong hewan Sawahlunto.

Di sana baru saja dimakamkan seorang laki-laki bernama Maroedin, yang disebut berasal dari Petangri.

Tak lama setelah pemakaman, warga sekitar mulai mendengar suara aneh dari arah kuburan.

Suara itu digambarkan menyerupai dengungan kawanan lebah.

Mula-mula hanya terdengar oleh beberapa orang.

Namun rasa penasaran segera mengalahkan rasa takut.

Penduduk berdatangan ke lokasi.

Apa yang mereka lihat justru menimbulkan kegemparan baru.

Tanah makam itu dikabarkan telah berlubang.

Lubangnya disebut lebih besar daripada buah kelapa.

Beberapa warga kemudian mencoba mengintip ke dalam liang kubur.

Mereka mengaku melihat papan penutup makam sudah tampak dari atas, sementara di dalamnya beterbangan banyak lalat.

Suara yang menyerupai dengungan lebah itu diyakini berasal dari dalam liang makam.

Namun ada satu hal yang dianggap sangat janggal.

Menurut cerita yang beredar, dari kuburan tersebut sama sekali tidak tercium bau busuk, padahal makam itu masih tergolong baru.

Kejanggalan itu membuat rumor berkembang semakin liar.

Konon, ketika makam diperiksa, jasad yang telah dimakamkan tidak lagi ditemukan di dalamnya.

Bukan hanya tubuhnya yang disebut hilang.

Kain pembungkus jenazahnya pun dikabarkan lenyap tanpa jejak.

Tidak ada bukti resmi yang menguatkan cerita itu.

Namun kabar tersebut menyebar dengan sangat cepat di tengah masyarakat Sawahlunto.

Lalu muncul cerita yang jauh lebih mengejutkan.

Orang yang telah dimakamkan itu konon telah kembali ke rumah istrinya dengan membawa kain pembungkus jenazahnya.

Cerita tersebut segera menjadi buah bibir di seluruh kota.

Para pekerja tambang membicarakannya di barak.

Pedagang mengulanginya di pasar.

Anak-anak mendengarnya dari orang-orang dewasa.

Sawahlunto yang biasanya sibuk oleh aktivitas tambang mendadak dipenuhi kisah tentang seseorang yang dikabarkan pulang setelah dikuburkan.

Menariknya, surat kabar yang memuat kisah itu tidak serta-merta mempercayainya.

Penulis berita secara tegas menyebut bahwa kabar mengenai seseorang yang kembali ke rumah istrinya besar kemungkinan hanyalah rumor yang berkembang di tengah masyarakat.

Namun mengenai makam yang berlubang dan banyaknya lalat di dalam liang kubur, wartawan mengaku memperoleh informasi dari seseorang yang diyakini melihat langsung kejadian tersebut.

Ketika wartawan berniat datang ke lokasi untuk memastikan keadaan makam, ia mendapat kabar bahwa lubang pada kuburan itu telah ditutup kembali oleh pihak keluarga.

Sesudah itu, kisah tersebut perlahan menghilang dari pemberitaan.

Tidak ada penjelasan lanjutan.

Tidak ada penyelidikan resmi yang menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.

Apakah makam itu benar-benar kosong?

Apakah jasad yang dimakamkan memang tidak ditemukan? 

Ataukah semua itu hanyalah rumor yang berkembang di tengah masyarakat yang hidup di bawah bayang-bayang kematian, kerja paksa, dan kuatnya pengaruh tahayul?

Sejarah tidak pernah memberikan jawaban yang pasti.

Hampir satu abad telah berlalu sejak berita itu diterbitkan.

Tambang Ombilin kini telah menjadi bagian dari warisan dunia, sementara generasi yang menyaksikan langsung kegemparan tersebut telah lama pergi.

Namun kisah itu tetap menarik untuk dikenang.

Bukan karena ada bukti bahwa orang mati benar-benar bangkit dari kubur.

Melainkan karena cerita tersebut memperlihatkan sisi lain kehidupan Sawahlunto pada masa kolonial: sebuah kota tambang yang keras, tempat manusia hidup berdampingan dengan maut, sehingga rumor sekecil apa pun dapat berkembang menjadi kisah besar yang mengguncang seluruh kota.

Dan di antara lembaran surat kabar tua yang mulai menguning dimakan usia, masih tersisa satu pertanyaan yang hingga kini belum pernah benar-benar terjawab:

Apa yang sebenarnya terjadi di balik liang makam Maroedin pada tahun 1927 ?

catatan. Cover foto rekayasa AI hanya sebagai ilustrasi , bukan foto dan suasana aslinya

Wawako Maigus Nasir Buka Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tartil ke-18 murid TPA Masjid Agung Nurul Iman    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Wawako Maigus Nasir Buka Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tartil ke-18 murid TPA Masjid Agung Nurul Iman
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka secara resmi acara Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tartil ke-18 murid TPA Masjid Agung Nurul Iman, di Lantai II Masjid Agung Nurul Iman, Minggu, 21 Juni 2026. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka secara resmi acara Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tartil ke-18 murid TPA Masjid Agung Nurul Iman, di Lantai II Masjid Agung Nurul Iman, Minggu, 21 Juni 2026.

Maigus Nasir mengapresiasi konsistensi TPA Masjid Nurul Iman dalam membina generasi muda. Menurutnya, keberhasilan TPA Masjid Agung Nurul Iman melahirkan qori- qoriah, hafiz - hafizah merupakan kontribusi nyata dalam membangun karakter masyarakat Kota Padang yang religius.

Maigus Nasir menegaskan, kegiatan khatam Al-Qur’an dan wisuda tartil ini sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang diinisiasi Pemerintah Kota Padang untuk memperkuat pendidikan keagamaan berbasis masjid dan musala.

"Kami menghimbau seluruh anak untuk terus belajar Al-Qur’an sebagai bekal meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Jadilah generasi yang selalu membaca dan mencintai Al-Qur’an serta memiliki akhlak yang mulia,” katanya. 

Maigus Nasir juga memaparkan rencana pengembangan Masjid Agung Nurul Iman sebagai Quran Center Kota Padang. Menurutnya, masjid yang merupakan aset Pemerintah Kota Padang itu akan diperkuat fungsinya sebagai pusat pembinaan, pendidikan, dan pengembangan Tilawatil Qur’an.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Kota Padang menargetkan renovasi menyeluruh Masjid Agung Nurul Iman pada tahun 2027. Pengembangan ini diharapkan mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus melahirkan lebih banyak generasi Qurani.

"Kawasan Masjid Agung Nurul Iman kita rencanakan menjadi pusat pendidikan Islam terpadu Kota Padang. Kita akan membenahi mulai dari bangunan hingga manajemen masjid, sehingga ke depan benar-benar menjadi Quran Center Kota Padang," ujarnya. 

Ketua Panitia Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tartil Yusran Lubis menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 97 peserta dan berlangsung selama dua hari, 20–21 Juni 2026.

“Insya Allah kegiatan ini akan terus berkesinambungan setiap tahun. Kami berharap TPA Masjid Agung Nurul Iman terus melahirkan generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama Kota Padang,” ungkapnya. (Prokompin)

Bangkitkan Prestasi Olahraga, Bupati Solok Beri Dukungan Penuh Atlet Sepak Bola dan Shorinji Kempo    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Bangkitkan Prestasi Olahraga, Bupati Solok Beri Dukungan Penuh Atlet Sepak Bola dan Shorinji Kempo
Pembukaan seleksi terbuka pemain sepak bola di GOR Batubatupang, Kotobaru, Minggu (21/6). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menyemangati generasi muda dan memperkuat fondasi olahraga daerah, Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Solok untuk mendukung penuh kebangkitan prestasi olahraga. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pembukaan seleksi terbuka pemain sepak bola di GOR Batubatupang, Kotobaru, Minggu (21/6).

Turut mendampingi Asisten I Setda, Staf Ahli Bupati, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah. Sebelum memulai seleksi, Bupati juga meluangkan waktu memberikan motivasi secara langsung kepada para atlet Shorinji Kempo yang sedang menjalani pemusatan latihan intensif. Mereka akan tampil dalam Kejuaraan Nasional Piala Ketua Umum PERKEMI Sumatera Barat yang berlangsung 22–27 Juni mendatang.

Sekretaris Umum Askab PSSI Solok, Riki Rizo Namzah, S.Pd.I., melaporkan bahwa seleksi kali ini menjangkau seluruh wilayah, mulai dari utara, tengah, hingga selatan kabupaten. 

Proses dilaksanakan secara transparan dan objektif guna menjaring talenta terbaik tanpa memandang asal daerah.

Sementara itu, Ketua KONI Solok Doni Zulkifli, ST, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang untuk melahirkan atlet tangguh dan berdaya saing tinggi.

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa olahraga bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan sarana emas untuk membentuk karakter anak muda yang disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa kebersamaan.

“Olahraga adalah investasi masa depan. Kami berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar para atlet memiliki fasilitas dan kesempatan yang setara untuk berkembang. Kami ingin nama Kabupaten Solok semakin diperhitungkan dan mampu bersaing di kancah provinsi bahkan nasional,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta seleksi agar senantiasa menjaga kesehatan, mematuhi aturan latihan, dan memberikan usaha terbaik, mengingat kesempatan ini terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki bakat dan kemauan keras.

Bupati menargetkan capaian prestasi gemilang dari kontingen Solok pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat 2026 mendatang.

Dukungan ini menjadi bukti nyata sinergi erat antara pemerintah, induk organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembalikan kejayaan olahraga di Kabupaten Solok.(80)

Hadiri Festival Kuliner Tradisional, Wagub Vasko Ajak Masyarakat Jadikan Kuliner Minang Sebagai Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi Daerah    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Hadiri Festival Kuliner Tradisional, Wagub Vasko Ajak Masyarakat Jadikan Kuliner Minang Sebagai Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menghadiri Festival Kuliner Tradisional yang digelar di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Minggu (21/6/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menghadiri Festival Kuliner Tradisional yang digelar di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang sekaligus upaya memperkuat promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat berbasis kuliner tradisional.

Dalam sambutannya, Vasko menegaskan kuliner merupakan salah satu identitas penting Sumbar yang memiliki kekuatan besar untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, kuliner tradisional harus terus dijaga, dikembangkan, dan dipromosikan agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Peringatan 100 Tahun Jam Gadang bukan hanya tentang mengenang sejarah sebuah bangunan ikonik, tetapi juga tentang merayakan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Salah satunya adalah kuliner tradisional Minangkabau yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Vasko.

Ia mengatakan, berbagai makanan khas Minangkabau seperti rendang, sate Padang, lamang tapai, sala lauak, katupek gulai paku, hingga galamai merupakan warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Menurut Vasko, sektor kuliner juga memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar terus mendorong peningkatan kualitas produk, sertifikasi, pengemasan, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar bagi para pelaku UMKM.

“Yang kita bangun bukan hanya festival, tetapi sebuah ekosistem. Ketika budaya, pariwisata, dan UMKM bergerak bersama, maka manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Vasko menilai Festival Kuliner Tradisional menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada wisatawan sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia.

Selain menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian budaya dan penguatan UMKM, Vasko juga menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat yang memadati kawasan Jam Gadang.

Didampingi sang istri, Ny. Dianita Maulin Vasko, ia turut menghibur pengunjung dengan membawakan sebuah lagu di atas panggung utama festival.

Penampilan pasangan tersebut disambut antusias oleh ratusan masyarakat yang hadir. Suasana kawasan Jam Gadang pun semakin semarak ketika para pengunjung ikut bernyanyi dan memberikan tepuk tangan meriah sepanjang penampilan.

Bagi Vasko, festival kuliner ini tidak hanya menjadi ruang promosi produk dan tradisi lokal, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui interaksi yang hangat dan penuh kebersamaan.

Menutup sambutannya, Vasko berharap Festival Kuliner Tradisional dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Sumbar di kancah nasional dan internasional. “Kita ingin warisan budaya ini tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi hari ini maupun generasi yang akan datang,” tutupnya. (adpsb/bud)

Car Free Day Kota Solok: Sehatkan Tubuh, Hijaukan Lingkungan – Wali Kota dan Kapolres Bagikan Bibit Bakau    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Car Free Day Kota Solok: Sehatkan Tubuh, Hijaukan Lingkungan – Wali Kota dan Kapolres Bagikan Bibit Bakau
Suasana pagi yang segar dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Car Free Day di Kota Solok, Minggu (21/6). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Suasana pagi yang segar dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Car Free Day di Kota Solok, Minggu (21/6).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Solok bersama Kapolres Solok Kota ini bukan hanya menjadi ajang berolahraga, tetapi juga sarana berbagi manfaat bagi kesehatan dan kelestarian alam.

Acara yang berlangsung meriah ini diikuti antusias oleh warga dari berbagai kalangan. 

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi yang terjalin erat antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dalam mewujudkan kota yang sehat dan asri.

Dalam kesempatan tersebut, disediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Polres Solok Kota. 

Layanan ini dimanfaatkan dengan baik oleh warga, bahkan Wali Kota Solok Ramadhani dan Kapolres pun turut serta memeriksakan kondisi kesehatannya bersama masyarakat.

Wali Kota menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif pelayanan kesehatan ini. 

“Ini adalah bentuk kehadiran negara yang paling nyata, memberikan kemudahan bagi warga untuk memantau kesehatan tanpa dipungut biaya,” ujarnya.

Tidak hanya soal kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bibit tanaman bakau secara simbolis kepada seluruh lurah se-Kota Solok. 

Penyerahan yang dilakukan langsung oleh Wali Kota dan Kapolres didampingi jajaran kepala OPD ini menjadi awal dari gerakan pelestarian lingkungan.

Program penanaman bakau ini memiliki manfaat ganda: selain menjaga kelestarian alam, tanaman ini juga berperan penting sebagai benteng alami penahan abrasi dan mitigasi dini untuk mengurangi risiko banjir. Bibit tersebut nantinya akan ditanam di lokasi strategis yang telah disiapkan.

Kapolres Solok Kota menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini menjadi kekuatan utama. 

“Kami ingin membuktikan bahwa keamanan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Lewat kerja sama, segala hal positif dapat terwujud,” tegasnya.

Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan mencintai lingkungan semakin tumbuh. 

Langkah kecil ini diharapkan terus berlanjut demi mewujudkan Kota Solok yang hijau, sehat, dan tangguh menghadapi perubahan iklim di masa mendatang.(80)

Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru
Menaker saat menjadi pembicara pada Global Parenting Summit 2026 dengan tema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia di Bandung, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya menyiapkan generasi mas a depan Indonesia dengan keterampilan yang relevan dan karakter yang kuat agar mampu menghadapi dunia kerja baru yang terus berubah.

Menurut Menaker, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi hijau, pola kerja jarak jauh, serta meningkatnya persaingan global telah membawa perubahan besar terhadap dunia kerja.

"Lanskap dunia kerja terus berubah. Karena itu, kita perlu menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang," kata Menaker saat menjadi pembicara pada Global Parenting Summit 2026 dengan tema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia di Bandung, Sabtu (20/6/2026).

Menaker mengemukakan, laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memperkirakan 22 persen pekerjaan akan terdampak perubahan hingga 2030. Pada periode yang sama, sekitar 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan muncul, sementara 92 juta pekerjaan lainnya ber potensi tergantikan.

Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kompetensi di dunia kerja juga terus berkembang. Dunia kerja masa depan tidak hanya membutuhkan penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman.

Menaker menilai, penguatan keterampilan masa depan menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju 2045. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia pada 2045 dengan pendapatan per kapita diproyeksikan mencapai USD 23.000 hingga USD 30.300 sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025–2045.

Menurutnya, peluang tersebut harus didukung SDM yang unggul, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Di tengah bonus demografi yang berlangsung, keberhasilan Indonesia mencapai target tersebut sangat bergantung pada kemampuan menyiapkan generasi yang kompeten dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

"Karena itu, generasi masa depan perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis," kata Menaker.

Menaker juga menegaskan bahwa keterampilan masa depan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti integritas, disiplin, tanggung jawab, etika, dan empati merupakan fondasi penting dalam membangun talenta yang berkualitas.

Menaker menambahkan, di tengah kemajuan AI yang semakin pesat, kemampuan manusia yang tidak dapat digantikan teknologi justru akan semakin bernilai. 

Kemampuan membangun kepercayaan, berempati, berkomunikasi, memimpin, dan bekerja sama menjadi keunggulan yang harus terus dikembangkan.

"Semakin canggih AI, semakin penting keterampilan manusia yang tidak dapat ditiru oleh mesin. Semakin canggih AI, semakin langka dan semakin bernilai sentuhan manusia," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Menaker mengajak para orang tua untuk mengambil peran aktif dalam menyiapkan generasi masa depan. 

Menurutnya, keluarga merupakan ekosistem pembelajaran pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter, kebiasaan belajar, dan pola pikir anak.

"Anak-anak kita mungkin akan bekerja pada profesi yang hari ini bahkan belum ada. Karena itu, tugas kita bukan hanya menyiapkan mereka untuk satu pekerjaan tertentu, tetapi membekali mereka dengan kemampuan belajar, karakter yang kuat, serta keterampilan yang membuat mereka siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan," pungkas Menaker. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Ini Kata Wako Fadly Amran pada Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT di Sumbar, Harap Disimak!    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Ini Kata Wako Fadly Amran pada Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT di Sumbar, Harap Disimak!
Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, menghadiri sekaligus menandatangani Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT, di kawasan Car Free Day depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat (Sumbar). (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, menghadiri sekaligus menandatangani Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT, di kawasan Car Free Day depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (21/6/2026) pagi.

Penandatanganan dilakukan di atas kain putih sepanjang 1 kilometer sebagai simbol komitmen bersama menolak penyalahgunaan narkoba, penyimpangan seksual seperti LGBT, tawuran, pergaulan bebas, dan berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya.

Wako Fadly Amran mengapresiasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Forkopimda Sumbar yang menggagas deklarasi tersebut sebagai langkah nyata melindungi generasi muda Minangkabau.

"Pemko Padang mengapresiasi deklarasi ini sebagai wujud komitmen bersama menolak berbagai bentuk penyimpangan. Kota Padang, dan Sumatera Barat harus menjadi daerah yang diberkahi dengan berlandaskan nilai agama dan budaya sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," katanya. 

Fadly Amran menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat upaya pencegahan berbagai perilaku negatif di tengah masyarakat, khususnya generasi muda melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau serta Program Sinergi Nagari yang diperkuat dengan peran Dubalang Kota.

"Selain itu, Pemko Padang juga menyiapkan penguatan regulasi melalui sinergi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) dengan Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota. Sinergi regulasi ini akan memperkuat peran hukum adat dalam pembinaan serta pemberian sanksi sosial terhadap berbagai perilaku menyimpang," ujarnya. 

Wali Kota mengajak seluruh orang tua dan masyarakat menjadikan keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan berbagai pengaruh negatif terhadap anak.

"Keluarga adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak, karena itu jangan sampai lengah terhadap perkembangan mereka. Mari bersama-sama kita dukung program Smart Surau, Sinergi Nagari, dan berbagai program lainnya untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda," cakapnya. 

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menegaskan deklarasi tersebut merupakan komitmen bersama melindungi generasi muda Sumbar dari bahaya narkoba dan LGBT. Ia juga mendorong pembentukan Kampung Bebas Narkoba sekaligus pemberian penghargaan kepada generasi muda yang aktif dalam pembinaan karakter.

"Pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan, sekolah, hingga tempat ibadah. Mari kita pastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban narkoba, dan seluruh program yang telah dicanangkan dapat dijalankan secara konsisten," katanya. 

Kepala BNNP Sumbar, Toton Rasyid, menyampaikan pencegahan merupakan strategi paling efektif memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan survei prevalensi tahun 2019, sekitar 65 ribu warga Sumbar pernah menyalahgunakan narkotika, sementara kapasitas rehabilitasi masih terbatas sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah munculnya pengguna baru.  

Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Sati, mengajak seluruh pemerintah daerah di Sumbar mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung pencegahan narkoba dan pembinaan generasi muda sebagai tanggung jawab bersama. (Prokompin).