PADANG

SUMBAR

Latif
Baru Bebas, Noeim Ba'asyir Meninggal Dunia
Minggu, Februari 24, 2019

On Minggu, Februari 24, 2019

Baru Bebas, Noeim Ba'asyir Meninggal Dunia
BENTENGSUMBAR. COM - Keponakan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir, Noeim Ba'asyir, yang baru saja bebas dari penjara, meninggal dunia. Diduga Noeim meninggal karena mengalami sakit jantung.

"Saya telah mengecek ke Polres Surakarta, menginfokan bahwa Noeim Ba'asyir benar, baru saja meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Agus Tri Atmaja ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu, 23 Februari 2019.

Noeim Ba'asyir dikabarkan mengalami sakit jantung dan sempat diberi pertolongan pertama ke RS Kustati, Solo. Saat ini jenazahnya dikabarkan masih berada di rumah sakit.

"Kabarnya (meninggal) barusan," imbuh Agus.

Noeim baru saja menghirup udara bebas setelah menjalani proses pemidanaan selama 6 tahun. Dia bebas murni pada 19 Februari kemarin.

Dua tahun terakhir masa penahanannya, dia menghuni Lapas Tulungagung. Noeim kerap berpindah lapas selama menjalani masa tahanan.

Pada 19 Februari 2019 lalu, Noeim baru saja bebas dari LP Tulungagung. Selama hampir 2 tahun terakhir Noeim menjalani pemidanaan di Lapas Klas IIB Tulungagung.

(Source: detik.com)

Janda-janda Cianjur Dukung Jokowi-Ma'ruf, Ini Harapan Mereka
Minggu, Februari 24, 2019

On Minggu, Februari 24, 2019

Janda-janda Cianjur Dukung Jokowi-Ma'ruf, Ini Harapan Mereka
BENTENGSUMBAR. COM - Relawan Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) menggelar deklarasi bersama warga Cianjur, Jawa Barat. GNR membagikan rencana program 'Janda di Nafkahi Negara', puluhan janda lansia yang hadir sepakat untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres mendatang. 

Salah satu warga kampung Lembur Sawah, Kecamatan Cugenang, Cianjur Siti Hafsari (62) mengatakan, dirinya berharap program tersebut bisa memberikan harapan baru buat janda-janda lansia yang sudah tidak mampu lagi bekerja. Ia mengaku merasa malu menjadi beban anak-anaknya selama ini. 

"Anak saya hanya buruh tani, dia juga harus menghidupi keluarganya. Kalau saya mau jajan, malu kalau minta terus ke anak. Saya berharap betul program ini ada," ucap Siti, dalam keterangan yang diterima detikcom dari GNR, Minggu, 24 Februari 2019. 

Hal serupa dinyatakan Siti Habsoh (58). Menurutnya program itu dapat menunjukan kepedulian Jokowi pada rakyat. 

"Jika ini dijalankan, pak Jokowi memberikan bukti bisa memanusiakan kami yang sudah hidup sendiri. Kami berharap janji ini bisa ditepati jika pak Jokowi menang," Ujarnya.

Deklarasi GNR bersama warga Cianjur di fasilitasi oleh Kopi Politik Syndicate (KPS), yang sejauh ini terus merangkul beberapa elemen masyarakat untuk mendukung Jokowi-KH Maruf Amin. Direktur KPS, Indra Budiman mengatakan pihaknya terus menggalang element masyarakat untuk memenangkan Jokowi.

"Kita rangkul semua dalam satu wadah KPS dan usulan program Janda Dinafkahi Negara semoga membawa kesejahteraan bagi para janda-janda yang ada di Indonesia," Kata Indra.

(Source: detik.com)

Hari Ini, Jokowi Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan di Sentul
Minggu, Februari 24, 2019

On Minggu, Februari 24, 2019

Hari Ini, Jokowi Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan di Sentul
BENTENGSUMBAR. COM - Capres nomor urut 01, Joko Widodo, dijadwalkan untuk menyampaikan pidato kebangsaan di hadapan puluhan ribu perwakilan partai politik pendukung dan relawan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 24 Februari 2019. Pidato untuk menunjukkan bahwa Jokowi memang kontras dengan Prabowo Subianto.

"Beliau akan berbicara tentang bagaimana arah kepemimpinan beliau ke depan," kata Sekretaris TKN, Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, di sela Safari Kebangsaan VIII, di Bandung, Sabtu, 23 Februari 2019.

Misalnya, membangun infrastruktur yang menjadi basis strategi untuk kemudian dilanjutkan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal inilah yang akan menjadi keunggulan indonesia ke depan.

"Sehingga kita menjadi manusia unggul. Pesantren-pesantren juga akan dibangun dengan masif sebagai pusat penggemblengan calon-calon pemimpin yang berakhlak mulia, semua dibangun dengan baik," kata Hasto.

Lebih jauh, Hasto mengatakan kepemimpinan Jokowi adalah antitesa dari Prabowo. Dan itu bisa ditinjau dari semua aspek.

Hasto menyebut Jokowi punya keluarga baik-baik sementara yang disana dipertanyakan masyarakat. Jika Prabowo belum pernah punya pengalaman di pemerintahan, maka Jokowi sebaliknya.

"Di sini (Jokowi), politik tanah untuk rakyat, di sana (Prabowo) untuk pribadi. Itu merupakan kontradiksi yang nyata," tegas Hasto.

"Di sini optimis, di sana pesimis. Jokowi melihat data, di sana tidak. Jadi kompetensi Jokowi, yang di sana kita bisa lihat masyarakat mempertanyakan. Karena itulah dalam debat masyarakat menjadi ebih terbuka bahwa Prabowo lebih banyak lihat jargon, sementara Jokowi berbicara kepentingan rakyat. Apa yang sudha dan akan dilakukan nanti," ungkapnya.

(Source: BeritaSatu.com)

Pemuda Pancasila DKI Dukung Jokowi
Minggu, Februari 24, 2019

On Minggu, Februari 24, 2019

Pemuda Pancasila DKI Dukung Jokowi
BENTENGSUMBAR. COM - Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) DKI Jakarta, menyatakan dukungan kepada pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Hanya saja, hal tersebut diberikan atas nama pribadi atau individual kepada Dewan Pembina Masyarakat Cinta Masjid (MCM), Budi Karya Sumadi, dan bukan keputusan organisasi.

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) DKI Jakarta, Thariq Mahmud, menyebut jika dukungan tersebut menjadi potensi besar untuk memperkuat barisan relawan dan Parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf .

“Sebab arahan Pak Ketum (Yapto S. Soerjosoemarno), PP secara organisasi netral. Tapi kami memiliki kewajiban menjaga dan mengamankan pemilu 2019. Saya harap seluruh pihak bisa berkoordinasi dalam menjaga keamanan dan kesatuan, kebhinekaan Indonesia,” kata Thariq di Markas Komando, Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Februari 2019 siang.

“Dukungan ada yang mengarah ke 01 dan 02. Tapi jangan membuat kita terpecah dan hancur. Untuk pendukung 01, pada 3 Maret di Istora Senayan, akan deklarasi # GW01 dan dihadiri sekitar 10 ribu anggota. Sekali lagi ini atas nama individual. Pak Ketum, Pak Jokowi, menteri-menteri juga akan hadir dan kami akan tunjukkan siapa PP DKI Jakarta,” tegasnya didampingi Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Cut Meutia, Indra Harsono.

Sementara itu Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa dukungan dari PP DKI Jakarta difasilitasi Muhammad Pradana Indraputra, Ketua Koordinator KITASATU (Relawan Milenial Jokowi-Amin) dan pemimpin pembacaan deklarasi alumni SMA Jakarta Bersatu.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan ini. Mereka tadi telah sepakat dan berikhtiar untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf, yang akan membawa Indonesia lebih maju dan makmur,” ucap Budi Karya.

“Kita tahu PP sangat nasionalis, sama seperti Pak Jokowi dan Ma’ruf. Ini menjadi tambahan modal kita untuk membuat negara yang tetap bersandar pada Pancasila. Kita sepakat hanya merekrut orang-orang yang berkomitmen dengan Pancasila, bukan sebaliknya,” imbuhnya.

Budi Karya juga mengimbau Pemuda Pancasila membantu mewujudkan Pilpres 2019 yang damai dan sejuk. Apalagi, dikatakan Budi, Presiden Jokowi mengingatkan bahwasanya bangsa kita harus bersatu, bersama-sama maju ke depan.

“Kita juga harus berantas hoaks dan ancaman keamanan dan kenyamanan di tingkat lingkungan sekitar kita. Bersama PP, saya yakin bisa terwujud. Kita punya banyak tantangan ke depan. Kita tidak toleransi kelompok atau golongan yang ingin meniadakan Pancasila. Tentunya ini membahayakan kelangsungan bangsa,” paparnya.

Lebih jauh, Budi Karya meminta semua pihak solid untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dalam pemilihan presiden yang akan digelar 17 April 2019 mendatang. Sejauh ini, pihaknya juga terus menjaring dukungan, semangat dan optimisme kerja nyata, dengan pihak-pihak yang bulat mendukung Jokowi dan Amin sebagai presiden dan wakil presiden, melanjutkan pembangunan sesuai nawacita kedua.

Disampaikannya juga, bahwa kepemimpinan Jokowi adalah kepemimpinan yang teladan, pekerja keras dan contoh-contoh yang sudah dikerjakan selama 4 tahun ini begitu bagus dan terbukti nyata. “Saya ini Islam, tapi pak Jokowi lebih Islam dari saya. Bapak Jokowi orang baik, soleh dan punya komitmen kuat memajukan bangsa. Kita ikuti syariat Islam, kita tidak boleh memikirkan kelompok. Kita harus jaga betul kedamaian dan persatuan dan kesejukan bagi bangsa. PP elemen bangsa yang cinta kedamaian dan sejuk. Kita tidak ingin negara ini dibelokkan kemana-mana. Kita merekrut orang tidak sembarangan agar keutuhan nasional tetap tercapai,” urai alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

“PP dengan cabang dan ranting di tingkat RW-nya, harus bantu keamanan di masyarakat. Kita harus bantu berikan perlindungan ke masyarakat. Apalagi saat pemilihan nanti, masyarakat, khususnya yang minoritas, tidak boleh takut memberiakn suaranya di TPS karena adanya ancaman atau gerakan-gerakan teror yang mengintimidasi. Jangan lupa juga PP untuk aktif di media sosial dan menggaet pemilih milenial juga,” pungkasnya.

(Source: BeritaSatu.com)

Puisi Neno, Boni Hargens: Cara Pikir yang Berbahaya
Minggu, Februari 24, 2019

On Minggu, Februari 24, 2019

Puisi Neno, Boni Hargens: Cara Pikir yang Berbahaya
BENTENGSUMBAR. COM - Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyayangkan puisi inisiator Gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman yang disampaikan pada acara Munajat 212 di Monas pada Kamis, 21 Februari 2019 malam. Menurut Boni, puisi Neno Warisman sangat berbahaya bagi keamanan masyarakat.

“Ya Mbak Neno kan supaya Tuhan harus memenangkan Prabowo misalnya, ini menurut saya sebuah aksi publik yang sangat berbahaya,” ujar Boni seusai acara diskusi LPI bertajuk “Pemilu 2019 Bebas Konflik, Pendekatan Keamnan dan Intelejen” di Plaza Sentral, Sudirman, Jakarta, Sabtu, 23 Februari 2019.

Pada acara Munajat 212, Neno Warisman membawa puisi yang menjadi sorotan publik karena beberapa bagian dari puisi tersebut seakan-akan mengancam Tuhan jika Jokowi-Ma’ruf Amin menang Pilpres 2019. Puisi ini pun menjadi sorotan publik dan menjadi viral.

"Jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang kepada kami dan anak cucu kami.‎ Jangan tinggalkan kami dan menangkan kami. Jika engkau tidak menangkan, kami khawatir Ya Allah, kami khawatir tak ada lagi yang menyembahmu," bunyi puisi yang dibacakan Neno Warisman.

Boni menilai puisi Neno tersebut menyatakan bahwa surga bisa dipolitisasi dan iman orang dikacaukan dengan narasi politik demi memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga. Boni mengaku aneh dengan cara berpikir Neno yang beranggapan Tuhan bisa dikalahkan.

“Jadi nanti kalau kalah ini, berarti Tuhan dikalahkan, loh Tuhan mana yang bisa dikalahkan. Tuhan tidak pernah bisa dikalahkan, jadi kalau calon presidennya kalah, lalu tidak ada yang menyembah Tuhannya dan Tuhan kalah ini, menurut kami sebuah radikalisasi berpikir yang sangat bahaya bagi keamanan masyarakat,” jelas Boni.

Lebih lanjut, Boni seharusnya Tuhan atau agama tidak perlu dibawa-bawa ke ranah politik. Kalaupun simbol-simbol agama ditarik ke ranah politik, seharusnya ditempatkan pada konteks yang benar dan sesuai dengan nilainya yang benar.

“Agama ini kan benar, ya kenapa dirusaki satu atau dua orang untuk kepentingan politik, ya harus bicara soal perbedaan itu wajar, ketentraman harus kira jaga, perdamaian itu harus kita jaga siapapun yang menang dan kalah,” ungkap Boni.

Menurut Boni, dalam demokrasi, menang dan kalah merupakan hal yang wajar dan harus diterima oleh siapapun. Jika ada yang keberatan dengan hasil proses demokrasi, sudah terdapat ruang-ruang untuk menyampaikan dan memproses hasil proses demokrasi tersebut. Bukan malah membawa agama dan Tuhan yang tidak ada urusannya sama sekali.

“Ada yang kalah dan menang, kita harus terima dan Tuhan tidak ada urusan juga untuk disalahkan ketika faktanya tidak sesuai dengan yang kita mau. Jadi, jelas, itu (puisi Neno) politisasi yang sangat berbahaya,” pungkas Boni. 

(Source: BeritaSatu.com)

Soal Puisi Neno, Sekjen Samawi: Tuhan Kok Diancam
Minggu, Februari 24, 2019

On Minggu, Februari 24, 2019

Soal Puisi Neno, Sekjen Samawi: Tuhan Kok Diancam
BENTENGSUMBAR. COM - Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), Aminuddin Maruf menyesalkan puisi dari Neno Warisman. Menurut Aminuddin, puisi Neno seperti mengancam Tuhan.

“Kita bisa menilai. Bagaimana puisi yang diucapkan Neno Warisman, seolah-olah mengancam Tuhan. Tuhan kok diancam,” kata Aminuddin dalam keterangannya sebagaimana diterima Beritasatu.com, Sabtu, 23 Februari 2019.

Seperti diketahui, Neno membaca puisi saat acara Munajat 212 di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019. Sepenggal puisi Neno tersebut berbunyi: “Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu”.

Aminuddin lantas membandingkan Munajat 212 dengan kegiatan istigasah dalam rangka Hari Lahir ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion GBK, Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut Aminuddin, doa yang dipanjatkan sangat berbeda.

“Kalau murni acara istigasah dan doa bersama untuk bangsa ya sudah berdoa saja tidak menyinggung kemenangan pasangan A atau pasangan B,” ucap Aminuddin. Aminuddin menyebut, Munajat 212 bentuk kebuntuan strategi tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Aminuddin menambahkan, Munajat 212 bisa dianggap kampanye terselubung. “Kampanye terselubung berbalut munajat dan doa. Mereka sudah enggak menemukan lagi cara kampanye selain menggunakan merek 212,” imbuh Aminuddin. 

(Source: BeritaSatu.com)

Ahok Bisa Bawa Dampak Positif dan Negatif Bagi PDIP
Minggu, Februari 24, 2019

On Minggu, Februari 24, 2019

Ahok Bisa Bawa Dampak Positif dan Negatif Bagi PDIP
BENTENGSUMBAR. COM - Kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di PDI Perjuangan bisa membawa dampak positif juga negatif.

Ini lantaran Ahok merupakan sosok yang kontroversial. Ada sebagian rakyat yang mendukungnya dan ada juga yang kontra.  

"Ahok memang bisa membawa dampak negatif bagi PDIP, tapi di sisi lain bisa juga menimbulkan sentimen positif. Mengapa demikian, karena dalam diri Ahok terdapat dua sisi yang diametral atau sisi yang betentangan,” tegas Direktur Indonesia Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo kepada wartawan, Sabtu, 28 Februari 2019.

Atas alasan itu, dia menilai sejumlah survei yang menyebut elektabilitas PDIP mengalami penurunan, bukan serta merta diakibatkan oleh Ahok. 

Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat pada Desember 2018, elektabilitas PDIP sebesar 27,7 persen, turun pada Januari 2019 menjadi 23,7 persen. Sementara indEX mencatat elektabilitas PDIP sebesar 25,7 persen di bulan Januari, tapi saat ini melorot menjadi 22,9 persen.

“Elektabilitas PDIP yang turun tak bisa ditelan mentah-mentah karena faktor bergabungnya Ahok,” tegasnya.

Menurutnya, diperlukan survei dari beberapa lembaga yang dilakukan setelah masuknya Ahok di partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

“Untuk memastikan pengaruh Ahok terhadap elektabilitas PDIP perlu beberapa lembaga survei," pungkasnya.

(Source: rmol.co)

Pujian Wapres JK untuk Jokowi: Demokratis, Tidak Nepotisme dan Tak Menjermuskan Bangsa
Minggu, Februari 24, 2019

On Minggu, Februari 24, 2019

Pujian Wapres JK untuk Jokowi: Demokratis, Tidak Nepotisme dan Tak Menjermuskan Bangsa
BENTENGSUMBAR. COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memuji sikap Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurut JK, Jokowi tak pernah membicarakan soal proyek atau hal hal yang menguntungkan pribadinya.

Hal itu disampaikan JK dalam acara Silaturahmi Nasional Institut Lembang Sembilan Sembilan Tahun 2019 di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 Februari 2019 malam.

"Saya ingin menyampaikan pada Anda semua seperti contoh, saya sudah hampir 4,5 tahun dengan Pak Jokowi. Dan 4,5 tahun tidak pernah sekalipun kita berbicara tentang proyek pribadi. Tidak ada. Tidak pernah. Dan setahu saya juga dia tidak pernah berbicara pada saya tentang hal hal tersebut," kata JK.

Menurut JK suatu negara akan rusak bila presiden dan keluarga melakukan nepotisme. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh Jokowi. Padahal, Jokowi sangat mudah bila ingin memberikan proyek kepada keluarganya.

"Anda tentu tahu putra beliau 2. Satu jual martabak dan katering, cukup baik. Satu jual pisang. Tidak ada yang proyek jalan atau proyek industri, Tidak ada. Artinya tidak akan terjadi nepotisme. Apa susahnya sebenarnya beliau menunjuk suatu proyek, tapi tidak," terangnya.

JK melanjutkan pujiannya untuk Jokowi. Menurutnya, Jokowi adalah sosok demokratis. JK bercerita bahwa Jokowi selalu memutuskan semua hal lewat mekanisme rapat. Hampir setiap hari digelar rapat kabinet. Terkadang, sehari bisa 2 hingga 3 kali rapat. Menurutnya, hal tersebut untuk mencerminkan bila Jokowi selalu berusaha untuk adanya kebersamaan.

"Sehingga tiap tahun lebih dari 200 kali rapat. Jadi bayangkan kenapa saya harus pindah kantor dekat presiden, supaya mudah keluar rapat saya datang. Kalau di Merdeka Selatan itu mesti naik mobil lagi ke seberang," ungkap JK.

"Itu artinya beliau sangat demokratis. Ingin demokratis, menjalankan demokrasi. Tanpa ingin memaksakan kehendak. Jadi, kemungkinan untuk otoriter tidak akan terjadi," sambungnya.

Politikus senior Partai Golkar itu menambahkan, dalam menjalankan kenegaraan wajib diusahakan secara demokratis dan tidak melanggar aturan. Hal itu pun tercermin dari sikap Jokowi yang ingin memajukan bangsa.

"Maka, kenapa saya di mana-mana juga berbicara saya memilih pasangan 01, karena itu bahwa itu tidak akan menjerumuskan bangsa," ucap JK.

Menurut JK, pemimpin otoriter dan nepotisme bisa membuat negara hancur. Dia mencontohkan negara Venezuela yang dikenal mempunyai cadangan minyak terbesar di dunia kini menjadi negara miskin karena pemimpinnya nepotisme dan otoriter. Hal itu pun juga terjadi di negara-negara Timur Tengah. Terlebih, Indonesia pernah mengalami masa kepemimpinan yang otoriter.

"Karena itulah mengapa kita mempunyai dasar kita mendukung siapa. Bukan untuk kepentingan kita, tapi kepentingan secara keseluruhan dan pilihan pilihan itu harus objektif. Tidak hanya sekadar baik sehingga tidak mau mendukung sesuatu," tutupnya.

(Source: merdeka.com)

Pemko Padang Apresiasi Pembangunan Baru Masjid Muthmainnah
Minggu, Februari 24, 2019

On Minggu, Februari 24, 2019

Pemko Padang Apresiasi Pembangunan Baru Masjid Muthmainnah
BENTENGSUMBAR. COM - Pemerintah Kota Padang menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasi atas semakin banyaknya berdiri masjid atau musala di Kota Padang. Begitu pun upaya perbaikan dan peningkatan sarana prasarana pendukung lainnya, diharapkan keberadaan dan fungsi rumah ibadah bagi umat muslim tersebut betul-betul dirasakan di tengah-tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Pj. Sekda Kota Padang Amasrul sewaktu mewakili Wali Kota Padang dalam kegiatan peletakkan batu pertama sebagai tanda awal mulai dibangunnya kembali Masjid Muthmainnah Simpang Tiga Belimbing, Kuranji, Sabtu, 23 Februari 2019.

Sekda pun mengaku sangat mengapresiasi niatan pengurus Masjid Muthmainnah dan juga jamaah setempat yang berkeinginan membangun ulang kembali bangunan masjid itu agar lebih representatif.

"Atas nama Pemko Padang kita tentu menyambut baik dan mengapresiasi dilakukannya pembangunan baru Masjid Muthmainnah ini. Upaya ini bagus sekali demi memperbesar lebar dan luas bangunan masjid, apalagi kita ketahui jumlah jamaahnya cukup banyak di sini," ucapnya.

"Kita berharap kepada masyarakat atau siapa saja yang memiliki rezeki berlebih semoga biaa menjadi donatur untuk pembangunan Masjid Muthmainnah tersebut. Alhamdulillah Insyaallah, Pemko Padang sendiri membantunya sebanyak Rp 50 Juta," ungkapnya.

Di sisi lain Amasrul pun mengapresiasi melihat terus terjadinya penambahan masjid dan musala di tengah-tengah masyarakat di Kota Padang. Baik di komplek-komplek baru atau pun dilakukan oleh masyarakat atau perantau yang melakukannya.

"Seperti contoh di pinggir Pantai Padang, ke depan juga akan dibangun lagi masjid di Muaro Lasak setelah sebelumnya sudah berdiri masjid yang cukup besar di Muaro dan sekarang masih tahap penyelesaian. Untuk itu kita tentu berharap, dengan semakin adanya sarana prasarana masjid ini, hendaknya dapat meningkatkan kualitas iman masyarakat terutama generasi muda kita di Kota Padang," imbuhnya memgakhiri.

Dalam peletakkan batu pertama pembangunan Masjid Muthmainnah tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Padang Dapil Pauh-Kuranji Muzni Zen, Sekcam Kuranji, dan tokoh masyarakat serta pengurus masjid setempat. 

(David)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *