PADANG

SUMBAR

Headline

Kompolnas: Tidak Ada Bukti Mahasiswa Papua Rusak Bendera

BENTENGSUMBAR.COM - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan tidak ada bukti bahwa pelaku perusakan bendera merah putih hingga ja...

Headline
Iklan Bapenda
Soal Papua, Ansor dan Banser Diminta Tak Terprovokasi
Minggu, Agustus 25, 2019

On Minggu, Agustus 25, 2019

Soal Papua, Ansor dan Banser Diminta Tak Terprovokasi
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kendal, Jawa Tengah Muhammad Ulil Amri meminta kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk tidak terprovokasi isu SARA yang sedang memanas di Papua. 

"Seluruh kader Ansor dan Banser Kabupaten Kendal diminta tidak terpancing terhadap isu SARA menjadi pemicu pecahnya kerusuhan di Papua. Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh kader untuk bisa menahan diri," tegasnya.

Dilansir dari NU Online, Ulil Amri, Sabtu, 24 Agustus 2019 menyampaikan, berbagai provokasi hingga bully dan kabar hoaks menimpa Ansor dan Banser dan harus dihadapi dengan kepala dingin.

“Di media sosial, Banser dibully kenapa tidak berangkat ke Papua. Sampai Ketum PP Ansor pun tak luput dari sasaran berita hoaks bahwa Ansor tidak terjun ke Papua karena tidak ada anggaran dari pemerintah. Bukan pertama kali ketika ada isu Papua, Banser dibenturkan,” katanya.

Ulil memastikan Banser tetap siap menjaga NKRI dalam situasi apapun. Namun semuanya ditempuh dalam koridor negara hukum dan dilakukan secara terukur berdasarkan komando dari struktur organisasi. 

“Jadi, kalau sahabat-sahabat menemukan provokasi demikian di medsos, sekali lagi jangan terpancing. Papua adalah bagian dari NKRI dan karenanya warga Papua adalah kita,” pesannya.

Dijelaskan, Pimpinan Pusat Ansor telah menginstruksikan seluruh jajaran pengurus agar menempatkan Banser di asrama mahasiswa Papua. Tujuannya untuk memberikan rasa aman bagi para mahasiswa Papua yang sedang belajar di luar daerah. “Dan sekaligus untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan,” tegasnya.

Sekretaris PC GP Ansor Kendal, Misbahul Munir mengatakan, kecintaan kader Ansor terhadap NKRI tak harus menunggu pengakuan dari pihak lain. Dalam momen peringatan HUT ke-74 kemerdekaan RI ini, semua jajaran pengurus dari tingkat cabang hingga ranting berbaur dengan pemangku kepentingan terkait menyemarakkan kegiatan.

“Wujud bhakti kami pada kiai dan ulama sebagai panutan kami itu dengan menjaga bangsa ini agar tetap utuh. HUT Kemerdekaan menjadi momentum bagi kita bersama untuk merefleksikan kembali semangat dari para pendahulu kita,” terangnya.

Untuk konsolidasi kader, kata Misbah, pihaknya pada akhir bulan ini akan menggelar kemah kebangsaan. Kemah kebangsaan tersebut untuk meningkatkan kapasitas para kader agar lebih dinamis, loyal, dan militan dalam mengemban tugas.

“Sekaligus akan diadakan latihan gabungan (Latgab) Banser khusus Kepala Satuan dari tingkatan Ranting dan Kecamatan se Kabupaten Kendal yang pembaiatannya akan dilakukan oleh Panglima Besar Banser Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dari Pekalongan,” pungkasnya.

(Source: NU Online)

Razia, Satpol PP Padang Amankan 10 Wanita dan Puluhan Botol Minol
Minggu, Agustus 25, 2019

On Minggu, Agustus 25, 2019

Razia, Satpol PP Padang Amankan 10 Wanita dan Puluhan Botol Minol
BENTENGSUMBAR.COM - Sebanyak 10 orang wanita dan puluhan botol minol diamankankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Tim SK4 Pemko Padang pada Minggu, 25 Agustus 2019 dini hari.

Penertiban dilakukan dalam rangka pengawasan dan pemantauan tempat hiburan malam. Satpol PP Kota Padang bersama Tim SK4 menyisir sejumlah tempat hiburan malam di kawasan Pondok Kecamatan Padang selatan.

Di lokasi tersebut, di dalam kafe-kafe dan tempat hiburan ada sebahagian pengunjung wanita yang tidak memiliki KTP, sehingga untuk proses lebih lanjut mereka terpaksa di bawa ke Mako Satpol PP Padang.

Satu persatu tempat hiburan malam itu di datangi seperti kafe Denai, Juliet, Damarus, dan kafe JB. Di lokasi ini, diamankan 38 botol minol dan 3 orang wanita.

Sedangkan, di kafe 25, cafe grande diamankan sebanyak 6 orang.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Al Amin mengatakan, pada operasi kali ini, Satpol PP bersama Tim SK 4 Pemko Padang secara keseluruhan mengamankan 10 orang wanita tampa KTP dan kurang lebih 42 Botol minol.

"Terhadap tempat hiburan yang melanggar ketentuan selalu kita awasi dan peringatkan, pemilik kafe ini kita panggil serta wanita-wanita yang terjaring ini akan kita proses sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.

Selain itu, terkait penertiban ini, Satpol PP menghimbau kepada pengelola tempat hiburan agar beraktifitas sesuai aturan.

"Satpol PP akan terus lakukakan pengawasan sehingga Kota Padang terhindar dari perbuatan maksiat," tegas Al Amin.

(by/rel)

Wali Kota Tangerang Minta Maaf soal Jenazah Tak Diantar Ambulans
Minggu, Agustus 25, 2019

On Minggu, Agustus 25, 2019

Wali Kota Tangerang Minta Maaf soal Jenazah Tak Diantar Ambulans
BENTENGSUMBAR.COM - Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah, turun tangan merespons ramainya postingan soal warga yang terpaksa menggendong anak yang meninggal karena tak disediakan ambulans oleh puskesmas.

Anak itu bernama Muhammad Husein (8), yang meninggal karena tenggelam di Sungai Cisadane, Tangerang pada Jumat, 23 Agustus 2019 petang. Saat akan dibawa pulang oleh pamannya, puskesmas menolak melayani pengantaran jenazah dengan ambulans. 

Akhirnya jenazah dibawa keluar puskesmas, dan beruntung ada mobil yang mau mengantarkan jenazah ke rumah duka. Arief Wismansyah lalu menemui keluarga korban dan menyampaikan permohonan maaf.

"Takziah ke keluarga almarhum ananda Husein dan menyampaikan permohon maaf atas kekurangsigapan petugas puskesmas," ucap Arief dalam postingan di Instagram, Minggu, 25 Agustus 2019.

Arief memberikan teguran langsung kepada pihak puskesmas dan memerintahkan pembenahan pada SOP pelayanan di puskesmas. Saat peristiwa itu, puskesmas menolak melayani karena menyebut SOP-nya ambulans untuk warga sakit.

"(Saya) memerintahkan pembenahan pada SOP pelayanan di Dinas Kesehatan (Tangerang) terutama puskesmas untuk mengedepankan hal-hal yang bersifat gawat darurat atas dasar kemanusiaan," pungkas Arief.




(Source: kumparan.com)

PAN Ingin di Luar Pemerintah, PKS Bahagia Tak Sendirian Jadi Oposisi
Minggu, Agustus 25, 2019

On Minggu, Agustus 25, 2019

PKS Bahagia Dengar PAN Ingin di Luar Pemerintah
BENTENGSUMBAR.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut baik kabar Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan mengambil sikap di luar pemerintahan atau oposisi. 

Menjadi oposisi dinilai justru akan memperkuat fungsi pengawasan dan keseimbangan atau checks and balances terhadap kekuasaan. 

"Bahagia jika PAN ada di luar karena memperkuat posisi checks and balances," ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS, Mardani Ali Sera kepada SINDOnews, Minggu, 25 Agustus 2019.

Wakil Ketua komisi II DPR ini mengatakan, semua partai bebas menentukan sikap, baik di dalam maupun di luar pemerintah. 

Mengenai kabar PAN ingin berada di luar pemerintahan diungkapkan Amien Rais saat acara perayaan ulang tahun ke-21 PAN di Kolong Tol Pejagalan Pluit, Jalan Jembatan 3 Raya, Jakarta Utara, Jumat 23 Agustus 2019.

Amien mengaku dibisiki Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang menyebut PAN akan di luar pemerintahan. Amien yang merupakan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu mengaku lega mendengar bisikan Zulkifli.

Sementara, PKS selama ini sudah berkali-kali menyatakan akan berada di luar Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Saat konstestasi Pilpres 2019, PKS dan PAN merupakan sama-sama partai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

(Source: SINDOnews)

PA 212 ke Ngabalin: Bilang ke Jokowi, Pulangkan & Hapus Kasus Habib Rizieq!
Minggu, Agustus 25, 2019

On Minggu, Agustus 25, 2019

PA 212 ke Ngabalin: Bilang ke Jokowi, Pulangkan & Hapus Kasus Habib Rizieq!
BENTENGSUMBAR.COM - Kuasa hukum Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, Damai Hari Lubis, menyambut ajakan dialog soal kebangsaan yang dilontarkan Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin. Jika ajakan itu serius, Damai meminta Presiden Jokowi memulangkan Habib Rizieq.

"Kalau benar orang-orang pemerintahan serius mau dialog politik kebangsaan dan keterkaitannya dengan sistem ideologi Pancasila, dalam hal ini, maka terkait statement yang disampaikan oleh Ngabalin di beberapa media, hendaknya kami PA 212 berharap Ngabalin segera sampaikan ke Presiden Jokowi agar kembalikan IB Habib Rizieq Syihab/IB HRS ke Tanah Air dan berjanji secara tertulis akan hentikan atau hapuskan seluruh perkara yang pernah dilaporkan untuk IB HRS," kata Damai kepada wartawan, Minggu, 25 Agustus 2019.

Damai mengatakan Habib Rizieq terbuka untuk berdialog. Dialog itu, kata Damai, haruslah demi keutuhan bangsa dan negara. 

"Maka dialog terbuka bisa dimulai kapan pun demi keutuhan bangsa dan negara sehingga sikap solusi pemerintah sinkron dengan slogan-slogan pemerintah selama ini tentang isi statement NKRI harga mati," ujarnya.

Sebelumnya, Ngabalin merespons tuduhan Habib Rizieq yang menyebut pengurus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tak paham esensi Pancasila, bahkan cenderung berkhianat terhadap ideologi bangsa. Ngabalin meminta Habib Rizieq mengirim delegasi untuk berdialog.

"Semestinya gagasan-gagasan cerdas yang dimiliki oleh Rizieq itu bisa disampaikan kepada pemerintah, duduk bareng kita ngobrol. Siapa-siapa yang beliau utus kalau beliau belum bisa masuk kembali ke Tanah Air, apa yang hendak diberi masukan, monggo. Tapi menggunakan diksi dan narasi dengan memberikan akronim yang dengan pilihan-pilihan kata yang tidak tepat bagi seorang tokoh, seorang ulama, habaib, yang dialamatkan kepada pemerintah, kepada presiden, kepada negara, menurut saya tidak terlalu etis. Biarlah nanti umat, rakyat, dan bangsa Indonesia yang memberikan penilaian kepada apa yang dilakukan oleh saudara Rizieq Syihab," ujar Ngabalin.

(Source: detik.com)

Eks Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib Meninggal Dunia
Minggu, Agustus 25, 2019

On Minggu, Agustus 25, 2019

Eks Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib Meninggal Dunia
BENTENGSUMBAR.COM - Kabar duka dari mantan Panglima Laskar Jihad, Ustaz Jafar Umar Thalib. Jafar dikabarkan meninggal dunia.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun telah berpulang ke rahmattulloh Ustaz Jafar Umar Thalib Di Rumah Sakit jantung Harapan Kita , somoga husnulkhatimah," kata kuasa hukum Jafar, Achmad Michdan kepada wartawan, Minggu, 25 Agustus 2019.

Sebelumnya diberitakan, Jafar divonis 5 bulan penjara terkait kasus kekerasan oleh Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Jafar dinyatakan melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHP.

Kasus Ustaz Jafar berawal saat Henock Niki (41) memutar musik rohani dengan volume keras di rumahnya di Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura, pada Rabu, 27 Februari 2019. 

Tiba-tiba Henock dikagetkan tujuh orang yang datang ke rumahnya. Tujuh orang itu termasuk Jafar Umar Thalib menegur Henock karena telah mengganggu ibadah di masjid.

Polisi mengatakan Ustaz Jafar diduga memerintahkan dua santrinya, yakni AJU (20) dan S (42), memakai samurai miliknya untuk memotong kabel dan sound di rumah korban. Dua samurai itu turut diamankan.

Persidangan Jafar sendiri diputuskan digelar di Makassar dengan alasan keamanan.

(Source: detik.com)

Istana ke Habib Rizieq Soal Pencekalan: Jangan Tuduh Macam-macam!
Minggu, Agustus 25, 2019

On Minggu, Agustus 25, 2019

Istana ke Habib Rizieq Soal Pencekalan: Jangan Tuduh Macam-macam!
BENTENGSUMBAR.COM - Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab menuding pemerintah Joko Widodo (Jokowi) meminta ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal hingga pelantikan presiden pada Oktober 2019 mendatang. Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin meminta Rizieq tak asal tuduh.

"Jangan juga dituduh yang macam macam, karena tuduhan itu kan menurut Al Quran tidak baik, kalau menuduh fitnah tidak baik, ada larangannya di dalam Al Quran," kata Ngabalin kepada wartawan, Sabtu, 25 Agustus 2019.

Ngabalin merasa heran dengan pernyataan Habib Rizieq soal pencekalan. Sebab, menurut dia, pemerintah telah menyebutkan adanya proses yang harus dilakukan untuk tahap pemulangan.

"Kalau Habib Rizieq kenapa kalau dia mau pulang pemerintah yang dituduh, yang jadi repot. Waktu itu saya kan membuat pernyataan tentu tidak serta merta bisa langsung pulang. Bisa lah kita urus, kemudian ke sini, ke imigrasi, ke Deplu, mungkin bicara dengan KBRI di Saudi, dengan Kedubes di Indonesia, tapi waktu itu kan dibantah, katanya tidak perlu Ali Mochtar, jadi bagaimana menjawab yang tepat, saya jujur tidak menemukan formulasi kayak apa untuk menjelaskan ke publik atas pernyataan yang sinis kepada pemerintah," terangnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq pada milad ke-21 Front Pembela Islam (FPI) bicara soal dirinya yang hingga kini belum kembali ke Indonesia. Dia menyebut sudah setahun lebih pemerintah Indonesia mengirim permintaan ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal dan tidak diizinkan keluar. Habib Rizieq menduga dirinya dikondisikan agar tidak bisa kembali ke Indonesia saat Pilpres 2019 berlangsung.

"Akibat permainan intelijen busuk pemerintah Indonesia tersebut maka status saya kini menjadi overstay karena masa berlaku visa habis akibat pencekalan sejak setahun lebih yang lalu tersebut. Bahkan saat ini rezim zalim Indonesia masih berusaha meminta kepada Kerajaan Saudi Arabia agar mencekal saya hingga pelantikan presiden ilegal pada Oktober 2019 yang akan datang," ujar Rizieq lewat video yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV, Sabtu, 24 Agustus 2019. 

"Ya, saya sebut presiden yang akan datang yang akan dilantik pada bulan Oktober tahun 2019 adalah presiden ilegal karena hasil dari pilpres curang dan zalim," sambungnya. 

(Source: detik.com)

F-Gerindra Respons Rizieq: BPIP Pancasilanya Baik, Tak Perlu Dibubarkan
Minggu, Agustus 25, 2019

On Minggu, Agustus 25, 2019

F-Gerindra Respons Rizieq: BPIP Pancasilanya Baik, Tak Perlu Dibubarkan
BENTENGSUMBAR.COM - Imam besar FPI Habib Rizieq menyoroti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dianggapnya tidak paham esensi Pancasila, sehingga perlu dibubarkan. Komisi II DPR RI menilai sebaliknya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Riza Patria menyebut BPIP tak perlu dibubarkan. Tapi harus diperkuat sistemnya untuk menanamkan ideologi Pancasila ke masyarakat.

"Ya BPIP jangan dibubarkan tapi perlu diperkuat, diperbaiki, dibenahi supaya sempurna," ujar Riza kepada wartawan, Minggu, 25 Agustus 2019.

Menurut Riza sistem di internal BPIP untuk menyalurkan nilai Pancasila di masyarakat belum baik. Sehingga dia menilai hasilnya tidak sesuai harapan, bahkan nilai nasionalis semakin ke sini semakin luntur. 

"Seiring bertambahnya umur republik ini tapi masyarakat kita tidak semakin Pancasilais, jadi apa yang salah, apakah Pancasilanya atau sistem pengajarannya, atau masyarakatnya. Menurut saya Pancasilanya sudah baik, yang jadi masalah sekarang sistemnya harus bisa diperbaiki. Dulu di zaman orde baru ada BP4, P4, itu bagus, mereka sejak kecil hafal butir Pancasila dan sebagainya. Sekarang mulai luntur nih nasionalis, Pancasila kita mulai luntur, toleransi kita gotong royong kita, nah itu disebabkan oleh sistem kita yang harus diperbaiki," ucapnya. 

Oleh karena itu, Riza meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap BPIP. Dari evaluasi itu menurutnya dapat dijadikan acuan bagi pemerintah untuk mengambil langkah tegas agar lembaga ini semakin kuat. 

"BPIP baik maksudnya dibentuk tapi dalam perjalanannya, BPIP belum bisa ngasih yang terbaik sesuai harapan, untuk itu pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap BPIP dan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat BPIP," katanya. 

Sebelumnya, Habib Rizieq mengatakan BPIP tidak paham hakikat dan esensi Pancasila. Dia mengatakan Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia, bukan pilar negara. 

Dia meminta agar tidak ada yang menyalahkan jika BPIP dikritisi, bahkan diminta dibubarkan. 

"Jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah badan pengkhianat ideologi Pancasila sehingga harus dibubarkan. Karena bukan saja pemborosan uang negara tapi juga sangat berbahaya buat eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," ujar Rizieq lewat video yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV, Sabtu, 24 Agustus 2019.

(Source: detik.com)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *