HEADLINE
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat BPBD    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat BPBD
Kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Payakumbuh Tahun 2026 oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta di Hotel Mangkuto, Senin (13/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui peningkatan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai garda terdepan penanganan keadaan darurat. 

Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Payakumbuh Tahun 2026 oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta di Hotel Mangkuto, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan personel TRC dalam melakukan respons cepat, penyelamatan, evakuasi, serta memperkuat koordinasi penanganan bencana di lapangan.

Menurut Zulmaeta, Kota Payakumbuh memiliki potensi berbagai ancaman bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, serta kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, dan terkoordinasi kepada masyarakat.

"Pengembangan kapasitas sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif. Personel TRC dituntut memiliki kemampuan teknis, kecepatan mengambil keputusan, serta kecakapan berkoordinasi agar setiap kondisi darurat dapat ditangani secara optimal," kata Zulmaeta.

Ia menjelaskan TRC merupakan garda terdepan BPBD yang bertugas melakukan kaji cepat, penyelamatan, evakuasi, koordinasi penanganan di lokasi bencana, serta menyampaikan rekomendasi awal sebagai dasar penetapan langkah tanggap darurat.

Wali Kota juga mengapresiasi BPBD Kota Payakumbuh yang menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dalam pelatihan tersebut. 

Menurutnya, keterlibatan para praktisi dan pemangku kepentingan akan memperkaya wawasan peserta sekaligus meningkatkan kemampuan praktik dalam menghadapi berbagai skenario bencana.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan pelatihan sebagai sarana meningkatkan kompetensi yang dapat diterapkan saat bertugas di lapangan.

"Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mampu mengimplementasikan seluruh materi ketika menghadapi kondisi sebenarnya," ujarnya.

Zulmaeta menegaskan keberhasilan penanggulangan bencana tidak dapat diwujudkan oleh satu instansi saja, melainkan memerlukan kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap lahir personel TRC yang semakin tangguh, profesional, responsif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam setiap penanganan bencana. (HM)

Wawako Maigus Nasir Serahkan Bantuan Kursi Roda kepada Penerima Manfaat di Padang Barat dan Padang Utara    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Wawako Maigus Nasir Serahkan Bantuan Kursi Roda kepada Penerima Manfaat di RT 6 RW 1 Kelurahan Olo
Maigus Nasir menyerahkan secara simbolis dua unit kursi roda kepada penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni di RT 6 RW 1 Kelurahan Olo. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Maigus Nasir menyerahkan secara simbolis dua unit kursi roda kepada penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni di RT 6 RW 1 Kelurahan Olo Kecamatan Padang Barat, dan di RT 3 RW 2 Kelurahan Ulak Karang Utara Kecamatan Padang Utara, Rabu 15 Juli 2026.

Maigus Nasir mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran Pemerintah Kota Padang bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini juga merupakan implementasi Program Unggulan (Progul) Padang Melayani sebagai wujud gerak cepat pemerintah dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat.

"Hari ini kita memberikan bantuan kursi roda kepada masyarakat. Selain bantuan kursi roda, kita juga akan membantu menyediakan dokter untuk memberikan pelayanan pengobatan bagi para penerima manfaat. Ini merupakan bagian dari Program Dokter Warga," katanya. 

Maigus Nasir menambahkan, selain memberikan bantuan kursi roda, Pemerintah Kota Padang juga akan mengusulkan kepada BAZNAS Kota Padang agar memberikan bantuan kepada penerima manfaat. Ia telah meminta BAZNAS untuk melakukan verifikasi lapangan sebelum diberikan bantuan.

Lebih lanjut, Maigus Nasir mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center 122 dan Puskesmas terdekat apabila membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Kita melihat bahwa kondisi rumah yang ditempati penerima manfaat dalam keadaan kurang layak. Untuk itu, kita meminta kepada BAZNAS untuk memberikan bantuan, apakah nanti dalam bentuk rehap rumah atau bedah rumah," cakapnya. 

Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya menyebutkan bahwa pada tahun ini Pemerintah Kota Padang akan memberikan bantuan sebanyak 11 unit kursi roda kepada 11 penerima manfaat. Bantuan tersebut merupakan usulan dari para camat se-Kota Padang.

Nuryanis (70), penerima manfaat dari RT 6 RW 1, Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang dan mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut.

"Saya merasa senang atas bantuan kursi roda ini karena memudahkan saya untuk berjemur di depan rumah menggunakan kursi roda ini," tukuknya. (*)

Bhayangkara Run Polres Solok Kota: Ajang Lari Seru Menuju Police Woman Run 2026    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Bhayangkara Run Polres Solok Kota: Ajang Lari Seru Menuju Police Woman Run 2026
Acara terbuka untuk umum dan pelajar ini siap menghadirkan pengalaman berolahraga yang menyenangkan di rute ikonik Kota Solok. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat, Polres Solok Kota akan menggelar kegiatan lari bertajuk Bhayangkara Run: Road to Police Woman Run 2026 pada Minggu, 19 Juli 2026. 

Acara terbuka untuk umum dan pelajar ini siap menghadirkan pengalaman berolahraga yang menyenangkan di rute ikonik Kota Solok.

Kegiatan ini disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Asphari Wahyu Seregar, S.H., M.M., mewakili Kapolres Solok Kota AKBP Masud Ahmad.

Menurutnya, ajang ini bukan sekadar perlombaan fisik, melainkan sarana memperkuat kedekatan antara pihak kepolisian dengan seluruh lapisan masyarakat.

"Sehat itu penting, karena dengan tubuh yang bugar kita bisa beraktivitas maksimal, bekerja dengan baik, dan melayani sesama dengan sepenuh hati. Melalui lari ini, kami ingin mengajak warga membiasakan hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan Polri dan masyarakat," ujarnya.

Pilihan Jarak dan Rute Menarik

Peserta dapat memilih dua kategori jarak lari sesuai kemampuan, yaitu 5 kilometer dan 10 kilometer, dengan pembagian kategori terpisah untuk pelajar, umum, putra, dan putri.

- Titik Start & Finish: Depan Bank Nagari Syariah
- Rute 5K:  Star Depan Bank nagari syariah Melintasi kawasan Kampung Jawa, Gelangang Betung, Simpang Si Gege, simpang gawan Sawah Solok, simpang Ambacang, Simpang Denpal hingga kembali ke titik awal.

- Rute 10K: Lebih luas menyasar kawasan Gelanggang Betung, Simpang Sigege Tanah Garam, Menuju Padang galundi  Simpang surau Kajai menuju taratak belok kiri masjid Jabal Nur lurus  Smp 6 Belok kiri Simpang Rimbo Barantai Belok Gawan, hingga  dengan pemandangan sawah khas Solok Kembali Ketiitk Awal Star.

Rangkaian Acara dan Fasilitas Peserta

Kegiatan dimulai pukul 05.00 WIB dengan penerimaan peserta dan pemanasan, sebelum dilepas resmi pada pukul 06.00 WIB.

Usai lomba, tersedia senam Zumba, penampilan band lokal, pengumuman pemenang, serta pembagian hadiah doorprize hingga selesai pukul 12.30 WIB.

Setiap peserta berhak mendapatkan fasilitas lengkap: nomor peserta resmi (BIB), kaos jersey eksklusif, medali finisher, konsumsi, serta dokumentasi kegiatan. 

Pengambilan racepack dilaksanakan pada 15–17 Juli 2026 pukul 09.00–14.00 WIB di Markas Polres Solok Kota.

Aturan dan Batas Waktu Lomba

Panitia menetapkan batas waktu selesai lomba (Cut Off Time):

- Kategori 5K: Maksimal 2 jam
- Kategori 10K: Maksimal 2 jam 30 menit

Peserta wajib menggunakan BIB resmi, mengikuti rute yang ditentukan, serta mematuhi arahan marshal dan petugas.

Dilarang memotong jalur, menggunakan kendaraan bantuan, membuang sampah sembarangan, maupun menggunakan zat terlarang.

Sepanjang rute disediakan pos kesehatan dan ambulans untuk menjamin keselamatan peserta.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi narahubung di nomor 0813-6369-700 atau melihat akun Instagram resmi @polressolokkota.

Mengusung semangat "Berlari Bersama, Menginspirasi Negeri", kegiatan ini diharapkan menjadi momen kebersamaan yang hangat sekaligus langkah nyata menjaga kesehatan warga Kota Solok.(80)

Ini Kata Wawako Maigus Nasir pada Pembekalan kepada 30 personel Dubalang Kota se-Kecamatan Lubuk Begalung    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Ini Kata Wawako Maigus Nasir pada Pembekalan kepada 30 personel Dubalang Kota se-Kecamatan Lubuk Begalung
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memberikan pembekalan kepada 30 personel Dubalang Kota dari 15 kelurahan se-Kecamatan Lubuk Begalung, di Aula Lantai III Kantor Camat Lubuk Begalung, Selasa (14/7/2026). (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Para Dubalang Kota memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat kontrol sosial berbasis nilai-nilai adat Minangkabau.

Selain Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir juga Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang, Tarmizi Ismail, Sekretaris Satpol PP Kota Padang, Darmalis, Camat Lubuk Begalung, Ikrar Prakasa, Para Lurah dan Kepala Seksi Trantib se-Kecamatan Lubuk Begalung, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Begalung, Jasrizal dan Perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nan XX.

Karena itu, setiap personel Dubalang dituntut berintegritas, berkarakter mulia, memahami adat dan budaya, serta mampu bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah berbagai persoalan sosial.

Demikian ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memberikan pembekalan kepada 30 personel Dubalang Kota dari 15 kelurahan se-Kecamatan Lubuk Begalung, di Aula Lantai III Kantor Camat Lubuk Begalung, Selasa (14/7/2026).

"Kami sangat mengapresiasi peran Dubalang Kota dalam mengantisipasi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, tindakan asusila, hingga berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya. Keberhasilan ini merupakan buah sinergi Dubalang Kota bersama niniak mamak, Satpol PP, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat," katanya. 

Maigus Nasir menjelaskan, pembentukan Dubalang Kota sejak 30 Oktober 2025 lalu merupakan langkah strategis Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Sigap, salah satu dari sembilan Progul Pemko Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Maigus menambahkan, keberadaan Dubalang juga merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat bernagari di Kota Padang.
Langkah itu juga diperkuat dengan telah lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Budaya Minangkabau yang menjadi landasan hukum pelaksanaan tugas Dubalang.

"Kami ingin nagari di dalam kota benar-benar hidup sehingga peran niniak mamak dan nilai adat dapat dirasakan masyarakat. Alhamdulillah, upaya ini telah diperkuat dengan adanya Perda Penguatan Adat dan Budaya Minangkabau," ujarnya. 

Terakhir, Wakil Wali Kota juga mengingatkan agar seluruh personel Dubalang menjaga nama baik institusi dengan menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan disiplin. Ia menegaskan tidak akan mentoleransi apabila ada anggota yang justru melakukan penyelewengan atau pelanggaran hukum lainnya.

"Dubalang adalah pagar kampung, dan jangan sampai pagar justru merusak tanaman. Karena itu saya minta seluruh Dubalang menjaga integritas," cakapnya. 

Sementara itu, Camat Lubuk Begalung, Ikrar Prakasa, mengungkapkan kehadiran Dubalang sejauh ini telah memberikan dampak positif dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Lubuk Begalung.

Selain melakukan patroli malam, Dubalang juga aktif berkolaborasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, BPBD, hingga ikut mengawasi persoalan lingkungan seperti pembuangan sampah liar.

"Kami berharap pembekalan dari Bapak Wakil Wali Kota hari ini semakin memperkuat kapasitas para Dubalang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Dubalang dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta tetap berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau," tukuknya. (*)

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Siapkan Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Kendaraan Listrik    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Siapkan Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Kendaraan Listrik
Zulmaeta saat menerima kunjungan manajemen PT Zeven Metro International di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan H.R. Rasuna Said, Selasa (14/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyiapkan pengembangan transportasi publik berbasis kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi sistem transportasi yang modern, ramah lingkungan, dan rendah emisi di Kota Payakumbuh. 

Tahap awal pengembangannya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan transportasi pelajar sebelum diperluas menjadi layanan angkutan umum bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Zulmaeta saat menerima kunjungan manajemen PT Zeven Metro International di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan H.R. Rasuna Said, Selasa (14/7/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan yang telah dilaksanakan pada 9 Juli 2026. 

Dalam kesempatan itu, PT Zeven Metro International mempresentasikan bus listrik berukuran medium berkapasitas hingga 22 penumpang sebagai salah satu alternatif pengembangan transportasi publik ramah lingkungan di Kota Payakumbuh.

Menurut Zulmaeta, Pemerintah Kota Payakumbuh mulai mengkaji pemanfaatan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mendukung pengurangan emisi karbon.

"Kota Payakumbuh ke depan direncanakan akan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan. Langkah awal yang menjadi prioritas kami adalah untuk menunjang kebutuhan transportasi anak sekolah secara aman dan bebas emisi," kata Zulmaeta.

Ia menjelaskan, setelah layanan transportasi bagi pelajar dapat diwujudkan, pengembangan kendaraan listrik akan dilakukan secara bertahap untuk mendukung layanan angkutan umum sehingga masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.

Zulmaeta menilai karakteristik Kota Payakumbuh yang memiliki wilayah relatif kompak dengan jarak tempuh antarpusat aktivitas sekitar 10 kilometer menjadi keunggulan dalam penerapan transportasi publik berbasis kendaraan listrik.

"Kota Payakumbuh ini wilayahnya tidak terlalu luas. Untuk rute perjalanan di dalam kota rata-rata hanya berkisar sekitar 10 kilometer," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut mendukung efisiensi operasional kendaraan listrik sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengkaji kebutuhan infrastruktur pendukung, aspek operasional, serta skema implementasi yang sesuai dengan karakteristik Kota Payakumbuh.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh bersama PT Zeven Metro International juga membahas peluang kolaborasi, efisiensi operasional, kesiapan infrastruktur pendukung, serta langkah-langkah implementasi transportasi publik berbasis kendaraan listrik sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan di Kota Payakumbuh.

Melalui pengembangan transportasi publik berbasis kendaraan listrik, Wali Kota Zulmaeta berharap masyarakat Payakumbuh ke depan dapat menikmati layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan sekaligus memperkuat upaya mewujudkan kota yang rendah emisi, berkelanjutan, dan memiliki kualitas pelayanan publik yang semakin baik. (HM)

Wako Fadly Amran Serahkan Kunci Hunsela kepada Penyintas Bencana Hidrometeorologi    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Wako Fadly Amran Serahkan Kunci Hunsela kepada Penyintas Bencana Hidrometeorologi
Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan sekaligus menyerahkan kunci Hunsela kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Rabu (15/7/2026). (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan sekaligus menyerahkan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Rabu (15/7/2026).

Sebanyak 18 unit Hunsela yang terdiri atas 15 unit di kawasan Rimbo Panjang dan tiga unit di Gerbang Langit mulai ditempati warga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang dan tanah longsor pada penghujung 2025.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Yayasan Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Hj. Maizarnis, bersama Rektor Unbrah, Musliar Kasim, Sekretaris Uiversitas Andalas (Unand), Aidinil Zetra, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand, Mai Efdi, serta Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand), Hary Efendi Iskandar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa dan sejumlah kepala OPD terkait di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Fadly Amran mengatakan, kehadiran Hunsela menjadi solusi sementara untuk menyediakan hunian yang sehat, aman, dan layak bagi warga terdampak, sekaligus mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hingga pembangunan hunian tetap (Huntap) terealisasi.

"Selamat kepada bapak dan ibu yang hari ini menempati Hunsela. Semoga hunian sementara ini memberikan kenyamanan dan menjadi awal yang baik untuk bangkit kembali setelah bencana," katanya. 

Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko Padang berkomitmen mengawal proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar penyintas hingga penyelesaian pembangunan Huntap. Pemko juga akan mempercepat penyediaan sarana pendukung di kawasan Hunsela, seperti akses jalan dan jaringan air bersih.

"Kami akan terus mencarikan solusi bagi warga yang belum dapat memperoleh Huntap, baik melalui program CSR maupun dukungan para dermawan. Untuk akses jalan dan air bersih juga sudah saya instruksikan kepada OPD terkait agar segera ditangani," tegasnya. 

Wali Kota Padang turut mengapresiasi DPP IKA Unand, Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, Unbrah, serta FMIPA Unand dan sejumlah donatur yang telah bergotong royong mewujudkan pembangunan Hunsela bagi penyintas bencana di Kota Padang.

"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti kuatnya semangat kolaborasi dalam membantu masyarakat kita yang terdampak bencana. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Hunsela Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, Mairawita, menyebutkan pembangunan 18 unit Hunsela yang diresmikan kali ini terwujud berkat dukungan DPP IKA Unand, Unbrah, Grup Beringin, Grup Tamansari, Grup Arisan An-Nafisah, serta FMIPA Unand melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Mairawita, seluruh Hunsela dibangun di atas lahan yang tidak memiliki persoalan status maupun kepemilikan sehingga diharapkan dapat mempermudah pembangunan Huntap pada masa mendatang.

"Hingga pertengahan 2026, kita bersama-sama telah membangun sebanyak 38 unit Hunsela secara bertahap sebagai hunian transisi bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Hunsela tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga simbol kepedulian dan semangat gotong royong, dengan harapan seluruh penyintas nantinya dapat kembali memiliki hunian permanen yang aman dan layak," ujarnya. (*)

Amira Kim bersama Senada Digital Records Ceritakan Nusantara Lewat Nada    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Amira Kim bersama Senada Digital Records Ceritakan Nusantara Lewat Nada
Amira Kim bersama Senada Digital Records ceritakan Nusantara lewat nada. (Fotdok. Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Dunia musik anak Indonesia kembali melahirkan talenta muda yang layak mendapat perhatian. Amira Kim, penyanyi cilik asal Bekasi, terus menunjukkan perkembangan artistik melalui karya-karya bertema kebangsaan yang diproduksi Senada Digital Records, sekaligus menghadirkan warna segar bagi industri musik anak Tanah Air.

Pada konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Rabu (15/7/2026), Amira tampil percaya diri saat berbagi cerita mengenai perjalanan bermusiknya. 

Di hadapan media, siswi kelas 3 AIIS (Akhyar International Islamic School) tersebut menunjukkan kedewasaan berpikir yang melampaui usianya ketika berbicara tentang kecintaannya terhadap Indonesia.

Perjalanan Amira Kim dimulai dari kecintaannya terhadap dunia musik sejak usia sangat dini. Penyanyi bernama lengkap Amira Azzahra Kimberlite, kelahiran Bekasi, 7 November 2017, berhasil membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkarya secara serius melalui dua single bertajuk "Makanan Nusantara Juaranya" dan "Nusantara Indah".

"Bagi saya, Indonesia adalah rumah yang sangat indah dan istimewa. Indonesia memiliki banyak budaya, makanan, bahasa, dan tempat yang luar biasa. Melalui lagu-lagu saya, saya ingin mengajak teman-teman seusia saya untuk bangga menjadi anak Indonesia dan lebih mencintai budaya serta kekayaan negeri kita," ungkap Amira Kim.

Pilihan tema Nusantara pada kedua singlenya bukan sekadar konsep musikal, melainkan menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan kepada generasi muda. 

Melalui lagu-lagu tersebut, Amira berharap anak-anak Indonesia semakin mengenal budaya bangsa sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang bangga terhadap identitas nasional.

Meski penampilannya di studio rekaman terlihat santai dan alami, Amira mengaku telah melalui proses latihan yang panjang. 

Rutinitas latihan vokal, menghafal lirik, mengatur pernapasan, hingga mengulang proses rekaman menjadi bagian penting dalam membangun kualitas bernyanyinya.

"Banyak orang melihat hasilnya saja, padahal di balik itu ada proses yang cukup panjang. Saya sering berlatih vokal, menghafal lirik, belajar mengatur pernapasan, dan mengulang rekaman jika hasilnya belum maksimal. Kadang saya juga merasa lelah, tetapi karena saya sangat menyukai musik, semua proses itu terasa menyenangkan dan membuat saya semakin percaya diri," tutur Amira.

Kesibukan Amira juga terbilang luar biasa untuk anak seusianya. Selain menjalani pendidikan formal, Amira mengikuti les mengaji, vokal, piano, drum, matematika, drawing, gimnastik, ice skating, pottery, hingga bahasa Inggris. 

Seluruh aktivitas tersebut dijalani tanpa mengurangi semangatnya sebagai seorang anak.

"Saya selalu mencoba menikmati setiap kegiatan yang saya lakukan. Orang tua juga membantu mengatur jadwal agar saya tetap punya waktu bermain dan beristirahat. Saya percaya kalau kita melakukan sesuatu dengan hati yang senang, maka semuanya akan terasa lebih ringan dan menyenangkan," katanya.

Ke depan, Amira memiliki mimpi yang jauh lebih besar. Selain ingin terus mengembangkan kemampuan vokal melalui lagu dalam berbagai bahasa, penyanyi cilik tersebut juga bercita-cita memperkenalkan Indonesia di panggung musik internasional.

"Saya ingin terus belajar dan mencoba hal-hal baru dalam musik. Saya ingin menyanyikan lagu dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris. Saya juga bermimpi suatu hari nanti bisa tampil di panggung internasional dan memperkenalkan Indonesia melalui lagu-lagu yang saya nyanyikan," ujar Amira penuh semangat.

Bagi Amira, perjalanan bermusik juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia agar tidak takut bermimpi. 

Semangat belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi menjadi nilai yang selalu ingin ia bagikan kepada teman-teman sebayanya.

"Jangan takut bermimpi dan jangan mudah menyerah. Kalau kita punya cita-cita, kita harus rajin belajar, terus berlatih, dan berani mencoba. Tidak apa-apa jika kita masih kecil, karena setiap mimpi besar selalu dimulai dari langkah kecil," pesannya.

Perjalanan Amira tentu tidak lepas dari dukungan keluarga. Sang ibu, Vera, mengungkapkan bahwa ketertarikan Amira terhadap musik bermula sejak usia dua setengah tahun ketika mengikuti kelas vokal di Purwacaraka sebagai aktivitas pengembangan diri.

"Awalnya hanya untuk mengisi kegiatan. Setelah rajin berlatih setiap pekan dan mulai sering tampil di berbagai acara Purwacaraka saat berusia lima tahun, saya melihat keberanian Amira di atas panggung serta bakatnya berkembang dengan sangat baik. Dari situlah kami mulai yakin bahwa potensi tersebut layak didukung secara serius," tutur Vera.

Menurut Vera, tantangan terbesar bukan terletak pada padatnya jadwal sang putri, melainkan menjaga keseimbangan antara pendidikan, pengembangan bakat, waktu bermain, serta kesehatan mental. 

Keluarga selalu menempatkan kebahagiaan Amira sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan.

"Kami ingin Amira berkembang, tetapi juga tetap menikmati masa kecilnya. Karena itu kami selalu mendengarkan keinginannya, menjaga kesehatan fisik dan mentalnya, serta memastikan semua kegiatan dijalani dengan rasa senang, bukan karena tekanan," jelas Vera.

Vera juga menegaskan bahwa keluarga tidak pernah menjadikan popularitas sebagai tujuan utama. 

Baginya, karakter yang baik akan menjadi bekal paling berharga dibandingkan pencapaian apa pun di dunia hiburan.

"Prestasi dan popularitas bukan tujuan utama. Kami berharap Amira tumbuh menjadi pribadi yang baik, rendah hati, disiplin, serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain melalui karya-karyanya. Musik menjadi jalan untuk menyebarkan semangat positif sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia," ungkapnya.

Di balik perkembangan Amira, produser Tety Widiastuti melihat kualitas yang jarang dimiliki penyanyi seusia Amira. 

Kemauan belajar, kemampuan menerima arahan, serta perkembangan vokal yang konsisten menjadi modal besar untuk melangkah lebih jauh.

"Saya melihat kualitas paling menonjol dari Amira adalah kemauan belajarnya yang luar biasa. Amira cepat menerima arahan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap proses rekaman. Dengan pendampingan yang tepat serta karya berkualitas, saya optimistis Amira memiliki peluang besar membawa nama Indonesia di tingkat internasional," ujar Tety Widiastuti .

Sebagai produser, Tety Widiastuti juga sengaja membangun identitas artistik Amira melalui tema-tema Nusantara. 

Pendekatan tersebut dipilih agar karya Amira memiliki karakter yang kuat sekaligus menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda.

"Identitas yang kuat membuat seorang penyanyi memiliki ciri khas. Kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini. Ke depan, nilai-nilai tersebut tetap menjadi fondasi, sementara konsep musikal, visual, hingga tema lagu akan berkembang mengikuti perjalanan Amira," jelasnya.

Tety Widiastuti bahkan telah menyiapkan sejumlah tantangan kreatif untuk proyek-proyek berikutnya. 

Eksplorasi lagu berbahasa Inggris, musik etnik Indonesia, kolaborasi lintas genre, hingga pasar internasional menjadi bagian dari peta perjalanan karier yang disusun secara bertahap.

"Kami ingin Amira mengeksplorasi berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, sekaligus memperkenalkan kekayaan musik daerah seperti Minang, Jawa, Sunda, dan daerah lainnya dengan aransemen modern. Fokus utama kami adalah membangun fondasi yang kuat terlebih dahulu sebelum melangkah ke pasar global," pungkas Tety Widiastuti.

Dengan fondasi keluarga yang kokoh, dukungan produser berpengalaman, serta semangat belajar yang terus menyala, Amira Kim menunjukkan bahwa masa depan musik anak Indonesia masih memiliki banyak harapan. 

Melalui setiap nada yang dinyanyikan, Amira tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa pesan tentang kecintaan terhadap budaya bangsa yang dapat menginspirasi generasi berikutnya. (*)

Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli

Gubernur Mahyeldi dan Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Gubernur Mahyeldi dan Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat, mencanangkan Gerakan Tobat Ekologis yang dirangkai dengan penanaman pohon sebagai bentuk dukungan terhadap mitigasi bencana hidrometeorologi tahun 2026 di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).

Pencanangan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peninjauan inovasi Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC) Green Campus, yang menampilkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan dan pengolahan sampah terpadu di lingkungan kampus.

Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan global sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Ia menjelaskan, pemerintah menginisiasi Gerakan Tobat Ekologis Nasional sebagai gerakan bersama untuk memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi.

Gerakan tersebut tidak berhenti pada ajakan moral, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata, mulai dari rehabilitasi lahan kritis, pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, perdagangan karbon, hingga penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs).

“Seluruh pihak harus mengambil peran sesuai kapasitasnya. Yang memiliki kewenangan menggunakan kewenangannya, yang memiliki ilmu menggunakan ilmunya, dan yang memiliki pengaruh menggunakan pengaruhnya untuk menyelamatkan lingkungan. Dengan kolaborasi, Indonesia dapat menjadi contoh bagi dunia dalam pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Jumhur.

Sementara itu, Gubernur Mahyeldi mengatakan Gerakan Tobat Ekologis memiliki makna yang sangat relevan bagi Sumbar yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menghadapi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

Bencana tersebut telah menimbulkan kerusakan besar terhadap infrastruktur, lahan pertanian, hingga aktivitas masyarakat, sehingga pelestarian lingkungan harus menjadi agenda bersama yang terus diperkuat.

Menurut Mahyeldi, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

“Gerakan Tobat Ekologis mengajak kita melakukan perubahan nyata dalam memperlakukan lingkungan. Ketika alam dijaga, maka kita juga sedang melindungi kehidupan masyarakat dan generasi yang akan datang,” ujar Mahyeldi.

Ia mengungkapkan, secara bertahap Pemprov Sumbar telah menerapkan kebijakan agar seluruh kantor pemerintahan tingkat provinsi dan sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi mengelola sampah secara mandiri di sumbernya.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengapresiasi Politeknik Pelayaran Sumbar yang dinilai berhasil menghadirkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang inovatif. 

Berbagai inovasi yang dikembangkan mampu mengolah sampah organik menjadi maggot bernilai ekonomi, pupuk organik, hingga cairan pengendali hama yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

“Pengelolaan sampah yang dilakukan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat membuktikan bahwa sampah dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola dengan inovasi yang tepat. Model seperti ini layak dikembangkan di berbagai institusi pendidikan maupun perkantoran di Sumatera Barat,” katanya.

Selain menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan, Mahyeldi juga mengapresiasi keberhasilan Politeknik Pelayaran Sumbar dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan terserap di dunia kerja bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan. 

Pemprov Sumbar, katanya, siap mendukung peningkatan akses bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di institusi tersebut.

Pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan Program Ketahanan Pangan Nasional hasil kolaborasi Politeknik Pelayaran Sumbar bersama PT PLN UID Sumbar berupa 5.000 bibit kelapa setiap tiga bulan. 

Selain itu, PT Semen Padang menyerahkan bantuan 3.300 bibit mangrove sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir dan penguatan ekosistem lingkungan.

Melalui Gerakan Tobat Ekologis, Pemprov Sumbar berharap lahir gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat budaya menjaga lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta meningkatkan ketahanan daerah dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menuju Indonesia Emas 2045. (adpsb/rmz/bud)

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Raih Emas di SelBa Internasional Festival 2026    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Raih Emas di SelBa Internasional Festival 2026
Yuwanda Efrianti, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. (Foto: Abie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebuah prestasi membanggakan kembali lahir dari ranah pendidikan Sumatera Barat. 

Di tengah persaingan mahasiswa dari berbagai negara, seorang mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang menunjukkan bahwa keterbatasan waktu bukan penghalang untuk menghadirkan karya terbaik.

Yuwanda Efrianti, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, berhasil meraih Gold Medal (Medali Emas) pada cabang Poetry (Puisi) dalam ajang Internasional SeIBa International Festival IV, tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi catatan istimewa karena diraih dalam sebuah kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dan perguruan tinggi. 

SeIBa International Festival IV Tahun 2026 merupakan ajang internasional yang menjadi ruang pertemuan kreativitas, budaya, dan kompetensi mahasiswa.

Kegiatan ini berlangsung pada 7–12 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat.

Festival internasional tersebut mengusung tema “Sustainable From Nusantara to Global Harmony” yang membawa semangat memperkenalkan nilai budaya Nusantara sekaligus membangun harmoni global.

Ajang ini diikuti delegasi dari 8 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, Turki, dan Nigeria. 

Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan 486 peserta dari 35 perguruan tinggi yang berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari seni, budaya, bahasa, hingga bidang akademik.

Dalam suasana kompetisi yang mempertemukan berbagai budaya dan latar belakang, Yuwanda tampil membawa identitas Indonesia melalui seni puisi.

Pada kategori Poetry, Yuwanda membacakan puisi berjudul “Sejuta Warisan Budaya” karya Alista Nur Rachman.

Puisi tersebut mengangkat kekayaan Indonesia, mulai dari keindahan alam, rumah adat, musik tradisional, hingga tradisi luhur yang menjadi identitas bangsa. 

Puisi tersebut juga menyampaikan kegelisahan terhadap ancaman hilangnya kepedulian generasi terhadap budaya dan lingkungan.

Melalui penghayatan, ekspresi, serta kemampuan komunikasi yang menjadi bagian dari kompetensi mahasiswa KPI, Yuwanda berhasil menghadirkan pesan puisi tersebut kepada para juri.

Baginya, puisi bukan hanya rangkaian kata, tetapi sebuah media komunikasi yang mampu menyampaikan nilai, membangun kesadaran, dan menghubungkan pesan budaya kepada masyarakat luas.

Di balik keberhasilan meraih medali emas, terdapat proses perjuangan yang tidak sederhana.

Persiapan menuju kompetisi berlangsung dalam waktu yang cukup terbatas. 

Pergantian peserta delegasi UIN Imam Bonjol Padang menjadi salah satu tantangan yang membuat waktu latihan harus dimaksimalkan.

Dalam kondisi tersebut, Yuwanda tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. 

Dengan dukungan dan arahan dari pelatih Khilal Syauqi, proses latihan dilakukan secara intensif untuk memperkuat teknik pembawaan, penghayatan, vokal, serta ekspresi dalam membawakan puisi.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Penampilan yang awalnya dipersiapkan dalam waktu singkat mampu berkembang menjadi sebuah pertunjukan yang membawa Yuwanda meraih penghargaan tertinggi pada kategori Poetry.

Sebagai mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Yuwanda melihat bahwa kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan memiliki peran penting dalam berbagai bidang kehidupan.

“Puisi memiliki kekuatan yang sama dengan aktivitas komunikasi lainnya, yaitu menyampaikan gagasan, membangun hubungan emosional, serta memberikan pengaruh positif kepada masyarakat,” kata Yuwanda yang disaat masih berseragam Putih Abu-abu sudah belajar menulis di Bengkel Literasi Rakyat Sumbar, dibimbing Firdaus Abie. 

Prestasi internasional ini menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa bidang komunikasi tidak hanya mampu berkarya melalui dunia akademik, tetapi juga melalui ruang seni dan budaya.

Keberhasilan Yuwanda menjadi bagian dari deretan prestasi mahasiswa Sumatera Barat yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Dari ranah Minang, ia membawa pesan bahwa generasi muda daerah memiliki potensi besar untuk tampil dan mendapatkan pengakuan di panggung dunia.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar Sumatera Barat agar terus berani mengembangkan kemampuan, menciptakan karya, dan mengambil peluang dalam berbagai kompetisi nasional maupun internasional.

Bagi Yuwanda, medali emas bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar, berkarya, dan membawa nama baik daerah serta Indonesia melalui kemampuan yang dimiliki.

“Setiap kesempatan adalah ruang untuk berkembang. Selama kita mau berusaha dan memberikan yang terbaik, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah,” ujarnya. (Abie).