HEADLINE
Terpilih Aklamasi, Husnal Petra Pimpin PWI Sijunjung, Simak Arahan Widya Navies    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

Terpilih Aklamasi, Husnal Petra Pimpin PWI Sijunjung, Simak Arahan Widya Navies
Husnal Petra ditepkan jadi ketua terpilih Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sijunjung  secara aklamasi setelah dua calon lainnya dinyatakan gugur. (Foto bersama/Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sijunjung menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) dengan agenda utama pemelihan Ketua PWI Sijunjung periode 2026 - 2029, Sabtu (2/5). Alhasil, Husnal Petra ditepkan jadi ketua terpilih secara aklamasi setelah dua calon lainnya dinyatakan gugur.

Konfercab berlangsung alot, bertempat di Strar Cafe Tapian Nanto, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung. Dihadiri langsung oleh Ketua PWI Sumatera Barat (Sumbar) Widya Navies beserta Wakil Ketua Bidang Organisasi, Sawir Pribadi, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah Rommi Delfiano serta Wakil Sekretaris, Effendy dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi/DKP diwakili Sekretaris Emil Mahmudsyah, Ketua SIWO Syaiful Husen.

Sementara dari PWI Sijunjung lengkap dihadiri mantan Ketua Ketua Masharianto, Plt Ketua Husnal Petra, beserta segenap anggota. 

Acara inti ditandai dengan pelaksanaan sidang pleno yang dipimpin oleh Husnal Petra didampingi Cris Gangga Lalapari, Yulicef Anthony dengan ketentuan mengacu secara penuh pada AD - ART PWI.

Dalam kegiatan puncak mengapung tiga nama yang memenuhi syarat sebagai bakal calon ketua baru, yakni Husnal Petra, Ogi Gunardi, Saptarius.

Akan tetapi dalam kompetisi tersebut terkuak bahwa dua dari tiga bakal calon dinyatakan gugur. 

Dimana atas nama Ogi Gunardi tersandung masalah kartu anggota non aktif, dan atas nama Saptarius sudah mutasi pada kepengurusan Kota Sawahlunto.

Maka demikian calon ketua untuk tiga tahun kedepan berstatus tunggal hingga sidang pleno memutuskan proses pemilihan dilangsungkan secara aklamasi.

Otomatis kepemimpinan PWI Kabupaten Sujunjung periode 2026 - 2029 dipercayakan kepada Husnal Petra.

Dengan ditetapkannya Husnal Petra menjadi Ketua PWI Sijunjung diharapkan ini membawa angin segar terhadap kemajuan PWI Sijunjung kedepannya. 

Tantangan semakin berat hingga organisasi harus dijalankan secara sungguh-sungguh, proesional.

Terkait struktur/ kepengurusan baru yang akan mendampingi tugas dan tanggungjawab pimpinan baru, akan ditetapkan melalui tim formatur atas nama Husnal Petra, Sawir Pribadi, Syaiful Husen. 

Ketua PWI Sumbar Widya Navies dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terlenggaranya Konfercab Kabupaten Sijunjung tersebut.

Dimana konfercab PWI adalah forum tertinggi tingkat cabang Persatuan Wartawan Indonesia untuk memilih ketua baru dan menetapkan pengurus periode selanjutnya. 

"Atas nama kepengurusan provinsi kami mengucapkan selamat pada ketua terpilih yang baru. Jalankan tugas dan tanggungjawab sebagaimana mestinya," ujar Widya Navies.

Widya Navies juga menekankan jajaran PWI harus patuh dan disiplin pada ketentuan berlaku.

Salah satunya soal larangan Anggota PWI untuk bergabung dengan organisasi wartawan lainnya yang juga berbadan hukum.

Kemudian menyangkut masalah kartu keanggotan yang telah habis masa berlakunya harus segera diurus proses perpanjangannya sesuai mekanisme. 

"Konfercab bukan hanya soal memilih ketua dan kepengurusan baru, tapi bagaimana supaya PWI tingkat daerah menjadi lebih disiplin, maju, berkembang," tegasnya.

Sementara Ketua Terpilih Husnal Petra mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan, dan kedepannya bertekat akan menjalankan roda organsisasi secara maksimal.

Husnal menegaskan telah menyusun program kerja untuk tiga tahun kedepan, dan untuk mewujudkan hasil yang maksimal butuh dukungan bersama, terutama dari kepengurusan PWI provinsi. (*)

Kemendagri Fasilitasi Penanganan RTLH Barito Utara    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

Kemendagri Fasilitasi Penanganan RTLH Barito Utara
Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara beserta anggota, serta perwakilan Subdit Perkim Ditjen Bina Bangda. (Foto/Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Subdirektorat Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kementerian Dalam Negeri memfasilitasi audiensi Pemerintah Kabupaten Barito Utara berkaitan dengan penguatan perencanaan daerah dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta penataan kawasan bantaran Sungai Barito yang direncanakan menjadi kawasan waterfront city. Audiensi tersebut berlangsung pada di Kantor Ditjen Bina Bangda, Jakarta.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (2/5), Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara beserta anggota, serta perwakilan Subdit Perkim Ditjen Bina Bangda.

Audiensi bertujuan memperdalam sinergi pusat dan daerah dalam mendorong penanganan RTLH yang lebih terarah sekaligus menata kawasan bantaran sungai secara terpadu dan berkelanjutan.

Pada pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara mengungkapkan bahwa jumlah RTLH di wilayahnya tercatat sekitar 1.000 unit. 

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), backlog kelayakhunian di daerah tersebut mencapai 12.995 unit.

Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah strategis melalui penguatan perencanaan daerah yang terintegrasi dengan kebijakan nasional.

Selain persoalan hunian, penataan kawasan bantaran Sungai Barito juga menghadapi tantangan pada aspek sanitasi yang masih belum memadai.

Oleh karena itu, pengembangan kawasan waterfront city tidak hanya berfokus pada penataan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas lingkungan permukiman secara menyeluruh.

Dari sisi fiskal, Pemerintah Kabupaten Barito Utara menyampaikan adanya dinamika anggaran daerah. 

APBD yang semula sebesar Rp3 triliun sempat mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp1,4 triliun, namun kembali meningkat menjadi sekitar Rp3,1 triliun setelah adanya tambahan Dana Bagi Hasil (DBH).

Kondisi ini menjadi pertimbangan penting dalam merancang strategi pembiayaan program perumahan dan permukiman.

Pada audiensi tersebut juga dibahas peluang dukungan program dari Kementerian PKP, antara lain melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pemerintah pusat mendorong integrasi berbagai sumber pendanaan, termasuk skema pembiayaan lainnya, guna mempercepat penanganan RTLH dan kawasan kumuh.

Namun demikian, nilai bantuan BSPS yang berkisar Rp20 juta dinilai belum sepenuhnya mencukupi untuk kondisi di Kabupaten Barito Utara, terutama karena karakteristik rumah yang banyak menggunakan material kayu dengan biaya pembangunan relatif tinggi. 

Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Selain itu, aspek tata kelola juga menjadi perhatian, khususnya terkait potensi penerima bantuan ganda dari berbagai sumber pendanaan. 

Dalam hal ini, diperlukan kehati-hatian serta pendampingan, termasuk koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), guna memastikan akuntabilitas pelaksanaan program.

Perwakilan Subdit Perkim Ditjen Bina Bangda menekankan pentingnya integrasi program penanganan RTLH ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, serta perlunya dukungan regulasi melalui peraturan kepala daerah sebagai landasan kebijakan.

“Penanganan RTLH dan penataan kawasan bantaran sungai perlu dilakukan secara terpadu melalui penguatan perencanaan, integrasi pendanaan, serta dukungan regulasi daerah agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” ujar perwakilan Subdit Perkim, Yuda Mulya Pranata. 

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah didorong untuk segera menyusun dan menetapkan peraturan kepala daerah terkait penanganan RTLH, mengintegrasikan program ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran, serta meningkatkan koordinasi dengan Kementerian PKP dalam pemanfaatan program BSPS, FLPP, dan skema pendanaan lainnya.

Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni sekaligus mendukung pengembangan kawasan bantaran Sungai Barito sebagai waterfront city yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*)

165 Petugas Penjagaan  Perlintasan Berakhir, KAI Divre II Sumbar Perkuat Upaya Keselamatan     
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

165 Petugas Penjagaan  Perlintasan Berakhir, KAI Divre II Sumbar Perkuat Upaya Keselamatan
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab Sabtu (2/5/2026) dalam siaran persnya mengatakan  pihaknya mengambil sejumlah langkah antisipatif sebagai bentuk mitigasi risiko. (Foto/Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 54 titik perlintasan  sebidang jalur kereta api di Sumatera Barat yang berada di wilayah Kota Padang, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman bakal tanpa penjaga lagi. 

Pasalnya, sebanyak 165 petugas penjagaan  perlintasan sebidang berakhir pada 30 April 2026 dan tidak dilakukan perpanjangan kontrak. 

Berakhirnya kontrak tersebut berdasarkan surat dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang nomor KA.401/1/18/BTP-PDG/2026 perihal Pemberitahuan Perberhentian Penjagaan Sebidang tertanggal 29 April 2026. 

Surat ditandatangani Kepala Balai Tekni Perkeretaapiaan Kelas I Padang. Surat tersebut ditujukan kepada Walikota Padang,  Walikota Pariaman dan Bupati Padang Pariaman menjelaskan penghentian kontrak kerja 165 petugas penjagaan perlintasan. Penjagaan pada perlintasan tersebut tidak dapat dilanjutkan terhitung 1 Mei 2026.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab Sabtu (2/5/2026) dalam siaran persnya mengatakan  pihaknya mengambil sejumlah langkah antisipatif sebagai bentuk mitigasi risiko, seiring adanya penghentian penjagaan pada 54 titik perlintasan sebidang di wilayah Sumatera Barat oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang. 

“Upaya ini kami fokuskan pada peningkatan kewaspadaan operasional serta penguatan edukasi kepada masyarakat guna menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan,” jelas Reza.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi:

1. Memerintahkan seluruh masinis untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memperbanyak isyarat S35 (semboyan 35) saat melintasi perlintasan sebidang.

2. ⁠Melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar perlintasan terkait perubahan status penjagaan yang berlaku efektif mulai 1 Mei 2026.

3. ⁠Memasang spanduk imbauan keselamatan di beberapa lokasi perlintasan.

4. ⁠Melakukan posko secara berkala di titik-titik perlintasan yang dinilai rawan kecelakaan.

5. ⁠Melakukan koordinasi intensif bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan wilayah Sumatera Barat guna membahas langkah tindak lanjut dan solusi jangka panjang.

Sebelumnya, sebagai upaya menekan kecelakaan di perlintasan sebidang, KAI Divre II Sumbar telah menutup dua perlintasan liar, melaksanakan sosialisasi keselamatan di dua sekolah dan 21 titik perlintasan resmi (dijaga maupun tidak dijaga) serta memasang tiga banner di lokasi rawan kecelakaan.

Selain itu, KAI juga melakukan edukasi langsung kepada masyarakat di sepanjang jalur KA yang disertai program CSR berupa penyediaan sarana olahraga.

Reza menggimbau kepada masyarakat agar semakin meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang.

“Kami mengingatkan kembali kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan ke kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan sebidang. Disiplin dan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang,” ujarnya.

Reza juga menambahkan   keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. “Kami berharap masyarakat dapat lebih peduli dan tidak terburu-buru saat melintas di perlintasan sebidang, khususnya pada lokasi yang tidak dijaga. Utamakan keselamatan, karena perjalanan kereta api memiliki prioritas utama,” tambahnya.

KAI Divre II Sumbar mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa berhati-hati dan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang, dengan memastikan kondisi aman sebelum melintas serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka perlintasan sebidang ilegal maupun kembali membuka perlintasan yang telah resmi ditutup, karena selain melanggar ketentuan hukum yang berlaku, tindakan tersebut juga sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya mengingat tingginya risiko kecelakaan pada perlintasan tanpa pengamanan.

“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah/Pemerintah Daerah, Operator, dan masyarakat. KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat,” tutup Reza mengakhiri. (armaidi tanjung)

DPRD Kota Padang Berkomitmen Kawal Kebijakan yang Berpihak pada Perlindungan dan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

DPRD Kota Padang Berkomitmen Kawal Kebijakan yang Berpihak pada Perlindungan dan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion,   menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional yang diperingati pada 1 Mei 2026. (Foto/Amak). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang Muharlion,   menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional yang diperingati pada 1 Mei 2026.

Dalam pesannya, Muharlion memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen pekerja di Kota Padang atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menggerakkan roda ekonomi serta pembangunan daerah.

Peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran strategis para pekerja, mulai dari sektor konstruksi, layanan kesehatan, hingga pekerja lapangan yang menjadi pilar utama kemajuan kota.

Muharlion menekankan bahwa kesejahteraan pekerja dan perlindungan hak-hak ketenagakerjaan harus terus menjadi prioritas bersama, baik dari pemerintah maupun pihak swasta.

"Hari Buruh bukan hanya sekadar perayaan, tetapi sebuah pengingat akan kontribusi besar para pekerja yang menjadi motor penggerak pembangunan di Kota Padang. Sinergi antara pemerintah dan para pekerja adalah kunci untuk menciptakan kota yang lebih maju dan berkeadilan," ujar Muharlion.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pekerja di berbagai sektor, untuk terus menjaga semangat kebersamaan, produktivitas, dan profesionalisme. 

Muharlion berharap, peringatan Hari Buruh 2026 ini membawa semangat baru bagi seluruh tenaga kerja di Padang untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Pernyataan tersebut sejalan dengan visualisasi pesan yang dikeluarkan pada 1 Mei 2026, yang menampilkan keberagaman profesi mulai dari tenaga medis, pekerja konstruksi, hingga operator logistik.

Semua profesi tersebut dinilai saling melengkapi dalam mempercepat laju pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Sumatera Barat.

Melalui momentum ini, DPRD Kota Padang berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja di wilayah tersebut agar tercipta lingkungan kerja yang aman, adil, dan sejahtera. (*)

Padang Juara Siapkan Generasi Pelajar Agar Memiliki Kesempatan Belajar di Luar Negeri    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

Padang Juara Siapkan Generasi Pelajar Agar Memiliki Kesempatan Belajar di Luar Negeri
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah di Lapangan Apeksi Balai Kota Padang, Aia Pacah, Sabtu (2/5/2026). (Foto/Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bertindak selaku pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah di Lapangan Apeksi Balai Kota Padang, Aia Pacah, Sabtu (2/5/2026).

Upacara berlangsung khidmat, diikuti oleh unsur Forkopimda, ASN, tenaga pendidik, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kota Padang.

Maigus Nasir membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar Menengah RI dan Menteri Dalam Negeri RI, serta menyampaikan arah kebijakan pendidikan Kota Padang ke depan. 

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang terus mendorong pelaksanaan program unggulan guna mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing.

“Pada Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 ini, kita berharap program Padang Juara dapat terlaksana dengan baik, sehingga mampu mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas, terampil, dan berkarakter,” ujar Maigus Nasir.

Ia juga menekankan pentingnya membuka akses yang lebih luas bagi pelajar Kota Padang, tidak hanya dalam memperoleh pendidikan di dalam negeri, tetapi juga hingga ke tingkat internasional melalui berbagai kerja sama strategis.

“Padang Juara juga menyiapkan generasi pelajar kita agar memiliki kesempatan belajar di luar negeri. Salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Kuala Lumpur yang memberikan peluang beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an yang juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris,” tambahnya.

Turut hadir perwakilan Universitas Kuala Lumpur yang menjajaki kerja sama pendidikan, khususnya dalam pengembangan kecerdasan dan karakter pelajar melalui program penghafal Al-Qur’an. 

Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai keagamaan yang baik.

Kegiatan juga dirangkai dengan peluncuran program MDTW (Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha) sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan di Kota Padang.

Kegiatan semakin semarak dengan penampilan seni dari para pelajar Kota Padang yang menampilkan beragam kreativitas dan bakat, yang menjadi wujud nyata bahwa dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mendorong pengembangan seni dan budaya. (*)

LKAAM Sumbar Gelar Sosialisasi dan Harmonisasi Hukum Pidana Adat, Ini Arahan Wako Fadly Amran    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

LKAAM Sumbar Gelar Sosialisasi dan Harmonisasi Hukum Pidana Adat, Ini Arahan Wako Fadly Amran
Sosialisasi dan Harmonisasi Hukum Pidana Adat yang digelar Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar), di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aie Pacah, Sabtu (2/5/2026). (Foto/Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri Sosialisasi dan Harmonisasi Hukum Pidana Adat yang digelar Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar), di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aie Pacah, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan ini diikuti para Niniak Mamak, yang terdiri dari Ketua dan Pengurus LKAAM serta Kerapatan Adat Nagari (KAN) dari Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, serta Kabupaten Pesisir Selatan, bersama unsur masyarakat dan lembaga terkait.

Fadly Amran menyampaikan Pemerintah Kota (Pemko) Padang tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang "Penguatan Nagari di Dalam Kota" sebagai langkah strategis memperkuat peran adat dalam sistem pemerintahan perkotaan.

Ia menegaskan, penguatan nilai lokal tak terlepas dari konsep Tungku Tigo Sajarangan yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai sebagai pilar utama kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Eksistensi nagari di dalam kota harus tampak jelas, terutama hubungan antara kerapatan adat dengan pemerintah. Ini yang ingin kita kuatkan melalui Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota,” ujarnya.

Fadly Amran menambahkan, selama ini ninik mamak dan lembaga adat masih menjadi rujukan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan. Karena itu, melalui Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota, Pemko Padang ingin memastikan penguatan kelembagaan adat berjalan konkret sebagai bagian dari Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari, sekaligus mendukung peran Dubalang Kota dan implementasi program Smart Surau.

"Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk menyamakan persepsi agar regulasi ini dapat segera direalisasikan. Perda ini diharapkan menjadi instrumen untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau, sekaligus memperkuat ketahanan sosial generasi muda di tengah pengaruh negatif perkembangan zaman,” pungkas Fadly Amran Datuak Paduko Malano.

Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Sati, menekankan harmonisasi hukum pidana adat menjadi langkah penting dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat Minangkabau.

“Kita berharap peran LKAAM dan KAN semakin optimal dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui penerapan hukum adat secara bijaksana. Termasuk pembinaan generasi muda dari berbagai penyimpangan dan kenakalan, serta percepatan sertifikasi tanah ulayat sesuai imbauan Menteri ATR/BPN,” ungkap Wali Kota Padang 2004-2014 ini. (*)

Wako Fadly Amran Dorong Olahraga Khas Asia Semakin Berkembang dan Mendunia    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

Wako Fadly Amran Dorong Olahraga Khas Asia Semakin Berkembang dan Mendunia
Pengurus Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Cabang Kota Padang masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Sabtu (2/5/2026). (Foto/Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pengurus Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Cabang Kota Padang masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Sabtu (2/5/2026).

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua FOKSI Sumatera Barat (Sumbar) Liswendi Kamar. Dalam kepengurusan yang baru, Yosrizal Effendi dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Azizol Maulana sebagai Sekretaris Umum dan Mellydia Lubis sebagai Bendahara Umum.

Fadly Amran menegaskan pentingnya mendorong olahraga-olahraga khas Asia agar semakin berkembang dan mendunia. Ia menyebut cabang olahraga seperti kabaddi memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional.

“Selama ini kita banyak mempopulerkan olahraga Barat, itu tidak masalah. Tapi sudah saatnya olahraga dari Asia seperti kabaddi kita angkat ke level yang lebih tinggi,” ujar Fadly Amran saat menghadiri pelantikan.

Fadly Amran juga mendorong para pengurus dan atlet untuk memiliki mental juara serta mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi berbagai ajang, baik di tingkat kota, provinsi, nasional hingga internasional.

“Kita menargetkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar Oktober mendatang, Kota Padang dapat menjadi juara umum. Untuk itu, diperlukan kerja keras dan komitmen seluruh pengurus serta atlet kabaddi Kota Padang,” tambahnya.

Ketua FOKSI Sumatera Barat Liswendi Kamar menargetkan keikutsertaan atlet dari Kota Padang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 mendatang. Ia menyebutkan, pada Babak Kualifikasi PON sebelumnya di Bali, kabaddi Sumbar berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu.

Ketua Umum FOKSI Kota Padang Yosrizal Effendi menyampaikan komitmennya untuk mendukung target prestasi olahraga di Kota Padang, termasuk meraih juara umum pada Porprov Sumbar yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.

“Kami siap bekerja keras bersama pengurus dan atlet untuk mencapai target tersebut. Saat ini atlet kabaddi Kota Padang juga tengah menjalani latihan rutin tiga kali dalam seminggu di GOR Haji Agus Salim,” ungkapnya. (*)

Vanya Wijaya Ajak Generasi Muda Ikut Lomba Nyanyi Tingkat Nasional “Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I”    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

Vanya Wijaya Ajak Generasi Muda Ikut Lomba Nyanyi Tingkat Nasional “Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I”
Vanya Wijaya ajak generasi muda ikut lomba nyanyi tingkat nasional Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I. (Fodok. Istimewa)

BENTENGSUMBAR.COM
- Dunia hiburan Tanah Air kembali menghadirkan gebrakan segar lewat Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I, sebuah kompetisi menyanyi online tingkat nasional yang mengangkat kekuatan karya lokal ke panggung yang lebih luas. Album Bumi Kanjuruhan milik Vanya Wijaya menjadi inspirasi utama ajang tersebut, membawa nuansa alam, budaya, dan spiritualitas khas Malang ke dalam pengalaman musikal yang penuh emosi. Peserta sudah dapat mengirimkan video penampilan lagu bebas mulai 1 Mei hingga sebelum 31 Mei 2026 melalui WhatsApp 081532750907.

Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I menghadirkan dua kategori usia, yakni 10–15 tahun dan 16–20 tahun, dengan Grand Final Season I dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026. Ajang tersebut digagas oleh Senada Digital Records yang berkolaborasi bersama GSI Records. Format daring menjadi strategi utama untuk menjangkau talenta lintas daerah hingga mancanegara, sekaligus membuka peluang setara bagi penyanyi muda tanpa batas geografis.

Sebagai pusat inspirasi lomba, album Bumi Kanjuruhan tidak hanya menyuguhkan lagu, tetapi juga perjalanan batin yang kuat. Vanya Wijaya kepada awak media pada Sabtu (2/5/2026) mengatakan bahwa proses penghayatan lagu dilakukan melalui riset visual dan emosional terhadap lanskap Gunung Bromo, Tengger, Semeru, hingga Gunung Kawi. Pendalaman tersebut membentuk karakter vokal yang tidak sekadar teknis, tetapi juga menghadirkan “jiwa” dalam setiap nada.

“Prosesnya seru banget! Sebelum mulai menyanyi, aku banyak baca cerita dan melihat foto-foto maupun video-video keindahan tempat-tempat tersebut. Aku mencoba merasakan seolah-olah aku sedang berdiri di puncak Semeru yang gagah atau merasakan kabut di Bromo,” ujar Vanya.

Lagu “Tanah Tiga Penjaga” menjadi salah satu tantangan utama dalam kompetisi karena menuntut keseimbangan antara kekuatan vokal dan emosi. Pendekatan tersebut menuntut kejujuran interpretasi agar pendengar benar-benar merasakan keindahan alam yang diangkat dalam lagu.

Vanya Wijaya menjelaskan pentingnya kontrol dinamika agar pesan tetap tersampaikan. “Aku harus mengatur tenaga suaraku, kapan harus meledak semangat dan kapan harus lembut. Kalau terlalu semangat nanti jadi berisik, kalau terlalu lembut nanti pesannya nggak sampai.”

Berbeda dengan energi besar “Tanah Tiga Penjaga”, lagu “Puisi Sunyi Gunung Kawi” menghadirkan suasana kontemplatif yang menuntut teknik vokal lebih halus. Vanya Wijaya menuturkan bahwa pendekatan dilakukan dengan napas lembut layaknya seseorang yang sedang merenung. Perbedaan pendekatan tersebut menjadi bukti luasnya spektrum musikal dalam album tersebut.

“Aku lebih banyak pakai teknik napas yang halus banget, seperti orang yang sedang curhat atau merenung sendirian di tempat yang sepi,” jelas Vanya. 

Dalam konteks kompetisi, tantangan terbesar bagi peserta bukan hanya teknik, melainkan kemampuan menghadirkan rasa. Vanya Wijaya menegaskan bahwa juri akan mencari interpretasi paling jujur terhadap makna lagu. Peserta dituntut memahami setiap lirik agar mampu menyampaikan emosi secara utuh, bukan sekadar menunjukkan kemampuan vokal tinggi.

Dari sisi produksi, Denny Wijaya yang berperan sebagai produser, penyelenggara, sekaligus pelaksana teknis menekankan keseimbangan antara visi artistik dan sistem digital. Sistem kurasi dirancang presisi agar kualitas audio-visual tetap terjaga meskipun seluruh proses berlangsung secara daring.

“Menyeimbangkan aspek kreatif dan teknis adalah tantangan sekaligus peluang. Sebagai produser, fokus saya adalah menjaga ‘ruh’ dari album Bumi Kanjuruhan agar tetap terasa dalam setiap penampilan peserta,” ungkap Denny.

Pendekatan digital tersebut juga menghadirkan inovasi berupa konsep Universal Access yang memungkinkan partisipasi luas tanpa batas wilayah. Denny Wijaya menyebut bahwa teknologi menjadi jembatan untuk menghadirkan interaksi kreatif yang tetap hangat antara peserta dan juri. Format tersebut sekaligus membuka peluang bagi talenta Indonesia untuk menunjukkan kualitas di panggung global melalui medium digital.

Di balik kekuatan narasi album, Rulli Aryanto sebagai penulis lagu dan produser menekankan pentingnya riset mendalam terhadap sejarah dan budaya Malang Raya. Pendekatan tersebut dipadukan dengan kemasan modern agar dapat diterima oleh berbagai kalangan.

“Riset pasti, banyak baca tentang sejarah Malang Raya dan Kanjuruhan. Tidak semua bisa kita angkat, tapi paling tidak poin besarnya bisa disampaikan dalam enam lagu tentang budaya, kekayaan alam, tradisi, dan nilai-nilai di dalamnya,” jelas Rulli.

Inspirasi utama dalam lagu-lagu seperti “Tanah Tiga Penjaga” dan “Puisi Sunyi Gunung Kawi” juga berakar pada kekuatan simbolik gunung-gunung legendaris Indonesia. Rulli Aryanto menyoroti nilai gotong royong, toleransi, dan penghormatan terhadap alam sebagai identitas bangsa. Harapan besar pun disematkan pada para peserta agar mampu mengekspresikan karya secara bebas namun tetap berada dalam koridor yang tepat, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Melalui Jiwantara Kanjuruhan 2026, musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium pengantar cerita lokal ke audiens global. Vanya Wijaya menggambarkan musik sebagai “surat cinta” dari Kanjuruhan untuk dunia, yang mampu memancing rasa ingin tahu lintas negara terhadap keindahan Indonesia. Ajang tersebut membuka jalan bagi generasi muda untuk tidak hanya bernyanyi, tetapi juga menjadi duta budaya melalui suara dan interpretasi mereka.

Materi lagu untuk lomba menyanyi Jiwantara Kanjuruhan 2026 tersedia melalui tautan berikut: https://youtube.com/playlist?list=PLJUTfoaqTYqOuZ7_upnvZbNIw5gBO2Z0i&si=YViJjXsn6y_gGEdN

Laporan: Muhammad Fadhli

Viral Isu Menteri Pariwisata Menggunakan Sepatu di Masjid, Pemprov Sumbar Pastikan itu Tidak Benar    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

Viral Isu Menteri Pariwisata Menggunakan Sepatu di Masjid, Pemprov Sumbar Pastikan itu Tidak Benar
Dalam unggahan tersebut dikatakan, Menteri Pariwisata mengenakan sepatu di dalam masjid. Pemprov Sumbar pastikan informasi tersebut tidak benar. (Foto/Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada 29 April 2026. 

Dalam unggahan tersebut dikatakan, Menteri Pariwisata mengenakan sepatu di dalam masjid. Pemprov Sumbar pastikan informasi tersebut tidak benar.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Nolly Eka Mardianto menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan kesalahpahaman dan tidak sesuai fakta di lapangan. 

Ia menyampaikan, dirinya turut mendampingi langsung rangkaian kegiatan kunjungan kerja Menteri Pariwisata selama berada di Sumbar, termasuk saat berkegiatan di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

“Saya menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Tidak benar Ibu Menteri memakai sepatu di dalam masjid, yang digunakannya adalah kaos kaki,” tegas Nolly di Padang, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Nolly, potongan video yang beredar luas di berbagai platform media sosial telah menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. 

Dalam video tersebut, Menteri Pariwisata tampak berjalan di atas karpet masjid menggunakan kaos kaki bukan sepatu, bentuknya saja yang mungkin menyerupai sepatu jika dilihat sekilas.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kunjungan Menteri Pariwisata di Sumbar, khususnya saat berada di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, berlangsung dengan penuh penghormatan terhadap nilai, etika, dan adab yang dijunjung tinggi masyarakat Minangkabau.

“Ibu Menteri beserta seluruh jajaran telah menjalankan tata krama yang sesuai. Perlu kami luruskan kembali bahwa tidak ada penggunaan sepatu di dalam masjid sebagaimana yang disampaikan dalam sejumlah narasi tidak akurat yang beredar luas di media sosial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nolly menyayangkan maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang publik. 

Ia menilai, penyebaran hoaks dan fitnah tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Perbedaan persepsi mungkin saja terjadi, namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini ke arah negatif tentu bukan hal yang bijak, apalagi jika berpotensi menimbulkan perpecahan,” jelasnya.

Untuk itu, Pemprov Sumbar mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, dengan selalu mengedepankan verifikasi serta mengutamakan fakta di atas asumsi.

“Mari kita bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat dengan informasi yang benar dan bertanggung jawab,” pungkas Nolly. (adpsb/bud)

Mengaggumi Para Pejuang Pariwisata Hijau di Indonesia: Sabarata Bangun The Man Behinds The Biggest Ecobricks in The World!    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

Mengaggumi Para Pejuang Pariwisata Hijau di Indonesia: Sabarata Bangun The Man Behinds The Biggest Ecobricks in The World!
Ridwan Tulus dan teman-teman. (Foto/Ridwan Tulus). 

SEMENJAK
tahun 2009 saya mendapat ujian hidup yang sangat luar biasa. Kalau secara medik dokter syaraf terkemuka diPadang bilang ada penyumbatan diotak kanan setelah melihat hasil scan dan MRI. 

Dan harus dioperasi tapi saya tidak melakukannya. Karena menurut dokter tersebut walaupun dioperasi hasilnya masih fifty fifty.

Tapi lucunya sebelum saya mengalami penyakit ini sudah ada 2 orang besar yang sudah memprediksi saya bakalan mendapat ujian seperti ini. Dan saya tak perlu menyebut orang yang luar biasa tersebut disini.

Semenjak 2009 saya mengalami perjalanan hidup yang aneh. Dunia saya terbalik. Apa yang saya suka sebelumnya menjadi tidak suka. 

Seperti berbisnis..walaupun sudah mempunyai kantor cabang di Inggris dan Amerika tapi pada saat itu saya tidak ada keinginan berbisnis lagi. 

Bahkan sudah tidak mempedulikannya. Kantor saya disalah satu hotel ternama dikota Padang saya biarkan kosong begitu saja.

Mendengar musik adalah pantangan buat saya pada saat itu padahal semenjak Sma saya sudah hidup dari musik dan nyanyi. Saya jadi penyanyi di pub dan hotel semenjak Sma.

Semenjak saat itu saya bisa tiba - tiba "hang" atau hilang ingatan. Dan menimpa saya 10 sampai 15 kali setiap hari. 

Makanya semenjak itu istri saya tidak membolehkan lagi menyetir mobil karena pernah beberapa kali saya tiba - tiba pingsan sedang mengendarai mobil. 

Dan itu berlangsung cukup bahkan sampai saat menulis buku ini walaupun lebih ringan dan tidak berpengaruh besar lagi. Yang parah itu sekitar 5 tahunan walaupun saya merasa tidak sampai sebulan.

Sekitar 3 tahun lebih saya betul - betul sibuk dengan dunia saya sendiri. Sudah tidak mempedulikan lagi bisnis bahkan keluarga. 

Saya hanya sibuk dengan dunia sendiri dan tidak lagi bergaul dan nongkrong seperti kebiasaan saya sebelumnya. Jangankan media social, hppun kadang saya tidak mau menggunakannya.

Untunglah saya punya istri dan keluarga yang luar biasa yang mau berkorban untuk saya. Akhirnya sang istri mulai mengambil alih perusahan dan berusaha menjalannnya semampunya karena masih ada juga permintaan bisnis yang harus dikerjakan. 

Dia melakukannya dengan team - team saya yang masih tetap setia.

Sekitar tahun 2012 saya mulai merasa sadar setelah melihat perjuangan yang dilakukan oleh istri saya dalam menghidupi keluarga.

Dia bahkan rela menjual seluruh aset yang kami punya demi bertahan hidup. Dan lucunya saya merasakan kejadian yang menimpa saya tidak sampai sebulan ternyata sudah bertahun!

Ketika mulai agak sadar saya mulai akrab kembali dengan hp dan media sosial seperti facebook dan lainnya. 

Tapi dampak yang cukup hebat dari penyakit yang saya alami saya banyak lupa masa lalu!

Akhirnya setelah membaca dan bergaul lagi khususnya dimedia sosial saya mulai banyak mengaggumi tokoh - tokoh muda didunia kepariwisataan Indonesia yang bermain di niche tourism market atau wisata minat khusus dan lebih khusus lagi di pariwisata hijau atau Green Tourism. 

Dan yang lebih luar biasa lagi mereka dengan aksinya bisa menyelamatkan lingkungan didaerahnya!

Sabarata Bangun..dari Porter  menjadi Tour Leader

Dan ketika mulai aktif dimedia sosial dan mulai meng update status tiba - tiba Sabarata menelpon saya dengan semangatnya " Bang apa kabar bang? Sudah sehat bang? ". " Alhamdulillah Bar sudah sehat." jawab  saya senang. Tapi saat mendengar bahwa saya sudah sehat tiba - tiba dia berkata " Gini bang...aku perlu uang...tak banyaknya bang..cuma 20 juta !" dengan logat Bataknya. 

Saya kaget juga ketika mendapat permintaan tersebut karena dari status yang saya ikuti tentang dia sudah sangat sukses dibanding pertemuan awal dengan saya.

Tapi Alhamdulillah semenjak saya sakit saya menjadi lebih tenang dan tidak cepat emosi. Saya komfirmasikan kepada dia untuk apa uang cuma sebanyak karena yang saya lihat sepertinya sudah sukses dibanding awal pertemuan dengan saya pertama kali. 

Saya lihat program - program wisata yang digarapnya khususnya untuk Leuser National Park dan beberapa destinasi di Sumatera Utara sudah mendatangkan banyak tamu khususnya overseas market. Dan bahkan dia sudah dipercaya top - top operator dari Amerika dan Eropah. 

Dan dia menjelaskan " begini bang...kita kan sudah punya punya green camp disini dan beberapa penginapan tapi belum layak jual bang. 

Pas mendengar "Kita" saya langsung komfirmasikan lagi ke dia. "Kita maksud kau apa Bar?". Mendengar itu Sabar dengan sedikit emosi langsung menjelaskan. " bang..abang punya akomodasi ditanah yang abang beli dulu disini tapi belum layak jual karena MCKnya belum ada !". 

Lalu dia menjelaskan bahwa saya dulu pernah membeli tanah dilokasi yang sangat bagus dipinggiran sungai dikawasan Bukit Lawang atas permintaan Sabar karena dia ingin memiliki green resort sendiri bersama. Dan dia mengatakan bahwa saya sudah membeli tanah yang cukup luas dan dia mengatakan bahwa itu milik saya sepenuhnya walaupun atas nama dia karena kami membeli ala kampung dan semua surat pembeliaannya masih dipegang sama dia. 

Saya karena tidak ingat sama sekali dan tak merasa memiliki sama sekali saya serahkan saja semuanya ke dia untuk menjadi miliknya sendiri. 

Dan dia sangat marah dan mengatakan bahwa tenpat tersebut sepenuhnya punya saya dan dia tidak berhak untuk memilikinya walaupun surat - suratnya ada pada dia.

Dan bahkan dia menyarankan untuk menjualnya saja karena sudah ada yang menawar lokasi tersebut dengan harga yang cukup tinggi dan dia sangat tahu tentang kondisi keuangan saya karena dia selalu berkomunikasi dengan istri saya. 

Bahkan ternyata dia sering menelpon dan memantau saya cuma saya saja yang tidak ingat

Mendengar hal itu dan kejujurannya yang luar biasa akhirnya saya buat suatu kesepakatan dengan dia.

Pokoknya apapun aset disana dia memiliki 60% dan saya 40% dan saya ingatkan kepada dia untuk tidak menolaknya. 

Walaupun sampai sekarang saya masih menganggap itu bukan punya saya!

Perkenalan pertama dengan Sabar yang membuat saya respek.

Pertama kali saya ke Bukit Lawang sekitar awal 2000an karena ada permintaan trip dari kantor cabang saya di Inggris.

Dan saya datang 3 hari lebih awal untuk sekaligus survey dan menyiapkan segala sesuatunya untuk trip ekspedisi Orangutan sekitar 5 hari di Bukit Lawang dan kawasan hutan Leuser National Park. 

Dan waktu itu kita sudah mempunyai team yang lengkap mulai dari tour guide, pemandu lokal, porter serta cheft karena sekitar 3 hari kita akan camping dihutan.

Waktu saya ngopi santai sendiri setelah survey seharian direstoran Ecolodge seorang pemuda lokal menghampiri saya sambil memperkenalkan dirinya Sabarata Bangun. Dan saya langsung mengajak dia untuk menemani saya minum kopi.

Setelah akrab dia menjelaskan bahwa dia seorang pemandu lokal dan tertarik untuk ikut serta dengan trip saya walaupun bahasa Inggrisnya baru sekedar bahasa greeting. 

Tapi waktu itu saya menolaknya dan mengatakan bahwa team saya sudah lengkap. Tapi dia terus memohon sambil mengatakan dia dipakai sebagai porterpun tidak apa dan bahkan rela tidak dibayar karena dia ingin belajar. 

Mendengar ingin belajar dan kegigihannya saya justru sangat suka dengan dia dan mempersilahkan dia ikut dengan trip saya. 

Saya menjelaskan trip itu berikut hak dan kewajibannya secara detail dan dia begitu senang sekali walaupun dilibatkan sebagai porter.

Dan ketika trip berjalan Sabar betul - betul melaksanakan segala tugasnya dengan sangat baik. 

Walaupun bahasa Inggrisnya masih sangat minim tapi ketika tamu meminta tolong atau menyuruh dia dia seperti tahu apa yang diinginkan tamu. 

Dan tamu sangat terhibur sekali dengan dia karena gaya dan aksinya ditengah hutan membawa suasana riang. 

Ada saja candaanya yang menbuat suasana satu sama lain menjadi akrab. Dan dia betul - betul sangat membantu sekali

Dia juga membantu memasak dan keperluan lainnya. Saya betul - betul suka melihat dia karena dia betul - betul bekerja dengan hati!

Bahkan ketika trip berakhir dia mendapat tip yang sangat besar dari tamu. Dan sayapun disamping honor memberikan tambahan bonus juga karena trip pertama kami disana sangat sukses dan tamu sangat senang sekali dengan trip ini.

Dan sayapun mengundang dia khusus untuk menemani saya makan malam karena ingin tahu lebih banyak tentang dia.

Dan sayapun memulai pembicaraan serius setelah makan. Dan sayapun langsung menawarkan kepada dia untuk bekerjasama lebih baik lagi dengan dia karena saya melihat banyak keahlian yang masih tersimpan didirinya. 

Dan diapun sangat senang menerima apalagi saya tidak peduli ketika dia mengatakan bahwa ijazah sd pun dia tidak punya. Saya betul - betul tidak peduli dengan ijazahnya karena saya melihat potensi lain dari dirinya. Terutama kejujuran dan keterus - terangannya!

Tantangan Pertama ; Bahasa Inggris!

Dan sayapun memberi tantangan pertama kepada dia untuk menguasai bahasa Inggris dalam waktu 6 bulan. 

Dan saya membayar guide disana yang sudah fasih berbahasa Inggris untuk melatih dia berbahasa Inggris conversation tentang pariwisata disana setiap hari. 

Dan saya ingatkan kepada dia bahwa kalau dia tidak menguasainya dalam waktu 6 bulan program kerjasama saya dengan saya akan berakhir! Dan diapun menerima tantangan tersebut dengan senang.

Semenjak kedatangan saya pertama ke Bukit Lawang selanjutnya hampir saya tiap bulan kesana karena trip series bulanan kami jual dengan cabang saya di Inggris selalu fullybooked

Dan Sabar yang saya lihat selalu menampakan improvement yang luar biasa saya tidak melibatkan beliau menjadi porter bahkan saya mulai latih dia khusus untuk mengatur segala keperluan perjalanan kami disana. Dia sudah mulai agak lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Dan kagetnya belum 4 bulan masa perkenalan saya dengan dia dan waktu direstoran Echolodge saya melihat dia asik berbicara dengan seseorang dengan bahasa Spanyol. Wow. Impresonante!

Dia mengatakan pada saya bahwa dia juga mulai mempelajari bahasa Spanyol karena disana banyak sekali tamu dari Spanyol tapi tak ada satupun guide disana yang bisa. Saya betul - betul merasa senang melihat perkembangannya dan kejeliannya dalam melihat peluang.

Tantangan ke 2 : Kuasai Leuser National Park!

Setelah saya melihat dia bisa menguasai bahasa Inggris dalam waktu cepat dari waktu yang ditentukan malah sudah bisa juga menguasai bahasa Spanyol yang saya sendiri tidak bisa saya akhirnya memberi tantangan ke 2 kepada dia.

" Tantangan ke 2 kau Bar...kuasai ini hutan!". Dan dia langsung menyanggah. " Kuasai hutan maksud abang macam mananya" logatnya dalam bahasa Batak.

Lalu saya menjelaskan kepada dia bahwa dia harus menguasai semua yang ada disini mulai dari budaya dan adat istiadat Batak, kearifan lokal, kesenian dan terutama sekali lingkungan. 

Apa flora dan fauna yang ada disana, apa bahasa Inggris dan latinnya, apa kegunaan dan manfaatnya.

Begitu juga ketika trekking dan camping dihutan, dimana tempat yang nyaman untuk makan siang dan penyajiannya yang menarik.

Dan begitu juga ketika menyiapkan tenda dimana lokasinya yang aman dari gangguan binatang buas, bagaimana memadukan sebuah perjalanan dengan aksi lingkungan seperti aksi bersih sungai, aksi penanaman pohon, aksi pengurangan sampah plastik dan hal - hal lainnya dalam merencanakan suatu perjalanan sehingga betul - betul menyenangkan dan menjadi suatu pengalaman menarik yang tidak mudah dilupakan.

Alhamdulillah Sabar yang dulunya seorang porter dan tidak tamat SD sekarang sedang merencanakan membuat sekolah gratis yang terbuat dari tanah liat sesuai keahliannya. 

Dan juga memadukan bangunan dengan bahan ecobrick (botol dan sampah plastik) untuk mengurangi sampah plastik didaerah tersebut.

Dan yang membuat saya menangis malam lebaran kemarin ketika dia menelpon saya " bang aku minta tolong bang!" Tolong apa Bar? Jawab saya heran. " bantulah aku bang...kirim no rekening abang..karena aku ingin juga abang dan keluarga menikmatinya" jawabnya dengan memohon. Terima kasih Sabar...kau betul - betul membuat saya merasa kaya! And thanks for being a Green Friend of Indonesia! (*)

Penulis: Ridwan Tulus, pemerhati pariwisata

Hardiknas 2026, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Lingkungan Pendidikan Harus Memuliakan dan Bebas dari Kekerasan    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

Hardiknas 2026, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Lingkungan Pendidikan Harus Memuliakan dan Bebas dari Kekerasan
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (02/05/2026). (Foto/Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (02/05/2026).

Dalam amanatnya, Gubernur Mahyeldi menyoroti berbagai tantangan dunia pendidikan. Menurutnya, perlu perhatian serius agar lingkungan sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman serta bebas dari kekerasan bagi ekosistemnya.

Ia menegaskan peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan arah dan tujuan pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa pendidikan sejatinya merupakan proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih, dan berorientasi pada upaya memanusiakan manusia.

“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan potensi terbaik manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti dari pendidikan adalah memuliakan,” tegasnya di hadapan peserta upacara.

Gubernur juga mengingatkan bahwa amanat konstitusi melalui UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter, dan membentuk peradaban yang unggul. Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional dan visi besar Indonesia Emas 2045, ia menyebutkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama. Untuk itu, pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diusung pemerintah pusat dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Lebih lanjut, Gubernur menaruh perhatian serius terhadap berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini. Ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan dan gangguan eksternal.

“Kita tidak ingin lagi mendengar adanya kekerasan di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan siswa kepada guru maupun sebaliknya. Di Sumatera Barat, hal seperti itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, dukungan lingkungan menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan di suatu sekolah.

Selain itu, Gubernur menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan untuk memastikan seluruh satuan pendidikan, khususnya SMA, SMK, dan SLB di bawah kewenangan provinsi, berjalan optimal tanpa gangguan. Ia juga menekankan perlunya langkah antisipatif terhadap berbagai potensi penyimpangan yang dapat merusak dunia pendidikan, termasuk penyalahgunaan narkoba dan masuknya pengaruh negatif ke lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menjadi ruang yang steril dari perilaku menyimpang dan hal-hal yang dapat merusak generasi muda. Pengawasan harus diperketat, termasuk terhadap pihak-pihak yang masuk dan berkegiatan di lingkungan sekolah,” pesannya.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Gubernur juga menyerahkan penghargaan kepada sekolah dan madrasah dengan strata Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Paripurna tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2026. Sekolah yang meraih penghargaan tersebut antara lain, SMPN 1 Tilatang Kamang Kabupaten Agam, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, dan MIN 2 Dharmasraya.

Upacara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumbar, seluruh unsur Forkopimda Sumbar, Ketua TP PKK Sumbar, serta Ketua BKOW Sumbar. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Ranah Minang.

Menutup arahannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, pendidikan di Sumbar akan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.(adpsb/rmz/bud)

Anggota DPRD Kota Padang Hendrizal Berkomitmen Terus Mengawal Setiap Usulan Masyarakat Lubeg    
Sabtu, Mei 02, 2026

On Sabtu, Mei 02, 2026

Anggota DPRD Kota Padang Hendrizal Berkomitmen Terus Mengawal Setiap Usulan Masyarakat Lubeg
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Dr. Hendrizal, M.Pd., melaksanakan kegiatan reses masa sidang ke II tahun 2025-2026.  (Foto/Mulyadi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Dr. Hendrizal, M.Pd., melaksanakan kegiatan reses masa sidang ke II tahun 2025-2026. 

Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 1 Mei 2026, bertempat di Aula Kantor Camat Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Reses merupakan agenda penting bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam kesempatan ini, Dr. Hendrizal, M.Pd., berinteraksi dengan warga setempat untuk mendengarkan berbagai masukan, keluhan, serta harapan terkait pembangunan dan kebijakan di Kota Padang.

Turut hadir dalam kegiatan reses tersebut adalah Bapak Ramat Saleh, anggota DPR RI pusat. Kehadiran beliau menambah bobot diskusi dan menjadi jembatan komunikasi antara aspirasi masyarakat di tingkat lokal dengan kebijakan di tingkat nasional.

Dr. Hendrizal, M.Pd., menyampaikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan dalam rapat-rapat di DPRD Kota Padang.

Ia berkomitmen untuk terus mengawal setiap usulan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lubuk Begalung khususnya, dan Kota Padang umumnya.

Kegiatan reses berjalan lancar dan interaktif, diwarnai dengan antusiasme warga yang menyampaikan berbagai isu mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi kerakyatan. 

Diharapkan, hasil reses ini dapat menjadi bahan pertimbangan utama dalam perumusan kebijakan yang pro-rakyat.(*)