Rutan Sawahlunto Diperketat! 15 Warga Binaan Jalani Tes Urine, Semua Dinyatakan Negatif
On Selasa, September 22, 2026
| Rutan Sawahlunto menggelar razia gabungan sekaligus tes urine terhadap warga binaan, Selasa (22/9/2026), sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan serta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. (Foto: Marjafri). |
Kegiatan tersebut melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK), Polres, TNI, serta unsur terkait lainnya di Kota Sawahlunto. Petugas melakukan pemeriksaan badan dan penggeledahan kamar hunian warga binaan. Razia juga dirangkai dengan sosialisasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Dari total 73 warga binaan Rutan Kelas IIB Sawahlunto, yang terdiri dari 51 narapidana dan 22 tahanan, petugas mengambil 15 sampel urine secara acak untuk menjalani pemeriksaan. Hasilnya, seluruh sampel urine dinyatakan negatif. Pemeriksaan kamar hunian juga tidak menemukan barang berbahaya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto, Mustofa, mengatakan razia gabungan dan tes urine tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan gangguan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama serta kunjungan bapak ibu semua. Kami berharap Rutan Sawahlunto menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Sumatera Barat yang bebas dari handphone ilegal, pungutan liar dan peredaran narkoba,” ujar Mustofa.
Mustofa menegaskan, pengawasan terhadap warga binaan tidak berhenti pada pelaksanaan razia. Rutan Sawahlunto akan terus melakukan langkah pencegahan dan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan tersebut.
Di sisi lain, penguatan keamanan juga berjalan beriringan dengan program pembinaan warga binaan. Rutan Sawahlunto tidak hanya fokus pada aspek ketertiban, tetapi juga memberikan pembinaan rohani serta berbagai keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Sejumlah keterampilan yang diberikan antara lain pelatihan pembuatan mebel, seperti meja dan kursi, serta keterampilan merangkai papan bunga. Program tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan mengembangkan kemampuan produktif sekaligus menumbuhkan kemandirian selama menjalani masa pembinaan di Rutan Sawahlunto.
Melalui razia gabungan, tes urine, penguatan pengawasan, pembinaan rohani hingga pelatihan keterampilan, Rutan Kelas IIB Sawahlunto terus berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Rutan Sawahlunto dalam mencegah narkoba, handphone ilegal dan berbagai potensi gangguan keamanan, sembari mempersiapkan warga binaan agar lebih siap kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.(*)
Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU