HEADLINE
Data Rumah Terdampak Galodo Diverifikasi, Pemkab Solok Pastikan Bantuan Tepat Sasaran    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Data Rumah Terdampak Galodo Diverifikasi, Pemkab Solok Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Rapat verifikasi dan validasi data tersebut digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kabupaten Solok bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat memastikan data rumah warga terdampak galodo benar-benar akurat. Verifikasi dan validasi menjadi langkah penting dalam percepatan pemulihan pascabencana.

Rapat verifikasi dan validasi data tersebut digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Sabtu (26/9/2026). Fokus utamanya adalah memastikan kondisi rumah warga terdampak bencana galodo tercatat sesuai fakta di lapangan.

Data tersebut bukan sekadar angka. Di baliknya terdapat kebutuhan warga yang menunggu kepastian bantuan pascabencana, khususnya untuk pemulihan rumah yang mengalami kerusakan akibat galodo.

Pemkab Solok menilai ketepatan data menjadi kunci agar bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari Pemerintah Pusat dapat disalurkan sesuai kondisi dan kriteria yang berlaku.

Rapat melibatkan berbagai instansi terkait. Di antaranya BNPB, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Disdukcapil, BPS, BPBD, Camat Gunung Talang, serta Wali Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok, Retny Humaira, ST, menegaskan bahwa verifikasi harus dilakukan secara teliti dan berlapis.

“Kita ingin memastikan setiap data benar-benar sesuai kondisi di lapangan. Semoga rumah warga yang terdampak bisa tertangani dan menerima bantuan sesuai kriteria yang berlaku,” ujarnya.

Tak hanya memeriksa kondisi bangunan, proses ini juga menyentuh aspek administrasi kependudukan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan identitas warga penerima bantuan benar-benar sesuai dengan data resmi.

Kepala BPS Kabupaten Solok, Bambang Suryanggono, mengatakan data yang sudah tervalidasi nantinya akan disinkronkan menjadi satu data tunggal. Langkah ini diharapkan memperkuat akurasi penyaluran bantuan korban galodo.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Solok, Romi Hendrawan, menyebut pemadanan data kependudukan korban telah dilakukan. Namun, masih terdapat sejumlah data yang perlu dilengkapi, termasuk nomor Kartu Keluarga dan NIK.

Kondisi tersebut membuat koordinasi antarinstansi menjadi sangat penting. Kelengkapan data administrasi diharapkan dapat mencegah kesalahan dalam pendataan warga yang terdampak bencana banjir bandang dan galodo.

Perwakilan BNPB, Didien Julianda Novanti, berharap seluruh proses verifikasi dan validasi dapat segera dituntaskan. Menurutnya, kelengkapan dan ketepatan data menjadi salah satu kunci penanganan pascabencana.

Dengan data yang semakin akurat, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan kebutuhan rehabilitasi rumah warga terdampak galodo. Bantuan pun diharapkan dapat diberikan berdasarkan kondisi nyata dan tidak ada warga yang memenuhi kriteria terlewat.

Pemkab Solok bersama seluruh pihak terkait berkomitmen menuntaskan proses tersebut secara transparan dan cermat. Validasi data rumah terdampak galodo kini menjadi bagian penting dari upaya mempercepat pemulihan warga dan pembangunan kembali wilayah yang terdampak bencana. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Penertiban Minol di Simpang Haru Memanas, Dua Personel Satpol PP Padang Terluka    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Penertiban Minol di Simpang Haru Memanas, Dua Personel Satpol PP Padang Terluka
Penertiban berlangsung di salah satu warung di Jalan Dr. Sutomo, Simpang Haru, Minggu malam (27/9/2026) hingga Senin (28/9/2026) dini hari. (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengawasan dan penertiban minuman beralkohol (minol) tanpa dokumen perizinan di kawasan Simpang Haru, Kota Padang, berujung insiden. Dua personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang dilaporkan mengalami luka-luka saat menjalankan tugas.

Penertiban berlangsung di salah satu warung di Jalan Dr. Sutomo, Simpang Haru, Minggu malam (27/9/2026) hingga Senin (28/9/2026) dini hari.

Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol yang diduga tidak dilengkapi dokumen perizinan sesuai ketentuan.

Petugas Satpol PP Kota Padang mendatangi salah satu warung yang menjadi sasaran pengawasan. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah minuman beralkohol.

Barang yang ditemukan kemudian diamankan ke Mako Satpol PP Kota Padang untuk dilakukan pendataan dan proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, proses penertiban minol tersebut tidak berjalan mulus. Pemilik warung disebut menolak tindakan petugas hingga situasi di lokasi berkembang menjadi kericuhan.

Dalam situasi tersebut, terjadi dugaan penyerangan menggunakan botol kaca terhadap petugas. Insiden itu menyebabkan dua personel Satpol PP Kota Padang mengalami luka-luka.

Kedua personel yang terluka langsung mendapatkan penanganan medis. Peristiwa tersebut menjadi bagian yang akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kewenangan pihak terkait.

Kabid Linmas Satpol PP Kota Padang, Wahyu Isandi Rahmatullah, menyayangkan terjadinya kekerasan terhadap petugas ketika menjalankan tugas pengawasan dan penertiban.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya kekerasan terhadap petugas saat menjalankan tugas. Penertiban yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum,” ujar Wahyu.

Menurutnya, setiap tindakan penertiban di lapangan tetap dilakukan dengan mengedepankan prosedur dan pendekatan yang sesuai ketentuan. Satpol PP juga terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif.

Wahyu menegaskan, keberadaan Satpol PP bukan hanya berkaitan dengan penindakan, tetapi juga memastikan aturan dapat berjalan serta masyarakat mendapatkan rasa aman dan nyaman.

“Satpol PP hadir untuk memastikan aturan dapat berjalan dan masyarakat mendapatkan rasa aman. Kalau dalam pelaksanaan tugas ditemukan dugaan pelanggaran atau tindakan yang mengarah pada pidana, tentu akan kami tindaklanjuti melalui mekanisme dan koordinasi dengan pihak yang berwenang,” katanya.

Penertiban minuman beralkohol di kawasan Simpang Haru ini sekaligus menunjukkan bahwa pengawasan terhadap aktivitas usaha yang diduga tidak memenuhi ketentuan akan terus dilakukan. Satpol PP Kota Padang menyatakan tetap mengedepankan pendekatan persuasif, prosedural, dan menjaga ketenteraman serta ketertiban umum (Trantibum) di tengah masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi Ajak Mahasiswa UMN Warisi Nilai Perjuangan Mohammad Natsir    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Gubernur Mahyeldi Ajak Mahasiswa UMN Warisi Nilai Perjuangan Mohammad Natsir
Kegiatan Mata Natsir 2026 sekaligus Masa Ta’aruf UMN Bukittinggi di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Senin (28/9/2026). (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong mahasiswa Universitas Mohammad Natsir (UMN) Bukittinggi memahami, menginternalisasi, dan meneruskan nilai-nilai perjuangan tokoh tersebut dalam kehidupan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Mata Natsir 2026 sekaligus Masa Ta’aruf UMN Bukittinggi di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Senin (28/9/2026). Menurutnya, keberadaan nama Mohammad Natsir pada sebuah institusi pendidikan membawa tanggung jawab bagi setiap mahasiswanya untuk mengenal dan mengimplementasikan pemikiran dan keteladanan dari tokoh tersebut.

“Ke depan, kita tentu berharap mahasiswa disini bisa menginternalisasikan nilai-nilai dari Pak Natsir. Kemudian menjadi tokoh baru yang mewarisi sifat Pak Natsir,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, Mohammad Natsir merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk dalam proses kembalinya Indonesia dari bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, menurutnya, sejarah perjuangan Natsir perlu dipahami oleh generasi muda, khususnya mahasiswa UMN.

“NKRI itu ada salah satunya berkat jasa Pak Natsir. Bisa dibilang, tidak ada Pak Natsir, tidak ada NKRI. Begitu lah kira-kira analogi besarnya jasa Pak Natsir untuk bangsa ini,” tegas Mahyeldi.

Hal tersebut ditegaskannya seraya mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak boleh berhenti setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, tetapi mesti terus dilanjutkan melalui berbagai perjuangan dalam menjaga keutuhan bangsa, memcerdsakan kehidupan bangsa dan mensejahterakan rakyat.

Mahyeldi bahkan mengusulkan agar nama Mohammad Natsir semakin melekat dalam keseharian sivitas akademika UMN. “Kalau boleh, usul saya, kalau sekarang singkatan nama kampus ini adalah UMN, bagaimana kalau kita geser sedikit menjadi UM Natsir. Sehingga Natsir itu melekat dalam keseharian kampus ini,” katanya.

Mahyeldi menyebut Mohammad Natsir bersama sejumlah tokoh asal Sumbar lainnya, seperti Sutan Sjahrir dan Agus Salim, telah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, semangat intelektual, keteladanan, dan kepedulian terhadap bangsa dari para tokoh tersebut perlu terus dipelajari dan dikembangkan oleh generasi muda.

Rektor UMN Bukittinggi, Alfihan Afrifani Ahmad mengatakan penyematan nama Mohammad Natsir pada perguruan tinggi tersebut bukan sekadar identitas, tetapi sekaligus tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai yang diwariskan tokoh tersebut.

“Karena kita menyandang nama Bapak Mohammad Natsir. Seorang ulama, seorang tokoh negarawan, seorang politisi. Nama itu bukan hanya sebatas nama, tapi ada nilai-nilai di sana, ada beban,” ungkapnya.

Alfihan menegaskan, UMN bersama Yayasan Rumah Sakit Islam Sumbar (YARSI Sumbar) berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada pencapaian akademik. Lulusan diharapkan mampu menghadirkan perubahan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

“Tidak hanya sebatas lulus membawa ijazah, tapi juga harus memberikan perubahan. Perubahan untuk dirinya, perubahan untuk keluarganya, dan perubahan untuk bangsanya,” pungkasnya. (adpsb/cen/bud)

Galodo Solok: 72 Rumah Rusak, Ratusan Personel Dikerahkan Percepat Pemulihan    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Galodo Solok: 72 Rumah Rusak, Ratusan Personel Dikerahkan Percepat Pemulihan
Evaluasi penanganan bencana Solok digelar di Posko Utama Kabupaten Solok, Minggu malam (27/9/2026). Rapat dimulai pukul 20.00 WIB dan melibatkan TNI, Polri, BPBD, BNPB, OPD terkait hingga relawan. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penanganan galodo Solok terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mempercepat pembersihan kawasan terdampak banjir bandang dan pemulihan masyarakat.

Evaluasi penanganan bencana Solok digelar di Posko Utama Kabupaten Solok, Minggu malam (27/9/2026). Rapat dimulai pukul 20.00 WIB dan melibatkan TNI, Polri, BPBD, BNPB, OPD terkait hingga relawan.

Rapat tersebut membahas capaian pembersihan, strategi lanjutan serta pembagian tugas untuk mempercepat pemulihan. Evaluasi akan dilakukan setiap malam agar perkembangan penanganan galodo Kabupaten Solok dapat dipantau secara langsung.

Progres pembersihan mulai menunjukkan hasil. Kawasan perumahan terdampak banjir bandang Solok kini telah dibersihkan sekitar 80 persen melalui kerja sama berbagai unsur di lapangan.

Untuk Senin (28/9/2026), kekuatan gabungan disiapkan. Sebanyak 150 personel TNI, 80 personel Polri, 25 personel TNI AL, 35 personel Brimob, 40 personel Satpol PP dan 30 personel Damkar dikerahkan bersama tim BPBD.

Peralatan berat juga menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan pascabencana Solok. Dinas PUPR dan BPJN mendukung pekerjaan dengan alat berat serta dump truck untuk mengangkut material sisa banjir.

Sejumlah kawasan mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Pembersihan kawasan Kantor Inspektorat mencapai 80 persen, sementara kawasan DPRD serta Sekretariat DPRD dan Dinas Pariwisata dijadwalkan mulai ditangani.

Tak hanya membersihkan lumpur dan material, pekerjaan juga menyasar drainase, bahu jalan hingga normalisasi sungai. Balai Wilayah Sungai turut dilibatkan untuk mendukung proses pemulihan kawasan terdampak galodo.

Dinas Lingkungan Hidup juga memperkuat pengangkutan material dan sampah. Empat titik pembuangan disiapkan dan enam unit truk tambahan direncanakan dikerahkan untuk mempercepat pembersihan.

Kabar baik juga datang dari sektor pengungsian. Sebagian besar warga terdampak banjir bandang Solok telah kembali ke rumah masing-masing. Saat ini sekitar 30 jiwa masih berada di lokasi pengungsian sementara.

Meski jumlah pengungsi terus berkurang, dapur umum tetap beroperasi. Sekitar 1.900 porsi makanan disiapkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana galodo Solok.

Dari sektor kesehatan, dua pasien masih menjalani perawatan di RSUP M. Djamil Padang, sementara sembilan orang mengalami luka ringan. Pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis terus dilakukan.

Pendataan rumah terdampak juga telah divalidasi bersama nagari. Tercatat 18 rumah rusak berat, 11 rusak sedang, 39 rusak ringan, satu rumah terendam dan tiga rumah masuk kategori rawan, dengan total 72 rumah akan ditindaklanjuti melalui keputusan bupati, termasuk Dana Tunggu Hunian.

Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan penanganan galodo dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Gotong royong, pengerahan personel, alat berat, pemulihan air bersih serta evaluasi setiap malam terus diperkuat agar pemulihan pascabanjir bandang Solok berjalan cepat dan tepat sasaran. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Muhidi Ajak Warga Ikut Jalan Sehat DPRD Sumbar, Ada Sepeda Listrik dan Banyak Doorprize    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Muhidi Ajak Warga Ikut Jalan Sehat DPRD Sumbar, Ada Sepeda Listrik dan Banyak Doorprize
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mengajak masyarakat ikut meramaikan kegiatan yang dipusatkan di Kantor DPRD Sumbar tersebut. (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Jangan lewatkan Aksi Sehat Bersama Parlemen yang digelar DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum dan dijadwalkan berlangsung Rabu, 30 September 2026.

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mengajak masyarakat ikut meramaikan kegiatan yang dipusatkan di Kantor DPRD Sumbar tersebut. Selain jalan sehat, peserta juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik yang telah disiapkan panitia.

“Saya mewakili unsur pimpinan DPRD Sumbar mengajak masyarakat ikut. Acara ini terbuka untuk umum dan banyak hadiah yang menanti,” kata Muhidi, Senin (28/9/2026).

Mengusung tema “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”, Aksi Sehat Bersama Parlemen tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga. Agenda ini juga menjadi momentum mengajak masyarakat membangun pola hidup sehat sekaligus memperkuat kebersamaan.

Muhidi mengatakan, masyarakat yang sehat merupakan salah satu kekuatan penting bagi Sumatera Barat untuk terus bangkit, tumbuh dan menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Kalau masyarakat kita sehat, tentu kita memiliki kekuatan untuk bangkit. Sumbar yang sehat akan menjadi bagian penting untuk mewujudkan Sumbar yang tumbuh dan tangguh,” ujarnya.

Kegiatan jalan sehat DPRD Sumbar tersebut dimulai pukul 07.00 WIB dengan titik start dan finish di Kantor DPRD Sumbar. Masyarakat dapat mengikuti kegiatan bersama keluarga, teman maupun komunitas.

Tak hanya jalan sehat, peserta juga bisa memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis dan donor darah. Kehadiran layanan tersebut membuat kegiatan Hari Jadi Sumbar tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sekretaris DPRD Sumbar, Maifrizon, mengatakan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat tahun ini dikemas lebih beragam. Selain rapat paripurna, DPRD Sumbar menghadirkan kegiatan yang memungkinkan masyarakat terlibat secara langsung.

“Kami ingin peringatan hari jadi provinsi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” kata Maifrizon.

Kabar menariknya, sekitar 7.000 paket snack disiapkan bagi peserta. DPRD Sumbar juga menggandeng pelaku UMKM Sumbar untuk menghadirkan makanan dan produk yang mengangkat potensi serta kearifan lokal daerah.

Bukan hanya itu, doorprize menarik juga disiapkan untuk menambah semarak kegiatan. Hadiah yang disediakan di antaranya sepeda listrik, sepeda, dan kompor gas.

Maifrizon menegaskan, Aksi Sehat Bersama Parlemen juga menjadi ruang bagi anggota DPRD Sumbar untuk lebih dekat dengan masyarakat. Interaksi langsung tersebut diharapkan membuka ruang silaturahmi, diskusi dan komunikasi yang lebih luas.

“Kegiatan ini memungkinkan anggota DPRD berinteraksi langsung, bercengkerama, berdiskusi, sekaligus melihat situasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Seluruh persiapan disebut telah dilakukan. Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur, serta jajaran Forkopimda juga diundang untuk hadir dan melepas peserta jalan santai. Masyarakat Sumbar, jangan sampai ketinggalan: olahraga bersama, cek kesehatan gratis, donor darah, nikmati UMKM lokal, sekaligus berburu doorprize di Aksi Sehat Bersama Parlemen. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jangan Sepelekan Gigitan Anjing dan Kucing! Ini Langkah Cepat Cegah Rabies yang Diingatkan Pemko Padang    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Jangan Sepelekan Gigitan Anjing dan Kucing! Ini Langkah Cepat Cegah Rabies yang Diingatkan Pemko Padang
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka peringatan World Rabies Day (Hari Rabies Sedunia) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat di halaman Kantor Camat Padang Selatan, Senin (28/9/2026). (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rabies masih menjadi ancaman serius yang tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah Kota Padang memperkuat pencegahan penyakit mematikan ini dengan menggencarkan vaksinasi rabies dan edukasi kepada masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka peringatan World Rabies Day (Hari Rabies Sedunia) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat di halaman Kantor Camat Padang Selatan, Senin (28/9/2026).

Mengusung tema “Stronger Together”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, organisasi profesi, komunitas, sekolah, perguruan tinggi hingga kelompok pemilik hewan untuk mencegah penularan rabies.

Maigus Nasir mengatakan, rabies merupakan penyakit akibat virus yang sangat berbahaya. Karena itu, pencegahan harus dilakukan bersama, terutama melalui vaksinasi hewan, edukasi masyarakat dan pengawasan terhadap hewan penular rabies.

Pemko Padang telah menyiapkan 1.400 dosis vaksin rabies gratis sepanjang 2026. Hingga saat ini, vaksinasi telah diberikan kepada 421 ekor anjing dan kucing peliharaan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengendalian rabies.

“Rabies merupakan virus mematikan sehingga pencegahan menjadi langkah utama. Pengendalian rabies tidak cukup dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh potensi masyarakat,” kata Maigus.

Ia juga mendorong penguatan edukasi melalui forum RT/RW, kelurahan, sekolah, komunitas, perguruan tinggi hingga kelompok berburu. Pada 2027, pengendalian populasi anjing liar juga akan diperkuat dengan melibatkan Dubalang dan berbagai unsur masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli, menyebut Sumbar masih menjadi daerah endemis rabies. Sepanjang 2025 tercatat 93 kasus positif rabies pada hewan, sedangkan hingga September 2026 terdapat 53 kasus positif, terdiri dari 30 anjing, 21 kucing dan dua kambing.

Sukarli mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya gejala setelah terkena gigitan atau cakaran hewan. Luka harus segera dicuci menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit, kemudian mendapatkan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan. Peringatan Hari Rabies Sedunia di Padang juga diisi vaksinasi rabies massal bagi anjing dan kucing, edukasi di sekolah serta pemeriksaan dan pengobatan hewan di tiga shelter sebagai bagian dari gerakan bersama memutus rantai rabies. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Seminggu Pasca Galodo Arosuka, Dapur Umum Tak Berhenti Sajikan Makanan untuk Warga dan Relawan    
Senin, September 28, 2026

On Senin, September 28, 2026

Seminggu Pasca Galodo Arosuka, Dapur Umum Tak Berhenti Sajikan Makanan untuk Warga dan Relawan
Dapur umum peduli bencana menjadi salah satu titik penting untuk memenuhi kebutuhan makanan warga dan relawan di lapangan. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Seminggu setelah banjir bandang atau galodo menerjang Arosuka, semangat gotong royong di tengah masyarakat terdampak bencana masih terus menyala.

Di tengah proses penanganan dan pemulihan bencana, dapur umum peduli bencana menjadi salah satu titik penting untuk memenuhi kebutuhan makanan warga dan relawan di lapangan.

Dapur umum tersebut digagas bersama Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Solok, dengan dukungan Kejaksaan, TNI, serta Brimob.

Setiap hari, petugas dan relawan bahu-membahu memasak, mengemas, hingga menyalurkan makanan bagi warga terdampak banjir bandang Arosuka.

Makanan yang telah disiapkan kemudian didistribusikan ke sejumlah posko bencana maupun langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Keberadaan dapur umum bukan sekadar aktivitas memasak. Lebih dari itu, dapur umum menjadi simbol kepedulian dan kehadiran berbagai unsur dalam membantu masyarakat menghadapi masa sulit pascabencana.

Di kawasan terdampak, terdapat beberapa titik dapur umum yang terus beroperasi. Salah satunya Dapur Umum Kemensos, Kejaksaan Negeri Solok, dan Dinas Sosial yang berada di sekitar Tenda Utama.

Dapur umum lainnya berada di SMA 2 Gunung Talang dan dikelola Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat untuk mendukung kebutuhan warga terdampak dan relawan.

Sementara itu, dukungan juga datang dari Brimob melalui dapur umum yang berada di depan BPJS Kesehatan. Dapur tersebut ikut menyediakan makanan bagi mereka yang membutuhkan.

TNI juga menghadirkan dapur umum di lingkungan Perumahan Nuansa Griya. Kehadiran sejumlah titik dapur umum ini memperkuat dukungan logistik selama masa tanggap dan pemulihan bencana.

Sinergi lintas lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan dampak banjir bandang atau galodo yang melanda kawasan Arosuka dan sekitarnya.

Pemerintah Kabupaten Solok menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengoperasian dapur umum dan distribusi makanan untuk masyarakat terdampak bencana.

Bagi warga dan relawan yang masih bekerja di tengah situasi pascabencana, makanan hangat menjadi dukungan berarti untuk menjaga tenaga selama proses evakuasi, pembersihan, pelayanan, dan pemulihan terus berlangsung.

Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas lembaga diharapkan tetap terjaga hingga kondisi masyarakat kembali pulih dan aktivitas warga Kabupaten Solok berangsur normal setelah bencana. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU