PADANG

SUMBAR

Latif
Maju ke DPR RI, HM Tauhid: Untuk Sumbar Sejahtera
Senin, Maret 25, 2019

On Senin, Maret 25, 2019

Maju ke DPR RI, HM Tauhid: Untuk Sumbar Sejahtera
BENTENGSUMBAR. COM -  Haji Muhammad Tauhid, S.IP., mengaku maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Perindo dengan tekad untuk memajukan Sumatera Barat. Pasalnya, dengan APBD yang terbatas, maka Sumbar membutuhkan suntikan dana APBN yang memadai untuk membangun di segala bidang. 

"Kami di Partai Perindo harus mampu membangun kesejahteraan masyarakat. Apatah lagi, Partai Perindo hadir untuk membawa Indonesia menjadi sejahtera. Kami berjuang dengan militansi tinggi, kerja keras, dan tak mudah menyerah,” ungkapnya ketika ditemui pekan lalu.

Tauhid mengatakan, sejak berdiri, Partai Perindo meluncurkan program-program untuk UMKM Gerobak Perindo, program untuk nelayan, petani, yang mengangkat kesejahteraan masyarakat. Disamping itu juga ada program yang membantu masyarakat seperti bazar murah, fogging, ambulans, dan masih banyak program lainnya harus terus ditingkatkan.

"Tugas kami ke depan, jika amanah itu diberikan kepada kami, maka kami akan berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat dengan menggait dana APBN melalui program-program pemerintah pusat untuk daerah ini," ungkapnya

Dikatakan Tauhid, kalau hanya sekedar menyalurkan dana aspirasi, maka itu mudah saja. Tapi dirinya tak hanya sekedar menyalurkan dana aspirasi nantinya, namun program-program yang ada di kementerian harus dibawa ke daerah ini. "Ini yang harus kita perjuangkan, bukan sekedar menyalurkan dana aspirasi sebagai anggota dewan," pungkasnya. 

Tauhid mengaku sudah turun ke banyak daerah di Sumatera Barat. Berbagai aspirasi masyarakat suda disampaikan kepadanya dan jika ia terpilih, masyarakat mengharapkan aspirasi yang disampaikan itu terealisasi.

"Dalam setiap kunjungan kami menerima aspirasi. Banyak hal yang diinginkan masyarakat, tak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga ekonomi. Tentunya ini akan kita perjuangkan nantinya jika terpilih sebagai anggota DPR RI. Untuk itu, kami mohon doa dan dukungan kita semua untuk mewujudkannya demi kesejahteraan masyarakat Sumbar," cakapnya.

(by)

Titiek Soeharto: Posyandu Garda Terdepan Cegah Penyakit
Senin, Maret 25, 2019

On Senin, Maret 25, 2019

Titiek Soeharto: Posyandu Garda Terdepan Cegah Penyakit
BENTENGSUMBAR. COM -  Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyampaikan agar warga yang tinggal di lingkungan rumah susun Muara Angke, Jakarta Utara, untuk selalu memperhatikan kesehatan, baik untuk diri pribadi, keluarga, maupun tetangga di lingkungan rusun.

"Masih tingginya penduduk miskin, stunting atau kurang gizi kronis bagi bayi dan balita, terlebih lagi angka kematian bayi dan ibu melahirkan, seharusnya menjadi perhatian pemerintah," ucap Titiek Soeharto, Minggu, 24 Maret 2019.

Dalam hasil Survei Dasar Kesehatan Indonesia tahun 2012, menurut Titiek Soeharto disebutkan bahwa dari setiap seribu kelahiran di Indonesia, ada sembilan belas bayi yang di antaranya meninggal. 

"Ini begitu sangat memprihatinkan," ungkap titiek.

Kesehatan ibu dan anak masih menjadi masalah di Indonesia. Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia 2017, dari sekitar 291.447 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Indonesia hanya 164.867 Posyandu yang aktif atau 56,57 persen.

Padahal, dulu Pak Harto yang menggagas dan mengembangkan Posyandu yang diakui berhasil memberi kehidupan yang lebih baik bagi ibu dan anak.

Posyandu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyakit, khususnya pada ibu dan anak. Apalagi, metode pencegahan kini dijadikan prioritas ketimbang penyembuhan oleh Kementerian Kesehatan. 

Kedatangan Titiek Soeharto ke rusun Muara Angke disambut warga rusun yang saat itu sedang menunggu giliran dipanggil untuk pengobatan gratis. Mengetahui Titiek Soeharto datang, langsung bangkit dari tempat duduk. Menghampiri untuk bersalaman dan berfoto bersama.

Tanpa merasa lelah, Titiek Soeharto menghampiri setiap meja dokter yang sedang melakukan pemeriksaan warga rusun Muara Angke. Dia menyapa, berdialog, memberikan motivasi kepada warga rusun akan pentingnya menjaga kesehatan.

Kehadiran Titiek Soeharto memberikan semangat warga rusun Muara Angke. Sekitar 300 orang berkumpul di lapangan depan rusun Muara Angke menikmati pengobatan gratis yang diadakan oleh Tim Rabu Biru Indonesia bekerja sama dengan beberapa caleg partai.

Seorang warga rusun, Syarifudin mengatakan, "Ibu Titiek Soeharto cerminan dari Pak Harto. Ibu Titiek berinteraksi langsung, berdialog dengan masyarakat seperti kita yang tinggal di lingkungan rumah susun," kata Syarifudin yang kesehariannya bekerja sebagai pengemudi ojek online.

(rel)

Berdamai, Gubernur Irwan Prayitno MaafkanBhenz Marajo
Senin, Maret 25, 2019

On Senin, Maret 25, 2019

Berdamai, Gubernur Irwan Prayitno MaafkanBhenz Marajo
BENTENGSUMBAR. COM - Polemik antara Bhenz Maharajo, Redaktur Pelaksana Harian Haluan, dengan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, akhirnya menemukan titik terang. Bhenz yang dilaporkan Irwan Prayitno terkait tuduhan korupsi yang diposting di akun Facebook, secara langsung meminta maaf kepada orang nomor satu di Sumbar itu. Gayung bersambut, Irwan Prayitno dengan lapang hati memaafkan Bhenz Maharajo, serta mencabut laporannya di Polda Sumbar.

Seperti diketahui, 1 Mei 2018 lalu, Irwan Prayitno melaporkan Bhenz Maharajo cs ke Polda Sumbar. Pelaporan itu dipicu postingan Bhenz Maharajo di akun facebook. Dalam postingannya yang memuat foto halaman utama koran Harian Haluan yang terbit pada 28 April 2018, Bhenz menuduh Irwan Prayitno terlibat dalam pusaran dugaan korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif senilai Rp. 62,5 miliar di Dinas Prasjaltarkim. Padahal, secara hukum, Irwan Prayitno tak terbukti terlibat. 

Laporan bernomor LP/194/V/2018/SPKT sbr itu akhirnya ditindaklanjuti oleh penyidik Ditreskrimsus. Sejumlah pihak diperiksa, mulai dari pelapor, ahli, saksi, hingga Bhenz Maharajo sebagai terlapor. Status kasusnya naik ke tingkat penyidikan.

Direntang perjalanan waktu yang cukup panjang dan berliku, sebagai manusia biasa, seorang Bhenz akhirnya menyadari kesalahannya. Insyaf bahwa dia seorang anak manusia, Bhenz akhirnya dengan tulus, meminta maaf kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Permintaan maaf itu diucapkan secara langsung, dan dengan niat yang murni, ingin berdamai serta memulai lembar hubungan baru dengan Irwan Prayitno secara proporsional dan professional. Baik hubungan secara pribadi, atau hubungan antara Irwan Prayitno sebagai kepala daerah, dan Bhenz sebagai jurnalis. 

Dalam permintaan maafnya, Bhenz mengakui kesalahannya kepada Irwan Prayitno atas postingannya di facebook dan di media online Harian Haluan yang berisi tuduhan dugaan korupsi, sesuai dengan pemberitaan Koran Harian Haluan tertanggal 28 April 2018, yang berjudul: Pengakuan Tersangka SPJ Fiktif, 500 Juta Untuk Baliho IP. “Sebagai yang paling kecil, serta sebagai adik, saya meminta maaf kepada Gubernur Irwan atas kesalahan yang saya perbuat. Saya berjanji akan mencabut postingan di akun Facebook yang berisi tuduhan dugaan korupsi sesuai dengan pemberitaan Koran Harian Haluan tertanggal 28 April 2018. Saya akui, berita itu fitnah dan itu tidak benar. Ini tulus dari sanubari terdalam saya ungkapkan,” tutur Bhenz.

Selain mencabut postingan di Facebook, Bhenz juga akan menyampaikan permintaan minta maaf  kepada Irwan Prayitno di laman Facebook miliknya. Dalam pernyataannya, Bhenz juga menyebutkan kalau  Irwan Prayitno tidak terlibat dengan kasus Yusafni, apalagi menerima uang Rp500 juta untuk baliho kampanye saat maju sebagai Gubernur Sumbar untuk kedua kalinya. Postingan yang memuat inti sari pemberitaan Harian Haluan itu dengan tegas disebutkannya sebagai fitnah, tidak benar dan melanggar kode etik jurnalistik.

Selain itu, sebagai jurnalis, ke depan Bhenz berjanji tidak akan melakukan kritikan tanpa fakta dan konfirmasi. Fungsi-fungsi jurnalistik akan dijalankan dengan baik, berimbang, cek dan ricek serta tidak berat sebelah. Sementara, pernyataan Yusafni Ajo yang menyebut adanya dugaan aliran dana ke Irwan Prayitno secara hukum tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pemberitaan yang mengaitkan Irwan Prayitno sangat tendensius dan melanggar kode etik jurnalistik. Pelanggaran kode etik jurnalistik tersebut telah diputuskan oleh Dewan Pers.

“Ke depan, secara pribadi saya berjanji tidak akan memperalat media untuk menyerang nama baik Gubernur Sumbar dengan pemberitaan atau informasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Bahkan, kalau masih ada pemberitaan yang menuduh dan menyebut soal keterlibatan Irwan Prayitno dengan kasus Yusafni, saya akan mengklarifikasinya kepada si pembuat berita, dan menyebut bahwa berita itu adalah fitnah dan tidak benar,” ungkap Bhenz.

Ketulusan Bhenz dalam meminta maaf juga dibarengi kepastian kalau persoalan tidak akan diperpanjang. Dia sudah berkoordinasi dengan para pengacaranya terkait upaya damai, dan tidak ada persoalan. Sebagian besar kuasa hukum Bhenz juga menyarankan untuk menempuh jalan damai dengan Gubernur Sumbar. “Saya pastikan tidak akan ada perlawanan apa-apa,” tegas Bhenz.

Sementara, Gubernur Irwan Prayitno mengungkapkan, bahwa sebenarnya dengan pemintaan maaf Bhenz Maharajo, masalah ini telah selesai dan tidak ingin memeperpanjang lagi persoalan. 

“Sebenarnya secara pribadi, sudah lama saya memaafkan Bhenz Marajo dengan pemberitaan dan postingan di facebooknya yang telah memfitnah saya dengan tuduhan korupsi tersebut. Namun secara langsung, baru sekarang si Bhenz minta maaf kepada saya”. ujar Irwan Prayitno.

Irwan menjelaskan, bahwa sebagai jurnalis, tolong berhati-hati dalam memberitakan sesuatu hal. “Saya hanya ingin menyampaikan kepada kita semua, bahwa fitnah itu dosa besar. Berhati-hatilah dengan fitnah. Saya yakin siapapun tidak nyaman jika difitnah. Adakah sang pemfitnah membayangkan perasaan keluarga yang dituduh? Anak anaknya, istrinya, saudaranya, ponakannya, ayahnya, ibunya, adik dan kakaknya, sahabatnya dan keluarga besarnya-pun menanggung malu. Tidakkah terbayang oleh penuduh bagaimana teman-teman sekolah anak anaknya berkomentar? Rasa malu dan beban mental pernahkan dirasakan oleh si pembuat fitnah? Seiring dengan berjalannya waktu, berita tuduhan tersebut akan menyebar kemana mana tanpa klarifikasi dan pembelaan. Bisa dibayangkan, bagaimana perasaan sang tertuduh itu ketika bergaul dengan teman-temannya. Sang tertuduh pasti akan salah tingkah dan risih. Yang dituduh merasa setiap orang yang memandangnya penuh dengan tatapan tuduhan pula. Seakan-akan setiap orang yang menatapnya berkata: "kamu maling ya". Padahal belum tentu orang-orang yang menatapnya berkata seperti itu. Seolah-olah seluruh dunia mencemoohkannya, seluruh dunia telah menghakiminya, seluruh dunia telah menuduhnya, seluruh dunia telah mencapnya sebagai "maling".

“Lalu, apakah yang menuduh telah membayangkan kondisi seperti itu? Bagaimana kalau yang menuduh jika suatu saat nanti juga akan dituduh menjadi maling? Sanggupkah dia menerima beban psikologis itu tiap hari? Sanggupkah dia menyurukkan mukanya jika berhadapan dengan sahabat, rekan dan orang lain?” ungkap Irwan sambil tersenyum.

Lebih lanjut Irwan Prayitno menyampaikan harapannya,“Saya tidak anti kritik, malah sangat butuh kritik yang konstruktif. Wartawan dan media itu adalah sahabat saya, yang akan selalu mengingatkan saya agar jangan sampai saya salah jalan dan terpeleset. Jangan biarkan saya jalan sendiri tanpa ada yang mengingatkan. Namun tentu saja dengan kritik yang cerdas, objektif, profesional, proporsional dan tidak fitnah”. 

(Rilis)

Partai Berkarya akan Bangun Pesantren Mandiri
Senin, Maret 25, 2019

On Senin, Maret 25, 2019

Partai Berkarya akan Bangun Pesantren Mandiri
BENTENGSUMBAR. COM - Tommy Soeharto, Ketua Umum Partai Berkarya, berjanji membangun pesantren mandiri atau eko pesantren dengan program pendidikan berbasis internet.

"Kami sudah bekerjasama dengan pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mewujudkan rencana ini yang akan membantu santri dalam mengembangkan perekonomian pesantren," kata putra bungsu almarhum Presiden Soeharto yang bernama asli Hutomo Mandala Putra, saat berkunjung ke Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Masih menurut Tommy Soeharto, santri tidak hanya sekadar pintar berdakwah tapi juga mampu mengembangkan perekonomian. Sehingga, kelak santri bisa hidup mandiri.

"Pesantren mandiri akan menjadi percontohan," kata Tommy Soeharto di hadapan santri Ponpes Al-Qurthubiyyah, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menggunakan mobil bernomor polisi B 1253 PYA, Tommy Soeharto tiba di Desa Pawenang didampingi Letjen (Purn) Yayat Sudrajat, Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Wasekjen Partai Berkarya Rita Irawati Priatna, dan puluhan anggota Laskar Berkarya. 

Di Ponpes Al-Qhurthubiyyah, Tommy Soeharto disambut oleh KH. M. Mustofa. 

"Semoga kedatangan Pak Tommy Soeharto membawa keberkahan dalam pengembangan pendidikan diniyah, tsanawiyah, aliyah, dan menciptakan generasi bangsa yang sholeh dan sholehah," pungkas KH. M. Mustofa

Dalam dialog dengan petani Desa Pawenang, Tommy Soeharto menyampaikan program Partai Berkarya yang akan mengembangkan ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal. Ekonomi rakyat, katanya, adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

"Kita akan bina petani mulai dari mendapatkan bibit unggul, teknik bercocok tanam yang baik dengan biaya murah, dan membantu pemasaran hasil produksinya, khusus untuk pemasaran, Partai Berkarya akan berusaha membantu agar petani tidak tergantung pada tengkulak," Tegas Tommy Soeharto.

Tommy Soeharto tidak pernah bertani, tapi dia belajar serius dan membangun Saung Berkarya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Saung Berkarya adalah miniatur pertanian terpadu, yang di dalamnya terdapat peternakan sapi, ayam petelur, dan domba, pertanian berbagai jenis sayuran skala ekonomi, dan rumah bibit.

Tidak ada listrik di Saung Berkarya, karena energi untuk penerangan, pemanasan penetasan telur dan memasak di dapur menggunakan biogas kotoran sapi. Tidak ada penggunaan pupuk kimia. Seluruh tanaman menggunakan pupuk kandang, yaitu kotoran sapi yang telah diambil gas-nya.

Untuk meningkatkan produktivitas, Saung Berkarya menggunakan pupuk bregadium teknologi nano. Pupuk cair paling ekonomis ini telah diuji coba di lahan percontohan di Banyumas. Hasilnya, produksi padi meningkat 30 persen lebih.

Mengenai target yang akan di capai Partai Berkarya di Jawa Barat, Tommy Soeharto mengatakan Jawa Barat adalah basis suara kami.

"Saya berharap seluruh warga menggunakan hak pilihnya, dan Partai Berkarya mendapat satu kursi dari setiap daerah pemilihan (dapil) di Jawa Barat," Tutup Tommy

(rel)

Peringati Hari TB se-Dunia di Padang, 476 Orang Positif
Senin, Maret 25, 2019

On Senin, Maret 25, 2019

Peringati Hari TB se-Dunia di Padang, 476 Orang Positif
BENTENGSUMBAR. COM - Hingga Maret 2019, tercatat sebanyak 476 orang positif terjangkit TB. Data tersebut merupakan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kota Padang pada 4.442 orang sampel.

Wali Kota Padang Mahyeldi pada peringatan Hari TB se-dunia tingkat Kota Padang di lapangan PJKA Simpang Haru, Minggu, 24 Maret 2019, mengatakan, tahun 2018, kasus TB di Kota Padang berjumlah 2.358 kasus dengan estimasi 78% kasus ditemukan dari pusat pelayanan kesehatan, sedangkan 22% lagi penderita TB belum mengakses layanan kesehatan. "Penyakit TB merupakan 1 dari 10 penyakit penyebab kematian di dunia," ujar Mahyeldi.

Untuk itu, Wali Kota Mahyeldi mengimbau seluruh lapisan masyarakat berperan aktif dalam penjaringan kasus terduga TBC serta pencegahannya. "Jika ditemukan warga yang mengalami batuk berdahak selama dua minggu, agar diajak untuk diperiksa ke layanan kesehatan," tutur Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan, perlunya penderita TB segera ditangani secara medis karena penularan TB sangat mudah, yaitu melalui udara. Satu orang menderita TBC dapat menularkan ke sepuluh orang, terutama yang memiliki kontak erat dengan penderita TB. 

Sementara itu, Melinda Wilma dari Dinas Kesehatan Kota Padang mengatakan, penularan dan pengendalian penyakit TB harus dimulai dari diri sendiri. Untuk itu, setiap orang harus peduli dengan penyakit TB tersebut.

"Sesuai dengan tema peringatan Hari TB se-dunia tingkat Kota Padang 'Saatnya Bebas TB, Mulai Dari Saya', kita mengajak semua masyarakat berperan dalam mencegah TB," ujar Melinda selaku pelaksana kegitan hari TBC se-dunia tingkat Kota Padang tersebut.

(taf)

Kejari Terbitkan SPDP Dugaan Penyalahgunaan Dana Perjalanan Dinas di DPRD Padang
Senin, Maret 25, 2019

On Senin, Maret 25, 2019

Kejari Terbitkan SPDP Dugaan Penyalahgunaan Dana Perjalanan Dinas DPRD Padang
BENTENGSUMBAR.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) terkait dugaan penyalahgunaan dana perjalanan dinas anggota DPRD Padang tahun 2017. Keluarnya SPDP tersebut didasari laporan Inspektorat terkait temuan potensi kerugian negara senilai Rp350 juta.

"Kejari sudah menerbitkan SPDP terkait dugaan penyalahgunaan dana perjalanan dinas DPRD Padang. Agar dugaan kasus ini lebih terang tentu akan dilakukan pemeriksaan," kata Ferry Ritonga, Kasi Pidana Khusus Kejari Padang, awal pekan lalu.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, laporan dugaan kasus ini dimulai dengan laporan Inspektorat Pemko Padang. Dalam laporan tersebut disebutkan sebagian dari anggota DPRD Padang sudah mengembalikan kelebihan anggaran itu.

Berdasar hasil Laporan Hasil Keuangan (LHK) BPK tahun 2017 dan 2018, badan auditor negara itu juga menemukan kelebihan pembayaran dana tunjangan transportasi anggota DPRD Padang. Temuan BPK tahun 2017, kelebihan pembayaran dana tunjangan transportasi senilai Rp353.600.000,- Sedangkan tahun 2018 senilai Rp165.750.000,-.

LHK BPK tersebut merekomendasikan Walikota Padang untuk memerintahkan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Padang menyetorkan kelebihan dana tersebut ke kas daerah.

Terkait temuan BPK tentang perjalanan dinas tenaga honorer yang membebankan anggaran daerah sebesar Rp1 miliar, Ferry mengaku belum menerima laporan tersebut. Kendati demikian, Ferry dengan dengan menyatakan Kejari Padang akan memproses dugaan kerugian keuangan negara yang terjadi di instansi DPRD Padang.

Ketika dikonfirmasi terkait temuan tunjangan perjalanan dinas anggpta dewan , Sekretaris Dewan DPRD Padang, Syahrul mengaku telah mempertanggungjawabkan keuangan tersebut dengan menagih sisa kelebihan anggaran itu. 

"Kelebihannya anggaran sudah ditagih dan sebagian besar sudah mengembalikan dana tersebut. Hanaya beberapa anggota dewan yang belum mengemblikan dana tersebut," kata Syahrul, Senin, 25 Maret 2019. 

(by/agb)

Berkenalan Dengan Dua Caleg Anti Mainstream Asal Palembang, Gondrong dan Bertato
Senin, Maret 25, 2019

On Senin, Maret 25, 2019

Berkenalan Dengan Dua Caleg Anti Mainstream Asal Palembang, Gondrong dan Bertato
BENTENGSUMBAR. COM - Pemilihan calon legislatif (Pileg) 2019 di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) diwarnai wajah-wajah pendatang baru. Diantara ratusan caleg yang maju di bursa politik ini, ada dua caleg yang mempunyai gaya berbeda dan anti mainstream dibandingkan lainnya. Dia adalah Rio Deno Putra, kader Partai Perindo dan Rudi Murod, kader Partai Partai Hanura.

Dua caleg ini mempunyai penampilan unik dan menjadi ciri khasnya saat mendeklarasikan sebagai kandidat wakil rakyat di Sumsel.

Rio Deno Putra merupakan caleg DPRD Provinsi Sumsel nomor urut 3, daerah pemilihan (dapil) Ilir Barat 1, Ilir Barat 2, Bukit Kecil, Gandus, Seberang Ulu 1, Seberang Ulu 2, Plaju, Kertapati dan Jakabaring.

Alumni Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang ini tampil percaya diri dengan rambut gondrong. Meskipun tampil berbeda dengan caleg lainnya yang memilih tampilan rapi, Rio Deno Putra tidak pernah merasa minder dengan perbedaan tersebut.

Dia pernah mendapat teguran dari salah satu kader partainya tentang pilihannya maju di bursa Pileg 2019, namun masih mempertahankan rambut panjangnya.

"Saya meyakinkan mereka bahwa rambut gondrong itu jangan selalu dianggap seorang preman. Walau tampilan seperti ini, saya seorang yang berpendidikan dan mempunyai visi misi positif untuk kemajuan Sumsel," ujarnya, Minggu, 24 Maret 2019.

Dia bahkan mendapat dukungan dari Ketua DPW Pemuda Perindu Sumsel Andri Winata, bahwa dia harus mempunyai gaya berbeda dan mewakili pemuda.

Saat blusukan ke warga di Palembang, Sekretaris DPW Pemuda Perindo Sumsel ini lebih dikenal dengan tampilannya berbeda. Para warga yang ditemuinya bahkan tidak mengomentari negatif pilihan penampilannya.

"Kamu tidak perlu mendadak rapi dan suci hanya karena momen ini. Karena ini bukan soal gaya atau penampilan, tapi ini soal bagaimana aspirasi itu sampai. Mungkin sebelumnya banyak yang tampilannya rapi tapi suka menipu rakyat, saya tidak ingin seperti itu," ungkapnya.

Awalnya anggota Gemapala Wigwam Unsri ini tidak mempunyai ketertarikan untuk terjun di dunia politik.

Namun keinginannya untuk berkontribusi lebih ke masyarakat luas, membuat pria kelahiran 28 Juli ini akhirnya bergabung di Partai Perindo di tahun 2017.

Di hari terakhir pendaftaran Pileg 2019, dia akhirnya memantapkan diri maju sebagai calon wakil rakyat DPRD Sumsel.

Sama halnya dengan Rudy Murod, yang menjadi Caleg DPRD Palembang Dapil Palembang IV. Rudy optimis maju di Pileg 2019 tanpa menyembunyikan ukiran tato di sekujur lengannnya.

Founder Palembang Creative Youth Forum ini bergabung dengan Partai Hanura di tahun 2018. Tak berapa lama, dia didapuk sebagai Sekretris Jenderal (Sekjen) DPC Palembang Partai Hanura di tahun yang sama.

Tumbuh dan besar di komunitas, membuat semangat sosialnya semakin tak terbendung saat bergabung di partai. Pria kelahiran 13 Febuari 1975 ini memilih jalur politik, untuk bisa memberikan sumbangsih lebih bagi kemajuan Kota Palembang.

"Karena saya besar di jalanan dan komunitas, agak susah menghabiskan energi hanya untuk penampilan saja," katanya.

Ada beberapa rekannya yang mengkritisi keberanian alumni D3 Unsri ini yang tidak pernah menutup tatonya.

Rudy Murod pun menjawab kritik tersebut secara cerdas. Dia menilai, selama tidak melanggar aturan, ciri khas dirinya tidak perlu ditutupi.

"Jangan fokus pada hal yang tidak prinsipil, tapi fokus pada permasalahan yang nyata," ujarnya.

(Source: merdeka.com)

Ribuan Warga Rokan Hulu Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf
Senin, Maret 25, 2019

On Senin, Maret 25, 2019

Ribuan Warga Rokan Hulu Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf
BENTENGSUMBAR. COM -  Ribuan warga Kabupaten Rokan Hulu menggelar deklarasi dukungan terhadap pasangan Calon Presiden (Capres) dan Cawapres Joko Widodo ( Jokowi)- Ma'ruf Amin. Mereka siap memenangkan paslon nomor urut 01 tersebut.

"Ribuan warga berinisiatif melaksanakan deklarasi untuk memenangkan capres Jokowi-Ma'ruf. Masyarakat juga siap memerangi berita hoaks yang menyudutkan pasangan nomor 01," ujar tokoh masyarakat Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Minggu, 24 Maret 2019 malam.

Menurut Andi, deklarasi yang digelar masyarakat di Desa Sontang, Kecamatan Bonai, Kabupaten Rokan Hulu itu ramai dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan. Andi mengklaim acara tersebut diinisiasi masyarakat sendiri, tanpa dorongan tokoh politik.

"Saya diundang sebagai tokoh masyarakat, jadi warga sendiri yang melaksanakan kegiatan ini. Kami diundang untuk datang, sangat ramai warga yang ikut deklarasi, ada ribuan orang," kata Andi, yang juga mantan Gubernur Riau ini.

Menurut Andi, selama ini paslon Jokowi-Ma'ruf banyak diserang berita hoaks. Untuk itu, masyarakat desa menolak berita hoaks dengan datang berbondong-bondong untuk menghadiri deklarasi dukungan politik untuk Capres 01.

"Masyarakat setempat menilai, selama ini capres Jokowi-Maaruf menjadi korban fitnah atau kabar hoaks," kata Andi.

Andi menyebutkan, acara deklarasi yang digelar desa ini merupakan sikap politik masyarakat yang akan menyukseskan Pilpres mendukung 01. Acaranya mulai siang hingga sore hari, ribuan masyarakat hadir secara sukarela.

"Jadi acara ini murni diselenggarakan masyarakat desa, bukan partai politik. Jadi ya murni dari masyarakat. Saya datang karena memenuhi undangan mereka," kata Ketua DPD Golkar Riau itu.

Adapun isi pernyataan sikap masyarakat Rokan Hulu saat deklarasi yaitu ; pertama, mengecam dan menolak berbagai macam hoaks/berita bohong dan fitnah yang tersebar di masyarakat dengan menjelek-jelek Presiden RI.

Kedua, untuk menjamin keberlanjutan dan keberhasilan pembangunan nasional baik di bidang agama, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain-lain memerlukan pemimpin yang pro rakyat, beriman, berpengalaman, jujur dan berkinerja baik.

Ketiga, mendukung dan memenangkan dengan sungguh-sungguh pada Pemilu 17 Aprill 2019, pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

(Source: merdeka.com)

Hasto: Tak Ada Orang Seperti Amien Rais atau Fadli Zon di TKN
Senin, Maret 25, 2019

On Senin, Maret 25, 2019

Hasto: Tak Ada Orang Seperti Amien Rais atau Fadli Zon di TKN
BENTENGSUMBAR. COM -  Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto menyampaikan, para tokoh yang mendukung capres-cawapres nomor urut 01 adalah orang-orang yang memiliki kreativitas. Orang-orang inilah yang membawa kegembiraan dalam berkampanye, sebagaimana yang diminta oleh capres petahana agar berkampanye dengan gembira.

Hasto menyebut tokoh-tokoh yang memiliki kreativitas dalam TKN seperti Ketua TKN, Erick Thohir. Termasuk juga Wishnutama.

"Yang tadi kita lihat ada Pak Wishnutama. Ada tokoh-tokoh yang sangat dikenal, bagaimana kreativitasnya membawa kegembiraan dalam politik. Pak Erick Thohir dengan pengalaman yang memimpin Asian Games. Semua adalah sosok yang berkepribadian baik. Kami enggak ada orang-orang yang seperti Ratna Sarumpaet, enggak ada. Seperti Pak Fadli Zon, Pak Amien Rais, enggak (ada) di tempat kami," jelasnya di Serang, Banten, Minggu, 24 Maret 2019 malam.

Hasto mengatakan, kampanye yang dilakukan dengan kegembiraan lebih diterima masyarakat. Rakyat, kata dia, telah lelah dengan ketegangan politik.

"Karena itulah desain politik yang berkebudayaan, yang kreatif yang dengan gembira itu yang ditampilkan Pak Jokowi- Ma'ruf Amin. Tetapi pada saat yang sama menampilkan bagaimana Indonesia maju itu, dengan Kartu Sembako, Kartu Sehat, (Kartu) Pra Kuliah. Itu akan menjadi lebih baik apalagi ada Kartu Prakerja," jelasnya. 

(Source: merdeka.com)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *