 |
| Laporan ini dibacakan langsung oleh Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal, dan menjadi bentuk pertanggungjawaban atas seluruh program serta kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun berkenaan. (Foto/Oktryoni). |
BENTENGSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Solok secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Solok, yang berlangsung pada hari Sabtu, 25 April 2026.
Laporan ini dibacakan langsung oleh Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal, dan menjadi bentuk pertanggungjawaban atas seluruh program serta kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun berkenaan.
Laporan ini juga memiliki makna khusus, karena menjadi laporan pertanggungjawaban pertama yang disampaikan di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok untuk masa bakti 2025–2030.
Dalam penyampaiannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian yang telah diraih.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan politik yang konstruktif dari DPRD, serta partisipasi dan gotong royong yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.
"Kami sadar, apa yang telah kita capai hari ini adalah buah dari sinergi dan kerja sama semua pihak. Namun demikian, kami juga mengakui bahwa masih ada beberapa target yang belum tercapai secara maksimal dan belum mampu memuaskan semua harapan. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi utama kami untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan kinerja di masa mendatang," ujarnya.
Keuangan Sehat, Indikator Kesejahteraan Terus Meningkat
Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, kinerja yang ditunjukkan tergolong sangat baik dan dikelola dengan prinsip efisiensi serta efektivitas.
Dari target pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp575,34 miliar, realisasinya berhasil menembus angka Rp589,77 miliar atau mencapai 102,51 persen dari yang direncanakan.
Perinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp63,42 miliar atau 104,90 persen, sedangkan Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat sebagai sumber utama pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp522,35 miliar atau 101,45 persen.
Sementara itu, penyerapan belanja daerah mencapai Rp509,18 miliar dari total anggaran Rp550,50 miliar atau setara dengan 92,5 persen, yang digunakan untuk membiayai belanja operasional, pembangunan modal, serta keperluan tak terduga.
Secara makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Solok tercatat sebesar 3,61 persen. Meskipun angka ini sedikit menurun dibandingkan capaian tahun sebelumnya, namun kinerjanya tetap lebih unggul dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat yang hanya sebesar 3,37 persen.
Kesejahteraan masyarakat juga terlihat dari peningkatan Pendapatan Per Kapita yang naik menjadi Rp72,53 juta, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat menjadi 80,90 poin. Capaian ini membuktikan bahwa kualitas hidup masyarakat Kota Solok terus mengalami perbaikan yang signifikan.
Berbagai kemajuan juga berhasil dicapai di sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga penyederhanaan birokrasi untuk mempercepat pelayanan publik.
Atas dedikasi dan inovasi yang dilakukan, Kota Solok pun berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima secara berturut-turut untuk kesembilan kalinya, penghargaan Kota Layak Anak, serta apresiasi di bidang penerapan teknologi dan tata kelola pemerintahan.
Teguh Hadapi Bencana, Bangkit dengan Semangat Kebersamaan
Perjalanan pembangunan sepanjang tahun 2025 tidak lepas dari ujian berat, yakni terjadinya serangkaian bencana alam akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.
Di antaranya adalah kebakaran hutan dan lahan pada bulan Juli, hujan lebat disertai angin puting beliung pada bulan Oktober, serta bencana banjir besar yang terjadi di akhir tahun.
Banjir yang disebabkan oleh fenomena hidrometeorologi tersebut berdampak cukup luas, tercatat sebanyak 2.978 kepala keluarga atau setara dengan 9.375 jiwa yang tersebar di 9 kelurahan terkena dampak.
Bencana ini menimbulkan kerusakan pada pemukiman warga, fasilitas umum, serta sarana perekonomian masyarakat, sekaligus meninggalkan duka dan kesedihan bagi sejumlah warga yang menjadi korban.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Solok segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk melakukan penanganan serta pemulihan.
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pembersihan lingkungan yang melibatkan aparatur sipil negara, relawan, dan elemen masyarakat, hingga penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta dukungan para dermawan.
Berkat semangat kebersamaan dan gotong royong yang terjalin erat, dampak buruk akibat bencana dapat segera diminimalisir.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur pendukung, memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, serta memastikan peristiwa ini tidak menyurutkan semangat untuk terus memajukan Kota Solok.
Penutup dan Harapan
Di akhir penyampaiannya, Wakil Wali Kota Solok menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta seluruh undangan yang telah menyimak dan memberikan perhatian penuh terhadap laporan tersebut.
"Segala capaian yang kita raih adalah hasil kerja bersama, sedangkan kekurangan yang ada menjadi tanggung jawab kita untuk memperbaikinya. Apabila dalam penyampaian laporan ini terdapat kata-kata atau sikap yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," pungkasnya.
Pemerintah Kota Solok berharap, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2025 dapat menjadi fondasi yang kuat untuk menyusun rencana kerja yang lebih matang, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar lagi demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat di masa-masa mendatang. (BO)