Lifestyle

PADANG

SUMBAR

Headline

Ternyata Ubek Mande Memang Mujarab

SUDAH hampir tiga minggu lamanya saya berjuang melawan bisul yang tumbuh di area strategis saya. Selama tiga minggu itu, otomati...

Headline
Iklan Bapenda
Dokter India Mulai Tolak Tangani Pasien Covid-19
Selasa, Maret 31, 2020

On Selasa, Maret 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Krisis alat pelindung kesehatan di India memaksa sejumlah dokter menggunakan jas hujan dan helm motor saat bekerja. Namun, puluhan dokter di garda depan yang menghadapi virus Covid-19 sejauh ini telah menginfeksi 1.251 orang dan menelan 32 korban jiwa di India. 

Para tenaga medis mengatakan kepada Reuters bahwa mereka khawatir tanpa masker dan alat pelindung yang tepat. Hal ini membuat mereka dapat menjadikan mereka sebagai pembawa virus.

Di kota timur Kolkata, dokter muda di fasilitas utama perawatan COVID-19, Rumah Sakit Penyakit Menular Beleghata, pekan lalu dibekali jas hujan plastik untuk memeriksa pasien. Sementara, Pengawas medis rumah sakit yang bertanggung jawab, Dr Asis Manna, menolak berkomentar.

"Kami tidak akan bekerja dengan mengorbankan nyawa kami," ucap salah satu dokter, yang menolak disebutkan namanya karena sensitivitas.

Di negara bagian Haryana dekat New Delhi, Dr Sandeep Garg dari Rumah Sakit ESI menuturkan, ia selama ini menggunakan helm motor lantaran tidak memiliki masker N95, yang memberikan perlindungan signifikan terhadap partikel virus.

"Saya menggunakan helm karena dapat menutupi wajah saya sehingga menambah lapisan lagi di atas masker bedah," kata Garg.

Di rumah sakit pemerintah di kota Rohtak, Haryana, sejumlah dokter senior menolak untuk merawat pasien, kecuali mereka mendapat peralatan keselamatan yang memadai. Para dokter juga mengumpulkan dana untuk COVID-19, di mana setiap dokter menyumbang 1.000 rupe untuk membeli masker dan penutup wajah lainnya, kata seorang dokter.

"Semua orang takut, tak ada satupun yang ingin bekerja tanpa perlindungan," kata seorang dokter.

Pemerintah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi pada Senin mengatakan bahwa India sedang berupaya mendapatkan dalam jumlah besar peralatan yang disebut alat pelindung diri (PPE), secara domestik dari Korea Selatan dan China untuk memenuhi kebutuhan.

(Sumber: Republika.co.id)

Survei: 64.3% Publik Yakin Pemerintah Mampu Tangani Pandemi Corona
Selasa, Maret 31, 2020

On Selasa, Maret 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Lembaga Survei Indo Barometer merilis respons publik terkait dengan penanganan virus Corona oleh Pemerintah Indonesia.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyebut bahwa hasilnya sebanyak 64,3 persen publik yakin pemerintah Indonesia mampu menangani pandemi Corona.

Sementara sebanyak 35,7 persen responden lainnya tidak yakin pemerintah Indonesia mampu mengatasi pandemi ini.

"Jadi, survei Indo Barometer yang dilaksanakan pada 10 hingga 16 Maret lalu menemukan bahwa yang yakin kepada kemampuan pemerintah untuk mengatasi virus Corona 64 persen dan yang tidak yakin 35 persen," jelas M Qodari yang dihubungi oleh KompasTV.

Adapun dari responden yang yakin kepada kemampuan pemerintah mempunyai penilaian terhadap penanganan virus Corona yang bagus oleh pemerintah sebanyak 34%, lalu percaya pada kinerja pemerintah sebanyak 24%, dan pemerintah serius dalam menangani pencegahan virus Corona sebanyak 14%.

Sementara, yang tidak yakin akan kemampuan pemerintah juga memberikan penilaian terkait dengan pasien yang semakin bertambah banyak sebanyak 42%, penyebaran virus sangat cepat 24% dan peralatan pendeteksian terbatas sebanyak 12%.

M Qodari mengatakan jika pemerintah ingin diyakini kinerjanya oleh publik maka harus ada upaya untuk meredam penyebaran virus corona dan memperbanyak alat deteksi Covid-19.

Survei ini dilakukan pada 10-16 Maret 2020 yang dilakukan oleh 65% dari total Indonesia di 7 Provinsi.

(Sumber: KompasTV)

Pasaman Barat Buat Bilik Disinfekeksi dan Akan Dikolborasikan dengan Cairan Antiseptic Alami
Selasa, Maret 31, 2020

On Selasa, Maret 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Beberapa waktu yang lalu, Minggu 29 Maret 2020, relawan Pasaman Barat melawan Covid-19, dengan ide-ide kreatifnya telah berhasil menciptakan prototipe Bilik Disinfeksi secara swadaya. Akan tetapi setelah Bilik Disinfeksi ini berhasil diciptakan, penggunaan cairan disinfektannya menggunakan cairan disinfektan kimia.

Penggunaan cairan disinfektan kimia pada bilik disinfeksi tersebut, menuai banyak pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat.

Pasalnya, penggunaan pengisian cairan disinfektan memakai bahan kimia yang diasumsikan dapat membahayakan pemakainya, dapat menimbulkan iritasi kulit seperti kemerahan, gatal dan mungkin terkelupas, sedangkan ke paru-paru bisa juga mengakibatkan batuk dan sesak nafas.

Menyikapai hal tersebut, tim relawan pencegahan Covid-19, yang dipimpin oleh Ketua TP. PKK Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto memunculkan ide dan kreatifitas pembuatan antiseptic secara alami, yang bahan-bahannya diambil dari tanaman serai wangi dan daun sirih merah yang proses pembuatannya telah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, Selasa 31 Maret 2020.

Langkah ini juga bisa menjadi jawaban akan banyaknya pro kontra penggunaan pengisian cairan disinfektan memakai bahan kimia tersebut, maka inovasi alat Bilik Disinfeksi dapat dikolaborasikan dengan cairan antiseptik alami buatan relawan peduli sesama tersebut.

"Supaya masyarakat merasa aman dan nyaman, juga terhindar dari Covid-19, kita berinisiatif akan menggunakan Cairan Antiseptic yang kita buat tersebut, sebagai pengganti Cairan Disinfektan pada Bilik Disinfeksi yang dibuat warga Pasaman Barat ini," ungkap Sifrowati.

Dengan adanya inovasi cairan alami tersebut, selain sebagai pengganti cairan untuk Bilik Disonfektan, cairan Antiseptic alami ini juga dapat dipergunakan sebagai cairan cuci tangan atau cairan pengganti Hand Sanitizer.

"Jadi apa yang selama ini diragukan tentang penggunaan antiseptik serta alat Bilik Disinfeksi rasanya akan terjawab, juga sama-sama kita ketahui, daun sirih merah dan serai wangi ini merupakan antiseptic alami yang sangat ampuh dalam membunuh Kuman dan juga Virus," ujarnya.

Sifrowati Yulianto, juga mengatakan, inilah bukti bahwa kita memiliki jiwa kepedulian sesama, hingga dengan berbagai upaya secara mandiri dalam mencegah penyebaran virus corona, akhirnya kita mendapatkan formula khusus untuk memproduksi cairan anti septik mandiri dengan bahan alami. 

Menurutnya langkah ini diambil, karena mengingat cairan anti septik yang dijual di pasaran selain susah didapat ternyata harganya juga mahal.

Ditambahkanya bahwa Cairan antiseptik yang dibuat itu fungsi nya untuk pengganti cuci tangan dan tidak untuk yang lain , itu pun kalau kita tidak sempat untuk cuci tangan yang bersih.

Seandainya ada keinginan untuk digunakan cairan ini ke bilik disinfectant, bermanfaat atau tidak, untuk lebih jelas nya konsultasi kan terlebih dahulu ke dinas kesehatan, karena merekalah yang lebih tahu dan paham akan hal ini.

"Sedangkan kita membuat cairan ini adalah karena cairan anti septik sudah langka dan mahal sehingga banyak masyarakat mengeluh tidak mampu membeli bahan anti septik tersebut, maka dari itu muncul ide kreatif relawan bagaimana cara pembuatan anti septik dari bahan alami, apa lagi setelah dipelajari bahan itu semua ada di sekitaran kita," terang Sifrowati.

(Rido)

Pemko Padang Sambut Baik Penyemprotan Disinfektan Oleh Forkopimda
Selasa, Maret 31, 2020

On Selasa, Maret 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Kota Padang menyambut baik digelarnya penyemprotan disinfektan secara serentak oleh unsur Forkopimda Kota Padang yang diinisiasi oleh jajaran Polresta Padang.

Penyemprotan ini sebagai bentuk langkah dan upaya mencegah terjadinya penyebaran virus corona atau covid-19 di Kota Padang. Dua mobil 'Water Canon' dan dua mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemko Padang pun dikerahkan.

Aksi tersebut diawali secara serentak dari Mapolresta Padang yang kemudian dilanjutkan ke rute-rute yang telah ditentukan. Hadir dalam aksi Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan, Ketua DPRD Padang Syafrial Kani serta Kajari Kota Padang, Ketua Pengadilan Negeri Kota Padang, Kasdim 0312 Padang serta unsur terkait lainnya. Juga ikut dalam aksi itu H. Boy Lestari Dt. Palindih selaku tokoh agama Islam di Kota Padang.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang kita tentu sangat menyambut baik aksi penyemprotan disinfektan oleh unsur Forkopimda kali ini. Selain itu juga menyuarakan beberapa imbauan kepada masyarakat guna mempercepat memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Padang," ungkap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi dikesempatan itu.

Sementara Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan, aksi ini di samping menyemprotkan disinfektan ke sejumlah titik di Kota Padang terutama kawasan pusat kota juga menyuarakan imbauan pemerintah kepada warga masyarakat Kota Padang.

"Kita Forkopimda Kota Padang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyikapi beberapa hal untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Kita berharap seluruh masyarakat tanpa terkecuali mendengarkan imbauan ini, demi keselamatan kehidupan kita semua juga," ujarnya di sela aksi.

Adapun kata Yulmar, beberapa imbauan yang disuarakan pada aksi tersebut diantaranya meminta masyarakat agar terus berdoa dan tingkatkan ketakwaan kepada Tuhan yang maha esa. Selanjutnya jangan panik dan resah terhadap berita tentang covid-19 dan batasi kegiatan di luar rumah jika tidak terlalu penting kecuali berbelanja kebutuhan dan hal penting lainnya.

"Begitu juga mari kita budayakan pola hidup sehat dan bersih, hindari tempat keramaian dan kerumunan massa dan hindari kontak fisik atau bersalaman serta berjemurlah setiap hari mulai pukul 10.00 - 11.00 WIB dan berolahraga secara mandiri," imbaunya.

Lebih lanjut sebut Kapolresta, melalui aksi ini Forkopimda Kota Padang juga menyuarakan kepada masyarakat agar melaksanakan Maklumat Kapolri No: MAK/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Covid-19.

"Mari kita ikuti anjuran Pemerintah Kota Padang beserta Forkopimda. Dengan imbauan ini kita harapkan masyarakat mematuhinya. Sehingga kita terhindar dari wabah virus corona ini dan cepat berlalu dalam kehidupan kita," tukasnya mengakhiri.

Adapun rute penyemprotan disinfektan saat itu adalah star dari Mapolresta Padang menuju Pasar Raya lewat Simpang Kandang - Permindo - Plaza Andalas - jl. Hang Tuah - Masjid Taqwa Muhammadiyah - depan Hotel Axana - Simpang Pujasera Pantai Padang - Vihara Pantai Padang - Simpang Kinol - kembali ke Mapolresta Padang. 

(David)

Jokowi Teken Perppu Kucurkan Ekstra Rp405 T Tangani Corona
Selasa, Maret 31, 2020

On Selasa, Maret 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah alokasi belanja dan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani wabah virus corona (covid-19). Sebelumnya, alokasi belanja APBN 2020 ditetapkan sebesar Rp2.540,4 triliun.

Alokasi dana itu diterbitkan dalam Perppu Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

"Terkait penanganan covid19 dan dampak ekonomi keuangan, saya menginstruksikan total tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan covid-19 adalah sebesar Rp405,1 triliun," ujar Jokowi dalam konferensi pers, Selasa, 31 Maret 2020.

Ia merinci, sebagian besar anggaran atau sekitar Rp150 triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha menjaga daya tahan dan pemulihan ekonomi.

Kemudian, sebesar Rp75 triliun untuk bidang kesehatan meliputi perlindungan tenaga kesehatan, pembelian alat kesehatan, perbaikan fasilitas kesehatan, dan insentif dokter.

Berikutnya, sebesar Rp110 triliun untuk jaring pengaman sosial (Social Safety Net) yang mencakup penambahan anggaran kartu sembako, kartu prakerja, dan subsidi listrik. Terakhir, Rp70,1 Triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR

Sebagai konsekuensinya, defisit APBN 2020 diperkirakan mencapai 5,07 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau melampaui batas ketentuan Undang-undang Keuangan Negara yang dipatok 3 persen dari PDB.

Selanjutnya, pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) sebagai payung hukum relaksasi defisit tersebut. Namun, relaksasi defisit hanya untuk tiga tahun, yaitu 2020, 2021, dan 2022. Pada 2023, pemerintah akan kembali pada disiplin fiskal batas maksimal defisit 3 persen dari PDB.

Jokowi menilai pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada masalah kesehatan tetapi juga masalah kemanusiaan yg berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan perekonomian negara. Karenanya,pemerintah perlu mengambil langkah yang luar biasa dalam menyelamatkan perekonomian dan menjaga stabilitas keuangan.

(Sumber: CNN Indonesia)

Wagub Nasrul Abit Akui Penerapan Pembatasan Selektif Masih Ada Kendala
Selasa, Maret 31, 2020

On Selasa, Maret 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit melakukan monitoring dan pemantauan dihari pertama pelaksanaan pemberlakukan pelaksanaan pembatasan selektif bagi orang masuk ke Sumatera Barat dalam upaya antisipasi penanganan penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat. 

Daerah posko yang dikunjungi di perbatasan Sijunjung - Riau di daerah Kiliran Jao dan Dharmasraya - Jambi di daerah Sungai Rumbai. 

“Hari pertama ada banyak kendala dan tantangan yang dihadapi dalam menerapkan pelaksanaan pembatasan selektif. Diharap Bupati masing-masing daerah memiliki inovasi dalam menerapkan pelaksanaan prosedur di lapangan oleh petugas, sehingga semua ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Wagub Nasrul Abit, Selasa, 31 Maret 2020.

Wagub Nasrul Abit mengatakan, untuk kendaraan penumpang agar semua penumpang turun dan diperiksa suhu badan, selanjutnya setiap penumpang mengisi blanko yang telah disediakan petugas.

“Jika tujuan penumpang tersebut ke Kota A atau Kab B, maka koordinator lapangan segera menginfokan kepada gugus tugas Kab/Kota yang akan dituju penumpang agar bisa dilakukan pemantauan di daerah masing-masing," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk kendaraan barang, petugas hanya memeriksa suhu badan sopir saja. Dan bagi penumpang yang mempunyai gejala, agar tenaga kesehatan setempat segera melakukan tindakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

“Untuk di setiap posko, segera disiapkan meja, alat tulis dan lainnya yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas. Termasuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD). Saat ini peralatan APD masih sangat terbatas, karena kita juga telah menggerakan UMK kita untuk membuat APD dalam memenuhi kebutuhan petugas,” ujarnya.

(zardi/hms-sumbar)

Inginkan Pejabat yang Berjiwa Tempur Lawan Covid-19, Wako Payakumbuh Lakukan Mutasi
Selasa, Maret 31, 2020

On Selasa, Maret 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Walikota Payakumbuh Riza Falepi terpaksa mengambil kebijakan tidak populer. Untuk percepatan penanganan Covid-19 ini, walikota harus melakukan mutasi, meski harus mengambil resiko tidak ikut Pilgub Sumbar 2020. 

Menurut Walikota Riza Falepi, didampingi Wakil Walikota H. Erwin Yunaz dan Sekdako H. Rida Ananda, kepada awak media ini, di Balaikota Payakumbuh, Selasa, 31 Maret 2020, pihaknya masih belum bisa mengeksekusi anggaran. Padahal, persoalan Covid-19 ini sudah berlalu dua pekan.

Bagaimana harus bertempur, jika staf yang terkait tidak ada yang berjiwa tempur. Makanya, walau terasa pahit, kebijakan mutasi ini harus dilakukan. 

"Saya harus mencari staf yang bisa bertempur dalam memerangi dan mencegah virus corona ini," tegas walikota.

Namun, walikota mengakui, jika ada di antara pejabat di Dinkes yang enggan ditunjuk sebagai PPK, PPTK dan staf keuangan lainnya. Karena, berdasarkan pengalaman, ada indikasi dalam situasi Pilkada ini, pihak-pihak tertentu yang ingin mencari peluang, mencurigai pejabat. 

"Dan itu sangat politis sekali, karena berbau pesanan," sebut Riza.

Tapi, dampaknya apa yang terjadi, tegas walikota lagi. Pihaknya sulit melakukan pengadaan APD, obat-obatan dan biaya operasi lainnya, hingga sekarang. Masih untung, banyak pihak yang membantu operasional petugas disetiap posko tanggap darurat terkait Covid-19 ini. 

"Kalau tidak, nauzubillah minjalid," kata Riza.

Untuk itu, dalam usaha menyelamatkan rakyat Payakumbuh, walikota harus melakukan mutasi sejumlah pejabat di jajaran pemko. 

"Saya siap mengambil resiko terkait mutasi ini. Bagi Saya lebih baik tidak menjadi gubernur daripada rakyat saya banyak yang menjadi korban Covid-19 ini," ungkap walikota. 

Ketika ditanya wartawan, pejabat-pejabat siapa saja yang terkena mutasi, walikota enggan menyebutnya. 

"Soal nama-nama itu, gak etis disebutkan. Tapi, mutasi ini sehari atau dua hari ini harus dilakukan. Kita tengah berburu waktu, simpulnya. 

(HM/rel)

Tarif Listrik 450 VA Digratiskan 3 Bulan, 900 VA Diskon 50 Persen
Selasa, Maret 31, 2020

On Selasa, Maret 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah memutuskan untuk menggratiskan tarif listrik bagi pelanggan 450 VA. 

Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah-langkah yang diambil untuk membantu masyarakat di masa pandemi virus corona atau Covid-19.

“Tarif listrik untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan selama 3 bulan ke depan yaitu April, Mei dan Juni 2020,” kata Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa, 31 Maret 2020.

Jokowi menerangkan, selain pelanggan 450 VA, terhadap pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar 7 juta juga diberi keringanan yakni diskon 50 persen. 

Artinya, mereka hanya membayar separuh. 

Kebijakan ini juga berlaku selama 3 bulan yakni April, Mei dan Juni.

Selain tarif listrik, pemerintah juga menaikkan jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat.

Besaran manfaatnya juga dinaikkan 25 persen.

(Sumber: iNews.id)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *