HEADLINE
BGN Larang Susu Kental Manis di MBG, Kualitas Gizi Jadi Sorotan DPR    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN)
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang melarang penggunaan sejumlah produk minuman dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Produk yang dilarang tersebut meliputi minuman susu, minuman mengandung susu, minuman rasa susu, hingga susu kental manis. Menurut Netty, kebijakan tersebut penting untuk memastikan makanan dan minuman yang diberikan melalui program MBG benar-benar memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang penerima manfaat.


“Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh hanya dinilai dari kenyangnya penerima manfaat, tetapi juga harus memastikan kualitas dan kandungan gizinya. Karena itu, penggunaan produk yang benar-benar memberikan nilai gizi tentu harus menjadi perhatian utama,” ujar Netty dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).


Sebelumnya, BGN merekomendasikan penggunaan susu hewani berupa susu pasteurisasi, UHT, dan susu steril full cream plain. Produk susu tersebut tidak diperbolehkan mengandung tambahan gula, pengawet, perasa maupun pewarna.


Selain itu, produk yang digunakan dalam program MBG harus memiliki kandungan susu segar minimal 80 persen serta dilengkapi izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Netty menegaskan, standar yang telah ditetapkan di tingkat pusat harus diterapkan secara konsisten di lapangan. Ia mengingatkan agar proses pengadaan dan distribusi tidak membuka celah masuknya produk yang tidak memenuhi ketentuan.


“Keputusan di tingkat pusat harus benar-benar diterapkan di lapangan. Jangan sampai sudah ada standar yang baik, tetapi dalam proses pengadaan dan distribusi justru muncul produk yang tidak sesuai dengan ketentuan,” katanya.


Menurut Netty, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan terhadap kandungan produk. Proses penyimpanan dan distribusi juga harus menjadi perhatian, khususnya untuk susu pasteurisasi yang membutuhkan sistem rantai dingin atau cold chain.


“Keamanan pangan harus berjalan bersama dengan pemenuhan gizi. Produk yang baik harus tetap ditangani dengan prosedur yang benar sampai diterima oleh anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya,” ujarnya.


Di sisi lain, Netty menyambut baik komitmen BGN dalam mendorong pemanfaatan susu hewani. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan asupan gizi penerima MBG sekaligus mendukung produktivitas dan kesejahteraan peternak lokal.


“Program MBG memiliki potensi besar untuk menciptakan ekosistem pangan yang sehat. Jika dikelola dengan baik, program ini bukan hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberikan ruang yang lebih besar bagi peternak lokal,” kata Netty.


Meski demikian, Netty menegaskan bahwa keberpihakan terhadap produk dan pelaku usaha lokal harus tetap berjalan sesuai standar kualitas serta keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah.


“Keberpihakan kepada peternak lokal dan pemenuhan standar mutu harus berjalan beriringan. Jangan sampai salah satunya dikorbankan,” tegasnya.


Netty berharap kebijakan baru terkait penggunaan susu dalam menu MBG dapat menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi terhadap seluruh bahan pangan yang digunakan dalam program tersebut.


Ia menekankan, setiap rupiah anggaran MBG harus benar-benar memberikan manfaat bagi penerima program. Karena itu, evaluasi terhadap bahan pangan, kandungan gizi, keamanan, proses pengolahan hingga distribusi dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.


“Setiap rupiah anggaran untuk MBG harus benar-benar kembali menjadi manfaat gizi bagi penerima program. Karena itu, evaluasi bahan pangan, kandungan gizi, keamanan, proses pengolahan hingga distribusi harus terus diperkuat,” pungkas Netty. (*) 


Editor: Zamri Yahya, WU

Generasi Muda Ditantang Kuasai AI, Bukan Sekadar Jadi Pencari Kerja    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

perkembangan AI, otomatisasi, dan teknologi digital telah mengubah pola kerja di berbagai sektor sehingga generasi muda dituntut untuk terus beradaptasi.
Perkembangan AI, otomatisasi, dan teknologi digital telah mengubah pola kerja di berbagai sektor sehingga generasi muda dituntut untuk terus beradaptasi. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak generasi muda memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai sarana meningkatkan produktivitas sekaligus mempersiapkan kompetensi menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.


Ajakan tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat memberikan kuliah umum di Universitas Batanghari, Jambi, Sabtu (12/9/2026). Menurutnya, perkembangan AI, otomatisasi, dan teknologi digital telah mengubah pola kerja di berbagai sektor sehingga generasi muda dituntut untuk terus beradaptasi.


“Jangan takut pada AI, tapi jangan sampai tertinggal oleh AI. Jadikan teknologi sebagai alat pengganda produktivitas kalian,” kata Afriansyah di hadapan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Batanghari.


Ia menegaskan, keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga oleh kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar. Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan harus dibangun sejak masih berada di bangku pendidikan.


Afriansyah menjelaskan, tantangan tersebut semakin besar seiring tingginya jumlah angkatan kerja nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang dengan tingkat pengangguran sebesar 4,68 persen. Sementara itu, sebanyak 19,44 persen pemuda usia 15 hingga 24 tahun berada dalam kondisi NEET, yakni tidak bekerja, tidak menempuh pendidikan, maupun tidak mengikuti pelatihan.


Melihat kondisi tersebut, Afriansyah mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Penguasaan teknologi dan peningkatan kompetensi dinilai dapat membuka peluang usaha, menciptakan inovasi, serta menjadi solusi atas berbagai tantangan ketenagakerjaan.


Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Kementerian Ketenagakerjaan terus menjalankan sejumlah program pengembangan kompetensi. Program tersebut meliputi Pelatihan Vokasi Nasional (PVN), Program Magang Nasional (MagangHub), Talent and Innovation Hub (TIH) Pembinaan Talenta Vokasi Indonesia, serta berbagai pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).


Selain itu, Afriansyah menekankan pentingnya keterhubungan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membekali mahasiswa dengan kompetensi, karakter, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.


Ia menilai, upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, hingga media. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing global.


Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJMN 2025–2029 yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas nasional. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, generasi muda Indonesia diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan inovasi, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa. (*)

Orang Beriman dan Beramal Saleh adalah Sebaik-baik Makhluk    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

QS Al-Bayyinah ayat 7
QS Al-Bayyinah ayat 7 menunjukkan bahwa keimanan tidak hanya berkaitan dengan keyakinan dalam hati, tetapi juga perlu diwujudkan melalui amal saleh. (Foto Ilustrasi: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Al-Qur’an memberikan gambaran mengenai golongan manusia yang mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Salah satunya dijelaskan dalam Surat Al-Bayyinah ayat 7, yang menegaskan keutamaan orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh.


Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (amal saleh), mereka itulah sebaik-baik makhluk.” Pesan ini mengandung pelajaran penting mengenai hubungan antara keimanan dan perbuatan baik dalam kehidupan seorang Muslim.


QS Al-Bayyinah ayat 7 menunjukkan bahwa keimanan tidak hanya berkaitan dengan keyakinan dalam hati, tetapi juga perlu diwujudkan melalui amal saleh. Perbuatan baik menjadi salah satu bentuk nyata dari keimanan yang dimiliki seseorang.


Amal saleh memiliki cakupan yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Berbuat baik kepada sesama, membantu orang yang membutuhkan, menjaga amanah, berkata jujur, serta memberikan manfaat bagi lingkungan merupakan bagian dari perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan.


Ayat tersebut juga menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi. Kehidupan yang baik perlu dibangun dengan keseimbangan antara hubungan kepada Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia.


Predikat “sebaik-baik makhluk” sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Bayyinah ayat 7 menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk terus meningkatkan kualitas iman sekaligus memperbanyak amal kebajikan.


Pesan ayat ini juga relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Keimanan yang diwujudkan dalam kepedulian, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menolong dapat menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis.


Karena itu, QS Al-Bayyinah ayat 7 dapat menjadi pengingat untuk senantiasa memperbaiki diri. Keimanan hendaknya tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui perbuatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.


Dengan memperkuat iman dan memperbanyak amal saleh, seorang Muslim diharapkan dapat menjalani kehidupan sesuai tuntunan Allah SWT serta menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya. (*)

Pemprov Sumbar Siap Kawal Percepatan Tol Bukittinggi–Sicincin, Kedepankan Dialog dengan Masyarakat, Ini Kata Andre Rosiade    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Pemprov Sumbar Siap Kawal Percepatan Tol Bukittinggi–Sicincin, Kedepankan Dialog dengan Masyarakat, Ini Kata Andre Rosiade
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyatakan kesiapan untuk mengawal dan mendukung percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bukittinggi–Sicincin, termasuk memastikan proses sosialisasi dan pembebasan lahan berjalan lancar dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat terdampak.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi, dalam Rapat Pembahasan Persiapan dan Percepatan Pembangunan Tol Pekanbaru–Padang ruas Bukittinggi–Sicincin, di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Jati, Kota Padang, Kamis (10/9/2026).

Arry mengatakan, Pemprov Sumbar siap turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan tokoh ninik mamak yang terdampak pembangunan. Menurutnya, komunikasi secara langsung dan dialog dari hati ke hati penting dilakukan agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai harapan bersama.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap turun langsung ke lapangan, melakukan pendekatan secara persuasif dan berdialog dengan masyarakat serta ninik mamak yang terdampak,” ujar Arry.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah percepatan pembangunan, mulai dari proses sosialisasi, pembebasan lahan hingga penetapan lokasi (penlok). Seluruh tahapan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan dinamika sosial yang merugikan masyarakat.

“Prinsipnya kita mendukung percepatan. Namun, prosesnya harus kita kawal bersama agar berjalan baik dan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatiani,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade menyampaikan bahwa perencanaan trase dan exit Tol Pekanbaru–Padang untuk ruas Bukittinggi–Sicincin telah disepakati. Exit tol direncanakan berada di kawasan Pasar Amor, Kabupaten Agam, sementara trase terbaru dipastikan tidak lagi melewati kawasan Kubang Putih.

Andre juga menegaskan bahwa pembangunan jalan tol tersebut dirancang dengan memperhatikan keberadaan permukiman masyarakat.

“Ndak ado kampung dibelah (tidak ada kampung yang akan dibelah),” tegasnya, seraya menjelaskan bahwa untuk wilayah tertentu seperti Banuhampu, pemerintah menyiapkan akses jaringan bypass, bukan jalur utama tol.

Ia mengatakan, dirinya bersama Pemprov Sumbar akan terus turun langsung ke jorong-jorong yang terdampak untuk berdialog dengan masyarakat dan ninik mamak. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperlancar proses pembebasan lahan dengan tetap mengedepankan prinsip ganti untung bagi masyarakat.

Andre berharap proses pembebasan lahan dan persiapan pembangunan seksi Sicincin–Bukittinggi dapat berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan pengalaman pada ruas Padang–Sicincin sebelumnya.

“Kalau yang Padang–Sicincin prosesnya bertahun-tahun, kita berharap yang ini bisa diselesaikan dalam hitungan bulan. Tentu dengan dukungan semua pihak dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.

Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Agam, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumbar, serta PT Hutama Karya (Persero) selaku pengembang Jalan Tol Trans Sumatera. Pertemuan menjadi bagian dari upaya menyinergikan langkah pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak pelaksana dalam mempercepat pembangunan ruas Bukittinggi–Sicincin. (adpsb/bud)

Sonny Affandi Terima Penghargaan Tokoh Peduli dan Pengayom Media dari Relasipublik.com    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Sonny Affandi Terima Penghargaan Tokoh Peduli dan Pengayom Media dari Relasipublik.com
Puncak peringatan HUT ke-9 Relasipublik.com digelar di Restoran Suasso, Jalan Asahan Nomor 5, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- CEO Mimbar Media Grup, Sonny Affandi, menerima penghargaan sebagai tokoh yang peduli dan pengayom media dalam rangkaian puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 media online Relasipublik.com.

Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki perhatian dan kepedulian terhadap perkembangan pers dan media di Sumatera Barat. Sonny Affandi menjadi salah satu tokoh yang mendapatkan apresiasi tersebut.

Puncak peringatan HUT ke-9 Relasipublik.com digelar di Restoran Suasso, Jalan Asahan Nomor 5, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (12/9/2026).

Pemimpin Redaksi Relasipublik.com, Novrianto, SP., mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan media di Sumatera Barat, khususnya media online.

“Kita melihat Sonny Affandi merupakan tokoh yang ikut berpartisipasi dan peduli terhadap perkembangan media di Sumbar, khususnya media online. Karena itu, Relasipublik.com merasa pantas untuk memberikan penghargaan ini,” kata Novrianto yang juga Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumbar.

Menurut Novrianto, hubungan yang baik antara insan pers dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh dan pemangku kepentingan, perlu terus dijaga. Ia menilai dukungan terhadap perkembangan media menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pers yang sehat di Sumatera Barat.

“Kita memberikan penghargaan kepada tokoh yang dinilai tetap konsisten menjaga hubungan baik dengan pers,” ujarnya.

Puncak HUT ke-9 Relasipublik.com tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat sipil dan militer. Di antaranya Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., yang diwakili Kapendam, Kapolda Sumbar yang diwakili Dir Binmas, serta perwakilan Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar melalui tenaga ahli.

Novrianto yang akrab disapa Ucok juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan dan insan pers yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kita berterima kasih atas kehadiran para undangan di puncak HUT Relasipublik.com ini. Semoga silaturahmi ini selalu terjalin erat,” katanya.

Selain Sonny Affandi, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh lainnya, di antaranya Rahmat Saleh, anggota Fraksi PKS DPR RI, Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, serta Muslim M Yatim, anggota DPD RI.

Terpisah, Sonny Affandi menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Relasipublik.com. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri secara langsung puncak perayaan HUT ke-9 tersebut.

“Saya terkejut saat menerima undangan untuk menerima penghargaan di acara HUT Relasipublik.com. Mohon maaf saya tak sempat hadir karena ada kegiatan yang sudah teragendakan sebelumnya yang tidak bisa saya wakilkan,” ujar Sonny.

Sonny menyampaikan terima kasih kepada Relasipublik.com atas perhatian dan penghargaan yang diberikan. Ia berharap hubungan baik dan sinergi antara media dengan berbagai pihak dapat terus terjaga demi mendukung perkembangan pers di Sumatera Barat. (ms/*/ald)

NCH Dorong Ekonomi Kerakyatan, Kewirausahaan dan Digitalisasi di Kota Pariaman    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

NCH Dorong Ekonomi Kerakyatan, Kewirausahaan dan Digitalisasi di Kota Pariaman
Program Nagari Creative Hub (NCH) di Desa Cubadak Mentawai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Program Nagari Creative Hub (NCH) yang merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi hadir di Desa Cubadak Mentawai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Program tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, Sabtu (12/9/2026).

Peresmian NCH ditandai dengan pengguntingan pita oleh Yota Balad. Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Pariaman juga melepas kegiatan jalan santai yang diikuti dan diramaikan masyarakat setempat.

Kegiatan yang dipusatkan di Pasar Desa Cubadak Mentawai tersebut turut diisi dengan berbagai agenda. Di antaranya jalan sehat, penampilan Gandang Tasa, Tari Piring, serta sejumlah kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, Nagari Creative Hub merupakan ruang kolaborasi dan pusat aktivitas terpadu berbasis fisik maupun digital yang dikembangkan di tingkat nagari atau desa.

Menurutnya, keberadaan NCH diharapkan mampu menjadi pusat kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan berbagai potensi lokal yang dimiliki masing-masing nagari dan desa.

“Tujuannya adalah mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan, kewirausahaan, serta mempercepat digitalisasi di tengah masyarakat,” ujar Yota Balad saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Yota menegaskan, Nagari Creative Hub tidak hanya sebatas program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Lebih dari itu, NCH diharapkan menjadi ruang bersama yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar, berinovasi, mengembangkan potensi ekonomi, sekaligus melestarikan budaya daerah.

“Nagari Creative Hub bukan hanya sebuah program dari Provinsi Sumatera Barat, tetapi juga sebagai ruang bersama bagi seluruh masyarakat untuk belajar, berinovasi, melestarikan budaya, mengembangkan usaha, serta membangun masa depan nagari/desa yang berkarakter, sejahtera, dan mandiri,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran NCH di Desa Cubadak Mentawai dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan ekonomi digital.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai pihak lainnya, Nagari Creative Hub diharapkan dapat menjadi wadah untuk melahirkan inovasi serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Kota Pariaman. (R/at)

Wagub Vasko Dorong Penguatan Literasi Demokrasi Masyarakat Menuju Pemilu 2029    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Wagub Vasko Dorong Penguatan Literasi Demokrasi Masyarakat Menuju Pemilu 2029
Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumbar. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy mendorong penguatan literasi demokrasi dan pendidikan politik masyarakat secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas serta partisipasi pemilih menuju Pemilu 2029. Hal itu disampaikan Vasko saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumbar di Aula UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah I Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Vasko, demokrasi tidak cukup hanya dipahami sebagai proses menggunakan hak pilih. Masyarakat juga perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai sistem demokrasi, proses Pemilu dan Pilkada, serta konsekuensi dari pilihan politik yang diambil.

“Yang kita harapkan bukan hanya masyarakat datang ke TPS dan menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami mengapa mereka memilih dan apa konsekuensi dari pilihan tersebut,” ujar Vasko.

Ia menilai, pendidikan politik dan literasi demokrasi perlu dilakukan secara terus-menerus, tidak hanya ketika tahapan Pemilu dan Pilkada berlangsung. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membentuk pemilih yang rasional, kritis, dan bertanggung jawab.

Vasko juga menyoroti kecenderungan partisipasi masyarakat pada Pilkada yang lebih rendah dibandingkan Pemilu Presiden. Karena itu, menurutnya, diperlukan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui dialog, edukasi publik, serta keterlibatan tokoh masyarakat dan berbagai elemen sosial.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, penyelenggara Pemilu, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat perlu mengambil peran dalam membangun budaya demokrasi yang sehat,” katanya.

Sementara itu Anggota KPU RI, Dr. Betty Epsilon Idroos mengatakan pendidikan pemilih menjadi semakin penting mengingat persiapan menuju Pemilu 2029 akan mulai dilakukan secara bertahap sejak 2027.

Ia menyebutkan, tingkat partisipasi pemilih Sumatera Barat pada Pilkada 2024 masih berada di kisaran 57 persen, di bawah rata-rata nasional yang mencapai sekitar 71,39 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui pendidikan pemilih yang lebih intensif dan berkelanjutan.

“Pemilih kita didominasi Generasi Milenial dan Generasi Z yang jumlahnya hampir 60 persen. Karena itu, pendekatan pendidikan pemilih juga harus mampu menjangkau dan sesuai dengan karakter generasi muda,” jelasnya.

Betty Epsilon menambahkan, Pemilu memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat karena hasilnya menentukan arah kebijakan publik, pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga penciptaan lapangan kerja. Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara sadar dan bertanggung jawab.

Selain penguatan literasi demokrasi bagi generasi muda, KPU juga mendorong penyelenggaraan Pemilu yang inklusif, termasuk memastikan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas memperoleh akses informasi dan layanan kepemiluan yang memadai.

KPU juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi sebagai sarana edukasi dan simulasi kepemiluan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi di tengah perkembangan era digital.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua dan Anggota KPU Provinsi Sumbar; Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumbar, Mursalim; Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Pesisir Selatan; Camat Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. (adpsb/bud)