PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

data:post.title FEATURED NEWS

Chelsea Islan Mirip Song Hye Kyo

BENTENGSUMBAR. COM - Selain Bubah Alfian, ada satu lagi MUA ( make up artist ) yang menjadi favorit para seleb Tanah Air, yakni Ryan Ogilv...

Asman Abnur Mundur, PDIP Sebut untuk Perkuat Koalisi, Gerindra Kritik Jokowi
Selasa, Agustus 14, 2018

On Selasa, Agustus 14, 2018

Asman Abnur Mundur, PDIP Sebut untuk Perkuat Koalisi, Gerindra Kritik Jokowi
BENTENGSUMBAR. COM - Akhirnya Asman Abnur menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Sebelumnya, Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) didesak Relawan Jokowi untuk mengundurkan diri.

Keputusan ini diambil usai PAN atau partai Asman Abnur tak mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Diketahui, PAN memutuskan mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Asman bercerita dirinya telah menghadap Presiden Jokowi di Istana Bogor pada malam ini sekitar pukul 19.00 WIB untuk menyampaikan niatnya mengundurkan diri. Dia beralasan mengundurkan diri karena tak ingin membebani Jokowi.

"Saya menyampaikan kembali niat baik saya untuk mengurangi beban presiden agar kehadiran saya (di Kabinet) ini tidak jadi beban beliau," kata Asman dalam konferensi pers di Kemenpan RB, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.

Menurut Asman, Jokowi menerima permintaan dirinya yang hendak mengundurkan diri tersebut. Mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR ini mengatakan Jokowi dapat memahami bahwa keputusan ini diambil karena partainya memilih mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

"Alhamdullilah presiden dengan sedih menerimanya. Beliau menyampaikan kinerja saya yang saya persembahkan cukup memberi nilai positif ke beliau," katanya.

Asman bercerita awalnya dia terlebih dahulu menemui Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk menyampaikan niat mundurnya itu. Namun, Pratikno meminta dirinya untuk berbicara langsung ke Presiden. Baru sekitar pukul 19.00 WIB, presiden dapat memiliki waktu untuk menemuinya.

Tak Pengaruhi Kinerja

Sebagai partai pendukung pemerintahan, Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya justru enggan banyak bicara mengenai isu pencopotan itu. Dia hanya menyerahkan segala keputusan pada Jokowi.

"Itu menjadi kewenangan Pak Jokowi selama ini kita menyerahkan, soal reshuffle dan segala macam, kepada Pak Jokowi. Jangan kemudian ini menggangu kinerja pemerintah Pak Jokowi," kata Willy di Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Agustus 2018.

Willy mengatakan, dicopotnya Asman juga tidak akan terlalu berpengaruh pada kinerja Kementerianpan RB. Karena, kata dia, kementerian ini tidak menyentuh pelayanan masyarakat secara langsung.

"Jadi saya pikir tidak terlalu direct kepada publik services. Yang jadi kekhawatiran kami ya menteri-menteri yang nyaleg," ungkapnya.

Terkait pengganti Asman, partai besutan Surya Paloh ini juga menyerahkan sepenuhnya pada Mantan Gubernur DKI Jakarta itu. NasDem, lanjut Willy, akan selalu mendukung segala keputusan Jokowi.

"Kita serahkan pada Pak Jokowi, apakah ini akan diberikan kepada temen-temen di koalisi, kepada partai pengusung terserah, bebas atau kepada orang yang profesional itu juga bisa," ucapnya.

Tidak Akan Batal

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memastikan pembukaan lowongan CPNS 2018 tidak akan batal. Hal ini disampaikan terkait MenPAN-RB Asman Abnur yang akan segera di-reshuffle dari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

KemenPAN-RB merupakan kementerian yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan tenaga PNS di Indonesia, termasuk penyediaannya lewat pembukaan lowongan CPNS. Pembukaan lowongan CPNS dipastikan tidak akan batal karena saat ini memang dibutuhkan, sehingga menjadi kepentingan pemerintah.

"Kita berkepentingan, KemenPAN-RB seperti tadi saya sampaikan ada kebutuhan untuk pengangkatan CPNS, dan beberapa kebijakan sudah dikeluarkan," kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir kepada detikFinance, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.

"Tentu kita ingin merespons supaya kebutuhan CPNS itu terpenuhi meskipun tidak seluruhnya," lanjutnya.

Meski dipastikan tidak akan batal, dengan di-reshufflenya posisi menteri, waktu pengumuman pembukaan lowongan CPNS bisa saja tertunda alias mundur.

"Ada kemungkinan seperti itu iya (tertunda)," jawabnya.

Namun di luar itu, memang ada proses yang dianggapnya memakan waktu sehingga pengumuman CPNS yang sebelumnya dijadwalkan Juli mundur, dan rencananya diumumkan Agustus ini.

"Jadi kita konsolidasi terhadap penetapan formasinya, yaitu misalnya untuk guru itu di kabupaten ini, kecamatan ini, SMP ini kebutuhannya berapa. Nah itu masih berlangsung. Nah ini yang memakan waktu," tambahnya.

Sebelumnya dia menyampaikan, soal waktu pengumuman pembukaan CPNS, masih perlu dilihat lagi akan seperti apa pasca mundurnya Asman Abnur nanti.

"Soal waktunya tentu kita akan lihat nanti ya kalau ada persoalan seperti ini," tambahnya. 

PAN Dukung Capres Beda

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sekaligus politikus PDIP, Puan Maharani, menyebut, secara etika, tidak boleh ada menteri yang diisi PAN karena tak mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Pergantian MenPAN-RB Asman Abnur dinilai untuk memperkuat koalisi Jokowi.

"Kalau melihat seperti itu, memang dimungkinkan kemudian untuk memperkokoh, memperkuat koalisi yang ada seperti sekarang bahwa yang tidak mendukung pemerintahan sekarang dan capres-cawapres yang juga notabene sampai 2019 ya mengundurkan diri atau keluar dari koalisi yang ada sekarang," ujar Puan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Agustus 2018.

Sebab, PAN sudah memutuskan mendukung rival Jokowi, Prabowo Subianto, di pilpres. "Kalau melihat secara etika, apa pun, PAN sudah menyatakan mendukung capres dan cawapres berbeda dengan yang ada di pemerintahan sampai 2019," kata Puan.

Soal reshuffle Asman, Puan menyerahkannya kepada Jokowi. Ia juga belum mengetahui apakah koalisi mengusulkan sosok pengganti Asman.

"Saya nggak denger itu, itu kan hak prerogatif presiden. Saya belum denger sama sekali," ujar Puan.

Pengganti

Posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pengganti Asman Abnur kabarnya sudah terisi. Kursi panas menteri strategis itu dikabarkan diisi oleh Wakapolri Komjen Syafruddin.

Di Mabes Polri sudah tersiar kabar posisi Wakapolri akan diisi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz. Sementara itu, Komjen Syafruddin akan menjadi Menteri PAN-RB.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kepala Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin memberi sinyal soal kebenaran tersebut. Namun Ali masih perlu memastikan kabar itu.

"Hampir, hampir, hampir benar," kata Ngabalin kepada wartawan, Selasa, 14 Agustus 2018.

Kursi Menteri PAN-RB memang sudah dilepas oleh Asman Abnur. Politikus PAN itu sudah pamit ke Mensesneg, tapi memang pengunduran dirinya masih perlu disetujui Jokowi. 

Gerindra Kritik Jokowi

Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengaku bingung dengan sistem di Kabinet Kerja. Menurutnya, alasan pengunduran diri Asman dari jabatan Menteri PAN-RB tak rasional dan sangat politis. 

"Bedanya pemerintahan ini dengan tim suksesnya Jokowi itu apa?" ujar Habiburokhman di Kopi Politik, Pakubuwono, Jakarta Selatan, setelah menghadiri diskusi, Selasa, 14 Agustus 2018.

Mundurnya Asman Abnur, kata Habiburokhman, sangat aneh. Mengacu pada pernyataan Mensesneg Pratikno, kinerja Asman tergolong memuaskan Jokowi. Habiburokhman pun bingung dibuatnya. 

"Kok diganti karena alasan politik? Jadi ini ada apa?" jelas Habiburokhman. 

Terlepas dari mundurnya Asman Abnur, Habiburokhman menyoroti menteri-menteri yang ikut mendaftarkan Jokowi-Ma'ruf Amin ke KPU sebagai bakal capres dan bakal cawapres Pilpres 2019. Bagi Habiburokhman, potret tersebut sangat tidak etis.

Advokat tersebut lantas menuding Kabinet Kerja Jokowi-JK saat ini tak profesional. Yang pasti, Habiburokhman sangat menyesalkan pengunduran diri Asman. 

"Kita melihat seolah-olah mencampurkan tim kampanye, tim pemenangan Jokowi dengan kabinet. Itu nggak bisa, menurut saya nggak sehat seperti itu," ucapnya. 

Habiburokhman meminta agar institusi negara yang bernama kabinet dihormati. Basis penilaian seorang menteri, menurutnya, harus murni didasarkan pada kinerja yang bersangkutan. 

"Kerja baik untuk dilanjutkan. Banyak masalah, apa namanya korupsi, diberhentikan. Itu saja di kabinet, profesional. Tapi kalau sikap politik yang dijadikan dasar reshuffle, tidak baik," kritik Habiburokhman. 

Sebelumnya, Asman ke Istana menjelang dicopot dari posisinya. Ia tidak ingin menjadi beban bagi Jokowi. 

"Saya tidak mau menjadi beban, kepada Pak Presiden, terutama," ujar Asman dalam perbincangan dengan detikcom. 

(Sumber: merdeka.com/detik.com)

Gerindra Tak Khawatir Dilaporkan ke Bawaslu, LSM Federasi Indonesia Bersatu Laporkan Sandi
Selasa, Agustus 14, 2018

On Selasa, Agustus 14, 2018

Gerindra Tak Khawatir Dilaporkan ke Bawaslu, LSM Federasi Indonesia Bersatu Laporkan Sandi
BENTENGSUMBAR. COM - Waketum Partai Gerindra Edhy Prabowo membantah tudingan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief soal informasi mahar Rp 500 miliar berasal dari Fadli Zon. Gerindra menegaskan tak khawatir soal bakal cawapresnya Sandiaga Uno dilaporkan ke Bawaslu.

"Sementara ini jawaban dari kami, tidak perlu ditanggapi secara serius dari kami karena saya sudah cek ke Pak Fadli yang katanya ketemu, bahkan kata Pak Fadli beliau tidak ada di situ. Dan ini kan cerita yang lama sebelum koalisi ini terjadi kemudian dimuncul-munculkan terus," kata Edhy di rumah Prabowo, Jl. Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Agustus 2018.

Edhy juga mengatakan pihaknya tak ambil pusing kasus tersebut dilaporkan ke Bawaslu. Dia menyebut laporan itu salah satu dinamika pertandingan di Pilpres 2019.

"Kita kan ada tim, tenang aja. Kita nggak usah khawatir, namanya laporan-laporan selalu ada. Ini bagian daripada dinamika pertandingan, pertarungan ya kan. Siapa yang main siapa yang bermain, kita tidak mau menuduh siapa-siapa yang jelas kita selalu siap dalam menghadapi apapun," ungkapnya.

Dilaporkan ke Bawaslu

LSM Federasi Indonesia Bersatu mendatangi Bawaslu, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. Mereka melaporkan Sandiaga Uno terkait tudingan Andi Arief mengenai mahar Rp 500 M.

"Saya bersama Federasi Indonesia Bersatu menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh saudara Andi Arief Wasekjen Partai Demokrat beberapa hari yang lalu, bahwa patut diduga ada politik mahar terhadap pencapresan salah satu pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden," ujar Sekjen Federasi Indonesia Bersatu Muhammad Zakir di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Agustus 2018.

Zakir mengatakan Andi diduga memiliki informasi terkait tudingan disiapkannya duit oleh Sandiaga. Karena itu, Bawaslu diminta menelusuri.

Dalam laporannya, Zakir menyertakan dokumen. Salah satunya, tulisan Andi Arief di akun twitternya.

Sebelumnya, Andi Arief sempat menyebut Sandiaga Uno memberikan mahar masing-masing Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk syarat pencawapresan dirinya dengan Prabowo Subianto. Andi mengaku mendapat informasi ini dari elite Gerindra Fadli Zon hingga Fuad Bawazier.

"Mahar Rp 500 M ke PAN dan Rp 500 M ke PKS itu adalah keterangan resmi dari tim kecil Partai Gerindra, yaitu Fadli Zon, Prasetyo, Sufmi Dasco, dan Fuad Bawazier, saat pertemuan tanggal 7 Agustus sore," ujar Andi melalui pesan singkat, Jumat, 10 Agustus 2018.

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon juga telah menepis pernyataan tersebut. Dia mengaku tidak pernah berbicara mengenai mahar tersebut.

"Saya tidak pernah berbicara, saya tidak pernah berbicara seperti itu dan kita berbicara secara informal ya, brainstorming, dalam kaitan kita membutuhkan logistik, gitu ya," ujar Fadli, Sabtu, 11 Agustus 2018. 

(Sumber: detik.com)

Kesaksian TGB soal Bacaan Salat Magrib Presiden Jokowi: Sangat Terang
Selasa, Agustus 14, 2018

On Selasa, Agustus 14, 2018

Kesaksian TGB soal Bacaan Salat Magrib Presiden Jokowi: Sangat Terang
BENTENGSUMBAR. COM - Selama ini banyak kalangan yang mempertanyakan keislaman dan praktek ibadah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan mereka menuding Presiden Jokowi tidak mampu menjadi Imam Salat yang baik.

Namun, ternyata anggapan tersebut salah besar. Kesaksian TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang juga merupakan ulama yang diakui keilmuannya di Indonesia membantah anggapan tersebut. 

Melalui akun laman facebooknya, Tuan Guru Bajang bersaksi bahwa bacaan salat Presiden Jokowi sangat terang. Kesaksian itu ditulisnya setalah menjadi makmum salat magrib dimana Presiden Jokowi bertindak sebagai imam salat di tenda pengungsi.

Berikut kesaksian TGB selengkapnya:

"Shalat maghrib di mushola darurat ini tidak direncanakan. Mulanya, di jadwal Beliau (Presiden Joko Widodo ) mendengar paparan di posko utama di Tanjung. Paparan baru berlangsung 5 menit, tiba-tiba Beliau gelisah, tengok saya lalu bilang, "Kita jenguk masyarakat saja, Tuan Guru". Saya tanya, Pak Presiden mau jenguk di lokasi mana? Beliau jawab, terserah Tuan Guru. Lantas semua kalang kabut. Naik mobil, lalu turun di salah satu lokasi dekat pinggir selokan.

Bapak Presiden kemudian bincang-bincang dengan masyarakat yang ada, mendadak berkerumun mengelilingi Beliau, tanya ini-itu terkait kondisi terakhir sambil bagi-bagi kerudung, buku dan sembako. Setelah itu kembali ke tenda karena sudah menjelang malam. Di tengah jalan, mampir ke tempat pengungsi di tengah lapangan. Datanglah waktu maghrib, Beliau ajak kami shalat. Ajudan ingatkan, musholla tidak layak dan air minim untuk wudhu, Beliau tetap berkeras. Jadilah, kami shalat disitu.

Tiga kali kali Pak Jokowi mempersilahkan saya jadi imam, "Ayo, Tuan Guru". Saya minta Beliau yang jadi imam. Menghormati tamu. Sekaligus ingin tahu bacaan shalat sehari-hari Beliau.

Ternyata bacaan Beliau sangat terang. Rakaat pertama membaca Surah Al-Humazah dan rakaat kedua membaca Surah Quraish.

Habis shalat, zikir ditutup doa Beliau: Allohumma innaka 'afuwwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu 'anna. Lalu doa Ashabul Kahfi, "Rabbana aatinaa min ladunka.." dan ditutup dengan doa sapujagat. Terakhir mushafahah dengan jamaah.

Terima kasih Bapak Presiden. Maghrib yang berkesan. Lombok 13 Agustus 2018."



(by)

David Silva Resmi Pensiun dari Timnas Spanyol
Selasa, Agustus 14, 2018

On Selasa, Agustus 14, 2018

David Silva Resmi Pensiun dari Timnas Spanyol
BENTENGSUMBAR. COM - Playmaker Manchester City, David Silva baru saja membuat pengumuman resmi, pensiun dari Tim Nasional Spanyol. Silva mengakhiri karir internasionalnya pada usia 32 tahun dan ingin fokus bersama The Citizen.

Dikutip dari Squawka, Silva mencatat 125 caps bersama Timnas Spanyol dan mencetak 35 gol. Ia juga menjadi bagian dari skuat La Furia Roja kala memenangkan dua Piala Eropa (2008 dan 2012) serta juara Piala Dunia edisi 2010.

Silva masih menjadi pilihan utama bawah Fernando Hierro di Piala Dunia 2018 lalu. Dan setelah meraih banyak prestasi hebat bersama Tim Matador, Silva memutuskan pensiun.

Pada laga pembuka Premier League 2018/2019, Silva tidak dibawa Pep Guardiola ke Emirates Stadium. Dan manajer Man City itu menyebut eks Valencia itu tidak akan mendapat kesempatan bermain sebanyak musim lalu.

Dengan Bernardo Silva muncul sebagai pesaing serius untuk tempatnya di tim, David Silva telah memutuskan untuk memfokuskan energinya memenangkan piala bersama The Citizen.

Dia juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan putra Mateo, yang lahir prematur tahun lalu.

Dalam sebuah surat terbuka yang dipublikasikan di media sosial, Silva berkata: “Ini tidak mudah, setelah semua yang kami lalui, untuk duduk dan menulis surat ini.”

“Saya telah merefleksikan dan menganalisis selama beberapa hari dan minggu terakhir untuk mencapai keputusan untuk mengakhiri karir internasional saya bersama Timnas Spanyol,” lanjut David Silva.

“Tanpa ragu, ini adalah salah satu keputusan paling sulit dalam karir saya dan saya berbagi berita dengan rasa syukur dan kerendahan hati.”

“Tim nasional telah memberi saya segalanya dan telah memberi saya kesempatan tumbuh dan berkembang sebagai pemain sejak level pemain muda,” pungkas pemain yang pada Januari tahun depan berusia 33 tahun.

(Sumber: pojoksatu.id)

Fadli Zon Gak Setuju Mahar Politik Sandiaga Uno Dibawa ke Bawaslu
Selasa, Agustus 14, 2018

On Selasa, Agustus 14, 2018

Fadli Zon Gak Setuju Mahar Politik Sandiaga Uno Dibawa ke Bawaslu
BENTENGSUMBAR. COM - Pusaran dugaan mahar politik membuat cawapres Prabowo Subianto, Sandiaga Uno makin terpojok. Dugaan itu pertama kali diungkap Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief.

Praktik itu sendiri juga menyeret Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Atas dugaan tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) didesak tak tinggal diam.

Adanya dugaan mahar politik yang dianggap ‘pelicin’ pencawapresan Sandiaga itu harus bisa dibuktikan kubu Prabowo-Sandiaga.

Pasalnya, praktik mahar politik hanya membuat citra buruk bagi jalannya demokrasi di Indonesia.

Menanggapi aksi koar-koar anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, Fadli Zon pun angkat bicara.

Tak hanya itu, anak buah Prabowo Subianto itu juga mengancam Andi Arief.

Fadli balik menyebut politisi Partai Demokrat itu sebagai seorang pengkhayal terkait tudingan yang juga menyeret Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Demikian disampaikan Fadli Zon saat ditemui di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin, 13 Agustus 2018.

Fadli menyebut, selama ini Andi Arief sama sekali tak pernah mengikuti pertemuan yang memperbincangkan tentang logistik Pilpres 2019 itu.

“Dia sendiri kan tidak ada dalam pertemuan itu. Itu kan bicara dukungan bagaimana logistik ke depan,” katanya.

Fadli menegaskan, dalam beberapa pertemuan koalisi pengusung Ketua Umum Partai Gerindra yang membahas logistik pilpres, tak ada satu petinggi parpol yang pernah menyebut angka Rp500 miliar.

“Nggak ada. Saya gak nyebut angka 500. Nggak. Kita harus bicarakan dukungan logistik. Itu yang kita bicarakan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Fadli juga menilai tudingan Andi Arief itu tak perlu dibawa ke Bawaslu.

Alasannya, agar isu tersebut tak menjadi liar di kemudian hari.

“Untuk apa esuatu yang tidak ada kita besar-besarkan? Jadi kita membicarakan yang tidak itu tidak ada gunanya. Halusinasi saja,” kilahnya.

Meski demikian, Fadli mengaku yakin kalau Partai Demokrat bakalan mampu menertibkan Andi Arief.

“Ini kan anggota mereka, kita kan nggak enak kita sedang koalisi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Fadli menyebut pihaknya dipastikan akan mengambil langkah hukum terkait ulah Andi Arief itu.

Sayangnya, Demokrat dan Gerindra terikat dalam koalisi yang mengusung Prabowo-Sandiaga.

Karena itu, niatan tersebut tak akan dilakukan pihaknya.

“Lain kalau kita gak koalisi. Mungkin kita ambil langkah lain,” ancamnya.

Fadli menilai, partai berlambang bintang mercy itu bisa menertibkan ‘Andi Arief’.

“Tapi saya kira mereka bisa kok dalam tanda petik menertibkan (Andi arief),” pungkasnya.

(Sumber: pojoksatu.id)

Waduh, Pendukung Prabowo Marah-marah di Akun Yusril Ihza Mahendra, Ada Apa?
Selasa, Agustus 14, 2018

On Selasa, Agustus 14, 2018

Waduh, Pendukung Prabowo Marah-marah di Akun Yusril Ihza Mahendra
BENTENGSUMBAR. COM - Peta politik dukungan terhadap Prabowo-Sandi ternyata tidak membuat semua anti Jokowi gembira.

Tercatat sejumlah kekecewaan terjadi pasca keputusan koalisi PKS, PAN, dan Gerindra memutuskan mengusung Prabowo-Sandi.

Partai Demokrat menjadi kalangan pertama yang mengungkapkan kekecewaannya lantara usulan terhadap Sandi menyimpan ‘modus’ mahar politik.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang lebih dulu berteriak soal adanya mahar politi Rp 500 Miliar kepada PAN dan PKS anggota koalisi Prabowo.

Dinilai duit Rp 500 Miliar itu untuk memuluskan Sandi sebagai cawapres mendampingi Prabowo.

Demokrat sebelumnya memang gencar mengupayakan agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo.

Kekecewaan kedua datang dari kalangan ulama yang telah menggelar Ijtima dan merekomendasikan hasilnya dengan menawarkan Ustad Abdul Somad dan Habib Salim Segaf Aljufri sebagai Cawapres.

Namun Prabowo dinilai tidak mengindahkan rekomendasi ulama.

Habib Rizieq bahkan akhirnya menyerukan untuk mengadakan Ijtima Ulama II untuk menentukan sikap.

Ia memerintahkan kepada massa dan simpatisan Alumni 212 menahan diri dalam menentukan sikap dukungan.

PKS sebelumnya gencar menyerukan agar rekomendasi Ijtima Ulama jadi harga mati untuk Prabowo, namun akhirnya luluh dan menerima Wagub DKI Sandiaga Uno.

Kekecawaan ketiga datang dari Ketum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

Yusril menyatakan PBB tidak akan bersikap sampai ada kejelasan dari para ulama.

“Kita akan ambil sikap dan keputusan final jika segalanya sudah terang, jelas dan nyata kemanfaatannya bagi PBB, umat, bangsa dan negara,” kata Yusril seperti dikutip dari akun Instagramnya, Senin, 13 Agustus 2018.

Sebelumnya Yuril juga menyatakan tidak mendukung Prabowo maupun Jokowi dan memilih fokus untuk memenangkan suara PBB.

Berulang kali Yusril menyatakan kekecewaannya hingga akhirnya ia mengatakan bahwa Koalisi Keumatan yang digagas Habib Rizieq karena melibatkan PBB hanya fatamorgana alias tidak ada.

“PBB tidak pernah terlibat di sana, bahkan kita komplain nama kita dibawa-bawa tanpa pernah diajak bicara,” ujarnya.

“Berkali-kali Sekjen dan fungsionaris DPP PBB menghubungi Gerindra dan PAN mengenai koalisi yang digagas Habib Rizieq itu, tetao tidak ada respon sama sekali,” lanjutnya.

Lebih lanjut bahkan Yusril mengungkapkan kader-kader PBB di daerah terpengaruh opini publik di media sosial untuk segera memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

“Ada apa dengan mereka ini? Nampak ya mereka terpengaruh oleh posting medsos yang ancam akan tarik dukungan kalau PBB tidak segera deklarasi dukung Prabowo-Sandi. Apa Anda sadar anda sedang digiring dan dikerjain orang lain dengan opini?” jelasnya.

“Kalau ulama peserta ijtima saja masih mempersoalkan keputusan Prabowo memilih Sandi, mengapa ada aktivis PBB di daerah-daerah terus mendesak saya agar segera deklarasi mendukung Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Sontak saja pernyataan Yusril ini mendapat reaksi keras dari para pendukung Prabowo yang menyerbu akun Instagram Yusril @yusrilihzamhd.

Bahkan sejumlah netizen yang selama ini menyatakan simpatik menjadi berputar arah lantaran sikapnya yang menolak Prabowo.

“Saya ngerti anda frustasi dan sedang diuji dengan berbagai masalah tapi dengan jalan yang anda ambil sekarang melempar pernyataan ini hilang respect saya ke anda, selama tinggal… YIM dan PBB.” ujar @imanmadjid.

“Pak yusril, prabowo ingin ada perubaha di negeri ini, sebagaimana pak yusril inginkan… jika sama, apa salah kita sama-sama mendukung. Jangan seolah olah terkesan dalam hal ini prabowo memilih sandi adalah kesalahan besar,” ujar @ilham_wista.

“bpk @sandiuno dan bpk @prabowo saya mohon rangkul lah PBB dan bpk @yusrilihzamhd demi kemaslahatan dan keselamatan bangsa kita pak,” ujar @ayi_hermawan.

“UAS sudah menolak dengan tegas jadi wapres. Sandiuno adalah pilihan pas untuk saat ini.” kata @salbiah_khamaruddin.

“Saya melihat sepak terjang dan mengagumi prof sejak Orba, bhkn putri saya yang masih kecil melihar anda saat reformasi itu begitu kagum, kini putri saya sudah lulus S1 ilmu politik… dan sy sungguh sedih membaca ini.” ujar @majestika_hawa.

Berikut postingan pernyataan sikap Yusril di akun Intagramnya.


KOALISI KEUMATAN ITU HANYA FATAMORGANA !? Oleh: Yusril Ihza Mahendra . KOALISI keumatan itu hanya fatamorgana yang tidak pernah ada di alam nyata. Partai Bulan Bintang (PBB) tidak pernah terlibat di sana, bahkan kita komplain nama kita dibawa-bawa tanpa pernah diajak bicara. Berkali-kali Sekjen dan fungsionaris DPP PBB menghubungi Gerindra dan PAN mengenai koalisi yang digagas Habib Rizik itu, tetapi tidak ada respons samasekali. Kita sudah sering bantu Gerindra, tetapi ketika partai kita terpuruk dikerjain KPU, apakah ada sekedar salam menunjukkan simpati kepada kita ??. Baik Gerindra, maupun PKS, PAN yang disebut Koalisi Keumatan itu tidak pernah ada. Simpati malah datang dari partai sekuler ketika 21 Dapil kita (21 Dapil PBB) diganjal di KPU. Sekjen dan Ketum-nya menawarkan diri menjadi saksi di Bawaslu untuk mengatakan bahwa mengapa KPU tidak adil kepada PBB, sementara partai mereka juga terlambat menyerahkan data caleg. Kesan saya, bagi Gerindra, PKS dan PAN, PBB ini lebih baik masuk liang lahat daripada tetap ada. Begitu juga ketika keluar Keputusan Ijtimak Ulama yang jauh menyimpang dari Rekomendasi sebelumnya, mana ada protes dari DPW ? Apalagi Ketua Umum Gerindra secara terbuka menfitnah saya dengan mengatakan bahwa beliau memang mengaku terus terang tidak pernah berbicara dengan Ketua Umum PBB karena “tiap kali dihubungi beliau selalu berada di luar negeri”. Mana ada aktivis PBB yang membela Ketua Umumnya yang diperlakukan seperti itu? Di kalangan ulama peserta ijtimak di Hotel Peninsula, sikap Prabowo yang tidak memilih UAS atau USA juga masalah. Sekarang, siapa yang tidak taat kepada ulama? Konon sekarang akan diadakan Ijtimak Ulama Tahap II untuk memutuskan apakah akan membenarkan atau menolak keputusan Prabowo yang memilih Sandiaga Uno, seorang pedagang, bukannya ulama, sementara Jokowi malah memilih ulama yang juga Ketua MUI dan sekaligus Rois Am PB NU, walau Jokowi tidak pernah mendapat amanat demikian dari para ulama yang berijtimak. Kalau ulama peserta ijtimak saja masih mempersoalkan. . . LANJUT DIKOMEN !!!!
A post shared by Yusril Ihza Mahendra (@yusrilihzamhd) on


(Sumber: pojoksatu.id)

Agnez-Heff Go Public
Selasa, Agustus 14, 2018

On Selasa, Agustus 14, 2018

Agnez-Heff Go Public
BENTENGSUMBAR. COM - Agak berbeda saat masih memacari Wijaya Saputra, Agnez lebih romantis dengan Heff. Penggemar sempat curiga mereka telah menikah.

Agnes Monica Muljoto (Agnez Mo) lama putus dengan pebasket Wijaya Saputra diduga karena gimmick dengan Chris Brown. Setelah itu, Agnez santer dikabarkan pacaran dengan bule bernama Jeff Kopchia, akrab dipanggil Heff. 

Mulanya malu-malu dan belum mengkonfirmasi, tampaknya mereka sudah mulai go public. Kopchia, sang produser musik, telah mengunggah foto dirinya memeluk eks penyanyi anak ini. Tampak Agnez sangat bahagia. Pelantun Coke Bottle dan Overdose ini tersenyum ke arah kamera. 

Pasangan tersebut pun terlihat sangat serasi karena sama-sama mengenakan sepatu sneakers dan pakaian yang terkesan santai. Tak ayal, foto yang diam­bil di alam terbuka langsung diserbu oleh komentar dari warganet yang sebagian besar berasal dari Indonesia. 

Tidak hanya itu, Kopchia juga pernah datang berkunjung ke Jakarta demi Agnez. Hal tersebut diketahui dari unggahan foto dalam akun Kopchia di Instagram. 

Dalam foto tersebut tampak Agnez yang sedang memainkan laptop di luar ruangan. Jika dilihat dari lokasi yang tertera di bagian atas foto tersebut, terlihat bahwa Kopchia sedang berada di Jakarta. 

Setelah sebelumnya mengajak Kopchia untuk bertemu keluarganya, Agnez juga merayakan ulang tahun produser musik tampan itu. Lewat InstaStory, Agnez sempat mengunggah sekilas momen tiup lilin yang digelar 2 Agustus itu. 

Sejauh ini, Agnez masih bungkam soal kedekatannya dengan Kopchia. Namun banyak pihak sempat curiga kalau keduanya sudah menikah diam-diam. 

Salah satu akun fans Agnez, @agnezlance, juga mengung­gah sebuah postingan yang pernah sama-sama disukai oleh pelantun hit Long As I Get Paid itu dan Heff. 

Menariknya, video yang dilike oleh Agnez dan Heff itu menunjukkan pasangan suami-istri yang tetap mesra meskipun sudah menikah selama belasan tahun. Dalam video kocak itu, suami-istri tersebut tampak bercanda saling memukul dengan alat olahraga. "Me and my hubby in 15 tahun," bunyi caption postingan yang disukai Agnez. 

Heff pernah menggarap video klip dari lagu yang dipopulerkan oleh Big Sean berjudul Light. Berkat tangan dinginnya, lagu tersebut menggondol penghargaan MTV VMA kategori Best Fight Against The System. Heff pun dikenal gemar bermain golf, skateboard, dan berpetualang.

(Sumber: rmol.co)

Serukan Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin kepada Kader Demokrat Papua, Lukas Enembe Siap Dipecat
Selasa, Agustus 14, 2018

On Selasa, Agustus 14, 2018

Serukan Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin kepada Kader Demokrat Papua, Lukas Enembe Siap Dipecat
BENTENGSUMBAR. COM - Ketua DPD Partai Demokrat Papua Lukas Enembe secara lantang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin meski partainya masuk koalisi Prabowo-Sandiaga. Lukas mengaku siap dipecat atas sikapnya yang berlawanan itu.

"Kalau dipecat, tidak ada masalah," ucap Lukas setelah mengikuti rapat pleno KPU Papua penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih 2018-2023 di Jayapura, Senin, 13 Agustus 2018.

Lukas Enembe, yang juga Gubernur Papua terpilih, siap menerima sanksi, bahkan siap dipecat, dari Partai Demokrat karena mendukung Jokowi dalam pilpres mendatang. Dia mengatakan sudah meminang partai lain untuk menerimanya.

"Kemungkinan saya ke Partai NasDem, jadi Dewan Pembina di sana. Tahun depan saya akan gelar musyawarah luar biasa untuk pemilihan Ketua DPD. Kita perlu melakukan kaderisasi selanjutnya," paparnya.

Dia juga menyerukan kepada seluruh kader Demokrat Papua untuk memberikan dukungan kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Saya sudah lapor kepada Sekjen Hinca Pandjaitan bahwa kali ini saya keluar dari barisan untuk mendukung Jokowi. Sikap kita sudah jelas," katanya. 

(Sumber: detik.com)

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Sumbar, 1 Orang Dicokok di Kuranji
Selasa, Agustus 14, 2018

On Selasa, Agustus 14, 2018

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Sumbar, 1 Orang Dicokok di Kuranji
BENTENGSUMBAR. COM - Tim Densus 88 Antiteror menangkap 5 orang terduga teroris di Sumatera Barat. 

Lima orang itu ditangkap di 4 lokasi berbeda.

"Iya betul, 3 (ditangkap) di Padang, 1 di Bukittinggi, 1 di Payakumbuh," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Syamsi saat dihubungi detikcom, Senin, 13 Agustus 2018.

Penangkapan dilakukan mulai pukul 08.30 WIB. 

Dari 3 terduga teroris yang ditangkap di Padang, 1 di daerah Kuranji sementara 2 lainnya di wilayah Bungus.

"Yang dua orang itu mereka baru turun dari kapal baru tiba dari Mentawai," ujarnya.

Para terduga teroris itu ditangkap tanpa perlawanan. Tim Densus masih mengembangkan penangkapan itu.

"Penangkapan berjalan lancar, penangkapan oleh Densus di-back up oleh Polda Sumatera Barat. Kemudian tersangka sudah diamankan dan dibawa oleh Densus untuk pengembangan lebih lanjut," ujarnya.

(Sumber: detik.com)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *