PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda
Sejumlah Lembaga Quick Count yang Menangkan Jokowi Dilaporkan ke Polisi
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Sejumlah Lembaga Quick Count yang Menangkan Jokowi Dilaporkan ke Polisi
BENTENGSUMBAR.COM - Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoaks melaporkan sejumlah lembaga hitung cepat ke Bareskim Polri, Kamis, 18 April 2019. Kuasa hukum, Pitra Romadoni Nasution mengatakan, lembaga hitung cepat telah melakukan kebohongan ke publik.

Dia menjelaskan, sesuai data internal yang dimiliki, pasangan Prabowo-Sandiaga meraup suara yang sangat besar yakni 56 persen. Termasuk dari aplikasi 'Ayo Jaga TPS' yang menampilkan Prabowo meraih 59,74 persen. Begitu pun dengan exit poll, Prabowo juga unggul dengan 62 persen.

Sementara itu, lembaga hitung cepat merilis hasil pemungutan suara yang berbeda. Mereka condong menampilkan yang memenangkan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Jelas Pitra, hasilnya tersebut dapat membingungkan masyarakat.

Karenanya, Pitra mendesak polisi mengusut tuntas permasalahan hasil survei ini. Adapun lembaga survei yang dilaporkan adalah Indo Barometer, CSIS, Charta Politika, Poltracking, Perludem, SMRC dan lembaga survei lain yang menampilkan hasil quick count Pilpres 2019 di stasiun televisi.

"Jadi semua lembaga survei yang menyatakan unggul sekian-sekian itu kita laporkan karena belum tahu kebenaran dan kepastiannya, jadi kita tidak mau hoaks. Makanya tunggu dulu ada yang real. Walaupun mereka punya data tetapi tunggu dulu," ujar dia.

Pitra menilai, lembaga survei melanggar pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selain itu, Pasal 14 dan 15 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Makanya jangan membuat kebingungan masyarakat kita, ini sudah sangat dahsyat sekali loh penggiringan opini quick count ini. Apabila nanti nyatanya Prabowo yang menang, bagaimana nanti mempertanggung jawabkan ini," ujar Pitra.

Pitra mengklaim laporan telah diterima oleh petugas SPKT Mabes Polri. Meski, tak bisa menunjukkan nomor laporan polisi.

"Jadi pengaduan itu tidak mesti harus LP tetapi bisa secara tertulis, dan itu sudah diterima Kasubag bagian penyidikan dan pengaduan pihak Bareskrim Mabes Polri," ucap dia sambil menunjukan beberapa lembar kertas.

(Source: merdeka.com)

Pasca Pilpres dan Pileg, Gubernur Sumbar: Segala Perbedaan Tidak Perlu Lagi Dipersoalkan
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Pasca Pilpres dan Pileg, Gubernur Sumbar: Segala Perbedaan Tidak Perlu Lagi Dipersoalkan
BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menghadiri video conference pemantauan Pemilu 2019 di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis, 18 April 2019. Video conference dilaksanakan dengan Dirjen Kependudukan dan Capil Kemendagri, Staf Ahli Bidang Hukum Kemendagri, Pusdatin Kemendagri.

"Saya dan Bapak Wakil Gubernur bersama Sekda, TNI dan Polri melaporkan hasil pemantauan pemilu 2019. Dalam video conference tersebut kami laporkan pelaksanan pemilu di Sumater Barat berjalan aman dan lancar," ungkap Gubernur Irwan.

Ketika ditanya tanggapannya tentang kondisi masyarakat Sumbar pasca Pilpres dan Pileg, Gubernur Irwan menjawab dengan sebuah ungkapan. "Biduak laku kiambang Batawuik," katanya. 

Gubernur Irwan menyatakan, pemilu sebagai perwujudan demokrasi telah usai. Segala perbedaan tidak perlu lagi dipersoalkan dan saatnya seluruh komponen masyarakat bersatu mendukung siapapun pemenangnya.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat sumbar, alim ulama, niniak mamak, cadiak pandai, bundo kanduang dan pemuda parik paga nagari, bahwa pesta demokrasi telah kita laksanakan dan alhamdulillah berjalan lancar.  Mari kita pakai pituah biduak lalu kiambang batawuik. Itu sebuah ungkapan bijak falsafah Minangkabau untuk menyikapi proses demokrasi yang baru usai," cakapnya. 

Dikatakannya, jangan biarkan perbedaan itu berlanjut usai pemilu. "Mari kita bergembira bersama menikmati pesta demokrasi yang telah usai kita selenggarakan. Disitulah hebatnya orang Minang yang terbiasa hidup dalam perbedaan, namun tetap bersatu jika perbedaan itu telah sampai kepada sebuah titik keputusan. Orang Minang itu egaliter, demokratis namun selalu menjunjung persatuan dan kesatuan diatas segala-galanya," tegasnya.

Disisi lain Gubernur Sumbar juga mengimbau, kiranya masyarakat bersabar dengan hasil pemilu. Sebaiknya tunggu informasi resmi dari lembaga resmi, yaitu KPU. 

"Sekali lagi saya juga kembali mengimbau masyarakat Sumbar, sebaiknya bersabar menunggu hasil pemilu dari lembaga resmi, yaitu KPU. Berita hoax sangat banyak, kalau tidak hati-hati dan jika kita terpengaruh, bisa memecahbelah persatuan dan kesatuan kita. Mari bersabar dan jangan terpancing dengan berita tak benar," pungkasnya.

(by/jasman)

Pasca Pemilu, Pimpinan DPRD Padang Ajak Warga Jaga Keutuhan Bangsa
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Pasca Pemilu, Pimpinan DPRD Padang Ajak Warga Jaga Keutuhan Bangsa
BENTENGSUMBAR.COM - Pasca pelaksanaan pemungutan suara pada pemilihan umum presiden (Pilpres) dan legislatif (Pileg), DPRD Kota Padang mengajak warga kota untuk menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan bangsa. 

Ajakan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra melalui akun facebooknya sebagaimana dilihat BentengSumbar.com pada Kamis, 18 April 2019.

"Mari kita jaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan negara dan bangsa Indonesia yang kita cintai ini," ajaknya. 

Wahyu mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan membiarkan KPU melaksanakan tugasnya sampai jadwal yang telah ditentukan.

"Bagi rakyat Indonesia sebaiknya kita tetap tenang. Biarkan proses penghitungan suara berlangsung yang dilakukan KPU sampai jadwal yang telah ditentukan," ungkap Wahyu.

Kalaupun ada persoalan, kata Wahyu, siapkan data-data pendukung atau bukti untuk diteruskan kepada pihak-pihak yang berwenang sesuai dengan konstitusi yang harus dipercayai.

"Kalaupun ada persoalan, mari siapkan data-data pendukung (bukti) untuk diteruskan kepada pihak-pihak yang berwenang sesuai dengan konstitusi yang harus kita percayai," tulisnya.

(by)

Jokowi Terima Ucapan Selamat dari Erdogan-Mahathir soal Pemilu
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Jokowi Terima Ucapan Selamat dari Erdogan-Mahathir soal Pemilu
BENTENGSUMBAR.COM -  Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menerima telepon dari banyak pimpinan negara. Jokowi menerima telepon dari PM Malaysia Tun Mahathir Mohamad hingga Presiden Turki Erdogan.

"Yang pertama baru saja dari siang sampai sore tadi kita telah menerima telepon dari Perdana Menteri Malaysia, Dr Tun Mahathir Mohamad dan juga PM Singapura PM Lee Hsien Loong dan juga dari Presiden Turki, Presiden Erdogan," ucap Jokowi di Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April 2019.

Para pemimpin negara itu memberi selamat kepada Jokowi selaku presiden atas penyelenggaraan Pemilu 2019. 

Jokowi mengatakan para pemimpin negara itu juga memberi selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia atas keberhasilan penyelenggaraan pemilu, juga kepada dirinya dan KH Ma'ruf Amin.

"Memberikan ucapan selamat atas berlangsungnya pesta demokrasi besar di negara kita, pileg maupun pilpres dan beliau menyampaikan ucapan selamat kepada sleuruh masyarakat Indonesia dan juga kepada Jokowi-KH ma'ruf Amin atas keberhasilan pemilu 17 April kemarin," sebut Jokowi.

(Source: detik.com)

Kepala Suku Jayapura Hadiahkan Tanah untuk Jokowi Bangun Istana Negara
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Kepala Suku Jayapura Hadiahkan Tanah untuk Jokowi Bangun Istana Negara
BENTENGSUMBAR.COM - Tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Kota Jayapura, memastikan perolehan suara untuk pasangan calon presiden dan wapres nomor urut 01, mencapai 90 persen di lima distrik yang tersebar di Kota Jayapura.

Walaupun dua distrik di Kota Jayapura yakni Abepura dan Jayapura Selatan, baru mencoblos hari ini, tetapi informasi perolehan suara sudah diketahui sejak semalam.

Ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Kota Jayapura, Abisai Rollo yakin, Jokowi akan memimpin Indonesia kedua kalinya.

Untuk wujud syukur atas kemenangan itu, Abisai yang merupakan ondoafi (kepala suku) di Kota Jayapura, memberikan hadiah tanah 10 hektare untuk bisa dibangunkan istana negara di Kota Jayapura.

"Istana negara ini, selain untuk peristirahatan Bapak Jokowi, agar tak lagi nginap di hotel kalau ke Papua. Lalu, dengan dibangunnya istana ini, maka Jokowi dapat bekerja dan berkantor di Papua," ujarnya.

Bukan hanya itu saja, Gubernur Papua, Lukas Enembe yakin kemenangan suara Jokowi 100 persen dari Papua, khususnya untuk kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua.

Untuk suara Jokowi-Ma'ruf telah digaungkan oleh orang nomor satu di Papua ini. Saat ini, ada 12 dari 16 kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua yang menggunakan sistem noken.

"Saya sudah cek 100 persen masyarakat di Papua memilih Jokowi dan mereka bungkus," katanya di Jayapura, Kamis, 18 April 2019.

"Tentunya pembangunan yang telah dilakukan dalam pemerintahan Jokowi akan dilanjutkan kembali," jelasnya.

(Source: liputan6.com)

Prabowo: Saya dan Sandiaga Uno Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Prabowo: Saya dan Sandiaga Uno Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
BENTENGSUMBAR.COM - Calon presiden 02 Prabowo Subianto kembali mendeklarasikan kemenangannya dalam Pilpres 2019.

"Pada hari ini saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandiaga Salahudin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024," tutur Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

Prabowo menyatakan keyakinannya menang sebagai presiden berdasarkan perhitungan internal pihaknya yang menyebut mendapatkan suara lebih dari 62 persen.

"Perhitungan real count dan telah kami rekapitulasi," jelas dia.

Deklarasi lebih awal itu dilakukan dengan alasan adanya bukti kecurangan dalam Pilpres 2019.

"Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat karena kami punya bukti telah terjadi usaha dengan beragam kecurangan yang terjadi di berbagai kelurahan, kecamatan, kota, seluruh Indonesia," Prabowo menandaskan.

(Source: liputan6.com)

Prabowo Klaim Menang, PAN 'Menghilang'
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Prabowo Klaim Menang, PAN 'Menghilang'
BENTENGSUMBAR.COM - Calon Presiden Prabowo Subianto mengklaim kemenangan Pilpres 2019 ada di pihaknya. Dia menyampaikan keyakinan itu saat jumpa pers, namun PAN tak ada di sisi Prabowo saat itu. 

Ada dua jumpa pers yang digelar Prabowo tanpa cawapresnya, Sandiaga Uno, di kediaman Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019 usai pemungutan suara. Jumpa pers pertama digelar pada sore hari.

Pada jumpa pers itu hadir Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. 

Ada pula politikus pendukung Prabowo yang lain seperti Dahnil Anzar Simanjuntak, Rizal Ramli, Rachmawati Rachmawati Soekarnoputri, hingga Yusuf Martak. Namun perwakilan dari PAN tidak nampak, padahal PAN juga merupakan anggota koalisi Adil dan Makmur.

(Source: detik.com)

Beda dengan Prabowo, PKS Percaya Hasil Quick Count
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Beda dengan Prabowo, PKS Percaya Hasil Quick Count
BENTENGSUMBAR.COM - Partai Keadilan Sejahtera beda sikap dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam menanggapi hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga di Pemilu 2019.

Prabowo sebelumnya menyebut hasil hitung cepat yang semuanya memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin adalah upaya menggiring opini.

Namun, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku percaya dengan hitung cepat yang dirilis sejumlah lembaga.

Hal itu disampaikan Mardani saat dihubungi Kompas.com, Kamis, 18 April 2019.

Awalnya Kompas.com bertanya mengenai hasil hitung cepat yang menunjukkan suara PKS naik dari 6 persen (Pemilu 2014) ke kisaran 8 persen berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga.

"Alhamdulillah, suara PKS naik, di beberapa lembaga survei bahkan mencapai 9 persen," kata Mardani.

Mardani menyebut, kenaikan suara PKS ini berkat kerja keras kader. Selain itu, ada juga faktor program STNK motor gratis dan SIM C seumur hidup yang ditawarkan PKS.

Ada juga faktor pengaruh gerakan alumni 212 hingga gerakan #2019GantiPresiden.

Kompas.com lalu bertanya lagi apakah artinya PKS percaya dengan hasil hitung cepat?

"Percaya," jawab Mardani.

Saat ditanya lagi mengenai langkah Prabowo yang sudah mengklaim kemenangan dan menolak hasil hitung cepat, Mardani enggan berkomentar.

Ia meminta pertanyaan itu langsung ditanyakan kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi atau kepada Prabowo langsung.

"Kalau itu nanti BPN saja yang jawab, ya,atau langsung ke Pak Prabowo," kata Mardani.

(Source: kompas.com)

Tak Tahan Melihat Hasil QC Pilpres yang Nyatakan Prabowo Kalah, Seorang Pria Mengamuk dan Rusak TV di Sumbar
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Tak Tahan Melihat Hasil QC Pilpres yang Nyatakan Prabowo Kalah, Seorang Pria Mengamuk dan Rusak TV di Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM - Media sosial dihebohkan dengan sebuah video seorang pria mengamuk dan memerusak televisi gara-hara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinyatakan kalah di Pemilihan Presiden, Rabu, 17 April 2019 oleh sejumlah lembaga survei. 

Tidak diketahui dimana lokasi domisili pria tersebut. Namun, dari bahasa daerah yang digunakan, jelas dia merupakan orang Sumatera Barat.

Pria tersebut mengambil televisi dari tempatnya, lantas menginjak-injak televisi tersebut, seakan kesetanan. 

Pria lain yang merekam adegan tersebut bertanya kepada pria tersebut menggunakan dialeg Minang.

"Manga ko bang (Mengapa ini bang)?" tanya pria yang merekam adegan tersebut.

Namun, pria yang merusak televisi tersebut tidak memperdulikan. "Indak usah menonton tivi ko lai. Indak adoh ciek lah juo tivi ko doh (tidak usah menonton telivisi lagi, tidak ada satupun (yang benar, red) dari (siaran, red) televisi ini," ujarnya sembari membawa televisi yang diinjak-injaknya tersebut ke luar rumah dan membuangnya.

Lantas, dia masuk ke dalam rumah sembari memperlihatkan androidnya kepada pria yang merekam adegan tersebut.  

"Calik lah ko a, iko nan asli e a. Alah sajaleh tu awak manang, elok sajo di tivi tu barubah. Ndak usah picayo ka tivi tu lai (Lihatlah ini, ini yang aslinya. Sudah jelas kita menang, tetapi di televisi itu berubah. Tidak usah percaya ke (siaran, red) televisi itu lagi)," pungkasnya kepada pria yang merekam adegan. 

Sebagaimana diketahui, pada Rabu, 17 April 2019 sore, sejumlah televisi di Indonesia bekerjasama dengan lembaga survei menyiarkan hasil hitungan cepat atau quick count (QC). 

Hasil hitungan cepat tersebut menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf menang di Pilpres 2019 mengalahan rivalnya Prabowo-Subianto.

Sementara di Sumbar sendiri, versi hitungan cepat, misalnya yang dikeluarkan Lembaga Survei Indo Barometer, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang telak pada angka 90,45 persen, sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya memperoleh 9,55 persen.

Namun, secara nasional, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dinyatakan menang dan mengalahkan pasangan Prabowo Subianto. Masih menurut Lembaga Survei Indo Barometer, secara nasional perolehan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah 54,32 persen dan Prabowo-Sandiaga mendapat 45,68 persen.

(by)

Quick Count Indo Barometer di Sumbar: Jokowi 9,55% Prabowo 90,45%
Kamis, April 18, 2019

On Kamis, April 18, 2019

Quick Count Indo Barometer di Sumbar: Jokowi 9,55% Prabowo 90,45%
BENTENGSUMBAR.COM - Sama seperti saat 2014, Prabowo Subianto di Pilpres 2019 masih unggul di Sumatera Barat dibanding Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan hasil quick count. Di Sumbar, perolehan suara Jokowi tak sampai 10%. 

Salah satu lembaga survei yang menampilkan hasil quick count Pilpres 2019 per provinsi adalah Indo Barometer. Hingga Kamis, 18 April 2019 pukul 10.28 WIB, data yang masuk ke quick count Indo Barometer sebesar 99,67%. 

Berikut hasil quick count di Sumbar:

01. Jokowi-Ma'ruf: 9,55%
02. Prabowo-Sandiaga: 90,45%

Berikut hasil quick count nasional:

01. Jokowi-Ma'ruf: 54,32%
02. Prabowo-Sandiaga: 45,68%

Bila dibandingkan dengan hasil Pilpres 2014, Prabowo-Hatta saat itu memperoleh 76,92% suara, mengungguli Jokowi-JK yang anya mendapat 23,08%.

Quick count atau hitung cepat adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel. 

Data quick count bukan hasil resmi Pilpres 2019. Hasil resmi Pemilu menunggu penghitungan suara secara manual dari KPU.

(Source: detik.com)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *