ADVERTORIAL

Iklan

DPRD Kota Padang Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD Kota Padang 2020 Menjadi Perda

DPRD Kota Padang akhirnya menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban ...

Headline

Opini

SOROT

Sports

Iklan Bank Nagari
‘Habib Rizieq’ Trending, Fadli Zon Nilai sang Pentolan FPI Korban Produk UU Warisan Kolonial
Jumat, Juni 25, 2021

On Jumat, Juni 25, 2021

‘Habib Rizieq’ Trending, Fadli Zon Nilai sang Pentolan FPI Korban Produk UU Warisan Kolonial
BENTENGSUMBAR.COM - Pada hari Kamis ini, 24 Juni 2021, tagar ‘Habib Rizieq’ menjadi trending topic di media sosial Twitter.


Setelah terkini.id melakukan penelusuran, rupanya tagar tersebut ramai digaungkan netizen lantaran Rizieq Shihab divonis empat tahun penjara.


Ada yang pro, tetapi tak sedikit pula yang justru kontra, seperti misalnya politisi Partai Gerindra, yakni Fadli Zon, yang mendukung Habib Rizieq Shihab untuk terus memperjuangkan keadilan hukum.


Adapun hal tersebut disampaikan oleh sang mantan Wakil Ketua DPR melalui akun media sosial Twitter-nya.


Menurut Fadli, Rizieq selama ini telah banyak menerima ketidakadilan, termasuk vonis empat tahun penjara terhadapnya hari ini.


Dalam kasus hasil tes swab ini, Fadli merasa bahwa Rizieq merupakan korban undang-undang yang dibuat berdasarkan hukum warisan pemerintah kolonial Belanda.


Lebih dari itu, apa yang dituduhkan pada Rizieq Shihab pun menurut Fadli Zon konteksnya berbeda.


“Byk kebijakan n keputusan yg tak adil pd HRS. Termasuk divonis dg UU produk 1946, warisan Belanda. Konteksnya pun sdh jauh berubah,” tulisnya, seperti dikutip terkini.id pada Kamis, 24 Juni 2021.


Fadli Zon pun mendoakan pendakwah yang bisa mengenakan serban itu agar bisa memperoleh keadilan.


“Smg HRS diberi kemudahan memperjuangkan kebenaran n keadilan,” pungkasnya.


Source: terkini.id

Pengamat Sebut Anies Bakal Menjadi Gelandangan Politik
Jumat, Juni 25, 2021

On Jumat, Juni 25, 2021

Pengamat Sebut Anies Bakal Menjadi Gelandangan Politik
BENTENGSUMBAR.COM - Prediksi pengamat yang ini menyasar karier Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 


Anies diprediksi bakal menjadi gelandangan politik. 


Pengamat politik Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute) Muhammad Mualimin membuka semua tabir analisisnya.  


"Anies bakal menjadi gelandangan politik, seperti kusir yang tak punya kuda dan kereta kencana. Pengangguran yang menyedihkan," ucapnya kepada GenPI.co, Kamis, 24 Juni 2021. 


Mualimin menjelaskan, untuk posisi pengganti Anies seperti sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. 


"Mengingat penunjukan plt gubernur wewenang Mendagri. Mendagri Tito Karnavian adalah anak buah Presiden Jokowi yang petugas PDIP. Kemungkinan besar plt banyak diisi antek-antek penguasa tertinggi," ucapnya. 


Menurutnya, sosok yang akan dipilih Mendagri pastinya sesuai arahan presiden. 


"Mendagri pasti nurut apa kata presiden. Sedangkan Jokowi manut kepada Bu Mega," ucapnya.


Source: GenPI.co

Cak Nun Ungkap Kamar Mewah Tommy Soeharto di LP Cipinang, Sampai Dikawal Bodyguard
Jumat, Juni 25, 2021

On Jumat, Juni 25, 2021

Cak Nun Ungkap Kamar Mewah Tommy Soeharto di LP Cipinang, Sampai Dikawal Bodyguard
BENTENGSUMBAR.COM - Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun pernah mengungkapkan kamar mewah Tommy Soeharto di LP Cipinang. Ini terjadi saat Tommy Soeharto mendekam di penjara karena kasus pembunuhan Hakim Syafiuddin Kartasasmita.


Tommy Soeharto divonis pidana penjara selama 15 tahun karena terbukti sebagai orang yang merancang pembunuhan Hakim Syafiuddin Kartasasmita. Tommy Soeharto pun dijebloskan di LP Cipinang.


Saat Tommy Soeharto berada di LP Cipinang, Cak Nun ketika itu diundang pihak LP memberikan ceramah. Ketika itu kondisi Cak Nun dalam keadaan tidak sehat. 


Hasil lab menyatakan bahwa umur Cak Nun tak lebih dari 3,5 bulan secara medis. "Dalam keadaan kurus itu saya pengajian di LP Cipinang," cerita Cak Nun dikutip dari YouTube Hidayatun Ni'mah Ahmad berjudul "CakNun divonis meninggal, pingsan di LP Cipinang, ada Kamar mewah bak Surga milik Tommy".


Ceramah digelar saat siang hari terik. Cak Nun menyadari kondisinya ketika itu makin menurun. Ia pun mempercepat ceramahnya dan langsung berdoa. Tiba-tiba saja Cak Nun hilang kesadaran. Ia pingsan di tengah pengajian. 


"Pingsan. Geblak. Tiba-tiba pas saya siuman itu, sejuk. Lho iki swargo ndi ya?" ujar Cak Nun. Ketika sadar Cak Nun berada di sebuah ruangan. Ruangan itu dihiasi gorden indah dengan jendela yang bagus. 


Tergeletak buah-buahan di atas meja. Ruangan itu juga dihiasi lukisan-lukisan bagus. "Pokoknya ini kamar sangat elit, sangat indah di LP Cipinang padahal itu," kata Cak Nun. 


Cak Nun pun terheran-heran melihat ada ruangan sebagus itu di LP Cipinang. Di saat Cak Nun masih bingung melihat kondisi sekeliling dalam keadaan terbaring, tiba-tiba saja terdengar suara menegurnya. 


"Sampun sekeco Cak?" ujar seseorang di belakang Cak Nun. Cak Nun kaget mendengar suara itu. Saat ia menoleh ke belakang, ternyata sosok yang menegurnya adalah Tommy Soeharto. 


"Ternyata Tommy Soeharto. Jadi kamarnya mas Tommy itu. Ternyata di Cipinang itu seperti itu ya," ujar Cak Nun. Menurut Cak Nun, Tommy Soeharto berkuasa di LP Cipinang. 


Ia dikawal banyak bodyguard dan mendapat semua fasilitas. Bahkan kata Cak Nun, Tommy Soeharto bisa keluar dari LP Cipinang kapan saja.


Source: Suara.com

Mendadak Novel Bamukmin Minta Jaksa Ditangkap, Ternyata..
Jumat, Juni 25, 2021

On Jumat, Juni 25, 2021

Mendadak Novel Bamukmin Minta Jaksa Ditangkap, Ternyata..
BENTENGSUMBAR.COM - Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mendadak meminta jaksa penuntut umum (JPU) segera ditangkap. 


Menurut Novel, jaksa menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kerumunan massa di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 24 Juni 2021. 


"Karena jaksa yang mengundang atau memprovokasi massa hingga datang," kata Novel Bamukmin kepada GenPI.co, Kamis, 24 Juni 2021. 


Novel meminta jaksa untuk bertanggung jawab atas kerumunan yang terjadi tersebut. 


Menurutnya, sekurang-kurangnya pertanggung jawaban itu ialah pemecatan jaksa. 


"Insya Allah kami akan bikin laporan karena jaksa memprovokasi dan bikin kerumunan," katanya. 


Seperti diketahui, sejumlah massa yang diduga simpatisan Rizieq mulai mendatangi area PN Jaktim, Kamis, 24 Juni 2021. 


Mereka datang dari Arah Buaran dan mendekat ke pengadilan.


Source: GenPI.co

Mencegah Polarisasi 2024 Cukup Dengan Jokowi Dan Prabowo Tidak Ikut Pilpres
Jumat, Juni 25, 2021

On Jumat, Juni 25, 2021

Mencegah Polarisasi 2024 Cukup Dengan Jokowi Dan Prabowo Tidak Ikut Pilpres
BENTENGSUMBAR.COM - Cara untuk mencegah polarisasi Pilpres 2019 kembali terjadi di Pilpres 2024 sebenarnya mudah. Tidak perlu pihak yang menjadi rival harus dipersatukan sebagai pasangan calon.


Sebaliknya, kedua rival tersebut cukup sama-sama berbesar hati dan tidak maju lagi.


Begitu jelas Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu Kamis, 24 Juni 2021.


"Jika dimaksudkan untuk mencegah polarisasi di tengah masyarakat, maka Jokowi dan Prabowo justru seharusnya diimbau untuk tidak lagi ikut konstestasi Pemilu," ujarnya.


Cara tersebut, kata dia, juga akan membuat biaya politik tidak terbuang sia-sia. Setidaknya, MPR tidak perlu menggelar sidang istimewa untuk mengamandemen pasal yang membatasi periodisasi jabatan presiden.


“Jadi biaya politik untuk hal ini jauh lebih murah," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.


Menurutnya, Jokowi sudah seharusnya mewarisi budaya yang baik dengan tidak arogan pada kekuasaan. Jokowi harus patuh pada konstitusi dan amanat reformasi bahwa presiden hanya menjabat 2 periode.


Sementara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga harus legawa. Apalagi, dia sudah tercatat tiga kali terlibat pencapresan.


“Sudah saatnya memberi kesempatan kepada generasi berikutnya," demikian Ray Rangkuti. 


Source: RMOL

Penjegal Anies Baswedan Orang Dekat Jokowi, Ini Dia Sosoknya
Jumat, Juni 25, 2021

On Jumat, Juni 25, 2021

Penjegal Anies Baswedan Orang Dekat Jokowi, Ini Dia Sosoknya
BENTENGSUMBAR.COM - Peneliti dari Indonesia Political Opinion (IPO) Catur Nugroho menganalisis peluang Puan Maharani dalam menjegal Anies Baswedan di Pilpres 2024. 


Menurut dia, Puan memang bisa saja tetapi masih tertinggal jauh dari Anies Baswedan, sehingga kecil kemungkinan untuk menang. 


"Jika PDIP mengusung Puan sebagai Capres, akan berat untuk bisa melawan Anies Baswedan," ujar Catur kepada GenPI.co, Kamis, 24 Juni 2021.


Lebih lanjut, Catur menjelaskan bahwa Puan masih tertinggal di antara calon kuat lain, seperti Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. 


Selain itu, Puan pun masih di bawah tokoh lain, yaitu Ridwan Kamil dan AHY. 


"Sebab, kapabilitas dan popularitas Puan jauh dibandingkan Anies, Ganjar, RK, dan AHY," kata dia. 


Catur lantas mengatakan berbeda bila PDIP berkolalisi dan 'mengalah' kepada Gerindra. 


Dengan menempatkan Puan sebagai calon wakil presiden, peluang besar makin luas di Pilpres 2024 mendatang.


"Dengan mengusung Prabowo-Puan, maka akan lebih kuat untuk dapat melawan Anies maupun calon pasangan lain," tuturnya.


Source: GenPI.co

Anwar Abbas: Kalau Tidak Ada Kebocoran Anggaran, Sri Mulyani Tidak Harus Kerja Keras Cari Pajak
Jumat, Juni 25, 2021

On Jumat, Juni 25, 2021

Anwar Abbas: Kalau Tidak Ada Kebocoran Anggaran, Sri Mulyani Tidak Harus Kerja Keras Cari Pajak
BENTENGSUMBAR.COM - Rencana pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako hingga pendidikan sebagaimana draf RUU Revisi UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat.


Ketua PP Muhammadiyah Bidang Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan, Anwar Abbas mengatakan, Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebetulnya tidak harus bekerja keras untuk mencari tambahan pajak apabila tidak terjadi kebocoran anggaran.


"Kalau kata Sumitro Djojohadikusumo di zaman orba itu (kebocoran) 30 persen, hari ini kebocoran itu baik karena korupsi inefisiensi dan inefektivitas menurut saya bisa-bisa mendekati angka 40 atau 50 persen," kata Anwar Abbas dalam webinar yang diselenggarakan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah yang membahas PPN dan RUU KUP, Kamis, 24 Juni 2021.


Menurut Anwar Abbas, sebenarnya dengan pajak biasa yang berhasil dikumpulkan selama ini saja sudah bisa meng-cover, apabila tidak terjadi kebocoran. Tetapi pemerintah tidak mampu menutup kebocoran tersebut.


"Akhirnya pemerintah hari ini, Bu Sri Mulyani, terpaksa bekerja keras mencari pajak," ucap Anwar Abbas.


Padahal, lanjut Anwar Abbas, pajak ini kasarnya memungut uang dari rakyat. Implikasi moneternya adalah apabila pajak semakin meningkat maka jumlah uang yang beredar di masyarakat akan semakin menurun.


"Kalau uang yang beredar di tengah masyarakat menurun, berarti daya beli masyarakat juga akan menurun. Kalau daya beli masyarakat menurun, ya berarti dunia usaha akan menjerit. Itu bagi saya yang terpikir," pungkasnya.


Turut hadir sebagai narasumber dalam webinar tersebut adalah Stafsus Menkeu RI Yustinus Prastowo, Peneliti INDEF Enny Sri Hartati, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah/CORE Institut Hendri Saparini, dan MEK PP Muhammadiyah Fadhil Hasan.


Source: RMOL

Singgung Vonis Habib Rizieq, Netizen Ungkit Ucapan Ahok: Ulama Lawan Tuhan Akan Dipermalukan
Jumat, Juni 25, 2021

On Jumat, Juni 25, 2021

Singgung Vonis Habib Rizieq, Netizen Ungkit Ucapan Ahok: Ulama Lawan Tuhan Akan Dipermalukan
BENTENGSUMBAR.COM - Putusan vonis empat tahun penjara kepada Habib Rizieq Shihab terkait kasus tes usap RS Ummi menjadi perbincangan publik. Netizen pun mengaitkan hal itu dengan ucapan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.


Salah seorang netizen yang mengaitkan vonis terhadap Habib Rizieq dengan Ahok tersebut yakni pengguna Twitter, ChusnulCh_.


Lewat unggahannya, Kamis 24 Juni 2021, netizen itu menilai vonis 4 tahun penjara terhadap Rizieq tersebut dua kali lipat dari yang pernah dijatuhkan kepada Ahok.


Bahkan, menurutnya vonis Rizieq itu belum termasuk kasus lain yang tengah dihadapi eks pentolan FPI tersebut.


“Dua kali lipat, belum kasus yang lain,” cuit netizen ChusnulCh_.


Dalam cuitannya itu, sang netizen juga menyingung kembali ucapan Ahok yang menurutnya sempat mengatakan bahwa pihak yang melawan Tuhan akan dipermalukan.


Hal itulah, kata si netizen, yang dialami oleh Habib Rizieq lantaran menurutnya ulama itu telah berbohong sehingga ia dipermalukan dengan cara dipenjara.


“Betul kata Ahok yang kalian lawan Tuhan dan akan dipermalukan. Seorang ulama dipenjara Karena berbohong, betul-betul memalukan,” ujar netizen ChusnulCh_.


Pada unggahannya tersebut, netizen itu menyertakan foto tangkapan layar pemberitaan terkait vonis Ahok dan Habib Rizieq Shihab.


Foto pertama tampak pemberitaan soal vonis hukuman 2 tahun penjara yang diterima Ahok beberapa tahun silam atas kasus penistaan agama berdasarkan tuntutan Rizieq Shihab.


“Ahok Divonis 2 Tahun Penjara,” tulis judul pemberitaan yang dibagikan netizen itu.


Sementara foto kedua berisi pemberitaan yang judulnya soal vonis hukuman 4 tahun penjara terhadap Habib Rizieq terkait kasus tes usap RS Ummi, Bogor.


“BREAKING NEWS: Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab RS Ummi,” tulisnya.


Source: terkini.id