HEADLINE
Wako Fadly Amran: Keberagaman di Kota Padang Terjalin Secara Historis dan Kultural    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Wako Fadly Amran: Keberagaman di Kota Padang Terjalin Secara Historis dan Kultural
Wali Kota Padang Fadly Amran. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan tema “Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial” yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (4/2/2026).

Rakornas ini menjadi forum strategis bagi pemerintah pusat dan daerah bersama FKUB se-Indonesia untuk memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan bangsa dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Wali Kota Padang menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan pilar penting dalam pembangunan Kota Padang. Ia memaparkan bahwa Padang sejak lama tumbuh sebagai kota multikultural. 

“Keberagaman di Kota Padang terjalin secara historis dan kultural. Istilah Urang Padang Jalan Barampek mencerminkan kolaborasi empat etnis besar yaitu Minang, Nias, Tionghoa, dan India yang hidup berdampingan dan bergotong royong membangun kota,” ungkapnya.

Fadly Amran juga menjelaskan bahwa wajah multikultural Padang terbentuk sejak abad ke-17 sebagai kota pelabuhan, di mana berbagai etnis dan pemeluk agama datang, berinteraksi, serta berbaur secara harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, ia memaparkan praktik konkret penguatan kerukunan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang bersama FKUB, seperti peninjauan pelaksanaan ibadah lintas agama, pernyataan sikap bersama menyambut bulan suci Ramadan, aksi sosial lintas suku dan agama, hingga pembinaan kerohanian bagi pelajar dari berbagai latar belakang keagamaan.

Dalam Rakornas tersebut, Wali Kota Padang juga menyampaikan pengalaman penanganan konflik sosial di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, yang berhasil diselesaikan melalui pendekatan dialogis, kolaboratif, dan musyawarah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, serta unsur Forkopimda.

“Kecepatan respons pemerintah daerah, dukungan tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam meredam konflik dan membangun kembali harmoni sosial,” jelasnya. (*)

Wako Fadly Amran Menjadi Narasumber dalam Stadium General DPMK-TFI 2026    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Wako Fadly Amran Menjadi Narasumber dalam Stadium General DPMK-TFI 2026
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi narasumber dalam Stadium General DPMK-TFI 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi narasumber dalam Stadium General Daurah Pemandu Madrasah KAMMI dan Training for Instruktur (DPMK-TFI) 2026, yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Barat (Sumbar), di Aula Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta, Rabu (4/2/2026).

Mengusung tema “Alam Takambang Jadi Guru: Belajar dari Alam, Membina dengan Hikmah”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader sebagai pemandu dan instruktur yang berkarakter kepemimpinan, berwawasan kebangsaan, serta berkepekaan sosial.

Fadly Amran mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya penguatan kapasitas dan karakter kepemimpinan kader mahasiswa, sekaligus sarana penanaman nilai kepemimpinan dan kepekaan sosial generasi muda.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai kepemimpinan, pengabdian, dan kepekaan sosial di kalangan mahasiswa. Semoga kader KAMMI menjadi pemimpin yang adaptif teehadap tantangan global, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan agama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadly Amran juga memotivasi peserta dengan membagikan perjalanan kepemimpinannya yang berawal dari pengalaman berorganisasi di berbagai wadah kepemudaan dan kemasyarakatan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, integritas, serta kemampuan memahami dinamika sosial.

“Pengalaman berorganisasi penting menjadi fondasi saya dalam memahami dinamika sosial hingga dipercaya memimpin daerah," ungkapnya.

Mengakhiri pemaparan, Wali Kota Padang itu menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk terus mendorong pembangunan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, melalui penguatan visi kota pintar (smart city) dan kota sehat.

“Insya Allah, dalam lima tahun kepemimpinan kami berupaya mewujudkan Padang sebagai kota sehat dan kota pintar melalui sembilan Program Unggulan (Progul). Upaya ini tentu membutuhkan dukungan dari berbagai potensi, termasuk KAMMI khususnya dalam menyukseskan Progul Smart Surau dan Padang Juara,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Stadium General DPMK-TFI 2026, Muhammad Furqan, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung pada 4-8 Februari 2026 dengan diikuti 15 kader KAMMI Sumbar dan KAMMI Riau.

“Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama PW KAMMI Sumbar dan Pimpinan Daerah (PD) KAMMI Padang, serta didukung penuh Pemko Padang, Yayasan Palito Minang Berdaya Sumbar dan Inisiatif Zakat Indonesia. Harapannya untuk melahirkan kader KAMMI yang siap membina, memimpin, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Asisten Administrasi Umum Setdako Padang, Corri Saidan, yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, serta Ketua Umum PW KAMMI Sumbar, Jeni Mandala Saputra, dan Ketua Umum PD KAMMI Padang, Adytia M. Farhan. (*)

Catatan Muhibbullah Azfa Manik: Menulislah, Meski Kelak Anda Malu Membacanya    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Catatan Muhibbullah Azfa Manik: Menulislah, Meski Kelak Anda Malu Membacanya
Tetaplah menulis, meski tidak ada media yang bersedia memuatnya.

TETAPLAH
menulis, meski suatu hari Anda sendiri malu membacanya. Tetaplah menulis, meski tidak ada media yang bersedia memuatnya. Sebab menulis bukan soal siapa yang membaca hari ini, melainkan siapa diri Anda setelah bertahun-tahun berlatih dalam sunyi.

Inspirasi yang Terlalu Dimuliakan

Dunia terlalu sering merayakan inspirasi, seolah-olah karya besar lahir dari kilatan ilham yang datang tiba-tiba. Kita diajari menunggu suasana hati, menunggu pikiran jernih, menunggu waktu yang tepat. Padahal, dalam praktiknya, penantian itu lebih sering berakhir sebagai alasan paling sopan untuk berhenti menulis.

Para penulis besar justru sepakat pada satu hal yang tidak romantis: menulis adalah kerja harian. Bukan wahyu. Bukan perasaan. Bukan momen sakral. Ia pekerjaan yang harus dijalani bahkan ketika tidak ada jaminan apa pun di ujungnya.

Disiplin yang Membosankan, Tapi Menyelamatkan

Haruki Murakami, novelis dunia yang karyanya diterjemahkan ke puluhan bahasa, tidur pukul sembilan malam dan bangun pukul empat pagi. Setiap hari. Ia menulis empat hingga lima jam, lalu berlari, berenang, membaca. Rutinitas itu ia ulang berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Tidak ada cerita tentang menunggu mood. Yang ada hanyalah disiplin yang membosankan—dan justru karena itu menyelamatkan.

Murakami memahami bahwa kreativitas tidak tumbuh dari kebebasan tanpa batas, melainkan dari struktur yang dipatuhi dengan keras kepala.

Menulis Seperti Pegawai Kantoran

Stephen King bahkan lebih blak-blakan. Ia menulis setiap hari dengan target dua ribu kata. Tidak peduli hasilnya bagus atau buruk. Baginya, menulis adalah pekerjaan kantor. Duduk, bekerja, pulang. King tahu sesuatu yang sering kita hindari: tulisan yang baik lahir dari tumpukan tulisan yang buruk. Tidak ada jalan pintas melewati fase memalukan itu.
Inspirasi, dalam dunia King, hanyalah efek samping dari kerja rutin—bukan prasyaratnya.

Mengusir Kenyamanan dengan Sengaja

Maya Angelou memilih jalan yang ekstrem. Ia tidak pernah menulis di rumah. Ia menyewa kamar hotel murah, tanpa dekorasi, tanpa televisi. Ia datang pagi, pulang siang. Ruang itu ia ciptakan bukan untuk kenyamanan, melainkan untuk memaksa diri. Di sana, tidak ada pilihan lain selain menulis.

Angelou tahu, kenyamanan adalah musuh paling halus bagi kerja kreatif. Ia tidak melarang menulis—ia menidurkannya perlahan.

Ruang yang Tidak Romantis

J.K. Rowling menulis di kafe, bukan karena estetik, melainkan karena rumah terlalu penuh gangguan. Ia menghindari distraksi, bukan mengejar suasana ideal. Harry Potter lahir bukan dari ruang yang tenang, tetapi dari keputusan sadar untuk fokus di tengah kebisingan.
Di titik ini, jelas bahwa karya besar tidak menuntut kondisi sempurna. Ia menuntut keputusan yang tegas.

Berhenti Saat Masih Kuat

Ernest Hemingway menulis setiap pagi dan berhenti saat masih tahu apa yang akan ditulis besok. Ia sengaja menyisakan gagasan agar esok hari tidak memulai dari nol. Baginya, stamina menulis lebih penting daripada letupan emosi sesaat.

Hemingway paham, yang paling melelahkan dalam menulis bukan kata-kata, melainkan kehampaan ketika tidak tahu harus mulai dari mana.

Menulis sebagai Tanggung Jawab Moral

George Orwell tidak pernah memuja menulis sebagai pekerjaan menyenangkan. Ia menyebutnya melelahkan, menyiksa, dan penuh pergulatan. Namun ia tetap menulis—bahkan ketika sakit—karena baginya menulis adalah tanggung jawab moral. Berhenti menulis berarti membiarkan kebohongan tumbuh tanpa perlawanan.

Di tangan Orwell, disiplin menulis bukan soal produktivitas, melainkan soal keberpihakan.

Karya Besar Lahir dari Hidup yang Tidak Rapi

Leo Tolstoy menulis di tengah rumah tangga yang gaduh dan batin yang terus bergolak. Ia tidak menunggu hidupnya rapi. Justru melalui jadwal ketat dan pengulangan tanpa ampun, ia menundukkan kekacauan itu. War and Peace tidak lahir dari ketenangan, melainkan dari ketekunan yang panjang dan melelahkan.

Ini pengingat penting: hidup yang berantakan bukan alasan untuk berhenti berkarya.

Menulis di Antara Lelah dan Takut

Franz Kafka bekerja penuh waktu di kantor asuransi. Ia menulis larut malam, sering dalam kondisi lelah dan ragu. Ia bahkan ingin karyanya dibakar setelah wafat. Namun ia tetap menulis, karena tidak menulis terasa lebih menyakitkan.

Kafka mengajarkan bahwa keyakinan bukan syarat menulis. Ia justru sering datang belakangan—jika datang sama sekali.

Struktur untuk Menjaga Kewarasan

Virginia Woolf menulis setiap pagi di ruang yang sama, dengan ritme yang sama. Ia tahu pikirannya rapuh. Maka ia menciptakan struktur. Disiplin, baginya, bukan pengekangan, melainkan perlindungan.
Dalam dunia yang mudah bising, ritme adalah bentuk perlawanan.

Latihan Sunyi Bernama Menulis

Semua kisah ini mengarah ke satu kesimpulan yang tidak populer: menulis bukan untuk mengekspresikan diri, melainkan melatih diri. Dan latihan selalu menghasilkan keringat, bukan tepuk tangan.

Kita hidup di zaman yang terlalu cepat memberi penilaian. Tulisan diukur dari jumlah pembaca, jumlah likes, atau apakah ia dimuat media. Ketika tulisan ditolak, kita berhenti. Ketika tulisan terasa jelek, kita menyerah. Padahal, para penulis besar justru menulis dengan asumsi bahwa banyak dari tulisan mereka tidak akan dibaca siapa pun—dan itu tidak masalah.

Menulis Tanpa Janji Akan Dibaca

Tetaplah menulis, meski suatu hari Anda sendiri malu membacanya. Tetaplah menulis, meski tidak ada media yang bersedia memuatnya. Sebab menulis bukan soal siapa yang membaca hari ini, melainkan siapa diri Anda setelah bertahun-tahun berlatih dalam sunyi.
Karya besar tidak lahir dari kepercayaan diri yang berlebihan, melainkan dari ketekunan yang keras kepala. Dari orang-orang yang terus menulis bahkan ketika tidak ada jaminan apa pun.

Dan mungkin, di antara tumpukan tulisan yang Anda anggap gagal itu, suatu hari akan ada satu yang bertahan. Bukan karena ia sempurna, tetapi karena Anda tidak berhenti. (*)

Ketua KONI Sumatera Barat Ajak PWI–IKWI Bersinergi Sukseskan Porprov 2026    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Ketua KONI Sumatera Barat Ajak PWI–IKWI Bersinergi Sukseskan Porprov 2026
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menghadiri pelantikan Pengurus PWI-IKWI Sumbar 2024–2029 di Auditorium Gubernuran, Selasa (3/2/2026). Dalam kesempatan ini, KONI mengajak insan pers bersinergi menyukseskan Porprov Sumbar melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif. (ist)

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus, mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumbar untuk bersinergi dalam menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat.

Ajakan tersebut disampaikan Hamdanus saat menghadiri pelantikan Pengurus PWI–IKWI Sumbar periode 2024–2029 yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (3/2/2026).

Menurut Hamdanus, pelantikan pengurus PWI–IKWI menjadi momentum penting setelah penantian panjang, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih kuat antara insan pers dan dunia olahraga di Sumatera Barat.

“Ini momentum yang sangat baik. Setelah cukup lama menanti, kini tidak ada lagi hambatan bagi PWI untuk menjalankan perannya, termasuk mendukung agenda besar daerah seperti Porprov,” ujarnya.

Ia menilai, peran jurnalis sangat strategis dalam menyampaikan informasi olahraga yang akurat, mendidik, dan berimbang kepada masyarakat, khususnya menjelang dan selama pelaksanaan Porprov Sumbar.

“Porprov bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga pembinaan atlet dan kebanggaan daerah. Di sinilah peran media sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, bukan dari sumber-sumber yang tidak jelas di media sosial,” kata Hamdanus.

Hamdanus juga mengapresiasi kontribusi jurnalis daerah yang selama ini konsisten mengawal berbagai isu pembangunan, termasuk olahraga, di Sumatera Barat.

“Kami berharap sinergi KONI Sumbar dengan PWI dan IKWI ke depan semakin kuat, agar Porprov Sumbar berjalan sukses dan prestasi olahraga daerah terus meningkat,” tutupnya.

Sementara itu, pengurus PWI Sumbar periode 2024–2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, sedangkan pengurus IKWI Sumbar dilantik oleh Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana.

Pelantikan ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi wartawan setelah dinamika panjang di tingkat pusat maupun daerah. (*)

Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terlibat dalam kegiatan “Kick-off Kolaborasi Media Massa Menuju Piala Dunia 2026” yang digelar di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Selasa, (3/2/2026) sore.

BENTENGSUMBAR.COM
- Menjelang puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terlibat dalam kegiatan “Kick-off Kolaborasi Media Massa Menuju Piala Dunia 2026” yang digelar di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Selasa, (3/2/2026) sore.

Kegiatan ini ditandai dengan pertandingan persahabatan sepak bola yang melibatkan anggota PWI, ANTARA, TVRI, dan RRI.

Keterlibatan PWI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari semangat kebersamaan insan pers lintas media, sekaligus penguatan kolaborasi media massa nasional. 

Selain menyambut Piala Dunia 2026, momentum ini juga sejalan dengan nilai-nilai yang diusung PWI menjelang HPN.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, mengatakan bahwa keikutsertaan PWI dalam Kick-off Kolaborasi Media Massa tersebut mencerminkan komitmen pers nasional untuk terus membangun sinergi dan solidaritas antar insan pers.

“Kami melihat kegiatan ini sebagai ruang kebersamaan. PWI terlibat untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antar media, sekaligus membangun suasana positif jelang HPN,” ujar Zulmansyah yang juga Ketua Panitia HPN 2026.

Menurut Zulmansyah, olahraga menjadi medium yang efektif untuk mempererat hubungan kerja antar wartawan dan lembaga media, karena mengedepankan nilai sportivitas, kebersamaan, dan saling menghormati.

Ia menambahkan, Piala Dunia merupakan peristiwa global yang menarik perhatian publik luas dan menjadi momentum penting bagi media dalam menjalankan fungsi informatif dan edukatif kepada masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini penting agar media bisa berjalan seiring, saling melengkapi, dan menghadirkan informasi yang berkualitas. Menjelang HPN, semangat kebersamaan ini menjadi semakin relevan,” kata Zulmansyah.

PWI berharap keterlibatan dalam Kick-off Kolaborasi Media Massa Menuju Piala Dunia 2026 dapat memperkuat jejaring kerja sama antar media, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkokoh pers nasional yang profesional, solid, dan berorientasi pada kepentingan publik. (*)

Temui Dubes Suriah, Gubernur Mahyeldi Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan dan Sister City    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Temui Dubes Suriah, Gubernur Mahyeldi Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan dan Sister City
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menemui Duta Besar Republik Arab Suriah untuk Indonesia, H E Abdulmonem Annan di Kantor Kedutaan Besar Suriah, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama, khususnya di bidang pendidikan dan kemitraan antardaerah (sister city).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Mahyeldi menyampaikan harapan agar kerja sama antara Provinsi Sumbar dan Pemerintah Republik Arab Suriah dapat dikembangkan melalui program pertukaran mahasiswa, kolaborasi pendidikan, serta penjajakan kerja sama antardaerah yang saling mendukung.

“Sumatera Barat terbuka untuk kerja sama di bidang pendidikan, termasuk pertukaran mahasiswa dan kunjungan akademik. 

Kami juga berharap ke depan dapat terjalin kerja sama antardaerah yang saling memberi manfaat,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Duta Besar Republik Arab Suriah, H E Abdulmonem Annan menyampaikan komitmen negaranya untuk terus memperkuat hubungan diplomatik dengan Indonesia, termasuk melalui kerja sama pendidikan, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Suriah, serta peluang kerja sama antarprovinsi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan serta membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan antara Sumbar dan Republik Arab Suriah. (adpsb/bud)

Gubernur Mahyeldi Serahkan Rekomendasi Seminar Wakaf Internasional kepada Menteri Agama RI    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Gubernur Mahyeldi Serahkan Rekomendasi Seminar Wakaf Internasional kepada Menteri Agama RI
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyerahkan dokumen rekomendasi hasil Seminar Wakaf Internasional kepada Menteri Agama Republik Indonesia dalam sebuah pertemuan strategis di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Gubernur Mahyeldi menyampaikan rekomendasi yang diserahkannya merupakan rumusan gagasan dan pandangan strategis untuk mengoptimalkan peran wakaf serta dana umat untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Penyerahan rekomendasi ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk mendorong pengelolaan wakaf dan dana umat secara lebih produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Diketahui, Seminar Wakaf Internasional yang digelar Pemerintah Provinsi Sumbar pada 14–16 November 2025 lalu telah menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk mendorong penguatan dan pengelolaan potensi ekonomi syariah secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, potensi dana umat seperti zakat dan wakaf memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan apabila dikelola secara profesional dan berlandaskan prinsip tata kelola yang baik.

Menurut Gubernur, pertemuannya dengan Menteri Agama tersebut tidak hanya bermakna seremonial untuk penyerahan dokumen, tetapi juga sebagai momentum memperkuat sinergi antara Pemprov Sumbar dan Kementerian Agama dalam menyelaraskan langkah pengelolaan potensi ekonomi syariah.

Audiensi ini menjadi langkah penting dalam mendorong peralihan dari tataran konseptual menuju implementasi nyata pengelolaan ekonomi syariah di Sumbar, khususnya melalui optimalisasi wakaf dan dana umat sebagai bagian dari upaya pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri; Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardiato dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar, Mustafa beserta jajaran. (adpsb/bud)