Wawako Pimpin Ziarah Kubur ke Makam Orang Tuanya

Wakil Walikota Padang H Emzalmi memimpin ziarah kubur ke makam orang tuanya. 
BentengSumbar.com --- Sudah menjadi kebiasaan umat Islam di negeri ini, apapun mazhab yang dianutnya, melakukan ziarah kubur pada hari baik bulan baik, termasuk menjelang dan pada saat lebaran Idul Fitri. Hal itu pulalah yang dilakukan Wakil Walikota Padang H Ezalmi.

Bersama adik-adiknya, Wawako Emzalmi pada lebaran kedua, Selasa (29/7) melakukan ziarah kubur ke makam ayah H. Zaini Ismael Rajo Basa dan ibunya Hj. Miar di Pandanperkuran Tanah Sirah, Kalumbuak, Kuranji, Kota Padang. Ziarah kubur itu langsung dipimpin Wawako. Di depan makam kedua orang tua, Wawako dan adik-adiknya memanjatkan do'a keselamatan bagi kedua orang tuanya.

"Ketika orang tua telah tiada (meninggal dunia), tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menadahkan tangan dan menundukkan kepala memohon do’a kepada Allah Swt untuknya. Dan memang tidak akan ada lagi yang diharapkan oleh kedua orang tua yang telah tiada meninggal keculai untaian kalimat do’a-do’a dari anaknya. Artinya mendo’akan orang tua yang telah meninggal sebuah keharusan bagi anak-anak yang ingin berbakti kepada orang tuanya,” ungkap Brigjend CZI. Irwan Zaini, adik Wawako Emzalmi. Irwan Zaini saat ini menjabat Direktur Zeni Angkatan Darat.

Semua mengelilingi kuburan Hj. Miar (ibu) untuk menadahkan tangan memohon doa kepada Allah Swt agar tenang dan sejuk dialamnya. Berbakti kepada kedua orang tua menempati posisi tertinggi didalam agama Islam. Emzami memimpin doa, "Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik-di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka."

"Ayah H. Zaini Ismael Rajo Basa menghadap sang Khalik 8 Agustus tahun 2005, ketika itu saya menjabat Dangdim 0312 Padang. Dua tahun kemudian, 18 Januari 2007 (ibu) Hj. Miar menghembuskan nafas terakhirnya, kala itu saya jadi Wadan Pusdikzi (Pusat Pendidikan Zeni) TNI-AD Bogor," kenang Irwan.

Diceritakan Irwan Zaini, kedua orang tuanya selalu menanamkan disiplin kepada anak-anaknya. Disiplin hidup yang keras diberikan kepada anak-anaknya, tidak bisa dilanggar. "Saya, kemana saja pergi walau dekat harus minta izin, hanya tidur di rumah teman dan setelah pulang harus melapor. Artinya kemana saja pergi wajib lapor tidak bisa tidak. Begitu ayah dan ibu mendidik anak-anaknya dulu,” ungkapnya.

Emzalmi dan adik-adiknya juga aktif membantu orang tuanya dalam bekerja. Mencakul sawah dan ladang merupakan pekerjaan harian yang mereka lakoni. "Ketika saya masih duduk dibangku SMP dan SMA, sudah terbiasa membantu orang tua bekerja. Mencangkul, malambuaik padi di sawah sudah menjadi hal biasa. Manyabik rumpuik untuk makanan sapi setiap hari, sekolah masuk pagi, siang cari rumpuik manyabik, begitu sebaliknya jika sekolah masuk siang pagi manyabik rumpuik," ujar Irwan. (BY/rel)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »