PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Rizieq Ditunggu Polisi Pulang Umrah, Iriawan: Jadi Publik Tidak Mereka-reka Ini Apa Sih Kejadian Sebenarnya

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menyatakan, bakal kembali memeriksa Rizieq sepulangnya dari umrah. "Kembali kita periksa. Kembali dari umrah yang bersangkutan. Mungkin tanggal 5-6 (Mei)," ujarnya di eks Senayan Golf Driving Range, kemarin.

Rizieq Ditunggu Polisi Pulang Umrah, Iriawan: Jadi Publik Tidak Mereka-reka Ini Apa Sih Kejadian Sebenarnya
BENTENGSUMBAR.COM -   Habib Rizieq Syihab akan kembali dipanggil ulang penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa dalam kasus dugaan chat mesum dengan Firza Husein. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu ditunggu polisi usai pulang umrah.

Polisi telah memanggil Rizieq, istrinya Syarifah Fadhlun Yahya, Firza Husein, dan Fatima alias Emma pada Selasa (25/4) lalu. Namun, semuanya tak hadir. Rizieq diketahui tengah menjalankan ibadah umrah bersama sang istri. Sementara Firza dan Emma beralasan tak enak badan.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menyatakan, bakal kembali memeriksa Rizieq sepulangnya dari umrah.

"Kembali kita periksa. Kembali dari umrah yang bersangkutan. Mungkin tanggal 5-6 (Mei)," ujarnya di eks Senayan Golf Driving Range, kemarin.

Kapolda pun berharap, Rizieq dan ketiga orang lainnya bisa hadir agar memberikan keterangan yang sebenar-benarnya apa yang dialami, dilakukan, sehingga akan terang.

"Jadi publik tidak mereka-reka ini apa sih kejadian sebenarnya," harapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut, penyidik tak bisa memastikan akan memanggil paksa Rizieq karena baru sekali tidak menghadiri panggilan. Dia mengingatkan, status Rizieq juga masih sebatas saksi. "Nanti kita lihat di lapangan," ujar Argo.

Ditanya kemungkinan penetapan tersangka terhadap Rizieq, Argo bilang hal itu merupakan kewenangan penyidik. "Semua analisa penyidik dalam menerapkan satu pasal untuk menjadikan seorang sebagai tersangka. Saat ini masih dalam penyidikan," tutupnya.

Sementara, Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro menyatakan, kemungkinan, Rizieq akan memenuhi panggilan tersebut. "Insyallah akan hadir selepas beliau pulang umrah. Saat ini beliau belum pulang ke Tanah Air," ujar Sugito kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Sebelumnya, setelah tiba di Madinah, Arab Saudi (Jumat, 28/4), Rizieq merekam video dan menyatakan sengaja umrah untuk mengakui dirinya berangkat ke tanah suci Mekah untuk menghindarkan keluarganya dari berbagai bahaya. Rekaman itu diunggah ke akun Youtube Muslim Bersatu.

"Dalam tiga bulan terakhir ini luar biasa teror yang terus menerus datang. Saya hadapi teror itu semua, semua fitnah kita hadapi. Tetapi belakangan teror itu membidik istri, ke anak-anak, keluarga. Saya pikir, ini permainan lebih tidak fair lagi," ujar Habib Rizieq.

"Karena itu saya sebagai kepala keluarga di samping sebagai dai wajib menjaga umat, sebagai seorang kepala keluarga juga wajib menjaga keluarga," sambungnya.

Dia mengatakan, keberangkatannya ke Arab Saudi dilakukan secara diam-diam. Rizieq mengumpulka anak, cucu, mantu, dan mertuanya untuk berangkat umrah. "Umroh ini adalah jalan keluar yang paling aman. Kita amankan dulu keluarga. Kalau keluarga sudah aman, saya bisa berjuang lebih leluasa," tandasnya.

Sugito mengakui video itu memang benar direkam oleh Rizieq. Sekalipun begitu, dia menyatakan, Rizieq akan tetap kooperatif. "Kooperatif tapi tetap tegas kalau itu ada kriminalisasi dan politisasi akan dilawan juga secara hukum. Kita lihat perkembangan," tegasnya.

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari munculnya rekaman percakapan chat mesum antara orang yang diduga Habib Rizieq dan Firza Husein. Dalam chat itu, tercantum juga foto-foto telanjang yang diduga Firza.

Kemudian hal itu dilaporkan ke kepolisian. Polda Metro Jaya menerima Laporan Polisi Nomor: LP/510/I/2017/PMJ/Dit Reskrimsus terkait dugaan penyebaran percakapan berkonten pornografi yang mengatasnamakan Habib Rizieq dan Firza Husein.

Pelaporan itu didasarkan pada Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 Undang-Undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Belum ada tersangka dalam kasus ini.

(ongga/rmol)

Iklan Alex Indra Lukman
Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *