PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Tuan Guru Bajang Cari Tanah Leluhur di Jawa, Ternyata di Sini

Gubernur Nusa Tenggara Barat KH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bertatapan dengan Presiden Jokowi.

Tuan Guru Bajang Cari Tanah Leluhur di Jawa, Ternyata di Sini
BENTENGSUMBAR. COM - Gubernur Nusa Tenggara Barat KH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) berada di Cirebon selama dua hari. TGB menghadiri beberapa agenda dan rangkaian silaturahmi dengan sejumlah tokoh di Cirebon. Namun, ada satu yang tak kalah penting, yakni kembali ke tanah leluhur.

Bertemu keluarga dan leluhur adalah satu agenda yang disisipkan di tengah padatnya jadwal TGB selama dua hari di Cirebon. Ya, kerabat TGB ada di sini, di wilayah yang tak begitu jauh dari Cirebon.

Asal-usul leluhur TGB sendiri awalnya terkuak setelah banyak pertanyaan yang muncul terkait asal-usul leluhurnya yang berasal dari Kampung Jawa di NTB. Pertanyaan itu mulai muncul sekitar 6-7 tahun lalu setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri.

“Kebetulan nenek saya di Lombok dari Kampung Jawa. Sehingga ada pertanyaan, Kampung Jawa ini maksudnya apa. Kenapa dinamakan Kampung Jawa. Itu awalnya, pertanyaan itu muncul mulai dari generasi saya sampai ke adik-adik saya,” ujar TGB. dilansir Radar Cirebon (Jawa Pos Group).

Akhirnya sekitar tiga tahun lalu kabar bahagia itu muncul melalui kerabatnya yang di Jakarta dan Lombok yang melakukan napak tilas. Di mana didapat informasi jika kerabat yang selama ini dicari ada di Desa Jambe, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu.

“Kalau awal-awal kita tahunya itu Cirebon. Tapi ke sini-sininya baru tahu kalau itu wilayah yang berada di sekitar perbatasan Indramyu dan Cirebon. Tapi masih masuk Indramayu,” bebernya.

TGB pun tak menyia-nyiakan kesempatan kunjungannya ke Cirebon untuk bisa bertemu dengan kerabat yang sudah terpisah sekian generasi. Dia mengaku sudah mengundang kerabatnya untuk datang dan bertemu di Cirebon.

”Nanti malam (kemarin, red) saya rencanakan ketemu dengan sebagian kerabat. Waktu saya sebentar di Cirebon. Saya sudah undang untuk hadir di Cisaat, di Pesantren Bina Insan Mulia,” ujar TGB saat ditemui Radar di sela-sela kunjungannya ke kediaman Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza.

Dilanjutkan TGB, neneknya tersebut merupakan anak dari H Muhammad Soleh yang berasal dari Desa Jambe, Indramayu. Kunjungan kali ini menurut TGB adalah kunjungan kali pertama ia ke Cirebon. “Alhamdulillah, ini kunjungan yang pertama. Saya sampai dengan selamat dan sehat, di sini bisa silaturahmi dan ketemu dengan teman-teman dan senior-senior sewaktu dulu menimba ilmu di Kairo,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren, KH Aris Ni’matullah MAF MSi terlihat paling antusias ketika menyambut kedatangan TGB. Rupanya, pria yang akrab disapa Kang Imat tersebut adalah teman lama TGB sewaktu sama-sama menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Bahkan sewaktu TGB baru datang pun dan berjalan menuju kediaman Kang Adib, Kang Imat langsung menghambur dan berpelukan dengan TGB. “Ini kawan lama saya. Sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu. Ini pertemuan pertama setelah sama-sama meninggalkan Kairo pada 1997,” ujar Kang Imat.

Ditambahkan Kang Imat, ia sebenarnya terpaut beberapa angkatan dengan TGB. Saat menempuh studi di Al Azhar untuk studi S2, sementara TGB untuk S1. “Saya S2 soal studi Islam, dan TGB S1 Tafsir Quran. Durasi kita hampir sama, dari tahun 1992 dan pulang ke Indonesia sama sama sekitar periode 1997,” katanya.

Yang tidak bisa dilupakan Kang Imat dari sosok TGB adalah pribadinya yang tekun belajar. Bahkan dulu seingatnya, TGB lebih sering belajar ketimbang aktif di organisasi. “Tentu kesan pertama pasti kaget. Tidak ada yang menyangka TGB bisa jadi seperti ini. Ini kebanggan kita. Dari dulu dia begitu, lebih banyak diam. Cool orangnya,” paparnya.

Dia pun berharap TGB bisa tetap amanah dan berjuang di jalan Allah serta bekerja untuk rakyat dan tidak terkontaminasi sisi negatif dari politik.

“Saya cuma titip itu, tetap istiqomah dan berjaung di jalan Allah. Jangan terkontaminasi sisi negatif politik. Mudah-mudahan ke depan kesuksesan selalu bersama beliau,” pungkas Kang Imat.

(Sumber: jawapos.com)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *