DPRD Padang

PADANG

SUMBAR

Latif

Erick Thohir: Saya Keberatan Profesi Sopir Ojek Dianggap Rendahan

          Erick Thohir: Saya Keberatan Profesi Sopir Ojek Dianggap Rendahan
Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.
Iklan Mastilizal Aye
Iklan Mastilizal Aye
Erick Thohir: Saya Keberatan Profesi Sopir Ojek Dianggap Rendahan
BENTENGSUMBAR. COM -  Erick Thohir keberatan jika profesi tukang ojek dianggap rendahan. Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini menilai tukang ojek sebagai profesi mulia.

"Saya bahas ojek dulu. Saya keberatan kalau stigma pekerjaan itu dianggap rendahan. Yang namanya pahlawan itu bukan hanya yang terkenal saja. Coba kalau di rumah kita nggak ada pembantu, susah nggak? Di sekitar kita nggak ada pasukan oranye, susah nggak?" kata Erick di Koffee Konco Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Npvember 2018.

Hal tersebut disampaikan Erick di hadapan relawan muda pendukung Jokowi-Amin. Toh, menurutnya, lebih baik menjadi tukang ojek ketimbang menganggur atau mencuri.

"Jadi saya percaya semua pekerjaan itu bagus. Termasuk ojek. Bagus. Daripada nyolong, daripada nganggur. Dan dengan sistem digital yang memudahkan itu, ketemu yang namanya equilibrium baru," imbuhnya.

Erick mencontohkan kemudahan yang dirasakan dengan digitalisasi ojek seperti sekarang, salah satunya layanan pesan-antar makanan lewat aplikasi ojek online. Menurut Erick, inovasi itu menjadi suatu hal yang efisien.

"Saya percaya pekerjaan apa pun itu bagus asal halal. Dan semua pekerjaan itu jadi pahlawan buat orang sekitarnya. Dan pasti bermanfaat sekecil apa pun," tegasnya.

Erick juga menuturkan pemerintah akan mempersiapkan banyak hal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Menurutnya, selain pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia di Indonesia akan diupayakan.

"Bahwa setelah apa yang dilakukan di nawacita satu sekarang masuk ke nawacita dua yang tidak lain bagaimana membangun Indonesia secara human capital-nya sebagai manusianya karena ini challenge yang terbesar yang harus ditingkatkan baik apakah di pendidikan, apalagi nanti ada revolusi daripada 4.0 ini nanti yang harus kita siapkan," paparnya.

Sebelumnya, isu soal profesi ojek berkembang setelah capres Prabowo Subianto mengaku miris apabila lulusan SMA di Indonesia banyak menjadi tukang ojek. Pernyataan Prabowo ini pun banyak menimbulkan pro dan kontra dan menuai proses dari organisasi driver ojek online di berbagai daerah di Indonesia.

(dtk)
Follow us:
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...
Iklan Mastilizal Aye
Iklan Mastilizal Aye

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *