PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Cerita Korban Habib Bahar: Dipukul dengan Dengkul dan Diminta Duel

          Cerita Korban Habib Bahar: Dipukul dengan Dengkul dan Diminta Duel
Habib Bahar ketika menghadiri proses persidangan atas kasus yang menyeret dirinya.
Cerita Korban Habib Bahar: Dipukul dengan Dengkul dan Diminta Duel
BENTENGSUMBAR. COM -  CAJ, salah satu korban yang dianiaya Habib Bahar bin Smith mengisahkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya di depan majelis hakim dalam sidang yang digelar PN Bandung, Kamis, 28 Maret 2019, CAJ mengatakan dia adalah santri yang kali pertama datang di Ponpes Tajul Alawiyyin pada 1 Desember 2018.

Di hadapan majelis CAJ mengaku sebelum dianiaya oleh Bahar dia sempat diinterogasi di aula ponpes tersebut. Interogasi itu berlangsung singkat, CAJ mengatakan dihantam tongkat oleh Bahar dan mengenai bagian hidungnya. Bahar, kata CAJ, kemudian membawanya ke salah satu lapangan yang terletak di belakang ponpes.

Di sana, CAJ mengaku wajahnya ditendang dengan dengkul Bahar sebanyak tiga kali. "Saya dipukul oleh Habib Bahar menggunakan dengkul kanan," ujar CAJ di hadapan majelis hakim.

Hakim kemudian bertanya kepada CAJ cara Bahar menendangnya. "Caranya gimana?", tanya hakim. CAJ menjawab pertanyaan hakim, "Seperti mengayuh," jelas CAJ.

"Berarti kamu dipegang dong?" lanjut hakim.

"Iya, rambutnya. Yang kena bagian wajah tiga kali berdarah," kata CAJ.

Kemudian, CAJ diminta untuk beristirahat terlebih dahulu. Lalu, MKU, rekan CJA yang juga dianiaya Bahar tiba di ponpes. MKU diminta untuk naik ke lantai tiga gedung ponpes itu oleh Bahar.

CAJ mengaku tidak tahu apa yang dilakukan Bahar ke MKU. Namun yang pasti, usai dari lantai tiga itu, dia melihat MKU telah berlumur darah ketika turun.

"Kemudian, setelah MKU datang bagaimana?" tanya hakim.

"Bahar menyuruh MKU naik ke atas di situ saya tidak tahu," jawab CAJ.

"Waktu turun apa yang kamu lihat?" sambung hakim.

"Saya lihat zaki sudah berdarah-darah," jawab CAJ.

CAJ bercerita setelah itu Bahar memintanya duel dengan MKU. CAJ mengatakan terpaksa menuruti permintaan dari Bahar untuk kelahi dengan MKU. Musababnya, jika perintah itu tidak dilakukan, Bahar semakin geram.

"Bagaimana berkelahinya? Beneran?" tanya hakim.

"Iya, beneran karena diancam," jawab CAJ.

"Diancam bagaimana?" tanya hakim melanjutkan.

"Ya, diancam oleh Habib Bahar, kalau kalian tidak berkelahi, maka berkelahi dengan Habib Bahar," ungkap CAJ.

"Berapa kali memukul si MKU?" tanya hakim.

"Lupa," jawab CAJ.

"Jadi kayak di ring tinju itu ya? Ada wasitnya itu?" lanjut hakim.

"Iya sambil berdarah," ungkap CAJ.

(Source: kumparan.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *