PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Bantah Viralkan Kehidupan Ferdinand PD, TKN Jokowi: Tak Fair Salahkan Kami

          Bantah Viralkan Kehidupan Ferdinand PD, TKN Jokowi: Tak Fair Salahkan Kami
Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.
Bantah Viralkan Kehidupan Ferdinand PD, TKN Jokowi: Tak Fair Salahkan Kami
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menuding kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin berada di balik tuduhan selingkuh dan peretasan akun Twitter-nya. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf membantah pihaknya yang menjadi pelaku pemviralan kehidupan pribadi Ferdinand.

"Tidak fair kalau kemudian menyalahkan tim 01, yang perlu dilakukan kalau itu benar, ya minta maaf. Kalau itu tidak benar ya melakukan klarifikasi. Itu yang harus dilakukan, bukan malah menuduh kelompok politik tertentu apalagi kompetitornya. Karena tidak ada upaya atau interupsi atau perintah untuk memviralkan itu, jelas nggak ada," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Rabu, 3 April 2019.

Karding menegaskan, apa yang dialami Ferdinand tak ada kaitannya dengan Jokowi-Ma'ruf Amin. Kubu 01 disebutnya bukan pelaku peretasan akun Twitter Ferdinand yang memposting foto-foto tidak senonoh pemiliknya.

"Saya kira apa yang dialami oleh Mas Ferdinand itu adalah suatu yang alami viralnya, bukan karena diviralkan atau secara khusus dikelola tim 01 Jokowi, tidak seperti itu," kata Karding.

"Di zaman sekarang ini, di era keterbukaan, era media sosial, memang kita harus super hati-hati untuk bersikap, melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma dan hukum di publik karena sangat mungkin itu menjadi viral," sambung politikus PKB itu.

Terkait menyebarnya kehidupan pribadi Ferdinand di jagad dunia maya, Karding memberikan imbauan. Ia meminta semua pihak untuk tidak sembrono atau melakukan hal-hal yang bisa berbuntut panjang di kemudian hari.

"Pesan atau hikmah dari peristiwa ini jangan melakukan hal-hal yang kira-kira bisa berdampak negatif terhadap diri maupun orang-orang yang ada di sekitar kita. Itu yang penting," ucap Karding.

Ia pun menyebut siapa saja bisa menjadi viral selama isunya seksi. Karding juga menegaskan, segala hal yang viral belum tentu terkait dengan urusan politik.

"Dunia medsos itu, sepanjang isunya seksi, kalau isunya gampang diviralkan, pasti akan viral dengan sendirinya. Kita tak bisa mengatur jagad medsos ini dengan kekuatan kita. Di luar politik, baik karena motif iseng, karena isu seksi, maka itu akan viral dengan sendirinya. Tidak harus dari perspektif politik," sebut anggota Komisi III DPR itu.

Seperti diketahui, akun Twitter Ferdinand diretas dan menampilkan sejumlah foto dirinya yang kurang senonoh. Selain itu juga muncul video Ferdinand bersama seorang wanita yang diviralkan adalah selingkuhannya.

"Itu pacar saya, bukan selingkuhan saya. Itu video di lombok Desember 2016. Saya dan pacar saya AL menghabiskan akhir tahun 2016 di Lombok Gili Trawangan. Status saya sendiri, jadi boleh dong pacaran? Saya pisah dengan mantan istri saya 2011. Masa nggak boleh pacaran? 😂😂" tutur Ferdinand, Rabu, 3 April 2019.

Ferdinand lalu menuding peretasan akun Twitter-nya hingga viral videonya tersebut terkait dengan urusan politik. Ia lalu menuding kubu Jokowi-Ma'ruf yang menjadi dalangnya.

"Saya meyakini bahwa ini tidak terlepas dari politik. Ini terkait dengan politik dan ini terkait dengan aktivitas saya, aktivitas kami yang menjadi korban di dalam politik. Mohon maaf saya harus menyatakan dan meminta supaya Pak Jokowi memerintahkan pendukungnya supaya tidak melakukan hal-hal seperti ini... saya melihat bahwa ini tidak terlepas dari politik," beber Ferdinand.

(Source: detik.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *