PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Sandiaga Lebih Percaya Survei Internal BPN Meski Tertinggal Sedikit dari Petahana

          Sandiaga Lebih Percaya Survei Internal BPN Meski Tertinggal Sedikit dari Petahana
Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno bersama pendukung Jokowi di Bali berpose satu jari.
Iklan Albert
Sandiaga Lebih Percaya Survei Internal BPN Meski Tertinggal Sedikit dari Petahana
BENTENGSUMBAR.COM - Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno sudah mendapat informasi terkait hasil survei dari Lembaga Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Dari survei Puskaptis, capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul 47,59 persen dari Jokowi- Ma'ruf Amin 45,37 persen.

Namun, Sandiaga mengaku lebih percaya dengan hasil survei internal BPN. Dan survei tersebut, kata Sandiaga, menunjukkan kinerja yang sangat baik di satu bulan terakhir meski sedikit tertinggal dari petahana.

"Tapi survei internal kami, menunjukkan kami sedikit tertinggal dalam kisaran margin of error. Jadi, kita harus dorong mudah-mudahan ada sentimen yang positif dan momentum yg semakin kuat untuk perubahan. Kita ada dalam posisi yang sangat ketat menurut saya," ucapnya, saat ditemui di Warung Dedari, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin, 8 April 2019 malam.

Menurut Sandiaga, pihaknya tetap menerima hasil survei dari pihak lain sebagai tambahan data. Sebab kata mantan Wakil Gubernur DKI ini, data survei tersebut dapat membantu pihaknya mengambil strategi kemenangan.

"Dan kalau kita bilang, angka ketat itu di atas 40 persen di tiga bulan dan menunjukkan kinerja sangat positif. Saya berharap kita akan terus berlanjut pada 17 April," ujarnya.

Menurut Sandiaga, dalam posisi tersebut, pihaknya selama ini masih bisa memastikan sentimen positif bersama Prabowo-Sandi. Dia percaya hasil positif tersebut karena pasangan nomor 02 mengangkat isu yang dibutuhkan rakyat seperti ekonomi, lapangan pekerjaan dan bahan pokok.

"Itu masyarakat melihat bahwa Prabowo-Sandi memiliki solusi dan mengetahui dan bisa mengidentifikasi masalahnya ke akar-akar permasalahannya," ujarnya.

Karena menurutnya, ada dua isu utama yang dimilikinya. Pertama adalah pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang 60 persen ekonomi dari UMKM. Kemudian, 90 persen lebih penciptaan lapangan kerja dari UMKM.

"Tetapi UMKM belum ditopang kebijakan yang berpihak pada UMKM. Kedua adalah revitalisasi industri. Kita melihat industri manufaktur dan pertanian yang biaa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Dua isu utama yang kita bisa ingatkan terus ke masyarakat," ujarnya.

(Source: merdeka.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *