PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Tim Kewaspadaan Dini Kota Padang Sikapi Kelangkaan BBM dan LPG

          Tim Kewaspadaan Dini Kota Padang Sikapi Kelangkaan BBM dan LPG
Tim Kewaspaan Dini Kota Padang menggelar rapat menyikapi kelangkaan BBM dan LPG.
Tim Kewaspadaan Dini Kota Padang Sikapi Kelangkaan BBM dan LPG
BENTENGSUMBAR.COM - Menyikapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan Liquified Petroleum Gas ( LPG) di Kota Padang dewasa ini, Tim Kewaspaan Dini Kota Padang langsung menggelar rapat di salah satu Rumah Makan di Kota Padang, Kamis, 24 Oktober 2019.

Sebagaimana di ketahui, beberapa bulan terakhir hampir semua SPBU yang ada di Kota Padang kekurangan stok premium begitu juga dengan gas LPG. Sehingga hal itu setidaknya telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul menyampaikan, perlu sikap dan pemahaman yang sama bersama masyarakat dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti kelangkaan BBM dan LPG ke depan.

"Untuk itu, melalui pertemuan ini diharapkan masing-masing pihak terkait bisa memiliki pemahaman yang sama dan menyikapi segala sesuatu yang telah dan yang akan terjadi secara baik sesuai standar operasional prosedur (SOP) masing-masing," sebut Sekda.

Amasrul juga mengungkapkan, kelangkaan BBM bisa jadi dipicu banyaknya masyarakat yang membeli minyak di Pertamina menggunaan kendaraan modifikasi. Selain itu, juga ditimbulkan karena adanya oknum-oknum yang tak bertanggungjawab tega menimbun BBM untuk keuntungan sepihak.

Tidak hanya premium, kelangkaan juga terjadi pada bahan bakar solar. Jika kondisi tersebut dibiarkan akan berdampak pada gangguan kelancaran lalu lintas dan ketidakteraturan perekonomian masyarakat yang berjualan disekitar Pertamina yang berakibat timbulnya konflik sosial.

"Maka dari kita akan segera mengadakan pertemuan dengan pihak Pertamina untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Mengingat masalah BBM ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan menyangkut hajat hidup orang banyak,” ulasnya.

Begitupun sekaitan langkanya Elpiji 3 kg atau yang biasa disebut elpiji melon. Elpiji yang dikhususkan untuk masyarakat miskin ini berkurang peredarannya bahkan harganya menembus Rp30 ribu per tabung ditingkat pengecer. Kelangkaan disebabkan ketidaksesuain antara si pangkalan dengan pengencer karena sesuka hati dalam mengecer dengan meninggikan harga kepada pedagang.

“Selain itu, kelangkaan Elpiji 3 Kg ini disebebkan banyaknya masyarakat menengah keatas yang membeli barang subsidi ini. Oleh sebab itu kita akan mengeluarkan aturan pelarangan pembelian Elpiji 3 Kg bagi golongan tertentu. Aturan larangan itu akan segera disosialisasikan kepada masyarakat melaui Camat, Lurah dan RT/RW," imbuhnya. 

(Mul/Ady)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *