PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Menag Sebut Sertifikasi Penceramah Berlaku bagi Semua Agama

          Menag Sebut Sertifikasi Penceramah Berlaku bagi Semua Agama
Menag Fachrul Razi Sebut Sertifikasi Penceramah Berlaku bagi Semua Agama.
Menag Sebut Sertifikasi Penceramah Berlaku bagi Semua Agama
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan rencana program penceramah bersertifikat tak hanya berlaku untuk pendakwah agama Islam. Sebab, kata Fachrul, moderasi beragama harus diterapkan di semua agama.

Fachrul menyadari rencana tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat. Namun Kemenag akan tetap menjalankan hal tersebut karena saat ini banyak pendakwah yang membodohi umat.

"Tapi paling tidak kami senang bahwa ternyata sudah cukup banyak yang menanggapi ini, penceramah bersertifikat. Ini juga bukan hanya Islam, semua agama," kata Fachrul dalam pidato pembukaan Dialog Tokoh/Pimpinan Ormas Islam Tingkat Nasional di Hotel Ardyaduta, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

Mantan Wakil Panglima TNI itu berkata program sertifikasi penceramah sudah dikaji dan disampaikan dalam rapat kabinet. Dalam rapat itu juga disetujui perubahan nama program menjadi penceramah bersertifikat.

Perubahan nama dilakukan demi menghindari kesan wajib. Fachrul menuturkan tak ada paksaan sedikit pun dari pemerintah dalam program ini.

"Kami rapat untuk menamakannya menjadi penceramah bersertifikat, tidak wajib. Siapa pun boleh ikut, yang mau tidak ikut tidak apa-apa," ujar Fachrul.

Sebelumnya, Fachrul mengumumkan Kemenag akan melakukan penataran penceramah guna menangkal gerakan radikalisme lewat mimbar masjid. Dia sempat bercerita saat ini banyak penceramah yang membodohi umat lewat ceramah.

Fachrul berkata sertifikasi penceramah akan diterapkan mulai 2020. Program ini akan melibatkan ormas Islam yang ada di Indonesia.

"Diusahakan tahun ini, jangan lama-lama mulainya ya. Tapi kembali digarisbawahi sukarela, yang mau ikut, ikut, yang enggak, enggak," kata Fachrul kepada CNNIndonesia.com di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu (30/10).

Wacana itu pun menimbulkan pertentangan di publik. Belakangan, PA 212 menuding ada agenda terselubung yang direncanakan MUI dan Kemenag dalam sertifikasi pendakwah. Seperti diketahui, MUI sudah lebih dulu memulai program tersebut pada November ini.

"Sebenarnya apa semuanya ini? Kita lihat hasilnya ke depan. Jadi kalau sekarang penuh dengan agenda-agenda, hidden agenda, baik dilakukan MUI maupun Menag," kata Jubir PA 212 Haikal Hasan lewat pesan suara kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/11) malam.

(Source: cnnindonesia.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *