Lifestyle

PADANG

SUMBAR

Innalillahi wa Innalillahi Rojiun, Bapak Pembangunan Jalan Sumbar Sabri Zakaria Meninggal Dunia

          Innalillahi wa Innalillahi Rojiun, Bapak Pembangunan Jalan Sumbar Sabri Zakaria Meninggal Dunia
Foto: Bapak Pembangunan Jalan Sumbar Sabri Zakaria.
Iklan Sosial BMPN Pauh IX
BENTENGSUMBAR.COM - Innalillahi wa innalillahi rojiun. Kabar duka datang dari Bengkulu. Satu lagi, putra terbaik Sumatera Barat berpulang ke Khalik-nya.

Adalah Sabri Zakaria, putra Muaro Labuah, Solok Selatan, Sumatera Barat meninggal dengan tenang di kota Bengkulu, hari ini, Kamis 26 Maret 2020. 

Kakak kanduang Muzni Zakaria, Bupati Solok Selatan non aktif ini, sejak pensiun menetap di kota Bengkulu karena mempunyai usaha disana. 

Berita meninggalnya Mantan Kakanwil dan Kepala Dinas PU Sumbar tahun 90-an itu beredar di beberapa WhatsApp Group. Salah satunya, grup WA Tuah Sakato Sumbar yang anggotanya para pensiun rumah bagonjong Sumbar.

Tidak didapat informasi, apakah Sabri Zakaria di bawa ke Sumbar atau dikebumikan di Bengkulu.

Sosok Sabri bagi masyarakat Sumbar tidak asing lagi, karena kepiawaiannya pesatnya pembangunan jalan di ranah Minang. 

Tanjakan maut ‘Singgalang Kariang’ di Lembah Anai dulu terbilang menakutkan bagi mereka yang menempuh lokasi berbahaya itu, baik yang menuju arah Padang atau sebaliknya. 

Tidak terhitung korban lalulintas berjatuhan di ruas jalan itu sejak dibangun pertama kali pada zaman penjajahan Belanda. 

Itulah salah satu karya besar Sabri Zakaria dengan memperlebar jalan Singgalang Kariang. 

Pekerjanya di datangkan dari Jawa yang ulet dan tekun menarah batu di tekungan tersebut. 

Tanjakan itu memang luar biasa mendebarkan. Sebelah barat bukit batu cadas dan sebelah timur jurang dalam menganga. Menakutkan. 

Sabri Zakaria besar jasanya mengatasi ‘problema maut’ Singgalang Kariang tersebut.

Diperintahkannya pekerja yang dipercayanya menakik batu cadas perbukitan di pinggir jalan lokasi maut itu. 

Berangsur-angsur pekerja itu menakik cadas itu dengan alat tradisional berupa pahat batu.

Lama juga waktu yang dibutuhkan pekerja yang kebanyakan berasal dari ‘tanah seberang’ dalam menakik cadas keras itu dengan penuh kesabaran. 

Bagi Sabri Zakaria, dalam membangun jalan provinsi atau jalan negara di Sumatra Barat, tidak ada sebutan ‘lurah yang dalam dan bukit yang tinggi’.

Sampai sekarang, nama Sabri Zakaria tetap fenomenal di daerah ini, termasuk bagi wartawan daerah ini.

(by/zulnadi)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *