Opini

PARLEMEN

Sports

Deklarasi KAMI di Magelang Berakhir Ricuh, 1 Brimob Terluka Kena Lemparan Batu

          Deklarasi KAMI di Magelang Berakhir Ricuh, 1 Brimob Terluka Kena Lemparan Batu
Deklarasi KAMI di Magelang Berakhir Ricuh, 1 Brimob Terluka Kena Lemparan Batu.
Deklarasi KAMI di Magelang Berakhir Ricuh, 1 Brimob Terluka Kena Lemparan Batu
BENTENGSUMBAR.COM - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Alun-alun Kota Magelang berakhir ricuh, Jumat, 18 September 2020.

Kericuhan berawal dari munculnya sekolompok Pemuda Pancasila dan beberapa warga yang menolak deklarasi Kami bermaksud membubarkannya. Mereka mengendarai sepeda motor berada di sisi utara alun-alun. Mereka mencoba merangsek menuju massa yang sedang deklarasi.

Di mobil komando KAMI orator mencoba membakar massa untuk bermaksud membubarkan segerombolan orang tersebut. Aparat keamanan dengan sigap memblokade pergerakan massa dari masing-masing kubu. Sehingga keduanya tidak bisa bertemu dan akhirnya berhasil dibubarkan.

Dalam deklarasi yang kalim se-Jateng itu, dihadiri ratusan orang. Para tokoh KAMI antara lain Jendral TNI (Pur.) Gatot Nurmantyo, Dr. Rocmad Wahab dan Anang Immamudin hadir dalam acara itu.

“KAMI ingin menyelamatkan Indonesia, menciptakan pendidikan yang bisa didapatkan semua orang yang tidak dikomersilkan”, ujar Dp. Rochmad Wahab dalam orasinya.

“Kami semua laskar islam se Jateng – DIY akan siap menghadapi siapapun….. Takbirrrr…..”, suara dari mobil komando KAMI.

Acara deklarasi yang awalnya diagendakan pukul 13.00 win – 15.00 wib, harus mundur cukup lama.

Hingga akhirnya pihak kepolisian Kota Magelang dapat kembali mengkondusifkan keadaan, dan menggiring masa KAMI untuk meninggalkan alun – alun.

Sementara itu terpisah sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Alian Mahasiswa Cinta Indonesia (AMCI) Magelang menggelar doa untuk bangsa di Monumen Pancasila Badaan, Kota Magelang.

Mereka berdoa untuk Indonesia yang aman dan kondusif disaat Pandemi Covid-19.

1 Brimob Luka

Deklarasi yang berlangsung di tengah Kota Magelang tersebut awalnya berjalan lancar, namun kemudian muncul sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas). Mereka bergerak mendekati area deklarasi KAMI.

Ratusan personel gabungan dari Polres Magelang Kota, Brimob, TNI berusaha mencegah anggota ormas tersebut hingga sempat terjadi keributan. Satu anggota Brimob diketahui terluka akibat terkena lemparan batu.

"Sementara tadi satu anggota Brimob terkena lempar sesuatu. Semoga bisa segera disembuhkan," kata Kepala Polres Magelang Kota, AKBP Nugroho Adi Setyawan. []
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Enter your email address. Its free!

Delivered by FeedBurner

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *