Opini

PARLEMEN

Sports

Gus Miftah ke Maaher At Thuwailibi: Selalu Mancing-mancing, Awas Kalau Anda Terus Lakukan

          Gus Miftah ke Maaher At Thuwailibi: Selalu Mancing-mancing, Awas Kalau Anda Terus Lakukan
Foto Gus Miftah. Nikita Mirzani dengan Ustadz Maaher At Thuwailibi makin melebar kemana-mana. Ini setelah keduanya saling buka aib masa lalu.

Gus Miftah ke Maaher At Thuwailibi: Selalu Mancing-mancing, Awas Kalau Anda Terus Lakukan
BENTENGSUMBAR.COM - Nikita Mirzani dengan Ustadz Maaher At Thuwailibi makin melebar kemana-mana. Ini setelah keduanya saling buka aib masa lalu.


Imbasnya, membawa nama Habib Lutfi bin Yahya yang sempat dikatain oleh Ustadz Maaher sebagai Kiyainya Banser. Hal itupun diingatkan kembali oleh Nikita hingga memantik reaksi pihak lain.


Adalah ulama nyentrik Gus Miftah yang menyuarakan pandangannya tentang Ustadz Maaher yang menurutnya memiliki kepribadian ganda, karena di satu sisi marah Habib Rizieq dihina tapi malah ikut menghina habib lain.


“Ustadz Maheer, saya melihat Anda itu seorang dengan kepribadian ganda. Pertama Anda berdebat dengan seorang wanita, gara-gara menurut Anda Nikita Mirzani menghina seorang habib. Anda minta kepada mbak Nikita untuk menghormati habib, itu bagus, walaupun bahasa yang Anda sampaikan sama sekali tidak berakhlak, tidak bermoral dan tidak beretika,” ujarnya lewat unggahan video di Instagramnya, Sabtu, 14 November 2020.


“Tapi di sisi lain Anda justru menghinakan habaib, dalam hal ini guru kami Habib Lutfi bin Yahya. Jadi saya mikir ada apa dengan anda, di satu sisi diminta menghormati habaib, tapi di sisi lain Anda menghinakan habaib,” lanjutnya.


Sahabat Deddy Corbuzier ini menegaskan dirinya diajarkan para guru untuk menghormati zuriyahnya Rasullah SAW, karena mereka adalah ahlil bait yang suci. “Makanya saya heran anda selalu memancing-mancing, dulu anda menghina Gus Dur sekarang Habib Lutfi,” tegasnya.


Gus Miftah mengingatkan, jangan sampai karena bahasa yang kasar itu membawanya ke dalam penjara. “Jangan sampai ada laporan hukum Anda ditangkap polisi kemudian, Anda mengatakan ini namanya krimininalisasi ulama. Hei Ustadz Maaher mana ada namanya kriminalisasi ulama kalau Anda berbuat kriminal kemudian ditangkap polisi. Ini bukan kriminaliasi agama, tapi proses hukum kepada ulama yang kriminil,” tandasnya.


Gus Miftah pun menjelaskan kalaupun tidak setuju dengan salah satu habib jangan menghina. Seperti dirinya yang tidak sepaham dengan Habib Rizieq tapi tetap menghormati pendiri Front Pembela Islam itu.


“Maka ingat Ustadz Maaher siapun habaibnya saya menghormatinya, bisa jadi saya berbeda pendapat dengan Habib Rizieq, tapi saya sangat menghormati beliau. Karena dikatakan haram masuk surga orang-orang yang dzalim dan membenci para habaib. Saya sangat menghormati beliau, dan saya punya prisip, hormat itu harus lebih didahulukan daripada taat,” bebernya.


“Barangkali saya berbeda dengan salah satu habaib, tapi saya tidak mungkin mengurangi hormat saya kepada habaib. Itu juga yang diajarkan guru kami Habib Maulana Lutfi bin Yahya. Dan Anda catat, enggak mungkin seorang Habib Lutfi merespon apa yang Anda katakan. Karena beliau memandang dengan kacamata kasih sayang. Penghinaan mu terhadap guru kami tidak akan mengurangi kemuliaan guru-guru kami. Tapi awas kalau ini terus Anda lakukan, umatnya kemudian tidak terima dengan yang Anda sampaikan,” imbaunya.


(bs)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...

Enter your email address. Its free!

Delivered by FeedBurner

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *