Soroti Pernyataan Sri Mulyani Soal Penjajah Rusak Ekonomi RI, Rizal Ramli Beri Komentar Menohok

Soroti Pernyataan Sri Mulyani Soal Penjajah Rusak Ekonomi RI, Rizal Ramli Beri Komentar Menohok
BENTENGSUMBAR.COM - Pakar ekonomi dan politisi, Rizal Ramli, menyoroti ucapan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terkait penyebab hancurnya perekonomian Indonesia.


Dalam momen Upacara Peringatan Hari Oeang ke-74 Republik Indonesia di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sabtu, 31 Oktober 2020, Sri Mulyani merefleksi tantangan perekonomian yang dihadapi bangsa Indonesia.


Sri Mulyani mengatakan, perekonomian Indonesia hancur akibat perang dan warisan dari masa penjajahan. Sejak saat itu, bangsa Indonesia pun mulai menghadapi tantangan perekonomian yang sangat berat.


“Kita mengalami era kolonialisasi yang kemudian menghancurkan perekonomian kita,” kata Sri Mulyani, dikutip PORTAL JEMBER dari YouTube Kemenkeu RI.


Sri Mulyani pun menyebutkan sejumlah tantangan dan krisis yang telah berhasil dilewati bangsa Indonesia hingga saat ini. Mulai dari nasionalisasi, hyperinflasi, krisis ekonomi dan keuangan tahun 1998, serta krisis global tahun 2008.


“Bangsa Indonesia selalu mampu keluar dari krisis dan menjadi lebih baik. Kita juga akan berjuang dalam menghadapi situasi hari ini dengan semangat yang sama,” tutur Sri Mulyani.


Mengenai pernyataan ini, Rizal Ramli memberi komentar melalui unggahan di media sosial Twitter, Sabtu, 31 Oktober 2020.


Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini mengatakan ada hal lain yang turut merusak perekonomian Indonesia.


“Bener sih dirusak penjajah. Tapi belakangan, dirusak oleh Menkeu Terbalik yang sangat untungkan kreditor dan rugikan rakyat dan bangsa Indonesia,” tulis Rizal Ramli, dikutip PORTAL JEMBER dari akun Twitter @RamliRizal.


Sebelumnya, pada Kamis, 29 Oktober 2020, Rizal Ramli membuat unggahan yang mengutip laporan dari lokadata yang bertajuk “Indonesia di mata investor surat utang”.


Dalam cuitannya, Rizal menyoroti yield surat utang Vietnam yang lebih rendah dibandingkan Indonesia.


“Inilah prestasi Menkeu ‘Terbalik’, menguntungkan kreditor, tapi sangat merugikan rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar Rizal Ramli.


“Peringkat Indonesia dan Vietnam nyari sama. Tapi yield surat utang Vietnam (3,5%) lebih rendah dibandingkan Indonesia (8,4%)! Luar biasa ndablek,” lanjutnya.


Sementara itu, pada momen Hari Oeang ke-74 RI, Sri Mulyani juga menyampaikan sejumlah pesan untuk jajaran Kemenkeu yang memiliki peran sangat penting bagi perekonomian Inodnesia.


“Seluruh jajaran Kementerian Keuangan harus terus berpikir positif dan mampu berkontribusi sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin untuk menangani pandemi dan meringankan beban mereka yang terdampak,” kata Sri Mulyani.


Untuk melanjutkan upaya pemulihan ekonomi dengan reformasi struktural, Sri Mulyani mengajak jajaran Kemenku untuk menjalankan tugas dan fungsi secara aktif.


Sri Mulyani juga berharap jajaran Kemenkeu terus fokus mentransformasikan institusi Kemenkeu dalam menyederhanakan berbagai regulasi dan birokrasi.


(***)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »