Opini

Parlemen

Sports

Hendropriyono Minta Keturunan Arab Jangan Provokasi, Ferdinand: Beliau Bicara Data

          Hendropriyono Minta Keturunan Arab Jangan Provokasi, Ferdinand: Beliau Bicara Data
Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan AM Hendropriyono yang meminta WNI keturunan Arab jangan melontarkan provokasi.

Hendropriyono Minta Keturunan Arab Jangan Provokasi, Ferdinand: Beliau Bicara Data
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan AM Hendropriyono yang meminta warga negara Indonesia (WNI) keturunan Arab jangan melontarkan provokasi.


Ferdinand Hutahaean meyakini pernyataan AM Hendropriyono tersebut pastinya berdasarkan data, informasi dan analisis.


“Beliau Jendral TNI, intel yang punya banyak data, informasi dan analisis,” kata Ferdinand lewat cuitannya di Twitter, Selasa 20 April 2021.


Maka dari itu, menurut Ferdinand, ketika Hendropriyono berbicara soal WNI keturunan Arab pastinya didasari data dan analisis.


“Maka ketika beliau bicara seperti ini, pasti didasari data dan analisis,” ujar Ferdinand Hutahaean.


Dalam cuitannya itu, Ferdinand Hutahaean juga menyertakan foto tangkapan layar pemberitaan berjudul ‘Hendropriyono: WNI Keturunan Arab Jangan Jadi Provokator’.


Mengutip Beritasatu.com, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono memperingatkan Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Arab yang menjadi elite politik tidak menjadi provokator.


Pernyataan tersebut disampaikan AM Hendropriyono saat Pemilu 2019 lalu. Menurutnya, sebagai elite yang diterima masyarakat Indonesia seharusnya WNI keturunan Arab memberikan contoh yang baik.


“Saya ingin memperingatkan bangsa Indonesia, WNI keturunan Arab supaya sebagai elite yang dihormati oleh masyarakat kita, cobalah mengendalikan diri jangan menjadi provokator,” tutur Hendropriyono, Senin 6 Mei 2019 lalu, di Lemhanas Jakarta Pusat.


Menurut Hendropriyono, banyak WNI Arab yang dihormati oleh rakyat Indonesia. Karena itu, pernyataan mereka tentu bisa berpengaruh untuk orang lain atau masyarakat Indonesia.


“Saya ingatkan, karena di dusun, di desa, masyarakat kita kalau ada orang Arab pidato, bicara semua cium tangan. Kalau China tidak ada yang cium tangan di kampung-kampung. Artinya masyarakat keturunan Arab WNI tahu posisinya yang dimuliakan rakyat, dengan dimuliakannya tahulah dalam posisi yang diharapkan mengayomi. Jangan memprovokasi untuk melakukan politik jalanan, apa pun namanya lah. Tetapi itu di jalan, tidak disiplin,” jelasnya.


Hendropriyono memang enggan menuduhkan kepada perseorangan, tetapi dia memperingatkan bagi semua WNI keturunan Arab yang dihormati oleh banyak rakyat. Dia juga membantah jika pernyataannya tersebut bernuansa SARA.


“Saya tidak memiliki kepentingan apapun, apalagi memojokan kelompok tertentu. Bukan cuma Habib Rizieq Syihab, tapi elite lainnya. Agar bisa menahan diri dan tidak memprovokasi,” ujarnya.


Source: makassar.terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...