Opini

Parlemen

Sports

Merinding, Gempuran Maut Pemberontak Houthi Yaman Hancurkan Saudi

          Merinding, Gempuran Maut Pemberontak Houthi Yaman Hancurkan Saudi
Merinding, Gempuran Maut Pemberontak Houthi Yaman Hancurkan Saudi.

Merinding, Gempuran Maut Pemberontak Houthi Yaman Hancurkan Saudi
BENTENGSUMBAR.COM - Pemberontak Houthi Yaman mengklaim penyerangan ke benteng terakhir pemerintah Arab Saudi di utara, dan dilaporkan banyak korban.


Pemberontak menguasai penuh medan perang barat laut Kassara dan membuat kemajuan di garis depan barat meskipun ada serangan udara oleh koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman.


Marib dan ladang minyak di sekitarnya merupakan kantong signifikan terakhir dari wilayah yang dikuasai pemerintah di utara, sisanya berada di bawah kendali pemberontak, termasuk ibu kota Sanaa.


Dilansir AFP, Minggu, 25 April 2021, pertempuran sengit itu telah menewaskan sedikitnya 65 orang selama dua hari terakhir saja, termasuk sekitar 26 personel loyalis, di antaranya empat perwira.


Dilaporkan Houthi kini telah menguasai front Kassara, pertempuran pindah ke daerah Al-Mil, 6 km (4 mil) dari pusat Marib dan pusat populasinya.


Namun, pegunungan di sekitar Al-Mil tetap menjadi penghalang yang tangguh bagi pemberontak yang melancarkan kampanye mereka untuk kota Marib pada Februari.


Sumber-sumber pemerintah mengatakan Houthi mengerahkan ratusan bala bantuan dalam beberapa hari terakhir untuk mencapai keuntungan, menggunakan sepeda motor setelah koalisi menargetkan kendaraan militer mereka.


Sebagai informasi, hilangnya Marib akan menjadi pukulan besar bagi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan bagi Arab Saudi, yang telah mendukungnya secara militer sejak Maret 2015 setelah pemberontak merebut Sanaa.


Selain itu, sekitar 140 kamp telah bermunculan di gurun sekitarnya untuk menyediakan perlindungan dasar bagi hingga dua juta orang terlantar.


Meningkatnya permusuhan telah membuat 13.600 orang mengungsi di Marib tahun ini, dan menempatkan beban berat di kota itu selama gelombang virus corona kedua.


Karena kekurangan air bersih dan listrik, permukiman darurat meluap dan penduduk kamp mengatakan bahwa mereka telah berulang kali berada di bawah penembakan Houthi.


Pemberontak juga meningkatkan serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap negara tetangga Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir, menuntut pembukaan wilayah udara dan pelabuhan Yaman. Mereka telah menolak proposal Saudi untuk gencatan senjata.


Houthi juga menyatakan mereka menyerang dan menghantam pangkalan udara Raja Khalid di Khamis Mushait dengan pesawat tak berawak di Arab Saudi selatan, tetapi koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengatakan mereka mencegat dan menghancurkannya.


Source: GenPI.co

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...