Headline

Opini

Parlemen

Sports

Sindir Hehamahua Soal Tradisi Yahudi, FH: Orang Tua Ini Harusnya Bepergian Naik Unta

          Sindir Hehamahua Soal Tradisi Yahudi, FH: Orang Tua Ini Harusnya Bepergian Naik Unta
Ferdinand Hutahaean atau FH turut mengkritik Abdullah Hehamahua yang melarang tepuk tangan karena dianggap sebagai tradisi Yahudi.

Sindir Hehamahua Soal Tradisi Yahudi, FH: Orang Tua Ini Harusnya Bepergian Naik Unta
BENTENGSUMBAR.COM - Ferdinand Hutahaean atau FH turut mengkritik Abdullah Hehamahua yang melarang tepuk tangan karena dianggap sebagai tradisi Yahudi.


Ferdinand menyinggung bahwa Abdullah Hehamahua melarang tepuk tangan namun masih menggunakan teknologi yang katanya adalah tradisi Yahudi.


Mantan politisi Partai Demokrat itu lantas menyindir agar sebaiknya Abdullah Hehamahua bepergian menggunakan unta saja.


“Melarang tepuk tangan tapi kemana-mana naik mobil, kalau jauh naik pesawat. Tidur pake AC pendingin ruangan, majanan dirumah disimpan di kulkas dan duduk santai di sofa. Memang itu tradisi siapa?” katanya melalui akun Twitter pada Minggu, 24 April 2021.


“Orang tua ini mestinya naik onta kemana-mana kalau pergi,” tambah Ferdinand.


Sebelumnya, Abdullah Hehamahua, Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi ramai dibicarakan karena melarang kadernya untuk tepuk tangan.


Hal itu terjadi dalam Orientasi dan Rapat Kerja Nasional DPP Partai Masyumi digelar di Hotel Balairung Jl Matraman Raya, Jakarta Timur pada Sabtu, 24 Aprill 2021.


Saat itu, Abdullah Hehamahua naik ke mimbar untuk berbicara di depan para kader dan petinggi partai.


Ketua TP3 Laskar FPI itu awalnya berbicara soal sejarah perjuangan politikus Islamis di awal kemerdekaan Indonesia dan bagaimana tokoh-tokoh islamis memperjuangkan Islam sebagai dasar negara.


Abdullah Hehamahua mengklaim bahwa IJ Kasimo merupakan pemimpin Partai Katolik yang setuju jika Islam dijadikan dasar negara.


“Saudara-saudara, Presiden Jokowi, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Menko Polhukam, dengar bahwa Partai Katolik dipimpin oleh Kasimo menerima Islam sebagai dasar negara,” kata Abdullah Hahamahua, dilansir dari Detik News.


Pernyataan Abdullah Hehamahua langsung disambut riuh oleh peserta rapat dengan takbir dan tepuk tangan.


Namun, Abdullah Hehamahua menegur kader Masyumi yang melalukan itu. Menurutnya, tepuk tangan adalah budaya Yahudi.


Ia menegaskan bahwa ciri Masyumi adalah takbir, bukan tepuk tangan.


“Maaf, ciri Masyumi tidak ada tepuk tangan. Ciri Masyumi adalah takbir. Tepuk tangan adalah budaya Yahudi. Saya mohon betul, sesudah ini tidak ada lagi dalam acara-acara Masyumi tepuk tangan. Tapi ciri Masyumi adalah takbir,” tegasnya yang kemudian disambut pekikan takbir.


Source: makassar.terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...