Opini

Parlemen

Sports

Disebut Penyuka Wanita Cosplay Sailor Moon, Pengacara Munarman: Dosa Saya Bergugur

          Disebut Penyuka Wanita Cosplay Sailor Moon, Pengacara Munarman: Dosa Saya Bergugur
Pengacara Munarman, Aziz Yanuar menanggapi perihal isu miring tentang dirinya yang menyebut bahwa dirinya penyuka kostum Sailor Moon.

Disebut Penyuka Wanita Cosplay Sailor Moon, Pengacara Munarman: Dosa Saya Bergugur
BENTENGSUMBAR.COM - Pengacara Munarman, Aziz Yanuar menanggapi perihal isu miring tentang dirinya yang menyebut bahwa dirinya penyuka kostum Sailor Moon.


Aziz mengomentari hal tersebut dengan enggan menanggapi lebih lanjut.


Menurut Aziz, dengan dibicarakan hal tentangnya bisa menggugurkan dosa serta menambah pahala.


“No comment,” katanya seperti yang dilansir dari Suara, Minggu 2 Mei 2021.


“Tidak ada tanggapan. Biar menjadi penggugur dosa saya atau menjadi pahala bagi saya,” terangnya.


Di sisi lain, beredar di media sosial kabar Aziz merupakan penggemar kartun Sailor Moon.


Kabar ini bahkan disoroti oleh pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang mengatakan bahwa Aziz menggemari perempuan berkostum tokoh protagonis perempuan berkekuatan super dengan pakaian bergaya pelaut.


“Dari informasi, dia ini hobi kencan dengan wanita dengan kostum cosplay sailor moon,” ujar Eko.


Eko kemudian menyoroti Aziz yang membela Munarman dengan mengatakan bahan peledak hanyalah cairan pembersih toilet.


“Dan sekarang Aziz membela sekutunya Munarman, soal alat pembuat bom tadi tapi disebut alat untuk bersihkan WC,” tutur Eko Kuntadhi.


Tak hanya Eko, akademisi Universitas Indonesia, Ade Armando juga menyoroti perihal ini.


“Dia (Aziz Yanuar) kabarnya dijuluki Sailor Moon karena menyukai pasangan-pasangan yang mengenakan kostum figur anime Jepang, yaitu Sailor Moon,” ujar Ade.


Ade menilai hal tersebut tak etis mengingat Aziz pernah menjadi bagian dari ormas Islam.


“Bisa dibilang, satu per satu sisi negatif mereka yang mengaku-ngaku pejuang Islam ini terbongkar,” tuturnya.


Source: makassar.terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...