Opini

Parlemen

Sports

Peran Milenial Menuju Kebangkitan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19

          Peran Milenial Menuju Kebangkitan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Peran Milenial Menuju Kebangkitan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19.
BENTENGSUMBAR.COM - Masa Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 yang lalu sampai saat ini seakan Tuhan sedang menyadarkan manusia yang hidup di bumi akan ‘ketidakberdayaan’ dan ‘kelemahan’ manusia itu sendiri sebagai makhluk-NYA.

Keadaan ini meruntuhkan teori-teori ekonomi ditinjau dari sisi supply/demand maupun produksi serta pemasaran, sehingga merontokkan sendi-sendi perekonomian masyarakat di seluruh dunia. Banyak pekerja yang di-PHK karena perusahaan tak lagi mampu menghasilkan keuntungan yang membuat perusahaan tersebut mengalalmi kebangkrutan.

Terjadilah pengangguran dimana-mana. Ditambah pula dengan adanya pembatasan arus lalu lintas orang dan barang skala lokal maupun daerah bahkan antar negara.

Namun, di sisi yang lain, masa Pandemi ini memberikan nafas baru serta angin segar bagi mereka yang cepat melihat peluang untuk diambil kemanfaatannya. 

Terutama bagi kaum MILENIAL yang berusia rata-rata antara 25–35 tahun pada tahun 2021 ini. Dimana peran ‘Teknologi Digital’ sebagai sebuah keniscayaan di dalam kegiatan – baik usaha pribadi maupun usaha korporat yang tidak bisa dielakkan lagi.

Hal ini terungkap di dalam sebuah "Kajian Ekonomi Digital”, diberi Tema: “Membangun Kesadaran MILENIAL Melalui Kekuatan Gerakan Ekonomi Komunitas Digital  4.0”, yang dilaksanakan secara virtual pada hari Jumat, 14 Mei 2021, pukul 06:00- 08:30 WIB.

Hadir dalam acara ini sebagai nara sumber, 1. Amalia Aisyah, S.T., (Executive Secretary PT. Geni Mandiri Sejahtera – penyedia platform dagang digital GENI), 2. Fariz Taufiqurrahman (Pegiat UMKM Milenial), yang digagas oleh Mangesti Waluyo Sedjati (Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Pusat; Wakil Ketua Umum Kadin Jatim; Founder Yayasan Baitul Izzah (KBIHU/Travel Umroh; Ponpes Tahfidz Qur’an) serta Agus Maksum bertindak sebagai moderatornya.

“Sekarang kita hidup pada Era Digital 4.0, dimana saat ini lebih banyak berurusan dengan digitalisasi. Gadget tidak lagi menjadi barang mewah bahkan hampir setiap orang memiliki Gadget. Penggunaan handphone sudah hampir merata sampai di seluruh pelosok negeri. Pemanfaatan platform digital di semua lini kehidupan sudah menjadi keniscayaan, jika tidak mau tertinggal dalam kemajuan diri secara ilmu pengetahuan juga usaha yang akan, sedang dan sudah dikerjakan,” demikian Amalia Aisyah menekankan.

Lebih lanjut Amalia Aisyah mengungkapkan bahwa gaya hidup milenial kekinian sangat berbeda dibanding sebelum tahun 1980-an, dimana mulai bangun tidur pagi hari sampai tidur lagi malam hari, pemakaian gadget/ handphone berkisar rata-rata 7 jam.

“Platform dagang digital GENI – kependekan dari Gerakan Ekonomi Nasional Indonesia kami buat agar kaum milenial dapat memanfaatkan teknologi digital ini secara baik sehingga dapat pula memberikan keuntungan secara finansial. Pemasaran produk dapat dilakukan melalui platform digital ini,” tandasnya.

Pada kesempatan lain, Fariz Taufiqurrahman menguraikan pengalaman pribadi sebagai sosok pengusaha milenial yang mana harus siap menghadapi resiko: meninggalkan pekerjaan tetap, mengorbankan tabungan pribadi, mengorbankan waktu istirahat dan bermain, menghadapi kerugian, merasakan kesalahan analisis bisnis, kehilangan tim dan dikhianati, kehabisan sumber daya dan stress serta depresi.

“Wama ladzatu illa ba'da ta'ab, yang artinya tak ada kenikmatan kecuali sesudah kepayahan,” ungkap Fariz Taufiqurrahman mengingatkan kepada peserta akan sebuah peribaha Arab yang dia pakai sebagai motto kehidupannya.

Pada penutup acara, Mangesti Waluyo Sedjati menerangkan bahwa kajian seperti ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum’at pagi dengan berbagi ilmu bersama nara sumber yang disesuaikan dengan tema saat itu. Diharapkan akan tumbuh pengusaha milenial baru ke depannya. Acara yang dihadiri berkisar 70 peserta ini sangat antusias dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang mengarah kepada bagaimana kemajuan usaha dapat diwujudkan.  

Laporan:  H. Ali Akbar
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...