Opini

Parlemen

Sports

Profesor Salim Said Bongkar Hal Mengejutkan, Bikin Kapolri Listyo...

          Profesor Salim Said Bongkar Hal Mengejutkan, Bikin Kapolri Listyo...
Profesor Salim Said Bongkar Hal Mengejutkan, Bikin Kapolri Listyo.

Profesor Salim Said Bongkar Hal Mengejutkan, Bikin Kapolri Listyo...
BENTENGSUMBAR.COM - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia Profesor Salim Haji Said mendadak merespons keras Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar menyingkirkan karangan bunga yang dikirimkan mengatasnamakan berbagai pihak ke Mabes Polri.   


Hal tersebut diungkapkan Salim Said dalam video yang diunggah di kanal YouTube Hersubeno Point. 


Menurut Salim Said, bahwa keberadaan karangan bunga itu bukan lantas menjadi sentimen positif, tetapi justru memprovokasi kebencian di antara masyarakat.  


"Jadi jangan sampai pemerintah malah tampak mengakomodir euforia kebencian kepada Munarman yang belum jelas kesalahannya," jelas Salim Said dikutip GenPI.co, Sabtu, 15 Mei 2021. 


Secara tegas, Salim Said mengaku sudah bertahun-tahun menjadi penasihat Kapolri. Mulai 2000-an hingga di zaman Kapolri Bimantoro.  


"Kalau saya masih penasihat Kapolri, saya akan tulis surat kepada Kapolri supaya bunga-bunga yang dipasang di luar itu yang memprovokasi kebencian kepada Munarman itu disingkirkan dari kantor Kapolri," tegas Salim Said.


Pakar pertahanan ini membeberkan, bahwa kiriman bunga ini sudah terjadi sejak pergantian Gubernur Jakarta, zamannya Basuki Tjahja Purnama (Ahok).   


Salim Said mengatakan, waktu itu halaman kantor gubernur DKI Jakarta penuh dengan bunga-bunga yang menunjukkan permusuhan kepada orang yang mengalahkan Ahok.  


"Ini polanya sama. Ini baru tingkat bunga, bagaimana kalau level lebih tinggi lagi. Tingkat fisik. Kita mau bangsa ini pecah? ribut?" jelas Salim Said.


Salim Said mengingatkan, pemerintah jangan sampai membuat kesan gembira seakan-akan ada dukungan masyarakat.  


Menurutnya, dukungan dari sejumlah kalangan pengirim bunga-bunga tersebut belum bisa diklarifikasi berdasarkan hukum atau bukti hukum.


"Kalaupun ada bukti hukum, maka yang menghukum itu negara, bukan kelompok masyarakat," beber Salim Said.   


Pasalnya, jika kelompok yang kirim bunga itu dibiarkan, maka mungkin juga kelompok lain akan mengirimkan karangan bunga juga.   


"Kalau sudah capek kirim bunga, bisa jadi kirim pentungan," pungkas Salim Said.


Source: GenPI.co 

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...