Headline

Opini

Parlemen

Sports

Gus Umar Heran Indonesia Negara Muslim Terbesar tapi Tak Dapat Kuota Haji: Ada yang Salah Republik Ini?

          Gus Umar Heran Indonesia Negara Muslim Terbesar tapi Tak Dapat Kuota Haji: Ada yang Salah Republik Ini?
Gus Umar Heran Indonesia Negara Muslim Terbesar tapi Tak Dapat Kuota Haji.

Heran Indonesia Negara Muslim Terbesar tapi Tak Dapat Kuota Haji, Gus Umar: Ada yang Salah Republik Ini?
BENTENGSUMBAR.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar, menanggapi kabar bahwa Indonesia tahun ini tidak mendapatkan kuota haji dari pemerintah Arab Saudi.


Dalam keterangannya, Gus Umar dibuat heran dengan pengetatan penerimaan jemaah haji yang dibuat pemerintah Arab Saudi, yang mana Indonesia tidak mendapatkan kuota haji.


Padahal, katanya melanjutkan, Indonesia adalah negara dengan muslim terbesar di dunia.


"Negara dgn muslim terbesar didunia tak dapat kuota haji tahun ini," ujar Gus Umar melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @UmarChelsea75.


Lebih lanjut, Gus Umar berkesimpulan bahwa mungkin memang ada yang salah dengan Indonesia, mengingat negara dengan penduduk muslim terbanyak itu tidak mendapatkan kuota haji tahun ini.


"Ada yg salah dgn Republik ini?" tuturnya melanjutkan.


Sebelumnya Arab Saudi melakukan pengetatan penerimaan jemaah haji 2021, yang berdampak pada Indonesia yang tidak mendapatkan kuota keberangkatan untuk tahun ini.


Dengan keputusan Arab Saudi ini, maka sudah dua tahun berturut-turut Indonesia tidak memberangkatkan jemaah haji ke Tanah Suci.


Disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Indonesia memang tidak bisa memberangkatkan jemaah haji untuk tahun 2021.


Oleh karena itu, Dasco mengatakan bahwa saat ini tidak terlalu perlu untuk membahas soal vaksin untuk jemaah haji.


"Untuk sementara ini kita tidak usah membahas vaksin terlebih dahulu. Karena informasi terbaru yang kita dengar ini kita tidak mendapatkan kuota haji," ujar Dasco dalam keterangannya, Rabu, 2 Juni 2021, dilansir dari Pikiranrakyat-Depok.com.


"Ini tentunya jadi pelajaran bagi kita supaya persoalan terkait vaksin lebih diperhatikan, sehingga hal seperti ini tidak kembali terulang," tuturnya melanjutkan.


Kerajaan Arab Saudi memang melakukan pengetatan jemaah haji, yang mana pihaknya hanya menerima jemaah haji yang sudah disuntik vaksin Covid-19 yang telah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO.


Beberapa vaksin yang telah menerima EUL dari WHO, yakni Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, serta AstraZeneca.


Sementara itu, di Indonesia sendiri pemakaian vaksin AstraZeneca masih dalah jumlah yang sangat terbatas.


(*)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...