Headline

Opini

SOROT

Sports

Profesor ITS Sindir Rezim, Eko Kuntadhi: Otak Orang HTI Rusak

          Profesor ITS Sindir Rezim, Eko Kuntadhi: Otak Orang HTI Rusak
Profesor ITS Sindir Rezim, Eko Kuntadhi Sebut Otak Orang HTI Rusak.

Profesor ITS Sindir Rezim, Eko Kuntadhi: Otak Orang HTI Rusak
BENTENGSUMBAR.COM - Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menanggapi sebuah foto tangkapan layar pemberitaan terkait Profesor ITS Daniel Mohammad Rosyid menyindir rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Covid-19.


Eko Kuntadhi lewat cuitannya di Twitter, Minggu 27 Juni 2021, menilai pemikiran profesor ITS itu rusak. Ia juga menyebut Daniel sebagai orang Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.


Menurut Eko, orang-orang HTI seperti Prof Daniel tersebut pikirannya hanya fokus menghancurkan bangsa Indonesia dengan segala cara.


“Otak orang HTI emang selalu rusak begini ya? Yang mereka pikirin gimana caranya menghancurkan Indonesia dengan segala cara,” cuit Eko Kuntadhi.


Dalam cuitannya itu, Eko Kuntadhi juga menyertakan foto tangkapan layar pemberitaan terkait pernyataan Guru Besar ITS Prof Daniel Mohammad Rosyid.


Dilihat dari narasi artikel pemberitaan yang dimuat situs Suaranasional.com tersebut, tertulis bahwa profesor ITS itu menyebut rezim Jokowi sukses memanfaatkan Covid-19 sebagai weapon of mass deception atau senjata pemusnah massal demi kepentingan politik.


Akan tetapi, setelah ditelusuri lewat mesin pencarian Google dengan kata kunci ‘Guru Besar ITS rezim manfaatkan Covid-19’ artikel pemberitaan itu tidak lagi dapat ditemukan.


Mengutip Minews.id, pernyataan Prof Daniel Mohammad Rosyid tersebut menuai reaksi dari Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB).


Direktur Eksekutif LKAB, Rudi Kamri mendesak Polri untuk memproses hukum pernyataan Guru Besar ITS itu.


“Aparat harus bertindak tegas terhadap pernyataan itu,”ujar Rudi.


Menurutnya, profesor ITS yang pernah menolak pembubaran HTI tersebut secara gegabah membangun narasi provokatif dengan menuduh rezim Presiden Jokowi menggunakan virus Covid-19 sebagai senjata pembunuh massal (Weapon of Mass Deception).


Narasi Prof Daniel Mohammad Rosyid menurut pihaknya juga hanya sekadar asumsi dan tak berdasarkan data yang jelas.


Source: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...