Opini

Parlemen

Sports

Sindir Novel Bamukmin, Ferdinand: Anak SD Lebih Cerdas dan Beradab

          Sindir Novel Bamukmin, Ferdinand: Anak SD Lebih Cerdas dan Beradab
Ferdinand Hutahaean menyindir Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.

Sindir Novel Bamukmin, Ferdinand: Anak SD Lebih Cerdas dan Beradab
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyindir Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin yang mengkritik keras Menteri Agama Gus Yaqut terkait sertifikasi penceramah.


Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 5 Juni 2021, menyebut anak Sekolah Dasar (SD) lebih cerdas dan beradab dibanding Novel Bamukmin.


“Padahal anak SD saja lebih cerdas dari orang ini soal memilih kata. Lebih sopan, lebih beradab dan lebih berakal budi,” cuit Ferdinand Hutahaean.


Menurutnya, pernyataan Novel Bamukmin terhadap Gus Yaqut soal sertifikasi penceramah telah merendahkan orang nomor satu di Kementerian Agama tersebut.


Ia pun meyakini, kehidupan Bamukmin tidak lebih baik dari orang-orang yang ia rendahkan tersebut.


“Orang yang senang merendahkan orang lain dengan pola seperti ini, saya yakin hidupnya tak lebih baik dari yang dia rendahkan,” tutur Ferdinand.


Selain itu, Ferdinand Hutahaean juga menilai Novel Bamukmin hanya orang yang iri lantaran kehidupan orang lain lebih diberkati dibanding dirinya.


“Orang seperti ini hanya karena sirik orang lain lebih diberkati,” ucapnya.


Dalam cuitannya itu, Ferdinand Hutahaean juga menyertakan foto tangkapan layar pemberitaan berjudul ‘Novel Bamukmin Kritik Keras Yaqut: Lulusan SMA Ngatur Agama Maka Tinggal Tunggu Kehancuran’.


Sebelumnya, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengomentari perihal pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut yang akan memberlakukan sertifikasi penceramah.


Novel menilai keputusan Yaqut memsertifikasi penceramah tersebut sebaiknya tidak dilakukan karena menurutnya, pendakwah sudah memahami soal wawasan kebangsaan.


Ia pun berpendapat, masalah terbesar adalah dimana para pejabat berambisi besar untuk kekuasaan.


“Namun, yang jadi masalah adalah para pengelola negara ini yang memaksakan kehendak ambisi politik mungkarnya sehingga bangsa ini dibuat gaduh terus,” ujar Novel, Sabtu 5 Juni 2021 seperti dikutip dari JPNN.com.


Novel Bamukmin juga menyindir pejabat yang menurutnya tak terlalu paham agama tapi diberikan amanat untuk mengatur urusan keagamaan di Indonesia.


“Bahkan membuat gaduh negara ini dengan pernyataan nyeleneh yang menyulut umat Islam. Bahkan diduga cuma lulusan SMA bisa mengatur agama maka kata Rasulullah tinggal tunggu kehancurannya saja,” ujarnya.


Source: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...