Headline

Opini

SOROT

Sports

Fadjroel Rachman Ungkap Jokowi Senang Dikritik: Karena itu Jantung Demokrasi, Kalau Hilang Kayak Kuburan

          Fadjroel Rachman Ungkap Jokowi Senang Dikritik: Karena itu Jantung Demokrasi, Kalau Hilang Kayak Kuburan

Fadjroel Rachman Ungkap Jokowi Senang Dikritik: Karena itu Jantung Demokrasi, Kalau Hilang Kayak Kuburan
BENTENGSUMBAR.COM - Akhir-akhir ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ramai dikritik oleh sejumlah pihak.


Terbaru, Jokowi dikritik dan dinobatkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) sebagai ‘The King of Lip Service’.


Kritik tersebut lantas ramai dan berbuntut berbagai masalah. Bahkan rektor UI, Ari Kuncoro dan Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra sempat menjadi sorotan publik Indonesia.


Menanggapi seluruh kritik yang dilontarkan pada Jokowi, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menuturkan, Jokowi senang mengetahui di Indonesia kritik tetap ada, karena menurutnya kritik adalah jantung demokrasi.


Hal ini Fadjroel sampaikan melalui akun Instagramnya @fadjroelrachman pada Jumat, 2 Juli 2021.


"Presiden sudah tersenyum, tertawa, legawa apalagi-lah bahasanya. Beliau itu senang sekali melihat di Indonesia kritik itu tetap ada, beliau senang sekali. Mau dari mahasiswi UI, mahasiswa ITB, UGM atau apa pun, beliau senang, berarti karena beliau percaya bahwa kritik itulah jantungnya demokrasi," ungkapnya.


Fadjroel menegaskan, jika kritik hilang, maka demokrasi juga tidak akan ada dan bagaikan kuburan yang sunyi sepi.


"Jadi kritik itu jantungnya demokrasi, kalau jantungnya hilang, ya sudah demokrasinya sudah nggak hidup lagi, sepi nanti, sunyi sepi. Seperti di kuburan, kuburannya megah tapi sunyi sepi. Nah, itu kalau nggak ada kritik, jadi kritik itu memang jantungnya demokrasi," jelasnya.


Oleh karena itu, kata dia, Jokowi selalu tersenyum bahkan tertawa mengetahui ada yang mengkritiknya. Fadjroel juga berterimakasih kepada siapapun yang melontarkan kritiknya, namun ia berharap seluruh masyarakat tetap mengedepankan sopan santun.


"Nah, makanya presiden, beliau tersenyum, tertawa legawa. Terima kasih atas kritiknya karena kritik itu bagian demokrasi, walaupun ada bagian tambahan, tolong di Indonesia itu kan tetap ada yang namanya sopan santun. Dalam tradisi kita, itu tetap penting," pungkasnya.


Source: Galamedia

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...