Headline

Opini

SOROT

Sports

IDN – SEED Dorong UMKM di Indonesia Bersaing di Pasar Global

          IDN – SEED Dorong UMKM di Indonesia Bersaing di Pasar Global
BENTENGSUMBAR.COM - UMKM itu beda dengan pengusaha besar. Hasil produk yang dijual oleh pelaku UMKM jumlah dan nilainya tidak besar, makanya Skytrade Goorita bisa sebagai solusi dalam pengiriman/ kurir dengan tonase di bawah 30 Kg dan nilai transaksi di bawah USD1.000. Migran walker yang menjadi potensi pasar yang diberdayakan untuk memperkenalkan produk-produk UMKM dari Indonesia.

Indonesian Diaspora SME-SMI Export Empowerment & Development (IDN-SEED) adalah organisasi independent yang terdiri dari para Diaspora Indonesia dari berbagai negara yang bersinergi dengan para pemberdaya UKM-IKM dan para pelaku Ekspor Indonesia dengan tujuan untuk melakukan pembinaan dan pengembangan UKM-IKM Indonesia berkelanjutan supaya dapat berdaya saing dan masuk ke pasar perdagangan internasional.

Hal-hal tersebut di atas mengemuka di dalam sebuah acara yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dengan tema ,”Strategi Pengembangan Produk UMKM Orientasi Ekspor Indonesia” yang diselenggarakan oleh ICMI - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia pada hari Rabu, 7 Juli 2021, dimulai sejak pukul 15.30 - 17.00 WIB.

Sebagai Opening Speech acara ini disampaikan oleh Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA – Wakil Ketua Umum ICMI | Ketua Umum ISMI dan Dr. Ir. Mohammad Jafar Hafsah – Sekjen ICMI.

Para narasumber yang hadir antara lain: Ira Damayanti, S. Ds – Ketua Umum Indonesia Diaspora SME Export Empowerment Development (ID SEED), Tengku Irham Kelana, ST – Direktur Skytrade – Goorita. Sedangkan sebagai moderator adalah Surry Masyhur, SE dan Host-nya adalah Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA – Wasekjen ICMI sekaligus sebagai Ketua Program ICMI Talks.

Terselenggaranya acara ini didukung oleh: Euro Management Indonesia, PT. Dimas Mitra Solusi IT, Indonesia Diaspora SME - SMI Export Empowerment Development (ID SEED), Skytrade GOORITA, Euro Management Indonesia, IAJ Ikatan Alumni Jerman, IJB-Net, ICMI Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Euro Management Indonesia, TU Delft Alumni Chapter Indonesia, ISMI Ikatan Saudagar Muslim Indonesia, IASPRO Ikatan Alumni Riset Pro, KAJI Jepang, Alumni Imperial College London Alumni Chapter Indonesia, IATI Ikatan Auditor Teknologi Indonesia, dan Lazy Sunday Dessert Box.

Ira Damayanti memaparkan bahwa fungsi diaspora adalah untuk mendampingi UMKM dalam terjadinya meeting point dengan buyer juga sebagai suksessor produk-produk UMKM di negara yang bersangkutan.
Istilah diaspora (bahasa Yunani kuno: διασπορά, "penyebaran atau penaburan benih") digunakan (tanpa huruf besar) untuk merujuk kepada bangsa atau penduduk etnis manapun yang terpaksa atau terdorong untuk meninggalkan tanah air etnis tradisional mereka; penyebaran mereka di berbagai bagian lain dunia, dan perkembangan yang dihasilkan karena penyebaran dan budaya mereka.

Sementara itu, Ilham Habibie menegaskan, “Mengapa kita harus ekspor? Jika tidak ekspor, kita akan ketinggalan inovasi, ketinggalan trend. Justru dengan ekspor ini akan menambah daya saing kita di pasar global dibanding hanya menjual untuk kebutuhan konsumen dalam negeri semata.”

“Jangan dianak-tirikan ekspor. Indonesia sebagai pasar terbesar di dunia. Makanya kita harus melakukan ekspor untuk menumbuhkan daya saing dengan produk yang ada di luar negeri. Dalam rangka menaikkan nilai ekspor di Indonesia, maka ICMI telah melakukan beberapa terobosan dalam dunia usaha yang akan ditindaklanjuti agar produk para pelaku UMKM dari Indonesia bisa bersaing dengan produk di manca negara,” tukasnya.

Jafar Hapsah menyampaikan kepada peserta yang hadir sekitar 100-an orang ini bahwa masa pandemi Covid-19 ini dapat dijadikan peluang untuk masuk ke pasar rekspor. Sebagai pelaku UMKM itu harus punya inovasi, menggandeng pihak lain dengan berkolaborasi yang saling menguntungkan serta bagaimana kita bisa mengatur SDM yang ada untuk meningkatkan kualitas produk.

Mohamad Bawazeer – Ketua Kadin Komite Timur Tengah dan OKI mengungkapkan bahwa UMKM di Indonesia harus mampu memiliki daya saing dari segi kualitas juga harga. KADIN sebagai usaha non-profit diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM yang menyasar pasar ekspor serta juga menumbuhkembangkan pelaku UMKM yang berorientasi ekspor.

Mufti Hamka – Wakil Ketua KADIN menaruh harapan ke depan adanya kolaborasi antara ICMI, ISMI dan KADIN serta stakeholder lainnya dalam rangka memasuki pasar Halal untuk orientasi ekspor. Adanya scale up pelaku usaha saudagar muslim di Indonesia dan juga produk-produk yang dipasarkan di luar negeri.

“Perlu juga dibangun ekosistim usaha di Indonesia. Adanya Market Challenge Intelligence dimaksudkan untuk melihat peluang pasar yang ada di luar negeri dengan bantuan pelaku UMKM yang sudah berhasil dan sukses di pasar global,” pungkas Mufti Hamka.

Tengku Irham – Direktur Sytrade Goorita memaparkan bahwa “Goorita menyediakan layanan pengiriman internasional termurah dan tercepat. Selain itu Goorita juga siap membantu pengelolaan toko online di marketplace di luar negeri. Motto kami ‘Tidak ribet, Mudah, Murah dan Cepat’.”

Laporan: H. Ali Akbar
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...