Headline

Opini

SOROT

Sports

Menolak Disalahkan Soal Mangkraknya Hambalang, Demokrat: Bisa Diteruskan, tapi Dibuat ‘Candi’ oleh Jokowi

          Menolak Disalahkan Soal Mangkraknya Hambalang, Demokrat: Bisa Diteruskan, tapi Dibuat ‘Candi’ oleh Jokowi

Menolak Disalahkan Soal Mangkraknya Hambalang, Demokrat: Bisa Diteruskan, tapi Dibuat ‘Candi’ oleh Jokowi
BENTENGSUMBAR.COM - Partai Demokrat menolak untuk terus-menerus disalahkan atas Proyek Hambalang yang mangkrak karena tersandung kasus korupsi di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra mengatakan bahwa pembangunan Hambalang sebenarnya dapat diteruskan di pemerintahan ini.


Namun, menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) lah yang telah membuat pembangunannya tak berlanjut.


“Hambalang bisa diteruskan. Tapi dibuat jadi ‘Candi’ oleh Presiden Jokowi,” katanya melalui akun Twitter Herzaky_mp pada Minggu, 18 Juli 2021.


Herzaky mengatakan itu sebagai respons terhadap sindiran pegiat media sosial, Denny Siregar yang mengatakan bahwa kasus Hambalang akan selamanya muncul dalam hidup SBY.


Pernyataan Herzaky itu kemudian didukung oleh kader Partai Demokrat lainnya, yakni Yan Harahap.


Yan Harahap mengatakan bahwa kasus Hambalang telah selesai dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan kepada Jokowi untuk dapat diteruskan pembangunannya.


“Tetapi tak dilanjutkan oleh Pak Jokowi. Sengaja dimangkrakkan? Wallahua’lam. Jadi, dapat disimpulkan yang bikin mangkrak Hambalang adalah Pak Jokowi,”  jelas Yan Harahap.


Sebagai catatan, pada Maret 2021 lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali menyampaikan bahwa Pemerintah berencana melanjutkan pembangunan Hambalang.


“Kita sedang mempertimbangkan untuk melihat Hambalang menjadi tempat untuk sentra atlet senior dan atlet elite kita yang sudah siap bertanding,” kata Zainuddin pada Senin, 15 Maret 2021, dilansir dari CNN Indonesia.


Terkait rencana ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Renanda Bachtar memberikan komentar.


Renanda mengatakan bahwa sudah jadi kewajiban pemimpin setelah SBY untuk melanjutkan pembangunan Hambalang.


“Karena di sisa era SBY tak bisa/boleh dilanjutkan karena masih dalam proses hukum. Jika hingga akhir 2024 tak selesai, kita tahu siapa yang bikin ini mangkrak,” tandasnya.


Source: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...