Headline

Opini

SOROT

Sports

Singgung Tukang Mebel Jadi Presiden, Rachland: Kenapa Menuduh Saya Menghina?

          Singgung Tukang Mebel Jadi Presiden, Rachland: Kenapa Menuduh Saya Menghina?

Singgung Tukang Mebel Jadi Presiden, Rachland: Kenapa Menuduh Saya Menghina?
BENTENGSUMBAR.COM - Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik akhirnya menganggapi kritikan yang ia terima setelah mencuit soal “tukang mebel jadi presiden”.


Rachland Nashidik mempertanyakan mengapa pernyataannya itu dianggap menghina oleh beberapa pihak.


Padahal, ia hanya membalas pernyataan netizen yang heran mengapa seorang mantan penjual jam tangan imitasi bisa menjadi Komisaris BUMN.


“Seorang pendengung di kubu Jokowi yang dulu pernah berjualan jam tangan imitasi. Netizen gemuruh: kok bisa orang macam itu diangkat jadi Komisaris BUMN?” kata Rachland.


Pernyataannya itu dapat dilihat dalam tulisan yang ia terbitkan di rmol.id pada Minggu, 11 Juli 2021 dengan judul “Sebab Virus Tak Bisa Dituduh Kadrun”.


“Saya menggugat pertanyaan Netizen tersebut. Kenapa heran sales jam tangan imitasi pada masa ini bisa jadi Komisaris BUMN, bila tukang mebel bisa dipilih jadi Presiden?” kata Rachland.


Ia melanjutkan bahwa demokrasi tidak menyoal latar belakang sosial ataupun profesi seseorang.


Ciri dari demokrasi yang berfungsi, kata Rachland, adalah siapa saja berhak jadi Presiden. 


“Maling dan pemuka agama, sales jam imitasi atau tukang mebel, di mata demokrasi punya hak politik yang setara,” jelasnya.


Menurut politisi itu, membedakan antara mana profesi yang lebih mulia dan tidak mulia bukanlah urusan demokrasi.


Prtanyaan penting dalam demokrasi, menurut Rachland, bukan siapa anda, melainkan: Apa tujuan anda? Sebenarnya Anda mau berbuat apa bagi kepentingan publik?


“Jadi kenapa heran? Kenapa menuduh saya menghina? Saya tidak memandang rendah profesi tukang mebel,” ungkapnya.


Rachland menegaskan bahwa ia memandang semua profesi baik dan pasti membutuhkan keahlian tersendiri yang orang lain belum tentu mampu.


“Tapi apakah tukang mebel yang sukses menjadi kaya raya bakal berhasil bila mencoba menjadi, misalnya, pedagang sayur? Bisa dicoba. Bakal berhasil? Belum tentu,” lanjutnya.


Menurut Rachland, Presiden adalah pekerjaan yang jauh lebih berat dari pedagang sayur.


Mesko demikian, belum tentu bahwa tukang mebel yang menjadi Presiden akan gagal.


Akan tetapi, hal yang penting bila terpilih adalah membuktikan bahwa orang itu memang mampu, setidaknya mewujudkan janji-janji kampanye.


Adapun pernyataan Rachland soal tulang mebel jadi presiden yang mengundang kritik ia lontarkan pada Kamis, 1 Juli 2021 lalu.


“Indonesia: Kenapa heran sales jam imitasi bisa jadi komisaris BUMN, kalau tukang mebel bisa dipilih jadi Presiden?” katanya melalui akun Twitter RachlandNashidik.


Source: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...