Headline

Opini

PADANG

Sports

Soal Demo Turunkan Jokowi, Ferdinand: Antek Khilafah Kolaborasi dengan Politisi dan Akademisi Busuk

          Soal Demo Turunkan Jokowi, Ferdinand: Antek Khilafah Kolaborasi dengan Politisi dan Akademisi Busuk

Soal Demo Turunkan Jokowi, Ferdinand: Antek Khilafah Kolaborasi dengan Politisi dan Akademisi Busuk
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari soal seruan aksi turunkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Ferdinand menilai bahwa seruan demo ini datang dari antek khilafah yang berkolaborasi dengan politisi dan akademisi busuk.


“Mereka antek kilafah yang sedang berkolaborasi dengan politisi busuk dan akademisi busuk,” katanya melalui akun FerdinandHaean3 pada Sabtu, 24 Mei 2021.


Menurut Ferdinand, mereka melakukan hal itu untuk melampiaskan dendam kepada Jokowi dengan menunggangi wabah virus covid.


“Indonesia tak akan kalah dengan antek-antek radikal ektrimis dan intoleran yg ingin mengacak-acak bangsa ini. Kami akan lawan!” katanya.


Sebelumnya, beredar poster seruan Aksi Nasional “Jokowi End Game” yang disebut akan dilaksanakan hari ini, Sabtu, 24 Juli 2024.


Untuk mengantisipasi hal itu, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 3.385 personel gabungan untuk melakukan pengamanan.


“(Jumlah personel pengamanan) 3.385 orang,” kata Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Marsudianto pada Sabtu, 24 Juli 2021, dilansir dari CNN Indonesia.


Marsudi mengatakan bahwa personel gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, serta pemda itu telah bersiaga sejak pukul 07.00.


“(Dikerahkan) di sekitaran Monas kemudian sampai di sekitar DPR juga,” ungkapnya.


Dilaporkan CNN Indonesia, beberapa jalan, seperti Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara, dan Jakarta Pusat sudah ditutup barier sejak pagi.


Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo pun mengakui bahwa penutupan ruas tersebut untuk mengantisipasi aksi demo hari ini.


Namun, Sambodo menjelaskan bahwa penutupan ruas jalan di sekitar Monas dan Harmoni sifatnya situasional.


“Penutupan situasional, melihat perkembangan eskalasi di lapangan,” katanya.


Source: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...