Headline

Opini

PADANG

Sports

Kasus Hoaks Meningkat, Puan Maharani: Basmi Penyebaran Hoaks dan Tangkap Oknum yang Bertanggung jawab di Baliknya!

          Kasus Hoaks Meningkat, Puan Maharani: Basmi Penyebaran Hoaks dan Tangkap Oknum yang Bertanggung jawab di Baliknya!
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) lebih memperhatikan data temuan tentang hoaks yang semakin marak belakangan ini. Menurut Puan, harus ada data evaluasi media asal hoaks dan jalan penyebarannya untuk meminimalisir adanya berita bohong di tengah masyarakat.

"Kita segera basmi penyebaran hoaks ini dan tangkap oknum yang bertanggung jawab di baliknya! Ciptakan ketentraman publik dan jauhkan dari hoaks-hoaks yang kontra produktif dari misi penanganan Covid-19 yang sedang kita usahakan," kata Puan dalam keterangan persnya pada Jumat, 13 Agustus 2021.

Puan sendiri menerima data dari Kominfo tentang total hoaks di media sosial yang jumlahnya mencapai 1.849 per Agustus 2021. Dari ribuan hoaks itu, kemudian disebarkan dengan unggahan sebanyak 4.366 unggahan.

Hoaks paling banyak menyebar di media sosial Facebook, kemudian disusul dengan Twitter dengan masing-masing sebanyak 3.713 sebaran dan 567 sebaran. Menyusul, Youtube mencatat ada 49 unggahan hoaks, dan Instagram dengan 35 unggahan. Sisanya ada di TikTok sebanyak 2 unggahan.

Hoaks yang beredar mengangkat tentang Covid-19 sebagai tema utama. Puan memandang bahwa hal ini dapat menghambat penanganan Covid-19, terlebih bila masyarakat lebih mempercayai hoaks tentang pengobatan Covid-19 hingga vaksinasi.

Puan meminta masyarakat juga lebih bijak dalam bermedia sosial. "Gunakan media sosial untuk sesuatu yang positif. Saling membantu sesama masyarakat atau menyiarkan berita-berita yang memberikan kebaikan serta menciptakan semangat di antara sesama," katanya.

Politisi PDI-P ini memandang bahwa hoaks adalah salah satu hal paling berbahaya selama masa Pandemi Covid-19. Apalagi, orang-orang yang percaya akan kabar bohong atau hoaks tersebut akan cenderung keras kepala dan tidak mendengarkan paparan fakta yang memutar balikan hoaks tersebut.

Jika sudah begitu, akan sulit membawa mereka untuk mempercayai kebenaran-kebenaran yang sebenarnya.

"Hoaks ini harus kita basmi, diberantas sampai ke akar-akarnya! Tidak bisa hoaks beredar lebih cepat dari pada fakta. Harus ada penyelidikan yang kuat terhadap hadirnya berita bohong ini," ujar Puan.

Menurut mantan Menko PMK ini, pemberantasan hoaks harus dilakukan secara proaktif, mengajak seluruh lapisan masyarakat. Terlebih jika hoaks itu berhubungan dengan manfaat vaksinasi dan kasus Covid-19.

Sejauh ini, tercatat pula banyak masyarakat yang menolak melakukan vaksinasi virus corona karena termakan hoaks tentang vaksin. Di antaranya adalah vaksin membawa efek negatif pada kesehatan hingga menyebabkan komplikasi parah. Padahal, banyak penelitian yang sudah membuktikan manfaat vaksin untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Puan menyoroti berbagai hoaks yang beredar dari awal pandemi tentang pengobatan-pengobatan Covid-19 yang tidak memiliki latar belakang medis. Menurut Puan, hal tersebut sangat membahayakan karena pasien positif Covid-19 bisa menghindari pengobatan, lebih lagi bisa menyebarkan virus jika tidak mau isolasi mandiri.

"Saya memahami bahwa perkembangan media digital ini akan membuat hoaks selalu ada, maka kita sendiri harus lebih cerdas dalam memilah dan memilih konsumsi pemberitaan. Jangan termakan dengan kabar-kabar miring dari media yang tidak bisa dipercaya," ujar Puan.

Menurut Puan, pers dan media juga punya peranan penting dalam memberantas hoaks ini. Secara aktif hoaks harus dipantau dan dibuat berita yang membalikan kabar bohong tersebut. Berita respons dapat memberikan masukan penelitian ilmiah dan dukungan pendapat para ahli di dalamnya.

"Ini adalah tugas kita bersama. Jangan sampai masyarakat Indonesia, sudah terjebak di dalam pandemi, harus terjebak lagi dalam berita menyesatkan yang membuat kehidupan mereka semakin menderita," kata Puan.

Seluruh usaha harus dilakukan sesegera mungkin agar angka penyebaran hoaks itu turun secara signifikan. Jika pemberitaan umum secara gencar menangani penyebaran hoaks ini, maka masyarakat pun akan semakin melihat perbedaan berita fakta yang disampaikan secara kredibel dan berita hoaks yang berisikan kebohongan.

“Bersama kita basmi hoaks-hoaks yang beredar. Galakan persatuan dan kesatuan dalam pemberantasan. Saya percaya masyarakat Indonesia adalah rakyat yang cerdas dan dapat membedakan pemberitaan bohong. Mari saling edukasi satu sama lain, ciptakan situasi kondusif selama penanganan Covid-19,” kata Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...