Headline

Opini

PADANG

Sports

Kejahatan Kemanusiaan di Timtim Disorot Dunia, Veronica: Contoh 'Penjajahan' yang Paling Sering Diangkat

          Kejahatan Kemanusiaan di Timtim Disorot Dunia, Veronica: Contoh 'Penjajahan' yang Paling Sering Diangkat

Kejahatan Kemanusiaan di Timtim Disorot Dunia, Veronica: Contoh 'Penjajahan' yang Paling Sering Diangkat
BENTENGSUMBAR.COM - Pegiat HAm yang sering disorot karena sering mengangkat masalah Papua, Veronica Koman tak disangka mengungkit masa lalu Timor Timur yang kini merdeka setelah sempat menjadi bagian dari wilayah Indonesia.


Veronica Koman menyebut persoalan kejahatan kemanusiaan dahulu terjadi di Timor Timur dan hingga kini menjadi sorotan dunia.


“Di dunia akademis hukum internasional, Timtim tidak hanya jadi contoh kasus kejahatan terhadap kemanusiaan, tapi juga salah satu contoh kasus 'penjajahan' yang paling sering diangkat,” kata Veronica Koman, dilansir dari netralnews.com pada Sabtu, 14 Agustus 2021.


Pernyataan tersebut disampaikan Veronica Koman saat menanggapi akun Taufik Basari@taufikbasari yang mengatakan:


“12. Kasus kejahatan kemanusiaan di Timtim ini juga menjadi contoh telaahan dan objek dalam dunia akademis dalam bidang hukum ham internasional di berbagai kampus dan diskursus mengenai HAM. In academic discourse, no one denies that it was gross violations of Human Rights,” kata Taufik Basari.


Untuk diketahui, dahulu Timor Leste biasa dinamakan juga Timor Timur (disingkat Timtim, bahasa Tetun: Timor Lorosa'e) adalah sebuah provinsi Indonesia yang pernah berdiri dari tanggal 17 Juli 1976 hingga 19 Oktober 1999. 


Ibu kotanya adalah Dili. Timor Timur berintegrasi dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dijajah selama 450 tahun oleh Portugal. 


Wilayahnya meliputi wilayah bekas koloni Portugal di Pulau Timor yang dianeksasi oleh militer Indonesia melalui sebuah operasi yang dikenal sebagai Operasi Seroja.


Timor Timur secara resmi merdeka menjadi negara Timor Leste pada 20 Mei 2002 setelah referendum yang diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus 1999 menghasilkan 78,5% pemilih memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia.


(*)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...