Headline

Opini

PADANG

Sports

Ngeri! Taliban Jadi Motivator Teroris Seluruh Dunia, Denny Ungkap Densus Lakukan Ini Sebelum Bom Bunuh Diri Bertebaran

          Ngeri! Taliban Jadi Motivator Teroris Seluruh Dunia, Denny Ungkap Densus Lakukan Ini Sebelum Bom Bunuh Diri Bertebaran

Ngeri! Taliban Jadi Motivator Teroris Seluruh Dunia, Denny Ungkap Densus Lakukan Ini Sebelum Bom Bunuh Diri Bertebaran
BENTENGSUMBAR.COM - Denny Siregar mengungkap kaitan kemenangan Taliban di Afganistan dengan jaringan teroris dunia. Menurutnya, kemenangan Taliban menjadi motivasi teroris bergerak.


Ia juga mengungkap bagaimana Densus 88 bergerak mencegah bom bunuh diri bertebaran di mana-mana.


Berikut ulasan lengkap Denny Siregar:


DENSUS 88 BERPACU DENGAN WAKTU..


Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, berita kemenangan Taliban menguasai Afghanistan, akan menggerakkan banyak supporternya di Indonesia.


Kemenangan Taliban seperti motivasi bagi mereka untuk melakukan hal yang sama di Indonesia. Kelompok Jamaah Islamiyah disini punya afiliasi yang sama dengan Taliban, sama-sama terhubung dengan Alqaeda. Dan kemenangan Taliban dijadikan sebuah contoh bagaimana merebut sebuah negara.


Banyak yang bilang bahwa Taliban sekarang sudah berubah menjadi lebih moderat dan sudah tidak terkoneksi lagi dengan Alqaeda. Kalau itu benar, ya Alhamdulillah. Tapi benar atau tidaknya itu sudah bukan masalah. 


Masalahnya adalah Alqaeda menjadikan Taliban sebagai contoh dan motivator ke seluruh jaringan teroris mereka di seluruh dunia. Termasuk Indonesia.


Densus 88 sudah sejak lama memantau situasi ini, sejak Taliban sudah mulai merebut provinsi-provinsi besar di Afghanistan. Radar Densus 88 bekerja, ada pergerakan-pergerakan yang mengarah pada usaha membangun kerusuhan melalui bom bunuh diri di beberapa tempat. Dan ini berkaitan dengan pergerakan Taliban.


Densus bergerak. Menyebar. Mereka harus dicegah sebelum bom bunuh diri bertebaran memakan korban jiwa. Dan benar saja, ada komando yang menggerakkan jaringan itu melalui media sosial. 


Total 53 orang teroris ditangkap satu persatu. 45 dari mereka dari Jamaah Islamiyah. Dan sisanya dari Jamaah Ansharut Daulah atau JAD. Beberapa dari mereka masih dalam pengejaran. Indonesia masih belum terbebas dari sel sel teror yang sejak lama sudah ditanam disini. 


Seperti bom waktu, mereka berdetak ketika jarumnya dipacu. Tinggal adu pintar dan strategi, siapa yang paling kuat ketika diadu. Densus berlomba dengan waktu. Jangan sampai, ketika negara sedang fokus pada pandemi ini, ada kelompok yang memanfaatkannya untuk membuat rusuh.


Bravo, Densus 88. Bravo, Kepolisian. Secangkir kopi untuk kalian..


Seruput..


Denny Siregar


Total 53 Orang Ditangkap


Sementara sebelumnya diberitakan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap lima orang terduga teroris di empat Provinsi Indonesia. Operasi penindakan tersebut dilakukan sejak 16 Agustus hingga 17 Agustus 2021.


Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, empat provinsi tersebut antara lain, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Maluku.


"Senin, 16 Agustus 2021, Jawa Timur, CA dan AF.  Sulawesi Selatan, SAT. Lalu, pada 17 Agustus Sumatera Utara, AMR, dan Maluku NW," kata Ramadhan seperto dilansir MNC Portal Indonesia, Jakarta, Kamis (19/8/2021).


Jika diakumulasi dengan penangkapan Detasemen berlambang burung hantu sebelumnya, saat ini sudah ada 53 terduga teroris yang ditangkap di 11 Provinsi Indonesia.


Dalam penangkapan 48 orang tersebut diketahui berasal dari dua kelompok. Sebanyak 45 dari Jamaah Islamiyah (JI) dan tiga orang dari jaringan media sosial (medsos) Jamaah Ansharut Daulah (JAD).


"Dan jaringan medsos JAD sebanyak tiga tersangka," ujar Ramadhan.


Adapun rincian 48 orang terduga teroris yang ditangkap sebelumnya, serta wilayah mana yang masih ditargetkan melakukan pengejaran.


Kelompok Jamaah Islamiyah (JI)


1. Wilayah Sumatera Utara, ada tujuh target yang akan dilakukan penegakan hukum dan telah ditangkap sebanyak enam tersangka. Sehingga sisanya satu tersangka masih dalam pengejaran. Enam tersangka tersebut dengan inisial RS, IH, AK, RA, HA, dan DI.


2. Wilayah Jambi, ada tiga target dan semuanya berhasil ditangkap yaitu DW, HF, dan IR.


3. Wilayah Lampung, ada tujug target, semuanya ditangkap Densus 88. Mereka adalah, AR, SH, IG, SG, FW, JS dan AS.


4. Wilayah Banten, ada lima target dan semuanya ditangkap oleh Densus 88 yaitu AF, ML, RJ, AS dan MD.


5. Wilayah Jawa Barat, ada enam target, lima diantaranya ditangkap dan satu masih dalam pengejaran. Tersangka yang ditangkap, adalah, FS, US, RH, RS, dan HF.


6. Wilayah Jateng, ada 10 target dan semuanya ditangkap, yakni MM, WM, FA, BB, NP, MD, LS, KT dan DS dan FS. 7. Wilayah Jawa Timur, ada enam target, dan empat sudah ditangkap. Sedangkan dua masih dalam pengejaran. Keempat yang ditangkap adalah, FM, ADP, ES, dan AP.


8. Wilayah Sulsel, ada dua target dan ditangkap semuanya. Mereka adalah NS dan HP.


9. Wilayah Maluku ada dua target, satu tersangka ditangkap dan satu masih pengejaran. Yang ditangkap adalah TE.  


10. WIlayah Kalbar, ada satu target atas nama MD. Ia telah ditangkap oleh Densus 88.


Jaringan media sosial JAD  


11. Wilayah Kaltim tiga orang dan sudah ditangkap semuanya, mereka adalah, WS, RW dan SU. 


Source: netralnews.com

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...