Headline

Opini

PADANG

Sports

Rocky Gerung Kritik Jokowi Soal Klaim Ekonomi Tumbuh 7 Persen: Tapi Nggak Ada yang Ngerasain

          Rocky Gerung Kritik Jokowi Soal Klaim Ekonomi Tumbuh 7 Persen: Tapi Nggak Ada yang Ngerasain

Rocky Gerung Kritik Jokowi Soal Klaim Ekonomi Tumbuh 7 Persen: Tapi Nggak Ada yang Ngerasain
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut Presiden Jokowi harus jujur kepada publik tentang Indonesia kaya sumber daya alam namun masyarakatnya miskin. Bahkan ekonominya tumbuh 7 persen, tapi tidak ada yang merasakan.


"Keadaan ini yang harusnya diucapkan oleh presiden di dalam pidato kenegaraan 16 Agustus nanti. Dia mesti jujur mengatakan bahwa nasionalisme kita sekarang justru ditagih oleh kemiskinan," ungkapnya dalam Channel YouTube Rocky Gerung official, Sabtu 14 Agustus 2021.


Lebih lanjut, Rocky Gerung mengungkapkan bahwa nasionalismenya ditagih oleh kemelaratan publik bukan membangga-banggakan berhasil merebut blok rokan.


"Jadi kekacauan-kekacauan beginian yang nggak bisa diselesaikan dengan pamer iklan satu halaman itu, orang mau lihat potensi kebijakannya yang menghasilkan pertumbuhan yang otentik, bukan pertumbuhan yang disulap-sulap angkanya jadi 7 persen," ungkap Rocky Gerung.


Menurut Rocky Gerung, Presiden Jokowi pasti akan bilang ekonomi bangsa Indonesia telah tumbuh 7 persen,Singapura minus 13 persen tapi yang matinya hanya 1 persen.


"Kalian (Indonesia) yang mati itu sekian persen, kan begitukan perbandingannya. Jadi bertumbuh 7 persen, sementara 100 ribu manusia Indonesia mati karena COVID-19, bodohnya disitu," ungkap Rocky Gerung.


Maka dari itu, bagi Rocky Gerung, kebanggaan ekonomi tumbuh 7 persen namun tingkat kematian mencapai 100 ribu orang, tidak ada manfaatnya.


"Buat apa ada pertumbuhan tapi nggak ada yang ngerasain, jadi begini-beginianlah yang sering pemerintah ngaco bikin perbandingan," ungkap Rocky Gerung.


Terkait prilaku Presiden Jokowi yang akhir-akhir ini terkesan seperti kampanye, padahal yang bersangkutan tidak memiliki kesempatan lagi untuk mencalonkan diri sebagai presiden.


"Kalau dalam teori psikososial itu simulakrum yang dibuat seolah-olah ada supaya si raja itu ngerti bahwa dia hidup dalam simulakrum, begitu dia bangun dia sadar bahwa sebetulnya ranjangnya itu ngambang diatas kedunguan, bukan sesuatu yang ada di langit," sindirnya.


Source: isubogor

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...