Headline

Opini

PADANG

Sports

Sebelum Anak Akidi Tio, Prabowo Disebut Lebih Dulu Prank Indonesia, Gus Umar: Kenapa Gak Pada Ribut Ya?

          Sebelum Anak Akidi Tio, Prabowo Disebut Lebih Dulu Prank Indonesia, Gus Umar: Kenapa Gak Pada Ribut Ya?

Sebelum Anak Akidi Tio, Prabowo Disebut Lebih Dulu Prank Indonesia, Gus Umar: Kenapa Gak Pada Ribut Ya?
BENTENGSUMBAR.COM - Publik Tanah Air dibuat heboh dengan kabar sumbangan senilai Rp2 triliun yang diberikan oleh keluarga Akidi Tio.


Namun belakangan mencuat bahwa sumbangan yang sebelumnya disebut-sebut pemberian keluarga Akidi Tio ternyata hanya 'prank' belaka.


Bahkan terbaru, anak bungus Akidi Tio, Heriyanti dimintai keterangan polisi atas kasus berita bohong soal sumbangan Rp2 triliun.


Kini 'Prank Nasional' mendadak trending topic di Twitter Indonesia tak lama berselang usai kasus sumbangan Rp2 triliun itu mencuat.


Namun, ada pandangan berbeda dari tokoh NU, Umar Hasibuan atau Gus Umar soal polemik sumbangan Rp2 triliun keluarga Akidi Tio.


Gus Umar mengatakan bahwa sebenarnya yang lebih dulu melakukan 'Prank Nasional' adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebelum kini Akidi Tio.


Gus Umar menyoroti pernyataan Prabowo Subianto soal uang Rp11 Ribu Triliun yang ada di luar negeri. Ungkapan itu dikatakan Prabowo saat dirinya menjadi salah satu kandidat Capres pada 2014 silam.


"Sebelum anak Mukidi Tio ngeprank Indonesia Prabowo sudah duluan prank Indonesia," cuit Gus Umar melalui Twitter Selasa, 3 Agustus 2021.


"Kenapa gak pada ribut ya?," cuitnya lagi.


Bersama cuitannya, ua sertakan video pernyataan Prabowo saat tengah berpidato.


"Uang warga negara Indonesia di luar negeri jumlahnya lebih dari 11 ribu triliun, jumlah uang di bank, di seluruh bank di dalam negeri 5400 triliun, berarti dua kali kekayaan Indonesia berada di luar Indonesia," demikian kata Prabowo dalam cuplikan video yang dibagikan Gus Umar.


Sebagai informasi, kabar terbaru terkait hasil pemeriksaan anak bungsu Akidi Tio hari ini Selasa, 3 Agustus 2021, polisi mengungkapkan bahwa saldo yang terdapat dalam rekening yang bersangkutan ternyata tidak sampai Rp2 triliun.


"Bahwa saldo yang ada di rekening tersebut, saldonya tidak cukup," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi di Palembang, Selasa, 3 Agustus 2021.


Dia mengatakan hal itu diketahui dari pemeriksaan polisi ke pihak bank. Namun dia tak menjelaskan detail rekening tersebut atas nama siapa.


"Itu hasil dari koordinasi dengan pihak bank," ucapnya.


"Terkait pemilik rekening, saldonya, data dari nasabah ini merupakan rahasia bank," sambung Supriadi.


Source: Galamedia

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...