Headline

Opini

PADANG

Sports

Ulil Abshar: Meski Mirip NU Bukan Berarti Cara Taliban Harus Diamini, Terutama Soal Perempuan

          Ulil Abshar: Meski Mirip NU Bukan Berarti Cara Taliban Harus Diamini, Terutama Soal Perempuan

Ulil Abshar: Meski Mirip NU Bukan Berarti Cara Taliban Harus Diamini, Terutama Soal Perempuan
BENTENGSUMBAR.COM - Ulil Abshar Abdalla ikut angkat bicara karena Taliban sempat disebut-sebut mirip dengan NU.


Ulil mengingatkan meski mirip bukan berarti semua cara Taliban harus diamini. 


“Kalaupun Taliban bermazhab Hanafi, akidahnya Asy'ari, dan mirip dg NU di Indonesia, ya bukan berarti cara mereka mengelola kehidupan politik dan negara mesti kita amini. Cara2 Taliban menerapkan Islam di zaman ini, jelas harus dikritik. Terutama soal perempuan,” kata Ulil melalui akun Twitternya, Minggu malam 29 Agustus 2021.


Sementara sebelumnya, secara terpisah Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik perubahan sikap Taliban saat ini. Menurutnya, Taliban sudah jauh berubah dari yang digambarkan media massa sebelumnya.


"Kalau mau dituduh radikal, faktanya mereka menganut mazhab hanafiah yang kultur dan tradisi beragamanya sama dengan NU (Nahdlatul Ulama). Jadi semua tuduhan negatif yang selama ini diarahkan ke Taliban tidak relevan lagi," kata Hidayat dalam diskusi publik Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Perdamaian Indonesia yang diselenggarakan Center for Reform, Sabtu (21/8/2021).


Hidayat menjelaskan, kebijakan dan pandangan yang disampaikan kepada publik pun jauh relatif moderat. Sehingga tidak tepat bila dunia Internasional tidak memberikan kesempatan kepada Pemerintahan Taliban untuk memimpin Afghanistan. "Kalau mau dibilang tempat terorisme, ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), nyatanya Taliban malah mengeksekusi pimpinan ISIS yang sebelumnya ditangkap," ujarnya.


Karena itu, ia mendukung sikap pemerintah Indonesia yang memberi kesempatan kepada pemerintahan Taliban untuk mengatur proses peralihan kekuasaan secara damai. Apalagi, kata Hidayat, Taliban sudah mendeklarasikan beberapa hal sebagai jawaban atas kekhawatiran dari dunia internasional. Taliban mengaku akan menghargai hak perempuan dan anak, tidak akan mentoleransi tindakan terorisme serta melaksanakan Pemerintahan secara moderat.


“Saat ini pilihan paling rasional bagi pemerintah Indonesia adalah membersamai proses perubahan yang terjadi di Afghanistan. Kita beri kesempatan kepada rakyat Afghanistan untuk berkompromi menentukan menentukan nasibnya sendiri," ujarnya.


Meskipun sikap politik kita adalah bebas aktif, jelas Hidayat, namun bukan berarti kita bebas tidak memberikan sikap apapun dan membiarkan rakyat Afghanistan terus dalam kehidupan yang tidak menentu. "Indonesia harus berperan aktif mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia," tuturnya. (Netralnews)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...