PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Dituding Cari Panggung Teriak PKI, Gatot Nurmantyo: Saya Pensiunan, Cuma Itu yang Bisa Saya Lakukan

          Dituding Cari Panggung Teriak PKI, Gatot Nurmantyo: Saya Pensiunan, Cuma Itu yang Bisa Saya Lakukan
BENTENGSUMBAR.COM – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo kena tudingan bahwa dirinya selalu mencari panggung saat akhir bulan September.

Apalagi, dirinya kerap kali memberikan warning terkait hubungan Partai Komunis Indonesia (PKI) saat menjelang akhir September.

Kendati sering mendapat tudingan, Gatot mengaku tak masalah akan hal itu.

Gatot pun mengaku resah karena menurutnya setiap bulan September, selalu terlihat ada potensi PKI untuk kembali bangkit.

Ia mengatakan bahwa dirinya selalu bercermin dari sejarah, karena PKI selalu bangkit pada bulan September seperti yang sudah lalu.

“”Saya ini kan belajar sejarah. Saya ingat pemberontakan PKI di tahun 1948 dan tahun 1965 terjadi di bulan September,” ungkapnya pada tayangan video YouTube berjudul ‘KOMUNIS BANGKIT LAGI?? JENDERAL GATOT: SAYA MEMBERIKAN WARNING!’ pada kanal KARNI ILYAS CLUB dikutip dari Galamedia, Kamis, 30 September 2021.

Gatot Nurmantyo mengaku masih terikat sumpah untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memegang teguh Pancasila dan UUD 1945.

Dengan adanya indikasi kebangkitan PKI, lanjut dia, selayaknya ia memberikan peringatan kepada sesama anak bangsa.

“Saya memberikan warning kepada semuanya agar bersiap-siap menghadapi kemungkinan itu. Agar sejarah kelam itu, tidak terulang lagi di masa ini,” ungkap mantan panglima TNI itu.

Menurutnya, hilangnya Diorama di Markas Kostrad merupakan salah satu indikasi dari menyusupnya paham komunis di tubuh TNI.

Indikasi lainnya, Gatot pun mengungkapkan, ada kader partai yang disekolahkan ke Partai Komunis China. “Nah ini kan untuk apa,” ujarnya.

Ia pun merasa berkewajiban untuk memberikan peringatan kepada pihak lain agar mewaspadai kemungkinan adanya gerakan komunis di Indonesia.

“Wajar saya memberikan warning. Karena berdasarkan sejarah pengalaman yang lalu,” katanya.
“Saya ini pensiunan. Jadi cuma itu yang bisa saya lakukan,” sambungnya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...