PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Giring Ganesha 'Babak Belur' Dihajar Sejumlah Elite Parpol, Ketua DPP PKB: PSI Ikut Ketok dan Setuju

          Giring Ganesha 'Babak Belur' Dihajar Sejumlah Elite Parpol, Ketua DPP PKB: PSI Ikut Ketok dan Setuju
BENTENGSUMBAR.COM - Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha mengeluarkan pernyataan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pembohong dan pura-pura peduli terhadap masyarakat yang menderita akibat pandemi.

Pernyataan tersebut menjadi bulan-bulanan netizen di sejumlah media sosial. Tak hanya netizsen, elite sejumlah partai politik pun mengkritisi pernyataan tak berdasar dari mantan vokalis grup band Nidji tersebut.

Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan jika Anies pembohong, maka akibat dari kebohongan itu seharusnya sudah terlihat. Pasti sudah banyak pihak yang menggugat.

"Andaikata Pak Anies seorang pembohong, tentu banyak gugatan, baik hukum perdana maupun perdata, dan sampai saat ini saya belum lihat itu," katanya, Selasa, 21 September 2021.

Ia menilai, sejauh ini justru Anies mampu menjamin semua warga di DKI mendapat vaksin Corona.

"Dalam hal ini kita lihat Pak Anies mampu menjamin warga DKI mendapat vaksinasi. Buktinya, vaksinasi DKI menduduki nomor pertama dari seluruh Indonesia. Jadi dari aspek penanganan permasalahan, saya kira Pak Anies sudah melaksanakan dengan baik," ujarnya.

Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana menyarankan Giring untuk menekuni profesi awalnya yakni bernyanyi ketimbang jadi politikus.

Menurut Panca, Giring lebih bagus jadi penyanyi dan mengingatkan bahaya dari kecanduan politik.

"Makannya nyanyi aja lebih bagus. Kalau jadi politisi nanti mabok darat kayak bisa bahaya," cuit Panca melalui akun @Panca66, Selasa ini.

Sedangkan Ketua DPP PKB Daniel Johan menilai pernyataan Giring justru ungkapan sayang yang terselubung.

"Jangan-jangan itu ungkapan sayang terselubung Giring buat Anies, karena sama saja Bang Giring sedang mempromosikan Pak Anies agar semakin dikenal dan dibicarakan masyarakat," katanya.

Meski begitu, menurutnya, seorang figur tidak pantas mengungkapkan pernyataan yang tendensius. Daniel lantas mengatakan program yang ada di DKI justru ada campur tangan PSI.

"Tapi sebagai figur pemimpin, rasanya tidak tepat menggunakan kalimat yang tendensius seperti itu, apalagi bila dalam konteks APBD. Kan semuanya akan selalu melalui proses persetujuan DPRD. Jadi itu menjadi program yang disetujui bersama, termasuk oleh PSI, karena ikut ketok dan setuju," ucapnya.

Lebih lanjut Daniel mengatakan pernyataan Giring tak sesuai dengan kenyataan. Dia menyebut DKI justru termasuk yang terbaik dalam penanganan pandemi.

"Bang Giring lagi menggiring opini yang kurang tepat dengan kalimat yang tendensius. Bukankan DKI termasuk yang terbaik dalam penanganan pandemi, termasuk banyak penghargaan lainnya?" ujarnya.

Sebelumnya, Giring dalam sebuah video di akun Twitter PSI @psi_id, Selasa, 21 September 2021, menuding Anies menggunakan APBD DKI untuk kepentingan Pilpres 2024. Salah satu anggaran yang disoroti Giring soal gelaran Formula E.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi," ujar Giring.

"Uang Rp 1 triliun dia keluarkan padahal rakyat telantar, tidak masuk ke rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan," sambungnya.

Bahkan Giring menyebut Anies pura-pura peduli terhadap warga di Jakarta yang terkena dampak pandemi. Politisi yang lebih dulu dikenal sebagai vokalis band itu berharap Indonesia tidak dipimpin Anies.

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," katanya. (Galamedia)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...