Headline

Opini

PADANG

Sports

Ketua DPR Suarakan Dukungannya agar Masyarakat Pilih Produksi Tekstil Lokal

          Ketua DPR Suarakan Dukungannya agar Masyarakat Pilih Produksi Tekstil Lokal
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani menyerukan untuk seluruh lapisan masyarakat agar jangan sungkan memakai hasil tekstil dalam negeri. Menurut Puan, kebanggan masyarakat terhadap produksi lokal ini bisa menggerakan serta menghidupkan industri tekstil dalam negeri.

"Produksi dalam negeri harusnya menjadi pilihan dan kebanggaan negara. Masyarakat yang memilih serta mencintai hasil tekstil lokal akan turut membantu pemulihan industri tekstil Tanah Air," ujar Puan.

Diketahui bahwa kinerja industri tekstil lokal belakangan sedang memburuk. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat rata-rata tingkat utilisasi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) hanya ada di angka 60 persen. Padahal, kuartal sebelumnya sudah mencapai 70 persen.

Hal tersebut diperkirakan permintaan dalam yang belum bergerak naik. Selain itu, masih ditambah pula dengan persaingan keras dengan produk-produk impor di pasar dalam negeri.

Persaingan yang memberatkan ialah ketika produk impor bisa dijual dengan harga yang lebih rendah. Maka, produk lokal pun akan semakin jatuh di pasaran. Apalagi, daya beli masyarakat juga masih sangat kecil.

Puan memandang memang masyarakat perlu diberikan pengertian akan pentingnya memilih tekstil lokal. Pasalnya, pilihan itu ikut menentukan kondisi industri tekstil dalam negeri. Istilahnya adalah saling membantu sesama anak bangsa.

“Bayangkan, ada berapa orang total penduduk Indonesia. Bila semua membeli dan memilih hasil tekstil lokap, pasti industri ini bisa sangat terbantu pergerakannya,” ujar Puan.

Puan juga mendukung tindakan Kementerian Perindustrian yang telah memberikan stimulus bagi industri tekstil dengan mengadakan program restrukturisasi mesin atau peralatan pada industri penyempurnaan dan pencetakan kain. Menurut Puan, langkah ini merupakan percikan api untuk kembali membakar semangat pelaku industri tekstil dalam negeri.

Menurut Puan, insentif ini sangat diperlukan mengingat produksi tekstil adalah salah satu industri yang terkena dampak sangat besar semenjak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Dengan adanya modal perbaikan pada alat produksi, maka proses bekerja pun dapat dimulai kembali.

Kembalinya geliat produksi tekstil memang sebaiknya dibantu dengan pemilihan tekstil lokal oleh masyarakat. Dengan begitu, langkah pemerintah disambut oleh pasar yang ikut menggerakan kembalinya industri ini.

"Dukungan masyarakat dalam memilih produk tekstil lokal sangat penting, terutama bagi industri kecil dan menengah. Mereka yang akan paling merasakan dampak positifnya bila memang masyarakat mendukung dan memiliki tekstil lokal," ujar Puan.

Menurut Puan, tekstil lokal memiliki kualitas yang sama bagusnya dengan produksi luar negeri. Puan sendiri telah menjadi saksinya. Beberapa waktu lalu, Puan mengunjungi sentra pameran produk lokal di Bali dan sempat melihat beberapa produksi tekstil khas Bali.

Di sana, mantan Menko PMK membuktikan sendiri hasil tenunan khas bali yang memang benar-benar dibuat dengan apik dan teliti. Menurut Puan, itu membuktikan kualitas baik tekstil lokal yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ke depannya, Puan berharap bahwa tekstil lokal lebih dicintai oleh masyarakat negaranya sendiri. Pasalnya, lanjut Puan, siapa lagi yang bisa mendukung produk-produk Indonesia selain masyarakatnya.

Terlebih, Indonesia memiliki beragam karya tekstil warisan nusantara yang juga tidak kalah indahnya, dari segi desain dan warna. Semua memiliki arti khas masing-masing dari adat serta budaya yang dibawanya.

“Saya sendiri lebih suka memilih tekstil-tekstil lokal, terlebih yang memiliki khas dari sebuah daerah. Kain itu punya cerita dan makna. Terlepas dari itu, produksi tekstil lokal pun memiliki cerita tangan-tangan pembuatnya, yaitu saudara kita sesama anak Indonesia,” ujar Puan.

Puan kembali mengingatkan bahwa poin paling utama dalam mendukung industri tekstil lokal adalah mendukung industri dan karya anak bangsa. Semangat saling bantu inilah yang ingin Puan prioritaskan. Dengan begitu masyarakat dapat juga mengadopsi semangat kebaikan ini.

“Kita jalan perlahan, pemerintah berikan insentif untuk industri tekstil lokal, diikuti masyarakat yang membantu dengan selalu memilih tekstil-tekstil karya dalam negeri. Semoga ke depannya, geliat industri ini semakin hidup dan dapat menghidupi para penggiatnya,” ujar Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...