PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Kritik Pemerintah Soal Penanggulangan Pandemi, Presiden PKS: Suara dan Kehendak Rakyat Tak Dihiraukan!

          Kritik Pemerintah Soal Penanggulangan Pandemi, Presiden PKS: Suara dan Kehendak Rakyat Tak Dihiraukan!
BENTENGSUMBAR.COM – Presiden PKS alias Partai Keadilan Sejahtera, yakni Ahmad Syaikhu, beberapa waktu lalu mengkritik Pemerintah soal penanggulangan pandemi Covid-19.

Ia menilai, di tengah pandemi Covid-19 ini, Pemerintah kian menunjukan sikap represif di mana menurutnya, sudah enggan mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

Adapun hal tersebut disampaikan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, dalam pidato kebangsaan di acara CSIS Indonesia secara daring pada akhir Agustus 2021 lalu.

“Di tengah pandemi, penguasa justru semakin menunjukan sikap represif dalam merumuskan kebijakan publik,” tuturnya, dilansir dari terkini.id.

“Suara dan kehendak rakyat tidak dihiraukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syaikhu mengatakan bahwa di tengah pandemi ini, Pemerintah justru fokus memulihkan ekonomi ketimbang kesehatan.

Hal itu katanya terbukti dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan juga disahkannya Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

Kedua produk perundang-undangan itu, kata Syaikhu, diterbitkan dengan mengatasnamakan kehendak rakyat, demokrasi, dan rasa keadilan.

“Penguasa memilih tutup mata dan telinga dari suara hati nurani rakyatnya. PKS jelas menolak kedua UU tersebut,” tegas Syaikhu.

Lebih lanjut, ia menyinggung bahwa di tengah krisis pandemi seperti saat ini, rakyat membutuhkan pemimpin yang mampu membangun rasa persatuan dan kebersamaan.

“Pemimpin yang ketika memerintah rakyatnya mau mendengar dan taat untuk menjalankan perintahnya,” sambungnya.

“Pemimpin yang ketika berbuat salah, dia tak segan untuk meminta maaf berlapang dada menerima nasihat dari rakyat yang dipimpinnya,” pungkas Syaikhu. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...