Headline

Opini

PADANG

Sports

Memasuki Usia 48 Tahun, Berikut Ini Kilas Balik Puan Maharani Saat Menjabat Sebagai Menko PMK

          Memasuki Usia 48 Tahun, Berikut Ini Kilas Balik Puan Maharani Saat Menjabat Sebagai Menko PMK
Memasuki Usia 48 Tahun, Berikut Ini Kilas Balik Puan Maharani Saat Menjabat Sebagai Menko PMK.
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani baru saja menginjak usia ke-48 tahun pada 6 September 2021 lalu. Belum banyak tahu, Puan pernah menjadi menteri termuda, menjabat Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Kabinet Indonesia Kerja 2014-2019 pada usia 41 tahun.

Jiwa mudanya tersebut turut mempengaruhi kinerja Puan sebagai Menko PMK. Dia bergerak lincah, mensukseskan program-program yang kini menjadi acuan, seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Pra Kerja, Kartu Sembako, Bidik Misi, dan masih banyak lagi.

Cucu Bung Karno tersebut juga menjadi perempuan pertama yang menjabat Menko PMK setelah sebelumnya selama perjalanan Indonesia, belum ada perempuan menjabat posisi ini. Bahkan, penerus Puan sebagai Menko PMK pun laki-laki.

Meningkatkan kesejahteraan

Sejak Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Koordinator PMK, Puan menyelesaikan sederet permasalahan yang mandek, salah satunya mengkoordinasikan penanganan eks Timor Timur, yang tak kunjung selesai sejak 1999.

Puan mengkoordinasikan penyelesaian masalah tersebut dan menyalurkan bantuan sebesar Rp 10 juta/KK untuk 30.473 KK pada 2016.

Masih di bawah kepemimpinan Puan Pula, Menko PMK melakukan koordinasi penanganan kesejahteraan di Kabupaten Asmat, Papua. Puan mendorong perbaikan gizi, kesehatan, hingga perbaikan infrastruktur di lingkungan mereka.

Gizi buruk telah menjadi pekerjaan rumah yang akhirnya dilakukan oleh Menko PMK di bawah koordinasi Puan secara terpadu dan berkesinambungan. Menko PMK mengkoordinasikan Kementerian dan Lembaga terkait untuk melakukan intervensi.

Intervensi yang dilakukan ialah Outbreak Response Immunization (ORI) dan Penguatan Imunisasi Rutin, Distribusi PMT 4.901 kg, bantuan Obat-Obatan berupa 1.410 kg obat, serta Pengiriman Tim Satgas Kesehatan yang dibentuk dari gabungan personil Kemenkes, Kemensos, TNI, Polri, dan Pemda.

Selain itu, Menko PMK juga mengkoordinasikan pengiriman bantuan tenaga kesehatan sebanyak 146 nakes. Bersamaan dengan itu, bantuan sembako dan logistik yang mencapai 24 ton pun turut didistribusikan.

Dari sisi infrastruktur, pembangunan akses jalan menuju Asmat diperkuat, yaitu dengan membangun ruas Kenyam-Bats baru, pembangunan tujuh  jembatan, dan jalan Trans Papua. Termasuk juga pembangunan 150 rumah layak huni, dan perbaikan 1000 unit rumah tidak layak huni.

Memajukan bidang pendidikan

Di bidang pendidikan, Puan telah berhasil mendorong pelajar berprestasi yang memiliki kendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal ini tentu sangat penting untuk meningkatkan SDM Indonesia yang berkualitas untuk menghadapi tantangan zaman.

Bidik Misi adalah produk yang berhasil tersalurkan, yang merupakan singkatan dari Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi. Kini, program ini berganti nama menjadi Kartu Indonesia Pintar Kuliah.

Pada tahun 2014, jumlah penerima beasiswa Bidik Misi sudah bisa mencapai 199.500 mahasiswa. Pada 2018, angka ini naik menjadi 368.861 penerima beasiswa. Lalu, pada tahun berikutnya kuota Bidik Misi meningkat 44%. Artinya, lebih banyak anak Indonesia yang bisa menamatkan bangku kuliah.

Pemerintahan Jokowi saat itu memang sedang mengakselerasi dan memperluas kualitas SDM Indonesia. Hal ini salah satunya diaplikasikan dengan memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak negeri yang berkeinginan tinggi untuk kuliah namun terkendala biaya.

Selain Bidik Misi, di bawah koordinasi Kemenko PMK juga menyalurkan Kartu Indonesia Pintar. Melalui program Indonesia Pintar, pemerintah memberikan jaminan kepada anak usia sekolah berupa bantuan biaya kebutuhan sekolah.

Pendidikan dasar telah dijamin tanpa biaya, namun kebutuhan lainnya masih menjadi masalah bagi banyak pelajar Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melalui Menko PMK menyalurkan program bantuan KIP ini.

Dalam 3 tahun masa jabatan Puan, KIP telah diberikan kepada 18,7 juta anak usia sekolah yang tidak mampu, baik di lingkungan sekolah, luar sekolah, panti asuhan, maupun pesantren. Selain itu, Kemenko PMK juga telah merehabilitasi 67.253 ruang belajar, membangun 1.250 sekolah baru dan 27.982 ruang kelas baru.

Tak berhenti di situ, Kemenko PMK juga merevitalisasi pendidikan vokasi dalam bentuk hubungan kerja sama antara industri dan SMK. Dalam 3 tahun, kerja sama ini telah menghubungkan 1.537 SMK dengan 558 industri. 

Kurikulum dan silabus pun telah diselaraskan sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur serta penyusunan modul pembelajaran untuk 25 kompetensi keahlian. Dengan demikian, kompetensi dan daya saing lulusan vokasi dapat bersaing di bursa kerja.

Sebagai informasi, sesuai dengan Perpres No. 9 Tahun 2015, Kemenko PMK mengemban tugas untuk melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan pembangunan manusia dan kebudayaan. 

Pekerjaannya meliputi kesejahteraan rakyat, pemberdayaan SDM, dan pembangunan karakter bangsa. Puan mengatur koordinasi delapan kementerian, yaitu Kemendikbud, Kemenkes, Kemenristekdikti, Kementerian PPPA, Kemensos, Kemenpora, Kemenag, dan Kemendes PDTT.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...