PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Dari Artis Hingga Siswi SMA, Perempuan Ini Mampu Mewakili Indonesia di Forum Internasional

          Dari Artis Hingga Siswi SMA, Perempuan Ini Mampu Mewakili Indonesia di Forum Internasional
BENTENGSUMBAR.COM - Kini sederet perempuan muda telah mengukir prestasi dengan menjadi perwakilan atau delegasi dari Indonesia pada konferensi tingkat dunia. Tak melulu berprofesi sebagai diplomat, mereka ini ternyata mampu mewakili bangsa dalam forum internasional. Siapa mereka?

Aktris Rachel Amanda

Penyanyi sekaligus artis ini ternyata sangat tertarik dengan permasalahan perempuan sejak tahun 2015. Perempuan yang kini berusia genap 26 tahun ini pun terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia saat menghadiri International Conference on Population and Development.

Di konferensi yang diselenggarakan di Kenya, Afrika pada 2019 tersebut, Rachel menyuarakan soal isu populasi manusia, seksual, ibu hamil, dan reproduksi. Dia berada di sana selama satu minggu untuk mengikuti serangkaian acara tersebut.

Perempuan yang bermain dalam film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” merupakan sukarelawan di Dana Penduduk Perserikatan Bangsa‑Bangsa (UNFPA), salah satu organisasi yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Rachel menjelaskan dia menjadi relawan di UNFPA setelah bergabung di organisasi tersebut sejak bulan Mei 2019. Dia pun menjalani program yang berjalan selama dua tahun ke depan hingga pertengahan 2021 ini.

Bergabungnya Rachel hingga menjadi delegasi Indonesia, awalnya diajak oleh temannya yang merupakan staf di PBB. Rachel mengaku tertarik dengan isu perempuan dan program organisasi tersebut sejalan dengan pemikirannya.

Tahun 2015 merupakan awal ketertarikan Rachel terhadap permasalahan perempuan. Ketika itu dia ikut serta dalam pembuatan film pendek bersama Komnas Perempuan. Bersamaan dengan itu, kawannya juga mengajak Rachel menjadi bagian dari organisasi besutan PBB tersebut.

Dia menjadi relawan untuk Youth Advisory Panel atau YAP dari UNFPA. Perempuan kelahiran Jakarta ini mengaku awalnya diajak oleh teman alumnus YAP.

Rachel Amanda bersama belasan anak muda dari seluruh Indonesia bergabung dengan YAP selama dua tahun. Dia bertugas berbagi ilmu seputar pendidikan seks, kesetaraan gender, dan lainnya. Kampanye ini, menurut Rachel, berkaitan dengan film yang dilakoninya berjudul “Dua Garis Biru”.

Kendati harus membagi tugas menjadi relawan dan tetap bekerja di industri hiburan, Rachel Amanda mengaku tidak kesulitan membagi waktu karena agenda tugas di YAP cukup fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jadwal kerjanya.

Siswi SMA Calya Putri

Perempuan bernama lengkap Calya Putri Rafa Aufinda memang belum banyak dikenal orang. Pasalnya, Calya saat ini masih berstatus sebagai pelajar di MAN 1 Yogyakarta. Namun jangan salah, di usia remaja dia sudah terpilih sebagai delegasi di forum internasional.

Siswi kelas 12 ini terpilih menjadi delegasi forum internasional, Asia World Model United Nations Virtual Conference, yang diselenggarakan oleh Asia World Model United Nations (AWMUN). 

Calya, begitu ia biasa disapa, mengikuti konferensi virtual tersebut pada 27-29 Agustus 2021. Yang membuat bangga, perempuan muda ini berhasil menjadi perwakilan Indonesia setelah mengikuti seleksi peserta yang sebenarnya terbuka untuk umum ini. 

Menurut pelajar berusia 18 tahun ini, yang menentukan lolos tidaknya seleksi adalah motivasi calon peserta untuk mengikuti virtual conference tersebut, yang disampaikan dalam bahasa Inggris.

Calya pun dinilai mempunyai motivasi yang kuat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Siswi kelahiran Makassar ini ingin meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris dan menambah pengetahuan tentang isu-isu yang terjadi di dunia. Selain itu, dia pun bercita-cita untuk mempunyai teman diskusi dari luar negeri. 

Dia menyebut, ingin berpartisipasi dalam mencegah diskriminasi terhadap orang-orang Asia yang masih dipandang kelas kedua oleh beberapa negara Barat. Stigma ini menurutnya berdampak pada individu serta kelompok.

Dalam sebuah wawancara, dia sempat membagikan tips untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Calya mengaku menerapkan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya dengan menonton film, mendengarkan lagu, dan membaca novel berbahasa inggris. 

Jika ada kata yang kurang dimengerti, lanjutnya, dia catat dan menerjemahkannya menggunakan aplikasi. Dia pun mengatakan, orangtuanya berperan untuk mengasah kemampuan berbahasanya, yakni dengan rutin mengajak berbicara dalam bahasa Inggris dalam kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari.

Prestasi tersebut pun menuai banyak apresiasi, salah satunya dari Kepala MAN 1 Yogyakarta, Wiranto Prasetyahadi. Dia menyampaikan apresiasi atas prestasi dan kreativitas Calya. 

Dia berharap, Calya dapat berperan aktif dalam forum simulasi sidang PPB tersebut dan bertemu dengan komunitas internasional yang membahas isu-isu dan problematika mancanegara, serta solusinya. 

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...