PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Ferdinand Hutahaean ke Natalius Pigai: Kalau Jadi Dia, Saya Lebih Baik Harakiri dengan Panah Beracun

          Ferdinand Hutahaean ke Natalius Pigai: Kalau Jadi Dia, Saya Lebih Baik Harakiri dengan Panah Beracun
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan dari mantan Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang menyinggung nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ferdinand meneruskan ulang sebuah rekaman video yang memperlihatkan iring-iringan pengawal Presiden Jokowi saat berkunjung ke Papua.

Tampak terdengar suara perempuan tampak bahagia melihat Jokowi secara langsung di hadapannya.

Hal ini dianggap Ferdinand Hutahaean sebagai jawaban dan tamparan atas pernyataan Natalius Pigai.

"Video ini jawaban telak dan MENAMPAR MULUT Natalius Pigai dengan narasi rasis dan provokatifnya terhadap orang Jawa Tengah khususnya Jokowi," katanya.

Ferdinand Hutahaean pun mengatakan jika dirinya adalah Natalius Pigai, setelah menyatakan hal itu dia lebih baik harakiri (bentuk bunuh diri yangs seremonial di Jepang) dengan panah beracun.

"Kalau saya (jadi) Natalius Pigai, sy lbh baik hara kiri dgn panah beracun setelah melihat kecintaan rakyat ini pada JKW," ucapnya, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter @FerdinandHutahaean3 pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

Sebelumnya, Natalius Pigai meminta masyarakat Papua untuk tidak mempercayai kedua orang asal Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar Pranowo, karena berbagai polemik yang terjadi di Papua.

"Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka membunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan Rasis, monyet dan sampah. Kami bukan rendahan," tuturnya, dikutip dari akun Twitter @NataliusPigai2, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Natalius Pigai pun mengajak masyarakat untuk melawan ketidakadilan yang dialami sampai titik darah penghabisan.

"Kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya penentang ketidakadilan," ucapnya.

Natalius Pigai juga menyertakan video momen saat Ganjar Pranowo menyambangi Papua untuk meninjau gelaran PON XX yang tengah digelar.

Unggahan tersebut rupanya menuai berbagai komentar, lantaran adanya pernyataan "Orang Jawa Tengah".

Natalius Pigai dianggap melakukan tindakan rasisme, karena seakan menyebut seluruh orang Jawa Tengah sama.

Tidak tinggal diam, dia pun menegaskan bahwa unggahannya tersebut bukanlah sebuah bentuk rasisme kepada Jokowi, Ganjar Pranowo, maupun orang Jawa Tengah.

"Saya adalah penentang Rasisme paling terdepan. Tidak ada twit saya yang isinya Rasis," ujar Natalius Pigai.
Menurutnya, orang-orang yang mengaitkan unggahannya dengan tindakan rasisme karena sakit hati.

"Mereka kait-kaitkan dengan rasisme karena sakit hati, dan kemampuan otaknya belum mampu mencerna secara jernih," tutur Natalius Pigai.
Dia menekankan bahwa frasa terkait

Jokowi yang disebut sebagai orang Jawa Tengah merupakan aksioma atau pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian.

"Saya sudah sebut nama (subjek), frasa 'Orang Jawa Tengah Jokowi’ itu ‘AKSIOMA’." kata Natalius Pigai. (Pikiran Rakyat)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...