PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Geger Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa, Rocky Gerung: Indonesia Ada Pancasila, Kenapa Mesti Banting-bantingan?

          Geger Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa, Rocky Gerung: Indonesia Ada Pancasila, Kenapa Mesti Banting-bantingan?
BENTENGSUMBAR.COM – Tindakan oknum polisi yang membanting seorang mahasiswa layaknya aksi smackdown sewaktu melakukan aksi demonstrasi menuai protes dari berbagai pihak.

Diwartakan sebelumnya bahwa tindakan oknum polisi yang membanting mahasiswa layaknya aksi smackdown tersebut terjadi di depan kantor Bupati Tangerang pada Rabu, 13 Oktober 2021 kemarin.

Diketahui aksi demonstrasi mahasiswa tersebut berlangsung bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-329 Kabupaten Tangerang.

Tak hanya oleh kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, pengamat politik Rocky Gerung juga turut menyuarakan pendapatnya mengenai insiden yang menimpa mahasiswa tersebut.

“Demonstran itu tubuhnya hanya berisi pikiran, ngapain mesti dibanting?” katanya dilansir dari YouTube Rocky Gerung Official dalam diskusinya bersama jurnalis senior Hersubeno Arief pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Rocky Gerung mengungkapkan bahwa aksi membanting mahasiswa yang dilakukan oleh oknum polisi itu tak sepatutnya dilakukan.

Terlebih mengingat bahwa mahasiswa hanya menyampaikan protes mereka secara verbal dan tidak memicu kekerasan.

Rocky Gerung menyangkan sikap oknum polisi yang seakan mengabaikan nilai-nilai Pancasila.

“Bukan kah Indonesia ada pancasila, kenapa musti banting-bantingan?” tanyanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dengan adanya aksi kekerasan dari oknum polisi tersebut mengakibatkan timbulnya pertanyaan kalangan milenial terkait kondisi demokrasi Indonesia saat ini.

Lebih lanjut, Rocky Gerung juga menyoroti sikap pemerintah terkhusus Presiden Jokowi yang tak segera memberikan tanggapan terhadap kekerasan tersebut.

“Kalau dia jenius mustinya dua puluh menit ketika video itu beredar dia udah tampil di publik, dan kasih semacam teguran,” ujarnya.

Bentrok di antara polisi dan mahasiswa sewaktu melakukan aksi demonstrasi sudah sering terjadi, oleh sebab itu ia ia berharap tindak kekerasan oleh oknum polisi dapat segera diakhiri.

“Kita ditonton oleh dunia, kejeniusan kita dalam demokrasi tidak diputuskan oleh seorang profesor, tapi diputuskan oleh mata dunia hari ini. Kita menuntut agar supaya kebiadaban itu segera diakhiri,” tuturnya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...