PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Jokowi Didesak Mundur, Habib Syakur Minta Kepolisian Berani Menangkap Para Pengkritik yang Berbicara dengan Narasi Menghina Presiden

          Jokowi Didesak Mundur, Habib Syakur Minta Kepolisian Berani Menangkap Para Pengkritik yang Berbicara dengan Narasi Menghina Presiden
BENTENGSUMBAR.COM - Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid mengingatkan, kebebasan berpendapat seharusnya tidak boleh dilakukan secara kebablasan.

Ditekankannya sekalipun kebebasan berpendapat dan berekpresi yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945, segala bentuk fintah, dan provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa, serta menyudukan pemerintah yang sah tetap saja tidak boleh dilakukan.

"Kebebasan berkumpul berpendapat berserikat sekarang ini disalahkan gunakan untuk mempengaruhi rakyat supaya tidak percaya pada pemerintah, supaya pemerintah yang sah turun," kata Habib Syakur, Ahad, 24 Oktober 2021, dilansir dari rri.co.id.

Hal itu disampaikannya untuk menanggapi maraknya narasi maupun desakan agar Presiden Joko Widodo agar turun dari jabatannya.

Menurut Habib Syakur, pemerintah melalui aparat kepolisian harus berani menangkap para pengkritik baik politisi, pengamat, LSM yang berbicara dengan narasi menghina Presiden. Sebab, Presiden merupakan simbol negara.

Ia mengaku menyayangkan Presiden Jokowi selalu disudutkan, dan tidak didukung secara penuh untuk menjalankan programnya dari periode pertama hingga periode kedua ini.

Penyudutan itu, sesal Habib Syakur, dengan narasi provokasi, bukan mengkritik secara ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Ini kan kebebasan berpendapat yang memang tidak mencerminkan peradaban Indonesia, kebebasan kebabaslan, tujuannya menghina mencaci memaki bukan dengan logika ilmiah," sesalnya.

"Apa tidak sebaiknya, politisi-politis yang anti sama pemerintah itu diberi pemahaman yang dan pengertian dari pemerintah? karena kalau dengan ilmiah sah-sah saja, pemerintah kan perlu dukungan perlu masukan. Tapi, ini menyebabkan disintegrasi bangsa," lanjutnya.

Tidak lupa, Habib Syakur meminta semua pihak untuk tidak lagi menghujat, memaki, menyudutkan dengan tanda pagar (hastag) #KapanJokowiMundur.

"Ini kan provokasi. Akhirnya berimbas pada masyarakat. Masyarakat merasakn sulitnya perekonomian, banyakkan. Karena Covid-19, tapi masyrakat terpengaruh oleh tokoh-tokoh ini," katanya.

Namun, Habib Syakur enggan menyebut tokoh-tokoh yang dimaksudnya.

Lebih lanjut, Habib Syakur berpesan agar seluruh anak bangsa untuk bersama-sama menjaga negara ini.

"Kita harus sama-sama menjaga keutuhan bangsa ini. Kita harus sama-sama menjaga pemerintah ini sampai 2024, tidak usah larut dalam hasut menghasut, adu domba," tukasnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...