Jokowi ‘Kabur’ Saat Digruduk BEM SI, Ferdinand Hutahaean: Tak Ada Waktu Ngurusi Gerakan Tak Berintegritas

BENTENGSUMBAR.COM – Mantan politisi partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ikut memberikan komentar terkait sindiran yang diajukan oleh mahasiswa yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) seolah-olah kabur saat digelar aksi demo oleh mahasiswa.

Seperti diketahui, tepat tanggal 21 Oktober 2021 kemarin, BEM SI menggelar aksi memperingati 2 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Namun saat menggelar aksi tersebut, Presiden Jokowi justru tidak sedang berada di Jakarta. Padahal, Humas aksi BEM SI mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi terakhir yang menyebut bahwa Presiden Jokowi sedang berada di Jakarta.

Tapi kenyataannya, saat digelar demo, Presiden Jokowi justru pergi bertolak ke Kalimantan untuk melakukan kunjungan kerja.

Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi melalui cuitannya di akun Twitter pribadinya yang mengatakan bahwa pada tanggal 21 Oktober 2021 ia bertolak ke Kalimantan Selatan untuk melakukan kunjungan kerja.

“Saya bertolak menuju Provinsi Kalimantan Selatan pagi ini untuk kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Bumbu Kota Banjarmasin,” tulis Presiden Jokowi melalui cuitannya di Twitter.

“Di Tanah Bumbu saya akan meresmikan pabrik biodiesel dan di Banjarmasin saya hendak meninjau kegiatan vaksinasi dan juga meresmikan Jembatan Sel Alalak,” imbuhnya.

Perginya Presiden Jokowi ke Kalimantan saat para mahasiswa menggelar demo ini lantas membuat BEM SI menganggap bahwa Presiden Jokowi sengaja ‘kabur’ untuk menghindari mahasiswa.

Menanggapi sindiran tersebut, politisi Ferdinand Hutahaean justru menilai bahwa sikap yang diambil oleh Presiden Jokowi sudah tepat.

“Presiden Jokowi sudah benar dalam mengambil sikap. Terus bekerja keras bangun bangsa dan sejahterakan negeri ini,” tulis Ferdinand Hutahaean dalam cuitannya di Twitter.

Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa tak ada waktu bagi Presiden Jokowi untuk mengurusi aksi demo mahasiswa.

Oleh karenanya, Presiden Jokowi lebih memilih untuk melakukan kunjungan kerja dibanding harus meladeni aksi demo mahasiswa.

Ferdinand Hutahaean bahkan menyebut bahwa aksi demo yang dilakukan oleh BEM SI adalah gerakan tak berintegritas.

“Tidak ada waktu untuk mendengar segelintir orang yang merasa pejuang dengan label mahasiswa. Gerakan tak berintegritas,” ujar Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean juga menegaskan bahwa kata ‘kabur’ yang dilontarkan oleh para mahasiswa ke Presiden Jokowi itu tidaklah benar. 

Pasalnya, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja, dan bukan kabur. (Kabarbesuki)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »