Memilih Pemimpin di Bawah Usia 50 Tahun, Cermati Prestasinya Dulu

BENTENGSUMBAR.COM - Usia 50 tahun menjadi batas untuk menjadi pemimpin muda. Di Indonesia banyak pemimpin muda yang berusia tak lebih dari 50 tahun.

Usia muda bukan berarti tidak bisa apa-apa, termasuk menjalankan pemerintahan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa pemimpin yang berhasil memangku jabatannya pada usianya relatif muda.  

Pemimpin muda memang relatif menawarkan ide-ide segar dan kecakapan kerja yang dinamis.

Sebut saja Kanselir Austria ini lahir di Wina pada 27 Agustus 1986. Setelah menamatkan kuliahnya, pada 2011 ia memberanikan diri untuk terjun di kancah politik. Partai Rakyat Austria (0VP) menjadi langkah yang dipilihnya, hingga akhirnya bisa menjadi ketua umum. 

Pada 2013, Kurz terpilih menjadi anggota parlemen. Di usianya yang baru 27 tahun, Kurz sudah dipercaya untuk memangku jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Australia. Dalam kancah perpolitikan Austria, dia tercatat sebagai menteri termuda.

Atau Presiden Perancis ini lahir di Amiens, Perancis pada 21 Desember 1977. Pendidikan awalnya ditempuh di Perancis. Pada 1999, ia bekerja sebagai asisten editor untuk filsuf Paul Ricœur yang menulis buku. Pada 2006, Macron tergabung sebagai anggota Partai Sosialis. Kariernya semakin naik ketika 2012 hingga 2014 menjabat Deputi Sekretaris Jenderal Istana Elysee. 

Saat itu, Francois Hollande menjabat presiden Perancis. Puncaknya pada Agustus 2014, Macron dilantik sebagai Menteri Ekonomi, Industri, dan Data Digital, di bawah kepemimpinan Hollande. Pada 2017, nama Macron meroket. Hingga akhirnya pada Mei 2017, ia ditetapkan sebagai presiden dalam usia 38 Tahun.

Di Indonesia, pemimpin muda dinilai mampu unjuk gigi pada periode selanjutnya. Namun fenomena tersebut menjadi kendala, banyak yang menginginkan pemimpin muda namun tidak dipilih salah satunya. 

Hal ini terungkap dalam acara Survei Politik Nasional & Prospek Calon Pemimpin Muda yang diselenggarakan oleh Cirus Surveyor Group

68,50 Persen di antara 2.600 responden yang terjaring dalam survei yang dilakukan pada tanggal 3-10 November 2008 menginginkan tokoh muda muncul sebagai capres/cawapres.

Menurut manajer riset Cirus Surveyor Group Hasan Nasbi, survey yang dilakukan di 33 provinsi dengan margin error mencapai 1,9 persen ini juga menemukan fakta usia ideal presiden dan wakil presiden.

"52 Persen usia ideal presiden 50 tahun ke bawah. Usia wapres 60 persen bilang 50 tahun ke bawah," ujar Hasan.

Sementara Juru bicara Koordinator Nasional Poros Indonesia Muda, Arman Saputra menerangkan, Indonesia saat ini tengah mengalami bonus demografi. Sebanyak 64 juta jiwa atau seperempat dari total penduduk Indonesia adalah generasi muda.

"Rata-rata usia (median age) penduduk Indonesia adalah 28,6 tahun," kata Arman.

Menurut Arman, sepanjang 10 tahun terakhir generasi muda juga terus melahirkan banyak terobosan dan perubahan. Baik di ranah ekonomi digital, industri kreatif dan gerakan sosial. Tidak hanya itu, dalam politik lokal, banyak Bupati/Walikota dan Gubernur berusia muda yang telah menorehkan banyak prestasi dalam memimpin daerah.

"Namun kabar baik itu terhenti saat bicara tentang sirkulasi elit dan kepemimpinan nasional. Politik nasional masih didominasi oleh generasi senja, yaitu elit politik yang berusia di atas 50 tahun. Akibatnya terjadi kesenjangan antara kepemimpinan politik nasional dengan kebutuhan bangsa Indonesia ke depan," tutur Arman.

Berbeda dari sebelumnya, calon presiden yang ideal untuk maju bertarung pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 diharapkan berada pada rentang usia 51-60 tahun.

Dari tokoh pemimpin muda terselip pemimpin perempuan yang kini dilirik oleh kaum muda, Seperti Puan Maharani. Tokoh politik Indonesia ini beru berusia 48 tahun dan kini menjabat sebagai Ketua DPR RI. 

Lantas apa yang menjadikan Puan Maharani pantas untuk memimpin bangsa dari pemimpin muda. 

Perlu diketahui, Puan memiliki sederet prestasi. Apalagi ketika ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Tercatat, Puan pernah masuk rekor MURI sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia termuda.

Selain itu, ia mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran hingga menjadi yang terendah dalam sejarah Indonesia. 

Ia juga mampu menurunkan angka ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan di bidang pendidikan, kesehatan, dan hidup layak. 

Tak hanya itu, ia juga tercatat pernah melakukan revitalisasi BKKBN dengan program monumentalnya, Kampung KB. dan menurunkan angka ketimpangan atau indeks Gini Ratio serta meningkatkan indeks pembangunan manusia secara berkala selama masa jabatannya. 

Laporan: Mela

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »