PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Partai Ummat ditinggal Neno Warisman dkk, Irma ungkap: Amien Rais itu…

          Partai Ummat ditinggal Neno Warisman dkk, Irma ungkap: Amien Rais itu…
BENTENGSUMBAR.COM - Partai Ummat yang didirikan Amien Rais kini ditinggal banyak elite pengurus. Gelombang ditinggalnya Partai Ummat terjadi sejak 29 April lalu dan dilakukan oleh para loyalis, terbaru ada Neno Warisman yang juga ikut keluar dari Partai Ummat pada 2 Oktober lalu.

Publik tentu bertanya-tanya ada apa gerangan dengan Partai Ummat? Terkait hal ini Politisi Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago ikut mengomentari. Menurut dia, pasti ada sejumlah hal penyertanya.

Apalagi politik terkenal dinamis. Irma membaca kemungkinan hal yang membuat partai ini layu sebelum berkembang adalah soal ketokohan.

Sebab ketokohan tentu jadi pertimbangan orang untuk bergabung. Belakangan, Amien Rais sendiri dianggap bermasalah dengan sepak terjangnya.

“Kalau dilihat dari hal kekuasaan jelas saat ini partai-partai yang baru-baru muncul ini kan belum punya kekuasaan. Nah kemudian jadi pertimbangan sekelompok orang apakah mereka mau gabung atau tidak,” kata Irma dikutip wawancara daring dengan Tagar, Kamis 7 Oktober 2021.

Faktor berikutnya, diduga ada hal berkaitan dengan finansial di tubuh Partai Ummat. Bagi Irma, mendirikan partai itu memang tak mudah. Sebab begitu banyak parpol hadir tapi tak bisa masuk ke Senayan.

“Sebab orang berpikir dua-tiga kali masuk partai yang kemungkinan elektoral thresholdnya kecil. Kecuali paling orang-orang yang mau masuk DPRD Kabupaten, Provinsi, mungkin masih mau bertarung di situ. Tetapi kalau masuk positioning Senayan pasti mikir,” katanya.

Pertimbangan Partai Ummat dan Amien Rais

Analisa selanjutnya, berkaitan dengan popularitas tokoh-tokoh yang bergabung pada sebuah partai, dalam hal ini Ummat. Sebab jika publik memandang partai tersebut hanya akan jadi sebuah partai gurem, mereka akan tentu malas untuk bergabung.

“Apakah mungkin masuk ke Senayan, kalau cuma mau jadi partai gurem untuk apa capek-capek. Ini kan juga jadi pertimbangan tokoh-tokoh untuk mau masuk ke partai.”

Irma kemudian juga menyinggung sosok Amien Rais sebagai tokoh sentral dan juga finansialnya. Sebab, kata Irma, untuk jadi tokoh sentral enggak gampang, ketokohannya harus mumpuni.

“Amien memang tokoh masyarakat, tapi enggak cuma itu saja modalnya, walau modal sosial cukup, tapi bagaimana dengan finansialnya? Kemungkinan enggak cukup di Amien.”

“Amien Rais itu tokoh nasional, siapa yang enggak kenal. Tetapi dengan sepak terjang akhir-akhir ini jadi catatan masyarakat, ini penting untuk dijadikan penilaian, karena apa dia kan tokoh parpol PAN. Nah setelah keluar dia kekhilangan akar. Sebab rohnya Amien ada di PAN, begitu keluar hilang rohnya,” kata dia lagi.

Nasib partai Amien

Bagi Irma, belum tentu juga partai itu ke depan akan layu. Bisa jadi berkembang maju atau juga sebaliknya. Namun semua tentu harus diselamatkan, dan itu tergantung bagaimana perjalanan Partai Ummat melewati 1 tahun ke depan.

Sebab untuk menghadapi 2024, masih ada waktu 3 tahun. Jika tidak bisa diselamatkan, maka kata dia partai ini akan terjun bebas. “Paling penting pondasi tokoh-tokoh penting yang ada di dalam,” katanya.

Sumber: Hops.id
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...