Puan Maharani Imbau Masyarakat Tingkatkan Kebhinekaan Lewat Toleransi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengimbau agar masyarakat meningkatkan kebhinekaan lewat toleransi beragama di seluruh penjuru Indonesia. Hal itu disampaikannya melihat paparan data bahwa terjadi banyak pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan (KBB) selama beberapa tahun belakangan.

"Belajar dari masa pandemi ini adalah saatnya kita meningkatkan kerja sama, bergotong royong dan bersatu. Kita saling membantu, kesampingkan perbedaan, utamakan kebhinekaan Indonesia dan ciptakan kerukunan beragama," ujar Puan.

Puan memandang bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kebencian atau permusuhan. Semua agama meminta umatnya untuk memiliki welas asih, saling beragam kebaikan, dan tenggang rasa.

Puan menyesalkan melihat data yang diterimanya bahwa sepanjang 2019 hingga 2020, terjadi kenaikan pelanggaran KBB. Riset SETARA Institute melaporkan bahwa tingkat pelanggaran KBB di Tanah Air sepanjang 2020 terjadi 180 peristiwa pelanggaran KBB dengan 422 tindakan. Jika dibandingkan dengan 2019, hanya terjadi 327 tindakan.

Tiga daerah dengan peristiwa kekerasan tinggi adalah pada daerah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Jawa Timur melaporkan 23 kasus, sementara Jawa Barat ada 39 kasus, dan Sulawesi Selatan 8 kasus.

Puan menyayangkan adanya tindakan pelanggaran KBB tersebut karena kondisi pandemi ini untuk banyak masyarakat sudah sangat merugikan. Adanya konflik, apalagi tentang agama, hanya memperkeruh keadaan yang sudah rumit.

"Kita harus mencari tahu penyebab dari terjadinya tindakan KBB ini dan bersamaan melakukan antisipasi yang mengutamakan toleransi," ujar mantan Menko PMK itu.

Puan juga menyatakan bahwa menumbuhkan rasa toleransi beragama ini harus ditumbuhkan dan dicontohkan oleh seluruh pemuka agama di Indonesia. Bina kerukunan yang mengutamakan empati dan rasa saling menghargai satu sama lain.

Nantinya, bila masyarakat sudah melihat bahwa tokoh-tokoh yang mereka pandang serta hormati mengusung toleransi tinggi, mereka juga akan menyontoh dengan sendirinya. Menurut Puan, hal ini adalah pendidikan dasar yang secara tidak langsung harus ditanamkan pada masyarakat.

"Promosi toleransi beragama juga harus banyak kita lakukan melalui berbagai jalur, terutama ditanamkan pada sistem pendidikan kita. Ajarkan nilai-nilai positif tentang pluralisme. Karena memang pada dasarnya, Indonesia dibangun di atas perbedaan,” kata Puan.

Puan melanjutkan bahwa pemahaman yang sepatutnya diberikan adalah tentang bagaimana pihak mayoritas memiliki simpati dan bertenggang rasa dengan pihak minoritas. Kemudian, turut pula memperhatikan kebutuhan dan mendukung pemenuhan hak masyarakat yang menjadi minoritas.

Selama ini, Puan meneruskan, banyak tindak kurang toleransi terjadi karena kurangnya rasa saling memahami dan memenuhi hak satu sama lain.

“Toleransi ini kita kedepankan dengan rasa simpati dan empati. Setiap umat beragama memiliki hak atas pemenuhan kebutuhan kegiatan keagamaannya masing-masing. Tidak ada perbedaan antara satu sama lain, itulah inti dari tenggang rasa,” ujar Puan.

"Kita baru saja melewati masa sulit saat lonjakan Covid-19 terjadi, di situ rasa persaudaraan kita diuji untuk terus bersatu menghadapi tantangan pandemi. Dengan bersatu dalam perbedaan, kita bisa semakin kuat dan tangguh," ujar cucu Bung Karno itu.

Puan berharap ke depannya tindakan KBB dapat berkurang dan terus diminimalisir. Persatuan bangsa sudah sepatutnya dijaga dan dipertahankan agar tidak goyah dan terus bertahan.

“Kita jaga persatuan bangsa dengan saling mengutamakan kedamaian, rasa cinta kasih di antara satu sama lain. Amalkan nilai-nilai kebaikan dan saling mengasihi yang diajarkan dalam setiap agama. Perlakukan satu sama lain dengan penuh kebaikan sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain,” tutup Pun. 

Laporan: Mela

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »